Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN/ FOREWARD

A. KASUS

Posyandu Kecapi II yang berada di jalan kebagusan dalam rt 06/rw 004,


kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Yang didirikan pada tahun 2014.
Kegiatan posyandu ini diadakan sebulan sekali pada minggu kedua ataupun
minggu ketiga yang diadakan pada jam 09.00-12.00 WIB. Lokasi kegiatan
posyandu strategis karena berada di pinggir jalan. Kurangnya sarana prasarana
dan rusaknya alat timbangan untuk balita sehingga harus menggunakan timbangan
dacin untuk sementara. Target jumlah balita masih sedikit dan belum mencapai
jumlah target yang diinginkan. Para orangtua yang membawa balita datang ke
posyandu hanya ingin mendapatkan vitamin A saja.

1
B. Latar Belakang Masalah

Pos Pelayanan Keluarga Berencana - Kesehatan Terpadu (Posyandu) adalah


kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat
yang dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu merupakan salah satu Upaya
Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Jadi, Posyandu merupakan
kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab
kepala desa. Posyandu dimulai terutama untuk melayani balita (imunisasi,
timbang berat badan) dan orang lanjut usia (Posyandu Lansia), dan lahir melalui
suatu Surat Keputusan Bersama antara Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri),
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) dan Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan
Keluarga (PKK) dan dicanangkan pada sekitar tahun 1986. Upaya pengembangan
kualitas sumberdaya manusia yang mengoptimalkan potensi tumbuh kembang
anak dapat dilaksanakan secara merata apabila sistem pelayanan kesehatan yang
berbasis masyarakat seperti posyandu dapat dilakukan secara efektif dan efisien,
dan dapat menjangkau semua sasaran yang membutuhkan pelayanan, salah
satunya adalah layanan tumbuh kembang anak (Depkes RI, 2006).

Legitimasi keberadaan Posyandu ini diperkuat kembali melalui Surat


Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tertanggal 13 Juni 2001 yang
antara lain berisikan “Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu” yang antara lain
meminta diaktifkannya kembali Kelompok Kerja Operasional (POKJANAL)
Posyandu di semua tingkatan administrasi pemerintahan. Penerbitan Surat Edaran
ini dilatarbelakangi oleh perubahan lingkungan strategis yang terjadi demikian
cepat berbarengan dengan krisis moneter yang berkepanjangan. Posyandu
dikembangkan atas prakarsa Presiden Soeharto pada tahun 1984, Posyandu dulu
pernah menjadi kebanggaan rakyat. Setiap bulannya, rakyat berbondong-bondong
mendatangi Posyandu yang dikelola berbasiskan komunitas. Tenaga sukarelawan
kesehatan di Posyandu—yang telah mendapatkan pelatihan dari dinas kesehatan
setempat—memberikan panduan kesehatan bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
Selain itu, Posyandu juga memberi vaksinasi dan makanan suplemen kepada bayi

2
dan balita. Posyandu juga menjadi media deteksi dini kasus-kasus malagizi dan
kekurangan gizi pada bayi dan balita. Pelayanan kesehatan dasar di posyandu
adalah pelayanan kesehatan yang mencakup sekurang-kurangnya 5 kegiatan
yakni, kesehatan ibu dan anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Imunisasi, Gizi,
dan penanggulangan Diare.

Landasan Hukum Posyandu


1. Undang-undang Dasar tahun 1945, pasal 28 H ayat 1 dan UU No 23 Tahun
1992 tentang Kesehatan.
2. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan
3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah
dan Kewenangan Propinsi sebagai daerah otonom.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2001 tentang Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
5. Surat Edaran Mendagri Nomor 411.3/1116/SJ tahun 2001 tentang Revitalisasi
Posyandu.
6. Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457 tahun 2003 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.
8. Undang-undang Nomor 32 tahun 2003 tentang Pemerintah Daerah.
9. Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pusat dan Pemerintah Daerah.
10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2003 tentang Organisasi Perangkat
Daerah.
11. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128 tahun 2004 tentang Kebijakan
Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.
12. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 131 tahun 2004 tentang Sistem
Kesehatan Nasional.
13. Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional
14. PP No.7 tahun 2005 tentang RPJMN

3
C. Tujuan

Tujuan umum yaitu :

 Menunjang percepatan penurunan angka kematian ibu, angka kematian


bayi, dan angka kematian anak balita di indonesia melalui pemberdayaan
masyarakat.

Tujuan khusus yaitu :

 Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan-


kegiatan kesehatan dan lainnya yang menunjang, sesuai dengan kebutuhan.
 Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan
ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggara upaya kesehatan
dasar terutama yang berkaitan dengan penurunan angka kematian bayi, ibu
dan angka kematian anak balita di indonesia.
 Membudayakan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera).

4
BAB II PROSES PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL /

SOCIAL CARE PROCESS

A. Kontak

Kontak adalah hubungan awal antara Pekerja Sosial dengan sistem-sistem


yang ada (sistem klien, sasaran, kegiatan, dan sistem pelaksanaan perubahan)
yang ditandai dengan saling senyum, jabat tangan, sapaan, dan tanda-tanda umum
lainnya.

1. Kontak dengan Ibu Wati

Pada hari Senin tanggal 3 juni 2019 pukul 10.09 WIB. Pekerja Sosial
menemui pengurus dari posyandu kecapi II di bagian perlengkapan bernama Ibu
Wati yang sedang bersiap-siap untuk pergi dan mengadakan kontak yang pertama.
Cuaca pada hari itu sangat cerah. Pekerja Sosial diterima dengan baik dan
dipersilahkan untuk mewawancarai mengenai kegiatan posyandu kecapi II. Pada
saat itu ibu wati menggunakan baju lengan panjang berwarna coklat dan berjilbab
abu-abu.

2. Kontak dengan Ibu Herlina

Pada hari Selasa tanggal 4 juni 2019 pukul 12.37 WIB. Pekerja Sosial
menemui pengurus dari posyandu kecapi II menjadi sekretaris bernama Ibu
Herlina. Saat itu ia sedang mengobrol dengan tetangga nya di depan teras
rumahnya dan mengadakan kontak yang kedua. Cuaca pada hari itu cerah. Pekerja
Sosial diterima dengan baik dan dipersilahkan untuk mewawancarai mengenai
posyandu kecapi II. Pada saat itu Ibu Herlina mengenakan baju berwarna hijau,
celana levis hitam dan berjilbab hitam.

3. Kontak dengan Ibu Waridin

Pada hari Selasa tanggal 4 juni 2019 pukul 15.32 WIB. Pekerja Sosial
menemui pengurus dari posyandu kecapi II menjadi bendahara bernama Ibu
Waridin. Saat itu ia sedang duduk santai sambil menonton tv dan mengadakan

5
kontak yang ketiga. Cuaca pada hari itu mendung. Pekerja Sosial diterima dengan
baik dan dipersilahkan untuk mewawancarai mengenai posyandu kecapi II. Pada
saat itu Ibu Waridin mengenakan baju daster berwarna motif batik hijau tosca dan
berjilbab merah maroon.

4. Kontak dengan Ibu Sri

Pada hari Minggu tanggal 9 juni 2019 pukul 10.48 WIB. Pekerja Sosial
menemui pengurus dari posyandu kecapi II menjadi bagian pendaftaran bernama
Ibu Sri. Saat itu ia sedang membaca buku majalah di ruangtamu dan mengadakan
kontak yang keempat. Cuaca pada hari itu cerah. Pekerja Sosial diterima dengan
baik dan dipersilahkan untuk mewawancarai mengenai posyandu kecapi II. Pada
saat itu Ibu Sri mengenakan baju lengan panjang berwarna abu-abu, celana
bermotif berwarna biru dongker dan berjilbab biru dongker bermotif.

5. Kontak dengan Ibu Sarah

Pada hari Senin tanggal 10 juni 2019 pukul 10.15 WIB. Pekerja Sosial
menemui anggota dari posyandu kecapi II bernama Ibu Sarah. Saat itu ia sedang
duduk di depan teras rumahnya dan mengadakan kontak yang kelima. Cuaca pada
hari itu cerah. Pekerja Sosial diterima dengan baik dan dipersilahkan untuk
mewawancarai mengenai posyandu kecapi II. Pada saat itu Ibu Sarah mengenakan
baju lengan panjang berwarna merah, celana hitam dan berjilbab coklat.

6
B. Kontrak / Work Agreement

Kontrak adalah perjanjian kerja sama antara Pekerja Sosial dengan sistem-sistem
yang ada baik sistem klien, sistem sasaran, sistem kegiatan, dan sistem pelaksana
perubahan. Pekerja Sosial pertama-tama merencanakan perjanjian yang telah
disepakati antara Pekerja Sosial dengan sistem-sistem yang ada adalah untuk
mengadakan hubungan kerjasama dalam proses pemberian layanan yang telah
disetujui sehingga terjalin relasi yang professional yang saling menguntungkan
satu sama lain.

1. Kontrak dengan Ibu Wati

Pada hari Senin tanggal 3 juni 2019 pukul 10.09 WIB. Pekerja Sosial
mengadakan kontrak dengan pengurus di bagian perlengkapan di posyandu kecapi
II yaitu bernama Ibu Wati untuk di wawancarai tentang kegiatan posyandu di
kecapi II. Ibu Wati menyetujui dan menyepakati kontrak antara ibu wati dan
pekerja sosial, sehingga kedua belah pihak menyetujuinya.

2. Kontrak dengan Ibu Herlina

Pada hari Selasa tanggal 4 juni 2019 pukul 12.37 WIB. Pekerja Sosial
mengadakan kontrak dengan pengurus di bagian sekretaris di posyandu kecapi II
yaitu bernama Ibu Herlina untuk diwawancarai tentang kegiatan posyandu di
kecapi II. Ibu Herlina menyetujui dan menyepakati kontrak antara ibu herlina dan
pekerja sosial, sehingga kedua belah pihak menyetujuinya.

3. Kontrak dengan Ibu Waridin

Pada hari Minggu tanggal 9 juni 2019 pukul 15.32 WIB. Pekerja Sosial
mengadakan kontrak dengan pengurus di bagian bendahara di posyandu kecapi II
yaitu bernama Ibu Waridin untuk diwawancarai tentang kegiatan posyandu di
kecapi II. Ibu menyetujui dan menyepakati kontrak antara ibu dan pekerja sosial,
sehingga kedua belah pihak menyetujuinya.

4. Kontrak dengan Ibu Sri

7
Pada hari Senin tanggal 10 juni 2019 pukul 10.48 WIB. Pekerja Sosial
mengadakan kontrak dengan pengurus di bagian pendaftaran di posyandu kecapi
II yaitu bernama Ibu Sri untuk diwawancarai tentang kegiatan posyandu di kecapi
II. Ibu Sri menyetujui dan menyepakati kontrak antara ibu Sri dan pekerja sosial,
sehingga kedua belah pihak menyetujuinya.

5. Kontrak dengan Ibu Sarah

Pada hari Senin tanggal 10 juni 2019 pukul 10.15 WIB. Pekerja Sosial
mengadakan kontrak dengan anggota di posyandu kecapi II yaitu bernama Ibu
Sarah untuk diwawancarai tentang kegiatan posyandu di kecapi II. Ibu Sarah
menyetujui dan menyepakati kontrak antara ibu Sarah dan pekerja sosial,
sehingga kedua belah pihak menyetujuinya.

8
C. Assesment

Dalam pekerja sosial mempunyai arti yaitu proses pemberian bantuan oleh
Pekerja Sosial dengan memahami atau mengenali situasi yang dihadapi, yaitu
proses menentukan mengenali faktor relevan dengan situasi tertentu yang
mencakup identifikasi dan penjelasan masalah.

Berdasarkan data yang diperoleh maka Pekerja Sosial membuat analisa


situasi sosial sebagai berikut :

Posyandu Kecapi II berada di Jl. Kebagusan Dalam rt 06/rw 004,


kebagusan, Pasar minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
12520.

Terbentuknya posyandu untuk wilayah kebagusan dibentuk menjadi 3


posyandu karena warga di wilayah tersebut banyak sehingga dibagi lagi menjadi 4
posyandu untuk di wilayah kebagusan dan posyandu sekarang ini adalah
posyandu kecapi II yang di ketuai oleh Ibu Imaroh dan beberapa pengurus
lainnya. Sebelum adanya posyandu kecapi II tempat tersebut adalah aula
perkantoran RT dan sekarang sudah dijadika tempat posyandu. Posyandu Kecapi
II berdiri sejak tahun 2014.

Posyandu Kecapi II mempersiapkan segala peralatan seperti timbangan,


alat ukur tinggi badan, menyiapkan meja-meja, bangku untuk di tata di aula, buku
pendaftaran, dan membersihkan lokasi posyandu nya. Persiapan ini dilakukan
sebelum kegiatan posyandu dimulai, persiapan dilakukan oleh pengurus-
pengurusnya terutama pengurus yang di bagian perlengkapan.

Ketika diadakan kegiatan maka Posyandu Kecapi II memberikan informasi


dengan cara menyiarkan di mushola atau di masjid di wilayah kebagusan melalui
speaker agar para warga mengetahui adanya ketika posyandu diadakan.

Sarana Prasarana Posyandu Kecapi II kurang memadai karena alat-alatnya


yang kurang dan rusak peralatannya yaitu alat timbangan besi untuk balita. Untuk

9
saat ini posyandu kecapi II memakai alat timbangan menggunakan timbangan
dacin untuk sementara saja.

Kegiatan Posyandu Kecapi II dimulai pada pukul 09.00 – 12.00 WIB.


Terkadang ada orang tua yang datang membawa anaknya saat posyandu akan
tutup sehingga waktu tutup posyandu tertunda.

Pelayanan yang diberikan Posyandu Kecapi II oleh para balita nya yaitu
dengan pelayanan konsultasi kesehatan balita nya, imunisasi, PMT (Pemberian
makanan Tambahan), penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan
balita, setelah selesai kegiatan tersebut.

Posyandu Kecapi II ingin memiliki target ±110 balita namun belum


memenuhi target, sedangkan target jumlah balita ini sedikit hanya 30-40 balita
saja. Namun, di posyandu ini balita banyak yang datang hanya ingin mendapat
vitamin A saja dan jumlah nya bisa mencapai 70-an balita yang ada.

Materi yang diberi oleh kader posyandu cukup baik, seperti materi
mengenai gizi balita, balita sehat, konsultasi kesehatan balita.

Sumber dana yang diberikan untuk posyandu kecapi II ini yaitu hanya dari
kelurahan kebagusan saja.

Harapan responden untuk posyandu kecapi II ini adalah biar lebih baik
lagi, biar balita nya pada sehat, banyak peminat nya untuk balita datang ke
posyandu, biar peralatannya juga cukup memadai, dan tidak ada kerusakan juga.

10
D. Rencana Intervensi

Berdasarkan Asessmen / Asessment yang sudah disebutkan sebelumnya maka


Pekerja Sosial membuat Rencana Intervensi adalah sebagai berikut, yaitu :

1. Faktor Sarana Prasarana


 Segera memperbaiki alat timbangan (besi) agar bisa digunakan
kembali.
 Menyarankan agar posyandu kecapi II dapat menambah fasilitas
agar cukup memadai
 Pengajuan dana untuk mengembangkan fasilitas posyandu kecapi
II.
 Mengajukan proposal dana untuk memperbaiki alat yang rusak.

2. Faktor target
o Menghimbau para orangtua untuk memeriksa kesehatan anaknya ke
posyandu.
o Menghimbau agar orangtua tidak malas membawa balita nya ke posyandu
walaupun tidak sedang ada vitamin A.
o Menghimbau para orangtua agar sadar bahwa pentingnya posyandu bagi
kesehatan anaknya.

11
E. Pelaksanaan Intervensi
Praktikan belum berhasil melakukan pelaksanaan intervensi, karena waktu yang
terbatas dan kegiatan posyandu kecapi II dalam keadaan libur praktikan tidak
dapat melakukan intervensi.

F. Evaluasi
Selama praktikan melaksanakan praktik di posyandu kecapi II maka perubahan
pada posyandu belum terlihat, karena waktu terbatas sehingga praktikan belum
bisa menyimpulkannya.

G. Terminasi
Sehubungan waktu Praktik Mezo sudah berakhir, maka Pekerja Sosial berpamitan
dengan pengurus, dan anggota posyandu Kecapi II. Dan seluruh responden yang
telah membantu menyelesaikan laporan tugas, Pekerja Sosial mengucapkan terima
kasih banyak atas kerjasamanya selama ini.

12
BAB III

TEMUAN

A. Faktor pendukung dan penghambat


1. Faktor pendukung dalam pelayanan
 Para responden ramah dan menerima dengan baik pada saat
diwawancarai pekerja sosial.
 Lokasi yang diadakan strategis karena berada di pinggir jalan
 Setiap bulan makanan yang diberi untuk balita bervariasi.
2. Faktor penghambat dalam pelayanan
 Ketika menemui responden untuk diwawancarai sulit untuk
ditemui, karena ada responden yang sudah pulang kampung,
dan ada juga responden yang sibuk.
 Balita yang datang ke posyandu hanya ingin mendapat vitamin
A saja.
 Alat untuk menimbang bayi rusak
 Sarana prasarana nya kurang memadai
 Balita yang datang ke posyandu sedikit dan tidak menentu.
 Ada 1 anak balita yang terkena gizi buruk sehingga ia tidak
mau datang lagi ke posyandu.
 Tidak mencapai jumlah target balita yang diinginkan.
B. Manfaat yang dirasakan
Dapat mengetahui kegiatan, atau yang mengenai seputar posyandu
kecapi II.
Bertambahnya ilmu baru
Dapat menjalin silaturahmi dengan baik.
C. Pengembangan pelayanan
Mengajukan dana proposal untuk memperbaiki alat yang rusak.
Mengajak para orangtua untuk membawa anaknya ke posyandu.

13
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Posyandu Kecapi II yang berada di jalan kebagusan dalam, RT 06 / RW 004 ,


kebagusan, Jakarta Selatan. Posyandu ini diadakan sebulan sekali terkadang setiap
minggu kedua ataupun minggu ketiga. Biasanya posyandu dimulai dari jam 09.00
-12.00 WIB. Dana yang posyandu dapatkan dari kelurahan kebagusan. Di
posyandu ini pernah mengikuti lomba gizi balita dan balita sehat. Lokasi yang
diadakan strategis. Pelayanan yang diberikan cukup bagus. Kurangnya sarana
prasarana dan rusaknya alat timbangan untuk balita. Target jumlah balita masih
sedikit dan belum mencapai jumlah target yang diinginkan. Para orangtua yang
membawa balita datang ke posyandu hanya ingin mendapatkan vitamin A saja.
Terkadang ada orang tua yang datang membawa anaknya saat posyandu akan
tutup sehingga waktu tutup posyandu tertunda. Harapan yang praktikan inginkan
yaitu di Posyandu Kecapi II bisa lebih baik lagi, berjalan dengan lancar,
bertambahnya balita untuk datang ke posyandu, semoga sarana prasarana di
posyandu ini lebih baik lagi, dan peralatan untuk kegiatan posyandu tidak ada
yang rusak, dan juga para orangtua agar rajin membawa anak balita nya untuk
datang ke posyandu supaya anaknya sehat.

B. Saran

Berdasarkan data yang telah praktikan peroleh, maka praktikan dapat memberi
saran kepada Posyandu Kecapi II guna meningkatkan kemajuan posyandu
tersebut :

 Para orangtua agar lebih giat lagi membawa anaknya untuk datang ke
posyandu karena penting untuk kesehatan balita nya.
 Seharusnya balita yang datang ke posyandu rutin, jangan hanya ingin
mendapatkan vitamin A saja.
 Mengajukan penambahan adanya sarana prasarana
 Memperbaiki peralatan yang rusak yaitu alat timbangan balita

14
LAMPIRAN

A. Laporan Proses

1. Pekerja Sosial mengadakan wawancara dengan Ibu Wati (pengurus


posyandu kecapi II di bagian perlengkapan)

Pada hari Senin tanggal 3 juni 2019 pukul 10.09 WIB. Pekerja Sosial
menemui pengurus dari posyandu kecapi II di bagian perlengkapan bernama Ibu
Wati yang sedang bersiap-siap untuk pergi dan mengadakan kontak yang pertama.
Cuaca pada hari itu sangat cerah. Pekerja Sosial diterima dengan baik dan
dipersilahkan untuk mewawancarai mengenai kegiatan posyandu kecapi II. Pada
saat itu ibu wati menggunakan baju lengan panjang berwarna coklat dan berjilbab
abu-abu. Dan terjadi percakapan sebagai berikut.

 PS : Pekerja Sosial
 R1 : Responden 1

PS : “Assalamualaikum” (sambil senyum dan salaman)

R1 : “Waalaikumsalam”

PS : “Maaf ya bu mengganggu waktunya sebentar”

R1 : “Iya gapapa kok” (senyum)

PS : “Oh iya bu, perkenalkan nama saya Syifa Najah Fadiah dari
SMKN 28 saya kesini dengan tujuan ingin mencari informasi dan
mengobservasi kegiatan yang berada di posyandu kecapi II. Dan
juga saya mau mewawancarai ibu, apakah ibu bersedia untuk saya
wawancarai?”

R1 : “Iya ya kita kenalan dulu nama saya Marwati panggil aja ya ibu
wati, oh begitu dek baik saya bersedia emang apa saja yang mau
ditanyakan?”

PS : “Mengenai tentang posyandu bu”

15
R1 : “Ohhh silahkan dek”

PS : “Di posyandu ibu di bagian apa?”

R1 : “Saya di bagian perlengkapan jadi kalau mau dimulai saya yang


siapkan peralatan-peralatan nya gitu”

PS : “Sudah berapa lama?”

R1 : “Saya udah sekitar 2 tahunan lebih”

PS : “Lama juga ya bu, oh ya ibu tau gak latar belakang berdirinya


posyandu ini?”

R1 : “Tadinya untuk wilayah kebagusan itu posyandu nya dibentuk


lagi menjadi 3 karna warga nya banyak jadinya dibagi 4 untuk
wilayah kebagusan itu di rw 004 ada posyandu, yang saya pegang
itu di posyandu 2 nya tadinya kan itu tempat aula perkantoran rt
tapi dijadiin posyandu juga”

PS : “Banyak juga ya bu posyandu nya sampai ada 4 posyandu di


wilayah kebagusan”

R1 : “Iya dek”

PS : “Kalau yang ibu pegang posyandu nya nama posyandu nya apa?”

R1 : “Nama nya posyandu kecapi II”

PS : “Letak posyandu nya dimana?”

R1 : “Di jalan kebagusan dalam rt 06/ rw 004”

PS : “Tujuan didirikannya posyandu kenapa?”

R1 : “Ya karna kita mau liat kesehatan balita nya juga kan kalo kita
timbang setiap bulan itu kan tau perkembangan dari balita nya.

PS : “Oh gitu, di posyandu nya ada berapa pengurus?”

R1 : “Ada 8”

16
PS : “Apa aja?”

R1 : “bagian pendaftaran, bagian perlengkapan, bagian menulis grafik


balita, trus ada bagian penimbangan, bagian pmt nya, ketua,
bendahara, dan sekretaris nya”

PS : “PMT itu apa ya?”

R1 : “Penambah makanan tambahan”

PS : “Ohh, bu apakah pkk ada hubungannya dengan posyandu?”

R1 : “Ya ada tapi kadang-kadang pkk nya juga kader jadi pkk nya bisa
merangkap ke posyandu nya juga”

PS : “Pelayanan apa saja yang diberikan kepada balita?”

R1 : “Yaitu tentang konsultasi kesehatan balita nya, trus kalo memang


balitanya menurun ya kita akan kasih makanan tambahan yang
lebih gitu”

PS : “Makanan apa saja yang diberikan untuk balita?”

R1 : “Biasanya pmt nya itu beda-beda ya tiap bulan itu beda ada sayur
sop, roti dan telur , nanti bulan yang akan datang beda lagi yaitu
bubur kacang ijo, telur, sama susu”

PS : “Jadinya beda-beda ya jadi makanan nya tuh bervariasi gak tiap


bulan makanan nya tuh sama semua”

R1 : “Iya bener itu dek”

PS : “Kapan dilaksanakan nya posyandu?”

R1 : “Sebulan sekali itu biasanya minggu kedua atau gak minggu


ketiga”

PS : “Biasanya posyandu dilaksanakan jam berapa?”

17
R1 : “Dari jam 9 sampai jam 12, kadang-kadang jam setengah 12 itu
balita nya sudah dijemput lagi yaudah kita tutup”

PS : “Oh jadi tutupnya posyandu tergantung dari balitanya juga?”

R1 : “Iya kalo jam 12 balita nya masih ada ya terpaksa kita timbang
juga” (sambil tertawa)

PS : “Apa saja yang harus disiapkan untuk kegiatan posyandu?”

R1 : “Mempersiapkan alat-alat nya kayak timbangan, alat ukur tinggi


badan, trus menyiapkan meja-meja, bangku, buku pendaftaran, dan
membersihkan lokasi posyandu nya juga”

PS : “Berapa jumlah target balita di posyandu ini?”

R1 : “Gak tentu sih ya tergantung jumlah balita nya kadang-kadang


kalo lagi banyak ya banyak kalo lagi dikit ya dikit”

PS : “Banyak dan dikit nya itu ada berapa?”

R1 : “Kalo banyak sih bisa sampe 70-an tapi kalo sedikit cuma 30 atau
40 balita aja yang dateng, tapi balita yang datangnya banyak
biasanya cuma kalo lagi ada vitamin A aja kalo lagi gaada vitamin
A ya dikit seperti saya bilang tadi”

PS : “Yah padahal kan walaupun tidak ada vitamin A juga seharusnya


kan orangtua membawa anak nya ke posyandu”

R1 : “Iya bener dek padahal kan buat kesehatan anak nya juga”

PS : “Iya bu, biasanya dari usia berapa balita yang datang ke


posyandu?”

R1 : “Dari 0-5 tahun dek”

PS : “Bagaimana situasi di tempat berlangsungnya kegiatan?”

R1 : “Cukup aman tertib ya tergantung dari kadernya juga ngelayanin


balita nya”

18
PS : “Apa lokasi kegiatan posyandu strategis?”

R1 : “Iya strategis banget karna kan dipinggir jalan”

PS : “Oh gitu jadi mudah untuk orang-orang tau”

R1 : “Nah iya tuh”

PS : “Apakah sarana & prasarana ini cukup memadai?”

R1 : “Tidak karena alat-alatnya juga kurang”

PS : “Apakah ada sarana&prasarana yang rusak?”

R1 : “Kebetulan saat ini ada masalah di alat timbangannya yang besi


rusak juga trus kadang-kadang masalah nya yaitu balita nya gak
bisa diem, kalo timbangan yang manual itu kadang-kadang juga
gak cocok”

PS : “Oh gitu, tapi apa udah diperbaiki atau diganti dengan yang
baru?”

R1 : “Kita pake yang ada aja seperti timbangan yang ayunan tapi
hanya sementara saja”

PS : “Semoga cepat diperbaiki ya bu”

R1 : “Iya semoga aja tapi tunggu dana nya dulu”

PS : “Iya bu, tapi darimana dana itu didapatkan?”

R1 : “Dari kelurahan kebagusan, pmt nya juga”

PS : “Bagaimana cara memberikan informasi terhadap warga untuk


mengetahui posyandu?”

R1 : “Disiarin di mushola-mushola pake speaker biar balita nya pada


dateng”

PS : “Apakah ada balita yang mengalami gizi buruk?”

19
R1 : “Ada 1 orang tapi pas dikasih penjelasan sama kader nya kadang-
kadang balita nya jadi gak mau dateng ke posyandu lagi padahal
kan baik untuk kesehatan”

PS : “Mengapa bisa begitu bu?”

R1 : “Ya saya juga gak tau tuh malu apa gimana”

PS : “Hmmm, Oh ya apa harapan ibu kedepannya untuk posyandu


kecapi II ?”

R1 : “Harapan saya sih semoga biar lebih baik lagi, biar balita nya
pada sehat, peminat-peminat balita nya untuk datang ke posyandu
agar lebih banyak lagi dan bisa mencapai jumlah target balita nya”

PS : “Aamiin semoga tercapai ya bu”

R1 : “Aamiinn makasih ya dek”

PS : “Iya sama-sama bu, oh iya makasih ya bu atas informasi nya dan


maaf sudah mengganggu waktunya”

R1 : “Iya gapapa dek”

PS : “Assalamualaikum” (sambil senyum & bersalaman)

R1 : “Waalaikumsalam” (tersenyum)

Wawancara antara pekerja sosial dengan pengurus posyandu kecapi II di bagian


perlengkapan (Ibu Wati) berakhir pada pukul 10.21 WIB.

20
2. Pekerja Sosial mengadakan wawancara dengan Ibu Herlina (Sekretaris
posyandu kecapi II)

Pada hari Selasa tanggal 4 juni 2019 pukul 12.37 WIB. Pekerja Sosial menemui
pengurus dari posyandu kecapi II menjadi bernama Ibu Herlina. Saat itu ia
sedang mengobrol dengan tetangga nya di depan teras rumahnya dan mengadakan
kontak yang kedua. Cuaca pada hari itu cerah. Pekerja Sosial diterima dengan
baik dan dipersilahkan untuk mewawancarai mengenai posyandu kecapi II. Pada
saat itu Ibu Herlina mengenakan baju berwarna hijau, celana levis hitam dan
berjilbab hitam.. Dan terjadi percakapan sebagai berikut:

 PS : Pekerja Sosial
 R2 : Responden 2

PS : “Assalamualaikum” (senyum dan bersalaman)

R2 : “Waalaikumsalam, ada apa nih?” (tersenyum)

PS : “Maaf ya bu mengganggu waktu nya sebentar nih, saya kesini


ingin mencari informasi kegiatan yang berada di posyandu kecapi
II. Dan juga saya mau mewawancarai ibu, apakah ibu bersedia
untuk saya wawancarai?”

R2 : “Iya gapapa dek, oh gitu saya bersedia”

PS : “Oh iya sebelum saya mewawancarai ibu, perkenalkan nama saya


Syifa Najah Fadiah dari SMKN 28”

R2 : “Iya dek syifa, perkenalkan juga nama saya Herlina, panggil aja
Ibu Lina”

PS : “Oke bu, saya langsung wawancarai aja ya”

R2 : “Iya dek”

PS : “Ibu di posyandu di bagian apa?”

R2 : “Saya jadi sekretaris”

21
PS : “Sudah berapa lama?”

R2 : “Sudah 3 tahunan lah saya”

PS : “Wah lama juga ya bu”

R2 : “Hehe, iya dek”

PS : “Apa ibu tau latar belakang berdirinya posyandu ini?”

R2 : “Tadinya untuk wilayah kebagusan itu posyandu nya dibentuk


lagi menjadi 3 karna warga nya banyak jadinya dibagi 4 untuk
wilayah kebagusan itu di rw 004 ada posyandu, yang saya pegang
itu di posyandu 2 nya tadinya kan itu tempat aula perkantoran rt
tapi dijadiin posyandu juga”

PS : “Dimana lokasi posyandu nya?”

R2 : “Di jalan kebagusan dalam rt 06/rw004

PS : “Apa lokasi nya strategis?”

R2 : “Iya karna lokasi nya di pinggir jalan”

PS : “Oh gitu, dari usia berapa sih bu balita yang datang ke


posyandu?”

R2 : “Ya dari 0-5 tahun dek”

PS : “Mengapa balita harus di posyandu?”

R2 : “Ya karna saya ingin targetkan jumlah balita nya, kalau posyandu
di kebagusan biar balita nya sehat dan mendapatkan imunisasi, gizi
yang baik”

PS : “Biasanya posyandu kapan dilaksanakan?”

R2 : “Setiap sebulan sekali”

PS : “Dimulai dari jam berapa?”

22
R2 : “Jam 9 pagi sampe jam 12 kadang-kadang setengah 12 tapi balita
nya sudah dijemput lagi yaudah kita tutup jadi tergantung balita
nya juga sih”

PS : “Biasanya kalau di posyandu kecapi II ini ramai tidak atau


orangtua nya dikit yang anterin? Biasanya kan ada tuh orangtua
yang malas nganterin anaknya”

R2 : “Alhamdulillah sih di posyandu kecapi II ini jadi setiap balita


dianter oleh orangtuanya”

PS : “Bagus deh, disini kegiatan posyandu nya apa aja ya?”

R2 : “Pernah ada lomba balita tapi kadang-kadang”

PS : “Kapan lomba nya?”

R2 : “Ya gak nentu juga harus diikutlombakan kan kadang-kadang


lomba posyandu nya di tingkat kecamatan dalam rangka apa,
kebetulan di rw ini juara pertama tapi bukan di posyandu yang saya
pegang tapi posyandu di tempat lain”

PS : “Selain itu kegiatannya apa lagi?”

R2 : “Imunisasi, posbindu untuk lansia”

PS : “Apakah sarana & prasarana disini memadai?”

R2 : “Sebenernya untuk sarana nya sih dari alat-alatnya kurang cukup”

PS : “Untuk sumber dana nya darimana?”

R2 : “dana yang kita miliki itu hanya dari kelurahan kebagusan saja”

PS : “Tapi apakah alat nya pernah ada yang rusak?”

R2 : “Ada alat di timbangan balita nya yang besi”

PS : “Apakah sudah diperbaiki atau diganti yang baru?”

23
R2 : “Belum untuk saat ini memakai alat timbangan balita yang
ayunan tapi cuma sementara aja, sebenernya ada timbangan yang
manual tapi kadang-kadang juga gak cocok sama balita nya,
kadang balita nya pas di timbang gak bisa diem”

PS : “Semoga saja cepat diperbaiki ya bu agar bisa dipakai lagi


alatnya”

R2 : “Iya terima kasih dek”

PS : “Materi lomba nya apa?”

R2 : “Gizi balita, balita sehat”

PS : “Persiapan apa saja yang dilakukan sebelum kegiatan dimulai?”

R2 : “Biasanya yang harus diperlukan untuk nimbang, makanan pmt


juga yang harus kita siapkan buat balita itu aja”

PS : “Pelayanan apa saja yang diberikan oleh posyandu ini?”

R2 : “Konsultasi kesehatan balita nya, pmt nya juga”

PS : “Makanan apa aja yang diberikan oleh posyandu?

R2 : “Setiap bulan beda-beda makanannya ada sayur sop, imunisasi,


telur, nanti bulan yang akan datang bubur kacang ijo, telur, sama
susu”

PS : “Apakah sarana & prasarana disini memadai?”

R2 : “Sebenernya untuk sarana nya sih dari alat-alatnya kurang cukup”

PS : “Untuk sumber dana nya darimana?”

R2 : “dana yang kita miliki itu hanya dari kelurahan kebagusan saja”

PS : “Tapi apakah alat nya pernah ada yang rusak?”

R2 : “Ada alat di timbangan balita nya yang besi”

24
PS : “Apakah sudah diperbaiki atau diganti yang baru?”

R2 : “Belum untuk saat ini memakai alat timbangan balita yang


ayunan tapi cuma sementara aja, sebenernya ada timbangan yang
manual tapi kadang-kadang juga gak cocok sama balita nya,
kadang balita nya pas di timbang juga rewel, ama gak bisa diem”

PS : “Semoga saja cepat diperbaiki ya bu agar bisa dipakai lagi


alatnya”

R2 : “Iya terima kasih dek”

PS : “Berapa jumlah target balita di posyandu ini?”

R2 : “Yang saya inginkan ±110 balita tapi belum bisa memenuhi target
trus kalo lagi banyak ya banyak kalo lagi dikit ya dikit”

PS : “Jumlah banyak dan sedikitnya berapa?”

R2 : “Kalo banyak bisa sampai 70 balita ya kalo dikit biasanya cuman


30-40 aja tapi kalau yang saya perhatikan orangtua yang bawa
balita nya ke posyandu cuman mau dapet vitamin a saja kalo gaada
vitamin a ya dikit seperti saya bilang tadi”

PS : “Sayangnya orangtua cuma hanya mau vitamin a saja ya padahal


kan kalau tidak sedang ada vitamin a seharusnya juga datang rutin
ke posyandu biar balitanya sehat”

R2 : “Iya betul itu kan buat balita nya juga biar sehat kalo balita nya
sehat, terhindar dari penyakit orangtua juga yang seneng”

PS : “Bagaimana cara memberikan informasi terhadap warga?”

R2 : “Caranya ya kita siarin adanya posyandu nya kapan di mushola-


mushola kan kalo disiarin biar gampang karna kan kalo kita gak
siarin lewat mushola balita nya berkurang”

PS : “Harapan untuk posyandu kecapi II bagaimana?”

25
R2 : “Harapan saya semoga posyandu kecapi II ini banyak balita nya,
bisa memenuhi target yang dicapai, agar alat-alatnya cukup
memadai, ada tambahan dana untuk memperbaiki alat yang rusak itu aja”

PS : “aamiin semoga saja ya bu, oh iya terima kasih atas informasi nya
maaf sudah mengganggu waktunya sedang istirahat”

R2 : “Aamiin, iya gapapa kok”

PS : “Assalamualaikum”

R2 : “Waalaikumsalam”

Wawancara antara pekerja sosial dengan sekretaris posyandu kecapi II (Ibu


Herlina) berakhir pada pukul 12.44 WIB.

26
3. Pekerja Sosial mengadakan wawancara dengan Ibu Waridin (bendahara
posyandu kecapi II)

Pada hari Selasa tanggal 4 juni 2019 pukul 15.32 WIB. Pekerja Sosial
menemui pengurus dari posyandu kecapi II menjadi bendahara bernama Ibu
Waridin. Saat itu ia sedang duduk santai sambil menonton tv dan mengadakan
kontak yang ketiga. Cuaca pada hari itu mendung. Pekerja Sosial diterima dengan
baik dan dipersilahkan untuk mewawancarai mengenai posyandu kecapi II. Pada
saat itu Ibu Waridin mengenakan baju daster berwarna motif batik hijau tosca dan
berjilbab merah maroon. Dan terjadi percakapan sebagai berikut.

 PS : Pekerja Sosial
 R3 : Responden 3

PS : “Assalamualaikum” (sambil senyum dan salaman)

R3 : “Waalaikumsalam”

PS : “Maaf ya bu mengganggu waktunya sebentar”

R3 : “Iya gapapa kok” (senyum)

PS : “Oh iya bu, perkenalkan nama saya Syifa Najah Fadiah dari
SMKN 28 saya kesini ingin mencari informasi kegiatan yang
berada di posyandu kecapi II. Dan saya mau mewawancarai ibu,
apakah ibu bersedia untuk saya wawancarai?”

R3 : “Iya”

PS : “Nama ibu siapa?”

R3 : “Nama saya ibu waridin”

PS : “Ibu di posyandu bagian apa?”

R3 : “Bendahara”

PS : “Sudah berapa lama?”

R3 : “Hampir 3 tahunan deh”

27
PS : “Lama juga ya bu, apa ibu tau latar belakang berdirinya posyandu
ini?”

R3 : “Berdirinya posyandu sejak tahun 2014 dan tadinya untuk


wilayah kebagusan itu posyandu nya dibentuk lagi menjadi 3 karna
warga nya banyak jadinya dibagi 4 untuk wilayah kebagusan itu di
rw 004 ada posyandu, yang saya pegang itu di posyandu 2 nya
tadinya kan itu tempat aula perkantoran rt tapi dijadiin posyandu
juga”

PS : “Dimana lokasi posyandu nya?”

R3 : “Di jalan kebagusan dalam rt 06/rw004

PS : “Apa lokasi nya strategis?”

R3 : “Iya karna lokasi nya di pinggir jalan”

PS : “Dari usia berapa bu balita yang datang ke posyandu?”

R3 : “Ya dari 0-5 tahun dek”

PS : “Apa tujuan kader untuk posyandu?”

R3 : “Yaitu biar para balita ke posyandu nya maju, peminatnya lebih


banyak agar balita datang ke posyandu, melayani balita seperti
menimbang, mengukur tinggi badan dll”

PS : “Tujuan didirikannya posyandu kenapa?”

R3 : “Ya karna kita mau liat kesehatan balita nya juga kan kalo kita
timbang setiap bulan itu kan tau perkembangan dari balita nya.

PS : “Oh gitu, di posyandu nya ada berapa pengurus?”

R3 : “Ada 8”

PS : “Pelayanan apa saja yang diberikan kepada balita?”

28
R3 : “Yaitu tentang konsultasi kesehatan balita nya, trus kalo memang
balitanya menurun ya kita akan kasih makanan tambahan yang
lebih gitu”

PS : “Makanan apa saja yang diberikan untuk balita?”

R3 : “Biasanya pmt nya itu beda-beda ya tiap bulan itu beda ada sayur
sop, roti dan telur , nanti bulan yang akan datang beda lagi yaitu
bubur kacang ijo, telur, sama susu”

PS : “Kapan dilaksanakan nya posyandu?”

R3 : “Sebulan sekali itu biasanya minggu kedua atau gak minggu


ketiga”

PS : “Biasanya posyandu dilaksanakan jam berapa?”

R3 : “Dari jam 9 sampai jam 12

PS : “Apa saja yang harus disiapkan untuk kegiatan posyandu?”

R3 : “Mempersiapkan alat-alat nya kayak timbangan, alat ukur tinggi


badan, trus menyiapkan meja-meja, bangku, buku pendaftaran, dan
membersihkan lokasi posyandu nya juga”

PS : “Apakah sarana & prasarana disini memadai?”

R3 : “untuk sarana nya sih dari alat-alatnya kurang”

PS : “Untuk sumber dana nya darimana?”

R3 : “dana yang kita miliki itu hanya dari kelurahan kebagusan saja”

PS : “Tapi apakah alat nya pernah ada yang rusak?”

R3 : “Ada alat di timbangan balita nya yang besi”

PS : “Apakah sudah diperbaiki atau diganti yang baru?”

R3 : “Belum untuk saat ini pakai alat timbangan balita yang ayunan
tapi cuma sementara aja, sebenernya ada timbangan yang manual

29
tapi kadang-kadang juga gak cocok sama balita nya, kadang balita
gak bisa diem”

PS : “Semoga saja cepat diperbaiki ya bu agar bisa dipakai lagi


alatnya”

R3 : “Iya terima kasih dek”

PS : “Berapa jumlah target balita?”

R3 : “Gak nentu sih kadang dikit kadang banyak kalo lagi dikit cuman
30-40 aja kalo lagi banyak 70 aja, tapi balita yang dateng ke
posyandu cuman mau vitamin a aja”

PS : “Oh gitu, kegiatan disini apa aja?”

R3 : “Pernah ada lomba gizi balita & balita sehat, sama imunisasi,
posbindu lansia”

PS : “Bagaimana cara memberikan informasi terhadap warga?”

R3 : “Caranya ya kita siarin adanya posyandu nya kapan di mushola-


mushola”

PS : “Harapan untuk posyandu kecapi II bagaimana?”

R3 : “Harapan saya semoga posyandu kecapi II ini banyak balita nya,


bisa memenuhi target yang dicapai, agar alat-alatnya cukup
memadai, ada tambahan dana untuk memperbaiki alat yang rusak itu aja”

PS : “Terimakasih atas waktunya & informasi nya bu dan maaf sudah


mengganggu waktunya”

R3 : “Iya gak apa-apa dek”

Wawancara antara pekerja sosial dengan bendahara posyandu kecapi II (Ibu


Waridin) berakhir pada pukul 15.38 WIB.

30
4. Pekerja Sosial mengadakan wawancara dengan Ibu Sri (pengurus
posyandu kecapi II bagian pendaftaran)

Pada hari Minggu tanggal 9 juni 2019 pukul 10.48 WIB. Pekerja Sosial menemui
pengurus dari posyandu kecapi II menjadi bagian pendaftaran bernama Ibu Sri.
Saat itu ia sedang membaca buku majalah di ruangtamu dan mengadakan kontak
yang keempat. Cuaca pada hari itu cerah. Pekerja Sosial diterima dengan baik dan
dipersilahkan untuk mewawancarai mengenai posyandu kecapi II. . Pada saat itu
Ibu Sri mengenakan baju lengan panjang berwarna abu-abu, celana bermotif
berwarna biru dongker dan berjilbab biru dongker bermotif. Dan terjadi
percakapan tersebut.

 PS : Pekerja Sosial
 R4 : Responden 4

PS : “Assalamualaikum” (sambil senyum dan salaman)

R4 : “Waalaikumsalam”

PS : “Maaf ya bu mengganggu waktunya sebentar”

R4 : “Iya gapapa kok” (senyum)

PS : “Oh iya bu, perkenalkan nama saya Syifa Najah Fadiah dari
SMKN 28 saya kesini ingin mencari informasi kegiatan yang
berada di posyandu kecapi II. Dan saya mau mewawancarai ibu,
apakah ibu bersedia untuk saya wawancarai?”

R4 : “Iya”

PS : “Nama ibu siapa?”

R4 : “Nama saya ibu sri”

PS : “Ibu di posyandu bagian apa?”

R4 : “pendaftaran”

PS : “Sudah berapa lama?”

31
R4 : “Hampir 2 tahunan lebih”

PS : “apa ibu tau latar belakang berdirinya posyandu ini?”

R4 : “tadinya untuk wilayah kebagusan itu posyandu nya dibentuk lagi


menjadi 3 karna warga nya banyak jadinya dibagi 4 untuk wilayah
kebagusan itu di rw 004 ada posyandu, yang saya pegang itu di
posyandu 2 nya tadinya kan itu tempat aula perkantoran rt tapi
dijadiin posyandu juga”

PS : “Dimana lokasi posyandu nya?”

R4 : “Di jalan kebagusan dalam rt 06/rw004

PS : “Apa lokasi nya strategis?”

R4 : “Iya karna lokasi nya di pinggir jalan”

PS : “Dari usia berapa bu balita yang datang ke posyandu?”

R4 : “Ya dari 0-5 tahun dek”

PS : “Mengapa balita harus di posyandu?”

R4 : “Ya karna saya ingin targetkan jumlah balita nya, kalau posyandu
di kebagusan biar balita nya sehat dan mendapatkan imunisasi, gizi
yang baik”

PS : “Biasanya posyandu kapan dilaksanakan?”

R4 : “Setiap sebulan sekali”

PS : “Dimulai dari jam berapa?”

R4 : “Jam 9 pagi sampe jam 12 siang kadang-kadang setengah 12


siang tapi balita nya sudah dijemput lagi yaudah kita tutup jadi
tergantung balita nya juga sih”

32
PS : “Biasanya kalau di posyandu kecapi II ini ramai tidak atau
orangtua nya dikit yang anterin? Biasanya kan ada tuh orangtua
yang malas nganterin anaknya”

R4 : “Alhamdulillah sih di posyandu kecapi II ini jadi setiap balita


dianter oleh orangtuanya”

PS : “Bagus deh, disini kegiatan posyandu nya apa aja ya?”

R4 : “Pernah ada lomba balita tapi kadang-kadang, trus posbindu”

PS : “Materi lomba nya apa?”

R4 : “Balita sehat & gizi balita”

PS : “Apakah sarana & prasarana disini memadai?”

R4 : “Sebenernya untuk sarana nya sih dari alat-alatnya kurang cukup”

PS : “Untuk sumber dana nya darimana?”

R4 : “dana yang kita miliki itu hanya dari kelurahan kebagusan saja”

PS : “Pelayanan apa saja yang diberikan kepada balita?”

R4 : “Yaitu tentang konsultasi kesehatan balita nya, trus kalo memang


balitanya menurun ya kita akan kasih makanan tambahan yang
lebih gitu”

PS : “Makanan apa saja yang diberikan untuk balita?”

R4 : “Biasanya pmt nya itu beda-beda ya tiap bulan itu beda ada sayur
sop, roti dan telur , nanti bulan yang akan datang beda lagi yaitu
bubur kacang ijo, telur, sama susu”

PS : “Persiapan apa saja yang dilakukan sebelum kegiatan dimulai?”

R4 : “Biasanya yang harus diperlukan untuk nimbang, makanan pmt


juga yang harus kita siapkan buat balita itu aja”

PS : “Berapa jumlah target balita di posyandu ini?”

33
R4 : “Yang saya inginkan ±110 balita tapi belum bisa memenuhi target
trus kalo lagi banyak ya 70 balita kalo lagi dikit 30-40 doang”

PS : “Apakah ada balita yang mengalami gizi buruk?”

R4 : “ada 1 orang”

PS : “Bagaimana cara memberikan informasi terhadap warga?”

R4 : “Caranya ya kita siarin adanya posyandu nya kapan di mushola-


mushola kan kalo disiarin biar gampang karna kan kalo kita gak
siarin lewat mushola balita nya berkurang”

PS : “Harapan untuk posyandu kecapi II bagaimana?”

R4 : “Harapan saya semoga posyandu kecapi II ini banyak balita nya,


agar lebih baik lagi, agar alat-alatnya cukup memadai itu aja”

Wawancara antara pekerja sosial dengan pengurus posyandu kecapi II di bagian


pendaftaran (Ibu Sri) berakhir pada pukul 10.54 WIB.

34
5. Pekerja Sosial mengadakan wawancara dengan Ibu Sarah (anggota
posyandu kecapi II)

Pada hari Senin tanggal 10 juni 2019 pukul 10.15 WIB. Pekerja Sosial menemui
anggota dari posyandu kecapi II bernama Ibu Sarah. Saat itu ia sedang duduk di
depan teras rumahnya dan mengadakan kontak yang kelima. Cuaca pada hari itu
cerah. Pekerja Sosial diterima dengan baik dan dipersilahkan untuk
mewawancarai mengenai posyandu kecapi II. Pada saat itu Ibu Sarah mengenakan
baju lengan panjang berwarna merah, celana hitam dan berjilbab coklat.

 PS : Pekerja Sosial
 R5 : Responden 5

PS : “Assalamualaikum” (sambil senyum dan salaman)

R4 : “Waalaikumsalam”

PS : “Maaf ya bu mengganggu waktunya sebentar”

R4 : “Iya gapapa kok” (senyum)

PS : “Oh iya bu, perkenalkan nama saya Syifa Najah Fadiah dari
SMKN 28 saya kesini ingin mencari informasi kegiatan yang
berada di posyandu kecapi II. Dan saya mau mewawancarai ibu,
apakah ibu bersedia untuk saya wawancarai?”

R5 : “Iya”

PS : “Nama ibu siapa?”

R5 : “Nama saya ibu sarah”

PS : “Ibu di posyandu bagian apa?”

R5 : “Saya jadi anggota”

PS : “Sudah berapa lama?”

R5 : “baru setahun”

35
PS : “apa ibu tau latar belakang berdirinya posyandu ini?”

R5 : “Yang saya tau di wilayah kebagusan ini ada 4 posyandu trus di


rw 004 ada posyandu, ya posyandu nya ini yang saya tempati di
posyandu 2 tadinya kan itu tempat aula perkantoran rt tapi dijadiin
posyandu juga”

PS : “Apa nama posyandu ini?”

R5 : “Posyandu Kecapi II”

PS : “Dimana lokasi posyandu nya?”

R5 : “Di jalan kebagusan dalam rt 06/rw004

PS : “Apa lokasi nya strategis?”

R5 : “Iya karna lokasi nya di pinggir jalan”

PS : “Dari usia berapa bu balita yang datang ke posyandu?”

R5 : “Ya dari 0-5 tahun dek”

PS : “Mengapa balita harus di posyandu?”

R5 : “Ya karna saya ingin targetkan jumlah balita nya, kalau posyandu
di kecapi III biar balita nya sehat dan mendapatkan imunisasi, gizi
yang baik”

PS : “Biasanya posyandu kapan dilaksanakan?”

R5 : “Setiap sebulan sekali”

PS : “Dimulai dari jam berapa?”

R5 : “Jam 9 pagi sampe jam 12 siang kadang-kadang setengah 12


siang”

PS : “Bagus deh, disini kegiatan posyandu nya apa aja ya?”

R5 : “Pernah ada lomba balita tapi kadang-kadang, trus posbindu”

36
PS : “Materi lomba nya apa?”

R5 : “Balita sehat & gizi balita”

PS : “Apakah sarana & prasarana disini memadai?”

R5 : “Sebenernya untuk sarana nya sih dari alat-alatnya kurang cukup”

PS : “Untuk sumber dana nya darimana?”

R5 : “dana yang kita miliki itu hanya dari kelurahan kebagusan saja”

PS : “Pelayanan apa saja yang diberikan kepada balita?”

R5 : “Yaitu tentang konsultasi kesehatan balita nya imunisasi,


penimbangan berat badan. Pmt, pengukur tinggi badan”

PS : “Persiapan apa saja yang dilakukan sebelum kegiatan dimulai?”

R5 : “Biasanya yang harus diperlukan untuk nimbang, makanan pmt


juga yang harus kita siapkan buat balita itu aja”

PS : “Berapa jumlah target balita di posyandu ini?”

R5 : “Yang saya inginkan ±110 balita tapi belum bisa memenuhi target
trus kalo lagi banyak ya 70 balita kalo lagi dikit 40 doang”

PS : “Apakah ada balita yang mengalami gizi buruk?”

R5 : “ada 1 orang”

PS : “Bagaimana cara memberikan informasi terhadap warga?”

R5 : “Caranya ya kita siarin adanya posyandu nya kapan di mushola-


mushola kan kalo disiarin biar gampang karna kan kalo kita gak
siarin lewat mushola balita nya berkurang”

PS : “Harapan untuk posyandu kecapi II bagaimana?”

R5 : “Harapan saya semoga posyandu kecapi II ini banyak balita nya,


agar lebih baik lagi, agar alat-alatnya cukup memadai itu aja”

37
Wawancara antara pekerja sosial dengan anggota posyandu kecapi II (Ibu Sarah)
berakhir pada pukul 10.21 WIB

Foto/bukti fisik pada saat wawancara

Wawancara dengan ibu wati (pengurus di bagian perlengkapan)

38
Wawancara dengan ibu herlina (sekretaris) Wawacara dengan ibu sri

Wawancara dengan ibu waridin (bendahara)

Wawancara dengan ibu sarah (anggota)

39
Foto pada saat melakukan kegiatan

40