Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA


“ALAM SEMESTA”
Dosen Pengampu: Fauzan Sulman, S.Pd.,M.Pd

Disusun Oleh :

R. Yayang Yulia Liza (206172931)

FISIKA 5 B

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN
JAMBI
2019

1
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayahnya sehingga
makalah ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam kita limpahkan kepada junjungan Nabi
Muhammad SAW. Saya ucapkan Terimakasih kepada Bapak Fauzan Sulman, S.Pd.,M.Pd selaku
dosen pengampu ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA yang telah memberikan
banyak ilmu dan pengarahan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Akhir kata saya mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan pada penulisan kata-kata serta
kalimat. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari dosen serta teman teman
sekalian.

Jambi, 13 November 2019


Penulis

R. yayang yulia liza

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................................ i


Daftar isi.......................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................4

A. LATAR BELAKANG .........................................................................................................4


B. RUMUSAN MASALAH .....................................................................................................4
C. TUJUAN ..............................................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................................5


A. PENGERTIAN ALAM SEMESTA ......................................................................................5
B. TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA MENURUT SAINS ................................5
C. TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA MENURUT AL QUR’AN ......................8
D. GALAKSI ...........................................................................................................................11
E. NEBULA.............................................................................................................................14
F. BINTANG (THE STAR) ....................................................................................................14

BAB III PENUTUP .......................................................................................................................16


A. KESIMPULAN ..................................................................................................................16
B. SARAN ..............................................................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................17

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Alam semesta merupakan ciptaan Allah yang Maha Kuasa, dan alam semesta merupakan
suatu bukti dari kekuasaan Allah, dialam semesta ini terdapat berbagai mahluk, baik itu
mahluk hidup maupun mahluk mati. Dan bumi merupakan planet yang dipaling istimewa
dari planet yang lainnya, karena bumi itu berbeda dangan matahari, bulan dan benda-
benda langit lainnya. Alam semesta merupakan suatu ruang atau tempat bagi manusia,
tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda. Langit sebagai atapnya dan bumi
sebagainya lantainya. Jadi, alam semesta atau jagat raya adalah satu ruang yang maha
besar, terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik. Manusia sebagai makhluk yang terdiri
atas berbagai macam pola dan bentuk tetapi diantara makhluk tersebut. Tuhan
menciptakan bermacam-macam makhluk tetapi yang paling istimewa dan sempurna yang
membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal, agar manusia dapat
membedakan baik atau buruknya sesuatu.
B. Rumusan masalah

1. APA ITU ALAM SEMESTA?


2. APA SAJA TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA MENURUT SAINS?
3. APA SAJATEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA MENURUT AL
QUR’AN?
4. APA ITU GALAKSI?
5. APA ITU NEBULA?
6. APA ITU BINTANG (THE STAR)?
C. Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas mata Ilmu Pengetahuan Bumi dan antariksa.
2. Untuk membahas tentang Mengenal Alam Semesta, teori-teorinya serta galaksi ,
nebula dan bintang.

4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Alam Semesta
Jagat raya atau alam semesta (the universe) merupakan ruang tidak terbatas yang
di dalamnya terdiri atas semua materi, termasuk tenaga dan radiasi. Jagat raya tidak dapat
diukur, dalam arti batas-batasnya tidak dapat diketahui dengan jelas. Galaksi, bintang,
matahari, nebula, planet, meteor, asteroid, komet, dan bulan, hanyalah sebagian kecil dari
materi di jagat raya yang dikenal manusia yang hidup di Bumi. Akan tetapi, secara lebih
mendalam semua yang ada di jagat raya masih merupakan rahasia yang sama sekali
belum terungkap. Hal ini antara lain disebabkan karena tingkat ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dimiliki manusia dalam mengungkap rahasia alam semesta masih sangat
terbatas. Seperti diketahu Bumi tempat tinggal manusia merupakan suatu bulatan kecil
yang dikenal sebagai suatu planet anggota dari sistem tata surya dengan matahari sebagai
pusatnya. Matahari merupakan salah satu bintang dari sekitar 200 miliar bintang yang ada
di Galaksi Bima Sakti (The Milky Ways atau Kabut Putih). [1]Lebih jauh lagi
berdasarkan penelitian, Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di jagat raya,
melainkan terdapat ratusan, jutaan, bahkan terdapat miliaran galaksi pengisi jagat raya
ini.

B. Teori terbentuknya alam semesta menurut sains


1. Teori ledakan besar ( The Big Bang Theory )

Menurut Teori Ledakan Besar, jagat raya berawal dari adanya suatu massa yang
sangat besar dengan berat jenis yang besar pula dan mengalami ledakan yang sangat
dahsyat karena adanya reaksi pada inti massa. Ketika terjadi ledakan besar, bagian-bagian
dari massa tersebut berserakan dan terpental menjauhi pusat dari ledakan. Setelah

5
miliaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental tersebut membentuk kelompok-
kelompok dikenal sebagai galaksi-galaksi dalam sistem tata surya.
2. Mengembang dan Memampat (The Oscillating Theory)

Teori ini dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan konstraksi. Menurut teori ini
jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan massa
ekspansi (mengembang) yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen. Pada tahap ini
terbentuklah galaksigalaksi. Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 miliar tahun.
Selanjutnya, galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup kemudian
memampat didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. Setelah tahap
memampat, maka tahap berikutnya adalah tahap mengem bang dan kemudian pada
akhirnya memampat lagi.
3. Teori nebula

Nebula besar, M42, di Orion. Nebula ini tampak oleh


mata telanjang sebagai bayangan yang redup.

Teori Nebula kali pertama dikemukakan oleh seorang filsuf berkebangsaan Jerman yang
bernama Immanuel Kant yang hidup antara tahun 1724–1804.
Menurut Kant, tata surya berasal dari nebula, yaitu gas atau kabut tipis yang sangat
luas dan bersuhu tinggi berputar sangat lambat. Perputaran yang lambat tersebut
menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang memiliki berat jenis tinggi yang
disebut inti massa pada beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar
terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya. Akibat terjadinya
proses pendinginan inti-inti massa yang lebih kecil maka berubahlah menjadi planet-

6
planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi
disebut matahari.
Teori nebula lainnya yang berkembang dikemukakan oleh seorang astronom
berkebangsaan Prancis bernama Pierre Simon de Laplace yang hidup antara 1749–
1827. Menurut Laplace, tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar
sangat cepat. Oleh karena perputaran yang terjadi sangat cepat, maka terlepaslah bagian-
bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbedabeda. Bagian-
bagian yang terlepas tersebut berputar dan pada akhirnya mendingin membentuk planet-
planet, sedangkan bola gas asal menjadi matahari.
4. Teori planetesimal

Moulton dan Chamberlain (1900) mengemukakan pendapat bahwa tata surya


berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi
inti berwujud gas dan bersuhu tinggi. Gabungan dari bahan-bahan padat kecil itu
kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu
tinggi membentuk matahari.
5. Teori pasang surut

Astronom Jeans dan Jeffreys (1917) mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada
awalnya hanya terdiri dari matahari tanpa memiliki anggota. Planet-planet dan anggota
lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh
adanya pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Bagian yang terlepas
itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil)
yang terus berputar mengelilingi matahari. Lama kelamaan mendingin dan membentuk
bulatan-bulatan yang disebut planet.
6. Teori bintag kembar

Teori Bintang Kembar dikemukakan oleh seorang astronom ber kebangsaan Inggris
yang bernama Lyttleton (1930). Teori ini mengemukakan bahwa awalnya matahari
merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Pada suatu
masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut kemudian
menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin
menjadi planetplanet yang mengelilingi bintang tetap bertahan, yaitu matahari.

7
7. Teori awan debu

Von Weizsaecker (1945) dan G.P. Kuiper (1950) mengemukakan pendapat bahwa
tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri dari debu dan gas (hidrogen dan
helium). Adanya ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan ter jadinya
penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan perputaran yang sangat cepat dan
teratur sehingga ter bentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung
kemudian menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah bentuk menjadi
planet-planet.[2]
C. Teori terbentuknya alam semesta menurut Al-qur’an

Selain menjelaskan alam semesta, model Dentuman Besar mempunyai implikasi


penting lain. Seperti yang ditunjukkan dalam kutipan dari Anthony Flew di atas, ilmu
alam telah membuktikan pandangan yang selama ini hanya didukung oleh sumber-
sumber agama.
Kebenaran yang dipertahankan oleh sumber-sumber agama adalah realitas penciptaan
dari ketiadaan. Ini telah dinyatakan dalam kitab-kitab suci yang telah berfungsi sebagai
penunjuk jalan bagi manusia selama ribuan tahun. Dalam semua kitab suci seperti
Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan Al Quran, dinyatakan bahwa alam semesta dan
segala isinya diciptakan dari ketiadaan oleh Allah.
Dalam satu-satunya kitab yang diturunkan Allah yang telah bertahan sepenuhnya utuh,
Al Quran, ada pernyataan tentang penciptaan alam semesta dari ketiadaan, di samping
bagaimana kemunculannya sesuai dengan ilmu pengetahuan abad ke-20, meskipun
diungkapkan 14 abad yang lalu.
Pertama, penciptaan alam semesta dari ketiadaan diungkapkan dalam Al Quran sebagai
berikut:

“Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia
tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala
sesuatu.” (QS. Al An’aam, 6: 101) !
Aspek penting lain yang diungkapkan dalam Al Quran empat belas abad sebelum
penemuan modern Dentuman Besar dan temuan-temuan yang berkaitan dengannya
adalah bahwa ketika diciptakan, alam semes-ta menempati volume yang sangat kecil:

8
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara
keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka
mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al Anbiyaa’, 21: 30) !

Kebenaran lain yang terungkap dalam Al Quran adalah pengem-bangan jagat raya yang
ditemukan pada akhir tahun 1920-an. Penemuan Hubble tentang pergeseran merah dalam
spektrum cahaya bintang diungkapkan dalam Al Quran sebagai berikut:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesung-guhnya Kami
benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz-Dzaariyat, 51: 47) !
Singkatnya, temuan-temuan ilmu alam modern mendukung kebe-naran yang dinyatakan
dalam Al Quran dan bukan dogma materialis. Materialis boleh saja menyatakan bahwa
semua itu “kebetulan”, namun fakta yang jelas adalah bahwa alam semesta terjadi sebagai
hasil penciptaan dari pihak Allah dan satu-satunya pengetahuan yang benar tentang asal
mula alam semesta ditemukan dalam firman Allah yang diturunkan kepada kita.[3]

Al-Qur’an sedikit sekali berbicara tentang kejadian alam (kosmogini). Mengenai


metafisika penciptaan, Al-Qur’an hanya membicarakan bahwa alam semesta beserta segala
sesuatunya hendak diciptakan oleh Allah di dalamnya tercipta, sesuai dengan firmannya.
Artinya: Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk
menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!”
lalu jadilah ia. (QS. Al-Baqarah: 117)
Disamping sedikit, ayat-ayat itu tersebar di berbagai surat dengan tema-tema yang parsial.
Untuk mengetahui konsep penciptaan alam secara keseluruhan, maka ilmu alam dengan
berbagai cabangnya memiliki andil yang sangat besar. Perkembangan ilmu astronomi saat
ini, harus diakui telah banyak membantu dalam pembuktian atas postulat-postulat ayat Al-
Qur’an mengenai alam semesta. Akan tetapi lebih dari pada itu, sisi metafisik dari sebuah
pengetahuan haruslah tetap ada. Sains harus diintegrasikan dengan metafisika, sehingga
faktanya yang tak terbantahkan dapat memperoleh kembali signifikansi spiritual. Maka
dalam pembahasan mengenai penciptaan alam semesta di bawah ini akan dimulai dengan
kajian ayat kemudian dilihat relevansinya dengan sains modern dan terakhir ditarik

9
kembali pada tataran metafisika. AYAT-AYAT AL QURAN DALAM PEMBENTUKAN
ALAM SEMESTA:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami
benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz- Dzariyaat, 51: 47) !

Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak
melihat pada ciptaan Tuhan Yang MahaPemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka
lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian
pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak
menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” ( QS. Al
Mulk, 67: 3 - 4)!

Artinya: Dia Pencipta langit dan bumi. bagaimana Dia mempunyai anak Padahal Dia
tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala
sesuatu. (QS. Al-An’am [6]: 101

Artinya: Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Sesungguhnya
Kami benar-benar berkuasa (QS. Ad-Dzariyat [51]: 47)

“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah
singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu
yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah):
“Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang
kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. (QS. Hud: 7)

Penciptaan alam merupakan bukti kekuasaan dan kebesaran Allah Swt. Dan penjelasan di
atas adalah sebagian kecil dari fakta dan data yang kita ketahui tentang jagad raya tak
terbatas yang Allah ciptakan jauh sebelum kita hidup. Kenyataan tersebut membuktikan
kemahaluasan dan kemahahalusan ilmu Allah dibandingkan pengetahuan yang kita miliki.
Tidak ada kesulitan bagi Allah untuk mencipta juga menghancurkan alam semesta ini.
Ungkapan kesyukuran atas segala nikmat alam semesta ini dibuktikan dengan sikap
berasahabat dengan alam yang lebih baik. Ayat-ayat kosmologis dalam Al-Qur’an
merupakan petanda lain dari fakta alam

10
semesta. Keduanya saling menjelaskan satu sama lain. Makro-kosmos dan mikrokosmos
merupakan bukti nyata akan belas kasih-Nya terhadap manusia di muka bumi. Sebagai
bahan renungan, banyak bencana yang terjadi karena ada sebagian makhluknya yang
melampui ukuran dan melanggar aturannya. Menyalahi aturan, ratqh, dan segala ketetapan
Tuhan.[4]

D. GALAKSI
Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem, terdiri atas satu atau
lebih benda angkasa yang berukuran besar dan dike lilingi oleh benda-benda angkasa
lainnya sebagai anggotanya yang bergerak menge lilinginya secara teratur. Di dalam ilmu
astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri atas bintang-bintang, gas,
dan debu yang amat luas, di mana anggotanya memiliki gaya tarik menarik (gravitasi).
Suatu galaksi pada umumnya terdiri atas miliaran bintang yang memiliki ukuran, warna,
dan karakteristik yang sangat beraneka ragam. Secara garis besar, menurut morfologinya
galaksi dibagi menjadi tiga tipe, yaitu galaksi tipe spiral, elips, dan tidak beraturan.
Pembagian tipe ini berdasarkan bentuk atau penampakan galaksi-galaksi tersebut.

Gambar 2.2
Galaksi-galaksi yang diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini komposisinya
sekitar 75% galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan 5% galaksi tidak beraturan. Namun, ini
bukan berarti galaksi spiral adalah galaksi yang paling banyak terdapat di alam semesta
ini. Sesungguhnya yang paling banyak terdapat di alam semesta ini adalah galaksi elips.
Jika diambil volume ruang angkasa yang sama, orang akan menemukan lebih banyak
galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya saja galaksi tipe ini banyak yang redup
sehingga teramat sulit untuk diamati. Galaksi Bima Sakti termasuk galaksi spiral dan
berbentuk seperti cakram, garis tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahaya. Pusat galaksi
berada dalam gugusan bintang Sagitarius. Diperkirakan galaksi ini berumur 12–14 biliun

11
tahun dan terdiri atas 100 biliun bintang. Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak
yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s,
dalam waktu satu tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta kilometer. Jadi,
satu tahun cahaya adalah 9,5 juta km. Hal ini berarti garis tengah galaksi Bima Sakti
sekitar 100.000 × 9,5 juta km, atau 950 ribu juta km.
Untuk memudahkan perhitungan, digunakan satuan jarak, yaitu tahun cahaya.
Dengan satuan ini, tebal bagian pusat galaksi Bima Sakti sekitar 10.000 tahun cahaya.
Lalu, di mana letak Matahari? Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat
Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, melainkan hanyalah salah satu
dari 200 miliar bintang anggota Bima Sakti. Bintang-bintang anggota galaksi Bima Sakti
tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar antara 4 sampai 10 tahun
cahaya. Bintang terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem
tiga bintang Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat
galaksi, jarak antarbintang semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah
pusat semakin besar. Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta
ini. Dalam alam semesta, ada begitu banyak sistem seperti ini yang mengisi setiap sudut
langit sampai batas yang dapat dicapai oleh teleskop yang paling besar. Jumlah
keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 500 cm di Mt.
Palomar sampai kira-kira satu miliar galaksi. Jadi, tidaklah salah jika seseorang
memperkirakan bahwa andaikan seseorang memiliki teleskop yang jauh lebih besar,
orang tersebut dapat melihat jauh lebih banyak lagi galaksi-galaksi di alam semesta ini.

Gambar 2.3 Teleskop Schmidt di gunung Palomar, California. Teleskop Schmidt


menggabungkan ciri-ciri dari reflektor dan refraktor.

12
alam semesta kita akan menangkap kembali energi yang dipancarkan dari alam
semesta yang berada diluar jangkauan pengamatan kita. Yang dimaksud batas jangkauan
pengamatan kita adalah, batas jangkauan teleskop yang paling canggih saat ini. Energi
yang berasal dari luar jangkauan membentuk ikatan atom kembali sehingga hukum
kekekalan energi tetap berlangsung. Hal inilah yang terjadi pada masa setelah kehancuran
Galaksi. Dikatakan bahwa setelah terjadi akhir kappa (kiamat parsial/ kehancuran
Galaksi) maka tidak ada bentuk yang tersisa padat maupun cair, semua berubah bentuk
menjadi ion-ion dan gas (ion adalah unsur atau molekul yang bermuatan listrik).
Kemusnahan Galaksi yang dimaksud disini adalah bagai musnahnya alkohol atau minyak
yang terbakar tanpa meninggalkan jelaga sama sekali. Jelas kita ketahui bahwa
kemusnahan seperti itu sebenarnya hanya perubahan bentuk fisik, minyak itu terurai
kembali menjadi karbon dioksida, uap air dan sebagainya, lalu kembali mengumpul dan
terbentuk.
Menurut teori tradisional galaxy memulai bentuknya sebagai gas yang berbentuk awan
bulat dimana bintang dan gugus bintang (titik-titik) terbentuk. Ketika awan gas yang
berputar merapat menjadi cakram, bintang-bintang Halo tertinggal sebagai fossil galaxy.
Sedangkan pada kehancuran diakhir Kappa, kehancuran yang terjadi sangat dahsyat,
sehingga alam dewa dan Brahma tingkat rendahpun ikut hancur. Setelah semuanya habis
terbakar maka gas-gas dan ion-ion sisa pembakaran pada gilirannya akan berubah
menjadi perangkap sinar. Luas areal gas sisa pembakaran galaksi ini bisa mencapai radius
jutaan tahun cahaya . Bandingkan dengan diameter galaksi yang kurang lebih seratus ribu
tahun cahaya. Oleh karena sinar yang masuk terperangkap maka sebagai akibatnya tentu
saja daerah yang berada di sekitar pusat gas yang merupakan sisa kehancuran Galaksi
nampak sangat gelap, hal ini sesuai dengan yang dikatakan dalam Visuddhi Magga.
Sekarang pada tahap ini angkasa yang diatas bersatu dengan angkasa yang dibawah
dalam kegelapan mencekam yang luas.[5]
E. NEBULA
Nebula adalah kabut atau awan debu dan gas yang bercahaya dalam
suatu kumpulan yang sangat luas. Nebula banyak diyakini oleh para ahli sebagai suatu
materi cikal bakal terbentuknya suatu sistem bintang, seperti sistem bintang matahari atau

13
disebut tata surya. Nebula yang terkenal, antara lain nebula Orion M42 pada rasi Orion
dan Nebula Trifid pada rasi Sagitarius.
F. BINTANG (THE STAR)
Bintang adalah benda angkasa yang memiliki cahaya sendiri. Salah satu bintang
adalah Matahari atau disebut Bintang Matahari (The Sun Star), nama-nama bintang
lainnya, antara lain Bintang Polaris, Antares, Aldebaran, Sirius, Spica, Betelguese,
Hidra, Pegasus, Phoenix, Carina, dan Vega. Kelompok bintang-bintang yang
membentuk pola tertentu dan letaknya berdekatan disebut Rasi Bintang atau Konstelasi
Bintang. Contohnya, rasi bintang Pari (Crux) yang merupakan kumpulan dari empat
bintang yang letaknya berdekatan, yakni Bintang Alfa, Beta, Gamma, dan Delta. Selain
rasi bintang Crux, nama-nama rasi bintang lainnya, antara lain rasi bintang Orion,
Centauri, Ursa Mayor, Lyra, dan Aquilla. Di sekitar ekliptika yang seolah-olah
melingkari bola langit terdapat 12 rasi bintang yang disebut Zodiak. Dua belas Rasi
bintang yang terdapat di sekitar ekliptika adalah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo,
Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, dan Pisces.[2]

14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan tentang perkembangan pemikiran tentang terbentuknya alam raya,


yang diungkapkan melalui pendapat / pemikiran dari berbagai peradaban bangsa,
teori-teori yang dikemukakan dari beberapa ilmuan serta dari pandangan Islam
berdasarkan Al-Quran, maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan tentang
pemikiran tentang terbentuknya alam semesta sudah sejak lama telah menjadi bagian
pemikiran manusia, begitu juga pendapat-pendapat dari berbagai peradaban bangsa,
begitu banyak teori-teori yang muncul tentang terbentuknya alam raya ini.
Dari sekian banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ilmuan ternyata ilmuan
modern menyetujui bahwa Teori Ledakan Maha Dahsyat (Teori Big Bang)
merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai
asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada. Namun
perlu kita sadari bahwa jauh sebelum para ahli mengemukakan teori Big Bang, ayat-
ayat Al-Quran telah secara jelas menceritakan bagaimana alam semesta ini terbentuk
dalam 6 masa.

B. Saran

Sebagai seorang agama Islam, maka kita harus mencari pengetahuan tentang mahluk ciptaan
Allah, agar kita bisa tahu tentang kebesaran dan kekuasaan Allah yang tiada taranya. Oleh
karena itu giatlah kita semua dalam mendalami ilmu sains dan al quran, dan jangan lupa
aplikasikan ilmu tersebut dengan alqur’an, karena alqur’an adalah sumber dari segala ilmu.

15
DAFTAR PUSTAKA

[1](Francisco2013)Geografi_Jelajah_Bumi_dan_Alam_Semesta_Kelas_10_Hartono_2009
[2] penciptaan_alam_semesta
[3] konsep alam semesta
[5] Studi struktur dan asal mula alam semesta
[6] Bab._11-IX_Tata_Surya_dan_Alam_Semesta_(Made)

16