Anda di halaman 1dari 2

Gejala gagal jantung kongestif yang utama adalah sebagai berikut

Keterbatasan aktifitas fisik

 Seseorang mungkin tidak dapat mentolerir jenis olahraga tertentu seperti jalan cepat atau lari,
bahkan aktivitas fisik ringan yang sebelumnya sering dilakukan sekarang menjadi tidak mampu
untuk melakukannya. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan oksigen dan nutrisi lainnya
selama aktivitas fisik. Sedangkan pada gagal jantung CHF, jantung tidak dapat memompa cukup
darah untuk memberikan nutrisi bagi tubuh.

 Ketidakmampuan berolahraga, atau bahkan untuk berjalan pada kecepatan normal, mungkin
dibatasi oleh rasa lelah ( fatigue ) dan sesak napas.

Sesak napas

 Jika seseorang memiliki gagal jantung kongestif, ia mungkin


mengalami kesulitan bernapas (dyspnea), terutama ketika aktif secara fisik. Kegiatan biasa,
seperti menyapu atau bahkan berjalan di sekitar rumah, mungkin sulit atau tidak mungkin. Sesak
napas akibat CHF seperti ini biasanya akan lebih baik dengan istirahat.
 Ketika gagal jantung kongestif memburuk, bisa terjadi penumpukan cairan di dalam paru-paru
dan mengganggu oksigen untuk masuk ke dalam darah, menyebabkan dyspnea pada saat istirahat
dan pada malam hari (ortopnea). Jika seseorang memiliki gagal jantung kongestif, ia bisa
terbangun di malam hari akibat sesak napas dan harus duduk atau berdiri untuk bisa
meringankan sesak. Kondisi ini dikenal sebagai paroxysmal nocturnal dyspnea. Beberapa bantal
(bantal tinggi) dapat membantu untuk tidur lebih nyaman. Terkadang mereka lebih memilih tidur
di kursi daripada di tempat tidur. Ketika penumpukan cairan di paru-paru menjadi sangat parah,
maka bisa terjadi batuk dengan dahak bercampur darah berwarna merah muda.

Retensi cairan dan pembengkakan

 Bengkak atau pembengkakan (edema) bisa terjadi di kaki, tungkai bawah, dan pergelangan kaki,
terutama pada akhir hari atau setelah duduk lama. Seringkali, pembengkakan lebih terlihat di
pergelangan kaki atau tungkai bawah di depan tulang tibia.
 Pitting edema dapat terjadi ketika menekan kulit di daerah bengkak. Edema pitting ditandai
dengan lekukan yang tetap terlihat selama beberapa menit setelah penekanan. Edema pitting
tidak identik dengan gagal jantung;dapat memiliki penyebab lain, termasuk gagal hati dan
gagal ginjal. Edema Nonpitting umumnya tidak disebabkan oleh gagal jantung.

 Pembengkakan mungkin begitu parah sehingga mencapai pinggul, skrotum, dinding perut, dan
akhirnya, pada rongga perut(ascites).

 Cek berat badan setiap hari diperlukan pada orang dengan gagal jantung karena jumlah retensi
cairan biasanya tercermin dari bertambahnya jumlah berat badan secara drastis dan
meningkatnya sesak napas. Orang dengan gagal jantung harus tahu berat kering sebelumnya,
yaitu berat badan ketika tidak ada edem, ascites atau sesak nafas.