Anda di halaman 1dari 25

PENCEMARAN

Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup , zat, energi dan/ atau komponen
lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air
atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang
atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya

Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan
aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan
menetapkan baku mutu lingkungan.

Pencemaran terhadap lingkungan dapat terjadi di mana saja dengan laju yang sangat cepat, dan
beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia
termasuk logam berat.

Cara Penanggulangan Pencemaran Lingkungan:

1. Penanggulangan secara administratif : Penanggulangan secara administratif terhadap sebuah


pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yakni dengan membuat suatu peraturan-
peraturan atau undang-undang. Beberapa peraturan yang telah dikeluarkan, antara lain yaitu
sebagai berikut :

 Pabrik tidak boleh menghasilkan suatu produk (barang) yang bisa mencemari lingkungan.
Misalnya, pabrik pembat lemari es, AC dan sprayer tidak dapat menghasilkan produk
yang menggunakan gas CFC sehingga bisa mengakibatkan penipisan dan berlubangnya
lapisan ozon di stratofer.
 Industri harus mempunyai unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga
limbah yang dibuang ke lingkungan telah terbebas dari zat-zat yang membahayakan
lingkungan.
 Pembuangan pada sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang
jauh dari pemukiman.
 Sebelum dilakukan adanya pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri harus
dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan (AM-DAL).
 Pemerintah harus mengeluarkan buku mutu lingkungan, yang artinya standar untuk
menentukan mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air ,
sedangkan pada lingkungan udara ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutua air,
antara lain tercantum sebuah batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor
dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antara lain tercantum batasan sebuah kadar
bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada
pabrik yang menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku
mutu.

2. Penanggulangan secara teknologis : Penanggulangan sebuah pencemaran lingkungan secara


teknologis, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah. Di surabaya
terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak
membuang asap. Tempat tersebut dinamakan insenerator.

3. Penanggulangan secara Edukatif : Penangkalan pencemaran secara edukatif yaitu dilakukan


melalui jalur pendidikan baik formal ataupun nonformal. Melalui pendidikan formal, disekolah
dimasukkan pengetahuan tentang suatu lingkungan hidup tentang lingkungan hidup kedalam
mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA dan Pendidikan agama. Melalui jalur pendidikan
nonformal dilakukan sebuah penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian
lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan. Dengan adanya
penyuluhan dan pendidikan diharapkan bisa meningkatkan kesadaran baik secara individu
ataupun secara berkelompok untuk memahami pentingnya kelestarian lingkungan.
A. PENCEMARAN UDARA DAN ALAT DETEKSINYA: Partikel debu, Gas CO2,
Pengrusakan ozon, efek rumah kaca
Pencemaran udara berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 pasal 1 ayat 12
mengenai Pencemaran Lingkungan yaitu pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia
seperti pencemaran yang berasal dari pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, sisa
pertanian, dan peristiwa alam seperti kebakaran hutan, letusan gunung api yang mengeluarkan
debu, gas, dan awan panas. Menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 41 tahun 1999 tentang
Pengendalian Pencemaran Udara, pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat,
energi, dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara
turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi
fungsinya.
Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1407 tahun 2002 tentang
Pedoman Pengendalian Dampak Pencemaran Udara, pencemaran udara adalah masuknya atau
dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia,
sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan atau mempengaruhi
kesehatan manusia. Selain itu, pencemaran udara dapat pula diartikan adanya bahan-bahan atau
zat asing di dalam udara yang menyebabkan terjadinya perubahan komposisi udara dari susunan
atau keadaan normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing tersebut di dalam udara dalam jumlah
dan jangka waktu tertentu akan dapat menimbulkan gangguan pada kehidupan manusia, hewan,
maupun tumbuhan (Wardhana, 2004).

Penyebab Pencemaran Udara :


Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1.Faktor alam (internal), yang bersumber dari aktivitas alam
Contoh : - abu yang dikeluarkan akibat letusan gunung berapi
- gas-gas vulkanik
- debu yang beterbangan di udara akibat tiupan angin
- bau yang tidak enak akibat proses pembusukan sampah organik
2.Faktor manusia (eksternal), yang bersumber dari hasil aktivitas manusia
Contoh : - hasil pembakaran bahan-bahan fosil dari kendaraan bermotor
- bahan-bahan buangan dari kegiatan pabrik industri yang memakai zat
kimia organik dan
anorganik
- pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara
- pembakaran sampah rumah tangga
- pembakaran hutan

Zat-zat Pencemaran Udara :


1.Karbon monoksida (CO)
Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun. Dihasilkan dari pembakaran
tidak sempurna bahan bakar fosil, misalnya gas buangan kendaraan bermotor.
2.Nitrogen dioksida (NO2)
Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik, pembangkit
energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
3.Sulfur dioksida (SO2)
Gas yang berbau tajam, tidak berwarna dan tidak bersifat korosi. Dihasilkan dari
pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur terutama batubara. Batubara ini
biasanya digunakan sebagai bahan bakar pabrik dan pembangkit tenaga listrik.
4.Partikulat (asap atau jelaga)
Polutan udara yang paling jelas terlihat dan paling berbahaya. Dihasilkan dari cerobong
pabrik berupa asap hitam tebal.
Macam-macam partikel, yaitu :
a. Aerosol : partikel yang terhambur dan melayang di udara/td>
b. Fog (kabut) : aerosol yang berupa butiran-butiran air dan berada di udara
c. Smoke (asap) : aerosol yang berupa campuran antara butir padat dan cair dan
melayang berhamburan di udara
d. Dust (debu) : aerosol yang berupa butiran padat dan melayang-layang di udara
5.Hidrokarbon (HC)
Uap bensin yang tidak terbakar. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak
sempurna.
6.Chlorofluorocarbon (CFC)
Gas yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi.
Dihasilkan dari berbagai alat rumah tangga seperti kulkas, AC, alat pemadam kebakaran,
pelarut, pestisida, alat penyemprot (aerosol) pada parfum dan hair spray.
7.Timbal (Pb)
Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan
bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu
atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia.
8.karbon dioksida (CO2)
Gas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan
pabrik serta gas hasil kebakaran hutan.

Penanggulangan dan pencegahan pencemaran udara


Usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran tersebut ada 2 macam cara utama ,
yakni :

1) Penanggulangan Secara Non-teknis


suatu usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran lingkungan dengan cara
menciptakan peraturan perundanagn yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi segala
macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sedemikian rupa sehingga tidak terjadi
pencemaran lingkungan.
Peraturan perundangan yang dimaksudkan hendaknya dapat memberikan gambaran secara jelas
tentang kegiatan industri dan teknologi yang akna dilaksanakan disuatu tempat yang antara lain
meliputi :
- Penyajian Informasi Lingkungan (PIL)
- Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Perencanaan Kawasan Kegiatan Industri dan Teknologi
- Pengaturan dan Pengawasan Kegiatan
- Menanamkan Perilaku Disiplin

2) Penanggulangan Secara Teknis


Apabila berdasarkan kajian Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL ternyata bisa
diduga bahwa mungkin akan timbul pencemaran lingkungan, maka langkah berikutnya adalah
memikirkan penanggulangan secara teknis. Banyak macam dan cara yang dapat ditempuh dalam
penanggulangan secara teknis. Adapu criteria yang digunakan dalam penanggulangan secara
teknis tergantung pada faktor berikut :
- Mengutamakan keselamatan lingkungan
- Teknologinya telah dikuasai dengan baik
- Secara teknis dan ekonomis dapat dipertanggung-jawakan
Berdasarkan criteria tersebut diatas diperoleh beberapa cara dalam hal penanggulangan secara
teknis, antara lain adalah sebagai berikut :
- Mengubah proses
- Menggantikan sumber energi
- Mengelola limbah
- Menambah alat bantu
Keempat macam penanggulangan secara teknis tersebut diatas dapat berdiri sendiri-sendiri, atau
bila dipandang perlu dapat pula dilakukan secara bersam-sama, tergantung kepada kajian dan
kenyataan yang sebenarnya. Jadi secara garis besar, pencemaran udara dapat ditanggulangi
denagn cara sebagai berikut :
- Untuk mengurangi pencemaran udara dari gas CO, para ahli motor dan industri
merancang katalis yang disebut Catalytik Converter yang digunakan pada cerobong asap
(knalpot), yang berfungsi mengubah CO dan NO menjadi gas yang tidak beracun.
- Mengurangi Konsentrasi CO2 diatmosfer, berdasarkan siklus CO2 dan O2, maka
diperlukan pelaksanaan pengelolahan hutan dengan system tebang tanam, memperluas
hutan konservasi, penghijauan pegunungan gundul, gerakan menanam pohon belakang
rumah dan memperbanyak taman kota.
- Menggunakan bahan bakar anti polusi, misalnya kendaraan dengan tenaga lstrik dari
surya atau bahan bakar dari jenis alkohol.

B. PENCEMARAN AIR DAN ALAT PENGUKURANNYA

Pencemaran air adalah masuknya komponen, energi atau zat tertentu ke dalam air oleh kegiatan
manusia, sehingga mengakibatkan kualitas air turun sampai tingkat terentu dan tak bisa
digunakan sesuai peruntukannya. Pencemaran air terjadi di hulu sungai, sungai, danau dan juga
lautan. Sumber pencemaran air kebanyakan berasal dari sampah rumah tangga dan juga limbah
pabrik yang sengaja di buang ke wilayah perairan.

Ciri-ciri air yang tercemar dapat dilihat dari warna, bau dan juga rasanya. Selain itu juga bisa
diukur dari derajat keasaaman dan jumlah mikroorganisme dalam air. Namun, untuk mengukur
apakah air tercemar secara akurat, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Penyebab Pencemaran Air

Pencemaran air disebabkan oleh banyak sekali, faktor-faktor penyebabnya tidak sama antara satu
dengan yang lain, dalam hal ini karakternya. Berikut dibawah ini beberapa faktor yang menjadi
penyebabnya :

 Kandungan nutriennya mengalami peningkatan, menjurusnya kepada sesuatu yang


dinamakan eutrofikasi.
 Air kekurangan oksigen dalam jumlah yang banyak yang berdampak sangat hebat pada
ekosistem secara keseluruhan. Kurangnya oksigen yang ada di air diakibatkan oleh
sampah organik yang berasal dari air comberan. Inilah yang pada akhirnya berakibat pada
pencemaran air.
 Oksigen yang banyak berkurang di dalam air yang mengakibatkan airnya tercemar bisa
diakibatkan oleh air limbah yang berisi beragam polutan hasil dari industri-industri.
Misalnya seperti minyak, nutrien, toksin organik, logam berat dan padatan. Air yang
berkurang oksigennya dalam jumlah yang banyak juga disebabkan karena efek termal
yang dimiliki oleh air limbah. Pembangkit listrik, salah satunya yang paling banyak
mengeluarkan air limbah.
 Sungai Citarum yang dikotori atau dicemari oleh limbah yang berasal dari beberapa
pabrik yang berada di sekitarnya.
 Sampah juga bisa mengakibatkan air tercemar.
 Para nelayan yang biasa menangkap ikan di tengah laut dengan memakai bahan peledak
juga bisa menyebabkan air laut tercemar.
Dampak Pencemaran Air

Berikut di bawah ini beberapa dampak yang diakibatkan oleh air yang sudah tercemar :

 Bisa mengakibatkan datangnya musibah banjir, bahkan bisa saja terjadi banjir bandang.
 Berakibat pada erosi.
 Sumber air lama kelamaan menjadi berkurang.
 Berbagai macam penyakit bisa datang karena air yang tercemar, airnya kotor.
 Bisa mengakibatkan tanahnya longsor.
 Ekosistem sungai bisa terganggu.
 Tanah-tanah menjadi tidak subur lagi, kalaupun masih subur kesuburannya sudah jauh
berkurang
 Para nelayan menjadi rugi, bahkan bisa jadi kerugiannya akan besar sekali karena ikan-
ikan yang mereka tangkap sudah tercemari, sudah tidak bagus kualitasnya, air lautnya
sudah dicemari oleh bahan peledak.

Contoh Pencemaran Air

Banyak sekali contoh yang diakibatkan oleh pencemaran air, berikut di bawah ini uraiannya :

 Tanpa lewat pengolahan yang baik limbah yang berasal dari industri atau pabrik dibuang
begitu saja ke sungai. Ekosistem sungai bisa terganggu karena senyawa toksik yang ada
pada limbah tersebut, berbahaya sekali.
 Sungai yang menjadi media untuk membuang sampah.
 Ikan yang ada di laut yang ditangkap dengan menggunakan bahan peledak. Jelas sangat
berbahaya karena bisa membuat ekosistem laut dan biota yang ada di dalam laut
terganggu keseimbangannya. Ikan, makhluk hidup lainnya seperti terumbu karang yang
hidup di bawah laut bisa rusak kondisinya, bahkan yang lebih parah lagi banyak yang
mati.
 Limbah rumah tangga (sampah yang dibuang dari rumah tangga yang tidak disortir
terlebih dahulu), limbah nuklir dan minyak yang tumpah di tengah laut merupakan
contoh yang lainnya lagi dari pencemaran air.
Penanggulangan Pencemaran Air

Berikut cara penanggulangan pencemaran air yang paling baik :

 Industri atau pabrik sebaiknya berlokasi di tempat yang jauh dari pemukiman padat
penduduk. Tujuannya untuk mencegah lingkungan air, lingkungan darat dan lingkungan
udaranya tercemari.
 Zat-zat kimia dan pestisida harus mendapatkan pengawasan yang ekstra, jangan sampai
penggunaannya di luar batas kewajaran, digunakan tidak semestinya. Karena kalau
sampai berlebihan pemakaiannya akan menyebabkan predatornya banyak yang mati. Jika
sudah demikian hama akan bertambah banyak.
 Buanglah selalu sampah pada tempatnya. Sangat dianjurkan untuk mengelola sampah
dengan cara yang baik. Harus dipisahkan mana sampah organik dan mana yang sampah
bukan organik. Dengan begini pencemaran air bisa dicegah, dapat ditanggulangi.
 Terus-menerus dilakukan upaya untuk mereboisasi hutan. Tujuannya supaya air dapat
selalu terjaga keseimbangannya dengan baik. Hutan-hutan yang gundul ditanami lagi.
Kalau tanamannya sudah tumbuh menjadi pohon yang lebat lagi, memiliki manfaat yang
besar sekali mengikat air di dalam tanah. Dengan demikian air yang ada di dalam tanah
bisa selalu terjaga keseimbangannya.
 Menanggulangi pencemaran air juga bisa datang dari diri kita sendiri, Contohnya dengan
sebisa mungkin mendaur ulang sampah. Sampah dan botol yang terbuat dari plastik
didaur ulang menjadi bahan-bahan yang berguna, misalnya dijadikan dompet, tas, sandal
dan berbagai produk yang lain.
 Kesadaran yang terus ditumbuhkan dalam diri kita untuk lebih mencintai lingkungan,
menjaga kelestarian lingkungan, sumber daya alam, dalam hal ini air dengan lebih baik
dari sebelumnya juga bisa mencegah bahkan menanggulangi pencemaran air.

Alat pendeteksi air

Alat Uji Kualitas Air – Sedia Beragam Alat Uji Kualitas Air, dengan Water Test Kit Multi
Parameter Ini Anda Dapat Dengan Mudah, Cepat dan Akurat Untuk Menguji Kualitas Air
Beserta Parameternya. Dapatkan Harga Alat Uji Kualitas Air dengan Menghubungi Layanan
Online Kami.
Untuk mengetahui kualitas air tidak perlu satu-satu menggunakan PH Meter, DO Meter, TDS
Meter, karena saat ini sudah ada alat uji kualitas air multi parameter yang dapat mengukur
kualitas air dengan berbagai parameter hanya dengan satu alat, seperti Produk EC910.

Showing 1–9 of 454 results

 Alat Ukur ORP AMTAST KL-306

 Alat Pemantau Kadar ORP AMTAST KL-206

 Alat Ukur ORP Digital AMTAST KL-200

 Alat Pengontrol ORP Dengan Suhu AMTAST ORP-2626


 Alat Monitor Suhu AMTAST PH-2625

 Alat Pengontrol Suhu AMTAST PH-2623

 Alat Monitor Multifungsi AMTAST PH-2613

 Alat Pemantau ORP AMTAST ORP-2706


 Alat Uji Tingkat ORP AMTAST KL-98201

Termometer Makanan Type Garpu AMTAST KK-100

 Alat Pemantau Cuaca AMTAST AW003

 Distance Meter Laser Tipe PD60, PD80, PD100

 Alat Uji EMF Tester AMTAST TES-1394


 Alat Pengukur Ketebalan Lapisan AMTAST AMT15

C. PENCEMARAN TANAH
Pencemaran Tanah – Tanah adalah salah satu komponen alam yang sangat penting untuk
kelanjutan hidup berbagai makhluk. Bahkan segala jenis makanan manusia mayoritas juga
berasal dari tanah. Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap menjaga kesuburan dan
perkembangan tanah hingga di masa depan. Akan tetapi, sayang sekali karena hingga kini sudah
banyak terjadi pencemaran tanah.

Pencemaran sendiri di artikan sebagai situasi di mana banyak aspek atau unsur dalam berbagai
jenis bergabung menjadi satu. Namun, adanya percampuran ini pada akhirnya akan berakibat
buruk pada komponen utama yang sebenarnya masih murni sebelumnya. Secara singkat
pencemaran tanah ini merupakan sebuah kondisi di mana berbagai unsur yang yang bersifat
merusak tercampur dalam kandungan tanah. Bisa berupa bahan kimia, atau zat-zat berbahaya
lainnya yang tentunya tidak baik dan bisa membahayakan makhluk hidup.

Sumber Pencemaran Tanah

1. Limbah padat dan cair

Dalam daftar sumber pencemaran tanah, tentu saja ada salah satu komponen utama yang banyak
berpengaruh. Dalam hal ini komponen utama tersebut tidak lain adalah limbah padat dan limbah
cair. Kedua hal tersebut bisa merusak banyak hal. Sedangkan limbah sendiri asalnya adalah dari
beragam aktivitas yang di lakukan oleh manusia. Namun dampaknya bisa pada semua makhluk
hidup.

2. Pestisidan dan pupuk


Dalam aktivitas di bidang pertanian, tentu saja sudah sangat familiar dengan adanya pestisidan
dan pupuk yang terbuat dari bahan kimia. Pada akhirnya pertumbuhan tanaman pun mungkin
memang akan baik. Akan tetapi, tanpa Anda sadari dalam hal ini pestisida dan pupuk bisa
menimbulkan pencemaran tanah. Hal ini sesuai dengan sifat bahan kimia yang memang cukup
ganas.

3. Bahan kimia

Sejauh ini tentu saja sudah banyak sekali bahan kimia yang masuk dalam tanah di permukaan
bumi. Nah, berbagai jenis bahan kimia tersebut sangatlah berpengaruh pada kondisi tanah Anda.
Oleh karena itu, Anda pun harus berhati-hati jika ingin membersihkan bahan kimia. Hal ini
karena semakin banyak bahan kimia yang masuk dalam tanah, maka pencemaran tanah pun akan
semakin tinggi.

4. Deforestasi

Istilah yang satu ini mungkin cukup asing bagi Anda. Deforestasi ini tidak lain adalah istilah
untuk pengurangan pohon dalam jumlah besar. Padahal, adanya pohon sangat bermanfaat untuk
kehidupan, utamanya berkaitan dengan kesuburan tanah. Selain itu, dengan berkurangnya pohon,
maka polusi udara akan meningkat, padahal polusi udara akan menimbulkan pencemaran tanah
juga.

Penyebab Pencemaran Tanah

Dari berbagai sumber yang ada, pastinya ada beberapa aktivitas yang secara khusus bisa
menimbulkannya. Nah, poin tersebut lebih penting lagi untuk di pahami agar lebih jelas dalam
membedakan mana aktivitas yang harus di hindari agar bisa mencegah terjadinya pencemaran
tanah tersebut. Sedangkan beberapa penyebab terkaitnya adalah sebagaimana berikut.

1. Kebocoran limbah

Sebagaimana telah di sebutkan di atas, limbah adalah salah satu komponen utama penyebab
pencemaran tanah. Baik itu limbah padat maupun limbah cair. Sebenarnya dalam berbagai
proyek industri, limbah telah di olah sehingga bisa cukup ramah lingkungan. Namun, yang
berbahaya adalah ketika terjadi kebocoran limbah karena hal ini akan mengakibatkan
pencemaran tanah.

2. Kebocoran bahan kimia industri

Selain limbah, yang bisa bocor juga adalah bahan kimia industri. Sekalipun bukan salah satu
komponen utama, namun bahan kimia ini sama berbahayanya sehingga harus tetap berhati-hati.
Kebocoran bahan kimia tentu saja akan berakibat sangat buruk pada masa depan tanah. Apalagi
jika bahan kimia yang di maksud adalah yang sangat berbahaya, maka makhluk hidup pun ikut
terancam.

3. Penggunaan pestisida yang berlebihan

Menggunakan pestisidan untuk mendukung berbagai aktivitas binis dan pertanian Anda memang
tidak apa-apa. Namun, perlu di perhatikan untuk mengaplikasikannya sesuai kadarnya saja.
Jangan sampai ada kelebihan takaran yang significant. Jika ada penggunaan pestisida yang
berlebihan, maka akan sangat membahayakan. Pencemaran tanah yang tinggi pun juga tidak bisa
di hindarkan.

4. Masuknya air tercemar ke permukaan tanah

Selain pencemaran tanah, tentu saja pencemaran air saat ini juga sudah sangat banyak di temui.
Hal ini pun bisa di sebabkan oleh aktivitas industri sehingga air pun tercemar oleh limbah dan
berbagai bahan kimia. Pada akhirnya, tentu saja air akan meresap dalam tanah. Nah, ketika air
tercemar ini masuk dalam permukaan tanah, tidak dapat di pungkiri lagi, tanah pun akan ikut
tercemar.

5. Kecelakaan kendaraan pengangkut minyak

Mungkin memang cukup sedikit di mengerti, namun kecelakaan juga bisa mengakibatkan
pencemaran tanah. Kemungkinan ini akan terjadi manakala kecelakaan tersebut melibatkan
kendaraan yang sedang mengangkut minyak. Nah, ketika minyak tumpah, tentu saja akan
menyebar di seluruh permukaan. Juga sudah begini, tentu saja yang namanya pencemaran akan
terjadi.
6. Air limbah penimbunan sampah

Sampah yang di timbun terlalu lama memang sangat tidak baik. Bukan hanya untuk kesehatan
tetapi juga untuk masa depan alam. Namun, jika di penimbunan sampah, memang merupakan
tempat yang paling pas. Meski demikian, ketika ada air limbah penimbunan sampah, dan air itu
meresap dalam tanah, maka juga akan mengakibatkan pencemaran sehingga perlu untuk di
perhatikan lagi.

7. Di sebabkan bahan-bahan yang berakibat pada pencemaran tanah

Selain beberapa sebab di atas, masih ada sebab lain yang penting untuk Anda ketahui. Dalam hal
ini pencemaran tanah bisa di sebabkan oleh bahan-bahan tertentu yang akan berakibat pada
pencemaran. Di antara bahan-bahan tersebut tidak lain adalah sejenis merkuri, seng, nikel,
arsenic, tembaga dan lain sebagainya. Jadi, jika ingij mengurus bahan-bahan tersebut harus
berhati-hati.

Dampak Pencemaran Tanah

Sebagaimana di katakan sebelumnya, pencemaran tanah adalah salah satu hal yang sangat
berbahaya jika terus di biarkan. Di katakan demikian karena mengingat dampaknya pun
sangatlah besar sehingga Anda harus memperhatikannya dengan baik. Nah, untuk mengenal
dampak pencemaran tanah secara lebih jelas lagi, langsung saja Anda simak daftarnya di bawah
ini.

1. Berakibat pada kematian makhluk hidup

Dari beragam dampak pencemaran tanah yang ada, yang paling berbahaya dan sangat mencolok
di sini tidak lain adalah adanya tingkat kematian makhluk hidup yang tinggi. Namun kematian
ini ada yang perlahan-lahan, berproses dan ada yang langsung terlihat. Pada dasarnya, ini
sangatlah berbahaya, terutama bagi tumbuhan serta beberapa hewan yang bertempat tinggal di
dalam tanah.

2. Menyebabkan polusi udara


Meskipun tanah yeng tercemar, namun bisa berakibat pada kerusakan komponan lain karena di
bumi berbagai komponen memang saling berhubungan. Katakan saja saat terjadi pencemaran
tanah, maka air di dalam tanah pun bisa ikut tercemar. Nah, begitu juga dengan udara. Di sini
polusi udara pun bisa terjadi sebagai akibat terjadinya pencemaran tanah, baik secara langsung
maupun tidak.

3. Kesuburan tanah berkurang

Untuk akibat yang satu ini tentu saja sudah tidak bisa di elakkan lagi. Ketika terjadi pencemaran
tanah, di mana tanah tidak lagi murni, tentu saja kesuburannya pun akan berkurang. Nah, jika
sudah begini, maka akan banyak aspek kehidupan yang di pengaruhinya. Dalam bidang petanian,
tentu saja merugikan. Selain itu, tumbuhan pun akan terhambat perkembangannya.

4. Ekosistem ikut rusak

Di muka bumi ini ada banyak sekali ekosistem yang tersebar di berbagai penjuru. Dalam hal ini,
ekosistem sebenarnya harus di jaga dan di rawat sehingga tetap indah. Akan tetapi, sayang sekali
karena dengan adanya pencemaran tanah, ekosistem pun bisa ikut rusak secara perlahan-lahan.
Terlabih lagi untuk jenis ekosistem darat yang tinggalnya di tanah.

5. Merusak nilai estetika alam

Tanah yang subur dan terawat tentu saja akan menghadirkan keindahan tersendiri. Dan hal ini
perlu di lestarikan dengan baik. Akan tetapi, tidak dapat di pungkiri juga bahwasanya tanah yang
tercemar akan mulai merusak nilai estetika di berbagai belahan bumi perlahan-lahan. Oleh
karena itu, untuk tetap memiliki keindahan di muka bumi, tanah pun harus tetap di rawat.

Contoh Pencemaran Tanah

Sebenarnya ada banyak sekali contoh pencemaran tanah yang terjadi dewasa ini. Baik yang
terjadi secara alami, di sebabkan manusia dengan senagaja atau yahng di sebabkan manusia
namun tidak sengaja. Nah, untuk memperjelas pemahaman Anda, maka satu persatu dari aspek
di atas akan di sajikan contohnya di sini.
Yang pertama untuk pencemaran tanah yang terjadi secara alamiah tidak lain di akibatkan oleh
beberapa proses alami yang akhirnya menyebabkan adanya akumulasi tanah dengan bahan kimia
beracun. Namun, hal ini tidak banyak terjadi dan hanya beberapa kasus saja yang tercata dengan
akibat penyebab tersebut. Salah satunya seperti yang terjadi pada tanah di gurn atacama di Cile.

Sedangkan untuk yang tidak di sengaja namun tidak terjadi secara alami adalah sebagaimana
adanya kebocoran limbah, atau masuknya air tercemar dalam permukaan tanah. Dan yang
terakhir, untuk pencemaran tanah secara di sengaja dan tidak alami diantaranya seperti adanya
penggunaan pestisida yang berlebihan, pembuangan limbah sembarangan dan masih banyak lagi.

Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah

Meskipun sudah terlanjur terjadi dan banyak di sepelekan, namun jangan terlalu khawatir karena
pencemaran tanah masih bisa di atasi. Dalam hal ini ada banyak cara penanggulangan yang bisa
di lakukan bersama oleh berbagai pihak untuk bisa menjaga kelangsungan tanahnya. Untuk
mengenalnya lebih jauh, berikut ini adalah pembahasan lebih lanjutnya.

1. Menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyakat

Hal pertama yang sangat sulit dalam penanggulangan ini adalah menyadarkan masyarakat akan
pentingnya menghindari pencemaran tanah. Padahal, faktanya penjagaan tanah tidak bisa di
lakukan sendiri. Harus dengan kerjasama yang baik oleh berbagai pihak. Karena itulah
menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat luas dalam hal ini sangat di perlukan.

2. Melakukan sistem 3R (reduce, rause, dan recycle)

Sistem 3R ini tentu saja sudah banyak Anda dengar. Untuk kepanjangannya tidak lain adalah
reduce, rause dan recycle. Dalam sistem ini, sebaiknya sampah yang masih memiliki kondisi
baik dan bisa di olah tidak di buang terlebih dahulu. Dengan kata lain, di lakukan daur ulang
untuk mengurangi pencemaran tanah.

3. Program reboisasi atau penanaman kembali


Pencemaran tanah tidak hanya bisa mengakibatkan pencemaran udara. Dalam hal ini bisa jadi di
sebabkan juga olehnya. Nah, untuk mentantisipasi hal ini melakukan reboisasi atau penanaman
kembali menjadi salah satu aspek penting untuk di perhatikan. Selain itu, reboisasi juga bisa
membantu kesuburan tanah kembali terjaga.

4. Remidiasi tanah

Jika reboisasi adalah penanaman pohon kembali, maka remidiasi ini bermaksud untuk
pembersihan kembali. Jadi, bagian tanah yang telah tercemari dengan berbagai sebab, akan di
bersihkan sehingga bisa kembali subur. Tentu saja hasilnya tidak bisa 100 %. Akan tetapi paling
tidak ini sudah sangat bermanfaat untuk kondisi tanah dari pada sebelumnya.

5. Bioremidiasi

Masih memiliki maksud yang sama dengan remidiasi, bioremidiasi ini juga merupakan
penjernihan atau pembersihan tanah kembali. Akan tetapi dalam bioremidiasi, yang di gunakan
adalah bakteri dan jamur. Jadi, pembersihan dalam bioremidiasi ini memanfaatkan bakteri dan
jamur yang mampu merombak berbagai zat yang terkandung dan mencemari tanah.

Setelah mengenal lebih jauh tentang pencemaran tanah, kini saatnya Anda untuk ikut serta dalam
pemeliharaan tempat Anda berdiri setiap harinya. Keterlibatan setiap komponen masyarakat di
sini sangatlah di perlukan untuk menjaga bumi kita bersama. Oleh karena itu, di perintah maupun
tidak, setiap masyarakat pun harus tetap ikut serta melibatkan diri di dalamnya.

Alat pendeteksi Tanah


Alat uji tanah merupakan alat-alat uji yang digunakan untuk menguji kualitas tanah, seberapa
baik tanah digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan, bangunan, jalan, jembatan dan
berbagai aplikasi yang membutuhkan monitoring dan pengukuran kualitas tanah. Pengukuran
yang bisa dilakukan meliputi mengukur daya dukung tanah, kepadatan tanah, temperatur
tanah, kelembaban tanah, kandungan unsur hara dalam tanah, kandungan air dalam
tanah, dll.

CBR (California Bearing Ratio)

DCP (Dynamic Cone Penetrator)

BCD (Base Catalyzed Decomposition)

Alat uji daya dukung tanah dan kepadatan tanah memiliki 3 metode pengukuran yaitu light
weight tester, Static Plate Load Tester, dan penetrometer.?

1. HMP LFG (Light Weight Tester) : digunakan untuk mengukur daya dukung tanah dan
kepadatan dari tanah. Contoh :
2. HMP PDG (Static Plate Load Tester) : digunakan untuk mengetahui kapasitas beban yang
mampu ditahan oleh tanah dan deformasinya ketika tanah tersebut diberikan beban.? Pengujian
ini sangat bermanfaat dilakukan sebelum jalan dilewati oleh mobilisasi truk, mobil, alat berat,
dan lainnya dan menjamin bahwa tanah tersebut layak dilewati pada kapasitas beban yang
melewatinya.
3.HMP SON (Penetrometer): digunakan untuk menguji kepadatan tanah dengan cara memasuk

kan penetrometer ke dalam lapisan tanah pada kedalaman tertentu (kedalaman sampai +/- 5
meter) sehingga diperoleh nilai kadar kelembaban tanah, yang dapat dikonversi kepada nilai
kekuatan tanah menahan beban.? Dengan mengetahui nilai kepadatan tanah tersebut kita dapat
mengetahui seberapa kuat tanah tersebut mampu digunakan sebagai pondasi untuk jalan,
jembatan, bangunan, dan lainnya yang memiliki berat beban tertentu.
Light Drop-Weight Tester (type HMP LFG)

HMP LFG

Kesulitan dalam menentukan daya dukung tanah dan kepadatan tanah ditempat yang rumit dan
sulit dijangkau dengan cepat dan mudah?

Maka, light drop weight tester jawabannya, karena light drop weight tester menguji daya dukung
dan kepadatan tanah secara dinamis lapisan tanah dengan cepat dan portable, sangat cocok
digunakan untuk mengukur pada area yang sulit diakses. Alat ini digunakan untuk berbagai
bidang dalam konstruksi jalan raya, konstruksi pondasi kereta api, dll.

HMP LFG memilki desain dan konstruksi yang ergonomis mudah dibawa-bawa, memberikan
hasil pengukuran langsung yang dapat di cetak langsung menggunakna printer atau diolah
datanya pada PC

Aplikasi penggunaan HMP LGF :

 Konstruksi pondasi jalan dan kereta api


 Kualitas dari konstruksi kanal
 Monitoring kepadatan pada saluran pipa dan kabel
 Pengujian kekerasan dari struktur aspal
 Menguji modulus deformasi pada eksplorasi tanah

Keuntungan Menggunakan HMP LFG

Cepat dan menghemat biaya

 Menghemat waktu (maksimum 2 menit per titik pengukuran)


 Portabel, mudah dipindah-pindahkan dan tidak memerlukan kendaraan

 Hasil uji dapat dilihat secara langsung


Mudah untuk digunakan

 Mudah dioperasikan dan dapat dibawa oleh satu orang


 Menguji pada lokasi yang sulit dijangkau

Handal dan tepat

 Dikalibrasi oleh lembaga kalibrasi terpercaya


 Memiliki desain yang ergonomis

Tipe dari LFG

 LFG

 LFG Pro

STATIC PLATE LOAD TEST (Type HMP PDG)

Aplikasi

Static Plate Load Test digunakan untuk mengevaluasi deformasi dan kapasitas beban tanah
sebagai acuan untuk menentukan konstruksi pondasi dari jalan, bangunan, jembatan, dll dengan
acuan DIN 18 134.

Tipe dari PDG

 PDG-K
 PDG-SD

PENETROMETER (Type: HMP SON)

Maka jawabannya adalah penetrometer yang mengacu DIN EN ISO 22476-2 untuk mendapatkan
nilai pengukuran otomatis dan terekam datanya. Penetrometer sendiri digunakan untuk menguji
kepadatan lapisan tanah untuk proyek bangunan, jembatan, jalan dan proyek konstruksi lainnya.

Dengan demikian dapat dicapai informasi yang relatif cepat dan sederhana tentang kondisi dan
kapasitas pemuatan tanah.

Function

Selama penetrasi penetrator akan mengukur jumlah impact. Untuk setiap impact per 10cm
disimpan pada logger yang dapat ditransfer ke PC sehingga dapat di evaluasi dan dapat dicetak
langsung dengan printer.

Kelebihan HMP SON:

 Mudah diupgrade dan dikombinasikan dengan berbagai penetrator


 Hasil pengukuran dapat langsung didapatkan dan tersimpan
 Data dapat ditransfer ke PC

Tipe dari PDG

 SON-M

 SON -P