Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PKL PELATIHAN AK3 UMUM

(18 January s/d 30 January 2016)

DI HOTEL LUMINOR
Jl.Jemursari-Surabaya
Penyusun :

1. Iwan Silaban – PT. Sarana Bumi Anugerah Mandiri


2. Widiananda P. – Personal
3. Desty Luna A – PT. Biro Klasifikasi Indonesia

DAFTAR ISI
Kelompok I Page 1
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................. 3
B. Maksud dan Tujuan....................................................................................... 4
C. Ruang Lingkup ............................................................................................. 4
D. Dasar Hukum................................................................................................ 5

BAB II. KONDISI/FAKTA TEMPAT KERJA


A. Gambaran Umum Tempat Kerja................................................................... 6
B. Temuan......................................................................................................... 6
B.1. Temuan Positif....................................................................................... 7
B.2. Temuan Negatif..................................................................................... 8

BAB III. ANALISA & REKOMENDASI


Analisa & Rekomendasi................................................................................... 9

BAB IV. PENUTUP


A. Kesimpulan.................................................................................................. 15
B. Saran........................................................................................................... 15

BAB I
PENDAHULUAN

Kelompok I Page 2
A. Latar Belakang
Saat ini semua pemilik perusahaan atau badan yang memiliki jumlah tenaga
kerja dan memiliki resiko berbahaya di tuntut oleh pemerintah untuk selalu
menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. Sehingga Pemerintah
mengeluarkan aturan-aturan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, guna
memberi jaminan lingkungan kerja yang sehat aman meminimalisir terjadinya
kecelakaan..
Pada praktek kerja lapangan kali ini kami meninjau mengenai kontruksi,
kelistrikan dan kebakaran. Secara keamanan suatu bangunan didasarkan pada
bentuk konstruksi bangunan yang harusnya memiliki efektifitas dan kesesuaian
fungsi ruangan yang akan di pakai. Setelah kontruksi kami menijau kelistrikan,
dimana kelistrikan adalah salah satu bentuk sumber daya atau energi potensial
yang dapat memberikan banyak manfaat untuk menunjang aktivitas di berbagai
sektor kegiatan. Setiap peralatan dan pesawat yang digerakkan dengan tenaga
listrik, diperlukan pengamanan yang memadai guna melindungi peralatan itu
sendiri dan pengamanan bagi operatornya atau yang menggunakannya.
Kebakaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Tidak ada tempat kerja
yang dapat dijamin bebas resiko dari bahaya kebakaran. Kebakaran di tempat
kerja dapat membawa konsekuensi yang berdampak merugikan banyak pihak
baik bagi pengusaha, tenaga kerja, maupun masyarakat luas. Akibat yang
ditimbulkan dari peristiwa kebakaran di tempat kerja dapat mengakibatkan
korban jiwa, kerugian material, hilangnya lapangan kerja dan kerugian lainnya
yang tidak langsung, apalagi kalau terjadi kebakaran pada proyek vital maka
dapat berdampak lebih luas lagi. Peraturan perundangan K3 di bidang
penanggulangan kebakaran walaupun masih terbatas, namun merupakan hal
yang mendasar sudah cukup memadai apabila ditunjang dengan kemampuan
teknis para pegawai pengawas. Dari sisi penyebab kebakaran ada dua hal yaitu
api terbuka dan listrik harus selalu menjadi perhatian, disamping faktor khusus
yang ada di setiap tempat kerja.
Kegiatan dibidang konstruksi, listrik serta penanggulangan kebakaran
merupakan kegiatan yang mempunyai bagian dan mempunyai peranan yang
sangat penting dalam suatu tempat kerja sehingga perlu mendapat pengawasan
mengenai aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk menghindari tidak
terjadinya kecelakaan.
Kelompok I Page 3
B. Maksud dan Tujuan
Laporan hasil kunjungan perusahaan ini disiapkan sebagai :
1. Bahan seminar dalam pelaksanaan "Pendidikan dan latihan calon Ahli K3
Umum" untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian dan pengalaman pada
calon Ahli K3 Umum.
2. Penerapan pelaksanaan identifikasi dan analisa bahaya serta menentukan
perbaikan yang dapat digunakan sebagai masukan untuk perbaikan di Hotel
Luminor yang berada di Surabaya.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah pengawasan
dibidang :
1. K3 konstruksi.
2. K3 listrik.
3. K3 kebakaran.

D. Dasar Hukum
D.1. Umum :
1. Undang - Undang Dasar 1945, pasal 27 ayat (2) - setiap Warga Negara
berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
2. Undang - Undang No. 1 Tahun 1970 - Keselamatan Kerja (Lembar
Negara Republik Indonesia Nomor 1, Tambahan Lembar Negara Tahun
1918).
3. Undang - Undang No. 13 Tahun 2003 pasal 87 - Tentang Ketenaga
Kerjaan.

D.2. K3 Konstruksi Bangunan :


1. Permenaker No. 1 /MAN/1980 Tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Konstruksi Bangunan.
2. Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja No. 174/MEN/1986 dan
No. 104/Kpts/1986.
D.3. K3 Kebakaran :

Kelompok I Page 4
1. Peraturan menteri tenaga kerja No. Per. 04/MEN/1980 tentang syarat-
syarat pemasangan dan pemeliharan alat pemadam api ringan.
2. Keputusan menteri tenaga kerja No. Per. 186/MEN/1999 tentang unit
penanggulangan kebakaran ditempat kerja.
3. Peraturan menteri tenaga kerja No. Per. 02/MEN/1983 tentang instalasi
alarm kebakaran automatik.
4. Instruksi menteri tenaga kerja No. Ins. 11/M/BW/1997 tentang
pengawasan khusus K3 penanggulangan kebakaran.
D.4. K3 Listrik :
1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. RI. No. Per. 02/MEN/1989 tentang
pengawasan instalasi penyalur petir
2. Keputusan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi No. Kep 75/MEN/2002
tentang pemberlakuan SNI No. SNI-04-0225-2000 mengenai
Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000) ditempat kerja
3. Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan
Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep. 311/BW/2002 tentang sertifikasi
kompetensi keselamatan & kesehatan kerja teknisi listrik.
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di
tempat kerja (Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 33 Tahun 2015
tentang Perubahan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 12 Tahun 2015).
5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 31 Tahun 2015 tentang Instalasi
Penyalur Petir.
6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 32 Tahun 2015 tentang Instalasi
Lift.

BAB II
KONDISI/FAKTA TEMPAT KERJA

A. Gambaran Umum Tempat Kerja

Kelompok I Page 5
Hotel Luminor yang berada di Jemursari Surabaya ini mulai beroperasi pada
Bulan Juli tahun 2015 yang merupakan hotel berbintang 4 di Surabaya.
Hotel Luminor berlokasi di Jalan Raya Jemursari No. 206 - 208. Jumlah
pekerja di Hotel ini terdiri dari 50 orang pegawai. Menurut struktur organisasi
perusahaan ini tidak memiliki Departemen khusus yang menangani bidang K3,
akan tetapi menurut data yang kami peroleh, pihak Hotel telah menyediakan
petugas hotel yang mampu menangani bagian mekanikal dan elektrikal, serta
penanggulangan apabila terjadi kebakaran. Pihak hotel juga belum menyediakan
Standar Operasional Prosedur (SOP) dan belum terbentuk Panitia Pembina
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang seharunya mempunyai
tanggung jawab untuk memberikan ide serta masukan kepada manajemen
dalam bidang K3.

B. Temuan
Metode pencarian data untuk mengumpulkan informasi K3 listrik, kebakaran
dan konstruksi di Hotel Luminor ini adalah :
1. Informasi perihal Hotel .
2. Survey ke lokasi sehingga bisa didapatkan data.
3. Tanya jawab dengan tenaga kerja dan ikut mendampingi selama kunjungan.
Dengan waktu yang sangat terbatas data yang kami ambil atau pertanyakan
kurang maksimal pada masing - masing proses. Namun team kami berusaha
untuk bisa mendapatkan informasi proses dari temuan – temuan, baik yang
bersifat positif maupun negatif, agar bisa membantu proses pembelajaran dan
feedback pada perusahaan yang dikunjungi.

B.1. Kesesuaian Dengan Peraturan Perundangan


1. K3 Kebakaran
a. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) telah tersedia dan sesuai dengan
fungsinya.
b. Sprinkler telah terpasang di semua area Hotel, termasuk Basement.

Kelompok I Page 6
c. Fire Hydrant telah tersedia di semua lantai dan terdapat Ground
Reservoar untuk Hydrant yang terletak di basement guna menyuplai
kebutuhan air yang digunakan saat terjadinya kebakaran.
d. Telah terdapat Fire Alarm di seluruh area perhotelan.
e. Smoke Detector dan Heat Detector sudah tersedia di masing – masing
tempat dan kamar.
f. Telah disediakan Smoking Room bagi para pengunjung yang ingin
merokok.
g. Assembly point sudah disediakan oleh pihak Hotel.
h. Telah terdapat Jalur Evakuasi yang cukup jelas dan penamaannya
telah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
i. Pada jalur evakuasi, telah terdapat Blower supaya tidak terdapat asap
ketika melakukan evakuasi.
2. K3 Konstruksi
a. Pada waktu kunjungan tidak adanya proyek pembangunan
dikarenakan Hotel ini baru beroperasi pada Bulan Juli Tahun 2015.
3. K3 Listrik
a. Pada bangunan perusahaan telah dilindungi oleh instalasi penyalur
petir yang telah dilengkapi dengan Isolator dan lampu penanda .
b. Telah terdapat Grounding yang sesuai pada Instalasi Penyalur Petir.
c. Ruang kontrol panel sudah dibatasi hanya untuk orang yang
mempunyai kewenangan saja dan telah diberi pagar pembatas.
d. Adanya ruangan control panel pembangkit listrik.
e. Telah terdapat Generator yang digunakan untuk menyuplai listrik ketika
terjadi arus padam.

B.2. Ketidaksesuaian Dengan Peraturan Perundangan


1. K3 Kebakaran
a. Penggunaan Sprinkler yang disalahgunakan sebagai penempatan
Lampion.
b. Tidak adanya penomoran pada Smoke Detector dan Heat Detector,
sehingga apabila terjadi kerusakan akan susah untuk diperiksa.

Kelompok I Page 7
c. Penempatan posisi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang kurang
sesuai sehingga akan menyulitkan petugas pemadam apabila
memadamkan api.
d. Tidak adanya peta jalur evakuasi di beberapa ruangan meeting.
e. Tidak terdapat Smoke/Heat Detector pada ruang control panel Lift, LPG,
dan Ruang Kontrol Engineer.
f. Terdapat sisa puntung rokok pada ruangan dilarang merokok.
g. Hanya Terdapat 2 Manometer (Alat Pengukur Tekanan) pada total 7
Buah Tabung LPG.
2. K3 Konstruksi
a. Ditemukan Wire Rope yang berserakan pada konstruksi Gondola yang
berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.
b. Kurangnya ruangan penyimpanan baik untuk material maupun logistis
sehingga mengakibatkan banyak barang yang berserakan di beberapa
lokasi.
c. Ditemukan adanya Maintenance yang kurang tertata rapi di area Tangki
Air Bersih di atap, sehingga banyak barang – barang yang berserakan
yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.
3. K3 Listrik
a. Ditemukan sambungan kabel listrik terbuka pada beberapa tempat.
b. Ditemukan material yang kurang tepat pada kabel Tray yang
mengakibatkan terjadinya hubungan arus pendek.
c. Penempatan Isolator yang kurang sesuai pada beberapa lokasi.

Kelompok I Page 8
BAB III
ANALISA & REKOMENDASI
Analisa Potensi Dasar
No. Temuan Tempat/Lokasi Dokumentasi Saran / Rekomendasi
Bahaya Hukum
I. K3 Kebakaran

KepMenaker
Penggunaan Sprinkler yang
Jangan memasang aksesoris No : KEP-
Sprinkler yang disalahgunakan
Lantai apapun di Sprinkler dikarenakan 186/MEN/199
disalahgunakan menyebabkan
1 Basement ketika terjadi kebakaran, maka 9 Pasal 2
sebagai Sprinkler tidak
Didepan Lift Sprinkler tidak dapat Ayat 3 Dan
penempatan berfungsi dengan
menyemburkan air dengan UU No 1
Lampion. normal.
sempurna. Tahun 1970
2 Tidak adanya Seluruh Area Apabila terjadi PerMenaker
penomoran Perhotelan kerusakan akan Sebaiknya diberi penomoran yang No
pada Smoke membingungkan sesuai agar memudahkan petugas 04/MEN/1980
Detector dan petugas yang yang akan melakukan pemeriksaan. Pasal 4 Ayat
Heat Detector, memeriksa. 1 Dan UU No
sehingga 1 Tahun 1970
apabila terjadi
kerusakan akan

Kelompok I Page 9
susah untuk
diperiksa.

Penempatan
posisi Alat
Pemadam Api
Ringan (APAR)
Petugas akan PerMenaker
yang kurang Di Basement
kesulitan apabila No
sesuai Parkiran
memadamkan api APAR diletakkan di lokasi yang lebih 04/MEN/1980
3 sehingga akan Tepatnya Di
dikarenakan lokasi sesuai dan mudah dilihat. Pasal 4 Ayat
menyulitkan Belakang
APAR yang kurang 1 Dan UU No
petugas Generator
sesuai. 1 Tahun 1970
pemadam
apabila
memadamkan
api.

Kelompok I Page 10
KepMenaker
Tidak adanya
Terjadi kepanikan No: KEP –
peta jalur Perlu ditempatkan peta jalur
Di Beberapa antar pengunjung 186/MEN/199
evakuasi di evakuasi pada setiap ruangan agar
4 Ruangan yang tidak 9 Pasal 2 dan
beberapa tidak terjadi kepanikan antar
Meeting mengetahui arah UU No 1
ruangan pengunjung.
jalur evakuasi. Tahun 1970
meeting.
Pasal 14
5 Tidak terdapat Ruang Kontrol Apabila terjadi Perlu dipasang Alarm Smoke/Heat PerMenaker
Smoke/Heat Panel Lift, kebakaran maka Detector agar teknisi cepat tanggap No :
Detector pada Ruang LPG, dan teknisi akan lambat apabila terjadi kebakaran. PER/02/MEN/
ruang control Ruang Kontrol penangannya 1983 dan UU
panel Lift, LPG, Engineer dikarenakan tidak No 1 Tahun
dan Ruang mengetahui. 1970 Pasal 3
Kontrol
Engineer.

Kelompok I Page 11
Terdapat sisa Dapat
Karyawan dilarang merokok di
puntung rokok mengakibatkan
Ruang Kontrol tempat yang terdapat tanda UU No 1
6 pada ruangan Kebakaran akibat
Panel Lift larangan merokok, dihimbau agar Tahun 1970
dilarang kelalaian dari
merokok di ruangan khusus bagi
merokok Karyawan
para perokok.
Petugas pengecekan
Surat Edaran
Hanya Terdapat tidak dapat
Menaker
2 Manometer mengetahui tabung Memasang Manometer pada setiap
Ruang Nomor : SE
(Alat Pengukur LPG mana yang Tabung LPG guna mengetahui
7 Penyimpanan 01/MEN/DJP
Tekanan) pada sudah habis dan tekanan pada masing – masing
LPG PK/VIII/2010
total 7 Buah tidak dapat tabung LPG.
Dan UU No 1
Tabung LPG. mendeteksi adanya
Tahun 1970
kebocoran gas.

Kelompok I Page 12
II. K3 Konstruksi
Ditemukan Wire
Rope yang
PerMenaker
berserakan Karyawan atau
No PER
pada konstruksi Area Rooftop petugas dapat
Penataan Wire Rope dibuat lebih 01/MEN/1980
1 Gondola yang Hotel Luminor terpeleset akibat dari
rapi guna mencegah terjadinya Pasal 6 dan
berpotensi (Gondola) Wire Rope yang
kecelakaan. UU No 1
menimbulkan berserakan.
Tahun 1970
kecelakaan
kerja.
2 Kurangnya Beberapa Banyak barang yang Ditambahkan ruang penyimpanan PerMenaker
ruangan Lorong di Hotel berserakan di untuk bahan material dan logistic No PER
penyimpanan dan Basement beberapa lokasi agar tidak berserakan. 01/MEN/1980
baik untuk yang berpotensi Pasal 6 dan
material maupun mengambat UU No 1
logistik sehingga pekerjaan. Tahun 1970
mengakibatkan

Kelompok I Page 13
banyak barang
yang berserakan
di beberapa
lokasi.

Ditemukan
adanya
Maintenance
yang kurang
tertata rapi di
Banyak barang yang PerMenaker
area Tangki Air Area Rooftop
berserakan di No PER
Bersih di atap, Tepatnya di Penataan Barang - barang dibuat
beberapa lokasi 01/MEN/1980
3 sehingga Instalasi Pipa di lebih rapi guna mencegah terjadinya
yang berpotensi Pasal 6 dan
banyak barang – Water kecelakaan..
mengambat UU No 1
barang yang Reservoar
pekerjaan Tahun 1970
berserakan yang
berpotensi
menimbulkan
kecelakaan
kerja.
III. K3 Listrik

Kelompok I Page 14
Standar
Nasional
Indonesia
(SNI) No SNI

Ditemukan Terdapat resiko 04-0225-2000

sambungan tersengat listrik Tentang


Sebaiknya segera dilakukan
kabel listrik apabila sambungan Persyaratan
Lantai 15 Hotel perbaikan agar tidak terjadi arus
1 terbuka pada listrik dalam keadaan Umum PUIL
Luminor pendek pada kabel listrik yang
beberapa terbuka dan dapat 2000
terbuka.
tempat. terjadi arus pendek Dan
akibat korsleting. Permenaker
No. 12 Tahun
2015 Dan UU
No 1 Tahun
1970

Kelompok I Page 15
Standar
Nasional
Indonesia
Ditemukan
(SNI) No SNI
material yang
04-0225-2000
kurang tepat Kabel Tray yang
Tentang
pada kabel Tray digunakan akan Material yang digunakan sebagai
Persyaratan
yang Ruang Kontrol menjadi korslet dan penutup kabel Tray haruslah tahan
2 Umum PUIL
mengakibatkan Panel Lift menyebabkan dari benturan maupun pijakan agar
2000
terjadinya hubungan arus tidak ada hubungan arus pendek.
Dan
hubungan arus pendek
Permenaker
pendek.
No. 12 Tahun
2015 Dan UU
No 1 Tahun
1970
3 Penempatan Parkiran Mobil Dapat menyebabkan Dianjurkan untuk mengatur kembali Standar
Isolator yang Bagian Depan terjadinya Hubungan letak isolator agar tidak terjadi Nasional
kurang sesuai Arus Pendek akibat hubungan arus pendek. Indonesia
pada beberapa kesalahan (SNI) No SNI
lokasi penempatan isolator. 04-0225-2000
Tentang
Persyaratan
Kelompok I Page 16
Umum PUIL
2000 Dan
Permenaker
No. 12 Tahun
2015 Dan UU
No 1 Tahun
1970

Kelompok I Page 17
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
1. Hotel Luminor merupakan Hotel Berbintang 4 yang berlokasi di Jl. Raya
Jemursari No.206 208, Surabaya. Kegiatan Operasional hotel telah dimulai
sejak Bulan Juli Tahun 2015.
2. Saat ini, manajemen hotel belum memiliki Departemen khusus yang
menangani bidang K3, tidak terdapat adanya ahli K3 di hotel. akan tetapi
menurut data yang diperoleh, pihak Hotel telah menyediakan petugas hotel
yang mampu menangani bagian mekanikal dan elektrikal, serta
penanggulangan apabila terjadi kebakaran. Pihak hotel juga belum
menyediakan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan belum terbentuk
Panitia Pembina Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang seharunya
mempunyai tanggung jawab untuk memberikan ide serta masukan kepada
manajemen dalam bidang K3.
3. Ditemukan 13 temuan yang negatif dalam bidang K3 yang meliputi temuan
dibidang :
a. K3 Kebakaran : 7 Temuan
b. K3 Konstruksi : 3 Temuan
c. K3 Listrik : 3 Temuan

B. SARAN.
1. K3 Kebakaran
- Letak Posisi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) seperti CO 2, Foam/Busa,
Tepung Kimia, dll harusnya mudah dilihat, berada pada ketinggian sesuai
standar yaitu 1,2 m dari dasar tembok tetapi khusus untuk CO 2 dan Foam
boleh lebih pendek namun tidak kurang dari 15 cm.
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebaiknya diberi tanda.
- Sebaiknya peletakan LPG tidak digabung didekat dengan parkiran motor
dikarenakan resiko kebakaran tinggi yang disebabkan dari suhu panas
dan api dari rokok apabila salah satu penggguna motor merokok di area
parkir.

Kelompok I Page 18
- Dilakukan pemasangan Detektor Panas di ruang LPG.
- Dilakukan pemberian nomor/label disetiap Smoke/Heat Detector agar
mudah mengetahui apabila terjadi kebakaran.
- Dibentuk tim tanggap darurat apabila terjadi kebakaran.
- Sebaiknya dijadwalkan perawatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 04/MEN/1980.

2. K3 Listrik
- Dilakukan penataan instalasi listrik perlu diperhatikan dan dilakukan
perbaikan pada kabel listrik yang terbuka agar tidak terjadi arus pendek.
- Dilakukan penggantian material yang lebih baik pada kabel Tray supaya
tahan terhadap benturan maupun beban agar tidak terjadi hubungan arus
pendek.
- Dianjurkan untuk menata kembali letak dan posisi Kabel dan isolator agar
tidak terjadi arus pendek.

3. K3 Konstruksi
- Dilakukan penataan Wire Rope pada Unit Gondola supaya tidak
menimbulkan kecelakaan kerja.
- Ditambahkan ruang penyimpanan yang baru atau dibuatkan rak agar
Bahan Material maupun Logistik lebih tertata rapi.
- Apabila dilakukan Maintenance, hendaknya lebih rapi supaya tidak ada
komponen material yang berserakan.

WASSALAMUALAIKUM WR.WB

Kelompok I Page 19