Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH KIMIA TERAPAN

“HUBUNGAN ASAM, BASA, DAN GARAM PADA TEKNIK SIPIL”

Disusun Oleh :
Muhammad Aqwam Thariq Arifin (201921041)

KELAS B
JURUSAN S1 TEKNIK SIPIL
Mata Kuliah : Kimia Terapan
Dosen: Ibu Yulisya Zuriatni, S.Pd,,M.Pd

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
kemurahan hati-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Hubungan
Asam,Basa,dan Garam Pada Teknik Sipil.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Karena itu sangat
mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat memperdalam ilmu kata,
Khususnya tentang Hubungan Asam,Basa,dan Garam pada Teknik Sipil mata kuliah kimia
terapan.
Akhir kata, Kami ucapkan terima kasih

Cengkareng, 3 November 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN
JUDUL……………………………………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR……………………………………………………...………………. ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………..… iv
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………….….. 1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………..…..…… 1
1.2 Tujuan…………………………………………………………………………………….. 2
1.3 Rumusan Masalah………………………………………………………………..………. 2
BAB II PEMBAHASAN……………………………………...…………………………..... 3
2.1 Pengertian Asam,Basa,Garam dan Sifatnya……………………………..……………….. 3
2.2 Dampak Hujan Asam Terhadap Bangunan………………………………………………. 6
2.3 Pengaruh Asam,Basa,Garam Terhadap Kayu……………………………………………. 7
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………………...…….. 9
DAFTAR PUTAKA……………………………………………………………………...…. 9

iii
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Apa hubungannya kimia dengan teknik sipil? Banyak hubungannya dengan ilmu bahan
bangunan. misalnya: Penggunaan zat kimia untuk mempercepat proses pengeringan beton,
penggunaan bahan sintetik dalam dunia konstruksi, misalnya: lapisan waterproofing pada
beton, kadar keasaman pada air akan mempengaruhi kwalitas dari beton, jenis, kualitas dan
penggunaan cat pada kayu, beton ,besi, zat kimia untuk mengawetkan kayu.

Perhitungan konstruksi bangunan (teknik sipil) harus mempertimbangkan sifat


material yang akan digunakan (misalnya ketahanan terhadap pengaruh cuaca,air, waktu).
Material diproduksi dengan memanfaatkan proses kimia.Teknik sipil kan ngitung bahan
bangunan, milih bahan yang dipakai, kekuatannya, ngitung pondasi. Perlu tahu sifat kimia
dari bahan yang digunakan, daya tekan, kekerasan, dll
Asam itu berasal dari bahasa latin, yaitu denfan ktaacidus yang artinya masam. Asam
menurut Arrhenius adalah senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam
pelarut air. Kekuatan asam ditentukan oleh banyak-sedikitnya ion hidrogen yang
dihasilkan. Semakin banyak ion H+ yang dihasilkan, semakin kuat sifat asamnya.
Basa kalu menurut Arrhenius ialah senyawa yang terlarut dalam air yang sudah
menghasilkan ion hidroksida (OH). Semakin banyaknya jumlah ion OH yang dihasilkan,
maka semakin kuat lah sifat basanya. Basa juga dapat menetralisasikan asam (H+) dan
menghasilkan air (H20).

1
Garam ialah zat senyawa yang telah disusun oleh ion positif (anion) basa dan ion
negatif (kation) asam. Jika asam dan basa tepat habis bereaksi maka reaksinya disebut
reaksi penetralan (reaksi netralisasi).
Teori Asam dan basa Menurut Arrhenius Pada tahun 1884, Svante Arrhenius (1859-
1897) seorang ilmuwan Swedia yang memenangkan hadiah nobel atas karyanya di bidang
ionisasi, memperkenalkan pemikiran tentang senyawa yang terpisah atau terurai menjadi
bagian ion-ion dalam larutan. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan
aqua (air) tergantung pada konsentrai ion-ion hidrogen di dalamnya.
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepakan ion H+, sedangkan
basa adalah zat yang dalam air melepaskan ion OH–. Jadi pembawa sifat asam adalah ion
H+, sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH–. Asam Arrhenius dirumuskan sebagai
HxZ, yang dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut.
HxZ ⎯⎯→ x H+ + Zx–
Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh 1 molekul asam disebut valensi asam,
sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepaskan ion H+ disebut ion sisa
asam.

1.2 TUJUAN
1. Untuk memahami tentang hubungan asam,basa,dan garam pada bidang teknik sipil.
2. Untuk menambah pengetahuan tentang pengaruh-pengaruh asam,basa,dan garam
terhadap sebuah bangunan.
3. Untuk mencegah kerusakan sebuah bangunan yang disebabkan oleh pengaruh
asam,basa,dan garam.

1.3 RUMUSAN MASALAH


1. Seperti apakah sifat asam,basa,garam dan apakah penertian dari asam,basa,garam?
2. Bagaimanakah dampak hujam asam terhadap bangunan?
3. Bagaimanakah pengaruh asam,basa dan garam terhadap kayu?

2
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Asam,Basa,Garam dan Sifatnya


A) Asam
Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman,
misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air
akan melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga
rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Ion adalah atom atau sekelompok atom
yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah
ion yang bermuatan listrik negatif.
Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam,
marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam
besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (II) klorida (FeCl2).
Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan
asam anorganik. Asam organik umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di
alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah,
maka asam-asam anorganik banyak digunakan di berbagai kebutuhan manusia.
Beberapa Sifat Asam
Suatu zat dapat dikatakan asam apabila zat tersebut memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a. Memiliki rasa asam/masam/kecut jika dikecap.
b. Menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
c. Memiliki pH kurang dari 7 (pH < 7).
d. Bersifat korosif, artinya dapat menyebabkan karat pada logam.
e. Jika diuji dengan kertas lakmus, mengakibatkan perubahan warna sebagai berikut.
• Lakmus biru -> berubah menjadi warna merah.
• Lakmus merah -> tetap berwarna merah.
f. Menghantarkan arus listrik.
g. Bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen.

3
B) Basa
Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa
produk rumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid) dan sabun serta deterjen
mengandung basa. Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat
melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya
mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama
basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.
Beberapa sifat basa
Suatu zat dapat dikatakan basa jika zat tersebut punya sifat sebagai berikut.
a. Rasanya itu Pahit dan terasa licin pada kulit.
b. Apabila dilarutkan dalam air zat tersebut akan akan menghasilkan ion OH”.
c. Memiliki pH di atas 7 (pH > 7).
d. Bersifat elektrolit.
e. Jika diuji menggunakan kertas lakmus akan memberikan hasil sebagai berikut.
• Lakmus merah -> berubah warnanya menjadi biru.
• Lakmus biru -> tetap berwarna biru
f. Menetralkan sifat asam.

4
C) Garam
Orang mengalami sakit perut disebabkan asam lambung yang meningkat. Untuk
menetralkan asam lambung (HCl) digunakan antacid. Antacid mengandung basa yang dapat
menetralkan kelebihan asam lambung (HCl). Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan,
seperti asam dan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila larutan asam direaksikan
dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH- dari basa
membentuk molekul air.
H+ (aq) + OH- (aq) —> H2O (ℓ)
Asam Basa Air
Karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan. Ion-
ion ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang
terbentuk ini mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi
jika garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung membentuk suatu
endapan. Jadi, reaksi asam dengan basa disebut juga reaksi penggaraman karena membentuk
senyawa garam.
Mari kita simak contoh reaksi pembentukan garam berikut!
Asam + Basa —> Garam + Air
Asam klorida + Natrium hidroksida —> Natrium klorida + air
HCl (aq) + Na OH (aq) —> Na Cl (aq) + H2O (ℓ)
Asam Basa Garam Air
Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan, tetapi hasil reaksi (garam)
tidak selalu bersifat netral. Sifat asam basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam
dan basa penyusunnya. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral, disebut
garam normal, contohnya NaCl dan KNO3. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya adalah NH4 Cl. Garam yang berasal dari
asam lemah dan basa kuat bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah
CH3COONa.
Contoh asam kuat adalah HCl, HNO3, H2SO4. Adapun KOH, NaOH,Ca(OH)2 termasuk basa
kuat.
Berikut ini adalah karakteristik dari garam.
1. Memiliki titik lebur yang tinggi.
2. Merupakan senyawa ionik dengan ikatan kuat.
3. Dalam bentuk leburan atau larutan dapat menghantarkan listrik.
4. Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral. Sifat ini tergantung dari jenis
asam/basa kuat pembentuknya.

5
2.2 Dampak Hujan Asam Terhadap Bangunan
Bangunan berupa gedung hingga rumah bisa terkena dampak hujan asam. Hal ini
disebabkan asam yang terkandung dalam hujan bersifat korosif dan merusak benda-benda di
lingkungan kita. Kontraktor rumah juga perlu memiliki banyak akal supaya rumah yang mereka
bangun tidak mudah rusak akibat hujan asam.
Inilah dampak hujan asam terhadap bangunan :
1. Dinding mudah retak.
Kita sering menjumpai dinding yang retak pada rumah maupun gedung. Selain
pengadukan konvensional, hujan asam juga mempercepat keretakan dinding. Keretakan
dinding dibagi menjadi dua: retak struktur dan retak rambut. Retak struktur berbentuk
horizontal sedangkan retak rambut berupa garis-garis tipis yang membentuk banyak retakan.
Air hujan yang menembus dinding dapat merusak struktur dinding, berkembangnya jamur, dan
merusak cat.
2. Pengelupasan cat.
Pengelupasan cat terjadi pada lapisan cat yang telah lama dilakukan. Cat bersifat makin
lama maka akan semakin keras, sehingga tidak bisa mengikuti pergerakan dinding. Kualitas
cat akan mempengaruhi cepatnya pengelupasan cat. Begitu pula asam yang terkandung pada
air hujan, akan menimbulkan noda pada dinding.
3. Merusak marmer dan batuan pada dinding.
Hujan asam dapat merusak batu pada dinding karena mengandung kalsium karbonat,
meninggalkan Kristal pada batuan ketika menguap. Kristal inilah yang membuat batuan dan
marmer akan ringkih jika tidak diberi perlindungan yang tepat. Dikhawatirkan marmer akan
cepat rusak, sementara batuan pada dinding mengurangi kokohnya bangunan.
Hujan asam telah menjadi masalah bagi kontraktor Jakarta karena tingginya polusi udara.
Hujan yang terjadi bukan lagi hujan alami, melainkan air dengan campuran polusi udara. Selain
merusak dinding, pengelupasan cat, dan batuan, hujan asam juga mempercepat usia logam serta
beton pada dinding. Dikhawatirkan bangunan yang tidak kokoh akan mudah retak hingga
roboh. Bila tidak segera dicari solusinya, masalah ini akan menjadi semakin serius.

6
2.3 Pengaruh Asam,Basa,dan Garam Terhadap Kayu
A) Alkali/Basa Penyebab Kerusakan Kayu Akibat Faktor Kimia
Kayu lebih tahan mendapat perlakuan alkali/basa meskipun zat hidrat arang (terdiri dari
pentosan dan heksosa) larut di dalamnya. Selain itu, perlakuan basa dapat menimbulkan
penyabunan terhadap damar. Pada perlakuan basa berkonsentrasi tinggi dengan suhu kamar,
sebagian kecil lignin dari kayu dapat larut. Dalam keadaan suhu dan tekanan tinggi, seluruh
lignin dapat dilarutkan.
Besarnya pengaruh perlakuan basaterhadap kayu berbanding terbalik dengan volume
kayu. Pengaruh akan semakin besar bila kayunya semakin kecil. Begitu pula sebaliknya. Pada
kayu yang berukuran besar, pengaruh perlakuan basa relatif kecil karena hanya terjadi di
permukaan. Hal iini disebabkan oleh pengembangan serabut kayu mencegah masuknya alkali
lebih dalam lagi.
Pengembangan serabut kayu ini sudah dapat terjadi pada larutan alkali dengan
konsentrasi keci I (1 o/o-5o/o). Konsentrasi alkali yang tinggi (pH > 1 1 ) dapat menurunkan
kekuatan kayu. Alkali dengan pH 7-11 tidak menyebabkan kerusakan yang berarti, bahkan
melindungi kayu dari serangan jamur.
Karena larutan alkali konsentrasi rendah ini banyak digunakan (dalamperusahaan tekstil,
binatu, pertanian, dan sebagainya), alternatif kayu lebih dipilih daripada besi dan beton yang
akan mengalami korosi dalam larutan alkali ini.

B) Asam Kerusakan Kayu Akibat Faktor Kimia


Dibandingkan dengan besi atau beton yang sudah mulai rusak pada pH 5, kerusakan yang
berarti pada kayu baru terjadi pada pH 2 atau di bawahnya. Hal ini disebabkan ekstrak air dari
kayu yang segar sebenarnya sudah berada pada keadaan asam dengan Ph 3,3-6,5. Oleh karena
itu, tidak perlu khawatir terjadi korosipada kayu’dengan pH 2-7. Asam-asam organik pun,
meskipun konsentrasinya tinggi, tidak mempunyai pengaruh yang berarti pada kayu.
Asam akan menurunkan kekuatan kayu jika konsentrasi dan suhunya dinaikkan. Juga bila
waktu perlakuan asam ini diperbesar (lebih lama). Serangan asam terhadap kayu dimulai
dengan perombakan polyosa kayu menjadi fulfurol, asam semut, asam cuka, dan lain-lain.
Pada konsentrasi asam yang tinggi, selulosa berubah menjadi hidroseluloso. Bila pada
keadaan ini ditambahkan perlakuan panas, pengaruhnya akan bertambah besar. Bila juga
ditambahkan asam-asam mineral dalam keadaan dimasak-panas, selulosa yang dirombak
menjadi hidroseluloso akan berubah semuanya menjadi gula.
Asam sendawa 5% dalam keadaan dingin tidak berpengaruh pada beberapa jenis kayu,
tetapi pada konsentrasi dan suhu tinggi, semua jenis kayu dirusaknya. Kayu jati tahan terhadap
5% asam garam dingin. Pada konsentrasi tinggi, kayu perlu dilapisi dengan karet, aspal, atau
damar buatan karena akan menyebabkan berkembangnya kayu (meskipun dalam keadaan
dingin) dan larutnya zat hidrat arang, sedangkan lignin tertinggal.
7
Gas asam garam diisap oleh kayu dengan sangat cepat sehingga kayu berubah menjadi
kecokelat-cokelatan dan kemudian hijau kehitam-hitaman. Sifat ini dapat dipakai untuk
mengambil gas asam garam dari campuran gas lain-nya. Kayu jati masih tahan terhadap asam
belerang dingin dengan konsentrasi sampai 10%. pada konsentrasi 40% terjadi perombakan
hidrolisis secara hebat. Asam belerang dengan konsetrasi 96% menyebabkan kayu menjadi
arang, seperti terjadi pada bahan organik lainnya.
Ada pendapat bahwa jika di-impregnir (dilapisi) dengan parafin, kayu itu menjadi tahan
terhadap asam. Asam cuka 50% dan 80% tidak menyebabkan penurunan kekuatan yang berarti.
Penelitian menunjukkan bahwa penurunAn kekuatan sebesar 30% jika dibandingkan dengan
kayu kering semata-mata disebabkan pengembangan. Oleh karena itu, bejana dan pipa kayu
dapat dipakai pada pabrik asam cuka.

C) Garam Penyebab Kerusakan Kayu Akibat Faktor Kimia


Keawetan kayu praktis tidak dipengaruhi oleh garam yang asam atau basa lebih ditentukan
oleh nilai pH larutan tersebut. Larutan garam higroskopis yang pekat akan mengisap air dalam
kayu sehingga menimbulkan penyusut an. Bejana atau pipa yang terkena larutan garam ini akan
menjadi bocor. Kayu juga akan mengalami kerusakan akibat asam yang ditimbulkan oleh
garam-garam yang mengalami penguraian di atas suhu 100’C. Garam tersebut mudah
dipengaruhi hidrolisahidrolisa, misalnya garam besi, seng, aluminium, dan chrom.
Larutan garam kalsium umumnya tidak berbahaya un- tuk kayu. Meskipun demikian,
pernah dijumpai kayu yang terdapat pada mesin cuci yang selalu terkena sabun kalsium,
ternyata menunjukkan gejala penurunan kadar lignin dan selulosa.
Garam natrium, terutama garam dapur, juga tidak merusak kayu. Garam notrium yang
merusak kayu di antaranya adalah larutan sulfid natrium, terutama pada kayu berdaun lebar.
Akantetapi, ternyata kayu sangat tahan terhadap air laut. Umumnya kerusakan terjadi karena
kayu tidak tahan terhadap serangan binatang laut (penggerek atau yang lain) sehingga perlu
diberi bahan pengawet.

8
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
Pada saat kita membangun atau merancang sebuah bangunan kita perlu memperhatikan
tingkat resiko datau dampak dari faktor asam,basa,dan garam karena hal tersebut dapat
berdampak pada sebuah bangunan. Dampak dari asam,basa,dan garam dapat berupa positif
maupun negatif. Tergantung dari bahan atau karakteristik benda itu sendiri. Kita sebagai
seorang Teknik Sipil harus tau betul dampak-dampak yang akan terjadi dari sebuah benda
tersebut dan kita juga harus bias menanggulanginya ataupun mencegah kerusakannya pada
sebuah bangunan.

SARAN
Sebaiknya sebelum membangun sebuah bangunan kita harus mengetahui faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi kerusakan pada sebuah bangunan, Dan harus tepat saat pemilihan
material yang akan dipakai karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap kekuatan sebuah
bangunan.

DAFTAR PUSTAKA

https://unitedscience.wordpress.com/ipa-1/bab-2-asam-basa-dan-garam/
https://wahanacipta.co.id/2019/08/27/waspadai-hujan-asam-inilah-dampaknya-pada-
bangunan-anda/
https://www.builder.id/kerusakan-kayu/
https://www.gurupendidikan.co.id/asam-basa-dan-garam/
http://mridwan12.blogspot.com/2015/10/kimia-dasar-kimia-dari-bahasaarab.html