Anda di halaman 1dari 41

PANDUAN STANDARD MINIMAL OPERASI MEDIS/KESEHATAN

DIVISI TANGGAP DARURAT, REHABILITASI, REKONSTRUKSI


LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

BAB I
DEFINISI
1.1. Definisi
Upaya penanggulangan krisis akibat bencana merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai sejak
waktu sebelum terjadinya bencana yang dilakukan melakukan kegiatan pencegaan, mitigasi, dan
kesiapsiagaan. Kegiatan yang dilakukan pada saaat terjadinya bencana berupa kegiatan tanggap
darurat dan selanjutnya pada saat setelah terjadinya bencana berupa kegiatan
pemulihan/rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk itu penanggulangan krisis akibat bencana harus
mempunyai suatu pemahaman permasalah dan penyelesaian secara komprehensif, serta
terkoordinasi secara lintas program maupun lintas sektor1.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019, pelayanan
kesehatan dalam krisis kesehatan sesuai standar adalah layanan minimal untuk memenuhi
kebutuhan kesehatan dasar penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan/ atau
penduduk yang tinggal di wilayah berpotensi bencana yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan2.Pelayanan kesehatan pada saat bencana merupakan faktor yang sangat penting untuk
mencegah terjadinya kematian, kecacatan dan kejadian penyakit, karena bencana merupakan
suatau kejadian yang tidak diinginkan dan biasanya terjadi secara mendadak serta disertai jatuhnya
korban. Keadaan ini bila tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat menghambat, mengganggu,
serta menimbulkan kerugian bagi kehidupan masyarakat1.
Salah satu kendala yang sering dijumpai dalam upaya penanggulangan krisis akibat bencana
adalah kurangnya SDM (sumber daya manusia) kesehatan yang dapat difungsikan dalam
penanggulangan krisis akibat bencana yang terjadi. Kekurangan tenaga tersebut dapat disebabkan
oleh beberapa hal, antara lain keadaan tenaga sebelum bencana yang memang sudah terbatas baik
dari segi jumlah dan jenisnya atau adanya tenaga kesehatan yang menjadi korban pada saat terjadi
bencana1.
Mengingat beberapa kendala diatas, dibutuhkan tim pendukung atau tim asistensi pada saat
respon darurat, masa transisi, rehabilitasi, bahkan rekonstruksi, sesuai dengan dengan kebutuhan
wilayah dan atau daerah terdampak bencana. Selain itu, Muhammadiyah mengembangkan konsep
One Muhammadiyah One Response sebagai gerakan bersama seluruh komponen Muhammadiyah
yang terdiri dari Lembaga, Majelis, Organisasi Otonom (ortom), dan warga Muhammadiyah dalam
penanganan darurat bencana dalam rangka memperkuat respon Muhammdiyah secara
komprehensif, menyeluruh, terkoordinir, serta lintas lembaga/majelis/ortom3. Sebagai salah satu
bentuk perkuatan penanganan darurat yang selaras dengan konsep One Muhammadiyah One
Response ini adalah dibentuknya tim asistensi yang merupakan tim khusus dari MDMC PP
Muhammadiyah untuk mendukung, memfasilitasi, memperkuat manajemen darurat wilayah dan
atau daerah dalam menangani suatu bencana.

1.2. Tujuan
1. Untuk memberikan panduan baku bagi seluruh tim respon darurat dalam melaksanakan
perannya yang mendukung pelaksanaan operasi medis/ kesehatan saat darurat, transisi,
rehabilitasi, hingga rekonstruksi
2. Untuk meningkatkan masa persiapan bagi tim medis/ kesehatan MDMC PP Muhammadiyah
sehingga respon time menjadi lebih cepat
3. Sebagai acuan bagi tim medis/ kesehatan bencana di RSM/A dalam meningkatkan kapasitas di
bidang medis bencana
BAB II
RUANG LINGKUP

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Taun 20192, mekanisme
pelaksanaan pelayanan kesehatan saat tanggap darurat krisis kesehatan ditujukan untuk merespon
seluruh kondisi kedaruratan secara cepat dan tepat, guna menyelamatkan nyawa, mencegah kecacatan
lebih lanjut dan mengurangi angka kesakitan dengan memperhatikan kepentingan kelompok rentan,
yang meliputi:
1. Mendapatkan layanan medis dasar dan layanan rujukan bila diperlukan
2. Mendapatkan layanan pencegahan penyakit menular dan penyehatan lingkungan
3. Mendapatkan layanan gizi darurat
4. Mendapatkan layanan kesehatan reproduksi darurat
5. Mendapat layanan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial
6. Mendapatkan penyuluhan kesehatan
Dalam setiap bencana, penting untuk mengetahui tingkat gangguan yang terjadi pada layanan
kesehatan serta gap yang terjadi antara kebutuhan dengan sumber daya yang ada. Untuk itu kaji cepat
kesehatan menjadi sangat penting untuk mengetahui 2 hal tersebut sekaligus sebagai dasar menetapkan
rencana operasi medis darurat yang akan dijalankan. Tingkat validitas dan kecepatan responder dalam
mendapat 2 data tersebut juga sangat menentukan kecepatan responder dalam merespon kebutuhan di
lapangan.
Menurut Standar Nasional Indonesia, persyaratan bagi penyedia layanan kesehatan harus4 :
1. Memberi setiap orang akses setara pada layanan kesehatan yang tepat, aman, dan bermutu yang
terstandardisasi dan mengikuti protocol dan panduan yang tersedia
2. Memastikan agar layanan kesehatan diberikan oleh angkatan kerja yang terlatih dan kompeten dan
mempunyai gabungan pengetahuan dan keterampilan yang memenuhi kebutuhan kesehatan
penduduk
3. Memberi orang akses pada pasokan obat utama dan alat kesehatan
4. Memberikan akses layanan kesehatan gratis pada saat bencana bagi penduduk terdampak
5. Merancang dan memberikan pelayanan kesehatan berdasarkan pengumpulan, analisis, interpretasi,
dan penggunaan data kesehatan masyarakat yang sesuai
6. Memberi orang akses layanan kesehatan yang terkoordinasi antar lembaga dan sector untuk
mencapai dampak tindakan umum
7. Memberi orang akses pada layanan kesehatan yang diprioritaskan untuk menangani penyebab
utama kematian dan kesakitan yang berlebihan
8. Memberi orang akses terhadap informasi dan layanan yang dirancang untuk mencegah penyakit
menular yang berkontribusi terhadap kesakitan dan kematian berlebihan
9. Memberi orang akses diagnosis dan pengobatan yang tepat terhadap penyakit-penyakit infeksi yang
mencegah kesakitan dan kematian yang berlebihan secara bermakna
10. Mendeteksi, menyelidiki, dan mengendalikan kejadian luar biasa yang ada dengan cara dan waktu
yang tepat
11. Memberikan kekebalan terhadap campak dan akses layanan program imunisasi dalam situasi yang
distabilkan pada semua anak berusia 6 bulan sampai 15 tahun
12. Memberi anak akses pada layanan kesehatan prioritas yang dirancang untuk menangani penyebab
utama kesakitan dan kematian anak baru lahir
13. Member setiap orang akses layanan kesehatan reproduktif prioritas – Paket Layanan Awal Mininum
(Minimum Initial Service Package/MISP) pada saat kejadian kedaruratan dan layanan kesehatan
reproduktif menyeluruh pada saat situasi stabil
14. Memberi setiap orang akses terhadap perangkat minimum pencegahan, pengobatan, perawatan,
dan layanan pendukung HIV selama masa darurat
15. Memberi setiap orang akses perawatan cedera yang tepat selama bencana untuk mencegah
kesakitan, kematian, dan kecacatan
16. Memberi setiap orang akses pada layanan kesehatan yang mencegah dan mengurangi masalah
kesehatan jiwa dan gangguan fungsi terkait
17. Memberi setiap orang akses penanganan dasar untuk mengurangi kesakitan dan kemaian berkaitan
dengan komplikasi akut atau memburuknya kondisi penyakit kronis
7.
Berdasarkan data-data yang ada, dalam 5 tahun terakhir operasi medis dijalankan pada fase respon
darurat, transisi darurat, dan rehabilitasi. Jenis-jenis layanan yang diberikan pun bervariasi mulai dari
layanan kesehatan dasar, layanan kesehatan rujukan, layanan kesehatan lingkungan, serta perkuatan
kepada sector lain berdasarkan data-data medis yang ada di lapangan. Durasi dan jenis layanan
medis/kesehatan ini tentunya bervariasi, tergantung skala bencana, tingkat gangguan layanan kesehatan
di area terdampak, serta kesenjangan antara kebutuhan kesehatan dengan sumber daya lokal yang ada.
Hal-hal yang harus dipahami dalam melakukan respon medis/kesehatan yang optimal adalah :
1. Kaji cepat kesehatan
2. Analisa data kaji cepat kesehatan
3. Penetapan rencana operasi medis/kesehatan
4. Penetapan kebutuhan sumber daya medis/kesehatan
5. Koordinasi dan komunikasi dalam struktur tanggap darurat
6. Koordinasi dan komunikasi lintas sector/ majelis/ lembaga baik di internal Muhammadiyah,
pemerintah, maupun stakeholder yang lain
7. Mobilisasi sumber daya
8. Penempaatan sumber daya
9. Pengaturan jadwal sumber daya
10. Analisa data respon medis/kesehatan dan rekomendasi yang menyangkut sektor lain
Adapun tim medis/ kesehatan yang dapat diturunkan ke lokasi bencana terbagi dalam :
1. Tim medis advance
a. Pre hospital
i. Jumlah tim yang dibutuhkan : 2 tim
ii. Komposisi per tim yang direkomendasikan
- 1 dokter umum
- 3 perawat
- 1 tenaga umum (sebagai admin tim dan logistik medis)
iii. Tugas
- Membantu tim asisensi (jika ada) dan atau koordinator sector medis di lapangan
(jika sudah ada) dan atau ketua pos koordinasi di lapangan dalam melakukan kaji
cepat kesehatan
- Melakukan layanan kesehatan mobile sesuai titik yang ditetapkan oleh koordinator
sekotr medis di lapangan
- Melakukan layanan kesehatan menetap (jika sudah ada)
- Melakukan layanan kesehatan jika ada permintaan dari Klaster Kesehatan dengan
persetujuan dari koordinator sector medis dan ketua pos koordinasi di lapangan
iv. Masa tugas : 14 hari (12 hari efektif, 2 hari di perjalanan)
b. Hospital
i. Jumlah tim yang dibutuhkan : 1 tim
ii. Komposisi tim yang direkomendasikan
- 2 Dokter Spesialis Orthopedi, atau
- 1 Dokter Spesialis Orthopedi dan 1 Dokter Spesialis Bedah
- 1 Dokter Spesialis Anestesi
- 1 Dokter Umum
- 2 perawat bedah
- 1 tenaga umum (sebagai admin tim dan logistik medis)
iii. Tim ini sifatnya pilihan, tidak harus ada, menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan
iv. Tugas
- Melakukan kajian gangguan fungsi di rumah sakit
- Melakukan kajian kebutuhan medis di rumah sakit tersebut, baik secara tenaga,
alat, obat, maupun sarana prasarana pendukung yang lain
- Melakukan layanan medis di rumah sakit sebagai upaya live saving dan limb saving
v. Masa tugas : 7 hari (7 hari efektif di lapangan, tidak termasuk waktu
perjalanan)
2. Tim medis kedaruratan dan bencana tipe 1 mobile
3. Tim medis kedaruratan dan bencana tipe 1 tetap
BAB III
TATA LAKSANA

3.1 Kaji Cepat Medis/ Kesehatan


Kaji cepat Tanggap Darurat Bencana adalah kaji cepat yang dilakukan selama fase tanggap
darurat bencana. Pelaksanaan Kaji cepat merupakan bagian integral dari tugas pokok Tim Asistensi
Tanggap Darurat dan atau koordinator lapangan. Sedangkan untuk medis, kaji cepat kesehatan
dapat dijalankan oleh tim yang memberikan layanan kesehatan di masa awal respon darurat dan
atau koordinator sektor medis di lapangan (format kaji cepat kesehatan dasar dan format kaji cepat
kesehatan lingkungan dapat dilihat di lampiran 1 dan lampiran 2).
Tim yang melakukan kaji cepat kesehatan bertugas dan bertanggungjawab :
1. Melakukan kaji cepat kesehatan dan lingkungan
2. Melaporkan hasil kaji cepat kesehatan dasar dan lingkungan kepada koordinator sector medis di
lapangan, dilanjutkan kepada ketua pos koordinasi lapangan, dilanjutkan kepada struktur
tanggap darurat nasional/wilayah
3. Bekerjasama dengan unit lain dalam tim tanggap darurat dalam melaksanakan tugas dan
tanggungjawabnya
4. Mencari dan berkomunikasi dengan Pimpinan Wilayah, Daerah, Cabang dan Ranting sesuai
dengan jenis dan lokasi bencana yang terjadi untuk mendukung tugas kaji cepat dan
penanganan tanggap darurat bencana
Tahap pelaksanaan kaji cepat kesehatan
1. Menyusun perencanaan kegiatan kaji cepat
2. Mengumpulkan data primer dan atau sekunder
3. Membuat pemetaan lokasi kejadian bencana dan peta camp pengungsian
4. Membuat kajian dan analisis kondisi lokasi bencana secara tepat dan cepat
5. Menetukan titik lokasi pendampingan dan menentukan jenis bantuan yang akan diberikan
6. Melaporkan hasil kaji cepat kepada koordinator sector medis/ kesehatan di lapangan
7. Mempersiapkan kaji cepat berikutnya jika diperlukan
Kaji cepat kesehatan ini dilakukan pada hari pertama dan kedua penugasan di lokasi terdampak.
Pelaporan kepada Komandan Tanggap Darurat Nasional dan Koordinator Sektor Medis (Nasional)
selambat-lambatnya 48 jam setelah masa penugasan.
3.2 Penyusunan rencana operasi medis/ kesehatan
3.2.1 Tanggap Darurat
Kebutuhan utama operasi medis/ kesehatan pada masa respon darurat adalah pemenuhan
kesenjangan layanan kesehatan yang muncul akibat bencana yang terjadi. Tingkat kebutuhan
ini dapat bervariasi tergantung jenis bencana yang terjadi, tingkat kerusakan yang
ditimbulkan, luasan area terdampak, serta jumlah penyintas terdampak. Di masa akut (1
minggu pertama pasca terjadinya bencana), sangat dimungkinkan layanan kesehatan
setempat belum mampu memberikan layanan kesehatan mandiri kepada para penyintas,
sehingga diperlukan bantuan segera dari tim medis terdekat. Di masa akut ini, tujuan utama
layanan kesehatan adalah penyelamatan hidup dan penyelamatan anggota gerak untuk
meminimalkan bertambahnya korban jiwa dan tingkat kecacatan dari para penyintas dengan
koordinasi bersama pimpinan wilayah Muhammadiyah setempat dan klaster kesehatan.
Jika layanan kesehatan dasar sudah berjalan, maka rencana operasi medis dapat diperluas ke
dalam layanan lain seperti misalnya penyusunan sistem rujukan dari pos layanan kesehatan
(baik yang menetap maupun yang mobile), penyusunan sistem informasi kesehatan darurat,
surveillance darurat, layanan kesehatan reproduksi, layanan kesehatan lingkungan, serta
layanan lain yang dibutuhkan sesuai dengan hasil kajian. Kerjasama lintar sector terkait
dengan data-data kesehatan di masa darurat juga perlu mulai didorong dan digalakkan.
Tahapan operasi medis di masa akut respon darurat sebagai berikut :
1) Hari pertama, koordinasi internal muhammadiyah
➢ Mengikuti koordinasi dengan MDMC setempat
➢ Mengikuti koordinasi Pimpinan Muhammadiyah terdampak untuk pembentukan pos
koordinasi dan pos pelayanan
➢ Melakukan orientasi lokasi kejadian
➢ Berkontribusi aktif dalam penulisan laporan tertulis yang ditujukan ke grup respon
MDMC (format sesuai Pedoman PDB MDMC PP Muhammadiyah)
➢ Menetapkan titik layanan kesehatan bagi tim layanan medis (tim advance)
2) Hari kedua, koordinasi dengan Pemerintah
➢ Mengikuti koordinasi dengan pemerintah setempat (posko induk/BPBD) bersama
dengan MDMC atau Pimpinan Muhammadiyah setempat
➢ Melakukan koordinasi dengan kluster kesehatan (materi koordinasi terlampir di
lampiran 3)
➢ Melakukan kajian lapangan
• Kajian dampak bencana (kaji cepat kesehatan dasar (lampiran 1) dan kaji cepat
kesehatan lingkungan (lampiran 2))
• Kajian pendirian pos pelayanan
➢ Mengikuti briefing di Pos Koordinasi (materi briefing sektor medis sesuai lampiran 4)
➢ Menyusun laporan harian tertulis
➢ Tim layanan medis/ kesehatan (tim advance) melakukan layanan kesehatan mobile
sesuai titik yang ditetapkan (format layanan terlampir di lampiran 5, 6, dan 7)
3) Hari ketiga, membuat perencanaan tertulis
➢ Menentukan perlu tidaknya layanan kesehatan darurat baik yang menetap maupun
yang mobile sesuai dengan hasil kaji cepat
➢ Melakukan kajian lokasi pos layanan kesehatan baik yang mobile maupun menetap
(layanan mobile dilakukan sesuai kebutuhan dan atau sampai dengan layanan
kesehatan menetap dibentuk)
➢ Menyiapkan data dan informasi
➢ Menentukan kebutuhan dan anggaran
➢ Mengirimkan perencanaan respon beserta anggaran yang dibutuhkan
➢ Mengikuti rapat di posko induk
➢ Mengikuti briefing harian (materi briefing sector medis sesuai lampiran 4)
➢ Laporan harian tertulis dan bahan infografis
➢ Menyusun detail implementasi program (DIP) (format DIP sektor medis/ kesehatan
terlampir dalam lampiran 8)
➢ Tim layanan medis/ kesehatan (tim advance) melakukan layanan kesehatan mobile
sesuai titik yang ditetapkan (format layanan terlampir di lampiran 5, 6, dan 7)
➢ Mengikuti koordinasi harian dengan klaster kesehatan (materi koordinasi harian
terlampir di lampiran 9)
4) Hari keempat,
➢ Memastikan lokasi pos layanan medis/kesehatan menetap (jika dibutuhkan sesuai
hasil kajian)
➢ Mendirikan pos layanan medis/ kesehatan menetap (jika dibutuhkan, sesuai dengan
hasil kajian)
➢ Memastikan pos layanan medis/ kesehatan menetap berjalan (jika dibutuhkan,
sesuai dengan hasil kajian)
➢ Memastikan ketersediaan sumber daya dan peralatan
➢ Tim layanan medis/ kesehatan melakukan layanan kesehatan di pos layanan (jika
sudah ada) dan atau mobile sesuai titik yang ditetapkan (format layanan terlampir
dalam lampiran 5, 6, dan 7)
➢ Mengikuti rapat di posko induk
➢ Mengikuti briefing harian di pos koordinasi (materi briefing sektor medis sesuai
lampiran 4)
➢ Membuat laporan harian tertulis dan bahan infografis
➢ Mengikuti koordinasi harian dengan klaster kesehatan (materi koordinasi harian
terlampir di lampiran 9)
5) Hari kelima
➢ Mengikuti koordinasi pimpinan memutuskan hasil perencanaan (pendirian pos
pelayanan, layanan sektor, ketersediaan sumber daya manusia dan peralatan, masa
operasi PDB, serta ketersediaan barang bantuan)
➢ Terlibat aktif dalam manajemen pos koordinasi bersama dengan MDMC/ketua pos
koordinasi
➢ Mengikuti rapat di pos koordinasi
➢ Mengikuti briefing harian di pos koordinasi (materi briefing sector medis sesuai
lampiran 4)
➢ Melakukan briefing harian kepada tim layanan medis (jika memungkinkan)
➢ Tim layanan medis/ kesehatan melakukan layanan kesehatan di pos layanan (jika
sudah ada) dan atau mobile sesuai titik yang ditetapkan (format layanan terlampir
dalam lampiran 5, 6, dan 7)
➢ Membuat laporan harian tertulis dan bahan infografis
➢ Mengikuti koordinasi harian dengan klaster kesehatan (materi koordinasi harian
terlampir di lampiran 9)
6) Hari keenam
➢ Pengendalian pos koordinasi bersama MDMC dan ketua pos koordinasi.
➢ Mengikuti bimbingan teknis (Sektor, Datin, Report)
➢ Mengikuti rapat posko induk
➢ Mengikuti briefing Harian di pos koordinasi (materi briefing sector medis sesuai
lampiran 4)
➢ Menyusun laporan harian tertulis ( FORMAT 5 W) dan bahan infografis
➢ Mengikuti koordinasi harian dengan klaster kesehatan (materi koordinasi harian
terlampir di lampiran 9)
7) Hari ketujuh
➢ Mengikuti evaluasi
➢ Mengikuti rapat posko induk
➢ Mengikuti briefing harian di pos koordinasi (materi briefing sector medis sesuai
lampiran 4)
➢ Menyusun laporan naratif dan bahan infografis
➢ Mengikuti koordinasi harian dengan klaster kesehatan (materi koordinasi harian
terlampir di lampiran 9)

3.2.2 Transisi Darurat


Pada fase transisi darurat, hal-hal yang dilakukan yaitu:
- Melakukan kajian kesenjangan layanan kesehatan
- Persiapan pengakhiran layanan kesehatan dasar dan lanjutan (dapat diperpanjang sesuai
hasil kajian)
- Mendorong aktivasi AUMKES (jika ada) dan atau Puskesmas agar mampu melakukan
layanan kesehatan secara mandiri
- Melakukan giat promotif, preventif, dan atau rehabilitatif (jika dibutuhkan)
- Melakukan giat kesehatan lingkungan sesuai hasil kaji cepat kesehatan lingkungan
(format kaji cepat kesehatan lingkungan terlampir)
- Kerjasama lintas sektor terkait WASH, huntara, nutrisi
- Mengikuti koordinasi harian dengan klaster kesehatan, jika masih ada (materi koordinasi
harian terlampir di lampiran 9)

3.2.3 Rehabilitasi
Pada fase transisi darurat, hal-hal yang dilakukan oleh tim asistensi medis yaitu:
- Membantu penguatan sistem layanan AUMKES (jika ada) tangguh bencana
- Membantu penguatan puskesmas tangguh bencana
- Melakukan dukungan terhadap klaster kesehatan
- Melakukan kerjasama lintas sektor, misalnya WASH, huntara, nutrisi
- Mengikuti koordinasi harian dengan klaster kesehatan, jika masih ada (materi koordinasi
harian terlampir di lampiran 9)

3.3 Struktur tanggap darurat sektor medis/ kesehatan


3.3.1 Kualifikasi umum
1. Latar belakang pendidikan kesehatan
2. Pernah mengikuti pelatihan dasar manajemen bencana
3. Pernah mengikuti pelatihan koordinator operasi medis darurat
4. Pernah mengikuti pelatihan kaji cepat bencana
5. Pernah mengikuti pelatihan Sphere
6. Pernah menjadi ketua tim medis bencana saat respon minimal dua kali
7. Mampu berkoordinasi dengan struktur tangap darurat di internal MDMC, dengan
lembaga/majelis/ortom lain, dan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah di luar
Muhammadiyah
8. Mampu menyusun kaji cepat kesehatan baik kesehatan dasar maupun kesehatan
lingkungan
9. Mampu melakukan analisa hasil kaji cepat dan menyusun rencana operasi medis/
kesehatan
10. Mampu menyusun laporan harian dan laporan akhir operasi medis/ kesehatan
11. Mampu bekerja dalam tim
12. Mampu bekerja dalam tekanan
13. Memiliki sertifikasi pelatihan SAR Medis
14. Bekerja di AUM/A KES
15. Dengan penunjukan dari Divis TDRR MDMC PP Muhammadiyah

3.3.2 Kualifikasi khusus


a. Koordinator Nasional Medis
Kualifikasi khusus
- Diutamakan dokter
- Pernah menjadi koordinator lapangan medis minimal dua kali
- Pengurus MDMC baik di pusat maupun wilayah
b. Admin Nasional Medis
Kualifikasi khusus
- Pernah menjadi koordinator lapangan medis minimal dua kali
- Latar belakang pendidikan kesehatan, baik sudah lulus maupun mahasiswa
c. Koordinator Lapangan Medis
Kualifikasi khusus
- Diutamakan dokter dan atau perawat
- Pernah menjadi ketua tim medis bencana saat respon minimal dua kali
d. Admin Lapangan Medis
Kualifikasi khusus
- Pernah mengikuti respon medis darurat minimal satu kali
- Latar belakangan pendidikan kesehatan, baik sudah lulus maupun mahasiswa
e. Logistik Medis
Kualifikasi khusus
- Diutamakan apoteker atau asisten apoteker, baik sudah lulus maupun mahasiswa
- Pernah mengikuti respon medis darurat minimal 1x

3.3.3 Uraian tugas


Uraian tugas untuk masing-masing susunan tim sesuai poin 3.3.2 di atas adalah sebagai
berikut:
a. Koordinator Sektor Medis (nasional/ wilayah)
1) Bertanggung jawab kepada komandan tanggap darurat nasional/ wilayah
2) Berkoordinasi dengan komandan tanggap darurat nasional, pimpinan harian MDMC,
dan lembaga/majelis lain sesuai dengan kebutuhan
3) Berkoordinasi dengan MPKU, DIKTI, Direktur RSM/A, dokter dan atau perawat senior
terkait kebutuhan sumber daya medis/ kesehatan
4) Menyusun rencana operasi medis pada masa darurat, transisi, rehabilitasi, maupun
rekonstruksi, berdasarkan kondisi terkini di lokasi terdampak, untuk diajukan dan
dimintakan persetujuan kepada komandan tanggap darurat nasional
5) Melakukan mobilisasi seluruh sumber daya Muhammadiyah yang diperlukan untuk
menjalankan operasi pada masa darurat, transisi, rehabilitasi, maupun rekonstruksi
dengan persetujuan dari komandan tanggap darurat nasional
6) Menyusun jadwal mobilisasi sumber daya Muhammadiyah yang diperlukan untuk
menjalankan operasi pada masa darurat, transisi, rehabilitasi, maupun rekonstruksi
dengan persetujuan dari komandan tanggap darurat nasional
7) Berkoordinasi dengan komandan tanggap darurat nasional/ wilayah, pimpinan pusat/
wilayah MDMC, lembaga/majelis lain di Muhammadiyah, Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia dan atau Dinas Kesehatan Provinsi, dan organisasi/lembaga/
stakeholder lain sesuai dengan kebutuhan
8) Melakukan briefing kepada tim medis/kesehatan bencana yang akan diberangkatkan
ke lokasi bencana (materi briefing terlampir dalam lampiran 9)
9) Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan ketua pos koordinasi dan koordinator
sector medis (lapangan) terkait jadwal dan tim medis/kesehatan bencana itu sendiri
(materi komunikasi dan koordinasi terlampir di lampiran 10)
10) Bertanggung jawab atas seluruh operasi medis yang dijalankan di lokasi terdampak,
baik saat kondisi darurat, transisi, rehabilitasi, dan rekonstruksi
11) Menyusun laporan operasi medis yang dijalankan di lokasi terdampak, baik saat
kondisi darurat, transisi, rehabilitasi, dan rekonstruksi, untuk kemudian melaporkan
kepada komandan tanggap darurat nasional
12) Melakukan serah terima kepada koordinator sector medis/kesehatan
nasional/wilayah yang baru jika ada pergantian (format serah terima terlampir di
lampiran 11)
b. Admin Medis (nasional/wilayah)
1) Bertanggung jawab kepada koordinator sektor medis nasional/ wilayah
2) Bertanggung jawab atas pengumpulan seluruh data dan laporan medis dari admin
medis lapangan
3) Menyusun laporan operasi medis yang dijalankan di lokasi terdampak, baik saat
kondisi darurat, transisi, rehabilitasi, dan rekonstruksi, untuk kemudian melaporkan
kepada koordinator medis nasional
4) Memastikan seluruh data yang masuk dari lapangan sesuai dengan format yang
ditetapkan dan tepat waktu
5) Menyiapkan dan atau membuat data dan laporan yang diperlukan untuk kepentingan
informasi public
6) Melakuan serah terima kepada admin medis nasional/wilayah yang baru jika ada
pergantian (format terlampir di lampiran 12)
c. Koordinator Sektor Medis/ Kesehatan (lapangan)
1) Bertanggung jawab kepada ketua pos koordinasi lapangan
2) Wajib senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan ketua pos koordinasi
lapangan
3) Melakukan kajian gangguan pada sistem kesehatan, layanan kesehatan, dan fasilitas
kesehatan
4) Mengajukan usulan rencana operasi medis baik pada masa darurat, transisi,
rehabilitasi, maupun rekonstruksi kepada ketua pos koordinasi lapangan untuk
kemudian dilanjutkan kepada koordinator sector medis/kesehatan nasional/wilayah
(disesuaikan dengan masa penugasan di lapangan, format detail implementasi
program terlampir di lampiran 13)
5) Melakukan kajian kebutuhan sumber daya medis baik dari sisi tenaga, obat, alat
kesehatan, maupun sarana prasarana pendukung lainnya
6) Melakukan kajian pos layanan medis di luar fasilitas kesehatan yang ada sebagai
upaya mendekatkan layanan medis sedekat mungkin kepada penyintas
7) Menetapkan pos layanan kesehatan medis sesuai dengan kebutuhan di lapangan
8) Menetapkan waktu pengiriman tim medis lanjutan
9) Menetapkan lokasi penugasan tim medis/kesehatan bencana
10) Melakukan briefing kepada tim medis/kesehatan bencana yang baru tiba di lapangan
(materi briefing terlampir di lampiran 14)
11) Melakukan pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kepada tim medis/kesehatan
bencana yang bertugas di lapangan
12) Melakukan debriefing kepada tim medis/kesehatan bencana yang akan meninggalkan
lapangan karena berakhirnya masa tugas (materi debriefing terlampir di lampiran 15)
13) Memastikan tim medis kedaruratan dan bencana yang selesai masa tugas di
lapangan melakukan pengisian laporan kepulangan tim medis (format terlampir di
lampiran 16)
14) Mengikuti koordinasi harian dengan klaster kesehatan (materi koordinasi harian
terlampir di lampiran 8)
15) Jika mendapat tugas dari klaster kesehatan, untuk pemenuhannya diharuskan
berkoordinasi terlebih dahulu dengan ketua pos koordinasi lapangan
16) Mempersiapkan sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas dari klaster
kesehatan dengan tanpa mengesampingkan pos layanan medis MDMC
17) Melaporkan giat medis/kesehatan kepada klaster kesehatan dengan sepengetahuan
dan persetujuan dari ketua pos koordinasi lapangan (format laporan harian kepada
klaster kesehatan terlampir dalam lampiran 17)
18) Melakukan serah terima kepada koordinator sector medis/kesehatan lapangan yang
baru jika ada pergantian (format serah terima terlampir di lampiran 11)
d. Admin sektor medis/ kesehatan
1) Melakukan pencatatan seluruh kegiatan tim medis di lapangan, baik giat terkait
manajerial maupun giat layanan
2) Menyusun laporan harian medis sesuai giat yang dijalankan (format laporan harian
medis terlampir dalam lampiran)
3) Memastikan seluruh tim menyerahkan laporan pada waktunya
4) Memastikan seluruh tim menyerahkan data giat sesuai dengan kebutuhan laporan
5) Melakukan serah terima kepada admin sektor medis/kesehatan yang baru, jika ada
pergantian (format serah terima terlampir di lampiran 12)
e. Petugas Logistik Medis
1) Melakukan pencatatan dan pelaporan seluruh logistik medis (obat, alat habis pakai,
maupun alat tidak habis pakai) di poskor baik yang sudah ada, yang masuk, maupun
yang keluar (format logistik medis terlampir dalam lampiran 18)
2) Menyusun daftar kebutuhan logistik medis baik berupa obat, alat habis pakai,
maupun alat tidak habis pakai
3) Mengajukan daftar kebutuhan logistik medis kepada koordinator medis lapangan
4) Melakukan penyimpanan dan penataan logistik medis
5) Melakukan pencatatan serah terima barang logistik medis (jika ada, format terlampir
dalam lampiran 19)
6) Melakukan distribusi/ pembagian logistik medis kepada posyan maupun tim medis
sesuai kebutuhan dengan pengetahuan dan persetujuan koordinator medis lapangan
7) Melakukan serah terima kepada Petugas Logistik Medis yang baru, jika ada
pergantian (format serah terima terlampir di lampiran 20)
3.4 Koordinasi
3.4.1 Internal MDMC
Struktur Tanggap Darurat Nasional/Wilayah (sektor medis)

Komandan Tanggap Darurat

Administrator Umum

Koordinator Sektor Medis/Kesehatan

Admin Sektor Medis

Struktur Tanggap Darurat Lapangan (sektor medis)

Ketua Pos Koordinasi

Administrator Umum

Koordinator Sektor Medis/Kesehatan

Admin Sektor Medis

Logistik Medis

Struktur manajemen di pos layanan (sektor medis)

Pos Layanan

Admin Pos Layanan

Kesehatan Lingkungan Tim Medis


Keterangan:
1. Struktur tanggap darurat di atas adalah khusus untuk sektor medis, dapat digabung dengan sektor-sektor
lain sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
2. Dalam struktur tanggap darurat di atas, sektor medis tidak berdiri sendiri, namun tetap berada dalam
satu manajemen struktur tanggap darurat di bawah komandan tanggap darurat dan atau ketua pos
koordinasi
3. Jika skala bencana yang terjadi adalah nasional, maka struktur tanggap darurat tertinggi adalah di tingkat
nasional
4. Jika skala bencana yang terjadi adalah wilayah, maka struktur tanggap darurat tertinggi adalah di tingkat
wilayah
5. Jika skala bencana yang terjadi adalah daerah, maka struktur tanggap darurat nasional/ wilayah tidak
diaktifkan, cukup struktur tanggap darurat lapangan saja
6. Admin medis baik di struktur tanggap darurat nasional/ wilayah maupun di struktur tanggap darurat
lapangan lebih direkomendasikan ada untuk memudahkan dokumentasi dan pelaporan data medis,
terutama jika respon medis yang dijalankan adalah layanan kesehatan mobile. Namun jika tidak
memungkinkan secara ketenagaan atau respon medis yang dijalankan adalah layanan kesehatan
menetap dimana data medis sudah dapat tersusun rapi di admin pos layanan, maka admin medis dapat
ditiadakan.
7. Garis lurus bersifat instruktif, sedangkan garis putus-putus bersifat koordinatif

3.4.2. Internal Muhammadiyah (terkait mobilisasi sumber daya dan diseminasi informasi)

Struktur Tanggap Darurat Nasional/Wilayah MDMC

MPKU PP

RSM/A

DMC/Tim medis

Keterangan
Jika skala bencana yang terjadi adalah nasional, maka mekanisme koordinasi yang berlaku adalah
sebagai berikut:
1. Koordinator sektor medis nasional mengajukan daftar kebutuhan sumber daya kesehatan kepada
MDMC PP melalui komandan tanggap darurat nasional
2. MDMC PP mengirimkan surat permohonan penugasan (jika yang dibutuhkan adalah tenaga
medis/kesehatan) dan atau surat permohonan bantuan (jika yang dibutuhkan adalah alat) kepada
MPKU PP
3. MPKU PP mengirimkan surat permohonan penugasan dan atau surat permohonan bantuan
kepada MPKU Wilayah (disesuaikan dengan surat dari MDMC PP) dengan melampirkan daftar
kebutuhan sesuai yang diajukan oleh MDMC PP
4. MPKU Wilayah mengirimkan surat kepada RSM/A di wilayahnya masing-masing dengan
melampirkan surat dari MPKU PP dan daftar kebutuhan sesuai yang diajukan oleh MDMC PP
5. Tim DMC yang dikirim dari masing-masing RSM/A diserahkan kepada struktur tanggap darurat
nasional untuk ditugaskan sesuai dengan kebutuhan
Jika skala bencana yang terjadi adalah wilayah, maka mekanisme koordinasi yang berlaku adalah
1. Koordinator sektor medis wilayah mengajukan daftar kebutuhan sumber daya kesehatan kepada
MDMC Wilayah melalui komandan tanggap darurat wilayah
2. MDMC Wilayah mengirimkan surat permohonan penugasan (jika yang dibutuhkan adalah tenaga
medis/kesehatan) dan atau surat permohonan bantuan (jika yang dibutuhkan adalah alat) kepada
MPKU PP
3. MPKU Wilayah mengirimkan surat kepada RSM/A di wilayahnya masing-masing dengan
melampirkan surat dari MDMC Wilayah dan daftar kebutuhan sesuai yang diajukan oleh MDMC
PP
4. Tim DMC yang dikirim dari masing-masing RSM/A diserahkan kepada sruktur tanggap darurat
wilayah untuk ditugaskan sesuai dengan kebutuhan

3.4.3. Eksternal

Klaster Kesehatan

Koordinator Sektor Medis Lapangan

Ketua Pos Koordinasi Lapangan

Struktur Tanggap Darurat Nasional/Wilayah


Keterangan:
1. Koordinator sektor medis (lapangan) melakukan koordinasi dan komunikasi dengan klaster kesehatan
2. Koordinator sektor medis (lapangan) melaporkan hasil koordinasi dan komunikasi kepada ketua pos
koordinasi lapangan
3. Ketua pos koordinasi lapangan melanjutkan laporan kepada struktur tanggap darurat nasional/wilayah
BAB V

MEAL DAN PELAPORAN


BAB VI
PENUTUP
Referensi
1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 066/MENKES/SK/II/2006 tentang
Pedoman Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Dalam Penanggulangan Bencana
2. Peraturan Menteri Kesehatan Repubik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis
Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
3. Draft Pedoman Sistem Penanganan Darurat Bencana Kemanusiaan Lembaga Penanggulangan
Bencana Muhammadiyah, TDRR LPB PP Muhammadiyah, tahun 2017, LPB PP Muhammadiyah
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1653/MENKES/SK/XII/2005 tentang
Pedoman Penanganan Bencana Bidang Kesehatan
5. Badan Standardisasi Nasional, Layanan Kemanusiaan dalam Bencana, Standar Nasional Indonesia,
halaman 7-8. Jakarta. 2013
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Format Kaji Cepat Kesehatan Dasar
Lampiran 2 Format Kaji Cepat Kesehatan Lingkungan
Lampiran 3 Format Rekam Medis Darurat
Lampiran 4 Format Rekap Pasien Harian
Lampiran 5 Format Laporan Harian Pasien
Lampiran 6 Format Laporan KepulanganTim Medis
Lampiran 7 Daftar peralatan dan perlengkapan
Lampiran 8 Format Logistik Medis
Lampiran 9 Format Serah Terima Logistik Medis
Lampiran 10 Format Detail Implementasi Program
Lampiran 11 Format Data Tim Medis
Lampiran 12 Format Masa Tugas Tim Medis
Lampiran 13 Briefing Harian Tim Medis
Lampiran 14 Materi Koordinasi dengan Klaster Kesehatan
Lampiran 15 Materi Serah Terima Koordinator Sektor Medis Nasional/Wilayah
Lampiran 16 Materi Serah Terima Admin Medis Nasional

Lampiran 17 Materi Serah Terima Koordinator Sektor Medis Lapangan

Lampiran 18 Materi Serah Terima Admin Medis Lapangan

Lampiran 19 Materi Serah Terima Logistik Medis


Lampiran 1
Format kaji cepat kesehatan dasar

KAJIAN KESEHATAN DASAR


Nama Posko :
Hari/ tanggal :
Petugas :

Keberadaan Sistem yang Menopang Tenaga Memenuhi


No. Item Penyedia
Ada Tidak 24 jam Jam Kerja Mobile Dokter Perawat Bidan Ya Tidak
1. Layanan Kesehatan Dasar
2. Suplai Obat-Obatan
3. Informasi Kesehatan
4. Penanganan Penyakit Menular
5. Kesehatan Bayi dan Anak
6. Kesehatan Seksual dan Reproduksi
7. Perawatan luka
8. Kesehatan Mental
9. Penanganan Penyakit tdk menular

Layanan Puskesmas Jumlah Total


Jumlah Yang Operasional

Layanan Rumah Sakit Jumlah Total


Jumlah Yang Operasional

Lembaga yang sudah memberikan layanan kesehatan di lokasi terdampak (sebutkan nama, jenis layanan, jenis tenaga medis, lokasi layanan)
Lampiran 2
Form kaji cepat kesehatan lingkungan

KAJIAN KESEHATAN LINGKUNGAN


Nama Posko :
Hari/ Tanggal :
Petugas :

Ketersediaan Sistem yang menopang Memenuhi/ Tidak


No. Item Penyedia Keterangan
Ada Tidak 24 jam Jam Kerja Mobile Ya Tidak
1. Higienitas
2. Ketersediaan air bersih
3. MCK
4. Pengendalian vector
5. Pengelolaan sampah padat
6. Pengelolaan sampah cair
7. Pengelolaan sampah manusia
8. Drainase
Lampiran 3
Form rekam medis darurat

REKAM MEDIS DARURAT

Nama : ___________________________________________________________________
Usia : ___________________________________________________________________
Alamat : ___________________________________________________________________
Keluhan : ___________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________

Tanda Vital TD __________________ mmHg HR__________________ x/menit


RR __________________ x/menit

Pemeriksaan Fisik
K/L ____________________________________________________________________
Thorax Jejas (+/-) Simetris/Asimetris Retraksi
Cor S1S2 murmur (+/-) gallop (+/-)
Pulmo ________________________________________________________
Abdomen ____________________________________________________________________
Extremitas ____________________________________________________________________

Diagnosis ____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________

Terapi ____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
Lampiran 4
Form rekap harian pasien

KUNJUNGAN UMUM POSKO KESEHATAN


Hari/ tanggal :
Nama Posko :
Petugas :

Usia (thn)
No. Nama Alamat Diagnosa Terapi
L P
Lampiran 5
Form laporan harian pasien
nama posko :
hari tanggal :
Jam :

DATA DASAR
PENGUNGSI :
JUMLAH :
PENGUNGSI KK
JUMLAH KEPALA
KELUARGA :
JUMLAH IBU
MENYUSUI :

jenis kelamin
kelompok umur jumlah
laki laki perempuan
0 - 1 tahun
1 - 5 tahun
6 - 12 tahun
13 - 17 tahun
18 - 59 tahun
> 60 tahun
Jumlah

DATA PENYAKIT
jumlah kunjungan :

6 - 12 13 - 17 18 - 59
nama penyakit 0 - 1 tahun 1 - 5 tahun tahun tahun tahun > 60 tahun
L P L P L P L P L P L P

PASIEN YANG DIRUJUK


KERUMAH SAKIT
tanggal
nama pasien umur alamat diagnosa rujuk nama RS

pasien yang drujuk ke PKM/PUSTU/POSKESDES/Layanan


Kesehatan Lain

tanggal tempat
nama pasien Umur alamat diagnosa rujuk rujukan

nama petugas
kesehatan
Lampiran 6
Format laporan kepulangan tim medis

FORMAT LAPORAN KEPULANGAN TIM MEDIS


Dilaporkan oleh: __________________
Tanggal laporan: __________________

DETAIL TIM MEDIS

Nama Tim
Contact Nama :
Person/Details No. HP :
e-mail :

Klasifikasi Tim [ ] Type 1 mobile [ ] Type 1 fixed [ ] Type 2 [ ] Lain-lain: __________________


Tanggal
Penugasan
Lama Masa Tugas
Lokasi Penugasan

Apakah Anda Tenaga kesehatan setempat [ ] Tidak [ ] Iya ___________________________________


bekerja dengan Tim medis dari instansi lain [ ] Tidak [ ] Iya ___________________________________
tim medis lain saat Tim relawan yang lain [ ] Tidak [ ] Iya ___________________________________
di area Keterangan: _______________________________________________________________
penugasan?
Alat,
perlengkapan, dan
logistik yang
dibawa saat tiba
Alat,
perlengkapan, dan Apakah didonasikan? [ ] Tidak [ ] Iya
logistik di akhir Jika Iya, sebutkan barang yang didonasikan
masa penugasan
RANGKUMAN LAYANAN SELAMA PENUGASAN
Total Pasien yang
Total pasien: _______ Dirujuk:_______
dilayani
Total pasien yang
rawat inap
(Jika Ada)
Total Tindakan Total Tindakan: ___________
Total Persalinan
(jika ada)
5 kasus tertinggi 1. ________________________________________________________________________
selama masa 2. ________________________________________________________________________
penugasan 3. ________________________________________________________________________
4. ________________________________________________________________________
5. ________________________________________________________________________
5 kasus tertinggi 1. ______________________________________________________________________
penyebab 2. ______________________________________________________________________
kematian selama 3. ______________________________________________________________________
masa penugasan 4. ______________________________________________________________________
5.
Total Jumlah
Kematian
Layanan Lain yang Vaksinasi [ ] Tidak [ ] Iya ___________________________________________
dilakukan WASH [ ] Tidak [ ] Iya ___________________________________________
Nutrisi [ ] Tidak [ ] Iya ___________________________________________
Edukasi Kesehatan [ ] Tidak [ ] Iya ___________________________________________
Kesehatan Lingkungan [ ] Tidak [ ] Iya _______________________________________
Layanan KB [ ] Tidak [ ] Iya ___________________________________________
Lain-lain: __________________________________________________________________
___________________________________________________________________________

TEMUAN DI LAPANGAN SELAMA PENUGASAN


Kebutuhan yang
harus segera
dipenuhi
Permasalahan
yang muncul

Solusi untuk
menyelesaikan
masalah yang
muncul

Rekomendasi

Saran bagi tim


selanjutnya

RUJUKAN SELAMA PENUGASAN


Total pasien yang
dirujuk
Tanggal
Nama/Usia/Jenis Kelamin Alasan Rujukan Tujuan Rujukan Hasil Akhir
Rujukan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
Lampiran 7
Daftar peralatan dan perlengkapan
No Nama Alat Jumlah Keterangan
Individu
1. Baju lapangan Secukupnya
2. Kaos lapangan Secukupnya
3. Celana lapangan Secukupnya
4. Seragam MDMC 1 buah (minimal)
5. Sepatu lapangan 1 pasang
6. Kaos kaki Secukupnya
7. Baju/ jaket hangat 1 buah
8. Topi lapangan 1 buah
9. Power bank Minimal 2 buah dengan kapasitas
minimal 10000 mA
10. Rain coat 1 buah
11. Tas carier/ body pack Minimal 40 L
12. Sandal lapangan 1 pasang
13. Senter 1 buah
14. Obat-obatan pribadi Secukupnya
15. Sleeping bag 1 buah
16. Matras 1 buah
Tim
1. Laptop 1 unit (minimal)
2. Tenda doom kapasitas 2 buah
6 orang
3. Format kaji cepat Secukupnya
4. Format kaji cepat Secukupnya
kesehatan dasar
5. Format kaji cepat Secukupnya
kesehatan lingkungan
6. Format emergency Secukupnya
medical record
Jenis obat-obatan
1. Antibiotik
2. ISPA
3. GEA
4. Dyspepsia
5. Multivitamin
6. Alergi
7. Tetes mata
8. Salep kulit
9. Tetes telinga
10. Analgetik
11. Antipiretik
12. Antiinflamasi
13. Steroid
14. Bronchodilator
15. Antihipertensi
16. Pehacain/ Lidocain
Alat kesehatan habis pakai
1. NaCl 0.9% 500 cc 5 kolf
2. Alcohol 70% 5 botol
3. Alcohol swab 1 box
4. Kassa steril 10 box
5. Kassa gulung 4 gulung
6. Infuse set 4 set
7. Surflo 18 4 buah
8. Surflo 20 4 buah
9. Surflo 22 4 buah
10. Micro set 4 set
11. Hipafix 1 gulung
12. Betadine 5 botol
13. Spalk Berbagai ukuran 1 set
14. Tensocrap 5 inchi dan 7 inchi
15. Spuit 3 cc 5 buah
16. Spuit 5 cc 5 buah
17. Spuit 10 cc 5 buah
18. Benang + jarum jahit 2 buah
Alat kesehatan tidak habis pakai
1. Set rawat luka 2 set
2. Tensimeter 2 unit
3. Stetoskop 2 buah
Lampiran 8
Format Logistik Medis
DAFTAR STOK LOGISTIK MEDIS

No. Nama Sediaan Jumlah Expired Hari I Hari II Hari III Hari IV Hari V Hari VI Stok Akhir
OBAT

ALAT HABIS PAKAI


Lampiran 9
Format serah terima barang logistik medis
Nama Poskor :
Alamat Poskor :
Pihak I
Nama :
Jabatan :
Asal Instansi :
Pihak II
Nama :
Jabatan :
Asal Instansi :
Dengan ini pihak I menyatakan menyerahkan barang logsitik medis kepada pihak II untuk digunakan
untuk pelayanan medis/ kesehatan di pos layanan medis yang dijalankan oleh pihak II. Adapun detail
barang yang diserahkan adalah sebagai berikut
No Nama Jumlah

Tertanda
Pihak I Pihak II

Ttd ttd

(Nama Terang) (nama terang)


Lampiran 10
Format detail implementasi program

Anggaran
No Program Outcome Output Aktifitas
jumlah biaya frekuensi total

-
Lampiran 11
Format Data Tim Medis
Data Tim Medis MDMC
Update Per Tanggal _______________________________
No Asal Tim Nama Anggota Kompetensi
Lampiran 12

Format Masa Tugas Tim Medis


Masa Tugas Tim Medis
Bulan
No Tim
Tanggal Tanggal Tanggal Tanggal Tanggal Tanggal Tanggal Tanggal