Anda di halaman 1dari 19

PERENCANAAN

TINGKAT PUSKESMAS PROGRAM GIZI

Nomor : PTP/ /UKM / /PKM TT/I/2019


Revisi Ke :
Tanggal Terbit : 02 Desember 2017

PEMERINTAH KABUPATEN TOJO UNA UNA


DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS TETE
KODE PUSK : 7209040101 Alamat : Desa Tete A. Kec. Ampana Tete, Kode Pos : 98684  0821 9009 4156
EMAIL : puskesmastete19@gmail.com / puskesmas.tete@yahoo.com FB : Puskesmas Tete WA : 0821 9009 4156
KATA PENGANTAR

Assalamu Alaykum Wr..Wb..

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena Rahmat dan Hidayahnyalah Sehingga

penyusunan perencanaan tingkat Puskesmas (PTP) Program Gizi ini dapat diseleseikan dengan baik.

Kami menyadari bahwa Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat kesehatan ini masih banyak
kekurangannya, namun kami mengharapkan dengan adanya Perencanaan Upaya Tingkat Puskesmas
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat ini dapat dijadikan salah satu sumber informasi dan sebagai bahan
evaluasi bagi kami, begitu juga bagi pihak yang membutuhkan.

Untuk itu kami sangat mengharapkan saran dan pendapat yang konstruktif dari berbagai pihak
demi perbaikan dan penyempurnaan perencanaan tahunan ini, sehingga apa yang menjadi target dan
visi serta misi Puskesmas menjadi lebih baik dan sesuai dengan yang kita harapkan.

Demikianlah Perencanaan Upaya Tingkat Puskesmas Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat ini
kami susun agar dapat dipedomani bersama untuk mencapai status kesehatan masyarakat yang
optimal.

Tete , Desember 2017

Mengetahui
Kepala Puskesmas Tete

Moh. Rizal Sumaga, SKM


Nip.19720123 199402 1 002
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus
diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana yang dimaksudkan dalam pancasila
dan UUD 1945.
Tujuan dari pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumberdaya manusia yang produktif secara sosial dan
ekonomis.
Kebijakan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia bahwa Puskesmas sebagai bagian
dari sistem Kesehatan Nasional, sub sistem, dari kesehatan yang berada di Kabupaten/Kota, Provinsi
dan Nasional. Sebagai sistem yang harus berjalan, Puskesmas dilengkapi dengan organisasi, memiliki
Sumber Daya dan Upaya kegiatan pelayanan kesehatan.
Upaya pokok Puskesmas merupakan upaya pelayanan kesehatan yang wajib dilaksanakan
karena mempunyai daya ungkit yang besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya. Ada 6 upaya pokok pelayanan kesehatan diantaranya program pengobatan, promosi
kesehatan, pelayanan KIA dan KB, pencegahan penyakit menular dan tidak menular, kesehatan
lingkungan dan perbaikan gizi masyarakat.
Upaya Perbaikan Gizi adalah salah satu upaya pokok Puskesmas yang berupaya untuk
menciptakan kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara
manusia untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.
Adapun upaya dasar yang dilakukan di bidang gizi :
1. Penimbangan di Posyandu
Tujuan penimbangan diposyandu adalah untuk mencegah memburuknya keadaan gizi, sebagai
peningkatan keadaan gizi kurang dan mempertahankan keadaan gizi baik.
2. Pemantauan Status Gizi (PSG)
Tujuan pemantauan status gizi (PSG adalah :
a. Memperoleh gambaran status gizi diwilayah kerja Puskesmas
b. Memantau dan mengamati perkembangan status gizi di wilayah kerja Puskesmas
c. Menentukan prioritas wilayah pembinaan
3. Pemberian Kapsul Vitamin A
Pemberian kapsul vitamin A bertujuan untuk mencegah kekuarngan vitamin A pada bayi, balita
dan ibu nifas.
4. Pemberian PMT
Dimana PMT ada 2 yaitu PMT Pemulihan bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita dan Ibu
hamil KEK melalui pelaksanaan PMT Pemulihan berbasis bahan lokal bagi Balita gizi buruk, gizi
kurang dan Ibu Hamil KEK.
5. Pemberian MP-ASI
Bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki status gizi pada balita usia 6-24 bulan

6. Konseling Gizi
Jenis konseling yang dilaksanakan di puskesmas antara lain konseling gizi terkait penyakit dan
faktor risikonya, konseling ASI, dan konseling gizi buruk atau gizi kurang.
7. Pemberian Tablet tambah dara pada Remaja Putri
Distibusi Tablet tambah darah dilakukan di setiap sekolah lanjutan
2 . Tujuan
Umum : Meningkatkan kemampuan Manajemen Upaya Gizi Puskesmas dalam mengelola
kegiatannya dalam upaya peningkatan pencapaian uapaya gizi
Khusus :
1. Dapat disusunnya rencana usulan kegiatan upaya gizi
2. Dapat disusunnya rencana pelaksanaan kegiatan upaya gizi

BAB II
VISI DAN MISI PUSKESMAS

1 . VISI
“Mewujudkan Masyarakat Kecamatan Ampana Tete Yang hebat Dan Mandiri Di Bidang Kesehatan”
2. MISI
1. Meningkatakan derajat Kesehatan dalam pencapaian keluarga sehat
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata
3. Meningkatkan komiteman kerjasama Lintas program dan Lintas sector menuju Pencapaian
Puskesmas Terakreditasi Paripurna

3.Tata Nilai Puskesmas Tete


HEBAT :
H = Handal

E = Empati
B = Bersih
A = Aktif
T = Tanggung Jawab

BAB III
TUGAS POKOK UPAYA PERBAIKAN GIZI

A. Tugas Pokok
Tugas pemegang/pengelola upaya perbaikan gizi adalah sebagai pelaksana kegiatan
upaya gizi baik diluar gedung maupun didalam gedung Puskesmas serta melaksanakan kegiatan
penyuluhan kepada masyarakat baik secara individu/perorangan, kelompok masyarakat.
Uraian tugas pemegang program gizi berdasarkan struktur organisasi adalah
sebagai berkut :
1. Menyusun rencana kegiatan upaya perbaikan gizi berdasarkan data program Puskesmas
2. Melaksanakan kegiatan perbaikan gizi meliputi :
a. Melaksanakan pelayanan gizi diposyandu
b. Melaksanakan distribusi vitamin A
c. Melaksanakan pemantauan status gizi
d. Mengkordinir pelaksanaan PMT Pemulihan
e. Melaksanakan pemberian MP-ASI
f. Menggerakan pelaksanaan ASI Eksklusif
g. Melaksanakan pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri
h. Melaksanakan Penyuluhan dan Konseling gizi di posyandu
i. Mengevaluasi semua kegiatan upaya gizi
3. Pencatatan dan Pelaporan

Agar tugas diatas dapat berjalan sesuai yang diharapkan maka diperlukan dukungan dari
masyarakat, lintas sektor dan upaya terkait, oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik
dengan masyarakat, lintas sektor dan lintas upaya sehingga semua kegiatan dapat berjalan
dengan baik dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga dapat
terhindar dari berbagai macam penyakit.

BAB IV
TAHAPAN PENYUSUNAN PERENCANAAN UPAYA PERBAIKAN GIZI

A. Pembentukan Tim Penyusunan Rencana Upaya Perbaikan Gizi


Untuk memudahkan Pengelola upaya dalam pembuatan Perencanaan upaya kegiatan Perbaikan
gizi maka dibentuk Tim yaitu :
Penanggung jawab : Tenri Dewi Supardin, S Gz
Pelaksana Gizi : Hartina, SKM
Pelaksana Gizi : Abid Rahman Arqam SKM

1. Data Umum Wilayah kerja Puskesmas Tete Tahun 2017


2.
1. NO Desa Luas Jumlah Jml KK Jumlah Fasilitas Kesehatan
Wilayah Penduduk Pust Polindes Bidan
2.
(Km2) u Praktek

1. Pusungi 16 3150 621 1

2. Tete A 16 787 94 1

3. Tete B 18 1022 204 1

4. Uebone 48 2759 306 1

5. Mantangisi 89 1871 281 1

6. Bantuga 82 1292 260 1

7 Urundaka 49 1590 312 1

8 Borone 46 1256 402 1

9 Balanggala 59 1048 253 1

10 Tampabatu 78 1517 415 1

11 Sabo 108 1109 199 1

12 Longge 11,02 631 146 1

13 Kajulangko 12 1407 413 1

14 Uemakuni 24 916 266 1

Puskesmas 656,02 20,355 3910 8 5

3. Data Khusus

2. Data Khusus

NO Desa/Kelurahan Jumlah Posyandu per Balita Usia 0-59 Bulan


Desa
1. Pusungi 1 Posyandu 275 Balita
2. Tete A 1 Posyandu 78 balita
3. Tete B 1 Posyandu 95 Balita
4. Uebone 2 Posyandu 236 Balita
5. Mantangisi 2 Posyandu 147 Balita
6. Bantuga 1 Posyandu 132 Balita
7 Urundaka 1 Posyandu 160 Balita
8 Borone 1 Posyandu 102 Balita
9 Balanggala 1 Posyndu 77 Balita
10 Tampabatu 2 Posyandu 142 Balita
11 Sabo 1 Posyandu 106 Balita
12 Longge 1 Posyandu 39 Balita
13 Kajulangko 1 Posyandu 137 Balita
14 Uemakuni 1 Posyandu 97 Balita

4. Data Ketenagaan
Data ketenagaan Upaya Perbaikan Gizi di Puskesmas Tete tahun 2017

No Jumlah Yang ada Kekurangan Status kepegawaian Ket


Tenaga sekarang

1 3 3 - 1 PNS Gizi

2 Honorer

5. Keadaan Peralatan Pelaksanaan Kegiatan Upaya Gizi Kit Posyandu berdasarkan


Permenkes 75 tahun 2014
No Jenis Alat Jumlah Kondisi Keterangan
Berfungsi Tdk
berfungsi
1 Timbangan digital 2 buah  - Ada

2. Timbangan bayi 1 buah  - Ada

3. Alat pengukur tinggi 2 paket


badan (Microtoice)  - Ada
4. LILA 10 buah  - Ada
5 Invantometer 3 Buah  Ada

Bahan habis pakai


1. Tidak ada - - - Tidak ada
Pencatatan dan pelaporan
Pencatatan dan pelaporan
1. Software PSG balita 1 buah -  Ada
2. Format laporan (F1, 7 buah  - Ada
F6), format laporan gizi
buruk dan gizi kurang,
format laporan ibu hamil
KEK, format laporan
Vitamin A, format
laporan ASI eksklusif.

6. Pembiayaan Kegiatan Upaya Perbaikan Gizi tahun 2017


No Sumber Biaya

1 Dana BOK
2 Dana JKN

B. TAHAP PENYUSUNAN RENCANA USULAN KEGIATAN TAHUN 2019


1. Analisis Masalah
Tabel Identifikasi Masalah Upaya Perbaikan Gizi Sesuai Indikator Tahun 2017

No Indikator Target Pencapaian Masalah/ Kesenjangan

Kunjungan balita
1 77 % 79%
ke Posyandu D/S Cakupan D/S di wilayah Puskesmas
Tete tahun 2017 sudah mencapai
target namun masih terdapat d
beberapa desa dengan cakupan
partisipasi Masyarakat D/S belum
mencapai target, Seperti desa Tete A
sebesar 66%, dikarenakan orang tua
malas membawa anak ke posyandu.
Pemberian Vit A Balita 6-59 bulan mendapat kapsul
2 84 % 94%
Balita vitamin A sudah mencapai target
Cakupan pemberian tablet tambah
Presentasi Ibu darah sudah melebihi target yang
Hamil yang diharapkan, namun dalam
3 mendapat Tablet 90% 92% kenyataannya masih banyak ibu hamil
Tambah Darah yang terkena anemia sehingga perlu
(TTD) adanya penyuluhan tentang cara
meminum TTD yang benar.
Bayi usia kurang dari 6
bulanmendapat ASI ekslusif
pencapaian sudah melampau target
namum masih banyak yang tidak
Persentase bayi
lolos sampai 6 bulan mendapat (ASI
Usia kurang 6
4 44% 59% ekslusif ) di akibatkan rendah nya
bulan mendapat
pengetahuan, sikap, dan prilaku
ASI Eksklusif
keluarga
terhadap pentingnya bayi diberikan
ASI eksklusif sampai 6 bulan

Masih adanya bayi dengan berat


badan lahir rendah ( < 2500 gram) 9,8
% sedangkan target harus dibawa
9%, hal ini dikarenakan masih
5 Persentasi Bayi
9% 9,8 % terdapat ibu hamil KEK dan Anemia
BBLR
yang masih tinngi di wilayah
Puskesmas Tete. KEK dan Anemia
pada ibu hamil akan bedampak pada
bayi BBLR.
Untuk wilaya kerja Puskesmas Tete
Persentasi Rumah semua rumah tangga menggunakan
Tangga garam beryodium karena memang
6 82% 100%
mengkonsumsi sudah jarang juga di temukan di pasar
garam berodium atau swalayan yang menjual garam
yang tidak mengandung yodium.
Kasus balita gizi buruk yang
mendapat perawatan sudah
Persentasi Balita mencapai target, balita kasus gizi
Gizi buruk yang 100% 100% buruk telah diberikan PMT gizi buruk
7
mendapat (3 orang) (3 orang) selama 90 hari makan, namun karena
Perawatan gizi buruk ini dengan penyakit
penyerta maka penyembuhan balita
gizi buruk pun manjadi terhambat.
Ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK)
yang mendapat makanan tambahan
berupa PMT pabrikan sudah
mencapai target, namun masih
tingginya jumlah kejadian ibu hamil
Persentasi Ibu
dengan kurang energi kronik (KEK)
8 hamil KEK 65% 95 %
dikarenakan rendahnya tingkat
mendapat PMT
berkelanjutan mendapat makanan
tambahan (PMT Lokal), pelayanan
kesehatan (continuum of care ) pada
ibu khususnya Ibu hamil yang kurang
mampu (miskin )
Ibu hamil Anemia Di wilaya kerja
Puskesmas tete masih sangat tinggi
dengan jumlah 70% sedangkan target
harus dibawa 35% faktor
penyebabnya, sangat kompelks
9 Ibu Hamil Anemia 35% 70 %
mulai dari tinnginya pernikahan dini,
ketidak patuhan meminum TTD,
faktor ekonomi dan ada juga karena
adanya penyakit penyerta serta
pengetahuan Ibu yang masih kurang.
Masih Tingginya Ibu hamil Kurang
Energi Kronik (KEK) dikarenakan
10 Ibu Hamil KEK 30% 40%
rendahnya tingkat ekonomi dan
pengetahuan
Ibu nifas mendapat kapsul vitamin A
sudah mencapai target sasaran di
Ibu Nifas
wilayah puskesmas Tete tahun 2017.
11 Mendapat Vitamin 90% 100%
Kerjasama lintas program sudah baik
A
dan yang perlu ditingkatkan lagi yaitu
pada pencatatan ibu nifas.
Balita Gizi kurang 40 orang/ Masih adanya balita Gizi kurang di
12 -
(kurus) (2,6%) wilayah puskesmas Tete dikarenakan
balita tersebut terdapat penyakit
penyerta dan dengan berat badan
lahir rendah, kemudian kurangnya
pengetahuna ibu tentang pola asuh
yang baik dan pemberian makan
Balita yang tidak Masih tinnginya balita yang 2T yaitu
naik berat sebanyak 5,5% sedangkan target
13 3% 5,5%
badannya 2 kali harus dibawa 3% hal ini di sebabkan
berturut- turut (2T) oleh banyaknya balita sakit
Balita yang naik berat badanya belum
Persentase balita
mencapai target 73% sedangkan
ditimbang yang
14 73% 63% capaian hanya 63% hal ini di
naik berat
sebabkan oleh pola asuh orang tua
badannya
yang kurang baik
Balita kurus yang mendapat makanan
tambahan sudah mencapai target
namun masih tingginya kasus
kejadian balita kurus di puskesmas
Tete yaitu berjumlah 40 orang pada
Balita Kurus tahun 2017, dari jumlah tersebut
15 65% 95 %
Mendapat PMT 100% balita kurus dikarenakan
mayoritas dengan penyakit penyerta
dan BBLR dan sudah mendapatkan
tindak lanjut kasus diantaranya
melalui pemberian makanan
tambahan.

2. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah


Urgensi Keseriusan Perkembangan
NO KRITERIA
(U) (S) (G) Total
Anemia Pada
1 5 5 4
Ibu hamil 100

Ibu hamil KEK


2 4 5 3
60

Balita BBLR 4 4 3
3 48
Balita Gizi 36
4 3 4 3
Kurang

3. Menetapkan cara-cara pemecahan masalah


No Prioritas Penyebab Alternatif pemecahan Ket
masalah masalah masalah Pemecahan
Masalah
Terpilih
1. Anemia  Kurangya  Koordinasi dengan
Pada cakupan petugas kader
Ibu konsumsi 90 pendamping Bumil dan
Hamil TTD pada Ibu bidan Desa untuk
hamil melakukan pemantauan
konsumsi TTD minimal
setiap minggu sekali
pada setipa ibu hamil,
 Tingginya  Koordinasi dengan Sudah
angka linsek ( KUA dan Kepala dilaksanakan
Pernikahan desa ) sosialisasi
Dini ( Hamil di terhadap KUA
Luar Nikah) dan Kepala
Desa
 Anemia pada  Pemberian TTD pada Sudah
saat remaja ( remaja putri dilakukan
sebelum pemberian
hamil) Pada TTD
pada Rematri
di setiap
sekolah
lanjutan
2, Ibu  Pengetahuan Kelas Ibu hamil Sudah
hamil Ibu hamil dilaksnakan
KEK Tentang Gizi kelas Ibu
masih kurang hamil
 Status Gizi Penyuluhan bagi WUS Penyuluhan
WUS kurang tentang gizi seimbang bagi WUS
tentang gizi
seimbang

 Kurangnya Melaksanakan hamil Melaksanaka


Penyuluhan dan konseling pada ibu n hamil dan
tentang Ibu hamil di posyandu dan konseling
Hamil KEK penjadwalan konseling pada ibu
gizi di poli Gizi hamil di
Puskesmas posyandu
dan
penjadwalan
konseling gizi
di poli Gizi
Puskesmas

 Alokasi dana Akan di usulkan di Akan di


Pengadaan pendanaan (BOK) untuk usulkan di
PMT Bumil KEK belanja bahan kontak pendanaan
Masih Kurang PMT lokal Ibu hamil (BOK) untuk
KEK belanja
bahan kontak
PMT lokal
Ibu hamil
KEK
 Akses Menuju Akan berkoordinasi
Puskesmas dengan Kader
Tete Jauh pendampng Ibu hamil
untuk lebih aktif dalam
mengkoordinir Ibu hamil
di wilya kerja masing
masing.
 Ketersedian Pemberian PMT berbahan Pemberian
makanan lokal pada Ibu hamil KEK PMT
Rumah tangga berbahan
terbatas/kurang lokal pada
Ibu hamil
KEK
 Intervensi belum Validasi data bumil KEK
sesuai dengan dan survailance bumil
sasaran KEK di desa

 Tidak
tersedianya
Media Promosi
seperti Poster,
dan brosur di
posyandu

 Belum
maksimalnya
Ruang
konsutasi Gizi di
Puskesmas

 Petugas Gizi
tidak terlibat
dalam
Posyandu Ibu
hamil

3 Bayi  Status Gizi ibu  Konseling gizi seimbang


dengan sebelum hamil pada remaja
BBLR
 Kurangnya  Melaksanakan kelas Ibu
pengetahuan hamil dan konseling gizi
Ibu hamil pada ibu hamil di poli
tentang gizi maupun di
pentingya Gizi posyandu
seimbang
Pada Ibu saat
Ibu hamil
 Kurangnya  Pemberian PMT  Sudah
Ketersedian berbahan Lokal pada dilakukan
Pangan tingkat Ibu Hamil Pemberia
Rumah Tangga n PMT
berbahan
Lokal
Ibu melahirkan  Jika sudah terdeteksi
kembar ibu hamil kembar, maka
akan di lakukan
perlakuan khusus
berupa konseling
peningkatan Asupan
makanan gizi seimbang
Kurangnya  Mengusulkan Kepada
dukungan Pemerintah Desa Untuk
pemerintah di anggarkan dari ADD
setempat bahan kontak PMT pada
untuk dana Ibu Hamil
PMT pada Ibu
hamil
 Usia Ibu hamil Akan di Koordinaksikan
masih Mudah dengan Petugas KB, Untuk
Memberikan Penyuluhan

4 Balita  Pengetahuan  Melaksanakan kelas


Gizi orang tua Balita
Kurang yang kurang
tentang
makanan yang
seimbang dan
bergizi
 Pola asuh  Memberikan
orang tua pemahaman kepada ibu
yang kurang balita tentang pola asuh
yang benar
 Faktor  Memberikan bantuan
ekonomi kepada balita gizi buruk
keluarga yang gakin dalam
bentuk bahan makanan
lokal
Sanitasi  Penyuluhan STBM,
lingkungan yang akan di
tempat tinggal kordinasikan dengan
yang buruk petugas Kesling
Kurangnya  Mengusulkan Kepada
dukungan Pemerintah Desa Untuk
pemerintah di anggarkan dari ADD
setempat bahan kontak PMT pada
untuk dana Balita
PMT
Kondisi lahir  Akan di beri
BBLR Penanganan Khusus
pada Ibu hamil KEK Dan
Anemia UNtuk
mencegah BBLR
Bayi tidak  Akan di laksanakan
mendapat ASI Penyuluhan ASI
Eksklusif Eksklusif
BAB V
PENUTUP

Penyusunan perencancanan program kesehatan ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman


dalam melaksanakan program gizi sehingga dalam pelaksanaannya nanti kegiatan yang dilaksanakan
akan lebih terarah .

Diharapkan pada semua pihak yang terkait dapat melaksanakan program dengan baik dan
profesional sehingga mendapat hasil yang lebih baik.

Akhirnya kami mengharapkan dukungan dari semua pihak Baik Lintas program maupun lintas
sektoral terkait untuk dapat berperan serta dalam program kesehatan yang kami rencanakan.

Wassalamua Alykum Wr..Wb…