Anda di halaman 1dari 7

BAB 11

PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN

SOAL LATIHAN

HALAMAN 349

1. Jelaskan pengertian biaya bersama dan berikan contohnya!

Jawab:

Biaya bersama dapat diartikan sebagai biaya overhead bersama (joint overhead cost)
yang harus dialokasikan ke berbagai departemen, baik dalam perusahaan yang
kegiatan produksinya berdasarkan pesanan maupun yang kegiatan produksinya
dilakukan secara massa.

Contoh: Perusahaan membuat beberapa produk dalam departemen-departemen yang


berlainan tapi pada pabrik yang sama, maka biaya pabrik seperti biaya penyusutan
pabrik dan biaya pemeliharaan akan menjadi biaya bersama.

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 333])

(materiakuntansi.com)

2. Jelaskan perbedaan antara produk bersama, produk sampingan dan produk sekutu!

Berikan 2 contoh untuk masing-masing jenis produk tersebut!

Jawab:

Produk bersama adalah dua produk atau lebih yang diproduksi secara serentak dengan
serangkaian proses atau dengan proses gabungan. Contoh: Pabrik penyulingan minyak
mentah (crude oil) menghasikan minyak siap dikonsumsi berupa minyak gasolin,
karosine, minyak diesel (solar), minyak bakar, minyak tanah, dll.

Produk sampingan adalah satu produk atau lebih yang nilai jualnya relaif lebih rendah,
yang diproduksi bersama dengan produk lain yang nilai jualnya lebih tinggi. Contoh:
pada pabrik penggergajian kayu, kayu lapis dan papan kayu merupakan produk utama,
sedangkan serbuk gergaji dan kayu bakar merupakan produk sampingan.
Pada umumnya pembedaan antara produk bersama dengan produk sampingan
didasarkan pada nilai jual relatifnya.
Sedangkan produk sekutu adalah dua produk atau lebih yang diproduksi pada waktu
yang bersamaan, tetapi tidak dari kegiatan pengolahan yang sama atau tidak berasal
dari bahan baku yang sama. Contoh : Pabrik penggergajian dapat menghasilkan papan
kayu dan kayu lapis dari berbagai jenis kayu log (kayu gelonggongan) yang diproses
sehingga macam produk yang dihasilkan dapat berupa papan kayu jati, kayu meranti,
kayu kanfer, begitu pula dapat dihasilkan kayu lapis jati,meranti atau kanfer.

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 334-335])

http://yabeshulu.blogspot.com/2015/06/produk-bersama-dan-produk-
sampingan.html

3. Jelaskan metode alokasi biaya bersama!

Jawab:

Biaya bersama dapat dialokasikan kepada tiap-tiap produk bersama dengan


menggunakan salah satu dari empat metode:

1. Metode nilai jual relatif. Metode ini banyak digunakan untuk mengalokasikan biaya
bersama kepada produk bersama. Dasar pikiran metode ini adalah bahwa harga jual
suatu produk merupakan perwujudan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam mengolah
produk tersebut.

2. Metode satuan fisik. Metode ini mencoba menentukan harga pokok produk bersama
sesuai dengan manfaat yang ditentukan oleh masing-masing produk akhir.

3. Metode rata-rata biaya per satuan. Metode ini hanya dapat digunakan bila produk
bersama yang dihasilkan diukur dalam satuan yang sama.

4. Metode rata-rata tertimbang. Dalam metode ini kuantitas produk ini dikalikan dulu
dengan angka penimbang dan hasil kalinya baru dipakai sebagai dasar alokasi.

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 336-340])

4. Jelaskan berbagai perlakuan terhadap produk sampingan dalam metode tanpa harga
pokok (non-cost methods)!

Jawab:
1. Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pendapatan di luar
usaha.

2. Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai tambahan


pendapatan penjualan produk utama.

3. Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pengurang harga


pokok penjualan.

4. Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pengurang total


biaya produksi.

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 343])

5. Jelaskan berbagai perlakuan terhadap produk sampingan dalam metode harga pokok
(cost methods)!

Jawab:

Metode biaya pengganti dalam perlakuan terhadap produk sampingan. Metode ini
digunakan dalam perusahaan yang produk sampingannya dipakai dalam pabrik sebagai
bahan baku atau bahan penolong. Harga pokok yang diperhitungkan dalam produk
sampingan adalah sebesar harga beli atau biaya pengganti (replacement cost) yang
berlaku di pasar. Jumlah ini kemudian dikreditkan pada rekening Barang Dalam Proses-
Biaya Bahan Baku, sehingga mengurangi biaya produksi produk utama. Pengurangan
biaya produksi produk utama ini akan mengakibatkan harga pokok per satuan
persediaan produk utama menjadi lebih rendah.
SOAL PILIHAN GANDA

HALAMAN 349-351

1. Di dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam produk dari satu
proses produksi dan dari bahan baku yang sama, pembedaan apakah suatu produk
merupakan produk utama ataukah produk sampingan didasarkan pada:

Jawab:

A. Total nilai jual relatifnya.

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 334])

Data berikut ini disediakan untuk mengerjakan soal nomor 2 s/d 6.

PT Oki memproduksi produk F,G dan H dalam suatu proses bersama. Informasi yang
berhubungan dengan produk-produk tersebut disajikan dalam Gambar 11.16.

Gambar 11.16

Produk Bersama dan Biaya Bersama, serta Biaya Tambahan Setelah Saat Terpisah

Produk

F G H TOTAL

Unit yang diproduksi 8000 4000 2000 14.000

Biaya Bersama ? ? Rp18.000


Rp120.000

Nilai jual saat terpisah Rp 110.000 - -


Rp200.000

Biaya tambahan setelah saat terpisahRp14.000 Rp3.750 Rp7.250 Rp25.000

Nilai jual jika diproses lebih lanjut Rp140.000 Rp60.000 Rp50.000


Rp250.000
2. Jika metode nilai jual relatif digunakan dalam mengalokasikan biaya bersama , maka
produk F akan menerima alokasi biaya bersama sebesar.

Jawab:

B. Rp66.000

Cara:
a. Cari nilai jual relatifnya
Nilai jual relatif untuk produk F = Nilai jual produk F : Total nilai jual x 100%
= Rp110.000 : Rp 200.000 x 100%
= 55%
b. Biaya bersama untuk produk F = Nilai jual relatif produk F x Total biaya bersama
= 55% x Rp120.000 = Rp66.000

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 337])

3. Nilai jual produk G pada saat terpisah (split-off point)


Jawab:
A. Rp 36.000

Cara:
Diketahui :
Biaya bersama produk F = Rp66.000,
Produk G = X,
Produk H = Rp18.000,
Total = Rp120.000
Rp66.000 + X + Rp18.000 = Rp120.000
Rp84.000 + X = Rp120.000
X = Rp 120.000 – Rp84.000
X= Rp36.000

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 337])

(courshero)
4. Jika biaya bersama dialokasikan kepada produk bersama atas dasar nilai jual
hipotesis, biaya bersama yang dialokasikan kepada produk H adalah sebesar :
Jawab:
C. Rp 42.750

Cara:
Nilai jual hipotesis = Nilai jual jika diproses lebih lanjut – biaya tambahan setelah saat
terpisah
= Rp50.000 – Rp7.250
= Rp42.750

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 337])

5. Harga pokok produk F per unit setelah diproses lebih lanjut, jika biaya bersama
dialokasikan kepada produk bersama berdasar nilai jual relatif pada saat terpisah
adalah:
Jawab:
A. Rp 12,50

Cara:
a. Nilai jual pada saat terpisah produk H : Unit yang diproduksi produk H
= Rp110.000 : Rp8.000
= Rp13,75
b. Biaya tambahan setelah saat terpisah produk H : Unit yang diproduksi
= Rp14.000 : Rp8.000
= Rp1,75
c. Rp13,75 – Rp1,75
= Rp12,00
(Sumber : Coursehero)

6. Biaya bersama yang dialokasikan kepada produk G, jika metode unit fisik (physial unit
metbod) yang digunakan dalam alokasi biaya bersama adalah sebesar (pilih jawaban
yang mendekati):
Jawab:
C. Rp 34.286
Cara:
a. Cari persentase produk G: Rp4.000 : Rp14.000 x 100% = 28,57%
b. Alokasi biaya bersama = Total biaya bersama x Persentase : 100
= Rp120.000 x 28,57% : 100
= Rp34.284

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 338-339])

7. Manakah diantara pernyataan mengenai produk sampingan berikut ini yang salah?

Jawab:

C. Nilai jual produk sampingan relatif sama dengan nilai jual produk utama.

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 343])

8. Manakah diantara metode berikut ini yang bukan merupakan metode alokasi biaya
bersama kepada produk bersama?

Jawab:

B. Metode biaya berjaga

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 336])

9. Jika produk bersama tidak memiliki harga pasar pada saat terpisah (split-off point),
dan jika metode nilai jual relatif yang digunakan untuk alokasi biaya bersama, maka
yang digunakan untuk dasar alokasi biaya bersama adalah:

Jawab:

C. Nilai jual hipotesis pada saat terpisah

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 337])

10. Manakah diantara pernyataan mengenai biaya bersama ini yang salah?

Jawab:

A. Terdiri dari biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.

(Sumber: Buku Akuntansi Biaya, Edisi 5; Mulyadi [Halaman 334])