Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KONSERVASI MINERAL DAN BATUBARA

KATA PENGANTAR

Laporan Konservasi mineral dan batubara ini Tahun 2019 PT Saraba

Kawa disusun untukmemenuhi salah satu kewajiban sebagai pemegang

Izin Usaha Pertambangan (IUP) OP No : 188.48/959/BPTSP/VI/2016,

Dokumen RKAB Tahun 2019 berisikan tentang Realisasi dari Perencanaan

yang dibuat atas RKAB 2019. Dalam laporan ini dikemukan penjelasan

secara teknis dari seluruh kegiatan Penambangan operasi

pertambangan yang akan dan telah dilaksanakan PT Saraba Kawa. Kami

mengharapkan dokumen ini dapat memberikan informasi yang

diperlukan bagi semua pihak yang terkait, Kami juga mengharapkan

saran dan masukan yang dapat menjadikan Laporan ini menjadi lebih

baik dan pihak yang telah membantu tersusunnya laporan ini, atas

perhatian dan kerjasamanya Kami ucapkan terimakasih.


DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 a. Latar belakang
Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku pemilik IUP-OP wajib untuk
melaporkan kegiatan operasi produksi secara berkala, sebagaimana tersebut dalam
peraturan menteri ESDM No. 11 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah,
Perizinan, dan Pelaporan Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan
Batubara. Berdasarkan hal tersebut kami dari PT Saraba Kawa selaku pemegang IUP-OP
No : 188.48/959/BPTSP/VI/2016 menyampaikan laporan RKAB 2019 tentang
Realisasi dari Perencanaan yang dibuat atas RKAB 2018. PT Saraba Kawa melakukan
kegiatan penambangan batubara dengan system tambang terbuka (Open Pit Mining) di
wilayah IUP-OP nya. Keigatan penambangan batubara oleh PT Saraba Kawa akan
menimbulkan berbagai dampak, baik dampak positif maupun dampak negative. Dampak
tersebut dikelola agar mengoptimalkan dampak positif yang terbentuk dan
meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sekitarnya. Di dalam dokumen
RKAB ini kami akan menyampaikan berbagai macam kegiatan yang telah dilakukan PT
Saraba kawa atas dasar perencanaan yang dimuat di dalam RKAB 2018, baik dalam
melakukan kegiatan penambangan maupun penanganan terhadap keselamatan
karyawan dan lingkungan hidup.
b. Legalitas

URAIAN KETERANGAN
No.
1 2
1 Nama Perusahaan PT. Saraba Kawa
2 NPWP Perusahaan 02.918.550.1.734.000
3 Nomor SK IUP/IUPK 188.48/959/BPTSP/VI/2016
4 Status IUP/IUPK Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi
5 Kode WIUP/WIUPK TB. 11 MEIPR 07-066/KALSEL
6 Nomor SK Penetapan Tanda Batas WIUP/WIUPK 090/69-SET/DESDM
7 Komoditas Batubara
8 Jangka Waktu WIUP/WIUPK 16 Juni 2015 - 16 Juni 2025 (10 Tahun)
9 Kepala Teknik Tambang Fadlul Rakhman A.md
10 Persetujuan Dokumen Lingkungan (Nomor dan Tanggal) 660/164/IL/BLHD/2015 Berakhir tahun: 2025
Persetujuan Studi Kelayakan/FS (Nomor dan Tanggal) Berakhir tahun: 2025
-Kapasitas Produksi Pertahun
11
a.Tambang (Komoditas & Waste) 1,000,000.00 MT
b.Pengolahan 1,000,000.00 MT
Rencana Produksi Tahun 2019
12 a. Tambang (Komoditas & Waste) 285,908.89 MT
b. Pengolahan 285,337.07 MT
Kawasan Hutan (ha)
Bukan Kawasan Hutan (ha)
13 Luas Wilayah Izin Operasi Produksi HK HPT HP
143.6 Ha 250 Ha
Total Luas Wilayah 393.60 ha
14 Luas Project Area 5,30 ha
15 No. 121/1/IPPKH/PMDN/2017
Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk produksi
Tanggal 27 Oktober 2017
Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) Untuk Eksplorasi -
No. Tanggal
Lanjutan -
Luas Wilayah Pinjam Pakai Kawasan Hutan Untuk Operasi
17.30 Ha
Produksi
Luas Wilayah Pinjam Pakai Kawasan Hutan Untuk Eksplorasi
16 -
Lanjutan
1. H. Supiansyah. ZA : 50%
17 Pemegang Saham 2. Hj. Munjiah : 30%
3. Saipul Rahman : 20%
Direksi:
1. Hj. Munjiah 14.144.268.1-734.000
18 Susunan Pengurus dan NPWP Pengurus 2. Saipul Rahman (14.569.952.6.734.000)
Komisaris:
1. H. Supiansyah. ZA (14.144.268.1-734.000)
1.2 Maksud dan Tujuan

Konservasi Mineral dan batubara pada hakekatnya adalah upaya perlindungan, perbaikan
dan penggunaan bahan galian secara bijaksana yang dapat memberikan manfaat ekonomi
dan sosial yang tinggi, menjaga kelestarian fungsi lingkungan, serta menjamin
kesinambungan pembangunan bagi masyarakat. Untuk mendukung penerapan kaidah
konservasi berdasarkan paradigma, program dan strategi yang tepat, maka diperlukan
penyusunan kebijakan konservasi bahan galian sebagai langkah antisipasi dalam
pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan umum. Pembahasan kebijakan konservasi dalam
makalah ini meliputi hasil penyusunan konsep peraturan, pedoman teknis, kriteria di bidang
konservasi bahan galian dan implementasinya dalam kegiatan usaha pertambangan di
Indonesia.
BAB II
KONSERVASI MINERAL DAN BATUBARA

2.1 Recovery Penambangan, Recovery Pengolahan dan/atau


Pemurnian
Recovery penambangan berlansung optimal, mengingat Perusahaan ini
telah melakukan penambangan yang benar . Dalam hal ini bimbingan teknis tata cara
penambangan yang efektif dan efisien telah dilakukan agar PT Sarabakawa dapat
lebih meningkatkan recovery penambangannya.

Sistim pengangkutan harus menggunakan metode yang tepat dan dilakukan


secara efektif dan efisien untuk mengurangi kehilangan material selama
pengangkutan sehingga dapat meningkatkan nilai recoverynya. Sistim pengolahan dan
pemurnian harus menggunakan teknologi yang tepat karena rangkaian proses
produksi yang efisien dapat meningkatkan nilai cadangan.

Recovery Recovery Pengolahan


No Bulan Penambangan (%) dan/atau Pemurnian
Truck Factor Survey (%)
Komoditas Utama
1 Triwulan I 99,12 %
2 Triwulan II 98,93 %
3 Triwulan III 99,07 %
4 Triwulan IV 99,11%
2.2 Pengelolaan Cadangan Marginal
Uraian rinci

Cadangan marginal adalah bagian dari cadangan mineral dan


batubara yang berada pada batas keekonomian pada saat penyusunan
studi kelayakan tetapi masih harus mempertimbangkan perubahan
faktor teknis dan ekonomi untuk dilakukan perencanaan
penambangan sehingga status cadangan dapat kembali menjadi
sumberdaya.
b. Komoditas Batubara

Kuantitas Kualitas
No Bulan Lokasi
(tonase) (CV, Ash, Sulfur, TM)

1 Triwulan I 123.108,36 PIT 1

2 Triwulan II 93.082,47 PIT 1

3 Triwulan III 107.638,00 PIT 1

4 Triwulan IV 213.290,28 PIT 1


TOTAL
2.3 Pengelolaan Sisa Hasil Pengolahan dan/atau Pemurnian
Uraian rinci mengenai pendataan dan pengelolaan sisa hasil pengolahan
dan/atau pemurnian.
a. Komoditas Batubara
Kuantitas Kualitas
No Bula n Lokasi
(tonase) (CV, Ash, Sulfur, TM)
Stock Awal Tahun
1 Triwulan I
2 Triwulan II
3 Triwulan III
4 Triwulan IV
TOTAL
Catatan:
Sisa hasil pengolahan batubara termasuk fine coal dan reject coal.

BAB III
KENDALA PENGELOLAAN DAN UPAYA PEMANFAATAN

3.1. Kendala Pengelolaan


Kendala Pengendalian Dilusi dan Kehilangan Dalam Rangka
Optimalisasi Recovery Penambangan, Recovery Pengolahan dan/atau
Pemurnian

3.2 Kendala Pengelolaan Pemanfaatan Cadangan Marginal Tertambang