Anda di halaman 1dari 6

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

(SPTK) SP2

Hari : Jumat Nama klien : Tn.Q


Tanggal : 4 Mei 2018 No. RM : 23456
Jam : 14.00 Nama Perawat : Novia Tina

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien :
Sebjektif
a. Keluarga klien mengatakan bahwa klien pernah mengatakan bahwa
dirinya malu dengan kondisinya
b. Klien berpikir bahwa karirnya akan hancur
c. Klien mengatakan tidak akan bekerja lagi karena kondisinya
d. Klien tidak mau bekerja menggunakan tongkat dan menyatakan dia
tidak akan hidup seperti itu

Objektif

a. Klien mengalami kecelakaan motor sekitar 6 bulan yang lalu


b. Klien kehilangan kaki kanannya karena harus diamputasi
c. Klien sering meyendiri
d. Klien tidak banyak bicara
e. Klien malas menjawab ketika bertanya
f. Klien tampak murung dan afek dasar
2. Diagnosa Keperawatan : Keputusasaan
3. Tujuan Keperawatan :
Pasien mampu :
a. Mengenal keputusasaannya
b. Memberdayakan diri dalam aktivitas
c. Menggunakan keluarga sebagai sumber daya
4. Tindakan Keperawatan :
a. Diskusi tentang kejadian yang membuat putus asa, perasaan/ pikiran/
perilaku yang berubah
b. Latihan berikir positif melalui penemuan harapan dan makna hidup
c. Latihan melakukan aktivitas untuk menumbuhkan harapan dan makna
hidup
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
1. Pra Interaksi
“Assalamu’alaikum wr.wb. perkenalkan nama saya Icha. Saya
adalah perawat jiwa diruangan ini, hari ini saya akan melakukan
komunikasi terapeutik pada Tn.A yang mengalami Harga Diri
Rendah. Dalam melakukan komter saya ingin menjadi perawat
yang profesional dan tunggu-tunggu oleh klien. Norma yang saya
anut adalah agama islam, maka saya akan menggunakan istilah-
istilah dalam islam. Saya sedikit meyakini bahwa klien mengalami
Keputusasaan disebabkan kehilangan kaki kanannya akibat
amputasi. Saya hafal dengan tahapan komter dan saya sudah
mempelajari berbagai teknik komter, namun saya terkadang lupa
tahapan di fase kerja. Saat ini saya merasa cemas karena baru
pertama kali menghadapi klien dengan keputusasaan. Untuk
mengatasi kecemasan saya, saya akan membawa barang yang
akan d gunakan oleh klien. Saat ini saya akan melakukan
komunikasi tentang kemampuan positif dan menumbuhkan
harapan dan makna hidup pada klien. Saya akan melakukan
komter diruangan klien dengan posisi klien duduk berhadapan
dengan saya.”
2. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik :
“Assalamu’alaikum pak” (Klien menjawab)
b. Perkenalan :
“ Bapa masih ingat dengan saya ?” (Klien menjawab)
“ iya benar, nama saya Novia, saya perawat yang kemarin
mengobrol dengan bapak ”
c. Membuka pembicaraan dengan topik umum :
“ Bagaimana semalam tidurnya nyenyak pak?” (Klien menjawab)
“ Bapak sudah makan ?” (Klien menjawab)
“ Bagimana pak, makannya habis atau tidak?” (Klien menjawab)
“ Bapak sudah minum obat?”
d. Evaluasi / validasi :
“Alhamdulillah, bapak makannya sudah habis dan sudah minum
obat juga ya pak ?” (Klien menjawab)
“Bapak bagaimana perasaannya saat ini?” (Klien menjawab)
“Apakah latihan kemarin bisa bapak lakukan sendiri ?” (Klien
menjawab)
“ Apakah rasa putus asa bapak sudah berkurang? “(Klien
menjawab)
e. Kontrak :
“Baik bapak, sesuai kesepakatan kita kemarin hari ini kita akan
berbicara mengenai cara mengatasi keputusasaan waktunya kira-
kira 30 menit apakah bapak bersedia?” (Klien menjawab)

3. Fase Kerja : SP 2
a. Pertahankan rasa percaya pasien
1) Mengucapkan salam terapeutik dan memberi motivasi
“Assalamu'alaikum bapak, sekarang kita akan berbicara
mengenai cara mengatasi keputusasaan bapak ya, saya yakin
setelah kita berbincang bapak akan menjadi lebih semangat
lagi”
2) Assesment ulang keputusasaan dan kemampuan melakukan
resrukturisasi pikiran.
“bapak, bagaimana perasaan bapak setelah melakukan latihan
pengendalian keputusasaan kemarin ?” (Klien menjawab)
“Alhamdulillah bapak bisa menjadi lebih semangat dengan
latihan kemarin, hari ini kita lanjutkan kegiatan lagi ya pak”
b. Melakukan kontrak ulang : Cara mengatasi keputusasaan
c. Diskusikan aspek positif diri sendiri, keluarga, dan lingkungan
“ Baik bapak, menurut bapak apa yang menjadi kelebihan
bapak? ” (Klien menjawab)
“ Apa yang menjadi kelebihan keluarga bapak ? ” (Klien menjawab)
“ Dan apa yang menjadi kelebihan dilingkungan rumah bapak
kepada bapak? ” (Klien menjawab)
d. Diskusikan kemampuan positif sendiri
“ Bapak, apakah bapak mempunyai kegiatan yang sangat bapak
sukai dan bapak menguasai kegiatan tersebut menjadi kelebihan
bapak?” (Klien menjawab)
e. Latih satu kemampuan positif
“ bapak suka main gitar ? Bapak bisa memainkan lagu apa?
Bapak bisa memainkan gitar untuk saya?” (Klien menjawab)
f. Tekankan bahwa kegiatan melakukan kemampuan positif berguna
untuk menumbuhkan harapan dan makna hidup
“ Bapak bagus sekali permainan gitarnya, kita bisa berkolaborasi
ya pak? Bapak kemampuan bapak ini sangat bagus, bapak bisa
menghibur orang-orang dengan lagu yang bapak bawakan.
Bukannya membuat senang orang lain adalah kewajiban kita
sebagai sesama manusia, meskipun sekarang disatu sisi bapak
mempunyai kekurangan tapi disisi lain bapak memiliki kelebihan
yang semua orang belum tentu bisa melakukannya sehebat
bapak.”
4. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi klien (subyektif) :
” Bagaimana perasaan bapak setelah bermain gitar dan
kita bernyanyi bersama tadi?”
Evaluasi perawat (objektif) :
“Klien tampak tenang dan Nampak melihat gitarnya
dengan senyuman bangga.”
b. Rencana tindak lanjut
“Bapak untuk pertemuan selanjutnya kita akan melakukan
satu kegiatan yang bapak sukai. Bapak ingin melakukan
apa?” (Klien menjawab)
“Baik kita akan bermain suling besok ya pak?” (Klien
menjawab)
c. Kontrak yang akan datang
“Baik pak, besok hari sabtu saya akan kembali lagi untuk
melakukan kegiatan bermain suling dengan bapak, bapak
bisa jam berapa?” (Klien menjawab)
“Baik besok jam 10.00 kita akan bertemu disini untuk bermain
suling ya pak? “(Klien menjawab)
d. Salam Terapeutik :
“ untuk pertemuan hari ini , kita cukupkan dulu ya pak.”
“ jika bapak perlu bantuan saya , bisa panggil saya di ruang
keperawatan. Mari pak , selamat beristirahat”.
“ Assalamu’alaikum” (Klien menjawab)

3. Post Interaksi
“Alhamdulillah setelah melaksanakan komter saya merasa lega,
karena klien kooperatif dan mempercayai saya untuk mengetahui
masalahnya, namun tadi saya sedikit terhambat difase kerja
karena lupa tahapan fase kerja. Saya akan belajar lebih giat
tentang komunikasi terapeutik sehingga saya tidak mendapatkan
kesulitan saat membantu klien dalam komunikasi terapeutik.”

Anda mungkin juga menyukai