Anda di halaman 1dari 2

adalah hal wajib bagi kamu yang memutuskan untuk kuliah.

Ibarat ketika membeli kacang


rebus, kamu akan mendapatkan kacang beserta kulitnya, walau yang kamu makan hanya
kacangnya. Hal ini pun berlaku di dunia kuliah, walau yang kamu incar adalah ijazahnya,
kamu tetap harus melewati skripsi sebagai bagian untuk meraih kertas sakral itu.

Setiap mahasiswa memiliki jalan skripsinya masing-masing. Ada yang judulnya sulit,
metodenya sulit, namun bisa paling cepat selesai. Ada yang topiknya mudah, tapi dosen
pembimbingnya susah ditemui. Ada yang dosennya lancar, tapi revisi tiada henti, dan lain-
lain. Karena inilah, skripsi sering disebut sebagai momen yang tidak akan terlupakan. Sampai
kapanpun hingga tua nanti, skripsi akan selalu mendapat tempat di hati sebagai tanda
perjuangan dan manisnya kelulusan.

Nah, salah satu momen sakral dalam skripsi adalah Seminar Proposal Skripsi alias Sempro, di
mana mahasiswa mempresentasikan Bab 1-3 di hadapan dosen pembimbing dan penguji.
Sebagian mungkin menganggap Sempro adalah hal yang horor nan mistis karena inilah
momen pra-sidang dan memberi sedikit gambaran tentang bagaimana sidang akhir nanti.

Untuk itu dibutuhkan persiapan yang matang untuk menghadapi Sempro, agar momen ini
terkenang manis saat wisuda nanti.

ilustrasi: www.impactbnd.com

Kuasai Isi, Jangan Ada Satu Kalimat dalam Skripsi yang Tidak Kamu Mengerti
Menguasai isi skripsi adalah hal mudah namun konon sulit untuk dilakukan. Sebagai penulis,
tentunya kamu sudah tahu benar apa yang ada dalam skripsimu dan bagaimana maksudnya.
Meskipun demikian, terkadang tetap ada hal-hal yang tidak bisa kita jangkau.

Dan di sinilah kamu harus belajar untuk mengerti kata demi kata. Ibarat menulis surat, jangan
sampai ada kata-kata yang kamu pun bingung artinya apa. Jika kamu bingung, bagaimana
pembacamu nanti?

Loh, tapi ini kan nulis skripsi, bukan nulis surat. Jangan disamain dong!

Skripsi dan surat sesungguhnya hanya berbeda cerita dan jumlah lembar. Jika dalam surat
kita biasa menceritakan pengalaman pribadi dengan panjang kurang dari dua lembar.

Dalam skripsi, kamu harus menceritakan tentang analisis dari penelitian yang kamu jalankan.
Dengan demikian panjangnya pun akan lebih dari dua, bahkan bisa sampai bepuluh hingga
beratus lembar.

Dosen pembimbing saya pernah berkata, jangan sampai kamu menuliskan kalimat yang
nggak kamu mengerti, karena itu akan jadi boomerang buat kamu. Saya membenarkan hal
itu. Mungkin memang kita menuliskan suatu teori yang terbilang agak "sulit", agar terlihat
lebih keren atau lebih mendukung hasil.
Hal ini mungkin sah-sah saja jika kamu bermaksud untuk mempelajari teori tersebut, namun
jika tidak, kamu harus menerima kemungkinan bahwa itu akan menjadi bahan yang bisa
menenggelamkanmu ketika Sempro atau Sidang Akhir nanti.

Salah satu cara yang efektif untuk menguasai isi skripsimu adalah dengan
membacakan skripsimu ke teman, dan memintanya untuk menanyakan kalimat yang
tidak dia mengerti.

Pastikan teman yang kamu tanyakan tidak mengambil topik yang sama dengan kamu, ya.
Dengan begitu pengetahuan mereka tentang topik tersebut juga tidak terlalu dalam.

Nah, kamu bisa memanfaatkan keawaman temanmu untuk mengetes seberapa jauh kamu
menguasai materi yang tertulis dalam skripsimu. Anggaplah pertanyaan itu seperti kisi-kisi
yang mungkin akan dilontarkan dosen pembimbing atau penguji. Kamu pun dapat terlebih
dulu mempersiapkan jawaban-jawaban untuk itu.

Jika memang ada kata-kata yang sama sekali kamu tidak mengerti, kamu bisa
menanyakannya ke teman yang satu topik denganmu, atau kepada dosen pembimbing
sebelum Sempro dimulai.

Berlatihlah untuk Presentasi