Anda di halaman 1dari 15

TUGAS KEUANGAN NEGARA & DAERAH

Evaluasi Belanja (Expenditure Review)

Dosen Pembimbing Dr.Suhairi SE,M.Si,Ak

Oleh kelompok 13 :
 Cindy Octavia Manopi 1610532012
 Shintya Alvenia 1610533006
 Yolla Oktavia Putri 1610532032
 Wirasetya Ravanelli 1610532010

Fakultas Ekonomi
UNIVERSITAS ANDALAS
2017
LATAR BELAKANG

Terbatasnya anggaran yang dimiliki oleh pemerintah pusat maupun daerah


menimbulkan permasalahan bagi pemerintah untuk menentukan alternatif-alternatif
program pemerintah yang akan dilaksanakan guna meningkatkan aspek sosial, ekonomi,
budaya dan lainnya dalam negara mapun daerah dengan tujuan dapat meningkatkan
kemakmuran dan kenyamanan baik masrayakat publik mapun daerah. Sehingga dalam
menentukan pilihan terhadap alternatif program atau intervensi yang ada pemerintah
memerlukan suatu alat untuk menganalisis akibat baik dan buruknya suatu keputusan yang
diambil.
Dengan adanya suatu alat analisis yang berguna dalam evaluasi ekonomi yang
membantu pemerintah dalam mengurangi kesalahan akibat pilihan yang akan diambil,
pemerintah dapat menggunakan Cost and Benefit Analysis (CBA). Dengan adanya alat
analisis ini, pemerintah maupun investor dapat mengambil keputusan terdahap berbagai
pilihan atas alternatif yang tersedia untuk memberikan dana terhadap suatu proyek atau
aktivitas.
Dalam perkembangannya, pengelolaan organisasi sektor publik, khususnya dalam
bagian keuangan telah melakukan reformasi yang bisa disebut value for money yang
menekankan tentang pengelolaan organisasi sektor publik yang dilakukan secara ekonomis,
efisien, dan efektif. Ketiga hal tersebut merupakan elemen pokok dalam konsep value for
money. Adanya ketiga unsur pokok tersebut diharapkan di terapkan pada setiap organisasi
sektor publik yang ada di Indonesia, agar terjadi sinergi positif terhadap perkembangan
perekonomian bangsa Indonesia.
Pengelolaan keuangan menrupakan perihal yang penting dalam upaya pengembangan
efektifitas dan efisiensi kinerja pemerintah. Pengelolaan semacam ini berorientasi pada
kemampuan pemerintah melaksanakan kebijakan, keputusan, rencana, serta terjun
langsung dalam pelaksanaan program-program yang telah ditentukan. value for
money diharapkan mampu melakukan pengawasan (controlling) terhadap kebijakan
pemerintah yang berkaitan dengan keuangan. Sehingga ada sinergi atau keterkaitan antara
nilai keuangan dengan komponen-komponen yang berkaitan dengan pengganggaran.
Cost And Benefit Analysis (CBA)

1.Pengertian

Cost Benefit Analysis merupakan salah satu jenis evaluasi ekonomi. Evaluasi
ekonomi adalah cara untuk melakukan perbandingan terhadap tingkat efisiensi beberapa
intervensi (Probandari, 2007). Cost Benefit Analysis atau Benefit-Cost Analysis
merupakan salah satu metode yang digunakan pada proses evaluasi manajemen. Tidak
menutup kemungkinan juga analisis ini digunakan dalam tahap perencanaan. Analisis ini
digunakan untuk menilai beberapa alternatif sumber daya maupun program yang memiliki
manfaat lebih besar atau lebih baik dari alternatif lainnya.

Cost Benefit Analysis adalah tipe analisis yang mengukur biaya dan manfaat suatu
intervensi dengan beberapa ukuran moneter dan pengaruhnya terhadap hasil perawatan
kesehatan. Tipe analisis ini sangat cocok untuk alokasi beberapa bahan jika keuntungan
ditinjau dari perspektif masyarakat. Analisis ini sangat bermanfaat pada kondisi antara
manfaat dan biaya mudah dikonversi ke dalam bentuk rupiah (Orion, 1997) Jadi, Cost
Benefit Analysis (CBA) adalah suatu analisis sistematis yang digunakan untuk
menghitung serta membandingkan biaya dan manfaat dari suatu proyek, keputusan
maupun kebijakan pemerintah.

2. Tujuan

a. Menentukan apakah suatu proyek merupakan suatu investasi yang baik.

b. Memberikan dasar untuk membandingkan suatu proyek, termasuk membandingkan


biaya total yang diharapkan dari setiap pilihan dengan total keuntungan yang
diharapkan, untuk mengetahui apakah keuntungan melampaui biaya serta berapa
banyak.

c. Untuk mengetahui besaran keuntungan atau kerugian serta kelayakan suatu proyek.
Analisis ini memperhitungkan biaya serta manfaat yang akan diperoleh dari
pelaksanaan program. Perhitungan manfaat dan biaya merupakan satu kesatuan yang
tidak bisa dipisahkan.

d. Untuk mengetahui seberapa baik atau seberapa buruk tindakan yang akan direncanakan
akan berubah. Analisis ini sering digunakan oleh pemerintah dan organisasi lainnya,
seperti perusahaan swasta, untuk mengevaluasi kelayakan dari kebijakan yang
diberikan.

3 Manfaat

Manfaat Cost Benefit Analysis adalah dapat membantu dalam proses pengambilan
keputusan baik pemerintah maupun sumber dana. Dengan adanya CBA sumber dana dapat
yakin untuk menginvestasikan dana dalam berbagai proyek. Selain itu, CBA dapat
dilakukan untuk mengontrol perkembangan proyekyang bersangkutan pada tahun-tahun
ke depannya. CBA juga bermanfaat untuk mengevaluasi suatu proyek yang telah selesai
dikerjakan. Tujuan dilakukannya evaluasi ini adalah untuk mengetahui kinerjasuatu
proyek dan hasil analisis yang telah dilakukan dapat digunakan untuk perbaikan program
yang selanjutnya.

4. Kekuatan dan Kelemahan CBA

Kekuatan Cost Benefit Analysis

 Penggunaan sumber – sumber ekonomi menjadi lebih efisien. Jika efisiensi


meningkat, pencapaian kesejahteraan masyarakat dari kebijakan publik yang
diimplementasikan lebih maksimal. Analisis biaya manfaat dalam pengitungan
biaya maupun manfaat diukur dengan mata uang sebagai unit nilai, sehingga
memudahkan efisiensi.
 Sebagai dasar yang kuat guna mempengaruhi pengambilan keputusan contohnya
seperti pemerintah atau sumber dana serta meyakinkan mereka untuk
mengivestasikan dana dalam berbagai proyek
 Dapat mengukur efisiensi ekonomi (ketika satu pilihan dapat meningkatkan
efisiensi, pilihan tersebut harus diambil).
 Tidak hanya membantu mengambil kebijakan untuk memilih alternatif terbaik
dari pilihan yang ada, yang dalam hal ini pemilihan alternatif terbaik dilakukan
berdasarkan alasan perbandingan antara life cycle’s benefit dengan biaya yang
dikeluarkan, melainkan juga dapat membandingkan alternatif-alternatif tersebut.
 Dapat mengontrol perkembangan dari proyek yang bersangkutan pada tahun-
tahun ke depan.
 Dapat mengkuantifikasikan biaya dan manfaat yang bersifat kualitatif maupun
intangible.
Kelemahan Cost Benefit Analysis

 Analisis ini membutuhkan waktu dan proses yang lama


 Tidak memiliki fleksibilitas tinggi, karena semua penghitungan dilakukan secara
kuantitatif. Hal ini menimbulkan interpretasi jika analisis ini dilaksanakan terlalu
jauh, pemerintah tidak lagi dilaksanakan oleh wakilwakil rakyat yang membawa
aspirasi rakyat, melainkan seakan akan dilaksanakan oleh robot computer
 Tidak dapat mengukur aspek multidimensional seperti keberlangsungan, etika,
partisipasi publik dalam pembuatan keputusan dan nilai-nilai sosial yang lain.
 CBA juga lebih berfungsi memberikan informasi kepada pengambil keputusan,
tapi tidak dengan sendirinya membuat keputusan.
 Tidak ada standar dalam kuantifikasi biaya-manfaat. Subjektivitas yang terlibat
ketika mengidentifikasi, mengukur, dan memperkirakan biaya dan manfaat yang
berbeda dapat menimbulkan penafsiran biaya manfaat yang berbeda pula.

5. Langkah Pengukuran Cost Benefit Analysis (CBA)

Langkah – langkah yang harus dilakukan dalam melakukan CBA adalah sebagai
berikut:

1. Identifikasi Alternatif dan Intervensi yang Akan Dianalisis


Intervensi yang dipilih untuk dilakukan analisis dapat lebih dari dua. Semakin banyak
intervensi yang akan dianalisis semakin baik hasilnya karena akan memberikan pilihan
yang bervariasi dan analisis yang lebih lengkap. Definisi operasional dari masing-
masing alternatif atau intervensi harus dijabarkan agar tampak perbedaan dari masing-
masing intervensi yang akan dianalisis. Contohnya : Poli Mata vs Poli THT, dalam hal
ini kita akan membandingkan mana yang lebih besar manfaatnya.
2. Identifikasi Biaya dari Masing-Masing Alternatif atau Intervensi
Dalam melakukan identifikasi biaya terlebih dahulu dilakukan pengklasifikasian
komponen-komponen seluruh biaya dari masing-masing alternatif. Semua komponen
biaya harus teridentifikasi baik yang bersumber dari anggaran proyek maupun dari
anggaran lainnya. Klasifikasi biaya bisa dilakukan menurut beberapa cara lain meliputi
biayainvestasi, biaya operasional dan biaya pemelliharaan, biaya risiko kehilangan dan
kerusakan.
3. Menghitung Total Biaya dari Masing-Masing Alternatif atau Intervensi

Setelah seluruh komponen biaya teridentifikasi dan diklasifikasikan kemudian


dilakukan penghitungan total seluruh biaya setiap intervensi. Cara penghitungan biaya
total sama seperti dalam penghitungan unit cost. Perhitungan biaya investasi
membutuhkan perhitungan AIC (Annual Investment Cost) yaitu membandingkan biaya
investasi barang sesuai masa pakai dengan masa hidup barang tersebut.

ket: AIC: Annual Investment Cost


i. IIC: Initial Investment Cost
ii. n: inflasi
iii. k: masa pakai
iv. l: masa hidup

Perhitungan biaya non investasi hanya dengan menjumlahkan seluruh biaya pertahun.
Hasil akhir penjumlahan seluruh biaya adalah Present Value Cost (PV cost) atau total
biaya.

4. Mentransformasi Manfaat dalam Bentuk Uang

Dalam mengidentifikasi manfaat dari masing-masing biaya alternatif terdapat dua


komponen, yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.
5. Menghitung Total Benefit

Mentransformasi manfaat dalam bentuk uang, untuk manfaat langsung kita dapat
menghitung dengan menguangkan biaya keuntungannya. Sedangkan manfaat tidak
langsung dapat menguangkan biaya akibat kerugian yang ditimbulkan. Hasil dari tahap
ini adalah jumlah dari benefit langsung dan tidak langsung yang berupa PV Benefit atau
Present Value Benefit.

6. Menghitung Rasio Benefit (Discounting)

Penjumlahan antara benefit langsung dan tidak langsung dari masing-masing alternatif
atau intervensi dengan mengkonversikannya dalam bentuk uang. Dalam menghitung
manfaat tentunya harus mempertimbangkan discount rate bila manfaatnya akan
diperoleh untuk periode waktu kedepan.

1
Menghitung Discount factor=(1+i)

ket: i = Annual Interest Ratio

7. Melakukan Analisis Untuk Menentukan Pilihan dari Alternatif atau Intervensi yang
Paling Menguntungkan

Setelah data tentang total biaya dan manfaat sudah tersedia maka dilakukan
perhitungan NPV (Nett Present Value) = PV Benefit - PV Cost Kemudian dihitung
Rasio Biaya Manfaat (Cost Benefit Ratio) untuk setiap intervensi. Bila intervensi yang
dianalisa lebih dari 2 maka dapat dibuat tabel untuk memudahkan dilakukannya analisis
setiap intervensi.

𝑝𝑣 𝑏𝑒𝑛𝑒𝑓𝑖𝑡
Ratio B/C=
𝑝𝑣 𝑐𝑜𝑠𝑡

6.Metode Analisis Biaya dan Manfaat

Setelah komponen‐komponen biaya dan manfaat telah dapat diidentifikasi,


selanjutnya analisis biaya/manfaat ini dapat dilakukan untuk menentukan apakah
proyek sistem informasi ini layak atau tidak. Di dalam analisis suatu invetasi, terdapat dua
aliran kas, yaitu aliran kas keluar (cash outflows) dan aliran kas masuk (cash inflow).
Aliran kas keluar terjadi karena pengeluaran‐pengeluran uang untuk biaya
investasi. Aliran kas masuk terjadi dari manfaat yang dihasilkan oleh investasi. Aliran
kas masuk ini sering dihubungkan dengan proceed, yaitu keuntungan bersih sesudah
pajak ditambah dengan depresiasi (bila depresiasi dimasukkan dalam komponen
biaya).Terdapat beberapa metode untuk melakukan analisis biaya/manfaat,
diantaranyasebagai berikut :
a. Metode periode pengembalian (payback period)
Metode ini menilai proyek investasi dengan dasar lamanya investasi
tersebut dapat tertutup dengan aliran‐aliran kas masuk. Metode ini tidak memasukkan
faktor bunga kedalam perhitungannya.

b. Metode pengembalian investasi (return on investment/ROI)


Metode ini digunakan untuk mengukur prosentase manfaat yang dihasilkan
oleh proyek dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkannya. ROI dari suatu proyek
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑛𝑓𝑎𝑎𝑡−𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎
inventasi dapat dihitung dengan rumus : ROI =
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎

c. Metode nilai sekarang bersih (net present value/NPV)


Metode payback period dan ROI tidak memperhatikan nilai waktu dari
uang (time value of money) atau time preference of money). Satu rupiah nilai uang
sekarang lebih berharga dari satu rupiah nilai uang dikemudian hari. NPV merupakan
metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Metode ini menggunakan suku
bunga diskonto yang akan mempengaruhi proceed atau arus
dari uangnya. NPV dapat dihitung dari selisih nilai proyek pada awal tahun
dikurangi dengan total proceed tiap‐tiap tahun yang dinilai uang ke tahun awal dengan
tingkat bunga diskonto. Besarnya NPV bila dinyatakan dalam rumus adalah
sebagai berikut :

i = tingkat bunga diskonto diperhitungkan

n = umur proyek investasi

Bila NPV bernilai lebih besar dari 0, berarti investasi menguntungkan dan
dapat diterima.

d. Metode tingkat pengembalian internal (internal rate of return/IRR)


Merupakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Pada metode
NPV, tingkat bunga yang diinginkan telah ditetapkan sebelumnya, sedang pada
metode IRR justru tingkat bunga tersebut yang akan dihitung. Tingkat bunga yang
akan dihitung ini merupakan tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah
nilai sekarang dari tiap‐tiap proceed yang didiskontokan dengan tingkat bung
tersebut sama besarnya dengan nilai sekarang dari initial cash outflow
(nilai proyek). Atau dengan kata lain tingkat bunga ini adalah merupakan
tingkat bunga persis investasi bernilai impas, yaitu tidak menguntungkan dan juga
tidak merugikan.

7. Penerapan Analisis Biaya dan Manfaat

a. Perusahaan Swasta

Pada analisis perhitungan manfaat dan biaya pada proyek swasta, manfaat
umumnya diukur dengan cara mengalikan jumlah barang yang dihasilkan dengan
perkiraan harga barang. Biaya yang diperhitungkan adalah semua biaya yang langsung
digunakan dalam proyek tersebut berdasarkan harga pembeliannya.

b. Pemerintah

Proyek-proyek pemerintah pada umumnya mengukur manfaat penggunaan


sumbersumber ekonomi yang diukur dengan harga pasar oleh karena harga pasar pada
pasar persaingan sempurna mencerminkan nilai sesungguhnya dari sumber-sumber
ekonomi yang digunakan. Pada keadaan dimana tidak terdapat persaingan sempurna
maka harga-harga pasar tidak menunjukkan nilai sumber-sumber ekonomi yang
sesungguhnya. Dalam hal ini yang harus dilakukan adalah menyesuaikan harga sumber
ekonomi dengan menggunakan harga bayangan (shadow prices). Misalnya pemerintah
membangun suatu dam di daerah Cilacap. Apabila tenaga kerja yang dipakai untuk
membangun dam tersebut adalah tenaga kerja yangmenganggur, maka harga buruh atau
upah yang dihitung bukanlah upah yang diberikan kepada para buruh, akan tetapi upah
bayangan yang besarnya adalah nol. Jadi dalam menghitung manfaat dan biaya kita
hanya menghitung manfaat dan biaya yang mencerminkan nilai oportunitas hasil
proyek atau biaya proyek. Beberapa faktor yang menyebabkan tidak terdapatnya harga-
harga sebagaimana yang terjadi pada pasar persaingan sempurna adalah adanya unsur
monopoli, adanya pajak, adanya pengangguran, dan adanya surplus konsumen. Secara
umum dapat dikatakan bahwa pada proyek-proyek pemerintah, semua input yang
digunakan haruslah diukur dari biaya marginal produksinya (atau harga yang terjadi
pada pasar persaingan sempurna).

Value For Money

1.Pengertian Value For Money

Value for money menurut Mardiasmo (2009:4) merupakan konsep pengelolaan


organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu ekonomis,
efisiensi, dan efektivitas.

 Ekonomi: pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang
terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang
dinyatakan dalam satuan moneter.
 Efisiensi: pencapaian otput yang maksimum dengan input tertentu untuk penggunaan
input yang terendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan
perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang
telah ditetapkan.
 Efektivitas: tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Secara
sederhana efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.
Menurut University of Cambridge (2010), Pendanaan Pendidikan Tinggi Dewan
Inggris (HEFCE) menggambarkan nilai uang dengan cara berikut:
“Nilai untuk uang' (VFM) adalah istilah yang digunakan untuk menilai apakah organisasi telah
memperoleh manfaat maksimal dari barang dan jasa yang baik memperoleh dan memberikan,
dalam sumber daya yang tersedia untuk itu. Beberapa elemen mungkin subyektif, sulit diukur,
tidak berwujud dan disalah pahami. Penghakiman Oleh karena itu diperlukan ketika
mempertimbangkan apakah VFM telah tercapai atau tidak memuaskan. Tidak hanya mengukur
biaya barang dan jasa, tetapi juga memperhitungkan campuran kualitas, biaya, penggunaan
sumber daya, kesesuaian untuk tujuan, ketepatan waktu, dan kenyamanan untuk menilai
apakah atau tidak, bersama-sama, mereka merupakan nilai yang baik.”
2. Value For Money Sebagai Metode Penilaian Kinerja

Sistem pengukuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem yang bertujuan untuk
membantu manajer publik menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur finansial dan
nonfinansial. Pengukuran kinerja sektor publik dilakukan untuk memenuhi tiga maksud.

 Membantu memperbaiki kinerja pemerintah.


 Pengalokasian sumber daya dan pembuatan keputusan.
 Mewujudkan pertanggungjawaban publik dan memperbaiki komunikasi kelembagaan.
Kriteria pokok yang mendasari pelaksanaan manajemen publik dewasa ini adalah:
ekonomi, efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas publik. Tujuan yang
dikehendaki oleh masyarakat mencakup pertanggung jawaban
mengenai pelaksanaan value for money, yaitu: ekonomis (hemat cermat) dalam pengadaan
dan alokasi sumber daya, efisien (berdaya guna) dalam penggunaan sumber daya dalam
arti penggunaannya diminimalkan dan hasilnya dimaksimalkan (maximizing benefits and
minimizing costs), serta efektif (berhasil guna) dalam arti mencapai tujuan dan sasaran.

3. Pengukuran Kinerja Dengan Menggunakan Value For Money

Value for money merupakan inti pengukuran kinerja pada organisasi pemerintah
dan sektor publik. Kinerja pemerintah tidak dapat dinilai dari sisi output yang dihasilkan
semata, akan tetapi secara terintegrasi harus mempertimbangkan input, output, dan
outcome secara bersama-sama. Permasalahan yang sering muncul adalah sulitnya
mengukur output karena output yang dihasilkan pemerintah tidak selalu berupa output yang
berwujud (tangible output), tetapi kebanyakan juga bersifat output tidak berwujud
(intangible output). Ukuran kinerja pada dasarnya berbeda dengan indikator kinerja.
Perbedaan antara ukuran kinerja dengan indikator kinerja adalah:

 Ukuran kinerja, Umumnya mengacu pada penilaian kinerja secara langsung, misalnya:
laporan keuangan pemerintah.
 Indikator kinerja, Mengacu pada penilaian kinerja secara tidak langsung, yaitu hal-hal
yang sifatnya hanya merupakan indikasi-indikasi kinerja.
Mekanisme penentuan indikator kinerja membutuhkan:

a. Sistem perencanaan dan pengendalian. Meliputi proses, prosedur, dan struktur yang
memberi jaminan bahwa tujuan organisasi telah dijelaskan dan dikomunikasikan
keseluruh bagian organisasi dengan menggunakan rantai komando.
b. Spesifikasi teknis dan standarisasi. Spesifikasi ini digunakan sebagai ukuran kinerja
kegiatan, program dan organisasi.
c. Kompetensi teknis dan profesionalisme. Personil yang memiliki kompetensi dan
professionalmerupakan jaminan dukungan dalam pekerjaan.
d. Mekanisme ekonomi dan mekanisme pasar. Mekanisme ekonomi terkait dengan
pemberian reward dan punishment yang bersifat finansial.
e. Sedangkan mekanisme pasar terkait dengan penggunaan sumber daya. Mekanisme ini
digunakan untuk memperbaiki kinerja personil dan organisasi.

4. Langkah-langkah Pengukuran Value For Money

1. Pengukuran Ekonomi,

Pengukuran ekonomi hanya mempertimbangkan masukan (input) yang


gunakan. Pertanyaan yang diajukan adalah:

 Apakah biaya organisasi lebih besar dari yang dianggarkan?,


 Apakah biaya organisasi lebih besar dari pada biaya organisasi lain yang sejenis yang
dapat diperbandingkan?
 Apakah organisasi telah menggunakan sumber daya finansialnya secara optimal?
2. Pengukuran Efisiensi,

Efisiensi diukur dengan rasio antara output dengan input. Semakin besar output
dibanding input, maka semakin tinggi tingkat efisiensi suatu organisasi.

Cara perbaikan terhadap efisiensi adalah:

a. Meningkatkan output pada tingkat input yang sama,


b. Meningkatkan output dalam proporsi yang lebih besar daripada proporsi peningkatan
input.
c. Menurunkan input pada tingkatan output yang sama.
d. Menurunkan input dalam proporsi yang lebih besar daripada proporsi penurunan
output.
3. Pengukuran Efektifitas,
Efeketivitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya.
Efektivitas tidak menyatakan tentang berapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk
mencapai tujuan tersebut.

4. Pengukuran Outcome,
Outcome adalah dampak suatu program atau kegiatan terhadap masyarakat atau
mengukur kualitas output terhadap dampak yang dihasilkan.

Pengukuran outcome memiliki 2 peran:

a. Peran Retrospektif, terkait dengan penilaian kinerja masa lalu.

b. Peran Prospektif, terkait dengan perencanaan kinerja di masa yang akan datang.

Dalam peran ini, pengukuran outcome digunakan untuk mengarahkan keputusan


alokasi sumber daya publik.

5. Estimasi Indikator Kinerja,


Suatu unit organisasi perlu melakukan estimasi untuk menentukan target kinerja
yang ingin dicapai pada periode mendatang. Penentuan target tersebut didasarkan pada
perkembangan cakupan layanan atau indicator kinerja.

5. Tujuan Value For Money

Tujuan pelaksanaan value for money adalah;

 ekonomi: hemat cermat dalam pengadaan dan alokasi sumber daya.


 efisiensi: Berdaya guna dalam penggunaan sumber daya
 efektivitas: berhasil guna dalam arti mencapai tujuan dan sasaran.
 equity: Keadilan dalam mendapatkan pelayanan publik.
 equality: Kesetaran dalam penggunaan sumber daya.
Tujuan lain yang dikehendaki terkait pelaksanaan value for money adalah

 Meningkatan efektivitas pelayanan publik, dalam arti pelayanan yang diberikan


tepat sasaran
 Meningkatkan mutu pelayanan publik
 Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan terjadinya
penghematan dalam penggunan input
 Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik
 Meningkatkan kesadaran akan uang publik (public costs awareness) sebagai akar
pelaksanaan akuntanbilitas public

Kesimpulan
Analisis cost benefit merupakan bagian dari berbagai analisis dalam farmakoekonomi
yangmembandingkan antara cost/biaya dan keuntungan. Cost benefit memiliki keunggulan
dimanacost dan benefit dihitung dalam satuan moneter sehingga dapat mudah
dibandingkan, namunkelemahan dari analisis ini adalah tidak semua keuntungan dapat
diterjemahkan dalam nilaiuang. Analisis cost benefit dapat diterapkan secara luas, semakin
tinggi rasio benefit to cost dannet benefit, semakin menguntungkan intervensi tersebut.
Value for money merupakan seseuatu yang menilai apakah suatu organisasi telah
memperoleh tujuan yang diharapkan atau belum dalam kaitanya dengan pengelolaan
keuangan. Reformasi penataan keuangan negara saat ini menghendaki penerapan
konsep value for money atau yang lebih dikenal degan konsep 3E (Ekonomi, Efisien, dan
Efektif). Oleh karena itu dalam reformasi ini pemerintah diminta baik dalam mencari dana
maupun menggunakan dana selalu menerapkan prinsip 3 E tersebut. Hal ini mendorong
pemerintah berusaha selalu memperhatikan tiap sen/rupiah dan (uang) yang diperoleh dan
digunakan. Perhatian tertuju pada hubungan antarainput-output-outcome.
Daftar Pustaka

http://ikma11.weebly.com/uploads/1/2/0/7/12071055/ekokes_kel_7.pdf

http://adindapramesti.blogspot.co.id/2012/10/pengukuran-kinerja-pemerintah-
dengan.htmldiakses tanggal 22 April 2017

https://www.academia.edu/6718348/COST_BENEFIT_ANALYSIS_BARU_COST_BENEF
IT_ANALYSIS

http://yosipratamaputra.blogspot.co.id/2012/04/value-for-money.html

file:///C:/Users/Acer/Downloads/Teknik%20Analisis%20Biaya%20dan%20Manfaat.pd