Anda di halaman 1dari 4

Uji Barfoed

Larutan barfoed (campuran kupri asetat dan asam asetat) akan bereaksi

dengan gula reduksi (monosakarida) sehingga dihasilkan endapan merah bata

kuprooksida. Dalam suasana asam ini gula reduksi yang termasuk dalam golongan

disakarida memberikan reaksi yang sangat lambat dengan larutan barfoed sehingga

tidak memberikan endapan merah kecuali pada waktu percobaan yang diperlama

(Sudarmadji, hal: 78 2007).

Tujuan dari percobaan uji barfoed adalah untuk membedakan antara

monosakarida dan disakarida. Pereaksi barfoed bersifat asam lemah dan hanya

dapat diredusi oleh monosakarida. Pemanasan dalam waktu yang cukup lama dapat

menghidrolisis disakarida sehingga dapat menimbulkan reaksi positif atau

menghasilkan endapan berwarna merah bata.

Pada percobaan uji barfoed yang dapat diamati dari terbentuknya endapan

merah bata pada senyawa fruktosa, sukrosa, dan glukosa. Uji barfoed memiliki prisip

sama dengan uji benedict karena pereaksi barfoed dapat mereduksi ion Cu2+ menjadi

ion Cu+ oleh karbohidrat yang mengandung aldehid dan keton bebas. persamaan

reaksinya yaitu:

O O

║ Cu2+ asetat ║

R—C—H + ─── R—C—OH + Cu2O(s) + CH3COOH


Kalor
n-glukosa E.merah

monosakarida bata
3 tabung reaksi disiapkan. Pada semua tabung reaksi ditambahkan 1mL

pereaksi barfoed. Fungsi dari larutan yang terdapat pada larutan barfoed seperti

cupriasetat dan asam asetat adalah memberikan suasana asam sehingga reaksi dapat

berjalan dengan cepat. Pada tabung reaksi pertama ditambahkan 1 ml fruktosa. Pada

tabung reaksi kedua ditambahkan 1 ml sukrosa. Pada tabung reaksi ketiga

ditambahkan 1 ml glukosa. Penambahan larutan karbohidrat ini untuk

membandingkan hasil akhir setrelah pemanasan terbentuk endapan merah atau

tidak. Semua tabung disimpan dalan penangas air yang mendidih ± 5 menit.

Seharusnya pemanasan dilakukan selama 15 menit karena pada rentan waktu

tersebut merupakan waktu yang optimal dalam mengidentifikasi adanya gula

monosakarida pereduksi, catatan penting dalam pemanasan untuk mengidentifikasi

gula pereduksi disakarida hanyalah rentan waktu 5- 10 menit saja. Maka dari itu

pada uji gula pereduksi membutuhkan waktu lebih sedikit berkisar 5 menit.

Gula pereduksi adalah gula yang mempunyai gugus hidroksil bebas yang

terdiri dari keton atau aldehida saja yang dapat mereduksi ion-ion logam, yang

termasuk kedalam gula pereduksi adalah golongan monosakarida dan beberapa dari

golongan disakarida, yang merupakan golongan disakarida yang termasuk kedalam

kelompok gula pereduksi adalah maltosa dan laktosa sedangkan sukrosa sendiri

tidak termasuk kedalam kelompok gula pereduksi. Syarat dapat dikatakan gula

pereduksi adalah harus mempunyai salah satu gugus keton atau aldehida saja,

artinya tidak terdapat keduanya walaupun yang membangun gula tersebut

merupakan dari golongan monosakarida semua.


Penyimpanan dalam air mendidih berfungsi untuk mempercepat reaksi

redoks pada tabung reaksi karena panas mempengaruhi kecepatan reaksi redoks

dalam tabung. Semua tabung dibiarkan dingin dengan menyiramkan air kran pada

tabung hingga tabung dingin. Fungsi penyiraman ini untuk menghentikan reaksi

redoks yang terjadi karena panas.

Hasil yang terjadi pada semua tabung terbentuk endapan merah akan tetapi

endapan terbanyak pada tabung berisi fruktosa > glukosa > sukrosa. Hal ini terjadi

karena pereaksi barfoed bersifat asam lemah, sehingga asam lemah hanya dapat

diredusi oleh senyawa berbentuk monosakarida saja. Sekalipun aldosa atau ketosa

berada dalam bentuk sikliknya. Namun bentuk ini berada dalam kesetimbangannya

dengan sejumlah kecil aldehid atau keton rantai terbuka,sehingga gugus aldehid

atau keton ini dapat mereduksi berbagai macam reduktor. Oleh karena itu,

karbohidrat yang menunjukkan hasil reaksi positif (endapan merah) dinamakan

gula pereduksi.

Glukosa dan fruktosa adalah monosakarida. Sehingga hanya kedua larutan

karbohidrat tersebut yang memberikan reaksi (endapan merah bata). Artinya hanya

kedua larutan tersebut yang ada sifat mereduksi. Pada sukrosa tersusun oleh glukosa

dan fruktosa, namun atom karbon anomerik keduanya saling terikat,sehingga pada

setiap unit monosakarida tidak lagi terdapat gugus aldehid atau keton yang dapat

bermutarotasi menjadi rantai terbuka. Hal ini menyebabkan sukrosa tak dapat

mereduksi pereaksi bafoed seharusnya akan tetapi hasil dari praktikum kami

sukrosa menunjukan warna merah bata juga tetapi dalam jumlah sedikit.

Sebenarnya disakarida (sukrosa) dapat bereaksi membentuk endapan merah bata


seperti percobaan kami. Dimana disakarida tersebut akan dapat dihidrolisis

sehingga bereaksi positif tetapi hal tersebut hanya dapat terjadi dengan pemanasan

yang lebih lama. Hal ini lah yang membuat larutan karbohidrat sukrosa kelompok

kami menghasilkan endapan merah bata. Dapat disimpulkan untuk membedakan

monosakarida, disakarida, polisakarida tergantung pada waktu yang digunakan

untuk pemanasan.