Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN

Dosen pengajar: Ns.PUJI HARDJANTO,S.kep

DI SUSUN OLEH :

SITTI RAJA (119471716)

TAHUN AJARAN 2017/2018

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN

(STIK) FAMIKA MAKASSAR


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah swt yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat
kesehatan dan nikmat kemampuan, sehingga dengan kesempatan ini penulis dapat
menyelesaikan tugas makalah tentang “KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN”.
Shalawat serta salam tidak lupa penulis haturkan untuk junjungan Nabi Muhammad saw.
Beserta keluarga dan sahabatnya hingga akhir zaman, dengan diiringi upaya meneladani
ahklaknya yang mulia. Makalah ini di tulis sebagai tugas individu mata kuliah Komunikasi
Dalam Keperawatan, dan ucapan terima kasih kepada dosen pengajar Komunikasi Dalam
Keperawatan karena mempercayakan penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan, maka penulis harapkan kritik dan
saran yang membangun untuk kedepannya.

Sungguminasa 13 oktober 2018

Penulis
DAFTAR ISI

SAMPUL…………………………………………………………………………………..i

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………..ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………iii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………….1


1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………………………2
1.3 Tujuan penulisan………………………………………………………………………..2

BAB II

PEMBAHASAN

1.Pencapaian pribadi anda saat ini…………………………………………………………3

2.Pencapaian utama keluarga anda………………………………………………………...3

3.Satu hal yang ingin anda capai pada usia 60 tahun……………………………………..3

4.3 hal kebaikan yang anda miliki…………………………………………………………4

5.Cita-cita anda dan usaha keras untuk meraihnya………………………………………..4

6.Moto pribadi kehidupan anda……………………………………………………………4

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan……………………………………………………………………………..5

B.Saran…………………………………………………………………………………….5
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Klasifikasi nilai perlu dilakukan kerna nilai itu bermacam-macam dan dari sinilah seorang
yang proaktif mendaasarkan pemilihan responnya.
Kesalahan diri akan membuat kita proaktif sementara proaktif berarti kita bertanggung
jawab untuk dapat memillih respon. Pemilihan responnya perlu didasarkan pada nilai
sehingga pilihan tersebut merupakan hasil dari pertimbangan yang matang, berdasarkan
nilai dan bukan emosi sesaat. Seseorang bisa saja mampu memilih respon tapi
mempunyai nilai yang bersifat negatif seperti misalnya “yang penting untung, tidak
peduli dengan orang lain”, atau “manila segala sesuatu dengan uang”, maka pilihan
respon yang dilakukanya akan berdasarkan pada nilai semacam ini, dan anda akan bisa
bayangkan pilihan respon seperti apa yang akan dipilih oleh orang-orang dengan nilai-
nilai seperti di atas.
Nilai/standar perilaku yang pantas tersebut bila ditetapkan sebagai prinsip maka nilai itu
akan menjadi pusat kehidupan seseorang. Pusat kehidupan ini akhirnya akan
mempengaruhi rasa aman, pedoman, kebijakan dan daya kita(covey, 11997).
Pemahaman diri yang objektif akan membuat seseorang mengerti akan dirinya, termasuk
kelemahan dan kelebihan yang dimiliki serta bisa bersikap positif dalam menanggapi
kelemahan dan kelebihan yang ada. Menurut Loekmono (dalam kartono,1985) tujun
mengenal dan memahami diri sendiri bukannya membuat orang menjadi kecewa setelah
mengetahui bagaimana kepribadian dirinya, tetapi diharaapkan agar setelah mengenal dan
memahami dirinya sendiri seseorang dapat menerima kenyataan yang ada lalu berusaha
dengan yang ada pada dirinya untuk mengembangkan pribadinya agar sehat dan memiliki
karakteristik yang positif. Dan menghargai diri sendiri dan orang lain, tidak lepas dari
kehidupan kita di dunia ini, dimana-mana kita menemukan makna menghargai.
Menghargai teman, menghargai dosen di kampus, menghargai orang lain meskipun tidak
dikenal, yang paling utama adalah menghargai orang tua. Kita harus belajar menghargai
satu sama lain, memberi nilai baik pada karya dan pencapaian orang lain, karena sikap
dan perkataan kita kepada orang lain tidak dapat di ulang kembali.
Memahami nilai-nilai pribadi serta asumsinya terhadap perilaku manusia dan mengenali
bahwa tiap manusia berbeda, dalam melaksanakan konseling (proses pemberian bantuan)
dengan klien, konselor(pembimbing) harus sadar penuh terhadap nilai-nilai yang
dimilikinya. Konselor harus sadar bahwa dalam melaksanakan konseling, konselor tidak
akan bisa lepas dari nilai-nilai yang dibawa dari lingkungan di mana dia berada, juga
nilai-nilai yang sesuai dengan tugas dan perkembanganya, walaupun dia akan
berhubungan dengan klien yang berbeda latar belakangnya. Menyadari hal tersebut di atas
maka konselor sebaiknya juga menyadari bahwa klien yang dibantunya juga berasal dari
latar belakang budaya yang berbeda dan tentunya akan membawa seperangkat nilai-nilai
yang berbeda pula. Klien akan membawa seperangkat nilai-nilai yang berasal dimana
klien itu berada dan tentunya nilai-nilai klien ini tidak dapat dihilangkan begitu saja.
Nilai-nilai yang dibawa klien akan menentukan segenap perilaku klien pada saat
berhadapan dengan konselor. Sebagai seseorang yang memahami tentang ilmu jiwa atau
psikologis, konselor tentu memahami adanya tugas tugas perkembangan yang harus
dijalani oleh klien. Selain itu, konselor juga harus mengetahui bahwa masing masiing
tugas perkembangan yang dijalani oleh masing masing individu itu berbeda beda sesuai
dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian, konselor harus memandang
individu yang ada secara berbeda.

1.2 Rumusan Masalah


1.Apa pencapaian pribadi anda saat ini?
2.Apa pencapaian utama keluarga anda?
3.Satu hal yang ingin anda capai pada usia 60 tahun?
4.Gabarkan 3 hal kebaikan yang anda miliki?
5.Apa cita-cita anda dan usaha keras untuk meraihnya?
6.Apa moto pribadi kehidupan anda?

1.3 Tujuan Penulisan


1.Untuk mengetahui pencapaian pribadi saat ini
2.Unruk mengetahui pencapaian utama keluarga
3.Untuk mengetahui satu hal yang ingin di capai pada usia 60 tahun
4.Untuk menggambarkan 3 hal kebabikan yang di miliki
5.Untuk mengetahui cita-cita dan usaha keras untuk meraihnya
6.Untuk mengetahui moto pribadi kehidupan
BAB II

PEMBASAN

A. Pencapaian pribadi saat ini


Pencapaian pribadi untuk saat ini belum ada yang tercapai mungkin karena kurangnya
usaha dan keseriusan dalam menjalani sesuatu yang ingin di capai, adapun hal yang
ingin saya capai yaitu bisa berprestasi dalam pendidikan tapi sampai sekarang belum
pernah tercapai kerena kemalasan untuk belajar dan kurangnya usaha untuk mencari
tahu segala sesuatu yang dapat mengembangkan pengetahuan. Selain dari hal itu saya
terkendala di waktu, saya belum bisa membagi waktu belajar dan waktu istirahat
karena kalau sudah di luar kampus saya lebih banyak main hp daripada belajar, yang
saya lakukan ketika di kos hanya membaca buku yang berkaitan dengan agama bukan
yang berkaitan dengan kesehatan. Jarang sekali saya membuka buku pelajaran
kesehatan ketika saya berada di luar kampus mungkin itu penyebab kenapa saya
belum bisa mendapatkan prestasi atau dengan kata lain belum ada pencapaian pribadi.
B. Pencapaian utama keluarga
Untuk saat ini pencapaian keluarga yaitu mendapatkan tambahan penghasilan dari
hasil usaha bapak yaitu membuka lahan baru untuk di tanami jambu mente, meskipun
itu bukan pencapaian luar biasa tapi menurut keluarga saya itu adalah suatu hal yang
dapat di banggakan karena tidak semua orang di kampung bisa mendapatkan lahan
baru atau hutan yang bisa di jadikan lahan. Karena orang tua saya adalah oraang yang
tidak berpendidikan tinggi maka keluarga kami tidak bisa mendapatkan pencapaian
dalam hal lain selain dari hal berkebun. Keluarga saya juga tidak termasuk keluarga
yang berada yang bisa mendapatkan pencapaian setinggi apa dan bagaimana, tapi saya
juga bangga bisa di lahirkan dari keluarga sesederhana itu meski orang tua saaya
bukanlah orang yang berpendidikan tinggi mereka tetap ingin agar anak-anaknya bisa
berpendidikan tinggi minimal lah kata mereka saya dapat menyelesaaikan pendidikan
di sini bagi mereka titel tidak perlu banyak yang penting sudah bisa wisudah sekali itu
sudah Alhamdulillah.
C. Satu hal yang ingin di capai pada usia 60 tahun
Yaitu ingin hidup bahagia, karena impian para lansia yaitu bisa hidup bahagia di akhir
hidupnya dan ditemani dengan orang orang tersayang.
D. 3 hal kebaikan yang dimiliki
-pertama suka membantu teman yang memerlukan bantuan meski kadang
membantunya hanya dengan doa dan nasehat, karena mambantu teman tidak ada
ruginya bisa jadi hari ini dia yang memerlukan bantuan dan di esok hari kita yang
memelukan bantuanya.
-kedua suka berbagi pada tetangga yaitu berbagi apa yang menurut saya layak untuk
di beri kepada tetangga, misalnya berbagi makanan kepada tetangga.
-ketiga sewaktu di kampung saya sering mambantu kedua orang tua baik pekerjaan
rumah maupun pekerjaan di gunung, karena tidak banyak anak yang mau membantu
orang tuannya apalagi pekerjaan gunug dan saya sangat bersyukur bisa membantu
orang tua meski hanya semampu tenanga saya dan yang saya bantukan bukan
merupakan hal yang besar.
E. Cita-cita dan usaha keras untuk meraihnya
Ingin membahagiakan orang tua dengan cara melanjutkan pendidikan di keperawatan
agar nanti bisa merawat orang tua sendiri ketika sedang sakit dan juga bisa merawat
orang-orang yang memerlukan bantuan tenaga kesehatan khususnya di kampung saya,
usaha yang harus saya lakukan adalah rajin belajar dan harus lebih serius dalam
urusan kuliah agar bisa mendapatkan pengetahuan dan nilai yang baik. Untuk bisa
mencapai kesuksesan di butuhkan pengorbana dan kesungguhan dalam bidang
pendidikan yang di pilih.
F. Motto pribadi kehidupan

Saya memilih kalimat ini sebagai motifasi dalam membangun semangat saya karena
kalimat ini saya rasa sangat menyentuh dan bisa membangkitkan semangat saya lagi.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pencapaian pribadi untuk saat ini belum ada yang tercapai mungkin karena kurangnya
usaha dan keseriusan dalam menjalani sesuatu yang ingin di capai, pencapaian
keluarga yaitu mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil usaha bapak yaitu
membuka lahan baru untuk di tanami jambu mente, hal yang ingin saya capai pada
umur 60 tahun Yaitu ingin hidup bahagia, karena impian para lansia yaitu bisa hidup
bahagia di akhir hidupnya dan ditemani dengan orang orang tersayang.
B. Saran
Jika terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini saya harapkan masukan dari
pembaca demi perbaikan cara penulisan maupun isi makalah ini.