Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia dan karies merupakan
salah satu masalah kesehatan yang merusak struktur email dan dentin dari gigi dan
penanggulangannya adalah dengan menumpat gigi yang mengalami kerusakan.
Konsep alam, cantik, dan menarik memiliki arti yang berbeda untuk setiap pasien. Ini
adalah tugas dari dokter untuk mengetahui apa yang pasien inginkan. Dokter gigi harus
mengetahui sejauh mana pasien mewujudkan tujuan yang ideal untuk diri mereka sendiri.
Aspek estetika tidak bisa kompromi dari fungsi gigi. Perawatan gigi karena harus
menyeimbangkan antara fungsi dan estetika gigi. Untuk tujuan ini banyak faktor perlu
dicermati sebelum tambalan akan menonjolkan dalam penampilan estetika. Dokter gigi
harus berkomunikasi dengan pasien untuk menjelaskan aspek-aspek penting tentang
tambalan yang mempengaruhi penampilan estetika.

Ilmu bahan kedokteran gigi adalah ilmu yang mempelajari mengenai jenis bahan,
komposisi, sifat-sifat, kegunaan serta cara penggunaannya. Bahan tumpatan berkembang
di dunia kedokteran gigi, diantaranya tambalan resin komposit. Resin komposit
merupakan bahan tambalan yang banyak digunakan di masyarakat, karena nilai
estetiknya yang lebih bagus dibanding tambalan amalgam, sedangkan dari segi
kekuatanya hampir sama dengan tambalan amalgam. Dengan meningkatnya kebutuhan
estetik di bidang kedokteran gigi, dan pertimbangan mengenai sifat toksik merkuri saat
tambalan amalgam distorsi membuat penggunaan restorasi resin komposit meningkat.
Keberhasilan dalam suatu perawatan biasanya ditentukan oleh jenis bahan yang dipakai,
oleh karena itu seorang dokter gigi dituntut harus mempunyai pengetahuan yang cukup
tentang bahan-bahan kedokteran gigi yang digunakan.

Alginat merupakan bahan cetak hidrokolloid yang paling banyak digunakan selama
beberapa tahun terakhir. Bahan cetak ini memiliki kelebihan antara lain mudah pada
manipulasi, nyaman pada pasien, harga yang lebih ekonomis dan tidak membutuhkan
banyak peralatan saat dilakukan pencetakan (Anusavice, 2004).

1
Bahan cetak alginat juga memiliki kekurangan berupa perubahan dimensi. Perubahan
dimensi adalah berubahnya ukuran cetak alginat dari keadaan semula. Perubahan dimensi
bahan cetak alginat meliputi proses sineresis dan imbibisi. Cetakan alginat bisa
mengalami ekspansi atau mengembang apabila berkontak dengan air dalam waktu
tertentu, hal ini disebabkan oleh sifat cetakan alginat yang bersifat imbibisi atau
menyerap air. Alginat juga dapat mengalami sineresis yaitu pengerutan karena
penguapan kandungan air sehingga alginat tampak menyusut. Imbibisi dan sineresis
tersebut bisa menyebabkan ketidakakuratan dimensi bahan cetak (Imbery dkk., 2010).

Proses sineresis terjadi akibat dari tekanan yang terjadi terhadap air yang berada
diantara rantai polisakarida yang berakibat keluarnya tetes-tetes kecil air pada permukaan
bahan cetak. Imbibisi merupakan kebalikan dari sineresis dimana air disekitar alginat
diserap melalui rantai polisakarida (Mccabe, 2008).
Perubahan dimensi bahan cetakan alginat yang melibatkan sineresis dan imbibisi
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu proses desinfeksi, waktu, perubahan suhu
(Anusavice, 2004).

Cara pencegahan terjadinya sineresis ialah dengan melapisi cetakan menggunakan


handuk atau kapas basah. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi penguapan butir-butir air ke
permukaan cetakan alginat. Lakukan pengisian segera dengan menggunakan gips stone,
tidak boleh melebihi waktu 15 menit. Bahan cetakan yang terpaksa disimpan dan tidak
segera diisi dengan menggunakan gips stone maka harus disimpan dalam wadah hampa
udara dan bahan cetakan diberi kapas basah, tapi penyimpanan tidak boleh melebihi
waktu satu jam (Craig, 2006 ; Annusavice, 2004).

Cara pencegahan terjadinya imbibisi ialah menghindarkan bahan cetakan alginat dari
lingkungan yang terdapat banyak air dan apabila dilakukan desinfeksi pada bahan
cetakan maka waktu desinfeksi tidak boleh melebihi 10 menit. Bahan cetakan juga harus
segera diisi dengan menggunakan gips stone (Mccabe, 2008 ; Anusavice, 2004).

Perawatan saluran akar gigi atau endodontik merupakan perawatan untuk


memperbaiki gigi yang rusak parah atau terkena infeksi. Perawatan ini dapat mengatasi
masalah gigi tanpa perlu dicabut, sehingga kembali mampu mengunyah dengan nyaman

2
dan menggigit dengan kuat. Selain itu juga melindungi gigi dan menjaga penampilan gigi
tetap alami.

Jangan khawatir perawatan saluran akar gigi tidak akan menyebabkan rasa sakit.
Justru perawatan tersebut akan meredakan rasa sakit akibat infeksi atau peradangan.
Umumnya perawatan saluran akar gigi menggunakan bius lokal untuk memastikan Anda
tetap nyaman. Hanya saja gigi kemungkinan akan terasa lebih sensitif beberapa hari
setelah perawatan. Untuk meredakan rasa tidak nyaman, dokter mungkin akan
memberikan obat pereda nyeri untuk dikonsumsi selama masa pemulihan.

Perawatan saluran akar gigi perlu dilakukan jika muncul gejala-gejala sebagai
Nyeri pada saat makan atau minum air panas dan dingin, Gigi terasa longgar, Nyeri pada
saat menggigit atau mengunyah.

Gejala-gejala tersebut merupakan tanda terjadinya infeksi pada rongga gigi yang
biasanya dapat terdeteksi melalui foto Rontgen. Rongga gigi akan mulai mengalami
pembusukan dan kerusakan akibat infeksi bakteri. Jika tidak diobati dengan baik, infeksi
dapat bertambah parah, namun gejala-gejala infeksi awal di atas justru akan menghilang
akibat kematian rongga gigi. Pada saat itu, gigi akan terasa seperti sembuh, namun
sebenarnya infeksi sudah menyebar ke daerah sekitar akar gigi.

1.2 Rumusan masalah


a. Bagaimana cara mengaduk bahan tumpatan sementara dan tumpatan tetap?
b. Apa saja teori dan bahan yang harus disiapkan?
c. Bagaimana cara kerja untuk mengaduk bahan tumpatan sementara dan tumpatan
tetap?
d. Bagaimana cara membikin cetakan alginate?
e. Bagaimana mempelajari bahan-bahan saluran akar?
f. Apa saja komposisi didalam bahan-bahan saluran akar?

3
1.3 Tujuan
Tujuan praktikum dental material ini yaitu mahasiswa diharapkan mempunyai
ketrampilan dalam mengaduk cement dan amalgam. Dan mahasiswa dapat mengetahui
dan mengerti mengenai teori, bahan yang disiapkan dan cara kerja, serta mengetahui tata
tertib yang harus dipatuhi selama praktikum.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Tata Tertib Praktikum

1. Mahasiswa hadir tepat waktu dan mengisi daftar hadir

2. Mahasiswa wajib memakai jas praktikum

3. Setiap jenis kegiatan yang telah dilaksanakan harus dimintakan tanda tangan
pembimbing

4. Dilarang meninggalkan ruang praktikum selama praktikum berlangsung

5. Mahasiswa wajib mengganti apabila merusakan alat

6. Membawa alas koran dan wajib menjaga kebersihan

7. Jika dapat mengikuti salah satu item praktikum, mahasiswa diwajibkan inhal.

2.2 Pengadukan Zinc Oxide Phosphat Cement

2.2.1 Teori

Semen yang digunakan dalam kedokteran gigi tersedia dalam bentuk serbuk
dan cairan. Pada pengadonan keduanya terbentuk pasta kental yang selanjutnya
membentuk massa yang padat. Berikut ini berbagai penggunaan macam-macam
semen. Untuk cavity lining dapat dipakai Zinc Oxide Eugenol, Gutta Percha, EBA
cement. Untuk restorasi gigi susu dapat dipakai zinc phosphat, semen glass ionomer.
Untuk bahan restorasi gigi depan dapat dipakai Glass Ionomer dll.

Zinc Oxide Phosphat merupakan semen dengan bahan dasar fosfat. Terdiri
dari serbuk logam, cairan berupa larutan asam fosfor dalam air. Sebagai cavity lining,
konsistensi adonan dibuat kental seperti dempul, untuk penyemenan, konsistensi
adonan encer. Waktu setting tergantung pada serbuk dan cairannya.

Zinc Oxide Eugenol terdiri dari serbuk dan cairan. Komposisi serbuk adalah
zinc oxide, magnesium oxide, bahan akselerator, sedangkan cairannya adalah

5
eugenol. Konsistensi adonan yang baik dapat diperoleh dengan mencampurkan serbuk
ke dalam cairan dan perbandingan serbuk cairan adalah 4/1 sampai 6/1. Waktu setting
tergantung pada komposisi serbuk, bahan ekselator, perbandingan serbuk cairan,
adanya kontaminasi dan peningkatan suhu.

2.2.2 Bahan dan Alat yang disiapkan

Zinc Oxide Phosphat Cement

Bahan : Semen Seng Fosfat (puder dan cairan)

Alat : Glass Slab Tebal dan Semen Spatula

2.2.4 Cara Kerja:

1. Letakkan 1 sendok takar serbak semen diatas glass slab.


2. Teteskan 1 tetes cairan disebelah serbuk semen.
3. Serbuk semen dibagi menjadi 8 bagian, serbuk bagian pertama ditarik ke arah
cairan.
4. Kemudian diaduk dengan cara memutar pada area yang luas, selama 10 detik.
5. Selanjutnnya menambahkan puder ditambahan ke cairan sedikit demi sedikit.
6. Proses pencampuran sampai keadaan homogen dan selesai dalam 1-1 ½ menit.
7. Untuk keperluan cavity lining, adonan kental seperti dempulan dan untuk tujuan
penyemenan adonan semen encer.

2.3 Pengadukan Zinc Oxide Eugenol

2.3.1 Teori

Zinc oxide eugenol terdiri dari serbuk dan cairan. Komposisi serbuk adalah
zinc oxide,magnesium oxide,bahan akselerator, sedangkan cairannya adalah eugenol.
Konsistensi adonan yang baik dapat di peroleh dengan mencampurkan serbuk
kedalam cairandan perbandingan serbuk cairan adalah 4/1 sampai 6/1. Waktusetting
bervariasi tergantung pada komposisi serbuk,bahan akselator,perbadingan serbuk
cairan,adanya kontaminasi dan peningkatan suhu.

6
Reaksi ZOE tidak eksotemik tidak di butuhkan mixing slab yang dingin. Dapat
menggunakan disposable paper mixing pad (tidak perlu di bersihkan)/dari pabrik
pembuatan /glass slab. Glass slab di rekomendasikan untuk semen dengan modifikasi
EBA-alumina. Pencampuran powdwe ke likuid tidak perlu secara incremental,
sejumlah powdwe langsung dicampurdengan liquid,dispatulasi/aduk,dan kemudian
sejumlah powdwer kecil di tambahkan sampai mixing selesai. Alat yang di gunakan :
spatula, spatula, semen dengan modifikasi EBA-alumunia di takar sesuai instruksi
pabrik, dicampur selama 30 detik, dan stropped selam 60 detik,konsistensi seperti
dempul/krim aplikasi sebagai tambalan sementara.

Semen ZOE yang di modifikasi dengan EBA-alumunia pemakaiannya lebih


mudah, tidak mudah capping (pecah) an pada gigi yang tidak simptomatik tanpa
ekspose ke pulpa tidak menunjukkan gejala simptomatik. Walaupun daya larutnya
rendah dalam air., semen ZOE dengan EBA-alumunia ini mudah hancur dalam
pemakaian gigi yang terlalu berlebihan. Oleh karena itu, 2,6g/0,4ml ZOE dengan
modifikasi polymer lebih baik dari pada tipe modifikasi EBA-Alumunia. Setelah
diobservasi, walaupun terdapat chipping pada tepi margin, semua restorasi sementra
ZOE dapat bertahan dalam waktu 2-3 bulan. Cavit,cimpat, cavinton, fermin.

2.3.2 Bahan dan Alat yang di siapkan

Bahan : Zinc Oxide, Eugenol

Alat : Glass slab tipis, Semen spatel

2.3.3 Cara Kerja:

1. Letakkan 1 sendok takar serbuk semen diatas glass slab.


2. Letakkan 1 tetes cairan eugenol disebelah serbuk semen.
3. Perbandingan Zinc Oxide Sement dan cairan eugenol dengan
perbandingan berkisar dari 4:1 dan 6:1.
4. Kemudian Serbuk ditarik ke arah cairan, diaduk secara homoge hingga
diperoleh konsistensi yang kental.

7
2.4 Pengadukan Fletcher

2.4.1 Teori

Fletcher adalah bahan tumpatan sementara yang terdiri atas bubuk dan cairan.
Bubuk dan cairan di campur di atas glasplate dengan spatel semen menghasilkan
suatu campuran berbentuk adonan yang lama kelamaan akan mengeras. Kegunaan
bahan flacher yaitu sebagai campuran sementara yang termudah namun rapuh, puder
flacher (ZNO), sering di gunakan sebagai bahan campuran semen OSE, untuk
mencetak mahkota sementara.

Komposisi yang ada di flacher adalah:

Puder/bubuk : cairan ;

Zn Sulfat 112 gram Alcohol 196 gram

Zn oxide 100 bagian Aquadest 65 gram

Mastix 7,5 bagian Gummie arabicum 25 gram

Fenol 1 tetes

2.4.2 Bahan dan Alat yang di siapkan

Bahan :Fletcher (Serbuk dan Cairan)

Alat :Glass slab tebal dan spatel plastik/spatula agate

2.4.3 Cara Kerja :

1. Letakkan serbuk semen diatas glass slab


2. Serbuk di bagi menjadi dua, satu bagian dibagi dua lagi
3. Serbuk bagian pertama dimasukkan ke dalam cairan secepat mukin,di aduk
dengan gerakan melipat. Waktu pengaduan minimal 1 menit.

8
2.5 Pengadukan Bahan Tumpatan Amalgam.

2.5.1 Teori

Amalgam kedokteran gigi (dental amalgam) di buat dengan cara mencampurkan


merkuri cairan dengan zat zat padat yang merupakan perpaduan dari perak, timah, tembaga,
dan kadang seng, palladium, indium dan selenium. Kombinasi dari logam padat tersebut di
sebut dengan amalgam alloy (Craig, R.G., & Powers,J.M 2002)

Amalgam kedokteran gigi merupakan alloy yang terdiri dari merkuri, perak, tembaga,
dan timah dan mungkin juga bias mengandung palladium, zinc, dan elemen-elemen lain
untuk meningkatkan karakteristik dan kinerja klinis amalgam itu sendiri.

Indicator utama bahan restorasi amalgam adalah sebagai bahan tambal posterior.
Restorasi dental amalgam ini sangat baik karena secara teknik tidak sensitive, dapat
mempertahankan bentuk anatomi dari gigi, tidak mudah fraktur dan tahan lama.

Bahan tambal amalgam di perlukan sejak awal abad 19 di buat dari campuran koin
perak Spanyol/Meksiko dengan air raksa. Standardisasi amalgam merupakan standardisasi
pertama yang di buat American Dental Association (ADA) tahun 1919, sehingga di sebut
ADA Spefications No.1

Komposisi dan fungsi masing-masing komposisi meliputi ;

a. Perak (AG) 67-74%


1. Elemen utama dalam reaksi
2. Menaikkan setting expansion
3. Menaikkan tarnish resisstence dalam memproduksi amalgam
4. Memperputih alloy
5. Menaikkan strength
6. Menurunkan creep

b. Timah (Sn) 25-28%


1. Mengontrol reaksi antara silver dan mercury
2. Mengurangi strength dan hardness
3. Mengurangi resistence terhadap ternisch dan korosi

9
c. Tembaga (Cu) 0-6%
1. Menaikkan hardness dan streght
2. Menaikkan setting expansion

d. Seng (ZN) 0-2%


1. Dalam jumlah kecil,tidak memengaruhi setting reaction dan sifat
amalgam,
2. Zinc menyebabkan tertundanya ekspensi jika campuran amalgam
terkontainasi oleh uap lembab selama manipulasi
3. Mencegah masuknya O2 ketika terjadi fusi ;ogam paduan

e. Air raksa (Hg) 0-3%


1. Kadang kadang di tabahkan untuk menciptakan kondisi amalgam pada
logam paduan.

2.6 Pengadukan Bahan Cetak Alginat


2.6.1 Teori:
a. Bahan Cetak/Material cetak
Bahan cetak/material cetak adalah bahan untuk membuat
replica/tiruan/cetakan akurat dan jaringan mulut. Jaringan mulut terdiri dari jaringan
lunak dank eras. Cetakan jaringan keras dapat berupa satu gigi atau beberapa gigi
sebagian rahang dan gigi, rahang dan seluruh gigi atau rahang tanpa gigi. Hasil
cetakan berupa reproduksi negative, kemudian diisi bahan model gips sehingga
menghasilkan model positif. Model gips ini yang digunakan untuk pembuatan alat-
alat kedokteran gigi.
b. Bahan cetak alginate
Bahan dasar dari bahan cetak alginate adalah asam alginate yang berasal dari
rumput laut. Beberapa atom hydrogen pada gugus karboksil diganti oleh natrium
potassium, atau ammonium. Senyawa tersebut larut dalam air.

2.6.2 Komposisi
1. Sodium alginate 18%, sebagai pembentuk hidrogel
2. Kalsium sulfat dihidrat 14%, sebagai penyedia ion kalsium

10
3. Sodium fosfat 2%, sebagai control waktu kerja
4. Potasium sulfat 10%, sebagai setting model
5. Pengisi tanah diatom 56%, sebagai control konsistensi
6. Sodium silikon fluoride 4%, sebagai control Ph

1. Reaksi setting Apabila bahan cetak alginate dicampur dengan air, maka sodium alginate
kalsium sulfat, natrium fosfat a akan terurai/terion. Pada tahap pertama akan terjadi reaksi
antara sodium fosfat dan kalsium sulfat membentuk kalsium fosfat yang mengendap.
Reaksi ini akan terus terjadi hingga sodium fosfat habis. Manfaat dari reaksi ini adalah
untuk memperlambat pembentukan gel.(reaksi antara sodium alginate dengan kalsium
sulfat) agar didapat waktu kerja yang cukup.

2. Manipulasi Bahan alginate tersedia dalam kantong besar ( untuk beberapa kali
pencetakan), atau sachet. Sebelum digunakan bahan cetak harus dicetak agar homogeny
atau komponennya menyebar merata. Perbandingan puder: air/water-puwder ratio/WP-
ratio. Diukur sesuai petunjuk pabrik. Biasanya telah disediakan sendok ukur untuk serbuk
dan gelas ukur untuk airnya. Digunakan air dengan suhu ruang, bila air lebih panas dari
suhu ruang akan mempercepat reaksi. Bila lebih dingin akan memperlambat reaksi.
Pengadukan air dan bahan cetak dilakukan dalam rubber bowl/mangkuk plastic dengan
memakai spatula. Retensi alginate dengan sendok cetak dapat melalui pemakaian sendok
cetak berlubang atau bahan adhesive Cetakan alginate harus dilepas secara cepat dari
jaringan mulut agar elastisitasnya tetap baik. Setelah dilepas cetakan alginate sebaiknya
dicuci dengan air dingin untuk menghilangkan saliva ditutup dengan serbet basah untuk
mencegah sineresis dan segera diisi dengan gips (kurang dari 15 menit dari pencetakan).

2.6.3 sifat-sifat Akurasi


Bahan cetak alginate cukup cair sehingga dapat mencetak detail permukaan.
Selama waktu kerja tidak ada perubahan viskositas. Selama setting sebaiknya cetakan
alginate tidak digerakkan. Elastisitas cukup baik maka dapat melewati undercut.
Alginat dapat robek bila undercut terlalu besar Stabilitas dimensi kurang baik,
karena terjadi evaporasi. Kompatibilitas dengan gips baik

2.6.4 Sifat Lain

11
a. Tidak toksis, tidak iritan, baud an rasanya dapat diterima
b. Waktu setting tergantung komposisi dan suhu pencampuran
c. Bahan cetak alginate tidak stabil, dalam penyimpanan bila kondisinya lembab atau
suhu tinggi
d. Sulit disterilisasi semprotan disinfektan mempengaruhi detil permukaan,
sedangkan rendaman mempengaruhi ketepatan dimensi.

2.6.5 Aplikasi Bahan cetak


alginate digunakan dalam pencetakan untuk alat prostetic (GTS, GTL,
Ortodontie) Alginat tidak baik untuk inlay, mahkota dan jembatan.

2.6.6 Perkembangan Baru


a. Dusttless Alginatus (alginate bebas debu), Penambahan glycol akan
menghasilkan alginate yang bebas debu.
b. Siliconised Alginat (alginate system dua pasta), dengan tambahan polimer
silicon. Daya tahan terhadap perobekan tinggi tetapi stabilitas dimensinya jelek
c. Kombinasi alginate digunakan untuk pencetakan inlay.

2.6.7 Bahan yang disiapkan:


 Bahan : - Serbuk Alginat
- Air
 Alat : mangkuk dari karet/Bowel spatula dari stainless steel

2.6.8 Cara Kerja:


a. Ambil serbuk alginat secukupnya sesuai kebutuhan , dituang ke dalam mangkuk
karet/bowel, mangkuk karet harus dalam kondisi kering, tidak boleh kena
air/cairan lain
b. Siapkan air bersih ke dalam gelas kecil
c. Tuangkan air sedikit demi sedikit ke dalam serbuk alginat sambil diaduk secara cepat
dengan cara menekan spatula pada dinding mangkuk karet dan diputar perlahan.
Pengadukan dilakukan selama 30 detik.
d. Tuangkan adonan alginat ke dalam cetakan yang telah disediakan kemudian ratakan
permukaan adonan dengan spatula

12
e. Waktu setting dihitung dari awal pencampuran serbuk alginat dan air atau aquades
hingga adonan bahan cetak tidak melekat pada cetakan yang dipakai.
f. Waktu setting tergantung tipenya, untuk tipe reguler antara 1 – 4,5 menit dan tipe fast
antara 1 – 2 menit.

2.7 Cara Pengadukan Bahan Pengisi Cetakan

2.7.1 Teori:
Plaster Of Paris ( Gips Plaster). Komposisi Secara umum sama dengan gips plaster
yang digunakan untuk mengisi cetakan (gips untuk model) hanya ditambahkan
beberapa bahan lain untuk mendapatkan sifat yang diperlukan sebagai bahan cetak.
 Komponen utama: kalsium sulfa beta hermihidrat
 Komponen tambahan: potassium sulfat mengurangi ekspansi, borax/mengatur waktu
setting, starch/pemisah dengan stone model
1. Reaksi setting:
Serbuk gips plester bila dicampur dengan air akan bereaksi membentuk massa
kalsium sulfat dehidrat yang kaku. Reaksi yang terjadi, sama dengan reaksi gips plester
untuk model.
2 Sifat-sifat:
a. Viskositas rendah sehingga material cetak ini bersifat mukostatik.
b. Hidrofilik sehingga dapat beradaptasi baik dan dapat mencetak detil.
c. Kaku setelah setting sehingga tidak dapat mencetak undercut sehingga hanya
digunakan untuk mencetak rahang tanpa gigi.
d. Menimbulkan sensasi kering pada pasien.

2.7.2 Bahan yang disiapkan:


Bahan :- serbuk gips atau plaster of paris
-air atau aquades
Alat : -mangkuk dari karet/ bowel
-Spatula dari stainless steel

2.7.3 Cara Kerja:


a. Ukur air menggunakan gelas ukur sebanyak 30 ml dan dituangkan kedalam
mangkuk karet.

13
b. Timbang serbuk gips sebanyak 50 gram dan masukkan ke dalam mangkuk karet
yang telah berisi air sedikit demi sedikit dan biarkan mengendap selama 30 detik
untuk menghilangkan gelembung udara yang ada
c. Aduk campuran gips menggunakan spatula dengan gerakan memutar dan
bersamaan itu pula mangkuk karet diputar perlahan-lahan sampai adukan
homogen selama 1 menit.
d. adonan ke dalam cetakan yang telah disediakan dan letakkan di atas vibrator untuk
menghilangkan gelembung udara yang terperangkap dan kemudian permukaan
cetakan diratakan.

2.8 pengadukan bahan cetakan alginate.


2.8.1 Dasar Teori
Gipsum adalah mineral yang dihasilkan secara alami di pegunungan, berupa
bubuk putih, dengan rumus kimia CaSO4.2H2O (kalsium sulfat dihidrat). Secara
kimiawi, gypsum yang dihasilkan untuk tujuan kedokterangigi adalah kalsium sulfat
dihidrat. Material ini berkembang atas responuntuk memenuhi kebutuhan akan
kekuatan dan ekspansi gips yan glebihtinggi salah satunya yaitu dental stone.
Material ini berwarna biru atauhijau dan paling banyak membutuhkan biaya
dibandingkan semua produk gips.(Hatrick dkk, 2003)Produk gypsum dalam
kedokteran gigi digunakan untuk membuatmodel studi dari rongga mulut serta
struktur maksilo fasial dan
sebagai piranti penting untuk pekerjaan laboratorium kedokteran gigi yangmelibatkan
pembuatan protesa gigi.
Penggunaannya pun telah meluasyang diperlihatkan dalam pembuatan model
gigi tiruan. Selain itukegunaan klinis maupun laboratories yang lain yaitu untuk
membuatmodel kerja maupun model studi sehingga bahan gypsum ini
harusmempunyai kekuatan tekan yang kuat agar tidak rusak dalam pembuatan
restorasi gigi tiruan.

2.8.2 Alat dan Bahan


Alat : Mangkuk dari karet/bowel
Spatula dari stainles steel
Bahan : Serbuk gips atau plaster of paris

14
Air atau Aquades
Cetakan Nrgatif

2.8.3 Cara Kerja


1. Mengukur air menggunakan gela sukur sebanyak 30 ml dan dituangkan kedalam
mangkuk karet
2. Menimbang serbuk gips sebanyak 50 gram dan dimasukkan ke dalam mangkuk
karet yang telah berisi air sedikit demi sedikit dan dibiarkan mengendap selaama
30 detik untuk menghilangkan gelembung udara yang ada
3. Aduk campuran gips menggunakan spatula dengan gerakan memutar dan
bersamaan itu pula mangkuk karet diputar perlahan-lahan sampai adukan
homogen selama 1 menit
4. Menuangkan adonan kedalam cetakan yang telah disediakan dan meletakkan di
atas vibrator untuk menghilangkan gelembung udara yang terperangkap dan
kemudian permukaan cetakan diratakan

2.8.4 Hasil
Pada praktikum kali ini menghasilkan cetakan yang sesuai dengan bentuk ccetakan
negatif, seting waktu yang digunakan sesuai sehingga gipsstone mudah untuk dicetak dan
tidak menggumpal

2.8.5 Hambatan
Praktikum ini tidak dilakukan oleh semua mahasiswa, hanya di contohkan
oleh dosen saja. Sehingga tidak semua mahasiswa dapat mencoba

2.9 pengadukan bahan pengisi cetakan.

2.9.1 Dasar Teori

Gipsum adalah mineral yang dihasilkan secara alami di pegunungan, berupa bubuk
putih, dengan rumus kimia CaSO4.2H2O (kalsium sulfat dihidrat). Secara kimiawi, gypsum
yang dihasilkan untuk tujuan kedokterangigi adalah kalsium sulfat dihidrat. Material ini
berkembang atas responuntuk memenuhi kebutuhan akan kekuatan dan ekspansi gips yan
glebihtinggi salah satunya yaitu dental stone.

15
Material ini berwarna biru atauhijau dan paling banyak membutuhkan biaya
dibandingkan semua produk gips.(Hatrick dkk, 2003)Produk gypsum dalam
kedokteran gigi digunakan untuk membuatmodel studi dari rongga mulut serta
struktur maksilo Fasial dan untuk piranti penting
untuk pekerjaan laboratorium kedokteran gigi yangmelibatkan pembuatan
protesa gigi. Penggunaannya pun telah meluasyang diperlihatkan dalam pembuatan
model gigi tiruan. Selain itukegunaan klinis maupun laboratories yang lain yaitu
untuk membuatmodel kerja maupun model studi sehingga bahan gypsum ini
harusmempunyai kekuatan tekan yang kuat agar tidak rusak dalam pembuatan
restorasi gigi tiruan.

2.9.2 Alat dan Bahan


Alat : Mangkuk dari karet/bowel
Spatula dari stainles steel
Bahan : Serbuk gips atau plaster of paris
Air atau Aquades
Cetakan Nrgatif
2.9.3 Cara Kerja
1. Mengukur air menggunakan gela sukur sebanyak 30 ml dan dituangkan kedalam
mangkuk karet
2. Menimbang serbuk gips sebanyak 50 gram dan dimasukkan ke dalam mangkuk
karet yang telah berisi air sedikit demi sedikit dan dibiarkan mengendap selaama
30 detik untuk menghilangkan gelembung udara yang ada
3. Aduk campuran gips menggunakan spatula dengan gerakan memutar dan
bersamaan itu pula mangkuk karet diputar perlahan-lahan sampai adukan
homogen selama 1 menit
4. Menuangkan adonan kedalam cetakan yang telah disediakan dan meletakkan di
atas vibrator untuk menghilangkan gelembung udara yang terperangkap dan
kemudian permukaan cetakan diratakan

16
2.9.4 Hasil
Pada praktikum kali ini menghasilkan cetakan yang sesuai dengan bentuk
ccetakan negatif, seting waktu yang digunakan sesuai sehingga gipsstone mudah
untuk dicetak dan tidak menggumpal.

2.9.5 Hambatan
Praktikum ini tidak dilakukan oleh semua mahasiswa, hanya di contohkan oleh dosen
saja. Sehingga tidak semua mahasiswa dapat mencoba

3.1 Endodontik.

3.1.1 Dasar Teori

Perawatan saluran akar merupakan salah satu perawatan endodontik Tujuan


perawatan saluran akar adalah mengembalikan keadaan gigi yang sakit agar dapat
diterima secara biologis oleh jaringan sekitarnya. Setiap melakukan perawatan saluran
akar, prinsip-prinsip perawatan endodontik harus selalu diperhatikan, yaitu teknik
asepsis, akses langsung saluran akar, pembersihan dan pembentukan saluran akar,
pengisian saluran akar dan pembuatan restorasi.
Perawatan saluran akar terdiri dari tiga tahap (Triad Endodontik), yaitu preparasi
biomekanis meliputi pembersihan dan pembentukan, sterilisasi yang meliputi irigasi
dan disinfeksi serta pengisian saluran akar. Preparasi biomekanis yaitu pembuangan
jaringan pulpa dengan cara ekstirpasi jaringan yang vital maupun nekrotik. Preparasi
saluran akar yang ideal meliputi 4 tahap, yaitu:
1) menentukan arah saluran akar,
2) membersihkan saluran akar,
3) membentuk saluran akar,
4) preparasi daerah apikal. Selama proses preparasi saluran akar dilakukan
irigasi untuk membersihkan sisa jaringan pulpa, jaringan nekrotik dan
serbuk dentin.

Tujuan irigasi saluran akar yaitu:


1) mengeluarkan debris,
2) melarutkan jaringan smear layer,

17
3) antibakteri,
4) sebagai pelumas. Tahap terakhir dari perawatan saluran akar adalah
pengisian saluran akar atau obturasi. Pengisian saluran akar bertujuan
untuk memberikan penutupan yang sempurna dalam saluran akar.
Penutupan ini akan mencegah bakteri dan racun mengalir menuju jaringan
periapikal serta sebaliknya sehingga saluran akar tetap steril dari iritasi
yang berasal dari jaringan apikal. Hal ini dapat diperoleh dengan cara
menciptakan kerapatan sempurna pada sistem saluran akar yaitu dari
koronal sampai apikal.

Pengisian saluran akar bertujuan menutup saluran akar dan menutup semua
pintu masuk yang terdapat antara periodonsium dan saluran akar. Pengisian saluran
akar diperoleh dengan memasukkan suatu bahan pengisi ke dalam ruangan yang
sebelumnya ditempati oleh jaringan pulpa, sehingga mencegah infeksi berulang.
Bahan pengisi saluran akar dari bahan utama yang berbentuk padat misalnya guta
perca, dan bahan semipadat yang berbentuk pasta disebut siler saluran akar.

Bahan pengisi saluran akar yang ideal mampu mengisi sistem saluran akar secara
sempurna sampai batas apikal dan tidak sampai masuk ke jaringan periapikal
sehingga menutup rongga pulpa dari kamar pulpa tepat pada penyempitan apikal.
Untuk mendapatkan hasil obturasi yang baik bagian terbesar dari saluran akar diisi
dengan bahan padat seperti konus guta perca dan celah – celah dinding saluran akar
diisi dengan pasta siler saluran akar yang dapat beradaptasi dengan dinding saluran
akar.

3.1.2 Hasil

a. Bahan Devitalis Pulpa


1. Arsen (As2O3)
Arsen memiliki dua warna yaitu kuning dan hijau, waktu yang digunakan
arsen untuk mematikan syaraf tergantung pada warnanya. Arsen berbentuk
bubuk dan tidak tercium bau yang menyengat dari bahan ini.

18
2. Paraformaldehid
Bahan yang kami temukan mengandung paraformaldehid adalah Pulp-X.
Pulp-X memiliki warna pink, tekstur pulp-x adalah setengah padat dan juga
lengket.

3. Pasta N2
Pasta N2 terdiri dari dua jenis yaitu, Apikal dan Universal. Apikal
digunakan untuk akar sedangkan universal dapat digunakan dimna saja. Pasta
N2 terdiri dari powder dan liquid, tidak memiliki bau khas yang menyengat.

b. Bahan Sterilisasi Pulpa/Sterilisasi Saluran Akar

1. ChKm (Chlorphenol Kamfer Mentol)

19
Chlorphenol Kamfer Mentol memiliki bentuk lebih cair dari
Cresphene dan memiliki bau yang lebih menyengat

2. Cresophene
Cresophene terdiri dari: chlorphenol, hexachlorophene, thymol,
dan dexamethasone, yaitu sebagai anti-phlogisticum. Pemakaian terutama
pada gigi dengan permulaan periodontitis, apikalis akuta yang dapat terjadi
misalnya pada peristiwa overinstrumentasi. Cresophene berbentuk cairan
dan memiliki bau mint.

3. Cresatine
Dikenal juga sebagai metakresilasetat. Bahan ini merupakan cairan
jernih, stabil, berminyak dan tidak mudah menguap. Mempunyai sifat
antiseptik dan mengurangi rasa sakit. Efek antimikrobial lebih kecil dari
formocresol dan ChKM, sifat mengiritasi jaringan periapikal lebih kecil
daripada ChKM. Sifat anodyne cresatin terhadap jarigan vital baik sekali,
sehingga sering dipakai sebagai bahan dressing pasca pulpektomi

20
4. Eugenol
Bahan ini adalah zesens (essence) kimiawi minyak cengkeh dan
mempuyai hubungan dengan fenol. Agak lebih mengiritasi dari minyak
cengkeh dan keduanya golongan anodyne. Eugenol menghalangi impuls
saraf interdental. Biasanya digunakan unuk perawatan pulpektomi. Bagian
dari sealer (endomethasone-eugenol) dan bahan campuran tumpatan
sementara. (Zn Oksid-eugenol).

5. Paper Point
Digunakan untuk mengetahui apakah saluran akar sudah steril atau
belum, warna pada ujung paper point digunakan sebagai penanda ukuran
saluran akar. Cara penggunaanya adalah dengan memasukkan paper point
ke dalam saluran akar, apabila paper point basah berarti saluran akar
belum steril

c. Bahan Irigasi Saluran Akar


1. Larutan H2O2 3%
Hidrogen peroksida (H2O2) adalah zat kimia bersifat asam lemah berupa
cairan tak berwarna, agak lebih kental daripada air, namun merupakan
oksidator atau agen pemutih yang kuat. Selain digunakan sebagai pemutih,

21
hidrogen peroksida juga digunakan sebagai antiseptik, hidrogen peroksida
dengan konsentrasi rendah (3-9%) biasanya digunakan sebagai campuran
aplikasi obat

d. Bahan Pengisi Saluran Akar


1. Point Guttapercha
Gutta perchatersedia dalam dua bentuk yang dapat mengalami dua fase
(fase beta/ {3 dan fase a/fa/ a). Struktur isomer gutta percha adalah trans -7,4-
poiy isoprene, dimana memiliki struktur yang teratur yang dapat mengalami
kritalisasi sehingga tampak keras dan kaku. Gutta percha dapat digunakan
bersama dengan pelarut organik misalnya chloroform dan xylohencalyptol
yaitu guttaperchasolvents yang dikenal dengan nama chloropercha atau
eupercha. Pada perawatansaluran akar dengan memakai gutta percha point
mempunyai tujuan untuk mempertahankan gigi selama mungkin sesuai dengan
anatomi saluran akar gigi di dalam rongga mulut dan dapat memadat dengan
baik.

2. Cresopate
Cresopate memiliki bentuk seperti krim agak padat.

Cresophene mengandung 3 antiseptik : parachlorophenol, thymol,


camphor dandexamethasone yang bertujuan untuk mengurangi inflamasi.
Selain itu juga, Terdiridari: chlorphenol, hexachlorophene,
thymol, dan dexamethasone, yaitu sebagai anti-phlogisticum. Pemakaian
terutama pada gigi dengan periodontitis tahap awal, apikalisakut yang dapat
terjadi misalnya pada peristiwa over instrumentasi.

22
3. Etsa
Etsa mimiliki warna biru dan berbentuk cair tetapi lebih kental dari
bonding. Etsa biasanya digunakan untuk membuka pori-pori

4. Bonding
Bonding berbentuk cairan, berwarna bening, dan memiliki bau seperti lem

5. Light Cure 2
Digunakan untuk melakukan tumpatan, terdiri dari powder dan liquid.
Sebelum penggunaan light cure 2 digunakan dentin conditioner terlebih
dahulu untuk membuka pori-pori

23
6. GC Fuji Coat
GC fuji coat LC untuk menambah daya tahan restorasi GC fuji II

7. Endomethasone Ivory
Endomethasone Ivory berbentuk bubuk dan berwarna putih, tidak
memiliki bau yang menyengat

8. Endomethasone
Endomethasone berbentuk bubuk dan berwarna pink, tidak memiliki bau
yang menyengat

24
9. Mikrobrush
Digunakan untuk memasukan cairan ke dalam saluran gigi

10. Komposit
Digunakan untuk menyesuaikan tumpatan dengan warna gigi asli

11. Dental flow


Untuk memasukan cairan ke dalam gigi, berbentuk kental

25
12. Dental fill

Bentuknya semi padat tidak terlalu padat sekali, digunakan untuk menambal
gigi, caranya diambil fill dimasukan kedalam cavitas dengan bertahap tidak
langsung dimasukan semua harus titip-titip terus di leser habis itu tempelkan
lagi.

26
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
Bahan tumpatan berkembang di dunia kedokteran gigi, diantaranya tumpatan sementara dan
tumpatan tetap.
Konsep alam, cantik, dan menarik memiliki arti yang berbeda untuk setiap pasien. Ini
adalah tugas dari dokter untuk mengetahui apa yang pasien inginkan. Dokter dan perawat gigi
harus mengetahui sejauh mana pasien mewujudkan tujuan yang ideal untuk diri mereka
sendiri.
Keberhasilan dalam suatu perawatan biasanya ditentukan oleh jenis bahan yang
dipakai, oleh karena itu seorang dokter gigi dituntut harus mempunyai pengetahuan yang
cukup tentang bahan-bahan kedokteran gigi yang digunakan.
Dan kita juga dapat mengetahui dari identifikasi bahan yaitu Medikamen pada
Endodontik, bagamaimana bentuk bahannya, baunya, warnanya, komposisinya, dll.
.

27
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/document/362524390/250402448-makalah-gipsum-docx

file:///C:/Users/isna/Downloads/S1-2014-149728-chapter1.pdf

https://www.academia.edu/9656037/ENDODONTIK_PERAWATAN_SALURAN_AKA
R

https://www.alodokter.com/mengenal-hidrogen-peroksida-kegunaan-serta-bahayanya

https://faeda.wordpress.com/2008/01/02/disinfeksi-saluran-akar-dengan-berbagai-macam-
bahan-medikamen/

https://gakken-idn.id/articles/memilih-bahan-devitalisasi-pulpa

28