Anda di halaman 1dari 2

KEPUTUSAN DIREKTUR

NOMOR : 179/KEP-DIR/RSHGW/III/2014

TENTANG
KEBIJAKAN LAYANAN ANESTESIA PADA KEDARURATAN
DI RS HERMINA GRAND WISATA

DIREKTUR RUMAH SAKIT HERMINA GRAND WISATA

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan
keselamatan pasien diperlukan adanya pelayanan anestesi dalam
menunjang suatu tindakan / operasi di Rumah Sakit Hermina Grand
Wisata.
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf
a, perlu menetapkan pemberlakuan Keputusan Direktur Rumah Sakit
tentang Kebijakan Layanan Anestesi Pada Kedaruratan di RS.Hermina
Grand Wisata.

Mengingat : 1. Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan


2. Undang-Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, pasal
51 tentang layanan kedaruratan.
4. Undang-Undang No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
5. Keputusan Menteri Kesehatan No. 290/MENKES/PER/III/2008 tentang
Persetujuan Tindakan Kedokteran.
6. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1438/MENKES/PER/I/2010 tentang
Standar Pelayanan Kedokteran.
7. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1171/MENKES/PER/VI/2011
tentang Sistem Informasi Rumah Sakit.
8. Peraturan Menteri Kesehatan No. 519/MENKES/PER/III/2011 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Anestesiologi dan Terapi
Intensif di Rumah Sakit.
9. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang
Keselamatan Pasien.
10. Peraturan Menteri Kesehatan No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang
Rekam Medis.
11. Peraturan Menteri Kesehatan No. 129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
12. Keputusan Menteri Kesehatan No. 631/MENKES/SK/IV/2005 tentang
Pedoman Peraturan Internal Staf Medis.
13. Akta Notaris No. 15 tanggal 17 Desember 2007 tentang Pendirian
Perkumpulan dengan nama Hermina Hospital Group (HHG).
14. Keputusan Badan Pengurus Hermina Hospital Group No.
1447A/SK/BP/HHG/XII/2007 tentang Perkumpulan Hermina
Hospital Group.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR TENTANG PELAYANAN ANESTESI
PADA KEDARURATAN DI RS. HERMINA GRAND WISATA
KEDUA : Layanan anestesi kedaruratan dilakukan oleh dokter anestesi yang
memiliki SIP (Surat Ijin Praktek) sebagai DPJP Anestesiologi sesuai
dengan kewenangan klinik yang diberikan.
KETIGA : Dokter anestesi tersebut diatas harus direkomendasikan oleh ketua tim
anestesi (Mitra Bestari) dan disetujui oleh direktur rumah sakit.
KEEMPAT : Sumber dari luar rumah sakit diseleksi berdasarkan rekomendasi direktur,
suatu rekor / catatan kinerja yang akseptabel, serta dapat memenuhi
undang – undang serta peraturan yang berlaku
KELIMA : Nama- nama dokter Anestesi emergency pengganti dokter jaga anestesi di
RS. HERMINA GRAND WISATA terlampir dalam keputusan ini.
Dokter anestesi emergency harus datang apabila dokter anestesi Rumah
KEENAM : Sakit yang sedang bertugas berhalangan.
Setiap tindakan yang dilakukan harus didokumentasikan dalam status
KETUJUH : anesthesia dan rekam medis pasien serta ditanda tangani oleh dokter
anestesi.
Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
KEDELAPAN :

Ditetapkan di Bekasi
Pada tanggal : 11 Maret 2014
Direktur RS Hermina Grand Wisata

Dr. Gloria Ilonna, MM