Anda di halaman 1dari 12

REKAYASA IDE

KEEFEKTIFAN MEMBAYAR PAJAK


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Perpajakan yang diampu oleh :

SONDANG AIDA SILALAHI, M.Si


HARYANI PRATIWI SITOMPUL, M.Si

Disusun Oleh :
NAMA NIM
AKHIFINI 7183142037
KELOMPOK 1 ANJELY HUTAGAOL 7182142010
A’ 2018 CHINDY ASIH BARUS 7181142001
INDAH YULIA PUTRI 7183142036
LAMPITA R P SITORUS 7182142013

PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah berkenan
memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kami sehingga Rekayasa Ide ini dapat
terselesaikan dengan baik.

Rekayasa Ide ini disusun agar pembaca dapat menambah pengetahuan tentang Perihal
implementasi nilai persatuan dalam kehidupan bermasyaraka yang kami sajikan berdasarkan
referensi dari berapa sumber . Rekayasa Ide ini disusun oleh penyusun dengan berbagai
rintangan, baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar penyusun.
Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya Rekayasa Ide
ini dapat terselesaikan.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan Rekayasa Ide
ini. Oleh karena itu kritik serta saran yang membangun sangat kami harapkan.

Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi
dalam pembuatan Rekayasa Ide ini, semoga Rekayasa Ide ini dapat memberikan manfaat
yang baik bagi penulis terkhusus dan bagi pembaca semuanya.

Medan, November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i

DAFTAR ISI........................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 3


1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 3
1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................................. 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pegertian Pajak ................................................................................................... 5


2.2 Pengertian Pungutan Lainnya ............................................................................ 6
2.3 Fungsi Pajak ....................................................................................................... 7

BAB III PEMBAHASAN ................................................................................................... 9

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 10


4.2 Saran ................................................................................................................. 10

BAB V DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A Latar Belakang Masalah

Baru-baru ini pemerintah sedang berbenah diri dalam hal pengurusan perpajakan. Saat
ini dikenal istilah self assignment. Setiap wajib pajak dipercayakan untuk melaporkan
kekayaannya sendiri, menghitung sendiri pajak yang dikenakan dan membayar sendiri pajak
tersebut ke Bank. Dalam hal ini bisa kita lihat bahwa pemerintah mempercayakan segala
sesuatu tentang pengrusan pembayaran pajak kepada wajib paajak itu sendiri, dan merupakan
kewajiban kita untuk menjawab kepercayaan yang telah diberikan pemerintah dengan
menyelesaikan pembayaran pajak dengan bersih, jujur, dan adil.
Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di
dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk
membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Uang yang dihasilkan
dari perpajakan digunakan oleh negara dan institusi di dalamnya sepanjang sejarah untuk
mengadakan berbagai macam fungsi. Beberapa fungsi tersebut antara lain untuk pembiataan
perang, penegakan hukum, keamanan atas aset, infrastruktur ekonomi, pekerjaan publik ,
subsidi, dan operasional negara itu sendiri. Dana pajak juga digunakan untuk membayar
utang negara dan bunga atas utang tersebut. Pemerintah juga menggunakan dana pajak untuk
membiayai jaminan kesejahteraan dan pelayanan publik. Pelayanan ini
termasuk pendidikan, kesehatan, pensiun, bantuan bagi yang belum mendapat pekerjaan, dan
transportasi umum. Penyediaan listrik, air, dan penanganan sampah juga menggunakan dana
pajak dalam porsi tertentu.

Pemerintah menggunakan berbagai jenis pajak dan menetapkan berbagai tarif pajak.
Tindakan ini dilakukan untuk mendistribusikan beban pajak kepada individu atau kelas
populasi yang terlibat dalam kegiatan kena pajak, seperti misalnya bisnis,atau untuk
mendistribusi ulang sumber daya di antara individu dan kelas populasi. Pada masa lampau,
kebangsawanan ditunjukkan dengan adanya pajak atas yang miskin; sistem jaminan
kesejahteraan modern bersifat sebaliknya, ditujukan untuk membantu rakyat miskin, cacat,
atau pensiun dengan memajaki rakyat yang masih bekerja. Pajak juga digunakan untuk
membiayai bantuan ke negara lain dan ekpedisi militer, untuk mempengaruhi kondisi
ekonomi makro (strategi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan ini disebut kebijakan
fiskal), atau untuk mengubah pola konsumsi dan tenaga kerja dalam sistem ekonomi, dengan
menjadikan beberapa jenis transaksi kurang menarik.

Sistem perpajakan nasional merupakan refleksi dari nilai-nilai bangsa dan nilai yang
dipegang oleh pihak yang memang kekuasaan politik. Untuk menciptakan sistem perpajakan,
sebuah bangsa harus membuat pilihan terkait distribusi beban pajak – siapa yang akan
membayar pajak dan seberapa banyak mereka harus membayar – dan bagaimana pajak yang
telah dipungut kemudian dibelanjakan. Dalam sistem demokrasi di mana rakyat memilih
orang-orang yang bertanggung jawab dalam menjalankan sistem perpajakan, pilihan rakyat
menunjukkan jenis komunitas yang ingin diciptakan oleh rakyat. Pada negara yang rakyat
tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sistem perpajakan, sistem perpajakan
merupakan refleksi dari nilai-nilai dari pihak yang berkuasa.

B Rumusan Masalah

1.Apa yang dimaksud dengan Pajak ?


2.Bagaimana fungsi pajak bagi Negara ?
3.Apa yang menjadi solusi atas masalah masyarakat yang masih sulit membayar pajak ?

C Tujuan Penulisan

Menginformasikan kepada pembaca tentang apa yang dimaksud dengan pajak, fungsi pajak
dan pentingnya membayar pajak secara jujur juga tepat.

4
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. DEFINISI PAJAK
Definisi atau pengertian pajak menurut prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH:

Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat
dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat
ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki unsur-unsur:

1. Iuran dari rakyat kepada negara


Yang berhak memungut pajak hanyalah negara. Iuran tersebut berupa uang(bukan barang).
2. Berdasarkan undang-undang.
Pajak dipungut berdasarkan atau dengan kekuatan undang-undang serta aturan
pelaksanaannya.
3. Tanpa jasa timbal atau kontraprestasi dari negara yang secara langsung dapat di tunjuk.
4. Digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, yakni pengeluaran-pengeluaran
yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pajak Menurut Sommerfeld Ray M., Anderson Herschel M., dan Brock Horace R
Pajak adalah suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah, bukan
akibat pelanggaran hukum, namun wajib dilaksakanan, berdasarkan ketentuan yang
ditetapkan lebih dahulu, tanpa mendapat imbalan yang langsung dan proporsional, agar
pemerintah dapat melaksanakan tugas-tugasnya untuk menjalankan pemerintahan.
Sedangkan menurut pasal 1 angka 1 UU No. 6 Tahun 1983 sebagaimana telah
disempurnakan terakhir dengan UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata
Cara Perpajakan, adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh otang pribadi
atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan
timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat.

5
B. PENGERTIAN PUNGUTAN LAINNYA
Disamping pajak, ada beberapa pungutan lainnya yang serupa dengan pajak tetapi
mempunyai perlakuan dan sifat yang berbeda dengan pajak, yang dilakukan oleh negara
terhadap rakyatnya. Pungutan tersebut antara lain:

a. Bea Materai

Yaitu pungutan yang dikenakan atas dokumen dengan menggunakan benda materai
ataupun benda lainnya.

b. Bea Masuk dan Bea Keluar

Bea Masuk adalah pungutan atas barang-barang yang dimasukkan le dalam daerah
pabean berdasarkan harga/nilai barang itu atau berdasarkan tarif yang sudah ditentukan. Bea
Keluar adalah pungutan yang dilakukan atas barang yang dikeluarkan dari daerah pabean
berdasarkan tarif yang sudah ditentukan bagi masing-masing golongan barang.

c. Cukai

Yaitu pungutan yang dikenakan atas barang-barang tertentu yang sudah ditetapkan untuk
masing-masing jenis barang tertentu. Contoh tembakau, gula, bensin, minuman keras, dan
sebagainya.

d. Retribusi

Yaitu pungutan yang dikenakan sehubungan dengan suatu jasa atau fasilitas yang
diberikan oleh pemerintah secara langsung dan nyata kepada pembayar. Contoh parkir, pasar,
jalan tol, dan sebagainya.

e. Iuran

Yaitu pungutan yang dikenakan sehubungan dengan suatu jasa atau fasilitas yang
diberikan pemerintah secara langsung dan nyata kepada kelompok atau golongan pembayar.

f. Pungutan lain yang sah/legal berupa sumbangan wajib.

6
C. FUNGSI PAJAK
Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya
di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan
negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Uang yang
dihasilkan dari perpajakan digunakan oleh negara dan institusi di dalamnya sepanjang sejarah
untuk mengadakan berbagai macam fungsi. Beberapa fungsi tersebut antara lain untuk
pembiataan perang, penegakan hukum, keamanan atas aset, infrastruktur ekonomi, pekerjaan
publik , subsidi, dan operasional negara itu sendiri. Dana pajak juga digunakan untuk
membayar utang negara dan bunga atas utang tersebut. Pemerintah juga menggunakan dana
pajak untuk membiayai jaminan kesejahteraan dan pelayanan publik. Pelayanan ini
termasuk pendidikan, kesehatan, pensiun, bantuan bagi yang belum mendapat pekerjaan, dan
transportasi umum. Penyediaan listrik, air, dan penanganan sampah juga menggunakan dana
pajak dalam porsi tertentu. Negara masa kolonial maupun modern juga telah menggunakan
mendorong produksi menjadi pergerakan ekonomi Berdasarkan hal tersebut, maka pajak
mempunyai beberapa fungsi, diantaranya sebagai berikut:

1. Fungsi Anggaran (Budgetair)


Yaitu pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-
pengeluarannya. Biaya tersebut diperoleh dari penerimaan pajak. Dewasa ini pajak digunakan
untuk pembiayaan rutin, seperti belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan dan lain
sebagainya. Untuk pembiayaan pembangunan, uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah,
yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin. Tabungan pemerintah tersebut
dari tahun ke tahun harus ditingkatkan sesuai kebutuhan pembiayaan pembangunan yang
semakin meningkat, dan ini terutama diharapkan daeri sektor pajak.
Sebagai sumber keuangan negara, pemerintah berupaya memasukkan uang sebanyak-
banyaknya untuk kas negara. Upaya tersebut ditempuh dengan cara ekstensifikasi maupun
intensifikasi pemungutan pajak melalui penyempurnaan peraturan berbagai jenis pajak seperti
pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas banrang
mewah (PPnBM), pajak bumi dan bangunan (PBB) dan lain-lain.

7
2. Fungsi Mengatur

Yaitu pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah
dalam bidang sosial dan ekonomi. Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui
kebijaksanaan pajak. Dengan fungsi mengatur pajak bisa digunakan sebagai alat untuk
mencapai tujuan.

3. Fungsi Stabilitas

Dengan adanya pajak, pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang
berhubungan dengan stabilitas harga, sehingga inflasi dapat dikendalikan. Hal ini bisa
dilakukan, antara lain dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan
pajak, serta penggunaan pajak yang efektif dan efisien.

4. Fungsi Redistribusi Pendapatan

Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua
kepentingan umum, termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka
kesempatan kerja, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

8
BAB III

PEMBAHASAN

A. Permasalahan Pada Lapangan

Pada temuan lapangan yang dilakukan oleh penulis, seringkali perusahaan-perusaahaan


tidak mendaftarkan diri pada kantor pajak sebagai pihak wajib pajak yang manakala telah
memiliki penghasilan kena pajak. Di beberapa kasus banyak pihak pihak yang berusaha
meminimalisir penghasilannya agar tidak kena pajak atau pun agar kiranya tidak memiliki
iuran pajak dalam jumlah yang besar.

B. Solusi

Seperti yan telah penulis paparkan di bab sebelumnya bahwasannya pajak memilki fungsi
secara umum yakni sebagai masukan pada kas Negara yang manakala kas Negara akan
digunakan dalam proses pembangunan infrastruktur yang ada di Negara ini. Lewat
masalah yang dibahas pada poin A maka proses pembangunan di Negara akan terhambat
ataupun akan sukar untuk melakukan perbaikan infrastruktur di Negara ini. Oleh karena
itu berikut solusi yang penulis bisa uraikan untuk menghadapi ataupun mencegah pihak
pihak tertentu yang dengan sengaja menghindarkan diri atas pebayaran iuran pajak
sebagai pihak wajib pajak :

1) Badan kantor pajak secara teratur mengadakan sosialisasi cara mendaftarkan diri
sebagai pihak wajib pajak bagi orang orang yang emang termasuk sebagai wajib pajak
sesuai ketentuan UU Perpajakan.
2) Diberikannya sanksi yang tegas bagi pihak pihak yang dengan sengaja tidak mau
mendaftarkan diri sebagai wajib pajak seperti berupa denda ataupun bagi perusahaan
besar yakni menutup operasional perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Manakala
setiap waktu bagi perusahaan besar adalah uang. Maka lewat kegitan pemberhentian
operasional bagi perusahaan yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri dan tidak
membayarkan pajak memiliki sikap jera, juga menjadi pembelajaran bagi pihak pihak
lain yang berniat untuk melakukan hal yang sama ( dengan sengaja tidak
mendaftarkan diri sebagai wajib pajak atau dengan sengaja tidak membayar pajak )
agar secara jujur juga tepat waktu dalam melakukan pembayaran iuran pajak.
3) Dibentuknya badan pengawasan perusahaan besar untuk menyelidik perusahaan
perusahaan besar tertutup guna menambah subjek wajib pajak yang berdampak pada
pembayaran iuran pajak yang akan masuk ke dalam kas Negara.

9
BAB IV

PENUTUP

A Kesimpulan

Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat
dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat
ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di
dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk
membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Uang yang dihasilkan
dari perpajakan digunakan oleh negara dan institusi di dalamnya sepanjang sejarah untuk
mengadakan berbagai macam fungsi. Beberapa fungsi tersebut antara lain untuk pembiataan
perang, penegakan hukum, keamanan atas aset, infrastruktur ekonomi, pekerjaan publik ,
subsidi, dan operasional negara itu sendiri. Dana pajak juga digunakan untuk membayar
utang negara dan bunga atas utang tersebut.

B Saran

Penulis menyadari bahwa penulis hanyalah manusia biasa yang masih memiliki banyak
kelemahan. Oleh sebab itu setiap kritikan juga saran dari pembaca atas kekurangan yang tim
penulis lakukan dalam penulisan makalah ini sangatlah kami perlukan, guna menjadi
pembelajaran bagi penulis untuk menuliskan makalah yang baik juga benar ke depannya.

10
DAFTAR PUSTAKA

 http://journal2.um.ac.id/index.php/jppk/article/download/6041/3097

11