Anda di halaman 1dari 5

ESTIMASI VOLUME ENDAPAN PASIR BESI MENGGUNAKAN

METODE GEOMAGNET DI DESA OI TUI, KECAMATAN WERA,


KABUPATEN BIMA
Jumratul Wustha1, Suhayat Minardi2, dan Dian Wijaya Kurniawidi3
Universitas Negri Mataram
Jalan Majapahit No. 62 Mataram NTB
wandapanda45@gmail.com

Dilakukan penelitian pendugaan volume endapan pasir besi di desa Oi Tui, Kecamatan Wera,
Kabupaten Bima menggunakan metode geomagnetik. Jenis penelitian adalah penelitian
eksperimen skala lapangan. Penelitian ini dilakukan sembilan hari dengan luas daerah 3 km x 1
km dan spasi antar stasion 25 meter menggunakan proton precission magnometer dan Global
Positioning System sebagai alat pengukur posisi. Dari data pengukuran dilakukan koreksi drift
dan IGRF sehingga didapat peta anomali magnetic total. Pemisahan anomali regional dan
anomali residual dilakukan dengan menggunakan metode moving average. Hasil pemodelan
benda anomali menggunakan Mag2DC. Diperoleh bahwa sebaran batuan di daerah penelitian
merupakan batuan andesit piroksin, gelas basal, basalt, dan pasir besi. Dari hasil pemodelan 2D
kemudian dibuat data bor untuk pemodelan 3D dengan menggunakan software rockwork .
Hasil pemodelan 3D menunjukan bahwa pendugaan volume pasir besi sebanyak 306.241,375
m³ (sekitar 24 % ).

Do research estimating a volume of iron sand deposits in the village of Oi Tui, Wera sub-
district, Bima using geomagnetic methods. This type of research is an experimental research
field scale. This research was conducted nine days with the area of 3 km x 1 km and inter-
station spacing of 25 meters using a proton precession magnetometer and Global Positioning
System as a measure of the position. Correction of the measurement data thus obtained drift
and IGRF total magnetic anomaly map. Separation of regional anomalies and anomalous
residual done using the moving average method. Results anomalous object modeling using
Mag2DC. Provided that the distribution of rocks in the study area is peroxin andesite, basalt
glass, basalt and iron sand. 2D modeling of the results of the drill data is then created for 3D
modeling using software rockwork. 3D modeling results indicate that the predicted volume of
iron sands as 306,241.375 m³ (about 24%).
Kata kunci: volume endapan, pasir besi, metode geomagnet, Bima
memiliki ukuran butir 0,074 hingga 0,075 mm, dengan
I. Pendahuluan ukuran kasar (5 mm hingga 3 mm) dan halus (<1 mm).
bedasarkan lokasi endapannya, dimungkinkan terjadi
Daerah Kabupaten Bima yang terletak di ujung timur perbedaan karakter fisis kandungan pasir mineral seperti
propinsi Nusa Tenggara Barat, secara geomorfologi Fe, Ti, Mg, Si. senyawa magnetite (Fe3O4) adalah suatu
berbentuk dataran rendah, perbukitan dan pergunungan. mineral magnetic yang biasanya terdapat di daerah pantai
Posisi tektonik, Kabupaten Bima terletak pada jalur busur atau sungai. Respon yang sangat kuat terhadap medan
vulkanik sebagain hasil dari proses subdaksi antara magnet luar menjadikan magnetite sangat berguna untuk
Lempeng Samudera Indonesia dengan lempeng Benua kepentingan riset dan dalam dunia industry yang berbasis
Asia. Secara geologi, Kabupaten Bima sangat berpotensi kemagnetan di antaranya dalam hal rekayasa elektronika,
untuk terbentuknya beberapa sumberdaya mineral bernilai pembuatan magnet permanen, industry baja , sampai
ekonomi. untuk pembuatan thin film .
Bahan galian yang terdapat di kabupaten Bima cukup Mengingat banyaknya pemanfaatan dari pasir besi,
banyak ditemukan, baik bahan galian logam maupun non maka dirasa perlu untuk melakukan pengukuran potensi
logam. Dari beberapa potensi bahan galian yang ada di pasir besi yang diindikasikan terdapat di Desa Oi Tui,
kabupaten Bima, pasir besi termasuk salah satu jenis Kecamatan Wera. Pengukuran potensi pasir dan
bahan galian yang cukup berpotensi dan menarik untuk ketebalannya di bawah permukaan dapat dilakukan
diteliti. Pasir besi adalah mineral endapan (sedimen) yang dengan menggunakan metode magnetik. Metode
magnetik telah banyak digunakan dalam eksplorasi medan magnet remanen sama dengan arah medan magnet
mineral dan batuan. Penerapan metode magnetik pada induksi maka anomalinya bertambah besar. Demikian
prinsipnya menggunakan daya kemagnetan dari pasir besi pula sebaliknya. Dalam survei magnetik, efek medan
yang ada di daerah penelitian. Metode ini memiliki remanen akan diabaikan apabila anomali medan magnetik
tingkat akurasi pengukuran yang relatif tinggi, kurang dari 25 % medan magnet utama bumi
pengoperasian di lapangan relatif sederhana, mudah dan (Telford,1976).
cepat jika dibandingkan dengan metode geofisika lainnya. Dasar dari metode magnetik adalah hukum coulomb
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini, yaitu antara dua kutub magnetik m1 dan m2 (e.m.u) yang
berapa potensi volume pasir besi di desa Oi Tui berjarak r (cm) dalam bentuk (Reynold,1997) :
Kecamatan Wera? Dengan demikian tujuan dari penelitian m1 m2
𝐹⃑ = μr 2 r
̂1
ini yaitu mengetahui potensi volume pasir besi di desa Oi
Tui Kecamatan Wera. Dengan: 𝐹⃑ = gaya magnetik
μ= permeabilitas medium dalam ruang hampa
II. Kajian Pustaka r = jarak antara dua kutub m_1dan m_2
r̂1 = unit vektor dari m_1dan m_2
Daerah penelitian beriklim tropis dengan musim hujan Kuat medan magnetic H pada suatu titik dengan jarak r
berlangsung pada bulan November-Mei dan curah hujan dari muatannya dapat dinyatakan sebagai:
tertinggi pada bulan januari, sedangkan curah hujan
𝐹⃑ 𝑚
rendah pada bulan agustus. Curah hujan rata-rata adalah 𝐻⃗ = = ( 2 ) 𝑟̂1
𝑚 ′ 𝜇𝑟
211 mm/bulan (Tanuma, 20011).
Pasir besi merupakan mineral logam yang dapat dengan 𝐻 ⃗ adalah kuat medan magnet dalam satuan tesla
ditemukan sebagai endapan letakan (placer) maupun (Telford,1990).
sebagai urat-urat di dalam batuan (LIPI,2010). Endapan Benda magnetic dapat dipandang sebagai sekumpulan
mineral placer adalah mineral yang terbentuk dari hasil dari sejumlah momen-momen magnetic. Bila benda
erosi mekanis dari tubuh batuan di daratan dan magnetic tersebut diletakkan dalam medan luar, benda
terendapkan di suatu tempat dengan pengaruh tersebut menjadi termagnetisasi karena induksi. Oleh
transportasi oleh air, angin, dan gravitasi. Pasir besi karena itu intensitas kemagnetan I adalah tingkat
terbentuk secara kimia dari adanya pelapukan yang kemampuan penyearahnya momen-momen magnetic
kemudian berlanjut ke proses fisika, yaitu melalui dalam medan luar, atau didefinisikan sebagai momen
penghancuran batuan oleh arus air, pencucian secara magnet persatuan volume dan diberikan oleh persamaaan
berulang-ulang, pemindahan karena ombak atau arus, dan sebagai berikut (Reynold,1997) :
terjadi pengendapan di sepanjang pesisir pantai yang ⃗⃗⃑
𝑀
mengandung Fe (besi). Kandungan pasir besi pada setiap 𝐼 = = 𝐼⃑𝑟̂1
𝑉
daerah tentu berbeda-beda. (Bambang, 2012). Dengan I adalah intensitas kemagnetan dalam Am-1
Mineral yang tersedimentasi di dasar perairan dan V adalah volume benda (cm-3).
merupakan sebagian besar mineral yang berasal dari Anomaly medan magnet bumi adalah perbedaan nilai
daratan. Seperti mineral-mineral placer, mineral presipitasi medan magnet antara hasil pengamatan dengan medan
air laut (hidrotermal) dan mineral butiran atau endapan magnet teoritis yang biasa disebut IGRF. Berdasarkan
lepas. Mineral placer terbentuk dari rombakan mineral sifat medan magnet bumi dan sifat kemagnetan bahan
dari batuan induknya di darat yang terbawa aliran sungai terbentuk batuan, maka penyebab bentuk medan anomaly
dan terakumulasi di dekat pantai. Mineral placer yang ditimbulkan oleh benda bergantung pada Inklinasi
umumnya terbawa dan terendapkan bersamaan dengan medan magnet bumi disekitar benda sebagai sumber
sedimentasi butiran (gradual deposite) seperti dalam pasir anomaly, Geometri benda tersebut, Kecendrungan arah
(Witasari, 2010). dipole-dipol magnet didalam benda, Orientasi arah
Dalam survey dengan magnetic yang menjadi target dipole-dipol magnet benda sumber anomaly terhadap
dari pengukuran adalah variasi medan magnetic yang medan magnet bumi.
terukur di permukan (anomaly magnetic). Secara garis Volume suatu bahan magnet dapat dianggap sebagai
besar nomali medan magnetic disebabkan oleh medan bagian dari system suatu dipole. Sifatnya sangat
magnetic remanen dan medan magnetik induksi. Medan bergantung pada peristiwa magnetisasi yang dialaminya
magnet remanen mempunyai peranan yang besar terhadap dan keadaan medan magnet disekitarnya. Penyebaran
magnetisasi batuan yaitu pada besar dan arah medan vector pada bahan menghasilkan momen dipole persatuan
magnetiknya serta berkaitan dengan peristiwa kemagnetan volume atau dikenal dengan intensitas magnetisasi 𝑀⃗⃗ (r).
sebelumnya sehingga sangat rumit untuk diamati. Berikut ini gambar benda 3(tiga) dimensi penyebab
Anomali yang diperoleh dari survei merupakan hasil anomaly magnetic:
gabungan medan magnetik remanen dan induksi, bila arah
perhitungan yang digunakan adalah nilai koreksi sebagai
pengurang
Hasil Koreksi IGRF
Dalam penelitian ini didapat nilai IGRF dengan
memasukan nilai lintang, bujur dan elevasinya secara
online terlihat bahwa nilai declinasi sebesar 1,490,
inklinasi sebesar -33,380 dan IGRF sebesar 44,633.2 nT.
Anomali Magnetik Total

Gambar Anomali Magnetik Bahan (Telford,1990)


Pada Gambar tersebut memberi gambaran bahwa, suatu
benda penyebab anomaly yang memiliki volume V akan
menghasilkan medan anomaly magnetic yang berbeda
karena memiliki geometri yang berbeda atau bentuk benda
yang tidak homogen.

III. Metode Penelitian/Eksperimen


Dalam melakukan pengukuran geomagnetik, peralatan
paling utama yang digunakan adalah magnetometer. Hasil kontur anomaly magnetic total belum dapat
Peralatan lain yang bersifat pendukung di dalam survei menunjukan target penelitian. Untuk mendatapatkan
magnetik adalah Global Positioning System (GPS), PC target yang di inginkan, Data anomali magnetic total
atau Laptop, Software MS Office Excel 2007, Software diproses untuk memisahkan (filtering) anomaly
Surfer versi 9, Software Numeri, Software MAG2DC, penyusunnya sehingga diperoleh anomali residual yang
Software Rockwork 15. menjadi target dalam penelitia ini
Teknil pengambilan data dengan melakukan Survei Analisis Spektrum
Daerah Penlitian untuk mempermudah dalam penentuan analisis spectrum dilakukan dengan slicing sebanyak
luas daerah pengambilan data, jalur lintasan yang akan tujuh kali. Slice kontur anomaly magnetic total
ditempuh, posisi titik (station ) magnetik dan jumlah line dipelihatkan dengan lintasan vertical AA’,BB’,CC’ dan
serta spasi yang akan digunakan pada saat akuisisi data, lintasan horizontal DD’,EE’,FF’,GG’.
pada penelitin ini pengukuran data magnetik dilakukan Data hasil slice berupaa nilai jarak dan anomaly yang di-
sebanyak 21 lintasan dengan panjang masing-masing input ke software numeri,sehingga diperoleh grafik
lintasan 1 km dan jarak antar lintasan sebesar 150m. hubungan antara logaritma natural amplitude (ln A)
dengans pasi antar titik 25m. terhadap bilangan gelombang (k),sehingga lebar jendela
Teknil Pengolahan Data pada penelitian ini mencakup yang digunakan untuk proses filtering pada daerah ini
Koreksi Drift, Koreksi IGRF, Peta Anomali Intensitas adalah 9.
Magnetik Total, Analisis spektrum, Estimasi lebar jendela
(N), Pemisahan Anomali dengan moving average, Metode Moving Average
Pembuatan kontur Anomali Magnetik Regional dan Hasil yang diperoleh berdasarkan proses moving
Residul, Pembuatan profil Anomali Magnetik Residual. average ini berupa anomaly regional
Invers Modeling, Membuat Volumetrik, Interpretasi
Data.

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan


Analisis anomaly medan magnetic digunakan untuk
menginterpretasi suseptibilitas struktur geologi bawah
permukaan yang menonjol pada daerah penelitian
bedasarkan pemodelan yang dibuat dengan software Kontur anomaly regional sudah terlihat lebih
Mag2DC. jelas bila dibandingkan dengan anomaly magnetic total
Hasil Koreksi Drift yang masih terdapat klosur yang masih tumpang tindih.
koreksi drift dianggap linier terhadap fungsi waktu Pada kontur anomaly magnetik regional terlihat nilai
dengan menggunakan Adapun pada penelitian ini magnetiknya berkisar antara 300 nT sampai 2100 nT.
Potensi Pasir Besi
Untuk mengetahui potensi pasir besi dilakukan
pemodelan kontur anomali magnetic residual yang
merupakan target dari penelitian. Anomali ini merupakan
hasil pengurangan anomaly total dan anomaly
regionalnya.

dapat tabel volume batuan yang diindikasi sebagai pasir


besi, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Bedasarkan koturanomali residual, menunjukan


adanya pasangan klosur antara anomaly positif dan
anomaly negative. Daerah yang memiliki anomali dengan
intensitas yang besar, yang diduga adanya keterdapatan
target penelitian. Pada kontur anomaly manetik residual
terlihat nilai magnetiknya berkisar antara -2200 nT
sampai 1600 nT
Pemodelan Inversi (Inversi modelling)
Untuk mengetahui model dilakukan pemodelan
inversi dengan bantuan software Mag2DC for windows,
dengan data anomaly magetik residual dislicing.
Interpretasi
Secara kualitatif untuk mengetahui daerah yang
memiliki anomaly dengan intesitas yang besar yang diduga
adanya keterdapatan target penelitian. Peta anomaly
magnetic menunjukan pola penyebaran kontur positif dan
negative di daerah penelitian.
Secara kuantitatif Pada daerah yang diduga adanya
Sebaran batuan di daerah penelitian batuan yang
keterdapatan pasir besi yang diindikasikan dengan
pertama basalt mulai pada kedalam 0 meter sampai
suseptibility tinggi dilakukan pemodelan untuk
dengan 23,03 meter. Lapisan batuan graphite yang kedua
mengetahui keadaan bawah permukaan daerah penelitian
mulai dari kedalaman 23.03 meter sampai 49,09 meter.
dengan bantuan Mag2DC.
Sturtur lapisan bawah permukaan berikutnya disusun oleh
Bedasarkan hasil dari pemodelan yang dilakukan
dolomite dari kedalaman 49,09 meter sampai 64,29
menunjukan adanya batuan pembawa pasir besi yang
meter. Struktur lapisan paling bawah pasir besi kedalam
diduga mengandung mineral magnetite yang ditandai
64,29 meter sampai 100 meter.
dengan suseptibilitas tinggi.
Kemudian hasil pemodelan bawah permukaan di buat
Estimasi Volume Pasir Besi
data born yang kemudian di modelkan dalam bentuk 3D.
Sebelum menghitung volume, terlebih dahulu
pada pemodelan 3D untuk daerah Oi Tui mempunyai
membuat data bor dari pemodelan bawah permukaan dari
volume Pasir Besi yang diperkirakan sebesar 306.241,375
selice anomaly magnetic residual . dari setiap slice kita
m³.
dapat menentukan titik-titik bor. setelah kita menentukan
titiknya kemudian kita akan membuat data pada xl
dimana berisikan location, p-data, i-data, dan litology V. Kesimpulan
pasir besi. Berdasarkan hasil interpretasi dari anomaly residual dan
pemodelan yang telah dikolerasikan dengan data geologi
lapangan dapat disimpulkan bahwa potensi volume pasir
besi di desa Oi Tui Kecamatan Wera yang diperkirakan
sebesar 306.241,375 m³, dengan mendominasi sekitar 24
%.

Ucapan Terimakasih
Bapeda Kabupaten Bima yang telah memberikan izin
untuk penelitian di Oi Tui.

Kepustakaan
Tanauma, E., Ferdy, 2011, Potensi Sumberdaya Alam
Pasir Besi Pantai Arakan Kabupaten Minahasa Selatan,
Jurnal Ilmiah Sains, Vol.II No.2, Hal.225-228

Bambang N.,2012, Penyelidikan Endapan Pasir Besi di


Daerah Selatan Ende flores Provinsi Nusa Tenggara
Timur, Sub Dit Mineral Logam, Direktorat Sumberdaya
Mineral, Bandung.

Witasari, Y.,2010, Mineral Lautan, Jurnal Osean,


Vol.xxxv, Hal 49-56

Telford, W.M., Geldart, L.P., dan Sheriff, R.E., 1976,


Applied geophysics, Second Edition, Cambridge
University Press, Cambridge.

Reynolds, 1997, An Introduction to Applied and


Environmental Geophysics, Willey, Chichester.

Beri Nilai