Anda di halaman 1dari 2

Bidan dituntut harus mampu menerapkan aspek kepemimpinan dalam organisasi & manajemen

pelayanan kebidanan (KIA/KB), kesehatan reproduksi dan kesehatan masyarakat di komunitas dalam
praktik kebidanan (Permenkes 149 pasal 8). Bidan sebagai seorang pemimpin harus ;

a. Berperan serta dalam perencanaan pengembangan dan evaluasi kebijakan kesehatan.


b. Melaksanakan tanggung jawab kepemimpinan dalam praktik kebidanan di masyarakat.
c. Mengumpulkan, menganalisis dan menggunakan data serta mengimplementasikan upaya
perbaikan atau perubahan untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan di masyarakat.
d. Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah secara proaktif, dengan perspektif luas dan
kritis.
e. Menginisiasi dan berpartisipasi dalam proses perubahan dan pembaharuan praktik
kebidanan.

Dalam pelayana kebidanan banyak harapan yang difokuskan oleh orang yang berbeda dan bekerja
sama dalam pelayanan kebidanan dan kepada bidan itu sendiri. Para pelanggan internal dan eksternal
menginginkan bidan dapat member pelayanan yang berkualitas. Selain keterampilan dan
pengetahuan diperlukan kematangan pribadi bidan dalam member pelayanan karena bidan juga
menjadi tokoh masyarakat dan panutan bagi kaum wanita. Bidan harus menjalankan tugas dengan
tanggung jawab moral karena pelayanan yang diberikan menyangkut kehidupan ibu dan anak,
pencapaian kesejahteraan ibu, anak, dan keluarga, serta menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Untuk itu bidan perlu memperhatikan poin–poin berikut ini untuk mengembangkan kematangan
dirinya :

1. Teliti
2. Bertanggu jawab
3. Jujur
4. Disiplin tinggi
5. Hubungan manusia yang efektif
6. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
7. Memahami standar profesi kebidanan
8. Mengerti asas dan tujuan penyelenggaraan praktek kebidanan
9. Bekerja berdasarkan ketentuan dan landasan hukum pelayanan kebidanan