Anda di halaman 1dari 14

PERATURAN INTERNAL STAF MEDIS

(MEDICAL STAFF BY LAWS)


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
MUNYANG KUTE REDELONG

KABUPATEN BENER MERIAH


1
Peraturan Internal Staf Medis (Medical Staff Bylaws)
RSUD Munyang Kute Redelong
dr.Syamsul Bahri,Sp.PD
Ketua Komite Medik

PENDAHULUAN

Staf medis merupakan tenaga yang mandiri, karena setiap dokter dan
dokter gigi memeiliki kebebasan profesi dalam mengambil keputusan klinis
pada pasien. Keputusan untuk memberikan tindakan medis maupun terapi
pada setiap pasien harus dilakukan atas kebebasan dan kemandirian
profesi dan tidak boleh atas pengaruh atau tekanan fihak lain. Kebebasan
profesi yang diberikan tidaklah berarti kebebasan penuh tanpa batas
namun harus tetap terikat dengan standar profesi, standar kompetensi dan
standar pelayanan medis.
Staf medis dalam memberikan pelayanan tidak terikat dengan jam
kerja khususnya untuk kasus-kasus gawat darurat, hal ini berbeda dengan
tenaga kesehatan lainnya yang bekerja di rumah saki terikat dengan jam
dinas yang diatur sesuai dengan jadwal dinasnya dan peraturan
kepegawaian. Perbedaan lain adalah tenaga kesehatan lainnya terikat pada
unit kerjanya selama menjalankan tugas dinas tetapi seorang tenaga medis
dapat berpindah dari satu unit kerja ke unit kerja lainnya pada hari yang
sama sesuai keburuhan pekerjaan.
Sebagai contoh, seorang tenaga medis pada pagi hari memberikan
pelayanan dipoliklinik atau unit rawat jalan, siang hari bias memberikan
pelayanan di unit rawat inap dan di malam hari dapat memberikan layanan
di kamar operasi atau ruangan tindakan lainnya. Staf medis kecuali yang
yang bekerja di unit penunjang medis mobilitasnya sangat tinggi dalam
memberikan pelayanan sesuai standar yang berlaku dan kompetensi yang
dimilikinya.
Melalui peraturan internal, profesi medis yang bertugas di RS
diharapkan dapat melakukan self governing, self controlling dan self
disciplining. Tujuan pengaturan diri sendiri tidak memiliki maksud lain
kecuali untuk manjaga mutu staf medis dalam memberikan layanan. Oleh
karena itu perlu dibuat peraturan tersendiri (medical staff by laws) yang
dapat mengatur staf medis secara internal.
Dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan RI yang baru tentang
penyelenggaran Komite Medik di rumah sakit, maka Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor 772/Menkes/SK/VI/2002 tentang Pedoman Peraturan
Internal Rumah Sakit (Hospital By Laws) sepanjang mengenai pengaturan
staf medis, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 496/Menkes/SK/IV/2005
tentang Pedoman Audit Medis dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
631/Menkes/SK/VII/2005 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan
Internal Staf Medis dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Tujuan dari Peraturan Menteri Kesehatan yang baru tersebut adalah
untuk mengatur tata kelola klinis (clinical governance) yang baik agar mutu
pelayanan medis dan keselamatan pasien dirumah sakit lebih terjamin dan
terlindungi serta mengatur penyelenggaraan komite medik di setiap rumah
sakit dalam rangka peningkatan profesionalisme staf medis.
Oleh karena itu perlu disusun Peraturan Internal Staf Medis (Medical
Staff Bylaws) RSUD Munyang Kute Redelong yang baru sesuai peraturan
dan perundangan yang baru.
Visi Komite Medik RSUD Munyang Kute Redelong adalah menjadi
Komite Medik terbaik dan panutan di Indonesia.
Misi Komite Medik RSUD Munyang Kute Redelong adalah:
1. Organisasi Profesi yang bersatu, aktif dan profesional
2. Meningkatkan mutu profesi :
a. Keterampilan (Skill), Pengetahuan (Knowledge) dan Etika
b. Pelayanan Profesi
c. Pendidikan dan Pelatihan Profesi
d. Penelitian

Nilai – Nilai Komite RSUD Munyang Kute Redelong adalah

a. Tanggung Jawab
b. Profesionalisme
c. Ramah
d. Peduli
e. Jujur

1 Disampaikan pada Sidang Pleno Komite Medik RSUD Munyang Kute


Redelong, Redelong 02 Januari 2019
BAB I

KETENTUAN UMUM

1. Staf Medis adalah dokter (dokter, dokter gigi, dokter spesialis dan
dokter gigi spesialis) yang bergabung dalam salah satu kelompok
staf medis yang dinamakan Staf Medis Fungsional (SMF).

2. Staf Medis Fungsional (SMF) adalah kelompok dokter (dokter,


dokter gigi, dokter spesialis dan dokter gigi spesialis) berdasarkan
Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Praktik (SIP).

3. Kewenangan Klinis adalah kewenangan staf medis untuk


melaksanakan pelayanan medis, pendidikan
kedokteran/dokter spesialis dan penelitian sesuai dengan
kompetensi profesi dan keahliannya.

4. Penugasan Klinis adalah adalah penempatan staf medis ke


kelompok staf medis (Staf Medis Fungsional/SMF) dan Divisi sesuai
dengan Kewenangan Klinis yang diberikan.

5. Komite Medik adalah adalah organisasi non struktural yang


dibentuk oleh Direktur Rumah Sakit dalam rangka meningkatkan
profesionalisme staf medis.

6. Personalia Komite Medik adalah terdiri dari Ketua Komite Medik,


Ketua dan Anggota Sub Komite.
BAB II

TUJUAN

1. Dalam rangka menyesuaikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor


755/Menkes/Per/IV/2011 tentang Penyelenggaraan Komite Medik
di Rumah Sakit.

2. Terwujudnya Tata Kelola Klinis yang baik (good clinical governance)

3. Memberikan keleluasaan kepada staf medis untuk mengatur dirinya


sendiri berdasarkan prinsip-prinsip yang dapat diterima secara
umum.
4. Menjamin penyelenggaraan praktik kedokteran sesuai dengan
standar profesi yang berlaku.
5. Menjamin seluruh pasien RS mendapatkan layanan medis dan
perhatian serta memastikan pemberian pelayanan medis tidak
didasarkan pada suku, agama, ras, etnis, warna kulit, kebangsaan,
jenis kelamin, cacat mental atau fisik, umur, kondisi kesehatan,
status perkawinan, asal usul, dan orientasi seksual.
6. Menyediakan wadah untuk membahas dan mencari jalan keluar
persoalan-persoalan yang berhubungan dengan etika profesi
kedokteran atau penyalahgunaan kewenangan klinis oleh staf medis.
7. Menyediakan wadah koordinasi dengan fihak direksi, manajemen
dan tenaga kesehatan lainnya di RS
8. Merumuskan dan memelihara tata tertib, ketentuan dan peraturan
untuk pengaturan sendiri staf medis yang menyelenggarakan
paraktik kedokteran di RS.
9. Memastikan seluruh staf medis selalu berusaha mempertahan
kualitas profesionalnya dalam bekerja sebagai wujud konsekwensi
kewenangan klinis yang diberikan dalam melaksanakan
pemeriksaan, penegakan diagnosis, pemberiam tindakan medis dan
pemberiam terapi yang tepat.
10. Membantu merencanakan pengembangan fasilitas, tenaga dan
program RS
BAB III
KEWENANGAN KLINIS (CLINICAL PRIVILEGE)

1. Pelayanan medis, pendidikan dokter/dokter spesialis dan penelitian


kedokteran hanya boleh dilakukan oleh staf medis yang telah
diberikan Kewenangan Klinis.

2. Pemberian dan Perubahan Kewenangan Klinis staf medis ditetapkan


atas rekomendasi Komite Medik dan disahkan oleh Direktur
Utama.

3. Mekanisme (2) di atas diatur dalam:

i. Pedoman Kewenangan Klinis dari Komite Medi


ii. Daftar Perincian Kewenangan Klinis Staf Medis dari Komite
Medik
BAB IV

PENUGASAN KLINIS (CLINICAL APPOINTMENT)

1. Penempatan staf medis ke salah satu kelompok staf medis (Staf


Medis Fungsional) berdasarkan Surat Penugasan Klinis Rumah
Sakit dari Direktur Utama berdasarkan rekomendasi Komite Medik.

2. Penempatan staf medis ke Divisi dalam satu kelompok staf medis


(Staf Medis Fungsional) berdasarkan Surat Penugasan Ketua Staf
Medis Fungsional (SMF)

3. Perubahan Penugasan Klinis staf medis dapat dilakukan oleh


Direktur Utama atas rekomendasi Komite Medik.

4. Mekanisme (1), (2) dan (3) di atas diatur dalam Pedoman Kredensial
dan Re-Kredensial dari Komite Medik berdasarkan:

i. Pedoman Kewenangan Klinis


ii. Daftar Perincian Kewenangan Klinis Staf Medis
iii. Pedoman Pembinaan Etika dan Disiplin Profesi Medis
iv. Pedoman Penanganan Dugaan Pelanggaran Etika
dan Disiplin Profesi Medis
BAB V
KOMITE MEDIK

1. Komite Medik adalah organisasi non struktural yang dibentuk oleh


Direktur Utama.

2. Tugas Komite Medik adalah meningkatkan profesionalisme staf


medis secara:

i. Melakukan kredensial dan rekredensial seluruh staf medis


ii. Memelihara mutu profesi staf medis dalam
pelayanan, pendidikan dan penelitian
iii. Menjaga disiplin, etika dan perilaku staf medis

3. Komite Medik dipimpin oleh seorang ketua dan disebut sebagai


Ketua Komite Medik dengan susunan perangkat organisasinya
sebagai berikut:

i. Ketua Komite Medik


ii. Sekretaris Komite Medik
iii. Anggota terdiri dari:
a. Sub Komite Kredensial
b. Sub Komite Mutu Profesi Medis
c. Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi

4. Pengangkatan dan Pemberhentian seluruh Personalia Komite Medik


oleh Direktur Utama

5. Dalam melaksanakan tugas (2) di atas, Komite Medik menyusun


dan membuat Pedoman Pedoman yang diperlukan. Pedoman
tersebut ditetapkan dan disahkan penggunaannya oleh Direktur
Utama.
BAB VI

RAPAT

1. Mekanisme pengambilan keputusan Komite Medik berdasarkan


pendekatan berbasis bukti (evidence-based).

2. Keputusan (1) tersebut diatas melalui Rapat Komite Medik dan Sub
Komite.

3. Mekanisme, jenis rapat dan pelaksanaan rapat tersebut diatur lebih


lanjut dalam Pedoman Rapat Pengambilan Keputusan Komite
Medik.
BAB VII

SUB KOMITE KREDENSIAL

1. Sub Komite Kredensial bertugas menapis profesionalisme staf medis


dengan cara melakukan kredensial dan kredensial.
2. Sub Komite Kredensial terdiri dari:
a. Ketua Sub Komite Kredensial
b. Sekretaris
c. Anggota

3. Dalam melaksanakan tugas (1) di atas Sub Komite Kredensial


berpedoman kepada:
a. Pedoman Kredensial dan Rekredensial
b. Pedoman Kewenangan Klinis
c. Daftar Perincian Kewenangan Klinis Dokter dan Dokter
Spesialis
4. Sub Komite Kredensial bertanggung jawab kepada Ketua Komite
Medik.
BAB VIII

SUB KOMITE MUTU PROFESI

1. Sub Komite Mutu Profesi bertugas memelihara mutu profesi staf


medis dengan cara mempertahankan kompetensi dan
profesionalisme staf medis dalam bidang pelayanan, pendidikan dan
penelitian.

2. Sub Komite Kredensial terdiri dari:


a. Ketua Sub Komite Kredensial
b. Sekretaris
c. Anggota

3. Dalam melaksanakan tugas (1) di atas Sub Komite Mutu Profesi


berpedoman kepada:

a. Pedoman Tata Kelola Klinis (Clinical Governance)


b. Pedoman Audit Medis
c. Pedoman Pelaksanaan Ronde Ruangan (Ward Round)
d. Pedoman Pelaksanaan Laporan Jaga (Morning Report)
e. Pedoman Pembahasan Kasus Kematian
f. Pedoman Pembahasan Kasus Sulit
g. Pedoman Pelaksanaan Journal Reading
h. Pedoman Evidence-based Practice dan Health
Technology Assessment
i. Pedoman Dosen Klinis (Clinician Educators)
j. Pedoman Pendampingan Profesi Medis (Proctoring)

4. Sub Komite Mutu Profesi bertanggung jawab kepada Ketua Komite


Medik.
BAB IX

SUB KOMITE ETIKA DAN DISIPLIN PROFESI

1. Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi bertugas menjaga etika,


disiplin dan perilaku staf medis dengan cara melindungi pasien
dari pelayanan staf medis yang tidak memenuhi syarat (unqualified)
dan tidak layak (unfit/unproper) untuk melakukan asuhan klinis
(clinical care) serta membina staf medis.

2. Sub Komite Kredensial terdiri dari:

a. Ketua Sub Komite Kredensial


b. Sekretaris
c. Anggota

3. Dalam melaksanakan tugas (1) di atas Sub Komite Kredensial


berpedoman kepada:

a. Pedoman Pembinaan Etika dan Displin Profesi Medis


b. Pedoman Penanganan Dugaan Pelanggaran Etika dan Displin
Profesi Medis

4. Sub Komite Etik dan Displin Profesi bertanggung jawab kepada


Ketua Komite Medik.
BAB X

PERATURAN PELAKSANAAN TATA KELOLA KLINIS


(CLINICAL GOVERNANCE)

1. Staf Medis melaksanakan keprofesian medis sesuai dengan


Kewenangan Klinis dan Penugasan Klinis masing masing dalam
Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) Rumah Sakit dan kelompok
staf medis (SMF).

2. Tata Kelola Klinis Rumah Sakit (Clinical Governance) adalah sistem


penjaminan mutu layanan di rumah sakit.

3. Tata Kelola Klinis Rumah Sakit disusun oleh Kepala Bidang


Pelayanan Medik dan Keperawatan; ditetapkan serta disahkan oleh
Direktur.

4. Tata kelola Klinis Staf Medis Fungsional disusun oleh Ketua Staf
Medis Fungsional; ditetapkan dan disahkan penerapannya oleh
Direktur Utama.

5. Pelaksanaan (4) dan (5) diatas untuk staf medis diatur lebih lanjut
dalam bentuk Medical Staff Rules and Regulation.

6. Medical Staff Rules and Regulation disusun oleh Kabid Pelayanan


Medis dan Keperawatan bersama para Staf Medis Fungsional;
ditetapkan dan disahkan oleh Direktur Rumah Sakit
BAB XI

TATACARA REVIEW DAN PERBAIKAN PERATURAN INTERNAL


STAF MEDIS

1. Peraturan Internal Staf Medis ini dapat dilakukan review dan


perubahan bilamana:

a. Adanya Perubahan Peraturan Menteri Kesehatan tentang


Peraturan Internal Korporasi Rumah Sakit, Peraturan Internal
Staf Medis ataupun peraturan/perundangan lainnya yang
menyangkut profesi medis.
b. Kebijakan baru lain mengenai status rumah sakit

2. Mekanisme dan cara perubahan (1) di atas diatur lebih lanjut dalam
Pedoman Review dan Perbaikan Peratuturan Internal Staf Medis.

BAB XII

KETENTUAN PENUTUP

1. Peraturan Internal Staf Medis ini berlaku sejak tanggal ditetapkan