Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN BENER MERIAH

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


MUNYANG KUTE REDELONG
Jln. Sp.Teritit-Pondok Baru No. Telp/Fax.(0643) 7426252 Redelong

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD MUNYANG KUTE REDELONG


KABUPATEN BENER MERIAH
NOMOR : 445/ /SK/2019

TENTANG
KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNYANG KUTE REDELONG

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan


Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong,
maka diperlukan penyelenggaraan Pelayanan Kedokteran
Rumah Sakit yang terkoordinasi dengan baik;
b. bahwa agar Pelayanan Kedokteran Rumah Sakit di
Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong
dapat terlaksana dan terkoordinasi dengan baik, perlu
adanya kebijakan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Munyang Kute Redelong sebagai landasan bagi
penyelenggaraan Pelayanan Kedokteran Rumah Sakit di
Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam a dan b perlu ditetapkan dengan surat
keputusan direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Munyang Kute Redelong.

Mengingat : 1. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 29


Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran;
2. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 Tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun
2009 Tentang Rumah Sakit;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1419/MENKES/PER/X/2005 Tentang Penyelenggaraan
Praktik Dokter Dan Dokter Gigi;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1438/MENKES/PER/IX/2010 Tentang Standar
Pelayanan Kedokteran;
6. Peraturan Menteri Kesehatan No
755/MENKES/PER/IV/2011 tentang Penyelenggaraan
Komite Medik RS;
7. Peraturan Menteri Kesehatan No.
5052/MENKES/PER/IV/2011 tentang Registrasi dan
Perijinan Praktek;
8. Peraturan Menteri Kesehatan No
1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan
Pasien Rumah Sakit;
9. Keputusan Menteri Kesehatan No.
631/MENKES/SK/IV/2005 tentang Pedoman Peraturan
Internal Staf Medis di Rumah Sakit
10.Keputusan Menteri Kesehatan No.
496/MENKES/SK/IV/2005 tentang Pedoman Audit
Medis;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM


DAERAH MUNYANG KUTE REDELONG TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN KEDOKTERAN RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH MUNYANG KUTE REDELONG;
Pertama : Kebijakan Pelayanan Kedokteran Rumah Sakit Umum
Daerah Munyang Kute Redelong sebagaimana tercantum
dalam Lampiran Surat Keputusan Direktur ini;
Kedua : Pembinaan dan Pengawasan penyelenggaraan Pelayanan
kedokteran Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute
Redelong dilaksanakan oleh Komite Medis Rumah Sakit
dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Rumah
Sakit;
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya,
dengan ketentuan bahwa segala sesuatunya akan
ditinjau lagi dan diperbaiki kembali sebagaimana
mestinya apabila di kemudian hari ternyata terdapat
kekeliruan dalam penetapan ini.

Ditetapkan di : Redelong
Pada tanggal : 2 Januari 2018
Direktur RSUD Munyang Kute
Redelong Kabupaten Bener Meriah

dr.ARWIN MUNAWARIKO,Sp.OG
19760910 200212 1 004
KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNYANG KUTE REDELONG

KEBIJAKAN UMUM
1. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong wajib
memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Praktek (SIP).
2. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong harus
memiliki Surat Penugasan (Clinical Appoinment) dari Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong.
3. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong
ditetapkan, diberhentikan, diminta kredensial ulang bila
diperlukan oleh Direktur.
4. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong wajib
melakukan upaya maksimal dalam rangka penyembuhan dan
pemulihan kesehatan pasien
5. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong wajib
mengisi Rekam Medis pasien dengan benar, lengkap dan jujur
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.
6. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong wajib
memberikan penjelasan kepada pasien tentang tindakan
kedokteran yang akan dilakukan dan mendapat persetujuan
pasien (atau keluarga dalam hal pasien tidak kompeten)
7. Dokter dan Dokter Gigi berkewajiban mengintegrasikan dan
mengkoordinasikan asuhan kepada pasien termasuk perencanaan
pelayanan kedokteran
8. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong wajib
menjaga rahasia kedokteran.
9. Dokter dan dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran
harus sesuai dengan kewenangan klinis (clinical privileges) yang
diberikan oleh Direktur Rumah sakit
10. Setiap dokter dan dokter gigi dalam melakukan praktik kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong wajib
mengikuti pedoman pelayanan kedokteran yang sudah ditetapkan
untuk menjaga keseragaman pelayanan kepada pasien
11. Praktik kewenangan yang diberikan harus sesuai standar profesi
kedokteran
12. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong wajib
mematuhi segala peraturan perudangan yang ditetapkan oleh
pemerintah baik sebelum kebijakan ini ditetapkan

KEBIJAKAN KHUSUS
a. Standar Pelayanan Kedokteran
Dalam melaksanakan pelayanan kedokteran Rumah Sakit Umum
Daerah Munyang Kute Redelong menyusun standar pelayanan
kedokteran dengan memakai pedoman nasional pelayanan
kedokteran dan referensi lain yang kemudian diadaptasikan dalam
bentuk panduan praktek klinik dan alur klinis (Clinical Pathway)
dengan kriteria sebagai berikut:
1. Sesuai dengan populasi pasien yang ada dan misi Rumah Sakit
2. Disesuaikan dengan teknologi, obat, sumber daya lain di RS
atau norma profesional yang berlaku secara nasional.
3. Dilakukan asesmen terhadap bukti ilmiahnya dan disahkan
oleh pihak berwenang.
4. Disetujui resmi dan digunakan oleh RS
5. Dilaksanakan dan diukur terhadap efektivitasnya
6. Dijalankan oleh staf yang terlatih menerapkan pedoman atau
pathways
7. Secara berkala diperbaharui berdasarkan bukti dan evaluasi
dari proses dan hasil proses.
8. Setiap tahun Ketua Kelompok Staf Medis menetapkan paling
sedikit lima (5) panduan praktek klinik dan alur klinis untuk
diimplementasikan di unit pelayanan.
9. Dalam proses pemilihan dan penetapan PPK dan alur klinis
harus melalui proses komunikasi dan koordinasi dengan unit
pelayanan terkait agar dapat membantu penerapan dan
evaluasi penerapannya.
10. Dalam proses monitoring dan evaluasi penerapan panduan
praktek klinik dan alur klinis komite medis bekerja bersama-
sama dengan pimpinan pelayanan medis melalui pengamatan
langsung ataupun melalui audit verifikator internal.
b. Kebijakan Teknis pelayanan
1. Bila dokter dan dokter gigi berhalangan melaksanakan praktik
dapat menunjuk dokter atau dokter gigi pengganti, dengan syarat
dokter atau dokter gigi pengganti harus memiliki SIP atau sertifikat
kompetensi peserta PPDS dan STR (Surat Tanda Registrasi) tetapi
tidak ada jadwal tetap di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta
(hanya sebagai pengganti sementara) dan RS atau dokter yang
berhalangan wajib membuat pemberitahuan kepada Dinas
Kesehatan Kota Surakarta dan memberitahukan kepada pasien.
2. Untuk menjaga kontinuitas pelayanan dokter di RS Panti Waluyo
Yakkum Surakarta, maka setiap dokter spesialis yang berhalangan
hadir akan mendelegasikan kepada dokter spesialis lain yang
setara dalam menjalankan pelayanan medis, dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Dokter spesialis yang ditunjuk akan memberikan pelayanan
sesuai dengan pendelegasiannya.
b. Pertanggungjawaban pelayanan terhadap pasien tetap ada pada
dokter spesialisnya (DPJP)
c. Jika kewenangan diberikan kepada dokter umum maka
pendelegasian sebatas yang diberikan oleh dokter spesialis
dan/atau DPJP kepada dokter umum yang bersangkutan
d. Dokter jaga/ dokter bangsal dapat melakukan pelayanan
kepada pasien sesuai dengan standar profesi kedokteran dan
dilakukan verifikasi oleh DPJP.
3. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta harus bersedia dilakukan
kredensial atau rekredensial Komite Medis RS Panti Waluyo
Yakkum Surakarta atas permintaan Direktur RS
4. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta harus bersedia melakukan
audit medis, bila diperlukan atas dasar rekomendasi Komite
Medik, dalam rangka pemeliharaan mutu profesi dokter
5. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta harus bersedia melakukan
dan/atau terlibat dalam audit kasus bila diperlukan, atas
rekomendasi Komite Medis
6. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta, bila diduga melakukan
pelanggaran etika dan disiplin bersedia diperiksa, dibina dan diberi
nasihat dalam rangka menjaga etika dan disiplin, dan perilaku
profesi.
7. Merujuk pasien ke dokter atau ke dokter gigi lain yang mempunyai
keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu
melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan;
8. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien,
bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia;
9. Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan,
kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu
melakukannya

10. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran
di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta wajib mengikuti semua
peraturan yang ditetapkan dan berlaku di RS Panti Waluyo
Yakkum Surakarta.
11. Pemberian asuhan pasien dijabarkan dengan pola SOAP (Subjektif,
Objektif, Asesmen, Plan ) di catatan perkembangan pasien
terintegrasi.

Lampiran SK Kebijakan Pelayanan Kedokteran No. 2347a/PW/Sekr/VIII/2014, hal 2 dari 3

12. Permintaan pemeriksaan diagnostik imajing dan pemeriksaan


laboratorium klinik yang diminta oleh dokter sesuai dengan
indikasi klinis di blanko yang telah ditentukan.

Ditetapkan di Surakarta
Pada tanggal 15 Agustus 2014

Direktur,

dr. T. Soebroto, M. Kes