Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN

ANTENATAL CARE

CI pembimbing: Saiful Rijal Balya S.kep,Ns

Oleh :

BADIK MUNAWAROH

(NIM. 14401.16.17004)

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN


STIKES HAFSHAWATY PESANTREN ZAINUL HASAN
PROBOLINGGO
2019
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN

DENGAN ANTENATAL CARE

MAHASISWA

PEMBIMBING AKADEMIK PEMBIMBING RUANGAN

MENGETAHUI

KEPALA RUANGAN
LEMBAR KONSULTASI

Nama : badik munawaroh

Nim : 14401.16.17004

No Hari /tgl Konsultasi Keterangan Ttd


LAPORAN PENDAHULUAN
ANTE NATAL CARE (ANC)

I. Definisi
Antenatal care adalah perawatan selama masa kehamilan sebagai suatu
manajemen kehamilan di mana ibu dan anaknya diharapkan sehat dan baik
(Wiknjosastro, 2002 dikutip dari Ningsih, 2012). Antenatal care merupakan
pengawasan sebelum persalinan terutama di tujukan pada pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam rahim. Selama antenatal care dilakukan pengawasan
sebelum persalinan terutama ditujukan pada ibu.

II. Tanda dan Gejala


Tanda dan gejala (keluhan) normal pada wanita hamil adalah:
a. Tanda Subjektif ( Resunitif Sign )
1) Mual, Muntah
2) Mengidam
3) Lelah
4) Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri
5) Konstipasi dan obstipasi
6) Pigmentasi kulit
7) Adanya varises
8) Morning Sicknees
9) Emesis gravidarum
10) Kaki kram
11) Varises tampak
12) Sesak bagian bawah
13) Pinggang pegal
14) Edema
15) Hemoroid
16) Tanda chadwik ( Bercak keunguan pada vagina )
17) Leukore ( Keputihan )
18) Amenore ( Tidak Haid )
Fase Kehamilan
a. Menurut Varney, 2007
a. Trimester pertama berlangsung pada minggu pertama sampai minggu ke-12
(12 minggu)
b. Trimester kedua berlangsung pada minggu ke-13 sampai minggu ke-27
(15 minggu)
c. Trimester ketiga berlangsung pada minggu ke-28 sampai minggu ke-40
(13 minggu)
b. Menurut Sarwono, 2002
a. Trimester pertama (antara 0-12 minggu)
b. Trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan
c. Trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan
c. Menurut Hanifa, 2002
a. Triwulan pertama (antara 0-12 minggu)
b. Triwulan kedua (antara 12-28 minggu)
c. Triwulan ketiga (antara 28-40 minggu)
1. Perubahan/adaptasi fisik
a. Uterus
Ukuran: untuk memodifikasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat
hipertropi otot polos rahim.
Berat: berat uterus naik drastis dari 30 gr menjadi 1000 gr pada akhir kehamilan.
Bentuk dan konsistensi: pada bulan pertama kehamilan bentuk rahim seperti
buah alpukat, pada kehamilan keempat berbentuk bulat dan akhir kehamilan
seperti telur. Uterus yang tidak hamil kira-kira sebesar telur bebek dan
kehamilan sebesar telur angsa.
b. Indung Telur
Ovulasi terhenti, masa terdapat korpus liteum graviditas sampai terbentuknya,
yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesterone.
c. Vagina dan vulva
Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva akibat
hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan yang
disebut tanda chadwik.

d. Dinding perut
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya
serabut elastis dibawah kulit.
e. System sirkulasi darah
1) Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester
pertama, volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25 % dengan
puncaknya pada kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung yang meningkat
sebanyak ± 30%.
2) Protein darah, gambaran protein dalam serum berubah, jumlah protein
albumin dan gama globulin menurun dalam triwulan pertama dan meningkat
secara bertahap pada akhir kehamilan.
3) Hitung jenis volume plasma darah, jumlah eritrosit cenderung meningkat
untuk memenuhi kebutuhan transportasi O2 yang sangat diperlukan selama
kehamilan.
4) Nadi dan Tekanan darah cenderung menurun terutama selama trimester kedua
dan kemudian akan meningkat lagi seperti pada pra-hamil.
5) Jantung, pompa jantung mulai naik kira-kira 30 % setelah kehamilan 3 bulan
menurun lagi, pada minggu-minggu akhir kehamilan.
f. System pernafasan
Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak nafas dan pendek. Hal ini
disebabkan oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran uterus.
g. Saluran pencernaan
Salvias meningkat pada trimester pertama, mengeluh mual dan muntah, tonus
otot-otot saluran pencernaan melemah sehingga mortilitas dan makanan lebih
lama berada dalam saluran pencernaan. Absorbsi makanan baik namun akan
menimbulkan obstipasi, gejala muntah.
h. Tulang dan gigi
Persendia panggul akan terasa longgar, karena ligament-ligamen melunak. Juga
terjadi sedikit pelebaran pada ruang sendi apabila pemberian makanan dapat
memenuhi kebutuhan kalsium janin, kalsium maternal pada tulang-tulang
panjang akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan ini. Bila konsumsi kalsium
cukup tinggi tidak akan kekurang kalsium. Gingivitis kehamilan adalah
gangguan yang disebabkan oleh factor lain seperti hygiene yang buruk disekitar
mulut.
i. Kulit
Pada kulit terdapat pigmentasi:
1) Wajah: disebut topeng kahmilan (Cloasma Gravidarum )
2) Payudara: Putting susu dan aerola mamae
3) Perut: Line Nigra, Strice
j. Kalenjar Endokrin
1) Kalenjar Tiroid: dapat membesar sendiri
2) Kalenjar Hipofisis: dapat membesar terutama lobus anterior
3) Kalenjar Adrenal: Tidak dapat dipengaruhi
k. Metabolisme
Umumnya kehamilan mempunyai efek pada metabolisme, karena itu wanita
hamil perlu mendapat makanan yang bergizi:
1) Tingkat metabolisme basal (BMR) pada wanita hamil meningkat 10-20 %,
terutama pada trimester akhir.
2) Keseimbangan asam alkali sedikit mengalami perubahan konsentrasi alkali.

2. Reaksi Psikologis
a. TRIMESTER I
Umumnya wanita hamil pada periode ini mengalami reaksi psikologis dan
emosional. Wanita yang pertama hamil ditunjukan adanya rasa kecemasan
dan kegusaran.
b. TRIMESTER II
Perubahan psikologis pada trimester II. Sudah menerima kehamilan dengan
baik, perasaan cemas kembali muncul kembali kertika melihat keadaan perut
yang semakin membesar.
c. TRIMESTER III
Perubahan psikologis pada trimester III. Bertambahnya usia kehamilan akan
mengakibatkan perasaan tidak nyaman, dan pada saat akan melahirkan akan
muncul dan mulai dirasakan bayangan negative mulai mengahantui.
3. Tanda Bahaya Kehamilan
1. Berkaitan dengan ibu
Menurut Saifuddin (2002), tanda bahaya ibu hamil adalah :
a. Perdarahan peervaginam
b. Sakit kepala lebih dari biasa
c. Gangguan penglihatan
d. Pembengkakan pada wajah dan tangan
e. Nyeri abdomen / epigastrik
2. Berkaitan dengan janin
Menurut Manuaba (1998), tanda bahaya pada janin adalah :
a. Badan panas disertai tanda infeksi lainnya
b. Gerak janin terasa berkurang atau menghilang
c. Perut terasa semakin kecil

III. Patofisiologi
Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur
(ovulasi), yang di tangkap oleh umbai-umbai (fimbriae) dan masuk ke dalam sel
telur, cairan semen tumpah ke dalam vagina dan berjuta-juta sel sperma bergerak
memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur. Pembuahan sel telur oleh
sperma biasanya terjadi di bagian yang mengembang oleh tuba falofi.
Disekitar sel telur banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk
mencairkan zat-zat yang melindungi ovum. Kemudian pada tempat yang paling
mudah dimasuki, masuklah salah satu sel sperma dan kemudian bersatu dengan sel
telur. Peristiwa ini disebut pembuahan (konsepsi/fertilitas).
Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak (oleh rambut
getar tuba), menuju ruang rahim, peristiwa ini disebut nidasi (implantasi). Dari
pembuahan sampai nidasi diperlukan waktu 6 – 7 hari. Untuk menyuplai darah ke
sel-sel makanan bai mudligah dan janin, dipersiapkan uri (plasenta) jadi dapat
dikatakan bahwa untuk setiap kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel
sperma), pembuahan (konsepsi/fertilitas), nidasi dan plasenta.
a. Sel telur (ovum)
Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di geneta-
bridge.
b. Sel mani (spermatozoa)
Sperma bentuknya seperti kecebong, terdiri atas kepala, berbentuk lonjong agak
gepeng berisi inti (nucleus), leher yang menghubungkan kepala dengan bagian
tengah, dan ekor yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan
cepat.
c. Pembuahan (konsepsi/fertilitas)
Pembuahan adalah suatu peristiwa penyatu antara sel mani dengan sel telur di
tuba pallofi.
d. Nidasi (implantasi )
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium
IV. Pathway
Kehamilan
(Konsepsi dan nidasi)

Perubahan hormonal
(peningkatan hormon estrogen progesteron)

Metabolisme Pembesaran Penekakan pada Tonus otot saluran Perubahan


Aktifitas kelenjar
Meningkat uterus vesika urinaria pencernaan menurun psikologis
meningkat

Cardiak out put Produksi Hcl lambung Peran baru


meningkat dan saliva meningkat Diafragma tertekan
Frekuensi miksi Motilitas usus dalam keluarga
meningkat menurun

Frekuensi nadi Keterbatasan


meningkat Rangsangan Pengembangan diafragma tidak optimal kognitif
Inhibisi refluks spingter
terhadap medula menurun
vomiting center
Intake nutrisi meningkat Cemas
berkurang Sisa pencernaan
Ekspansi paru
tertahan lama pada
Mual dan muntah menurun
usus
Kelemahan fisik Gangguan pola
tidur dan
Aktifitas Kekurangan Pola napas tidak
Konstipasi istirahat
intoleras volume cairan efektif
B. ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
1. Anamnese
a. Anamnese identitas istri dan suami
b. Anamnese umum :
1) Tentang keluhan-keluhan, nafsu makan, tidur, miksi, defekasi, perkawinan
dan sebagainya.
2) Tentang haid, kapan mendapat haid terakhir (HT). bila hari pertama haid
terakhir diketahui, maka dapat dijabarkan taksiran tunggal persalinan.
B. Pemeriksaan fisik
a. Teknik inspeksi
1. Daerah muka
Adakah cloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah, adakah
oedema pada wajah, bagaimana keadaan lidah dan gigi.
2. Leher
Apakah vena terbendung di leher (mis : pada penyakit jantung) apakah
kelenjar gondok membesar atau kelenjar limpa membengkak.
3. Dada
Bentuk buah dada, pigmentasi putting susu dan areola mammae, keadaan
putting susu, adakah colostrums.
4. Perut
Perut membesar kedapat atau kesamping (pada ascites perut membesar ke
samping), keadaan pusat, pigmentasi linea alba, nampak ada gerakan anak
atau kontraksi rahim, adakah striae gravidarum atau jaringan parut.
5. Vulva
Keadaan perineum, adakah varises, tanda Chadwick, condiloma, flour albus.
Anggota gerak bawah
Adakah ascites, oedema, luka, cykatrik pada lipat paha.
b. Tekhnik palpasi
Maksud periksa palpasi adalah: Untuk menentukan besarnya rahim (tuanya
kehamilan) dan untuk menentukan letaknya anak dalam rahim. Macam-
macam palpasi, ada tiga macam yaitu :
Palpasi menurut Leopold, terdiri atas 4 bagian :
Leopold I
1) Kaki klien dibengkokan pada lutut dan lipatan paha
2) Pemeriksa berdiri sebelah kanan klien dan melihat ke arah muka klien
3) Rahim dibawah ke tengah
4) Tinggi fundus uteri ditentukan
5) Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat dalam fundus uteri. Sifat
kepala ialah keras, bundar dan melenting, sifat bokong adalah lunak,
kurang bundar dan kurang melenting, pada letak lintang fundus uteri
kosong. Variasi menurut knebel : menentukan letak kepala atau bokong
dengan satu tangan di fundus dan tangan lain di atas simfisis.

Leopold II
1) Kedua tangan pindah ke samping
2) Tentukan batas samping rahim kiri dan kanan
3) Tentukan letak punggung anak
4) Pada letak lintang, tentukan dimana letak kepala janin
Leopold II untuk menentukan dimana letaknya punggung anak dan dimana
letaknya bagian-bagian kecil).
Variasi menurut poudin : menentukan letak punggung dengan satu tangan
menekan di fundus.

Leopold III
1) Dipergunakan satu tangan saja
2) Bagian bawah ditentukan antara ibu jari dan jari lainnya
3) Adakah bagian bawah masih dapat dipergunakan
Leopold III menentukan apa yang terdapat di bawah dan apakah bagian
bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh pintu atas panggul).
Variasi menurut Ahlfeld : menentukan letak punggung dengan pinggir tangan
kiri diletakkan tegak di tengah perut.

Leopold IV
1) Pemeriksa merubah sikapnya yaitu melihat ke arah kaki si penderita.
2) Dengan kedua tangan ditentukan apa yang menjadi bagian bawah.
3) Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam pintu atas
panggul dan berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul.
4) Jika kita rapatkan kedua tangan akan kita dapatkan :
Kedua tangan pada pinggir kepala divergent (ukuran tebesar kepala
sudah melewati pintu atas panggul). Kedua tangan pada pinggir kepala
convergent (ukuran terbesar kepala belum melewati pintu atas panggul).
Leopold IV untuk menentukan bagian yang terendah dan berapa
masuknya bagian yang bawah ke dalam rongga panggul
c. Auskultasi
a. Djj terdengar dimana,frekwensi, irama, dengan cara 5 detik berselang, 30
menit dikalikan 2/dihitung selama 1 menit penuh.
b. Kalau bunyi jantung janin kurang dari 120/menit atau lebih dari 160/menit
atau tidak teratur,maka anak dalam keadaan asphyxial (kekurangan O2)
d. Penampilan umum
Dapat dilakukan dengan pemeriksaan umum
Tujuan :
a. Untuk mengetahui keadaan umum ibu
b. Untuk mentehahui adanya kelainan-kelainan yang dapat mempengaruhi
kehamilan
c. Untuk membantu menetapkan diagnosis.
Dilakukan pada : Ibu yang pertama kali datang periksa dan Ibu yang akan
melahirkan dan belum pernah memeriksakan diri.
Macam-macam pemeriksaan
a. Bagaimana keadaan umum klien, keadaan gizi, kelainan bentuk badan,
kesadaran
b. Adakah anemia, cyanosis, ikterus dan dyspnoe
c. Keadaaan jantung dan keadaan paru
d. Adakah oedema
e. Tekanan darah
f. Berat badan
g. Pemeriksaan laboratorium

e. Pemeriksaan semua sistem : dilakukan dengan anamneses


f. Pemeriksaan panggul luar
Tujuan :
1. Untuk mengetahui panggul seseorang normal atau tidak
2. Untuk memudahkan dalam mengambil tindakan selanjutnya
3. Untuk mengetahui bentuk atau keadaan panggul seseorang
Pemeriksaan panggul dilakukan :
1. Pada pemeriksaan pertama kali bagi ibu hamil (primigravida)
2. Pada ibu multipara, bila ada kelainan-kelainan pada persalinan yang lalu
3. Ibu yang akan bersalin bila sebelumnya belum pernah memeriksakan diri
terutama pada primipara
Ukuran-ukuran panggul luar yang penting :
1. Distantia spinarum
Jarak antara spina iliaka anterior superior kanan dan kiri, ukuran normal 23 –
26 cm.
2. Distantia cristarum
Jarak yang terpanjang antara crista iliaka kanan dan kiri, ukuran normal : 26
– 29 cm.
3. Distantia tuburum
Ukuran melintang pintu buah panggul jarak antara tuberositas ischii kanan
dan kiri, ukuran normal : 10,5 – 11 cm.
4. Conyugata eksterm
Jarak antara pinggir atas syimpisis dan ujung prosesus spinosus (ruas tulang
lumbal lima).
5. Lingkar panggul
Jarak dari pinggir atas sympisis melalui spina iliaka anterior superior kanan
ke pertengahan trochanter mayor kiri, kepertengahan spina iliaca anterior
superior kiri, kemudian kembali ke atas sympisis, ukur normal : 80 – 90 cm.
g. Pemeriksaan laboratorium
 Urine Albumin
Untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan pada air kemih, missal :
gejala pre-eklampsia, penyakit ginjal, radang kandung kencing.
 Urine Reduksi
Untuk mengetahui kadar glukosa dalam urine, sehingga dapat mendeteksi
penyakit DM pada ibu hamil yang merupakan faktor risiko dalam kehamilan
maupun persalinan.
 Haemoglobin
Untuk mendeteksi adanya anemia, bila Hb kurang dari 10 gr%. (normalnya
: 11 gr%)
h. USG
Untuk mengetahui keadaan janin, letak janin, usia kehamilan dan perkiraan
persalinan.
i. Pola kebiasaan sehari-hari
 Nutrisi
Perlu disampaikan bagaimana pemenuhan nutrisi selama hamil, apakah
sudah selesai kebutuhan ibu hamil.
 Eliminasi
Bagaimana pola BABnya, konstipasi merupakan hal yang umum selama
kehamilan karena aksi hormonal yang mengurangi gerakan peristaltik usus
dan pembesaran uterus yang menahannya. Sering kencing merupakan hal
umum yang terjadi selama bulan pertama dan terakhir masa kehamilan
karena rongga perut dipenuhi oleh pembesaran uterus.
 Istirahat
Waktu istirahat lebih lama ± 10-11 jam untuk wanita hamil.Istirahat
hendaknya diadakan pula waktu siang hari
 Aktivitas
Bagi ibu hamil pekerjaan rumah tangga dapat dilaksanakan, bekerja sesuai
kemampuan dan makin dikurangi semakin tuanya kehamilan.
 Personal hygiene
Kebersihan tubuh merupakan salah satu pokok-pokok yang perlu
diperhatikan dalam hygiene kehamilan meliputi : kebersihan mulut,
pemeliharan gigi, kebersihan tubuh, kulit, muka dan kebersihan pakaian
luar dan dalam.
 SexualPerlu ditanyakan untuk mengetahui masalah yang terjadi selama
kehamilan, berapa kali dalam seminggu melakukannya.
b. Diagnosa Keperawatan
1) Ansietas berhubungan dengan krisis situasi, D.0080
2) Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan D.0056
3) Konstipasi b/d penurunan gastrointestinal D.0049

c. Rencana keperawatan
No Dx keperawatan Kriteria hasil Rencana/intervensi
1. Ansietas b/d krisis 1. pemahaman makna Observasi:
situasi situasi meningkat 1. identifikasi kemampuan
2. kemampuan mengambil keputusan
membuat keputusan 2. monitor tanda tanda ansietas
meningkat terapeutik:
3. orientasi kognitif 1. ciptakan suasana terapeutik
cukup meningkat untuk menyembuhkan
kepercayaan
2. temani pasien untuk
mengurangi kecemasan
3. pahami situasi yang membuat
ansietas
4. dengarkan dengan penuh
perhatian
5. gunakan pendekatan yang
tenang dan meyakinkan
edukasi:
1. anjurkan keluarga untuk tetap
bersama pasien
2. anjurkan mengungkapkan
perasaan dan persepsi
3. latihan teknik relaksasi
kolaborasi
1. kolaborasi pemberian obat
anti ansietas
2. Intoleransi aktivitas 1. kemampuan Observasi:
berhubungan dengan melakukan aktifitas 1. identifikasi gangguan fungsi
kelemahan rutin meningkat tubuh yang mengakibatkan
2. keluhan lelah kelelahan
menurun 2. monitor pola dan tidur
3. kekuatan tubuh 3. monitor kelelahan fisik
bagian atas dan terapeutik:
bawah meningkat 1. sediakan lingkungan yang
4. perasaan lemah nyaman
menurun 2. berikan aktifitas distraksi
yang menenangkan
3. fasilitasi tempat duduk di
samping tempat tidur
edukasi:
1. anjurkan tirah baring
2. anjurkan melakukan aktivitas
secara bertahap
3. ajarkan strategi koping untuk
mengurangi kelelahan
kolaborasi
1. kolaborasi dengan ahli gizi
tentang cara meningktkan
asupan makanan

3. Konstipasi b/d 1. Konsistensi feses Observasi:


penurunan membaik 1. Identifikasi masalah usus dan
gastrointestinal 2. Peristaltik usus penggunaan obat pencahar
membaik 2. Identifikasi pengobatan yang
3. Nyeri abdomen berefek pada kondisi
menurun gastrointestinal
3. Monitor buang air besar
4. Monitor tanda gejala diare
Terapeutik:
1. Berikan air hangat setelah
makan
2. Sediakan makanan yang
tinggi serat
Edukasi:
1. Jelaskan jenis makanan yang
membantu meningkatkan
keteraturan peristaltik usus
2. Anjurkan meningkatkan
aktifitas fisik sesuai toleransi
3. Anjurkan meningkatkan
konsumsi cairan
DAFTAR PUSTAKA

Mochtar, R. Sinopsis obstetri : obstetri operatif, obstetri sosial, jilid 2. EGC : Jakarta. 2002.

Tim pokja SDKI DPP PPNI. 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: PPNI

Tim pokja SLKI DPP PPNI. 2019. Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Jakarta: PPNI

Tim pokja SIKI DPP PPNI. 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta: PPNI

Anda mungkin juga menyukai