Anda di halaman 1dari 27

Parameter pemeriksaan

definisi substansi (jenis, fungsinya apa, diproduksi dimana)

GGT adalah peptidase yang memecah (menghidrolisis) peptida menjadi asam amino atau peptida yang
lebih kecil. Ada di semua sel, paling banyak di tubulus ginjal proksimal, liver, pankreas, dan usus. Enzimnya
ada di sitoplasma, tetapi fraksi yang lebih besar di membran sel dan bisa mentransportasikan asam amino
dan peptida ke sel dalam bentuk peptida gama gultamat. Fungsi menjaga level glutathione intraseluler yang
tepat (agent antioxidant mayor)

Indikasi

preanalitik (persiapan sampel, persiapan pasien)

prinsip pemeriksaan

rentang normal

interpretasi

interferensi (false positif, false negatif)

LIPID PROFILE

LIPID

Lipid dibagi menjadi 6 berdasarkan struktur kimia: 1. Kolesterol, asam lemak, acylglycerol, shingolipid,
prostaglandin, dan terpenes

Parameter pemeriksaan

1. Kolesterol

definisi substansi (jenis, fungsinya apa, diproduksi dimana)

struktur kimia:

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Umumnya hidrofobik, tetapi dengan adanya rantai OH membuatnya punya sifat hidrofilik juga, sehingga
bisa masuk ke membran sel.

Absorpsi kolesterol

Diet (binatang dan susu)  30-60% diabsorbsi.  dalam makanan (kolesterol + asam lemak) yang dipecah
oleh kolesterol esterase  kolesterol pisah dengan asam lemak di intestinal.

Emulsifikasi kolesterol (pembentukan micelle yang berisi kolesterol belum di esterifikasi, asam lemak,
monogliserida, fosfolipid, dan asam empedu terkonjugasi/deterjen)  absorpsi di jejunum tengah dan ileum
terminal dari usus halus yang dimediasi protein enterocyte (Niemann pick) dan target obat ezetimibe 
stelah masuk ke sel mukosa, kolesterol dibungkus oleh trigliserida, fosfolipid, dan apolipoprotein menjadi
kilomikron. Kilomikron  ke limfe dan kadangkadang ke sirkulasi  mengantarkan lipid ke liver dan
jaringan perifer

Sintesis kolesterol dilakukan oleh semua sel dalam tubuh, khususnya hati dan usus. Acetyl-COA HMG-
COA  mevoalonate  kolesterol (terjadi di Retikulum endoplasmic). Statin bekerja di HMG-CoA.

Esterifikasi kolesterol (penggantian gugus OH menjadi gugus OR)  fatty acid  cholesteryl ester(proses
dibagi menjadi dua enzim)

 Kolesterol yang berlebihan diesterifikasi oleh ACAT untuk mengurangi kelebihan kolesterol bebas
yang bersifat sitotoksik.  kolesteryl ester yang tersimpan dalam drop lipid intraseluler.
 Kolesterol di sirkulasi diesterifikasi oleh LCAT yang terletak di HDL

Katabolisme kolesterol

Dilakukan di sel endokrin yang menggunakan kolesterol untuk mensintesis hormon steroid dan utamanya di
liver. 1/3 kolesterol yang disintesis dibuang di hati, diubah menjadi asam empedu. 90% direabsorbsi lagi di
ileum 1/3 bawah dan kembali ke liver dengan sirkulasi enterohepatik. Kolesterol yang lebih tinggi daripada
agen pelarut di asam empedu akan menjadi gallstones. Sisa kolesterol yang masuk ke hati yang tidak
menjadi asam empedu dikembalikan lagi ke sirkulasi dalam bentuk lipoprotein.

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Indikasi

Skrining risiko atherosklerosis

Penyakit peningkatan kolesterol dan penyakit metabolik lemak dan lipoprotein

preanalitik (persiapan sampel, persiapan pasien)

prinsip pemeriksaan

Metode Enzimatik

Lipoprotein di disrupsi dulu.

Cholesteryl ester yang keluar dikonversi menjadi cholesterol dan fatty acid

Kolesterol kemudian dioksidasi oleh cholesterol oxidase menjadi keton dan peroksida

Konsentrasi peroksida sebanding dengan konsentrasi kolesterol. Sehingga peroksida dioksidase

rentang normal

interpretasi

interferensi (false positif, false negatif)

setiap metode yang menggunakan peroksidase akan mengalami interferensi dengan bilirubin, asam
askorbat, dan hemoglobin. Karena agen-agen ini berkompetisi dengan pewarna untuk bereaksi dengan
peroksida.

2. Fatty Acid (struktur kimia RCOOH)

Fatty acid adalah rantai karbon dengan tambahan gugus alkyl (R). Yang penting dari fatty acid adalah keton
bodies.

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Pada keadaan pembentukan keton, metabolisme karbohidrat terhambat (DM) atau kelaparan
berkepanjangan menyebabkan acetyl COA lebih banyak dari oxaloacetate. acetyl-COA ini dipecah lagi
menjadi produk sampingan, yaitu acetoacetate, acetone, dan beta hydroxybutyrate yang biasa disebut
badan keton

3. Trigliserida

Trigliserida adalah bagian dari lipid yang susunan kimianya glycerol (tiga karbon alkohol yang berisi gugus
hidroksil di setiap atom karbon) dan terdiri dari tiga asam lemak. Trigliserida dalam tubuh sebanyak 95%
dalam bentuk lekam tersimpan dalam jaringan. Trigliserid dalam tumbuhan penuh dengan asam lemak
tidak tersaturasi, trigliserid dalam binatang penuh dengan asam lemak yang tersaturasi

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Rumus bangun glycerol

Rumus bangun glycerol (merah adalah asam lemak)

Tg diet dicerna dalam usus 12 jari dan diabsorbsi di ileum proksimal. Tg menjadi gliserol, monogliserida,
dan asam lemak karena adanya lipase dari pankreas an intestinal dan adanya asam empedu.
Dikembalikan lagi ke trigliserida dalam sel epitel kemudian dikemas bersama-sama dengan kolesterol dan
apo B-48 menjadi kilomikron  kilomikron ke sistem limfatik  sirkulasi  kilomikron ke hati dan sel perifer
 dihidrolisis mejadi asam lemak oleh lipase.

indikasi

preanalitik (persiapan sampel, persiapan pasien)

dikerjakan dalam keadaan puasa

prinsip pemeriksaan

lipoprotein dihancurkan dulu. Trigliserida yang keluar kemudian dipecah oleh enzim lipase menjadi gliserol
dan 3 fatty acid.

Gliserol kemudian difosforilasi menggunakan ATP dan dikatalasi oleh glycerokinase

Gliserofosfat kemudian dioksidasi oleh glycerophosphate oxidase menjadi dihydroxyacetone dan H2O2

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Dan akhirnya H2O2 sebanding dengan konsentrasi trigliserida.

rentang normal

interpretasi

interferensi (false positif, false negatif)

gliserol kadang-kadang ada di serum, dan itu normal, sehingga perhitungan TG terjadi sedikit peningkatan
palsu. Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan blanko untuk memeriksa gliserol sebelum
direaksikan dengan reagen.

Interferensi substansi pengganggu peroksidase dapat memberi hasil menurun palsu.

LIPOPROTEIN

Lipoprotein adalah kompleks gabungan lipid dan protein yang beredar di plasma. Ada bermacam-macam
lipoprotein, pemisahannya adalah dengan ultrasentrifugasi dan elektroforeesis.

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Semakin besar lipoprotein, semakin banyak lipid, TG, dan kolesteryl esternya, semakin ringan dan tidak
terlalu padat dan hanya sedikit protein. Saat puasa TG lebih banyak masuk ke VLDL, tetapi 2-6 jam setelah
makan, TG lebih baynak masuk ke kilomikron. LDL mengandung 70% kolesterol plasma, sementara HDL
mengandung 20-30% kolesterol plasma

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Metabolisme lipoprotein dibagi menjadi jalur eksogen, jalur endogen, jalur intraseluler-kolesterol, dan jalur
reverse-kolesterol transport.

 Jalur eksogen: lipid dari makanan ditransportasikan dari intestinal ke hati dan sel perifer paling
banyak menggunakan kilomikron. Kilomikron mengandung 90% TG. Kilomikron dibentuk di sel
enterosit  limfe  sirkulasi  mengambil apo E dan apo C-II dari HDL, mengubah TG di
kilomikron menjadi asam lemak bebas  asam lemak bebas + albumin masuk ke sel otot  ATP.
Kilomikron yang TG nya hilang menjadi kilomikron sisa  dibuang oleh hati.
 Jalur endogen: lipid yang disintesis di hati atau yang berasal dari makanan yang ditransfer ke hati,
ke sirkulasi melalui jalur ini. VLDL adalah lipoprotein yang digunakan, mengandung 55% TG. Apo C
yang muncul di permukaan VLDL akan menghidrolisis TG menjadi asam lemak. Mengubah VLDL
menjadi IDL atau LDL  kembali ke hati  digunakan untuk lipoprotein, untuk produksi garam
empedu, atau dikeluarkan langsung ke empedu.
 Jalur dalam sel: kelebihan kolesterol akan mengubah membran dan beracun pada sel. kompensasi
yang dapat dilakukan adalah dengan menghambat biosintesis kolesterol, menyimpan dalam sel,
atau dikeluarkan melalui jalur reverse-cholesterol transport

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


 Jalur Reverse-cholesterol transport: mengeluarkan kolesterol dari sel perifer kemudian kembali ke
hati untuk diekskresi. HDL bertanggungjawab pada proses ini.

Jalur eksogen

Jalur endogen

indikasi

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


preanalitik (persiapan sampel, persiapan pasien)

prinsip pemeriksaan

1. HDL-C

Langkah pertama adalah pemisahan HDL lipoprotein dengan non-HDL lipoprotein (VLDL, IDL, Lp(a), LDL,
dan kilomikron)  penambahan polyanion. Polyanion bermuatan negatif, berikatan dengan non-HDL yang
bermuatan positif  menimbulkan presipitat. Presipitat ini kemudian disingkirkan dengan sentrifus 45.000
g. kemudian tersisa HDL saja yang diukur kolesterolnya. Selain disentrifus, pemisahan juga bisa pakai
filtrasi, dan pengenceran.

Contoh polyanion-divalent cation yang digunakan: heparin sulfate-MnCl2, dextran sulfate-MgCl2, dan
phosphotungstate-MgCl2.

Metode homogenous adalah metode pemisahan HDL-C tanpa dilakukan secara fisik atau tanpa presipitasi.
Non HDL-C diblok sehingga enzim tidak bisa masuk untuk mereaksikannya. Agen yang digunakan bisa
antibodi, polimer, atau agen kompleks seperti siklodekstrin. Keuntungannya tidak perlu pretreatment.
Kekurangannya hasil tidak baik jika TG nya tinggi.

2. LDL-C
rumus friedewald. Syarat: pasien puasa, TG tidak boleh diatas 400, pasien bukan disbetalipoproteinemia.

rentang normal

interpretasi

interferensi (false positif, false negatif)

Pemeriksaan khusus thalasemia

Elektroforesis hemoglobin

 Hb varian kualitatif (elektroforesis cellulose acetate membrane)


 HbA2 kuantitatif (metode mikrokolom)
 HbF (alkali denaturasi modifikasi betke 2 menit)
 HbH badan inklusi (pewarnaan supravital/retikulosit)
 Metode HPLC

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


ASAM AMINO

definisi substansi (jenis, fungsinya apa, diproduksi dimana)

Asam amino  peptida  protein (1 protein mengandung 20-21 asam amino)

Asam amino terdiri dari grup amino (-NH2) dan grup karboksil (-COOH). R memiliki struktur yang berbeda-
beda (disebut side chain).

Pada pH yang netral: protein dalam keadaan tidak ada perpindahan muatan, pada pH asam, protein
bermuatan positif, pada pH basa, protein bermuatan negatif.

pK = - log K = pH yang dibutuhkan agar mencapai keadaan asam atau basa

pI = pH dimana protein dalam keadaan isoelektrik (netral)

contoh asam amino yang asidik: asam aspartat, asam glutamate

contoh asam amino yang basa: lysine, arginine, histidine

grup R (side chain) bisa asam, basa, atau neutral dan bervariasi dalam ukuran dan hidrofobisitas. Ini
menjadi dasar untuk pemisahan pada metode kromatografi

asam amino bersumber dari protein makanan dan cadangan dalam tubuh (otot). Peningkatan kebutuhan
terjadi pada keadaan: pertumbuhan, kehamilan, laktasi, keadaan kehilangan protein, dan penyakit yang
meningkatkan pemecahan protein.

Asam amino esensial adalah 8 asam amino yang dibutuhkan dalam sintesis protein: isoleucine, leucine,
lysine, methionine, phenylalanine, threonine, tryptophan, dan valine, yang tidak disintesis oleh manusia,

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


tapi didapat dari makanan. Makanan hewani mengandung semua asam amino esensial, sementara
makanan nabati kekurangan lysine, methionine, atau tryptophan.

Fungsi asam amino:

 Mengkonversi amonia menjadi urea (siklus urea)


 Mentrasnfer nitrogen dan sumber energi dari otot ke hati (siklus alanin)
 Pembentukan amonia dari asam glutamate dan glutamine
 Pembentukan glutathione untuk menurunkan lingkungan intraseluler
 Prekursor berbagai macam hormone dan molekul sinyal (hormone tiroid, katekolamin, serotonin,
NO, melatonin, dan hidrogen sulfide.
 Sintesis purine dan konversi homosistein ke methionine
 Prekursor untuk sintesis purine dan pirimidine (AMP, GMP)  ,membentuk DNA.
 Salah satu komponen pada asam empedu (glisine atau taurine)

Hati adalah organ utama untuk sintesis dan metabolisme asam amino.  sumber utama protein plasma
bersirkulasi.

Asam amino difilter di ginjal, tetapi direabsorbsi kembali di tubulusnya. Peningkatan asam amino di urine
bisa karena: konsentrasi di plasma meningkat, kerusakan ginjal, atau kerusakan sistem reabsorbsi.

Indikasi

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


 Keadaan kekurangan diet protein  Kwashiokor, dan kekurangan diet protein dan karbohidrat 
marasmus (lebih ke protein)
 Keadaan kehilangan protein (katabolic state) pada : pembedahan, luka bakar, atau trauma (lebih ke
protein)
 Curiga penyakit metabolisme asam amino. Penyebab primer karena gangguan enzim yang
diturunkan (inborn errors of metabolism). Penyebab sekunder: gangguan hati atau gangguan ginjal

preanalitik (persiapan sampel, persiapan pasien)

sampel plasma, urine, atau CSF. Konsentrasi bervariasi dalam satu hari sampai 30%, penting untuk periksa
pada waktu yang sama saat monitoring.

Pasien harus diet normal 2-3 gari sebelum sampel diambil.

Darah dan urine harus diambil bersamaan

Plasma berheparin lebih dipilih dibandingkan serum dan antikoagulan lain.

Semua pengobatan untuk ibu harus dicatat

Semua asam amino stabil pada spesimen darah, kecuali glutamine yang harus dibekukan dan diperiksa
secepatnya.

Homosistein secara perlahan keluar dari sel darah, sehingga plasma harus segera dipisahkan dari darah.

Pretreatment dengan pemisahan protein dari sampel diperlukan. Caranya dengan presipitasi atau dengan
ultrafiltrasi.

Sampel bayi biasanya dry blood spot

prinsip pemeriksaan

skrining: Thin layer chromatography dan Guthrie test, liquid chromatography – mass spectrometry

tes kuantitatif: ion exchange chromatography dengan reaksi di postcolomnya ditambahkan ninhydrin agar
bisa terbaca fotometer, LC-MS/MS, reversed-fase HPLC, capillary electrophoresis, GC.

Untuk homocysteine, bisa pakai enzyme assay, immunoassay, dan chromatographic assays, marker untuk
defisiensi asam folat/vitamin B12 dan berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

rentang normal

interpretasi

interferensi (false positif, false negatif)

 Konsentrasi paling tingngi pada siang hari dan paling rendah pada pagi hari.
 Umur, paling tinggi pada kehidupan hari pertama, khususnya neonatus premature
 Pada ibu hamil, rendah pada kehamilan tengah pertama.

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


 Aminoaciduria tinggi pada bayi karena sistem reabsorbsi masih jelek
 Aminoaciduria tinggi pada kehamilan karena ambang uptake di ginjal rendah.

PEPTIDA DAN PROTEIN

definisi substansi (jenis, fungsinya apa, diproduksi dimana)

fungsi protein:

 Sebagai komponen struktural


 Katalis dari reaksi kimia meliputi sintesis DNA, RNA, dan protein
 Membentuk energi melalui transfer elektron
 Membuat pergerakan melalui elemen kontraktil
 Sebagai chanel dan pompa ion
 Molekul karier
 Pertahanan imun
 Sebagai reseptor, hormone, dan sitokin untuk komunikasi interseluler
 Membentuk jaringan sinyal untuk komunikasi intraseluler

Karena fungsinya yang banyak, protein bentuknya bervariasi. Variabilitas protein disebabkan karena
pemotongan mRNA, rekombinasi somatic, mutasi gen tertentu, proses proteolitik, dan modifikasi post
translational. Ikatan asam amino terjadi di residu terminal-N dan residu terminal C. penamaannya
berdasarkan letak tsb, contoh: alanyl-glycine, artinya pada residu terminal N itu alanne dan pada residu
terminal C itu glycine.

Dipeptida: dua asam amino

Tripeptida: tiga asam amino

Oligopeptida: 2 sampai lima asam amino

Polipeptida: 6-30 asam amino

Protein: > 30 asam amino

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Ada empat elemen peptida:

 Struktur primer : rantai asam amino di peptida atau protein


 Struktur sekunder: organisasi bagian dari backbone polypeptide yang disebut alpha-helix, beta-
sheet, dan beta-turn. Random coil berarti segmen yang kekurangan struktur itu
 Struktur tersier: melipat rantai asam amino menjadi struktur tiga dimensi. Struktur ini lebih stabil.
Denaturasi adalah merusak struktur sekunder dan tersier akibat: peningkatan temperature, pH
yang berubah ekstrim, larutan organik, dan deterjen atau agen yang merusak ikatan hidrogen.
Denaturasi yang berkepanjangan  beragregasi atau presipitasi.
 Quaternary structure: adanya rantai peptida yang multiple. Contoh, CK dengan dua subunit, LD
dengan 4 subunit, dan hemoglobin dengan 4 subunit.

Ada elemen tambahan pada struktur protein ini, misalnya heme pada hemoglobin dan sitokrom serta lipid
pada lipoprotein. Protein tanpa tambahan ligan disebut apoprotein (contoh apotransferin, tanpa iron,
apolipoprotein tanpa lipid).

Faktor-faktor yang dipakai untuk memisahkan protein:

 Ukuran molekul. Teknik yang dipakai yaitu dialisis atau ultrafiltrasi, gel filtration chromatography,
gradient pore gel electrophoresis, atau ultrasentrifugasi. Ukuran meningkat ketika protein
mengalami denaturasi.
 Differential solubility: kelarutan protein dipengaruhi oleh pH, kekuatan ion, temperatur, dan
konstanta di elektrik pelarut.
 Muatan listrik, contoh isoelectric focusing dan ion exchange chromatography
 Adsorpsi yang berbeda. Contoh: liquid chromatography
 Interaksi molecular spesifik. Contoh: antigen antibodi, reseptor dengan ligan, enzim dengan
inhibitor/substrat khusus  affinity chromatography.
 Ketebalan. Contoh : ultrasentrifugasi, contoh: pemisahan lipoprotein (kilomikron, LDL, VLDL,
HDL)

Kuantitatif:

 Metode fisik ((pengecatan dengan dye, absorbance langsung, pengukuran ligan protein (lipid
atau ion metal), presipitasi selektif, dan mass spectrometry))
 Pengukuran aktivitas, contoh pada binding protein, protease inhibitor, faktor komplemen, faktor
koagulasi
 Immunoassay

Kualitatif:

 Elektroforesis
 Kromatografi

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


 Analisis genetic
 Fungsional assay
 Mass spectrometry

Secara umum, konsentrasi plasma protein tergantung dari: 1. Kecepatan sintesis, 2. Distribusi
ekstraseluler, dan 3. Kecepatan pembersihan/klirens.

Jenis-jenis pembersihan protein:

Protein dan peptida sebenarnya lebih kecil dari albumin dan dibersihkan dari sirkulasi melalui filtrasi
glomerular, kecuali jika protein-protein itu berikatan dengan karier yang lebih besar, seperti
apolipoprotein berikatan dengan partikel lipoprotein, atau retinol binding protein berikatan dengan
pre-albumin. Peptida dan protein kecil ini memiliki waktu paruh 2 jam pada kondisi fungsi ginjal
normal. Pada kondisi gagal ginjal, protein seperti beta2-mikroglobulin, cystatin C, Ig light chains,
faktor komplemen D, dan retinol-binding protein mengalami retensi.

Protein dan peptida yang aktif di plasma seperti insulin, intact PTH, dan kinnin, memiliki waktu paruh
yang sangat cepat, hanya beberapa menit, klirens nya dilakukan oleh reseptor atau didegradasi oleh
peptidase.

Protein dengan ukuran albumin atau lebih besar memiliki waktu paruh sekitar 7 hari, dan didegradasi
oleh sel (proses pinocytosis). Pengecualian pada albumin dan IgG yang mendaur ulang lagi
komponen protein ini selama proses pinositosis, menyebabkan waktu paruh nya meningkat beberapa
kali lipat.

Indikasi

Electrophoresis urine untuk pemeriksaan bence jones protein

preanalitik (persiapan sampel, persiapan pasien)

prinsip pemeriksaan

1. protein total

 Kjeldahl method: sampel dicampur dengan asam. Nitrogen  ion ammonium. Ion ammonium
diukur. Ion ammonium x 6.25 = total protein

2+
Biuret method: sampel dalam kondisi basa, ditambahkan ion Cu . Ion ini akan berikatan dengan
bond peptida di protein, memberikan perubahan warna dari biru menjadi violet (panjang
gelombang lebih sempit)
 Pengukuran langsung dengan fotometer. Sinar UV (200-225 nm atau 270-290 nm) dapat
mengukur protein dalam sampel.

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


 Dye-binding method: dye berikatan dengan protein dan absorbance nya diukur. Bagus untuk
sampel yang proteinnya kecil-kecil (urine dan CSF)
 Lowry method  tidak pernah dipakai lagi
 Refractometry, seperti pengukuran langsung, tetapi ini melibatkan sudut yang berbeda (refractive
index). Cocok untuk pemeriksaan kualitatif, misalnya melihat protein dalam urine
 Metode turbidimetrik/nephelometric. Paling umum dikerjakan. Reagen ditambahkan untuk
menurunkan kelarutan protein/ penambahan antibodi  protein megalami agregasi. Reagen
yang dipakai bisa trichloroacetic acid, sulfosalicylic acid + sodium sulfate, atau benzethonium
chloride dan benzalkonium. Pengukuran bisa end point atau kinetik. Limit deteksi dapat dibagusin
dengan menempelkan antibodi pada partikel, sehingga agregat dapat kelihatan.

2. serum protein electrophoresis

Digunakan untuk menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif jenis protein yang telah dpisahkan pada
serum atau plasma. Metode: zone electrophoresis dengan media agarose gel atau cellulose acetat atau
capillary.

Gel electrophoresis: Pewarna protein dapat berupa amido black, ponceau S, atau coomassie brilliant
blue. Pewarna lemak untuk visualisasi lipoprotein dapat dilakukan.

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Capillary electrophoresis: deteksi menggunakan panjang gelombang protein (UV 220-225 nm)

3. Immunofixation electrophoresis

Serum dielektroforesis, kemudian band-bad Imunoglobulin (IgG, IgM, IgA) atau kappa dan lambda light
chain terpisah. Setelah itu ditambahkan anti-Immunoglobulin atau anti-kappa/lambda yang berlabel. Band
yang banyak mengandung akan banyak berikatan dan menghasilkan band yang dapat terbaca. Semakin
tebal, semakin tinggi konsentrasinya.

rentang normal

6.4 – 8.3 g/dL pada serum. Lebih besar pada plasma karena ada fibrinogen.

Interpretasi

Electrophoresis: lihat pola kenaikan proteinnya. Yang spesifik adalah adanya peak M, meandakan
multiple myeloma. Bridging  nefrotik syndrome.

interferensi (false positif, false negatif)

Protein Total

 Kekurangan jeldahl method: memerlukan waktu, tidak nyaman, dan ribet



2+
Kekurangan biuret method: ion Cu tidak bisa berikatan dengan proline. Dipengaruhi bilirubin
atau lipemia, sehingga pasien perlu puasa.
 Pengukuran lansung dengan fotometer: pengganggu, tyrosine bebas, tryptophan bebas, asam
urat, dan bilirubin yang juga menyerap sinar 280 nm
 Dye-binding method: pada protein yang besar dan campuran, kadang-kadang dye nya tidak
berikatan semua dengan protein  menurun palsu
 Refactometry: akurasi menurun pada konsentrasi protein < 3.5 g/dL, dimana garam, glukosa, dan
bahan dengan berat molekul rendah lain justru yang berkontribusi membentuk indeks refraktif
(positif palsu)
 Turbidimetrik/nefelometrik: jika menggunakan antibodi, maka high dose hook effect bisa terjadi
(false low). Selain itu sampel lipemik dapat menyebabkan kekeruhan lebih besar (false high).
Perlu diultrasentrifugasi dulu.

Electrophoresis

 Capillary electrophoresis: dipengaruhi substansi berat molekul rendah dapat memberikan


hasil false high (misalnya dye radiokontras). Pada sampel urin, perlu di pekatkan dulu dan

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


keluarkan substansi berat molekul rendah yang dapat mengganggu pemeriksaan.
Pemekatan dapat dilakukan dengan ultrafiltrasi.

Perbedaan jenis sampel mempengaruhi hasil. Pemeriksaan total protein dari serum dan plasma berbeda,
dengan hasil serum lebih rendah 5% dibandingkan plasma, ini terjadi karena di plasma masih ada
fibrinogen yang tidak terlibat dalam clotting pada serum.

Dalam prakteknya, total protein dibagi menjadi dua, yaitu globulin dan albumin. Globulin adalah grup
protein yang mengalami presipitasi di dalam air. Kemudian menjadi terurai lagi setelah ditambahkan
konsentrasi garam. Sementara albumin tetap terlarut dalam larutan ion rendah. hati-hati interpretasi
globulin pada larutan yang diencerkan banyak dengan air.

Protein, tergantung dari berat molekulnya, cenderung untuk berpindah-pindah kompartemen


(intravaskular atau ekstravaskular). Semakin berat molekulnya, semakin susah untuk berpindah. Protein
total dapat lebih rendah pada pasien yang diambil saat tidur dibandingkan saat duduk, karena saat tidur,
volume intravaskular lebih besar. Sementara itu, jika tourniquet lama dipasang, maka terjadi
hemokonsentrasi, dimana cairan banyak ke ekstravaskular, akibatnya protein total jadi meningkat palsu.
Dehidrasi juga menyebabkan konsentrasi protein meningkat di pembuluh darah  meningkat palsu.

Pada kondisi respon fase akut, yaitu respon sistemik terhadap infeksi, kerusakan jaringan, atau proses
inflamasi  demam, peningkatan WBC, dan perubahan protein di plasma (acute phase protein/app),
yaitu:

 Positive app (konsentrasi meningkat pada app): alpha1-antitrypsin, alpha1-acid glycoprotein,


haptoglobin, ceruloplasmin, C4, C3, fibrinogen, CRP, dan serum amyloid
 Negative app (konsentrasi menurun pada app): transhyretin, albumin, dan transferrin.

VITAMIN

definisi substansi (jenis, fungsinya apa, diproduksi dimana, waktu paruh, dikeluarkan dimana)

Klasifikasi vitamin berdasarkan struktur dan kesamaan fungsi (vitamin A, B, C, D, E, K). klasifikasi lain
yaitu dibagi menjadi dua grup, yaitu grup larut dalam lemak (A, D, E, dan K) dan grup larut dalam air (B
dan C)

 Grup larut dalam lemak: vitamin diabsorsi, ditransport, dan disimpan dalam waktu yang lama.
 Grup larut dalam air: lebih cepat dikeluarkan dan lebih banyak dikeluarkan dalam urine. Berfungsi
sebagai koenzim

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Ada 13 jenis grup vitamin esensial, yaitu: A, D, E, K, thiamine, Riboflavin, Pyridoxine, Niacin, Folate,
Cyanocobalamin (B12), Pantothenic acid, Biotin, Asam ascorbic (C)

indikasi

preanalitik (persiapan sampel, persiapan pasien)

prinsip pemeriksaan

rentang normal

interpretasi (meningkat dan menurun karena apa)

interferensi (false positif, false negatif)

KARBOHIDRAT

1. Glukosa

definisi substansi (jenis, fungsinya apa, diproduksi dimana, waktu paruh, dikeluarkan dimana)

Karbohidrat (gula dan starch), berasal dari tumbuhan dan binatang. Fungsi:

 Pembentuk komponen RNA dan DNA


 Sumber energi

Sumber glukosa:

 Eksogen: gandum, nasi, sayur


 Endogen: dari cadangan dalam tubuh (glikogen) dan pemecahan dari protein atau trigliserida

Glukosa yang kelebihan disimpan, glukosa yang kekurangan, diambil dari penyimpanan.

Glukosa yang disimpan dalam bentuk glikogen disimpan di hati, dalam bentuk trigliserida di jaringan
adipose, atau dikonversi ke keto acid, asam amino, atau protein.

Glukosa diatur kadarnya oleh: insulin, glucagon, dan epinephrine.

Karbohidrat dibagi menjadi:

Monosakarida, contoh: glukosa (C6H12O6).

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Grup aldehyde: C=O di ujung

Grup keton: C=O di tengah

Pemeriksaan glukosa dengan mengkondisikan glukosa dalam suasana basa, menjadi enol anion. Enol
anion ditambahkan agen oksidan (Cu2+) dan ferric (Fe3+), mengalami oksidasi dan dapat dibaca oleh
alat.

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Disakarida: dua monosakarida yang digabung.

Maltose = glucose + glucose, Lactose = glucose + galactose, Sucrose = glucose + fructose

Polisakarida: terdiri dari 3 atau lebih monosakarida

Starch (dari tumbuhan): campuran amylase dan amylopectin

Glycogen: terdiri dari amylopectin. Terbanyak di hati dan otot rangka

Cellulose: hanya di tumbuhan, tidak mampu dicerna

Glycoprotein: struktur yang terdiri dari oligosakarida dengan protein. Contoh: antibodi, hormone, faktor
koagulasi. Fungsi glukosa pada glikoprotein adalah untuk meregulasi waktu hidup dan sebagai media
pengenal antar sel.

Berbagai proses regulasi konsentrasi glukosa dalam darah:

Glikogenesis: konversi glukosa  glikogen

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Glikogenolisis: glikogen  glukosa

Glukoneogenesis: sumber non karbohidrat (asam amino, gliserol, laktat)  energi

Glikolisis: glukosa  laktat atau piruvat

indikasi

Hipoglikemia

preanalitik (persiapan sampel, persiapan pasien)

sampel, serum atau plasma, segera periksa

CSF, segera periksa

24 jam urine, pakai preservative dengan penambahan 5 ml asam acetic glacial, supaya pH turun dan
menghambat aktivitas bakteri. Preservative lain yaitu: 5 g sodium benzoate atau chlorhexidine dan 0,1%
sodium nitrate dengan 0,01% benzethonium chloride. Dan disimpan dalam suhu 4C.

prinsip pemeriksaan

1. Glukosa

a. Metode hexokinase

b. Metode glucose oksidase

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Glukosa oksidase sangat spesifik untuk beta-D-glukosa.

c. Metode glukosa oksidase tanpa peroksidase

beberapa instrument tidak melibatkan reaksi peroksidase untuk mengukur kadar glukosa, melainkan
mengukur O2 yang dikonsumsi dengan memakai elektrode oksigen. Keunggulannya adalah interferensi
reaksi peroksidase tidak berlaku pada metode ini, cocok untuk sampel urine, serum, plasma, atau LCS.
Untuk mencegah H2O2 kembali lagi menjadi O2, maka H2O2 direaksikan lagi dengan dua cara:

d. Metode Glucose Dehydrogenase

enzim glucose dehydrogenase membantu oksidasi glukosa menjadi gluconolactone, bersamaan dengan
reduksi NAD+ menjadi NADH. Reagen Mutarotase mempercepat reaksi. Metode ini sangat spesifik pada
glukosa, tidak ada interference dari antikoagulan atau substansi yang ada di serum, dan sangat dekat
hasilnya dengan metode hexokinase.

e. Tes benedict (kualitatif)

glukosa sebagai agen pereduksi ion cupric. Ion cupric menjadi ion cuprus, membentuk cuprous
hidroksida (kuning) atau cuprous oksida (merah)

rentang normal

interpretasi (meningkat dan menurun karena apa)

interferensi (false positif, false negatif)

1. Glukosa

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


kadar glukosa lebih rendah jika dikerjakan menggunakan darah utuh dibandingkan plasma, karena
glukosa tersebut dipakai oleh sel di darah utuh.

Kadar kapiler lebih tinggi dibandingkan darah vena

Kadar glukosa menurun 5-7% dalam 1 jam karena glikolisis yang dilakukan sel darah merah. Efek
glikolisis meningkat jika ada leukositosis atau kontaminasi bakteri.  tindakan yang dilakukan, segera
pisahkan sel dengan serum/plasma.

Cara lain: sodium florida dapat sebagai antikoagulan yang menghambat glikolisis. Ion florida mencegah
glikolisis dengan menghambat enolase, enzim yang membutuhkan ion magnesium. Penghambatannya
dengan ion florida ini yaitu membentuk kompleks dengan ion magnesium, sehingga ion magnesium tidak
terpakai oleh enolase. Antikoagulan sodium florida tidak cocok untuk pemeriksaan urea karena
menghambat enzim urease.

Temperatur yang tinggi dapat meningkatkan glikolisis.

Untuk sampel CSF, harus segera diperiksa glukosanya agar menghindari menurun palsu karena
kontaminasi bakteri atau sel lain. Jika tidak bisa dihindari, sampel segera disentrifus dan disimpan pada
suhu 4 sampai -20C

Sampel urine dapat hilang 40% setelah disimpan dalam 24 jam dalam suhu ruang.

Hemolisis dapat mempengaruhi hasil karena sel darah merah mengeluarkan fosfat ester dan enzim.
Obat-obatan, bilirubin, dan lipemia juga dapat mempengaruhi.

Pada metode glucose oxidase, substansi asam urat, asam askorbat, blirubin, hemoglobin, tetrasiklin,
dan glutathione dapat menghambat reaksi (dengan berkompetisi dengan kromogen untuk berikatan
dengan H2O2)  false negatif. Metode glucose oxidase cocok pada pemeriksaan sampel LCS, tidak
cocok untuk urine. Kalau terpaksa dengan urine, tambahkan resin ion exchange untuk menyingkirkan
substansi pengganggu tsb.

Metode glucose oxidase tanpa peroksidase tidak bagus untuk sampel darah utuh, karena sel darah
merah juga mengkonsumsi oksigen (menurun palsu)

2. Laktat dan Piruvat

definisi substansi (jenis, fungsinya apa, diproduksi dimana, waktu paruh, dikeluarkan dimana)

asam laktat adalah produk intermediate metabolisme karbohidrat. Organ yang memproduksi: tulang
rangka putih, otak, kulit, medulla ginjal, dan eritrosit. Konsentrasinya di darah tergantung produksinya di
jaringan dan kecepatan metabolisme nya di hati dan ginjal. Hati menggunakan laktat (65%) untuk
mengubahnya menjadi glukosa (glukoneogenesis). Pengeluaran laktat diluar hepar terjadi di otot rangka
merah dan korteks renal melalui oksidasi.

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Indikasi

Pemeriksaan piruvat untuk pasien inborn error of metabolism

preanalitik (persiapan sampel, persiapan pasien)

pasien harus puasa dan istirahat total setidaknya 2 jam sebelum diperiksa  agar konsentrasi laktat
berada pada kondisi stabil.

Venopuncture dapat dilakukan tanpa tourniquet, atau segera diambil darah setelah tourniquet terpasang.
Alternative: sampling arterial blood. Pasien tidak boleh mengepalkan tangan dan exercise sebelum
diambil darahnya.

Antikoagulan yang dipakai heparin, lalu dipretreatment dengan agen presipitat protein seperti
trichloroacetic, metaphosphoric, atau perchloric acid  sentrifus  ambil supernatantnya  bisa
disimpan pada suhu 4C selama 8 hari.

Nilai plasma 7% lebih tinggi dibandingkan menggunakan whole blood

prinsip pemeriksaan

metode enzimatik. laktat dioksidasi oleh laktat dehidrogenase menjadi piruvat

Untuk Piruvat

rentang normal

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016


Urine 24 jam : 5,5-22 mmol/d

interpretasi (meningkat dan menurun karena apa)

rasio laktat/piruvat < 25  glukoneogenesis, sementara rasio nya yang lebih dari 25  hipoksia

interferensi (false positif, false negatif)

laktat akan meningkat palsu jika sampel tidak segera disentrifus karena proses glikolisis sel darah merah.

I Putu Sidhi Rastu Karyana, PPDS PK Udayana 2016