Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

“Kartu Plastik dan Dana Pensiun ”

Disusun Oleh :
FITRI QALABI ILYAS (A021171003)
ANDI REZKY ANANDA AMALIA (A021171006)
NAUFAL PRATAMA PUTRA (A021171321)
AHMAD FAUZAN (A021171521)
AGNES HADELIN SEPTRIANI (A021171336)
HENI MOZABA KARUBABA (A021171703)

Mata Kuliah Manajemen Perbankan dan Lembaga Keuangan


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Hasanuddin
2019

1
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, yang
atas rahmat dan bimbingan-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
penyusunan Makalah ini. Shalawat beserta salam kepada Rasulullah SAW yang
telah mengantarkan umat dari masa kebodohan menuju masa terangnya ilmu
pengetahuan.

Makalah ini merupakan tugas mata kuliah Manajemen Perbankan dan


Lembaga Keuangan dengan judul “Dana Pensiun & Kartu Plastik”. Kami
berterima kasih kepada segenap pihak yang membantu dalam penyusunan
makalah ini.

Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak baik pembaca
maupun penyusun. Kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan untuk
perbaikan dan penyempurnaan agar dapat menjadi pembelajaran kedepannya.

Makassar, 26 November 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

SAMPUL .................................................................................................................1
KATA PENGANTAR .............................................................................................2
DAFTAR ISI ............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................4
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................................5
1.3 Tujuan ...............................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................6
2.1 Definisi Dana Pensiun ........................................................................................6
2.2 Tujuan Dana Pensiun .........................................................................................7
2.3 Jenis-jenis Pensiun .............................................................................................7
2.4 Jenis-jenis Dana Pensiun ....................................................................................8
2.5 Sistem Pembayaran Pensiun ..............................................................................9
2.6 Asas-asas Dana Pensiun ...................................................................................11
2.7 Pengertian Kartu Kredit ...................................................................................11
2.8 Pihak-pihak yang Terlibat ................................................................................12
2.9 Sistem Kerja Kartu Plastik ...............................................................................13
2.10 Jenis-jenis Kartu Kredit..................................................................................13
2.11 Cara Memilih Kartu Kredit ............................................................................14
2.12 Keuntungan dan Kerugian Kartu Kredit ........................................................15
2.13 Persyaratan Pemengang Kartu Kredit ............................................................16
2.14 Pelayanan ATM .............................................................................................16
BAB III Penutup ...................................................................................................18
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................19

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bank dan lembaga keuangan lainnya merupakan instrumen penting dalam


perekonomian. Salah satu hal yang mendasar adalah bank dan lembaga keuangan
lainnya adalah pembantu atau penopang ekonomi dari segi pendanaan. Hal ini
kemudian menjadi dasar pentingnya mengetahui bank sebgai pembantu
masyarakat atau perusahaan dalam hal simpan dan meminjam.

Bank kemudian terbagi kedalam beberapa jenis diantaranya adalah bank


untuk menyimpan dana pensiun. Masyarakat menyimpan dana pensiun untuk
menyiapkan hari tua dan sebagai manajemen risiko yang akan terjadi kedepannya
di saat hari tua yang situasinya orang akan tidak produktif lagi atau
pendapatannya bisa berkurang. Dana pensiun adalah hak seseorang untuk
memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia
pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

Salah satu produk bank adalah kartu plastik yang berupa kartu kredit.
Kartu kredit adalah kartu plastik atau yang lebih dikenal dengan nama kartu kredit
atau uang plastik yang mampu menggantikan fungsi uang sebagai alat
pembayaran. Kartu kredit ini kemudian membantu dalam pemenuhan kebutuhan
masyarakat.

Posisi kartu plastik dan dana pensiun ini kemudian menjadi penting
terutama bagi percepatan perekonomian. Hal inilah yang mendasari pentingnya
kartu plastik dan dana pensiun. Oleh karena itu dibutuhkan pendalaman dan
pemahaman mengenai materi kartu plastik dan dana pensiun sehingga dibuatlah
makalah yang berjudul “Dana Pensiun dan Kartu Plastik” sebagai tugas dan
pendalaman dari materi tersebut.

4
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa definisi dana pensiun?


2. Apa tujuan dana pensiun?
3. Apa jenis-jenis pensiun?
4. Apa jenis-jenis dana pensiun?
5. Apa sistem pembayaran pensiun?
6. Apa asas-asas dana pensiun?
7. Apa pengertian kartu kredit?
8. Apa pihak-pihak yang terlibat?
9. Apa sistem kerja kartu plastik?
10. Apa jenis-jenis kartu kredit?
11. Apa cara memilih kartu kredit?
12. Apa keuntungan dan kerugian kartu kredit?
13. Apa persyaratan pemengang kartu kredit?
14. Apa pelayanan ATM?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui dan memahami definisi dana pensiun.


2. Mengetahui dan memahami tujuan dana pensiun.
3. Mengetahui dan memahami jenis-jenis pensiun.
4. Mengetahui dan memahami jenis-jenis dana pensiun.
5. Mengetahui dan memahami sistem pembayaran pensiun.
6. Mengetahui dan memahami asas-asas dana pensiun.
7. Mengetahui dan memahami pengertian kartu kredit.
8. Mengetahui dan memahami pihak-pihak yang terlibat.
9. Mengetahui dan memahami sistem kerja kartu plastik.
10. Mengetahui dan memahami jenis-jenis kartu kredit.
11. Mengetahui dan memahami cara memilih kartu kredit.
12. Mengetahui dan memahami keuntungan dan kerugian kartu kredit.
13. Mengetahui dan memahami persyaratan pemengang kartu kredit.
14. Mengetahui dan memahami pelayanan ATM.

5
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Definisi Dana Pensiun

Dana pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah


bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain
sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Penghasilan dalam hal ini
biasanya diberikan dalam bentuk uang dan besarnya tergantung dari peraturan
yang ditetapkan.
Pengertian perusahaan dana pensiun secara umum dapat merupakan
perusahaan yang memungut dana dari masyarakat kepada peserta pensiun sesuai
perjanjian. Artinya dana ini dikelola oleh suatu lembaga dan pemungutan dana
diperoleh dari pendapatan para karyawan suatu perusahaan, kemudian
membayarkan kembali dana tersebut dalam bentuk pensiun setelah jangka waktu
tertentu sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Pengertian sesuai perjanjian
disni adalah diberikanya dana pada saat karyawan tersebut sudah memasuki usia
pensiun atau ada sebab-sebab lain, sehingga memperoleh hak untuk mendapatkan
dana tersebut
Sedangkan Menurut UU Nomor 11 tahun 1992 dana pensiun adalah "badan
hukum yang memngelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat
pensiun", berarti yang mengelola dana pensiun adalah perusahaan yang memiliki
badan hokum seperti bank umum atau asuransi jiwa.
Ada juga pengertian pensiun adalah hak bagi seseorang untuk memperoleh
penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah mamasuki usia pensiun atau
ada sebab sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Penghasilan
dalam hal ini biasanya diberikan dalam bentuk uang dan besarnya tergantung dari
peraturan yang ditetapkan.

Jadi kegiatan dana pensiun adalah memungut dana dan iuran yang dipotong
dari pendapatan karyawan suatu perusahaan. Iuran kemudian
diinvestasikanlagi kedalam bebrbagai kegiatan usaha yang dianggap paling
menguntungkan.

6
2.2 Tujuan Dana Pensiun
Tujuan penyelenggaraan dan penerima pensiun dapat dilihat dari 2 atau 3
pihak yang terlibat. Jika hanya 2 pihak berarti antara pemberi kerja dengan
karyawannya sendiri. Sedangan jika 3 pihak yaitu pemberi kerja. Karyawan dan
lembaga pengelolaan dana pensiun, dimana kemudian masing-masing pihak
memiliki tujan tersendiri. Bagi pemberi kerja tujuan untuk menyelenggarakan
dana pensiun bagi karyawan adalah sebagai berikut

1. Memberikan penghargaan kepada para karyawannya yang telah mengabdi


di perusahaan tersebut
2. Agar dimana usia pensiun karyawan tersebut tetap dapat menikmati hasil
yang diperoleh setelah bekerja di perusahaannya.
3. Memberikan rasa aman dari segi batiniah, sehingga dapat menurunkan
turn over karyawan.
4. Meningkatkan motivasi karyawan dalam melaksanakan tugas
sehari-hari.
5. Menigkatkan citra perusahaan dimata masyarakat dan pemerintah.

Sedangkan bagi karyawan yang menerima pensiun, manfaat yang diperoleh


dengan adanya pensiun adalah:

1. Kepastian memperoleh penghasilan dimasa yang akan dating sesudah


masa pensiun.
2. Memberikan rasa aman dan dapat meningkatkan motivasi untuk bekerja.

Bagi lembaga pengelola dana pensiun tujuan penyelenggarakan dana pensiun


adalah:

1. Mengelola dana pensiun untuk memperoleh keuntungan dengan


melakukan berbagai kegiatan investasi.
2. Turut membantu dan mendukung program pemerintah.

2.3 Jenis-jenis Pensiun


Secara umum jenis pensiun yang dapat dipilih oleh karyawan yang akan
menghadapi pensiun antara lain:

7
1. Pensiun Normal.
Yaitu pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya telah
mencapai masa pensiun seperti yang ditetapkan perusahaan.
2. Pensiun Dipercepat
Jenis pensiun ini diberikan untuk kondidi tertentu baik kemauan sendiri
maupun kebijakan perusahaan (pengurangan karyawan)
3. Pensiun Ditunda
Merupakan pensiun yang diberikan kepada para karyawan yang meminta
pensiun sendiri karena telah mencapai masanya, tetapi karena masih
dibutuhkan tenaganya maka pension yang bersangkutan ditunda, namun
dana pensiun yang bersangkutan dapat dibayarkan.
4. Pensiun Cacat.
Pensiun yang diberikan bukan karena usia tetapi lebih disebabkan peserta
mengalami kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu dipekerjakan lagi

2.4 Jenis-jenis Dana Pensiun

Menurut Undang-undang Nomor 11 tahun 1992, dana pensiun dapat


digolongkan kedalam beberapa jenis yaitu:

1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)


2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPKL)
Tetapi selain itu perusahaan juga memiliki beberapa alternatif yang dapat
disesuaikan dengan tujuan perusahaan tanpa menghilangkanhak
karyawannya, alternatifnya antara lain:

1. Mendirikan sendiri dana pensiun bagi karyawan.


2. Mengikuti program pensiun yang diselenggarakanoleh dana pensiun
lembaga keuangan lain.
3. Bergabung dengan dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja lain.
4. Mendirikan dana pensiun secara bersama-sama dengan pemberi kerja
lainnya.

8
Selanjutnya penyelenggaraan dana pensiun lembaga keuangan dapat
dilakukan oleh bank umum atau asuransi jiwa setelah mendapatkan pengesahaan
dari menteri keuangan (DPLK).

2.5 Sistem Pembayaran Pensiun

Ada 2 jenis pembayaran uang pensiun yang biasanya dilakukan oleh


perusahaan baik untuk program pensiun manfaat pasti (PPMP) maupun program
pensiun iuran pasti (PPIP). Ketentuan ini sesuai dengan keputusan menteri
keuangan Nomor 343 / KMK.017 / 1998 tanggal 13 juli 1998. menurut ketentuan
ini pembayaran pensiun dapat dilakukan dengan dua rumus yang tersedia yaitu
rumus bulanan atau rumus sekaligus:

1. Program pensiun manfaat pasti (PPMP), dapat dilakukan dengan


pertimbangan:
a. Perusahaan tidak mau pusing dengan karyawan yang sudah pensiun.
b. Untuk memberikan kesempatan kepada pensiunan agar dapat
mengusahakan uang pensiun yang diperolehnya untuk berusaha, karena
biasanya dalam jumlah besar.
c. Karena permintaan pensiun itu sendiri. Dapat dihitung dengan
menggunakan rumus Sekaligus PPMP:

MP = FPd x MK x PDP

Dimana:

MP = Manfaat pensiun

FPd = Faktor Penghargaan dalam decimal MK = Masa kerja

PDP = Penghasilan dasar pensiun bulan terakhir atau rata rata


beberapa bulan terakhir.

• Besarnya faktor penghargaan pertahun masa kerja tidak melebihi 2,5


%

9
• Total manfaat pensiun tidak boleh lebih 80 kali penghasilan dasar
pensiun.

Sedangkan perhitungan dengan rumus bulanan bagi PPMP adalah sebagai


berikut :

MP = FPe x MK x PD

Dimana:

MP = Manfaat pensiun

FPe = Faktor Penghargaan dalam persentase ( % )

MK = Masa kerja

PDP = Penghasilan dasar pensiun bulan terakhir atau rata-rata


beberapa bulan terakhir.

• Besarnya faktor penghargaan pertahun masa kerja tidak melebihi 2,5 %

• Total manfaat pensiun tidak boleh lebih 80 kali penghasilan dasar


pensiun.

2. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)


Pembayaran manfaat pensiun dari program pensiun iuran pasti dan hasil
pengembangannya lebih kecil dari Rp. 36.000.000,- dapat dibayar
sekaligus. Perhitungan menggunakan rumus sekaligus bagi PPIP adalah
sebagai berikut:

IP = 3 x FPd x PDP

Dimana:

IP = Iuran pensiun

10
FDp = Faktor Penghargaan Pertahun dalam decimal

FDP = Penghasilan Dasar Pensiun pertahun.

Sedangkan dengan perhitungan rumus bulanan adalah:

IP = 3 X FPe X PDP

Dimana:

IP = Iuran pensiun

FDe = Faktor Penghargaan Pertahun dalam Persentase (%)

FDP = Penghasilan Dasar Pensiun pertahun.

2.6 Asas-asas Dana Pensiun


Berdasarkan UU No.11 tahun 1992, Penyelenggaraan program pensiun
didasarkan pada asas-asas sebagai berikut:

1. Asas keterpisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan badan hokum


pendirinya.
2. Asas penyelenggaraan dalam system pendanaan.
3. Asas pembinaan dan pengawasan.
4. Asas penundaan Manfaat.
5. Asas kebebasan untuk membentuk atau tidak membentuk dana pensiun.
2.7 Pengertian Kartu Kredit

Kartu kredit adalah kartu plastik atau yang lebih dikenal dengan nama kartu
kredit atau uang plastik yang mampu menggantikan fungsi uang sebagai alat
pembayaran. Disamping itu kartu plastik ini dapat pula digunakan untuk berbagai
keperluan sehingga kegunaannya menjadi multifungsi.

Beberapa pengertian kartu kredit:

1. Kartu kredit adalah suatu jenis alat pembayaran sebagai pengganti uang
tunai, dimana kita suatu sewaktu-waktu menukarkan apa saja yang kita

11
inginkan, yakni di tempat dimana saja ada cabang yang dapat menerima
kartu kredit dari bank atau perusahaan yang mengeluarkan atau cabang
yang mengeluarkan ( Imam Prayogo Suryahadibroto, 1990:335 ).
2. Kartu kredit adalah pembayaran melalui jasa bank atau perusahaan
pembiayaan dalam transaksi jual beli barang atau jasa, atau alat untuk
mengambil tunai dari bank atau perusahaan pembiayaan ( Abdulkadir
Muhammad, 2000:263 ).
3. Kartu kredit adalah kartu yang dikeluarkan bank yang meminjami
nasabah sejumlah uang tanpa harus memiliki dana atau tabungan di bank
tersebut (Ali Arifin, 2002:9)
4. Kartu kredit adalah kartu yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran,
yang pelunasan tagihannya dapat dilakukan secara bartahap atau dicicil,
kepada pemegang kartu kredit ditentukan jumlah batas kreditnya ( M.
Djumhana, 2006:404 ).

Berdasarkan dari definisi-definisi yang dipaparkan di atas maka dapat


diketahui unsur-unsur yang terdapat di dalam pengertian kartu kredit antara lain
sebagai berikut:

1. Kartu kredit itu merupakan fasilitas kredit.


2. Diperuntukkan kepada nasabah dari penerbit kartu dengan persyaratan
tertentu.
3. Kartu kredit diterbitkan oleh Bank.
4. Kartu kredit yang diberikan disesuaikan dengan besarnya jumlah
penghasilan pemegang kartu.
5. Kartu kredit adalah berupa kartu plastik.
6. Dapat digunakan sebagai cara pembayaran di dalam kegiatan bertransaksi
di tempat tempat tertentu
2.8 Pihak-pihak yang Terlibat

Dalam sistem kerja kartu kredit ada 3 pihak yang terlibat yaitu:

1. Bank atau perusahaan pembiayaan baik sebagai penerbit dan pembayar.


2. Pedagang (merchant), sebagai tempat belanja.

12
3. Pemegang kartu (card holder), adalah nasabah yang namanya tertera dalam
kartu tersebut dan yang berhak menggunakannya untuk keperluan berbagai
transaksi.
2.9 Sistem Kerja Kartu Plastik

Sistem kerja kartu plastic mulaidari permohonan penerbitan kartu, transaksi


pembelanjaan sampai dengan penagihan yang dilakukan oleh lembaga pembayar
dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Nasabah mengajukan permohonan sebagai pemegang kartu dengan


memenuhi segala peraturan yang telah dibuat
2. Bank atau lembaga pembiayaan akan menerbitkan kartu apabila "
disetujui 'i setelah melalui penelitian terhadap kredibilitas dan
kapabilitas calon nasabah, kemudian diserahkan ke nasabah.
3. Dengan kartu yang telah disetujui pemegang kartu berbelanja disuatu
tempat dengan bukti pembayaran.

Apabila nasabah melakukan transaksi maka system kinerjanya sebagai berikut:

1. Pemegang kartu melakukan transaksi dengan menunjukkan kartu dan


menandatangani bukti transaksi.
2. Pihak pedagang akan menagihkan ke bank atau lembaga pembiayaan
berdasarkan bukti transaksi dengan nasabah.
3. Bank atau lembaga pembiayaan akan membayar kembali kepada merchant
sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
4. Bank atau lembaga pembiayaan akan menagih ke pemegang kartu
berdasarkan bukti pembelian sampai batas waktu tertentu.
5. Pemegang kartu akan membayar sejumlah nominal yang tertera sampai
batas waktu yang telah ditentukan dan apabila terjadi keterlambatan maka
nasabah akan dikenakan bunga dan denda.

2.10 Jenis-jenis Kartu Kredit

Jenis jenis kartu kredit yang ada saat ini dilihat dari berbagai sisi adalah:

1. Dilihat dari segi fungsi

13
a. Charge card
Merupakan kartu kredit dimana pemegangkartu harus melunasi semua
penagihan yang terjadi atas dirinya sekaligus pada saat jatuh tempo.

b. Credit card
Adalah suatu system dimana pemegang kartu dapat melunasi
penagihan yang terjadi atas dirinya sekaligus atau secara angsuran
pada saat jatuh tempo.
c. Debit card
Merupakan kartu kredit yang pembayaran atas penagihan nasabah
melalui pendebetan atas rekening yang ada di bank dimana saat
membuka kartu.
d. Cash card
Merupakan kartu yang berfungsi sebagai alat penarikan tunai pada
ATM maupun langsung pada teller bank.
e. Check guarantee
Merupakan kartu yang digunakan sebagai jaminan dalam penarikan
cek dan dapat pula digunakan untuk menarik uang tunai.
f. Smart Card
Merupakan kartu yang berfungsi sebagai rekening terpadu, yang dapat
dihubungkan dengan rekening pribadi dan dapat menyimpan serta
memperbaharui data dalam microchip sehingga pemegang kartu
mengetahui keadaan rekeningnya.
2. Berdasarkan wilayah.
a. Kartu lokal.
Adalah kartu kredit yang hanya dapat dilakukan dalam suatu wilayah
tertentu.
b. Kartu internasional.
Adalah kartu kredit yang dapat dilakukan lintas negara atau dapat
digunakan diseluruh negara.

2.11 Cara Memilih Kartu Kredit

14
Cara memilih jenis kartu yang baik dapat dilihat dari berbagai segi. Ada
beberapa cara untuk memilih kartu kredit yang baik. Tentu saja hal ini lebih
banyak disesuaikan dengan keinginan pemohon. Setiap kartu mempunyai
kelebihan dan kekurangan masing masing.

Secara umum kartu kredit dinyatakan baik apabila:

1.Persyaratan untuk memperoleh kartu kredit relatif ringan.


2.Proses cepat dan mudah serta tidak bertele-tele.
3.Mempunyai jaringan yang luas, sehingga dengan mudah dapat dibelanjakan
diberbagai tempat yang diinginkan.
4.Biaya penggunaan yang relatif rendah seperti uang iuran tahunan dan bunga
yang dibebankan ke pemegang kartu.
5.Kartu harus dapat digunakan dengan multi fungsi.
6.Penggunaan kartu memberikan rasa bangga kepadapemakainya.
2.12 Keuntungan dan Kerugian Kartu Kredit

Adapun keuntungan yang diperoleh dengan memiliki kartu kredit antara lain:

1. Keuntungan bagi bank atau lembaga pembiayaan.


a. Iuran tahunan yang dikenakan kepadasetiappemegang kartu.
b. Bunga yang dikenakan pada saat berbelanja.
c. Biaya administrasi yaitu biaya yang dibebankan kepada setiap
pemegang kartu yang akan menarik uang tunai di atm
d. Biaya denda terhadap keterlambatan pembayaran disamping bunga.
2. Keuntungan bagi pemegang kartu antara lain:
a. Kemudahan berbelanja dengan cara kredit, jadi nasabah tidak perlu
membawa uang tunai untuk melakukan transaksi.
b. Kemudahan memperoleh uang tunai selama 24 jam dan 7 hari dalam
seminggu diberbagai tempat-tempat strategis.
c. Bagi sebagian kalangan memegang kartu kredit memberikan kesan
bonafiditas, sehingga memberikan kebanggaan tersendiri.
d. Bagi pedagang (merchant) yaitu:

15
• Dapat meningkatkan omset penjualan, hal ini disebabkan adanya
minimal pembelanjaan serta akibat pemegang kartu merasa tidak
membayar tunai sehingga menggunakan sehendaknya.
• Sebagai bentuk pelayanan yang diberikan kepada para
pelanggannya, sehingga pelanggan selalu kembali untuk
melakukan hal yang sama secara berulang.

Sedangkan kerugian yang dari pemegang kartu antara lain:

1. Kerugian bagi bank dan lembaga pembiayaan.


Jika terjadikemacetan pembayaran oleh nasabah yang berbelanja atau
mengambil uang tunai sulit untuk ditagih mengingat persetujuan
penerbitan kartu kredit biasanya tanpa jaminan benda benda berharga
sebagaimana layaknya kredit.
2. Kerugian baginasabah pemegang kartu.
Biasanya nasabah agak boros dalam berbelanja, hal inikarena nasabah
merasa tidak mengeluarkan uang tunai untuk berbelanja, sehingga kadang-
kadang ada hal-hal yang tidak perlu dibelikan juga.

2.13 Persyaratan Pemengang Kartu Kredit

Adapun persyaratan yang dipersyaratkan untuk memperoleh kartu kredit


secara umum adalah:

1. Nasabah mengajukan permohonan dengan mengisi formulir permohonan


yang disiapkan oleh lembaga penerbit.
2. Nasabah melengkapipersyaratanyang dipersyaratkan seperti foto copy bukti
diri atau kartu identitas dan slip gaji atau surat keterangan penghasilan.
3. Pihak bank akan melakukan penelitian atau survey langsung kealamat calon
pemegang kartu dan lewat telephone.
4. Pihak bank atau lembaga pembiayaan akan menyetujui penerbitan kartu
jika dari hasil penelitian dianggap layak dan mengirimkan kartu tersebut
kepada nasabah.
2.14 Pelayanan ATM

16
Pelayan yang dapat diberikan oleh fasilitas mesin ATM antara lain:

a. Penarikan uang tunai


b. Dapat digunakan untuk memesan buku cek dan BG
c. Dapat digunakan untuk meminta rekening Koran.
d. Dapat digunakan sebagai tempat mengecek saldorekening.
e. Dan pelayanan lain.

Sedangkan manfaat lain yang dapat diberikan oleh ATM disamping yang
disebutkan diatas antara lain:

1. Praktis dan efisien pelayanan.


2. Pengoperasian mesin ATM relative mudah.
3. Melayani 24 jam termasuk hari libur.
4. Menjamin keamanan dan privacy.
5. Memungkinkan mengambil uang tunai lebih dari satu kali.
6. Terdapat diberbagai tempat yang strategis.

17
BAB III
PENUTUP

1.1. Kesimpulan

Dana pensiun merupakan bentuk investasi jangka panjang yang hasilnya


dapat dinikmati setelah pegawai atau karyawan yang bersangkutan memasuki
masa pensiun. Dana pensiun sendiri diselenggarakan dalam suatu program yang
disebut Program Pensiun. Program dan pensiun terbagi atas program pesiun iuran
pasti, program pensiun manfaat pasti, dan program pensiun berdasarkan
keuntungan. Tidak selamanya seseorang dapat bekerja dan menghasilkan suatu
karya. Pada suatu saat dia harus berheti dari pekerjaan dan menikmati masa
tuanya. Akan tetapi, dalam menikmati masa tuanya seseorag tidak ingin
penghasilannya berhenti seperti ia juga berhenti dari pekerjaannya. Tentu saja
mutlak memerlukan dukungan prasarana yang memadai, salah satunya dengan
“jaminan hari tua” atau pensiun. Kartu Plastik adalah kartu yang dikeluarkan oleh
pihak bank atau lembaga non bank yang dapat dipergunakan sebagai alat
pembayaran untuk memungkinkan pembawanya membeli barang-barang yang
dibutuhkannya secara kredit. Fungsi Kartu Plastik antara lain yaitu sebagai
sumber kredit, sumber uang tunai, dan penjaminan cek. Kartu plastik juga
memiliki manfaat, yaitu kemudahan, keamanan, dapat berlaku di seluruh Negara,
fleksibilitas, dan membuat anggaran lebih mudah.

18
Daftrar Pustaka

Ratnasari, Sri Langgeng. 2012. Perbankan dan Lembaga Keuangan Lainnya.


UPN Press: Surabaya

19