Anda di halaman 1dari 3

PENCATATAN BUKU INDUK DAN REKAPITULASI

LABORATORIUM

No. SOP/
Dokumen LAB/X/2019/001
RUMAH SEHAT No. Revisi 00 Ditetapkan Direktur,
BASUKI
SOP Tanggal
19 Oktober 2019
Jl. Rambutan No 16, Terbit
Kwarasan, Grogol, Halaman
Sukoharjo
Telp. 085600946086
dr. Christine Notoningtiyas S.

1. Pengertian SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) merupakan


enzim yang sering dijumpai dalam otot jantung dan hati,
sementara dalam kosentrasi sedang dijumpai pada otot
rangka, ginjal dan pankreas. Enzim AST (Aspartat
aminotransferase) lebih sensitive untuk mendeteksi kerusakan
otot dan otot jantung dari pada kerusakan hati.
Prinsip Pemeriksaan AST/SGOT :

Enzim AST sebagi katalisator menjadikan reaksi seimbang.


Kenaikan kadar dari oxaloacetate menjadi indikasi reaksi yang
di katalisasi oleh malate dehidrogenase.
AST
Aspartate + 2 – Oxoglutarate Oxalacetate +
Glutamate
Oxalacetate + NADH + H+ MDH
Malate + NAD+
Untuk kadar enzim SGOT dalam sampel darah yang
2. Tujuan diperiksa

3. Kebijakan
1. SK Direktur Tentang Pemberlakuan Standar Operasional
Prosedur unit Laboratorium
2. SK Direktur Tentang Pelayanan Laboratorium dan Jenis
Pemeriksaan Laboratorium

4. Referensi Brosur Reagen Biosytems S.A Cholesterol prosedur

5. Prosedur A. Persiapan
1. Pasien : Sebaiknya berpuasa selama 10-12 jam sebelum
pemeriksaan
2. Petugas Laboratorium : menggunakan Alat Pelindung Diri
sebelum melakukkan pemeriksaan.
B. Alat
1. Fotometer BTS 310 + Biosytem
2. Tabung reaksi 3 ml
3. Multipipet 10 – 200 µl,500 µl,1000 µl
4. Spuit 3 cc

C. Sampel
1. Jenis : Serum, Plasma EDTA / Heparin/fluoride,
CSF
2. Jumlah : 100 μl
3. Stabilitas : 15-25 0C selama 8 jam
Pada suhu 2-8 0C selama 72 jam
Pisahkan sample dari sel-sel ( centrifuge )
dilakukan dalam 30 menit setelah
pengumpulan sample.
CSF : segera dikerjakan.

D. Kontrol
1. Jenis : - precinorm U dan Precipath U
2. Jumlah : ≤ 5 ml
3. Stabilitas : 2-8 0C sampai kadarluarsa
4. Penyimpanan : Pada suhu 2-8 0C dalam lemari es
sampai tanggal kadaluarsa (sama dengan penyimpanan
reagen)

E. Nilai Normal
Berdasarkan IFCC / standar metode 94 Dalam serum :
Satuan Sex 30 0C 37 0C
Laki laki 30 50
U/L
Perempuan 25 40
Laki laki 0.50 0.83
µkat/L
Perempuan 0.42 0.67

F. Cara Pemeriksaan
Persiapan Reagen : (Working Reagen/Reagen Kerja)
1. Keluarkan Reagen A dan Reagen B
2. Campur 4 ml Reagen A dan 1 ml Reagen B ( 4:1)
Sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
3. Working Reagen Stabil selama 2 bulan dalam suhu
2 – 8 OC.

1. Pipet ke dalam tabung :

Suhu Reaksi 37 0C 30 0C
Reagen. Kerja 1.0 ml 1.0 ml
Sampel serum 50 µl 100 µl
2. Campur hingga homogen jangan sampai terjadi
gelembung jalankan stopwatch.
3. Baca AST pada program fotometer setelah 1 menit
6. Diagram/
Buatlah terlebih dahulu working reagen
Bagan Alir
Persiapan
atau reagen kerja dengan perbandingan 4 :
Alat dan
1 reagen A dan Reagen B. Sesuai dengan
Pasien
kebutuhan

Pipet reagen kerja Sebanyak 1 ml


masukkan ke dalam tabung .

Pipet Sampel serum Sebanyak 50 µl


masukkan ke dalam tabung td.

Campur hingga homogen dan jangan


sampai terjadi gelembung udara.

Ukur kadar Enzim AST pada fotometer


setelah 1 menit dan jangan sampai lebih dari 1
menit.

Baca hasil
pada monitor

7. Unit 1. Laboratorium
Terkait 2. Rawat Jalan