Anda di halaman 1dari 7

PENGAUDITAN

TUGAS MATA KULIAH PENGAUDITAN I

OLEH :

MUH ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH (A031171505)


MAGHFIRANTI ZULQAWI (A031171341)
RISKA SAFITRI ARIEF (A031171526)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
PENGERTIAN AUDIT
Audit adalah pemeriksaan laporan keuangan untuk memberikan pendapat
atas kebenaran penyajian laporan keuangan perusahaan dan juga menjadi salah satu
faktor dalam pengambilan keputusan.
Menurut Boynton, Audit merupakan aktivitas independen, keyakinan
obyektif dan konsultasi yang dirancang guna menambah nilai dan meningkatkan
operasi entitas/organisasi/perusahaan. Audit membentuk suatu entitas mencapai
tujuannya dengan melakukan pendekatan yang sisematis dan konsisten untuk
mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas manajemen dan pengendalian maupun
proses tata kelola.

SEJARAH PENGAUDITAN
Pengauditan telah mulai dilakukan sejak abad ke XV. Diketahui bahwa pada
sekitar awal abad ke XV jasa auditor telah mulai digunakan di Inggris. Meskipun
pengauditan telah lahir sejak beberapa abad yang lalu, namun perkembangan yang
pesat baru terjadi pada abad ini. Profesi Auditorsi di Indonesia masih tergolong
baru. Pada masa penjajahan Belanda, jumlah perusahaan di Indonesia belum begitu
banyak, sehingga Auditorsi dengan sendirinya hampir tidak dikenal. Perusahaan-
perusahaan milik Belanda yang beroperasi di Indonesia pada waktu itu, mengikuti
model pembukuan seperti yang berlaku di negaranya. Situasi seperti itu
berlangsung hingga Indonesia merdeka. Auditorsi baru mulai dikenal di Indonesia
setelah tahun 1950-an, yaitu ketika semakin banyak perusahaan didirikan dan
Auditorsi sistem Amerika mulai dikenal, terutama melalui pendidikan di perguruan
tinggi.
Perkembangan Auditorsi di Indonesia terjadi pada tahun 1973, yaitu ketika
Ikatan Auditor Indonesia (IAI) menetapkan Prinsip-prinsip Auditorsi Indonesia
(PAI) dan Norma Pemeriksaan Auditor (NPA). Selain itu perkembangan yang
terjadi dalam dunia perbankan sejak tahun 1988 semakin menuntut dilakukannya
audit atas laporan keuangan bagi perusahaan-perusahaan yang akan mengajukan
permohonan kredit ke bank. Pada tahun 1995 lahir Undang-undang Perseroan
Terbatas yang mewajibkan suatu perseroan terbatas menyusun laporan keuangan
dan jika perseroan merupakan perusahaan publik, maka laporan keuangannya wajib
diaudit oleh Auditor publik. Pada tahun yang sama Undang – Undang Pasar modal
pun lahir juga. Seiring perkembangan perusahaan di Indonesia, IAI telah banyak
melakukan penyempurnaan peraturan yang berlaku di Indonesia. Yang mana
Indonesia saat itu berkibalat pada peraturan yang dibuat oleh Amerika Serikat. Pada
tahun 1994 IAI melakukan penyusunan ulang prinsip Auditorsi dan standar audit
yang disebut Standar Auditorsi Keuangan (SAK) dan Standar Profesional Auditor
Publik (SPAP). Sejalan dengan itu Dewan Standar Auditorsi yang dibentuk IAI
secara terus menerus menerbitkan Pernyataan Standar Auditorsi Keuangan (PSAK.
Seperti terjadi di Amerika Serikat seratus tahun lalu, fungsi pengauditan di
Indonesia memasuki abad ke-21 ini masih belum dipahami masyarakat. Banyak
kesalahpahaman yang terjadi atas laporan auditor, karena fungsi audit tidak
dipahami dengan benar. Maka dari itu Pemerintah mulai memperkenalakan
Auditorsi mulai dari SMA dan pengenalan Audit dilakukan di Perguruan Tinggi.

JASA ASSURANCE DAN JASA ATESTASI


Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan
kualitas informasi bagi para pengambil keputusan. Jasa semacam ini dianggap
penting karena penyedia jasa assurance bersifat independen dan dianggap tidak bias
berkenaan dengan informasi yang diperiksa. Individu-individu yang bertanggung
jawab membuat keputusan bisnis memerlukan jasa assurance untuk membantu
meningkatkan keandalan dan relevansi informasi yang digunakan sebagai dasar
keputusannya. Jasa assurance dapat dilakukan oleh akuntan publik atau oleh
berbagai profesional lainnya.
Salah satu kategori jasa assurance yang diberikan oleh akuntan publik
adalah jasa atestasi. Jasa atestasi (attestation service) adalah jenis jasa assurance di
mana KAP mengeluarkan laporan tentang reliabilitas suatu asersi yang disiapkan
pihak lain. Jasa atestasi dibagi menjadi lima kategori, yaitu:
 Audit atas laporan keuangan historis.
 Atestasi mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan.
 Telaah (review) laporan keuangan historis.
 Jasa atestasi mengenai teknologi informasi.
 Jasa atestasi lain yang dapat diterapkan pada berbagai permasalahan.
JENIS JENIS AUDIT DAN AUDITOR
 Ditinjau Dari Luas Pemeriksaan
o Pemeriksaan Umum (General Audit). Adalah pemeriksaaan umum
atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik
(KAP) yang indipendent dengan tujuan dapat menilai sekaligus
memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan.
o Pemeriksaan Khusus (Special Audit). Merupakan suatu pemeriksaan
yang hanya terbatas hanya pada permintaan audit yang dilakukan
oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Dengan memberikan opini
 Ditinjau Dari Bidang Pemeriksaan
o Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit). Berkaitan
dengan kegiatan mengumpulkan dan mengevaluasi bukti tentang
laporan-laporan suatu entitas dengan tujuan memberikan pendapat
(opini) tentang laporan tersebut apakah sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
o Audit Operasional (Management Audit). Adalah jenis pemeriksaan
terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan. meliputi kebijakan
akuntansi dan kebijakan operasional manajemen yang telah
ditetapkan, dengan tujuan untuk mengetahui kegiatan operasi yang
dilakukan berjalan secara efektif dan efisien.
o Audit Ketaatan (Compliance Audit). Yaitu jenis pemeriksaan yang
tujuanya untuk mengetahui apakah perusahaan telah mentaati
peraturan dan kebijakan-kebijakan yang nerlaku baik yang di
tetapkan oleh pihak intern maupun pihak ekstern entitas/perusahaan.
Audit ketaatan berfungsi untuk menentukan sejauh mana
perusahaan mentaati peraturan, kebijakan, peraturan pemerintah
bahkan hukum yang harus dipatuhi oleh entitas yang di audit.
o Audit Sistem Informasi. Yaitu pemeriksaan yang dilakukan Kantor
Akuntan Publik (KAP) terhadap perusahaan yang melakukan proses
data akuntansi, umumnya menggunakan system Elektronik Data
Processing (EDP).
o Audit Forensik. Tujuan dilakukan audit forensic adalah sebagai
upaya pencegahan terjadinya kecurangan (fraud). Hal yang dapat
dilakukan audit forensik termasuk Investigasi criminal, Indikasi
kecurangan dalam bisnis atau karyawan dan Mengetahui kerugian
suatu bisnis,
o Audit Investigasi. Yang dimaksud audit investigasi adalah
serangkaian kegiatan
mengenali (recorganized), menidentifikasi (Identify) dan
menguji (examine) fakta-fakta dan informasi yang ada guna
mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian
demi mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang
dapat merugikan keuangan suatu entitas
(organisasi/perusahaan/negara/daerah).
o Audit Lingkungan. Menurut (Kep. Men. LH 42/1994) audit
lingkungan adalah proses manajemen yang meliputi evaluasi secara
sistematik, tercatat (terdkumentasi), serta obyekttif tentang
bagaimana suatu kinerja manajemen organisasi yang bertujuan
memfasilitasi kendali manajemen terhadap upaya pengendalian
dampak lingkungan dan pemanfaatan kebijakan usaha terhadap
perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan.
 Ditinjau Dari Kelompok Pelaksana Audit (Auditor)
o Auditor Internal. Mempunyai tugas membantu manajemen
puncak (top management) dalam mengawasi asset (saveguard of
asset) dan mengawasi kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.
bekerja untuk perusahaan yang mereka audit, oleh karena itu tugas
auditor intern adalah mengaudit manajemen perusahaan
termasuk compliance audit.
o Auditor Ekstern. Bekerja untuk lembaga / kantor akuntan publik
(pihak ke-3) yang statusnya diluar struktur perusahaan yang mereka
audit dan bekerja secara independent dan objektif. Umumnya
auditor ekstern menghasilkan laporan financial audit.
o Auditor Pajak. Mempunyai tugas melakukan ketaatan wajib pajak
yang diaudit menurut undang-undang perpajakan yang berlaku. Di
Indonesia dilaksanakan oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP) yang
berada dibawah naungan Departemen Keuangan Republik
Indonesia.
o Auditor Pemerintah. Adalah lembaga yang mempunyai tugas
menilai kewajaran informasi laporan keuangan instansi pemerintah
atas pelaksanaan program dan penggunaan asset milik pemerintah.
Audit instansi pemerintah umumnya dilaksanakan oleh Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan
Pembangunan (BPKP).

ORGANISASI AUDIT
Organisasi Audit Asing atau disingkat OAA adalah organisasi di luar negeri,
yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan di negara yang
bersangkutan, yang anggotanya terdiri dari badan usaha jasa profesi yang
melakukan kegiatan usaha paling sedikit di bidang audit umum atas laporan
keuangan.

TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN AUDITOR


Tanggung Jawab Manajemen
Manajemen memiliki tanggungjawab terhadap laporan keuangan dan
pengendalian internal. Di dalam The Sarbanes-Oxley Act tanggung jawab tersebut
semakin diperketat. Salah satunya adalah kewajiban terhadap CEO dan CFO
perusahaan publik untuk memberikan statement (pernyataan) tentang tanggung
jawabnya terhadap laporan keuangan tersebut baik untuk laporan berkala maupun
laporan tahunan yang dikirimkan kepada SEC (Bapepam di Indonesia).

Tanggung Jawab Auditor


 Materiality. Tanggung jawab auditor hanya pada salah saji material.
 Reasonable assurance. Ini merupakan tingkat kepastian yang tinggi tetapi
tidak absolut.
 Errors versus fraud. Error adalah salah saji karena kekeliruan,
sedangkan fraud adalah salah saji karena kecurangan.
 Professional skepticism. Sikap yang selalu ingin tahu dan memberikan
penilaian kritis terhadap evidence. Konsepnya bahwa auditor tidak boleh
mengasumsikan bahwa manajemen tidak jujur tetapi kemungkinan bahwa
manajemen tidak jujur harus tetap diperhitungkan.