Anda di halaman 1dari 5

PENGAUDITAN

TUGAS MATA KULIAH PENGAUDITAN I

OLEH :

MUH ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH (A031171505)


MAGHFIRANTI ZULQAWI (A031171341)
RISKA SAFITRI ARIEF (A031171526)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
AUDIT LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan yang diaudit akan memberikan informasi mengenai
kewajaran penyajian laporan keuangan, apakah sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku atau tidak. Audit merupakan bentuk akuntabilitas perusahaan kepada
para pemangku kepentingan. Audit dilakukan oleh akuntansi publik sebagai pihak
yang independen. Laporan keuangan suatu perusahaan wajib diaudit. Terlebih jika
perusahaan Anda merupakan perusahaan yang go public. Apabila laporan keuangan
tidak diaudit, mungkin laporan keuangan tersebut mengandung banyak kesalahan
baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, laporan keuangan yang belum
atau tidak diaudit kurang dipercaya kewajarannya oleh stakeholder.

Asas Asas Yang Mendasari Audit Laporan Keuangan


Audit laporan keuangan yang khas terdiri dari upaya memahami bisnis dan
industry klien serta mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berkaitan dengan
laporan keuangan manajemen,sehingga memungkinkan auditor meneliti apakah
pada kenyataan nya laporan keuangan tersebut telah menyajikan posisi keuangan
entitas, hasil operasi, serta arus kas secara wajar sesuai dengan GAAP. Auditor
bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti, serta dalam
menerbitkan laporan yang memuat kesimpulan auditor yang dinyatakan dalam
bentuk pendapat atau opini atau laporan keuangan. Tujuan utama audit laporana
keuangan bukan untuk menciptakan informasi baru ,melainkan untuk menambah
keandalan laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen.

Pihak Pihak Yang Terkait Dalam Audit Laporan Keuangan


 Pihak Internal Perusahaan Pihak internal perusahaan adalah pihak-pihak
yang berada di dalam perusahaan, seperti direktur, akuntan dan staff
accounting, auditor dan karyawan.
 Pihak Eksternal: Perusahaan Pihak eksternal perusahaan adalah pihak-
pihak yang berada di luar perusahaan, seperti investor, kreditor, supplier,
pemerintah, dan masyarakat.
TUJUAN DAN OPINI AUDIT LAPORAN KEUANGAN
Tujuan audit dari laporan keuangan yaitu untuk menilai kewajaran atau
kelayakan penyajian laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan. Adapun
kelayakan dan kewajaran ini mengacu pada prinsip akuntansi yang berterima umum
dan selanjutnya atas penilaian tersebut akan tercermin pada opini audit. Opini audit
laporan keuangan ada empat macam, yatui:
 Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion), artinya laporan
keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
 Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion), artinya laporan
keuangan dapat diandalkan tetapi masih ada beberapa masalah atau pos
yang dikecualikan agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
 Tidak Wajar (Adversed), artinya laporan keuangan tidak disajikan sesuai
dengan standar akuntansi atau ada kesalahan material dalam laporan
keuangan tersebut.
 Tidak Memberikan Pendapatan (Disclaimer), artinya laporan keuangan
memiliki kesalahan yang material dan manajemen membatasi lingkup
pemeriksaan sehingga auditor tidak menemukan bukti yang cukup.

STANDAR AUDIT
Standar audit adalah standar/aturan/kriteria yang ditetapkan dan disahkan
oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), meliputi 3 bagian yaitu :
 Standar Umum. Standar ini mencakup tiga bagian diantaranya:
 Audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang
mempunyai keahlian dan pelatihan teknis yang memadai sebagai
auditor.
 Auditor harus mempertahankan mental dari segala hal yang
berhubungan dengan perikatan, independensi.
 Auditor wajib menggunakan keahlian profesionalnya dalam
melaksanakan pelaksanaan audit dan pelaporan dengan cermat dan
seksama.
 Standar Pekerjaan Lapangan. Standar ini terdiri dari 3 (tiga) poin
diantaranya:
 Seluruh pekerjaan audit dapat direncanakan dengan sebaik-baiknya
dan apabila menggunakan asisten maka harus disupervisi dengan
semestinya.
 Tak hanya memperhatikan standar audit saja, pemahaman yang
memadai atas pengendalian intern sangat dibutuhkan untuk
merencanakan audit dan menentukan sifat
 Bukti audit yang kompeten harus diperoleh melalui inspeksi
pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar
yang memadai untuk dapat memberikan pernyataan pendapat atas
laporan keuangan yang diaudit.
 Standar Pelaporan. Standar pelaporan terdiri dari 4 (empat) item,
diantaranya:
 Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah
disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
 Hasil Laporan auditor harus menunjukkan kekonsistenan, apabila
ada ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam
penyusunan laporan keuangan periode berjalan dengan penerapan
pada periode sebelumnya.
 Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang
memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
 Laporan auditor harus memuat pernyataan pendapat mengenai
laporan keuangan secara keseluruhan bahwa pernyataan yang
demikian tidak bisa diberikan.

KEYAKINAN YANG DISEDIAKAN OLEH AUDIT


 Independensi Auditor. Independensi merupakan dasar dari profesi
auditing. Hal itu berarti bahwa auditor akan bersikap netral terhadap entitas,
dan oleh karena itu akan bersikap objektif.
 Keyakinan Yang Memadai. Auditor bertanggung jawab dalam
merencanakan dan melaksanakan audit untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai bahwa laporan keuangan telah bebas dari salah saji yang material.
 Deteksi Kecurangan. Penyalahgunaan aset (misappropriation of assets)
dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain yaitu menggelapkan
penerimaan, mencuri aset, menyebabkan entitas membayar barang dan jasa
yang tidak diterima.
 Tindakan Pelangaran Hukum Klien. Tindakan melanggar hukum (illegal
act) meliputi pembayaran suap, mengambil bagian dalam kegiatan politik
yang melanggar hukum, pelanggaran ketentuan pemerintah dan hukum
tertentu lainnya.
 Keyakinan Tentang Kelangsungan Hidup Klien. Tujuan utama suatu
audit adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan
keuangn disajikan secara wajar sesuai dengan GAAP.

KECENDERUNGAN YANG MEMPENGARUHI TANGGUNG JAWAB


AUDITOR
Terdapat dua kecenderungan penting yang sedang terjadi dalam bidang
audit dewasa ini, yangakan mempengaruhi tanggung jawab auditor di masa yang
akan datang, yaitu:
 Teknologi Informasi. Pada dasarnya setiap entitas yang diaudit
memiliki sistem akuntansi dan informasi yang terkomputerisasi.
Sistem-sistem ini telah mampu mengurangi waktu yang diperlukan
untuk menghitung, mencatat, mengelompokkan, serta meringkas informasi
akuntansi.
 Assurance Services. P rofesi akunt an t el ah berkem bang dal am
l ingkup yang l ebIh l uas m engenai assurance services. AICPA dan
Canadian Institute of Chartered Accountants telah meluncurkan jasa
baru yang dinamakan WebTrust,TM d i m a n a C P A m e m b e r i k a n
assurance services atas keandalan perniagaan elektronik. Assurance
services lain seperti penilaian risiko, pengukuran kinerja, keandalan
sistem informasi, serta perawatan lansia sedang dikembangkan
oleh AICPA. Assurance services ini sebagian besar dibangun di atas
fakta pengakuan terhadap objektivitas dan ketajaman bisnis yang dimiliki
para auditor.