Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

DI DESA MANISREJO KEBUMEN

Kelompok 8

Kelas 5B

Disusun oleh :

Reka Riesta Ardiyanti 201702089


Riski Dwi Tanti 201702090
Shalsyabilla Novi Dhya 201702091
Yuniar Tri Wijayanti 201702104
PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS

1. Pengkajian Inti Komunitas


A. Riwayat
 Riwayat wilayah RT 05, RW 02 desa Manisrejo dahulu merupakan area persawahan
 Terjadi pemekaran wilayah, dengan dibangunnya sebuah pabrik tembakau.
 Usia penduduk yang paling tua di wilayah tersebut 95 tahun.
B. Demografi
 Di RT ini 75% penduduknya berjenis kelamin perempuan dan 60% berjenis kelamin
laki-laki
 Tingkat pendidikan rata-rata penduduk di RT 05 adalah SLTA.
 Pekerjaan warga RT 5 ; 80% adalah pedagang. Sedangkan sisanya menjadi peternak,
buruh, dan pekerja swasta.
 Tingkat penghasilannya bervariasi mulai dari 1-2,5 juta perbulan
 Status ekonomi menengah.
C. Statistik Vital
 Masalah kesehatan yang terjadi di RT 05 adalah Asma, ISPA, dan hipertensi.
 Selain kasus penyakit Asma dan sebagainya yang telah disebutkan di atas terjadi juga
seperti sesak nafas yang biasa dialami oleh masyarakat karena asap dari pabrik, di
hirup oleh masyarakat.
 Dalam 2 tahun terakhir di RT 05 terjadi kasus Asma namun sejauh ini tidak sampai
menyebabkan kematian.
D. Nilai dan Kepercayaan
 Mayoritas warga berasal dari suku Jawa dan beragama Islam. Ada beberapa orang
pendatang yang berasal dari suku dan agama lain seperti Hindu, Budha, Katolik dan
Protestan.
 Terdapat masjid di RT tersebut.
 Masyarakat jika sakit selain berobat ke rumah sakit juga berobat ke puskesmas,
terkadang mereka juga membeli obat cina di toko obat.

2. Pengkajian Sub Sistem


a. Lingkungan Fisik :
 Inspeksi
1) Tidak terdapat pasar
2) Tidak terdapat tempat rekreasi
 Tanda Vital
1) Kondisi iklim tropis dan saat ini musim kemarau
2) Kondisi lingkungan bersih. Lokasi berdekatan dengan pabrik dan terdapat banyak
sumber air masyarakat menjadi keruh .
 System Review
1) Di RT 05 tidak ada kegiatan kerja bakti rutin pada warganya namun kerjabakti
akan diadakan saat lingkungan terlihat kotor atau ada keluhan dari masyarakat.
2) Ada kegiatan pengajian rutin dan PKK yang di adakan setiap hari rabu.
b. Pelayanan Kesehatan dan Sosial :
 Pelayanan yang di akses oleh warga RT 05 adalah praktik bidan, puskesmas
 Jika sakit rata-rata penduduk RT 05 datang langsung ke puskesmas
 Harga untuk memperoleh pelayanan kesehatan relative murah atau terjangkau
untuk warga.
 Waktu pelayanan praktik dokter pagi : pukul 05.30 sampai 07.30 dan sore :
17.00 sampai 20.00. Tetapi waktu pelayan menjadi fleksibel jika pasien
banyak atau ada kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera.
 Pemberi layanan kesehatan adalah toko obat dan bidan
 Pengguna layanan kesehatan yang paling banyak adalah balita dan lansia
 Aksesibilitas dan penerima fasilitas kesehatan adekuat
 Askes ke puskesmas kurang lebih 2 km dari RT 05.
 Kegiatan posyandu diadakan setiap satu bulan sekali oleh swadaya
masyarakat.

c. Ekonomi :
 Pekerjaan penduduk 80% peternak, buruh, dan pekerja swasta. Pendapatan
keluarga rata-rata Rp 2.500.000.
 Pengeluaran penduduk relative, masing-masing keluarga mempunyai
pengeluaran yang berbeda-beda
 Masyarakat di RT05 mampu menyediakan makanan yang bergizi baik dari segi
pengetahuan dan maupun keuangan.
 Ada sebagian masyarakat yang mempunyai tabungan kesehatan berupa
asuransi kesehatan, dan BPJS

d. Keamanan :
 Lingkungan aman
 Terdapat pelayanan polisi lalu lintas di lampu merah atau di pinggir jalan raya
 Pernah satu kali terjadi kebakaran
 Air di RT 5 berasal dari air tanah dan kondisi air keruh karna tercemar limbah
pabrik.
 Air bersih di RT 5 berasal dari PDAM.
 Transportasi yang digunakan oleh warga adalah sepeda, sepeda motor, mobil,
dan angkutan umum.
 Kondisi jalan raya bagus, namun jalan masuk ke RT 5 agak rusak

e. Politik dan pemerintahan :


 Kegiatan yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan status
kesehatan masyarakat adalah dengan penyuluhan kesehatan
 Penyuluhan dilakukan oleh petugas kesehatan dari puskesmas
 Penyuluhan yang diberikan menyesuaikan dengan kasus
 Setelah dilakukan penyuluhan tidak terjadi perubahan apapun terhadap
masyarakat dan pola hidup masyarakatnya.
f. Komunikasi :
 Alat komunikasi yang dimiliki keluarga seperti televisi, koran, telepon dan
ponsel.
 Tidak ada alat komunikasi umum yang tersedia di RT 05.
 Media komunikasi di masyarakat dengan arisan, PKK dan pengajian.
 Tidak ada konsultasi oleh tenaga medis dengan masyarakat RT 05.

g. Pendidikan
 Ada 2% warga yang buta huruf. Warga yang buta huruf kebanyakan lansia.
 Mayoritas berpendidikan sampai SLTA.
 Tidak terdapat fasilitas pendidikan di RT 05.
 Tidak terdapat perpustakaan ataupun mading disana.

h. Rekreasi :
 Warga RT 06 memiliki kebiasaan untuk makan bersama ketika ada acara ulang
tahun desa.

3. Jenis data

No DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF

1  Warga mengatakan bahwa polusi semakin  Banyaknya penduduk 75%


meningkat. penduduknya berjenis kelamin
 Warga mengatakan bahwa dalam 6 bulan perempuan dan 60% berjenis kelamin
terakhir angka kejadian Asma semakin laki-laki.
meningkat.  30% lansia, 15 % balita, 40%

 Sebagian warga mengatakan bahwa


dewasa yang terkena Asma / tahun.

kurang mengetahui akan pentingnya


udara bersih
2 LINGKUNGAN FISIK  Sebagian besar sumber air penduduk
menjadi keruh sebesar 56 (40%)
 Warga mengatakan bahwa kerja bhakti
 Sebagian besar penduduk
dilakukan jika ada acara ulang tahun
menggunakan PDAM sebanyak 30
desa.
(15%).
 Warga mengatakan sering terpaparnya
lingkungan oleh bermacam polusi
DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS

1. Tingginya angka kejadian Asma di wilayah RT 05 RW 02 Desa Manisrejo,


berhubungan dengan polusi asap pabrik yang kotor dimanifestasikan dengan 30%
lansia, 15 % balita, 40% dewasa yang terkena Asma / tahun.
2. Rendahnya tingkat pengetahuan warga tentang kesehatan di wilayah RT 05 Desa
Manisrejo, berhubungan dengan PHBS rendah dimanifestasikan dengan tidak ada
kegiatan kerja bakti rutin oleh warga RT 05, sumber air menjadi keruh 40%.
3. Resiko terjadinya kekambuhan penyakit ISPA di wilayah RT 05 RW 02 Desa
Manisrejo, berhubungan dengan lingkungan pemukiman desa dekat dengan
pabrik di manifestasikan dengan terpaparnya lingkungan oleh bermacam polusi,
kurangnya kader kesehatan.
PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS

Diagnosa Keperawatan Pentingnya Perubahan Positif Penyelesaian Untuk Total Score


Komunitas Penyelesaian Untuk Penyelesaian Di Peningkatan Kualitas
Masalah Komunitas Hidup
0 : tidak ada
1: rendah 0 : tidak ada 1 : rendah
2: sedang 1 : rendah 2 : sedang
3: tinggi 2 : sedang 3 : tinggi
3 : tinggi

Tingginya angka kejadian Asma 3 3 3 9


di wilayah RT 05 RW 02 Desa
Manisrejo, berhubungan dengan
polusi asap pabrik yang kotor
dimanifestasikan dengan 30%
lansia, 15 % balita, 40% dewasa
yang terkena Asma / tahun.
Resiko terjadinya kekambuhan 2 2 3 7
penyakit ISPA di wilayah RT
05 RW 02 Desa Manisrejo,
berhubungan dengan
lingkungan pemukiman desa
dekat dengan pabrik di
manifestasikan dengan
terpaparnya lingkungan oleh
bermacam polusi, kurangnya
kader kesehatan,
Rendahnya tingkat pengetahuan 2 2 2 6
warga tentang kesehatan di
wilayah RT 05 Desa Manisrejo,
berhubungan dengan PHBS
rendah dimanifestasikan dengan
tidak ada kegiatan kerja bakti
rutin oleh warga RT 05, sumber
air menjadi keruh 40%.
Total
Diagnosa Keperawatan Komponen Penilaian Skor Bobot
(Skor X Bobot)
Komunitas
Tingginya angka Kesadaran masyarakat 7 5 35
kejadian Asma di terhadap masalah
Motivasi masyarakat untuk 3 8 24
wilayah RT 05 RW 02
menyelesaikan masalah
Desa Manisrejo,
Kemampuan masyarakat 3 7 21
berhubungan dengan
untuk menyelesaikan
polusi asap pabrik yang
masalah
kotor dimanifestasikan
Tersediannya fasilitas 8 10 80
dengan 30% lansia, 15
dimasyarakat
% balita, 40% dewasa
yang terkena Asma / Derajat keparahan masalah 8 8 64
tahun. Waktu untuk menyelesaikan 3 5 15
masalah
Total 239
Diagnosa Keperawatan Komponen Penilaian Skor Bobot Total
Komunitas (Skor X Bobot)
Resiko terjadinya Kesadaran masyarakat 7 5 35
kekambuhan penyakit terhadap masalah

ISPA di wilayah RT 05 Motivasi masyarakat untuk 3 8 24


menyelesaikan masalah
RW 02 Desa Manisrejo,
berhubungan dengan Kemampuan masyarakat 3 7 21
untuk menyelesaikan
lingkungan pemukiman
masalah
desa dekat dengan pabrik
Tersediannya fasilitas 8 10 80
di manifestasikan dengan dimasyarakat
terpaparnya lingkungan
oleh bermacam polusi, Derajat keparahan masalah 8 8 64
kurangnya kader
kesehatan, Waktu untuk
menyelesaikan masalah 2 5 10

Total 234
Diagnosa Keperawatan Komponen Penilaian Skor Bobot Total
Komunitas (Skor X Bobot)
Rendahnya tingkat Kesadaran masyarakat 3 5 15
pengetahuan warga terhadap masalah

tentang kesehatan di
Motivasi masyarakat 3 8 24
wilayah RT 05 Desa untuk menyelesaikan
Manisrejo, berhubungan masalah
dengan PHBS rendah Kemampuan masyarakat 3 7 21
dimanifestasikan dengan untuk menyelesaikan
masalah
tidak ada kegiatan kerja
bakti rutin oleh warga RT Tersediannya fasilitas 5 10 50
05, sumber air menjadi dimasyarakat
keruh 40%. Derajat keparahan masalah 7 8 56

Waktu untuk 3 5 15
menyelesaikan masalah

Total 181

FORMAT RENCANA dan PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


Strategi Evaluasi
Dx. Kep Tujuan Tujuan Implementasi
No. Intervensi Tempat
Kom Umum Khusus (pelaksanaan) Kriteria Standar
(perencanaa)
1 Tingginya angka Setelah Setelah  Pemberdayaan  Gotong royong. Polusi di RT 05  Polusi di RT 05 Wilayah RT 05 RW
dilakukan dilakukan masyarakat RW 02 Desa RW 02 Desa 02 Desa Manisrejo
kejadian Asma di  Pendidikan
tindakan tindakan dan tentang Manisrejo 5% Manisrejo turun
wilayah RT 05 kesehatan tentang
keperawatan keperawatan cara - Pengertian Asma dari 85% menjadi
RW 02 Desa komunitas komunitas - Penyebab Asma
mengatasi 5%
- Tanda dan gejala
Manisrejo, dalam 2 bulan, dalam 2 bulan Asma.
Asma 70 % Masyarakat RT  Balai desa RT 05
berhubungan angka Asma di - Pencegahan Asma 100 %
 Gotong  Pendidikan 05 RW 02 Desa RW 02 Desa
dengan polusi RT 05 RW 02 Masyarakat RT
royong kesehatan Manisrejo, mengerti Manisrejo
Desa Manisrejo 05 RW 02 Desa
asap pabrik yang bersama kepada tentang
menurun Manisrejo,  Pengertian ASMA
kotor pemilik masyarakat.
mengerti tentang  Penyebab ASMA
pabrik  Pengertian  Tanda dan gejala
dimanifestasikan
dalam Asma ASMA
dengan 30%  Pencegahan
pembuatan  Penyebab
lansia, 15 % cerobong Asma ASMA
 Tanda dan
balita, 40% asap
gejala Asma
dewasa yang  Pencegahan
terkena Asma / Asma

tahun.