Anda di halaman 1dari 1

Pembahasan Muhammad Akhid Maulana Akbar (171411053)

Praktikum kali ini telah dilakukan kalibrasi terhadap instumen pengukur level. Titik
pengukuran yang digunakan dalam kalibrasi adalah 10,20,30,40,50,60,70,80,90, dan 100 (dalam
%) dengan pengukuran naik dan turun.
Pada pengendalian level prinsip yang digunakan adalah berdasarkan tekanan hidrostatik
yang diukur oleh sensor kemudian akan diubah oleh transmitter dari sinyal pneumatik menjadi
sinyal listrik, sinyal pengukuran kemudian akan dibandingkan dengan nilai set point, jika terjadi
error maka unit kendali.
Pada percobaan ini, dilakukan perhitungan ketidakpastian pengukuran tipe-A (ditentukan
dengan analisis statistika dari deretan pengamatan) dan tipe-B (ditentukan berdasarkan
pertimbangan saintifik memakai informasi yang relevan). Dari pengolahan data didapat hasil
regresi pengukuran naik yaitu, y = 1,0029x + 6,56 dan pengukuran turun yaitu, y = 1,0017x +
6,7467.
Untuk ketidakpastian pengukuran tipe-B didapat nilai akurasi sebesar +7,7 ; nilai presisi
sebesar 1,2 ; nilai histeresis sebesar -0,9. Sedangkan nilai ketidakpastian tipe-A diperoleh sebesar
2,0173.
Dalam pengendalian level, system prosesnya adalah tangki penampung. Variabel
pengendali adalah aliran air masuk. Gangguan sistem adalah aliran air keluar. Variabel proses
terkendali adalah level air (tinggi air). Sinyal pengukuran keluar dalam bentuk tegangan listrik 1-
5 V. Sinyal kendali berupa sinyal arus 4-20 mA.

Proses pengendali level ini adalah level cairan akan menyebabkan perubahan tekanan
hidrostatik cairan yang kemudian akan diubah menjadi tegangan listrik oleh sensor piezoelektrik.
Tegangan listrik yang ditransmisikan sensor akan dikonversi menjadi arus listrik oleh controller.
Arus listrik tersebut akan dikonversi lagi menjadi sinyal pneumatik oleh I/P transduser yang
selanjutnya ditransmisikan ke control valve untuk mengatur debit cairan yang masuk ke dalam
tanki sehingga akan menekan pegas dan mengakibatkan terbuka atau tertutupnya aliran cairan ke
tanki. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pengendali dan variabel proses terkendali pada
alat ini adalah laju alir cairan yang masuk dan level cairan dalam tanki.