Anda di halaman 1dari 1

Kisi-Kisi UAS PIK Apabila dipanaskan menghasilkan : -CaO dan MgO.

MgO berfungsi sebagai


1. Semen Bahan untuk menurunkan nilai viskositas produk saat suhu tinggi
Sifat : f. Borkas
-Hidrasi -> Panas yg ditimbulkan saat bereaksi dengan air g. Salt Cake -> membersihkan buih yang menganggu
-Hardening dan settling time -> Waktu yang diperlukan semen agar mengeras h. PbO  membuat mengkilap dan transparan
-Konsistensi -> Kemampuan semen mengalir setelah dicampur air
-Kelembapan Tujuan Drying : Memperlicin permukaan dan mengurangi kadar air jadi max 5%
-Flase Set -> berkurangnya plastisitas semen setelah dicampur air Tujuan Proses Pulping : Menuriunkan kadar lignin dan membuat kertas jadi lembut
-Kehalusan -> Semakin halus semen maka hidrasi semen semakin cepat ( karena sifat lignin keras)
Proses Lignin -> menimbulkan warna kecoklatan sehingga selalu ada proes bleaching
> Persiapan Bahan Baku : Penambangan, Crushing, Reklaimer 4. Industri H2SO4
> Persiapan Raw Mill : Pencampuran 4 bahan silo bin > Bahan baku : Pirit, Koko pirit, Galena, Minyak dan gas bumi, Belerang
Hasil : Ukuran jadi lebih kecil > Proses pembuatan
Apabila  Halus = Preheater a. Flasch
Terlampau halus = Elektrostatik Presititator b. Calcaron : Batu dilelehkan -> Lelehan dimurnikan dengan distilasi -> Peleburan
> Preheater (Untuk Kalsinasi CaCO3) -> embun -> belerang cair
100o C  Penguapan Air c. Desulfurisasi :
450 oC  Air Tidak lepas (Al2O3.2SiO3.2H2O  AL2O3.2SIO2 + 2H2O) Pembakaran H2SO4 ->hasil SO2 -> Pendinginan -> diserap dengan air ->
710 oC  Kalsinasi MgCO3 Dipanaskan (air menguap) -> pengendapan (H2SO4 solid) -> Produk didinginkan
800 oC ( CaCO3 CaO + CO2 ) Sampai cair -> hasil : belerang cair -> packing di botol baja
Hasil : Kiln Feed (CaO 95%) > Kontak
> Rotary Kiln (Pembentukan Mineral Baru) Sulfur padat dicairkan oleh steam -> pembakaran sulfur ->O2 di dry ->hasil : SO2
800o C [C2S] *Kiln dibuat miring agar hasil turun berdasarkan gravitasi -> Pembersihan pengoto + air -> ditambah H2SO4 untuk ikat air -> pengdinginan
2C2O + SiO2 T = 425oC direaksikan dengan O2 ->hasil SO3 (98%)
1095o C [C3A dan C4AF]
CaO + AL2O3  CaO.AL2O3
CaO + 2CaO.AL2O3 3CaO.AL2O3
CaO + 2CaO.Fe2O3 + CaO.AL2O3  4CaO.AL2O3.FeO3
1260oC [C2S] Acuan Clinker bagus :
CaO + 2C2O.SiO2 Hasil : Clinker - LSF -AM
- SM
> Cooler  Safety Transport
> Finish Mill (untuk semen type 1)  ditambah gypsum agar tidak langsung
Hasil : Semen Kering bila ditambah air
> Packaging : Masuk ke silo dilengkapi aerasi , dari silo ke wadah pakai udara
Bertekanan
2. Pupuk Urea dan Nitrogen
Bahan baku : Gas Ammoniak dan Gas Karbondioksida
Proses pembuatan
Feed  gas alam N2 (CH4()
> Penghilangan air dan merkuri
- Desulfurisasi
> Reforming unit : O> Primary Reforming  Pemanasan gas ( oleh 530oC steam )
Menggunakan radiasi burner
O> Secondary Reforming  Pemanasan gas oleh kompresor
Udara
Hasil : CO2 dan H2O
O> Kolom Shift  Pembentukan gas H2 (Penyempurnaan)
Hasil : N2 bersifat inert dan sebagian H2 lepas dari shift converter
- HTSC  Keseimbangan reaksi
- LTSC  Keseimbangan bergeser ke arah produk
> Pelepsan CO2  Absorbsi menggunakan CaCO3
Dilakukan pemanasan untuk CO2 yang masih berikatan dengan CaCO3 Apabila
CO2 sudah murni, langsung didistribusi ke pabrik
> Metanasi (masih ada gas CO2 dan CO)
- Pengurangan kadar gas (max 10 ppm)
- Pereaksian gas dengan H2 sehinga membentuk gas methan
( karena CO tidak dibuang sebagai CO, setelah jadi methan  diplane)
> Sintesis LOOP
-Amonia Converter = Mengubah bahan tadi menjadi NH3
*Perbandingan harus dijaga agar seimbang (270 – 500o))
*Amoniak yang dihasilkan (gas), dinginkan sampai suhu 5oC
- Pemisahan ammonia murni
Dilakukan refrigasi dengan zat refrigerant (dibuat perbedaan fasa)
> Unit
a. SINTESA = Pereaksian Ammonia dengan CO2
b. Purifikasi = Pemisahan hasil urea dari : Ammonium Karbonat dan buret
c. Dekomposing = Pemanasan dengan tekanan rendah
d. Kristaliser = Di kristal scr vakum dan dipisah secara sentrifugasi
e. Priling Tower = Mengubah nya menjadi bentuk prill
f. Recovery = hasil yang tdk sempurna di purifikasi, kembali ke unit sintesa
g. Kondensat Treatment = Mendaur ulang proses kristalisasi
*Gas alam sudah ada di PGN dan sudah di treatment
*meskipun kadar buret kecil, tetap saja beracun
h. Cara membuat CO2 dan NH3 max?
Perbandingan Stoikiometri nya CO2 : NH3 (4 : 3,5)
j. Perubahan bentuk fasa cair menjadi padat di priling ?
Karena udara dingin dikontakkan dari bawah, dengan urea cair dari atas
k. Tingi Prilling tower itu apa?
Semakin tinggi tower, maka kontak makin bagus
3. Gelas
> Sifat Utama : Transparan, Insulator, Konduktivitas thermal kecil, tahan
Panas dan viskositas tinggi
> Bahan baku :
a. Pasir kuarsa (99%) -> Digunakan karena sifat tembus cahayanya
b. Na2CO3 -> membentuk oksida soda (Na2O)
c. Cullet -> Lembah sisa pecahan kaca (memperkecil melting point) [25%]
d. Feldspar (RAlSiO3) -> mineral dari batuan yang diproses secara hydrothermal
e. Dolomit (CaO.MgO.H2O) Batu gamping (mempercepat proses pendinginan)