Anda di halaman 1dari 16

ABOUT CONTACT US PRIVACY POLICY  

HAJAR
FISIKA
"if you want to
find the secrets of
the universe,
thinks in terms of
energy, frequency,
and vibration" -
Nikola Tesla

 MENU SEARCH... 

Home » Praktikum Fisika » Laporan Praktikum Kalorimeter Labels

BESARAN (5)

Laporan Praktikum DINAMIKA GERAK LURUS

Kalorimeter
(1)

DINAMIKA GERAK ROTASI


 19 September 2017  Praktikum Fisika
(3)

FILSAFAT (3)

GAYA GRAVITASI (1)

GETARAN DAN GELOMBANG

(3)

IMPULS DAN MOMENTUM

(1)

KINEMATIKA (6)

PENURUNAN PERSAMAAN

(2)

PERTANYAAN DASAR FISIKA

www.hajarfisika.com (1)

Laporan Praktikum Kalorimeter


PRAKTIKUM ELEKTRONIKA
DIGITAL

(17)

PRAKTIKUM FISIKA (32)


MENGUKUR KAPASITAS KALOR
PRAKTIKUM KIMIA (15)
KALORIMETER DAN KALOR JENIS
PRAKTIKUM PEMROGRAMAN
ALUMINIUM DENGAN KONSEP ASAS BLACK KOMPUTER

(10)

SBMPTN FISIKA (9)

I. Latar belakang UN FISIKA SMA (13)

          Secara umum untuk mendeteksi adanya UN FISIKA SMA TAHUN 2015

kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu (8)

dengan mengukur suhu benda atau dengan USAHA DAN ENERGI (1)

suatu alat yang dinamakan kalorimeter.


pertukaran energi kalor merupakan dasar
teknik yang dikenal dengan nama kalorimeter,
yang merupakan pengukuran kuantitatif dari
pengukuran kalori. ketika zat menerima kalor
maka zat itu akan mengalami kenaikan suhu
hingga tingkat tertentu sehingga zat tersebut
akan mengalami perubahan wujud, seperti
perubahan wujud ar padat menjadi cair.
Sebaliknya, jika suatu zat mengalami
perubahan wujud dari cair menjadi padat
maka zat tersebut akan melepaskan sejumplah
kalor.
                  Pada kehidupan sehari-hari sering
ditemui beberapa kejadian yang melibatkan
perpindahan kalor. Misalnya satu gelas air
dingin dicampur dengan satu gelas air panas,
maka air panas akan melepaskan kalor
sedangkan air dingin akan menerima kalor.
sehingga akan didapatkan suhu campuran
yang seimbang.
          Berdasarkan prinsip perpindahan kalor,
banyak sekali manfaat didalam bidang pangan
diaplikasikan sebagai pengering suatu bahan
makanan karena dengan pengeringan mikroba
pada makanan akan mati dan tidak tumbuh,
dan sebagai penggoreng bahana
makanan(Giancoli,1997).

          Oleh karena banyaknya kejadian dalam


kehidupan sehari-hari yang melibatkan
perpindahan kalor maka percobaan ini
penting untuk dipahami,sehingga dapat
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-
hari.

II. Tujuan
2.1 Memahami prinsip kerja kalorimeter
2.2 Mengukur nilai kapasitas kalor dari
kalorimeter
2.3 Mengukur kalor jenis alumunium

III. Dasar Teori


          Kalorimeter merupakan suatu alat yang
fungsinya utnuk mengukur kalori jenis suatu
zat. Salah satu bentuk kalorimeter adalah
kalorimeter campuran. Kalorimeter ini terdiri
dari sebuah bejana logam yang kalor jeninya
diketahui. Bejana ini biasanya ditempatkan
dalam bejana lain yang agak lebih besar.
Kedua bejana dipisahkan oleh bahan penyekat
misal gabus atau wol. Kegunaan bejana luar
adalah sebagai isolator agar pertukaran kalor
dengan sekitar kalorimeter dapat
dikurangi(Keenan,1980).
          Energi termal adalah energi kinetik acak
dari partikel yang menyusun suatu sistem.
Panas Q adalah energi termal berpindah dari
suatu sistem pada suatu temperatur ke sistem
yang lain yang mengalami kontak/bersentuhan
dengannya, tetapi benda pada temperatur
yang lebih rendah. Satuan SI nya adalah Joule,
satuan-satuan lain yang digunakan untuk
panas adalah kalori (1 Kal = 4,184 J) dan satuan
panas Inggris atau British termal unit (1 Btu =
1054)(Bueche,2006).
          Sejumlah energi panas tertentu
dibutuhkan untuk mengubah fasa sejumlah zat
tertentu. Panas yang dibutuhkan sebanding
denga massa zat. Panas yang dibutuhkan
untuk mencairkan zat bermassa m tanpa
perubahan temperaturnya adalah :
Q = m.Lj ..........(1)
dengan Lj dinamakan panas laten peleburan
zat tersebut. Untuk pencairan es menjadi air
pada tekanan 1 atm. Panas laten peleburan
adalah 333,5 kj/kg = 79,7 kkal/kg. Bila
perubahan fasa adalah dari cairan menjadi
gas, maka panas yang dibutuhkan adalah :
Q = m.Lv ..........(2)
dengan Lv dinamakan panas laten penguapan.
Untuk air pada tekanan 1 atm. panas laten
penguapan adalah 2,26 mj/kg = 540
kkal/kg(Tippler,2002).
          Zat yang ditentukan kalor jenisnya
dipanasi sampai suhu tertentu. Dengan cepat
zat itu dimasukkan ke dalam kalorimeter yang
berisi air dengan suhu dan massanya yang
sudah diketahui. Kalorimeter di aduk sampai
suhunya tidak berubah lagi. Dengan
menggunakan hukum kekekalan energi, kalor
jenis yang dimasukkan dapat
dihitung(Syukri,1999).
          Panas jenis benda dengan mudah dapar
diukur dengan memanaskan benda sampai
temperatur terterntu yang mudah diukur
dengan menenmpatkannya dalam bejana air
yang massa dan temperaturnya diketahui dan
dengan mengukur temperatur kesetimbangan
akhir. Jika seluruh sistem terisolasi dengan
sekitarnya, maka panas yang keluar dari
benda sama dengan panas yang masuk ke air
dan wadahnya. prosedur ini disebut dengan
kalorimetri dan wadah air yang terisolasi
dinamakan kalorimeter. Misalkan m adalah
massa benda, c adalah kalor jenis dan
T0  adalah temperatur awal. jika T1  adalah
temperatur akhir benda dalam bejana air,
maka panas yang keluar dari benda adalah : 
Qkeluar = m.c.(T0-T1) ..........(3)
Jika T0 adalah temperatur awal air dan
wadahnya dan T1 adalah temperatur akhir
benda dan air panas, maka panas yang diserap
oleh air dan wadahnya adalah :
Qmasuk = ma.ca.(T1-T0) + mw.cw.(T1-T0) ..........(4)
dengan ma dan ca adalah massa dan panas
jenis air dan mw dan cw adalah massa dan
panas jenis wadah. Karena jumlah panas ini
sama, panas jenis c benda dapat dihitung
dengan menuliskan panas yang keluar dan
masuk :
Qkeluar = Qmasuk
                                                                        m.c.(T0-T1) =

ma.ca.(T1-T0) + mw.cw.(T1-T0) ..........(5)


karena hanya beda temperatur yang ada
dalam persamaan diatas dan karena kelvin
dan celcius berukuran sama, maka temperatur
dapat diukur dengan skala celcius maupun
kelvin tanpa mempengaruhi
hasil(Muran,2004).
          Kalor jenis bahan sejumlah zat dapat
dilihat dalam tabel berikut : (Kane, 1991).

IV. Metodologi Percobaan


4.1 Alat dan Bahan
a. Kalorimeter berfungsi untuk mengukur
kalor jenis suatu zat benda (1 buah)
b. Termometer berfungsi untuk mengukur
suhu air (2 buah)
c. Neraca berfungsi untuk mengukur massa
kalorimeter dan massa air (1 buah)
d. Logam aluminium berfungsi sebagai benda
yang akan diukur kalor jenisnya (1 buah)
e. Gelas ukur berfungsi sebagai tempat
pengukuran air dingin yang akan dimasukkan
ke dalam kalorimeter (1 buah)
f. Pemanas berfungsi untuk memanaskan air (1
buah)
g. Air (secukupnya)

4.2 Gambar Alat


-

4.3 Langkah Kerja


          4.3.1 Mengukur kalor jenis kalorimeter

          4.3.2 Mengukur kalor jenis logam


aluminium
4.4 Metode Grafik
          4.4.1 Grafik 1

          4.4.2 Grafik 2

V. Data dan Analisa


5.1 Data Percobaan

5.2 Analisa Data


            Prinsip pada percobaan ini adalah
menggunakan prinsip Asas Black yaitu dengan
cara mencampurkan kedua zat yang
mempunyai perbedaan suhu dala kalorimeter,
zat yang mempunyai suhu tinggi akan
melepaskan kalor dan zat yang mempunyai
suhu rendah akan menerima kalor yang
dilepaskan sehingga suhu akhir atau
campuran dapat ditentukan, kemudian salah
satu variabel yang belum diketahui seperti
kalor jenis, kapasitas bahan kalor, massa dan
kalor dapat ditentukan melalui persamaan.
Proses dalam kalometri (metode untuk
mengukur panas pada kalorimeter)
berlangsung secara adiabatik, yaitu tidak ada
energi yang lepas atau masuk dari luar ke
dalam  kalorimeter.
          Energi kalor adalah energi kinetik acak
dari partikel yang menyusun suatu sistem, zat
yang mempunyai suhu lebih tinggi melepaskan
kalor karena mempunya energi kinetik
partikel yang lebih tinggi(kecepatannya lebih
tinggi Ek~V) daripada zat yang bersuhu lebih
rendah. Pada saat pencampuran suatu zat,
terjadi tumbukkan-tumbukkan secara acak
dari partikel yang bersuhu lebih tinggi ke suhu
yang lebih rendah, karena energi kinetik suhu
yang lebih tinggi lebih besar daripada suhu
yang lebih rendah maka tumbukkan pada
partikel yang bersuhu lebih tinggi juga
besar(Ek~V~P). Jadi ketika partikel-partikel
dari zat yang bersuhu lebih tinggi menumbuk
zat-zat partikel yang bersuhu rendah, terjadi
hukum kekekalan energi kinetik, yaitu energi
kinetik yang dihasilkan oleh tumbukan
partikel suhu tinggi akan berpindah ke partikel
suhu rendah (Eki  = Ekf, Ek kekal pada gas
ideal). Jika sistem terisolasi sempurna pada
pencampuran zat maka seluruh partikel-
partikel dari zat tersebut akan saling
menumbuk, sehingga seluruh energi kinetik
partikel pada sistem tersebut akan sama dan
pada saat inilah terjadi keseimbangan
suhu(suhu campuran). Jadi inilah alasan
mengapa kalor dilepaskan oleh zat yang
bersuhu lebih tinggi karena energi kinetiknya
lebih besar dan terjadi hukum kekelan energi
kinetik.
          Pada percobaan ini juga terjadi konversi
energi listrik menjadi energi kalor pada
pemanas air. Kemudia definisi dari energi
listrik itu sendiri adalah energi yang
diakibatkan oleh muatan listrik(statis) atau
ion(positif atau negatif) yang menyebabkan
medan listrik statis atau gerakan elektron
dalam konduktor(penghantar listrik), gerakan
partikel(energi kinetik) yang acak inilah yang
menyebabkan munculnya energi kalor, jadi
itulah mengapa bisa terjadi perubahan energi
listrik menjadi energi kalor karena terjadi
gerakan elektron dalam konduktor yang
menghasilkan energi kalor(listrik -->
mekanik(gerak) --> kalor). Dalam hal ini juga
terjadi peristiwa Asas Black, yaitu energi listrik
yang dilepas oleh pemanas air akan diterima
oleh kalorimeter dan air, sehingga terjadi
perubahan panas pada air dan kalorimeter.
Perpindahan kalor yang terjadi pada air ini
adalah perpindahan jenis konverksi, karena
hanya terjadi perpindahan partikel-partikel zat
yang disebabkan oleh perbedaan massa jenis.
Ketika air dibagian bawah memuai akibat
dipanaskan oleh pemasa air, massa jenisnya
akan berkurang sehingga akan membuat air
yang bersuhu tinggi dibagian bawah tersebut
bergerak naik(ke atas), tempatnya digantikan
oleh air yang suhunya lebih rendah, yang
bergerak turun karena massa jenisnya lebih
besar(ρ ~ m ~ 1/T).

          Pada saat percobaan, air dingin diambil


untuk melakukan percobaan selanjutnya
karena pada percobaan ini dilakukan 5 kali
variasi massa air panas, akibatnya suhu pada
kalorimeter masih tetap panas karena
percobaan sebelumnya, dengan mengetahui
konsep dari Asas Black maka kalorimeter diisi
dengan air dingin sampai panas yang terdapat
pada kalorimeter bisa turun dan terjadi
keseimbangan termal sehingga suhu pada
kalorimeter menjadi tidak tinggi lagi. Konsep
dari Asas Black ini juga dapat diterapkan pada
kehidupan sehari-hari, contohnya pada
penghangatan es krim yang terlalu dingi dan
pendinginan pada kopi yang terlalu hangat,
udara yang dihembuskan melalui mulut akan
bercampur dengan udara pada kopi atau es
krim tersebut, sehingga dapat tercapai
keseimbangan termal yang menyebabkan suhu
pada es krim dan kopi tersebut menjadi tidak
terlalu rendah dan tinggi lagi.
          Variabel bebas pada percobaan ini
adalah massa air panas karena faktor ini yang
mempengaruhi terjadinya perubahan hasil
atau variabel ini merupakan variabel yang
divariasikan dalam percobaan, variabel
terikatnya adalah suhu(air panas, air dingin,
campuran) karena faktor ini merupakan hasil
dari pengaruh variabel bebas, variabel
kontrolnya adalah kalor jenis air, kalor jenis
kalorimeter, massa air dingin dan massa
kalorimeter karena faktor-faktor ini
merupakan variabel pengendali yang
menyebabkan hubungan antara variabel
terikat dan variabel bebas bisa berlangsung
konstan atau faktor lain yang mendukung
terjadinya hubungan antara variabel bebas
dan variabel terikat.
          Tabel data percobaan 5.1.1 pengukuran
nilai kalorimeter menunjukkan bahwa massa
air panas mempengaruhi hasil dari suhu
campuran, semakin banyak air panas yang
dicampurkan pada air dingin semakin tinggi
juga suhu campuran yang dihasilkan. Hasil itu
dapat terlihat pada data percobaan 2 sampai
ke 5 pada tabel percobaan 5.1.1, pada data
percobaan ke 1 tidak dipenuhi pengaruh dari
air panas tersebut karena mungkin terdapat
kesalahan dalam percobaan, kemungkinan
dalam pengukuran suhu akhir campuran air
belum tercampur seluruhnya ataus secara
merata. Pada tabel percobaan 5.1.2
pengukuran nilai kalor jenis logam aluminium
terdapat konsep serupa dengan pengukuran
nilai kalor jenis kalorimeter, yaitu massa air
panas mempengaruhi hasil dari suhu
campuran. Hasil itu dapat terluhat pada data
percobaan ke 1 sampai ke 5 pada tabel
percobaan 5.1.2.
          Menurut literatur dari fisika dasar karya
Joseph w kane tahun 1991 menyatakan bahwa
kalor jenis air dan aluminium masing-masing
adalah sebesar 4200 J/kg ̊
C, harga kalor jenis
air ini digunakan dalam percobaan ini dan
harga dari kalor jenis aluminium digunakan
sebagai perbandingan hasil dalam percobaan.
Perhitungan yang digunakan pada percobaan
ini adalah dengan metode grafik, berikut ini
adalah 2 gambar grafik untuk menghitung
kalor jenis dari kalorimeter dan kalor jenis
dari logam aluminium :

Pada gambar grafik pengukuran kalor jenis


kalorimeter didapatkan nilai gradien sebesar
m = (0,011±1,510) dengan ketelitian sebesar
75,5%. Pada gambar grafik pengukuran kalor
jenis logam aluminium didapatkan nilai
gradien sebesar m = (0,011±1,515) dengan
ketelitian sebesar 82,9%. Pada metode grafik
ini didapatkan nilai kalor jenis kalorimeter
dan aluminium serta kapasitas kalor
kalorimeter sebesar ; ck  = 864,354 J/kg ̊ C, cl  =
1063,28 J/kg ̊
C, Ck  = 128,529 J/kg ̊
C. Hasil kalor
jenis logam aluminium ini berbeda pada
literatur dari fisika dasar karya Joseph w kane
tahun 1991, perbedaan ini terjadi karena
kesalahan-kesalahan yang terjadi selama
percobaan, yaitu kurang teliti dalam
menimbang air dan kalorimeter, kurang teliti
dalam mengukur suhu air, kemungkinan ada
energi yang diserap oleh benda lain atau suhu
logam waktu dipanaskan banyak yang hilang
ke lingkungan, dalam pengukuran suhu akhir
campuran air belum tercampur seluruhnya,
dan kesalahan dalam perhitungan.

VI. Kesimpulan
6.1 Prinsip kerja dari kalorimeter adalah
menggunakan prinsip Asas Black yaitu dengan
cara mencampurkan kedua zat yang
mempunyai perbedaan suhu dalam
kalorimeter, zat yang mempunyai suhu tinggi
akan melepaskan kalor dan zat yang
mempunyai suhu rendah akan menerima
kalor yang dilepaskan, sehingga suhu akhir
atau campuran dapat ditentukan, kemudian
salah satu variabel yang belum diketahui
seperti kalor jenis, kapasitas bahan kalor,
massa, dan kalor ditentukan melalui
persamaan

6.2 Kapasitas kalor kalorimeter(Ck) yang


didapatkan pada percobaan ini adalah
sebesar Ck = 128,529 J/kg ̊
C

6.3 Kalor jenis logam aluminium(cl) yang


didapatkan pada percobaan ini adalah sebesar
cl = 1063,28 J/kg ̊
C

VII. Daftar Pustaka


Bueche, Frederick.2006. Fisika Universitas Edisi
ke 10. Jakarta : Erlangga.
Giancoli, Douglas C.1997. Fisika Jilid I. Jakarta :
Erlangga.
Kane, Joseph W.1991.  Fisika Dasar. Jakarta :
Erlangga.
Keenan, Charles W.1980.  Fisika untuk
Universitas Jilid I. Jakarta : Erlangga.
Muran, Michael J.2004.  Termodinamika Jilid I.
Jakarta : Erlangga.
Syukri, S.1999. Fisika Dasar 1. Bandung : ITB.
Tippler, Paul A.2002.  Fisika untuk Sains dan
Teknik. Jakarta : Erlangga.
VIII. Bagian Pengesahan
-

IX. Lampiran

Related Posts :

Laporan Praktikum Gaya Gesek


www.hajarfisika.com Laporan
Praktikum Gaya Gesek PERHITUNGAN
KOEFISIEN GESEK STATIK DAN
KINETIK DENGAN BERBAGAI VARIASI
MASSA I. Latar… Read More...

Laporan Praktikum Bandul Matematis


www.hajarfisika.com Laporan
Praktikum Bandul Matematis
MENGUKUR PERCEPATAN GRAVITASI
BUMI MELALUI GERAK OSILASI
BANDUL MATEMATIS… Read More...

Laporan Praktikum Viskositas


www.hajarfisika.com Laporan
Praktikum Viskositas MENENTUKAN
VISKOSITAS ZAT CAIR I. Latar
belakang           Kekentalan adalah sifat
d… Read More...

Laporan Praktikum Pesawat Atwood


www.hajarfisika.com Laporan
Praktikum Pesawat Atwood PRINSIP-
PRINSIP YANG DIGUNAKAN PADA
PESAWAT ATWOOD I. Latar belakang  
… Read More...
Laporan Praktikum Kalorimeter
www.hajarfisika.com Laporan
Praktikum Kalorimeter MENGUKUR
KAPASITAS KALOR KALORIMETER
DAN KALOR JENIS ALUMINIUM
DENGAN KONSEP ASA… Read More...

0 Response to "Laporan Praktikum Kalorimeter"

Anda mungkin juga menyukai