Anda di halaman 1dari 8

Beberpa Karya Buku oleh

EDWARD T WHITE
Architectural Programming
Edward T White

Menurut Edward T. White, terdapat beberapa tahap proses berpikir kreatif yang harus dilalui
dalam metode pemrograman arsitektur, yaitu sebagai berikut :
A. Pandangan Awal (First Insight)
Merupakan tahap awal, dimana pada tahap ini dalam memahami suatu projek hanya melalui
wawasan yang sudah dimiliki sebelumnya.
B. Persiapan (Preparation)
Tahap untuk lebih memahami suatu projek dengan mencari literatur-literatur dari berbagai
sumber yang berkaitan dengan perancangan projek.
C. Inkubasi (Incubation)
Dalam tahap ini, mulai timbul berbagai macam permasalahan terkait dengan perancangan
suatu projek.
D. Pencerahan (Illumination)
Merupakan tahap dimana mulai ditemukannya sebuah jawaban atau penyelesaian dari
permasalahan permasalahan terkait dengan perancangan projek.
E. Pemeriksaan (Verification)
Dalam tahap ini, dilakukan adanya pemeriksaan mengenai keterkaitan permasalahan yang
timbul dengan penyelesaian yang telah ditemukan.
F. Desain (Design)
Tahap ini merupakan tahap akhir proses berpikir kreatif yang pada proses selanjutnya dapat
dijadikan acuan dalam mebuat sebuah desain.
Site Analisys
Edward T White

Analisa Tapak merupakan suatu kegiatan riset praperancangan yang memusat pada kondisi-
kondisi yang ada, dekat dengan potensial pada dan di sekitar sebuah tapak serta merupakan
suatu penyelidikan atas seluruh tekanan, gaya, situasi serta timbal baliknya pada lahan
dimana proyek kita akan didirikan.
Peran utama dari analisa tapak dalam perancangan adalah memberi kita informasi mengenai
tapak kita sebelum memulai konsep-konsep perancangan kita sehingga pemikiran dini kita
tentang bangunan dapat menggabungkan tanggapan-tanggapan yang berarti terhadap
kondisi-kondisi luar.
Persoalan tapak antara lain : lokasi, ukuran, bentuk, kontur, utilitas, tata wilayah, garis
sempadan, lalu lintas, pemandangan ke dan dari tapak dll. Sebagai arsitek kita perlu
mengetahui persoalan tersebut agar dapat merancang sebuah bangunan yang berhasil tidak
hanya memenuhi pertanggungan jawab internal tapi juga eksternal, serta mengantisipasi
persoalan dan potensi sekarang maupun masa yang akan dating.
DEFINISI, PERSOALAN DAN IMPLIKASI PERANCANAGN TAPAK
A. Tapak Sebagai Jaringan Aktif
Sebuah tapak tidak pernah tidak berdaya tetapi merupakan sekumpulan jaringan yang
sangat aktif yang terus berjalan dan jalin menjalin dalam perhungan yang sangat rumit.

B. Segitiga Konskeuensi
Merupakan suatu model yang berguna untuk memahami jaringan dari sebab akibat tautan
dan bagaiamana sebab akibat tersebut berhubungan kepada aspek-aspek dan persoalan-
persoalan lain dari proyek. Segitiga konskuensi memusatkan pada peniruan bangunan yang
telah selesai dan ditempati serta didasarkan pada suatu hipotesis bahwa bukanlah rancangan
atau bangunan itu sendiri yang menjadi tanggung jawab akhir kita sebagai perancang tapi
tetapi peramalan dan kelahira sekumpulan konskuensi atau akibat yang telah dianggap
positif dan mungkin.
Terdapat tiga pihak dalam segitiga konsekuensi :
1. Bangunan
Mencakup seluruh perwujudan fisik dari rancangan kita baik interior maupun eksterior
seperti dinding, lantai, langit-langit, struktur, peralatan mekanik, furniture,
penerangan, jendela, pitnu, dll.
2. Pemakai
Meliputi semua orang yang memiliki bangunan tersebut, yang bekerja dan memelihara
di dalamnya, klien, langganan dalam bangunan, pengguna, tetangga atau yang sekedar
lewat di depannya.
3. Tautan
Meliputi semua kondisi , situasi, pengaruh-pengaruh, dan tekanan-tekanan pad tapak
yang telah ada sebelum pembangunan bangunan tersebut.
Yang penting kita harus memahami bagaimana ketiga pihak tersebut saling mempengaruhi
satu sama lain. Dalam merancang tapak atau menempatkan bangunan pada tapak tidak
mungkin tanpa melakukan perubahan kondisi yang ada, namun kita harus menentukan apa
yang dipertahankan, diperkuat, ditekankankan, dikurangi, digubah dan dihilangkan.
Sehingga kita akan selalu mewariskan tapak yang keadaannya lebih baik dari pada saat kita
mendapatkannya pertama kali.
DATA TAPAK
Jika kita berharap untuk melakukan analisa tapak yang cermat, terdapat beberapa hal yang
harus kita ingat mengenai data tapak yang harus kita kumpulkan yaitu
1. Harus mengunjungi tapak agar dapat merasakan spirit jiwa tapak.
2. Memahami data tapak terhadap dimensi waktu masa lalu. Masa kini dan masa yang akan
datang.
3. Perlu memandang pada lapisan persoalan tautan berkutnya di luar persoalan=persoalan
yang kita tuju.
4. Harus dapat merekam informasi apa yang “keras” (tidak dapat ditawar) seperti batas tapak,
ketentuaan hokum, daerah tapak dan letak utilitas maupun data “lunak” (kondisi tapak yang
dapat dirubah atau yang tidak secara mutlak harus diarahkan atau ditanggapi dalam
rancangan) seperti pemandangan, lingkungan, kebisingan. Namun pada beberapa kondisi
ada data keras yang dapat dirubah menjadi data lunak seperti kontur, tata wilayah, garis
sempadan dan pepohonan walaupun harus memperhatikan ketentuan yang berlaku.
5. Memahami skala proritas dari informasi yang dikumpulkan dan direkam, misalnya sesuatu
memiliki nilai yang besar dan harus diselamatkan, diperkaya dan diperkuat atau apakah
sesuatu hal adalah sangat negative dan harus dihilangkan atau dihindarkan.

Pembuatan Diagram Informasi dan Tanggapan Rancangan Tapak, meliputi :


1. Proses identifikasi persoalan
Mengenali persoalan-persoalan yang akan dianalisa dan mencatat secara diagramatis, antara
lain :
Pikirkan wujud proyek, kebutuhannya, persyaratannya dan persoalan kritisnya
Mengunjungi tapak agar lebih dapat merasakannya.
2. Mengumpulkan data
Dengan sumber yang baik dan akurat.
3. Membuat diagram
Dapat terpisah, terpadu maupun penggabungan, tergantung keparluannya. Lihat lebih detail
buku White hal 40-120.
4. Mengorganisasikan Diagram-Diagram
Ada beberapa cara dalam mengorganisasikan diagram yang dapat digunakan untuk pengaturan
informasi antara lain :
Kategori Subjek
Kuantitatif-Kualitatif
Umum-Khusus
Kepentingan Nisbi
Urutan penggunaan
Saling ketergantungan
Contoh secara diagramatis
5. Menafsirkan Diagram
Penafsiran atas diagram-diagram adalah usaha kita untuk menunjukkan makna terhadap apa
yang telah kita jumpai tentang tapak kita. Kita tengah mencoba untuk mengubah data menjadi
informasi tapak.
Penafsiran adalah dimana kita membaca diagram-diagram dan membiarkannya memberi
kepada kita sesuatu tentang apa yang dapat kita duga ketika kita benar-benar memulai pada
konseptualisasi rancangan. Terlampir beberapa contoh langkah-langkah dalam menanggapi
persoalan-persoalan dalam tapak. White, 1985 : 126-152)

BENTUK-BENTUK ANALISIS TAUTAN LAINNYA

Terdapat beberapa metoda lain untuk menggambarkan informasi yang dipelajari melalui
analisa tautan. Teknik analitik pada situasi ini tidaklah berubah dari yang telah dibahas,
namun merupakan penyajian lain yaitu :
Potret (udara, suasana yang ada, dll)
Maket (menggambarkan situasi tiga dimensi)
Lembaran transparan (diagram yang terpisah dapat dilakukan super impose)
Analisis ruang interior (untuk mengambarkan keterkaitan ruang dalam dan ruang luar
sebagai satu kesatuan)