Anda di halaman 1dari 6

d

https://sarafambarawa.wordpress.com/category/laporan-kasus/page/3/

PPOK

Pasien datang dengan keluhan batuk (+) dahak (+) yang makin lama makin memberat terkadang terasa
sesak, pusing (+), Demam (+) naik turun. KU sakit sedang, TD: 150/90, RR 20x/mnt, Suhu 37,5 c. Pem.
fisik paru: ronkhi +/+, wh -/-, Hasil lab: leukosit 7,900 u/l, Interpretasi Ro Thorax: terdapat
perselubungan homogen

O2 2L/mnt

Infus RL 16 tpm

Ceftriaxon 3 x 1 gr IV

Metil Prednisolon 2x4 mg

Lansoprazole 2x30 mg

N Acetylcysteine 3 x 1 200 mg

Paracetamol 3 x 500 mg

Nebulizer Combivent (0,5 mg/3,01 mg)/ 2ml

Nebulizer Pulmicort 0,5mg/ 2ml

DHF

Pasien datang dengan keluhan demam sejak 5 hari SMRS, badan pegal-pegal, mual (+) muntah (+) 1x,
kepala terasa nyeri dan pusing berputar. BAB dan BAK normal. Pem. fisik; TD 120/80 mmHg, suhu 39 C,
konjungtiva anemis (-/-), palpasi abdomen; nyeri tekan (+) regio hipokondrium kanan. Hasil lab: Leukosit
7100 /ul, HT 35%, Trombosit 98.000 /ul.

IVFD RL 500ml/ 8jam

Paracetamol 3x500mg

Antasida syr 3x1c

Domperidone 3x10mg

Neurodex 1x1tab

Heart Failure

Pasien datang dengan sesak nafas yang memberat sejak 1 hari SMRS. Sesak napas juga muncul saat
pasien berbaring sehingga harus menggunakan 3 bantal saat tidur. Di malam hari pasien sering
terbangun tiba-tiba karena sesak napas. Riwayat hipertensi tidak terkontrol. TD 200/150 mmHg, Nadi
100x/m, RR 32 x ronkhi halus di basal paru. Edema tungkai +/+. Interpretasi EKG:Takikardi, hipertrofi
ventrikel kiri, kesan Ro. Thorax: Edema pulmonum, Cardiomegali.
Oksigen 4 lt

Infus RL 500 15 tpm

ISDN 3x10 mg

Furosemid tab 2x40 mg

Candesartan 1x8mg

Lansoprazol 1x30mg

Dyspepsia

Pasien datang dengan keluhan nyeri ulu hati disertai mual, nyeri seperti ditusuk- tusuk pada daerah
epigastrium dengan skala nyeri 4(1-10) dan nyeri terasa memberat pada saat terlambat makan serta
makan makanan pedas. TD 110/70, suhu 36,6 C, pem. fisik abdomen: Nyeri tekan epigastrik (+), BU (+)
normal.

Paracetamol 3x500mg (PRN)

Lansoprazole 1x30mg

Antasida syr 3x1c

Edukasi diet makanan

Colic renal

Pasien datang dengan keluhan nyeri pinggang, nyeri juga dirasakan saat BAK, BAK berwarna kuning.
Demam disangkal. Pasien memiliki riwayat BAK menjadi berwarna merah dan keluar batu. RD 110/70
mmHg, Suhu 36,5 C, pem. fisik nyeri ketok CVA (-), Hasil lab: Leukosit 12.260 /ul, eritrosit 3,15 juta/Ml,
kimia darah tidak ditemukan peningkatan kadar ureum, kreatinin, asam urat; urin lengkap ditemukan
warna keruh, epitel (+), sedimen (+), peningkatan kadar eritrosit 5-7 / LPB, leukosit 10-11/LPB. USG
urologi; tidak tampak gambaran batu pada saluran kemih.

Inf RL 500/12 jam

Ceftriaxon 1 gr/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8 jam

DM tipe 2

Pasien datang dengan keluhan keapala pusingsejak 3 hari, semakin memberat, nyeri ulu hati seperti rasa
terbakar, mual (+) muntah (-), BAB dan BAK dalam batas normal, batuk/pilek(-) demam (-). Pem. Fisik;
TD 130/80 mmHg, Suhu; 36,5 C, Nadi; 78 x/mnt, Respirasi; 28 x/mnt, palpasi abdomen: nyeri tekan
epigastrik (+), Hasil lab; GDS 304 mg/dl
IVFD RL 500 ml/12 jam

Metformin 3x500mg

Glimepirid 1x2mg

Captopril 1x12,5mg

Lansoprazole 1x30mg

Neurodex 1x1tab

Anemia

Pasien datang dengan keluhan badan lemas sejak 2 hari SMRS, lemas dirasakan mengganggu aktivitas,
pusing (+), mual (+) muntah (-). Pem. fisik: TD 110/70 mmHg, Nadi 80x/mnt, RR 20x/mnt, Konjungtiva
anemis (+/+), Pem. penunjang: Hb 7,3 g/dl Eritrosis 4,3; MCV 60,24; MCH 17,12; MCHC 28,42

IVFD RL 500ml/24jam

Hufabion 1x1tab

Paracetamol 3x500mg

R/ Transfusi PRC 1 kolf

Faringitis

Pasien datang dengan keluhan demam sejak 1 hari SMRS, disertai tenggorokan terasa sakit dan tidak
berselera makan. Mual (-) Muntah (-), keluhan disertai batuk kering. Pem. fisik; TD 120/80 mmHg, suhu
37,8 C, konjungtiva anemis (-/-), Inspeksi Faring hiperemis tonsil (T2-T2)

IVFD RL 500ml/ 12jam

Paracetamol 3x500mg

Cefixime 2x200mg

Imboost 1x1tab

GEA

Pasien datang dengan keluhan BAB cair sejak 2 hari SMRS, konsistensi cair, ampas (+) lendir (+) darah (-),
frekuensi 4-5x/hari, pasien juga merasa badan lemas dan menjadi cepat haus. Keluhan disertai rasa sakit
pada perut seperti melilit, mual (-) muntah (-). Pem. fisik: TD 110/70 mmHg, Nadi 80x/mnt, RR 20x/mnt,
Konjungtiva anemis (-/-), NT abdomen (+) regio epigstrik dan umbilical, BU (+) meningkat, turgor kulit
dalam batas normal. Hasil lab: Leukosit 11.780 /ul, eritrosit 3,05 juta/Ml. Elekrolit; Na 137 mmol/L, K
3,33 mmol/L, Feses lengkap; darah (-), eritrosit (-), leukosit (-), telur cacing (-).
IVFD RL 500ml/8 jam

Paracetamol 3x500mg

Domperidon 3x10mg

Kaolin 550mg pectin 20mg 3x2tab

Pasien laki-laki, 72 tahun masuk UGD dengankeluhan demam, sesak nafas dan perut kembung
sejaksehari SMRS.Dari pemeriksaan fisik ditemukan keadaanumum : sakit sedang, CM. Tanda vital : TD
105/61mmHg,HR 115X/m, S 40,2C, RR 26x/m. Mata tak anemis,tak ikterik. Jantung BJ I-II murni, murmur
-, gallop –.Paru: Vesikuler, rh -/- . Abdomen lemas, H/L , NT (+)epigastrium, BU (+).Ekstremitas: pulsasi
cukup, edema -,sianosis –.Dari hasil laboratorium: hematologi : Hb 12,6;Ht 37; L 16100; Tr 211.000.
Malaria (-), widal (-), SGOT41;SGPT 38; alk phospatase 87; Ur 58; Cr 1,4; GD 179.AGD : pH 7,37; pO2
86,5; pCO2 40,9; HCO3 23,3; Sat 96;BE -1.8; laktat 2,12. Thorax foto : Pleuropneumonia kiri

CKD + CHF

Pasien dengan keluhan sesak nafas kurang lebih 1 bulan SMRS. Keluhan dirasakan memburuk ketika
aktivitas tetapi tidak membaik dengan istirahat, sebelumnya pasien juga mengalami mual dan muntah
yang berisi makanan campur cairan namun tidak ada darah, nyeri dada dan ulu hati, bengkak pada kaki,
lemas badan. Pasien juga sering mengeluhkan tidak nafsu makan. Keluhan nyeri dada dirasakan saat
berbaring sering membuat pasien bangun pada malam hari. Pasien memiliki riwayat penyempitan
jantung, tekanan darah tinggi dan gastritis.Dari hasil pemeriksaan fisik pasien dengan kesadaran compos
mentis, tekanan darah 170/90 dan tanda-tanda vital yang lain dalam batas normal. Pemeriksaan kepala
ditemukan dari matanya dengan conjunctiva anemis, leher tidak ada keabnormalan, thorak terdapat
ronkhi di kedua paru, abdomen terdapat nyeri tekan yang positif di regio epigastrik disertai nyeri ketok
CVA +/+ dan pada ekstremitas bawah terdapat edema pitting. Hasil pemeriksaan penunjang Hb (7,1
g/dL), leukosit (14.000), ureum (148 mg/dL), dan kreatinin (9,11 mg/dL), HbsAg kualitatif(+), sedangkan
pemeriksaan lain dalam batas normal.

CKD + DM

Seorang laki-laki, Tn. H, 62 tahun datang dengan keluhan kedua tungkai bengkak sejak 2 minggu
sebelumnya. Selain itu, pasien juga merasa badannya terasa lemas seperti tidak ada tenaga sejak kurang
lebih 1 bulan terakhir. Sejak 3 hari yang lalu, pasien mengeluh mual dan muntah. Mual muntah
dirasakan kurang lebih 5 kali dalam satu hari terutama setelah makan. Muntah berwarna kekuningan
disertai makanan yang baru ia cerna sebanyak seperempat gelas belimbing di setiap muntah. Sejak saat
itu, ulu hatinya menjadi terasa sakit dan terasa tidak nyaman. Pasien mengaku buang air kecil tidak
banyak. Ia tidak menyadari keluhan buang air kecil tersebut karena ia merasa buang air kecil tidak terasa
sakit atau tidak lancar hanya saja memang intensitas berkemih menurun dalam 6 bulan terakhir. Dalam
sehari ia buang air kecil sebanyak 2 kali dan berwarna kekuningan. Pasien memiliki riwayat hipertensi
sejak tahun 2002 serta kencing manis sejak tahun 2004. Ia mengaku tidak rutin kontrol ke dokter atau di
Puskesmas terdekat karena alasan biaya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital tekanan darah
190/110 mmHg, nadi: 82 x menit, pernafasan 22x/menit, dan suhu: 36,4 °C. Konjungtiva pucat, terdapat
nyeri tekan di epigastrium, dan pitting oedem pada ekstrimitas inferior. Dari pemeriksaan laboratorium
didapatkan Hb 5,2 g/dl, leukosit 294.400/ul, ureum 70 mg/dl, kreatinin 7,2 mg/dl, dan GDS 168 mg/dl.
Dengan penghitungan GFR 7,9 ml/ mnt/1,73m2.

Pasien dirawat di ruang rawat inap dan diberikan terapi berupa tatalaksana nonmedikamentosa dan
medikamentosa. Nonmedikamentosa berupa istirahat (tirah baring), diet tinggi kalori, rendah protein
rendah fosfat, dan rendah garam, asupan cairan dan elektrolit yang seimbang. Medikamentosa berupa
transfusi 800 cc, cairan infus ringer laktat gtt XX/menit, furosemid 1 x 40 mg, captopril 3 x 12,5 mg,
CaCO3 3 x 1 tab, bicnat 3 x 1 tab, dan asam folat 3 x 1 tab

SH

Pasien datang dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri, 3 jam SMRS pasien tiba- tiba pasien
merasa anggota gerak kiri terasa lemah setelah keluar dari kamar mandi, ketika di kamar mandi pasien
sedang mengambil air wudlu. Keluhan pasien bertambah lemah, pasien di temukan keluarga berbaring
lemah di tempat tidur. Pasien masih dapat diajak komunikasi dengan baik, tetapi bicara sudah pelo, bibir
merot serta anggota gerak kiri terasa bertambah lemah dan sangat sulit untuk digerakkan. Pasien juga
mengeluh nyeri kepala yang berdenyut di seluruh kepala, terus menerus. Buang air besar dan buang air
kecil normal, lancar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E3V5M6 somnolen. Tekanan darah 180/
100 mmHg, nadi 80 x/ menit, pernafasan 20 x/ menit. Pada pemeriksaan fungsi motorik didapatkan
adanya keterbatasan gerak, kelemahan kekuatan otot. refleks Babinski (+) Pada pemeriksaan neurologis
saraf kranialis ditemukan adanya deviasi sudut bibir kearah lesi, hal ini menunjukkan adanya kelemahan
nervus VII sinistra. Ditemukan adanya parese nervus XII yang mempersarafi lidah dengan adanya deviasi
lidah ke arah kiri. Skor siriraj; ( 2,5 x 1 ) + ( 2 x 1 ) + ( 2 x 1 ) + ( 0,1 x 100 ) - ( 3 x 1 ) – 12 = 1,5 ,Hasil dari
Siriraj > 1 yang berarti terdapat perdarahan supratentorial. CT Scan; Kesan; Gambaran ICH di Thalamus
dextra dengan perifocal edema dan lesi masuk intraventrikulus lateralis bilateral, ventrikel III dan IV, IVH
panventrikuli dengan volume perdarahan kurang lebih 14,9 cc di sertai gambaran Brain edema dan
Midlaine shift (minimal).

Non Medikamentosa :

-Tirah baring, nasal kanul 3 L per menit

-Rehabilitasi medik

Medikamentosa :

-Infus Asering 20 tpm

-Infus Manitol 4x125 mg ( tapering off)

Inj. Piracetam 4 x 3 gr

Inj. Citicolin 2 x 500 mg


Inj. Ranitidin 2 x 1 amp

Inj. Asam tranexamat 3 x 1gr

Inj. Meticobalamin 1 x 1

Inj. Ketorolac 1 ampul (ekstra)

PO :

Amlodipine 1 x 5 mg

Irbesartan 1 x 300 mg

Nimodipine 4 x 1

Parasetamol 2 x 650 mg

Diltiazem HCL 1 x 200

Flunarizine 2 x 1