Anda di halaman 1dari 15

SOAL LATIHAN BAB 7(BIAYA OVERHEAD PABRIK)

1. Sebutkan definisi biaya overhead pabrik! Berikan contoh 3 macam biaya overhead pabrik dalam
perusahaan percetakan!

Jawaban :

Biaya overhead pabrik merupakan biaya produksi yang tidak masuk kedalam biaya bahan baku atau
biaya tenaga kerja langsung.

Contohnya: 1. Overhead produksi

2. Overhead administrasi

3. Overhead penjualan

2.Menurut sifatnya,biaya overhead pabrik dapat digolongkan menjadi 6 golongan. Sebut dan jelaskan
tiap golongan biaya overhead pabrik tersebut!

Jawaban :

a). Biaya Bahan Penolong,

Bahan penolong adalah bahan yang tidak menjadi bagian produk jadi atau bahan yang meskipun
menjadi bagian produk jadi etapi nilainya relaif keil bila dibandingkan dengan harga pokok produksi
tersebut. Dalam penusahaan percetakan misalnya, yang termasuk dalam bahan penolong antara lain
adalah: bahan perekat, tinta koreksi, dan pita mesin ketik. Bahan penolong dalam perusahaan kertas
adaiah: soda, kapont, tapiok, bah an warna, tylose, tawas, arpus, kaoline, dan bahan bahan kimia yang
lain.

b). Biaya Reparasi dan Pemeliharan.

Biaya reparasi dan pemeliharaan berupa biaya suku cadang (parparnts) biaya bahan habis pakai (ator
suppliey dan harga perolchan jasa dar pihak luar perusahaan untulk keperluan perbaikan dan
pemeliharan emplasemen, i perumahan, bangunan pabrik, mesin-mesin dan ekuipmen, kendaraan,
perkakas laboratorium, dan aktiva tetap lain yang digunakan untuk keperluan pabrik.

c). Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung.

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja pabrik yang upahnya tidak dapat diperhitungkan
secara langsung kepada produk atau pesanan tertentu. Biaya tenaga kerja tidak langsung terdiri dari
upah, unjangan dan biaya kesejahteran yang dikeluarkan unuk tenaga kerja tidak langsung tersebut.
Tenaga keria tidak langsung terdiridari:

 Karyawan yang bekerja dalam departemen pembantu, seperti departemen departemen


pembangkit tenaga listrik, uap, bengkel dan departemen gudang.
 Karyawan tertentu yang bekerja dalam departemen produksi, seperti kepalka departemen
produkst, karyawan administrasi pabrik, mandor.

d). Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap.

Biaya-biaya yang termasuk dalam kelormpokini antara lain adalah biaya-biaya depresiasi emplasemen
pabrik, bangunan pabrik, mesin dan ckuipmen, perkakas laboratorium, alat kerja, dan aktiva tetap lain
yang digunakan di pabrik.

e). Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu.

Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah biaya-biaya asuransi gedung dan
emplasemen, asuransi mesin dan ekuipmen, asuransi kendaraan, asuransi kecelakaan karyawan, dan
biaya amortisasi kerugian trial-run.

f). Biaya overheadpabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai.

Biaya owerhead pabrik yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah biaya reparasiyang
diserahkan kepada pihak luar perusahaan, biaya listrik PLN,dan sebagainya.

3. Dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, jika disamping drpartemen produksi,
perusahaan tersebut membentuk departemen-departemen pembantu,biaya overhead pabrik hanya
meliputi biaya-biaya produksi yang terjadi dalam departemen produksi saja. Setujukah saudara
dengan pernyataan tersebut? Jelaskan jawaban saudara!

Jawaban :

4. Menurut perilakunya, biaya overhead pabrik dapat digolongkan menjadi biaya overhead pabrik
variabel, biaya overhead pabrik semivariabel, dan biaya overhead pabrik tetap. Jelaskan pengertian
tiap jenis biaya overhead pabrik tersebut!

Jawaban :

a). Biaya Overhead Variabel adalah biaya overhead yang berubah sebanding dengan perubahan volume
produksinya. Dengan kata lain, Biaya Overhead Variabel ini akan meningkat seiring naiknya volume
produksi. Sebaliknya, biaya Overhead Variabelnya akan menurun apabila volume produksi mengalami
penurunan. Biaya Overhead Pabrik Variabel ini diantaranya adalah Tenaga Kerja tidak langsung, biaya
perawatan dan perbaikan mesin serta biaya bahan-bahan penolong.

b). Biaya Overhead Semi-Variabel adalah biaya overhead yang berubah tidak sebanding dengan
perubahan volume produksi. Artinya, Biaya Semi-Variabel ini memiliki karakteristik biaya overhead tetap
maupun biaya overhead variabel atau juga dapat dikatakan bahwa biaya semi-variabel ini adalah
sebagain tetap dan sebagiannya lagi bervariabel. Biaya Overhead Variabel ini dapat tetap pada tingkat
kegiatan produksi tertentu dan bervariasi setelah tingkat produksi tersebut. Contoh biaya overhead
semi-variabel ini seperti biaya listrik yang pada volume produksi tertentu akan tetap sama namun biaya
listrik ini akan meningkat apabila terjadi peningkatkan volume produksi pada tingkat tertentu.

C). Biaya Overhead Tetap atau Fixed Overhead Cost adalah biaya overhead yang tidak berubah meskipun
terjadi perubahaan pada volume produksinya. Dengan kata lain, Biaya tetap per unit akan berkurang
apabila volume produksinya meningkat. Sebaliknya, biaya tetap per unit akan meningkat apabila volume
produksi menurun. Biaya Overhead Pabrik yang tetap ini diantranya seperti biaya sewa pabrik atau
biaya penyusutan pabrik, biaya penyusutan mesin dan peralatan kerja, biaya hukum dan gaji para
ekskutif perusahaan.

5.Menurut hubungannya dengan departemen, biaya overhead pabrik digolongkan menjadi dua
kelompok. Sebut dan jelaskan tiap kelompok biaya tersebut !

Jawaban :

Berdasarkan hubungannya dengan departemen-departemen yang ada dalam perusahaan, biaya


overhead pabrik dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu:

a. Biaya overhead pabrik langsung departemen (direct departemental overhead expenses), yakni biaya
overhead pabrik yang ada dalam sebuah departemen dan manfaatnya hanya dapat dinikmati oleh
departemen tersebut.

b. Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen (indirect departemental overhead expenses), yakni
biaya overhead pabrik yang manfaatnya dapat dinikmati oleh lebih dari satu departemen.

6. Sebutkan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menghitung tarif biaya overhead pabrik!

Jawaban :

Penentuan tarif biaya owerhead pabrik dilaksanakan melalui tiga tahap berikut ini:

1. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik.

2. Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk.

3. Menghitung tarif biaya overhead pabrik.

7. Sebut dan jelaskan macam kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar penentuan tarif biaya
overhead pabrik!

Jawaban:
Ada tiga macam kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar pembuatan anggaran BOP antara lain:

a. Kapasitas Praktis

Untuk menentukan besarnya kapasitas praktis dan kapasitas normal terlebih dahulu harus ditentukan
kapasitas teoritis, yakni volume produksi maksimum yang dapat dihasilkan oleh pabrik.

Kapasitas teoritis dapat diartikan sebagai kapasitas pabrik atau suatu departemen untuk
menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu. Kapasitas
praktis adalah kapasitas teoritis dikurangi dengan kerugian-kerugian waktu yang tidak dapat dihindari
karena hambatan-hambatan intern perusahaan. Penetapan kapasitas praktis ini perlu dilakukan karena
sangat tidak mungkin suatu pabrik dijalankan pada kapasitas teoritis. Dengan demikian perlu
diperhitungkan kelonggaran-kelonggaran waktu dalam penentuan kapasitas seperti penghentian pabrik
yang tidak dapat dihindari karena kerusakan mesin.

b. Kapasitas Normal

Adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang.
Jika dalam penentuan kapasitaspraktis hanya diperhitungkan kelonggaran-kelonggaran waktu akibat
faktor-faktor intern perusahaan, maka dalam penentuan kapasitas normal diperhitungkan pula
kecenderungan penjualan dalam jangka panjang.

c. Kapasitas Sesungguhnya yang Diharapkan

Adalah kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan
datang. Jika anggaran BOP didasarkan pada kapasitas sesungguhnya yang diharapkan, maka berarti
ramalan penjualan tahun yang akan datang dipakai sebagai dasar penentuan kapasitas, sedangkan jika
anggaran tersebut didasarkan pada kapasitas praktis dan normal, maka titik berat diletakkan pada
kapasitas fisik pabrik.

Penentuan tarif BOP atas dasar kapasitas sesungguhnya yang diharapkan merupakan pendekatan
jangka pendek, dan metode ini umumnya mengakibatkan digunakan tarif yang berbeda dari periode ke
periode. Penentuan tarif BOP atas dasar kapasitas praktis atau kapasitas normal merupakan pendekatan
jangka panjang, yang menghubungkan tingkat kegiatan perusahaan dengan kapasitas fisik pabrik dan
tidak dipengaruhi oleh perubahan-perubahan penjualan yang bersifat sementara. Dengan pendekatan
ini tarif BOP relatif konstan untuk jangka waktu yang relatif lama.

8. Sebut dan jelaskan kelemahan penggunan kapasitas sesungguhnya yang diharapkan sebagai dasar
penentuan tarif biaya overhead pabrik !

Jawaban:

9. Sebut dan jelaskan dasar pembebanan biaya overhead pabrik!

Jawaban :
a. Satuan produk

Metode ini adalah yang paling sederhana dan yang langsung membebankan biaya overbead pabrik
kepada produk. Beban biaya owerhead pabrik untuk setiap produk dihitung dengan rumus sebagai
berikut:

Taksiran biaya overhead pabrik = tarif biaya overhead pabrik per satuan
taksiran produk yang dihasilkan

Metode ini cocok digunakan dalam penusahaan yang hanya memproduksi satu macam produk. Bila
perusahaan menghasilkan lebih dari satu macam produk yang serupadan berhubungan erat satu
dengan yang ain (perbedaannya hanya pada berat atau volume), pembebanan biaya owrheadpabrik
dapat dilakukan dengan dasar tertimbang atau dasar nilai (point basis).

b. Biaya bahan baku

Jika biaya overhead pabrik yang yang dominan bervariasi dengan nilai bahan baku (misalnya biaya
asuransi bahan baku), maka dasar yang dipakai untuk membebankannya kepada produk adalah biaya
bahan baku yang dipakai.

Rumus perhitungan tarif biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut:

Taksiran. biaya. overhead. pabrik. X. 100%


Taksiran biaya bahan baku yang dipakai
= persentase biaya overhead pabrik dari biaya bahan baku yang dipakai

Semakin besar biaya bahan baku yang dikeluarkan dalam pengolahan produk semakin besar pula biaya
owrhead pabrik yang dibebankan kepadanya. Metode ini terbatas pemakaiannya. Suatu produk
mungkin dibuat dari bahan bakuyang harganya mahal, sedangkan produk yang lain dibuat dari bahan
yang lebih murah. Jika proses pengerjan kedua macam produk tersebut adalah sama, maka produk
pertama akan menerima beban biaya owrhead pabrik yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan
produk yangkedua. Hal ini tidak adil. Bila biaya overhead pabrik bervariasi dengan jumlah (berat) bahan
baku, misalnya biaya penanganan persedian (materials handine), maka dasar pembebanan biaya
overhead pabrik yang dipakai adalah kuantitas bahan baku yang dipakai

C. Biaya tenaga kerja

Jika sebagian besar elemen biaya overhead pabrik mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah upah
tenaga kerja langsung (misalnya pajak penghasilan atas upah karyawan yang menjadi tanggungan
perusahaan), maka dasar yang dipakai untuk membebankan biaya overhead pabrik adalah biaya tenaga
kerja langsung Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Taksiran biaya overhead pabrik. X 100%


Taksiran biaya tenaga kerja langsung

= Persentase biaya overhead pabrik dari biaya tenaga kerja langsung


Metode ini mengandung kelemahan sebagai berikut:

(1) Biaya overhead pabrik harus dipandang sebagai tambahan nilai prouduk. Tambahan nilai seringkali
disebabkan karena biaya depresiasi mesin dan ekuipmen yang mempunyai harga pokok tinggi, yang
tidak mempunyai hubungan dengan biaga tenaga kerja langsung

(2) Jumlah biaya tenaga kerja langung merupakan junlah total upah dengan tarf tings dan rendah. Bila
suatu pekerjaan atau produk ditangani oleh karyawan yang tarif upahnya tinggi, maka beban biaya
overhead pabriknya akan relatif tinggi bila dibandingkan dengan produk yang dikerjakan oleh karyawan
yang tarif upahnpa rendah.

d. Jam tenaga kerja langsung

Karena ada hubungan yang crat antara jumlah upah dengan jumlah jam keria (umlah upah adalah hasil
kali jumlah jam kerja dengan tarif upah) maka disamping biaya overhead pabrik dibebankan atas dasar
upah tenaga kerja langsung, dapat pula dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung

Jadi apabila biaya overhead pabrik mempunyai hubungan erat dengan waktu untuk membuat produk,
maka dasar yang dipakai untuk membebankan adalah jam tenag kerja langsung

Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan rumus:

Taksiran biaya overhead pabrik


Taksiran jam tenaga kerjalangsung

= Tarif biaya overhead per jam tenaga kerja langsung

e. Jam Mesin

Apabila biaya overhead pabrik bervariasi dengan waktu penggunaan mesin (misalnya bahan bakar atau
listrik yang dipakai untuk menjalankan mesin), maka dasar yang dipakai untuk membebankannya adalah
jam mesin.

10. Faktor faktor apakah yang harus dipertimbangkan dalam memih dasar pembebanan biaya
overhead pabrik kepada produk? Berikan contohnya!

Jawaban:

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan damn memilih dasar permbebanan yang dipakai adalah:

a).Harus diperhatikan jenis biaya overhead pabrik yang dominan jumlahnya dalam departemen
produksi.

b). Harus diperhatikan sifat-sifat biaya overhead pabrik yang dominan tersebut dan eratnya hubungan
sifat-sifat tersebut dengan dasar pembebanan yang akan dipakai
11. Ke dalam rekening kontrol apakah biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk
dicatat? Ke dalam rekening kontrol apakah biaya overhead pabrik sesungguhnya dicatat?

Jawaban:

12. Jika rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya bersaldo debit setelah saldo rekening biaya
overhead pabrik yang dibebankan ditutup kedalamnya, hal ini berarti produk dibebani lebih banyak
biaya overhead pabrik dibandingkan dengan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
Setujukah Saudara dengan pernyataan ini? Jelaskan jawaban Saudara!

Jawaban:

13. Selisih biaya overhead pabrik dapat dianalisis menjadi dua macam selisih. Sebut dan jelaskan
penyebab terjadinya tiap jenis selisih tersebut

Jawaban:

14. Jelaskan perlakuan terhadap saldo rekening Selisih Biaya Overhead Pabrik pada akhir tahun buku!

Jawaban:

Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab
terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut disebabkan karena kesalahan dalam penghitungan tarif
biaya overhead pabrik, atau keadaan-keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi seperti
karena perubahan harga bahan penolong dan tarif upah tenaga kerja tidak langsung maka selish
tersebut dibagi rata ke dalam rekening-rekening Persediaan Produk dalam Proses, Persediaan Produk
Jadi, dan Harga Pokok Penjualan. Sebagai akibatnya, harga pokok produksi yang semula berisi biaya
overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran dan disesuaikan menjadi biaya I overhead
pabrik yang sesungguhnya terjadi. lika selisih biaya overhead pabrik disebabkan karena l
ketidakefisienan pabrik atau keglatan perusahaan di atas atau dil bawah kapasitas normal, maka I
selisih tersebut harus diperlakukan sebagai pengur ang atau penambah rekening Harga Pokok
Penjualan. Tidak ada alasan yang kuat untuk menaikan harga pokok persediaan hanya karenal ketidak-
efisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakal.

15. Lakukan analisis terhadap selisih biaya overhead pabrik berdasarkan data berikut ini :

Tarif biaya overhead pabrik yang dihitung berdasarkan kapasitas normal Rp10.000.000 biaya tenaga
kerja langsung adalah 250% dari biaya tenaga kerja langsung (yang terdiri dari tarif biaya overhead
pabrik tetap 160% dan tarif biaya overhead pabrik variabel 90% dari biaya tenaga kerja langsung).
Dalam tahun 20X1 biaya tenaga kerja langsung yang sesungguhnya terjadi sebesar Rp9.500.000 dan
biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi adalah sebesar Rp24.000.000.

Jawaban:
SOAL PILIHAN GANDA BAB 7 (BIAYA OVERHEAD PABRIK)

1. Manakah di antara pernyataan mengenai biaya overbead pabrik berkut ini yang benar?

A. Dalam perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan, biaya overhead pabrik terdiri dari semua
biaya selain biaya langsung yang berhubungan dengan produk.

B. Menurut perilakunya, biaya orverhead pabrik digolongkan menjadi biaya overhead pabrik langsung
departemen dan biaya overhead pabrik tidak langsung departermen.

C. Dalam perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan, biaya overhead pabrik terdiri dari semua
biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung pabrik.

D. Menurut hubungannya dengan departemen, biaya overhead pabrik dibagi menjadi dua golongan:
biaya overhead pabrik tetap dan biaya overhead pabrik variabel.

2. Menurut hubungannya dengan departemen, biaya overhead pabrik digolongkan menjadi:

A Biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung

B. Biaya overthead pabrik langsung departemen dan biaya oeeriead pabrik tidak langsung departemen.

C Biaya overhead pabrik variabel, biaya overhead pabrik tetap dan biaya overhead pabrik semivariabel.

D. Biaya bahan penolong,biaya depresiasi, dan biaya amortisasi.

3.Menurut perilaku dalam hubungannya dengan perubahan volume produksi, biaya overhead pabrik
digolongkan menjadi:

A. Biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung

B .Biaya overhead pabrik langsung departemen dan biaya owrbead pabrik tidak langsung departemen.

C. Biaya overhead pabrik variabel, biaya overhead pabrik tetap dan biaya overhead pabrik semivariabel.

D. Biaya baban penolong, biaya depresiasi dan biaya amortisasi.

4. Suatu perusahaan percetakan memiliki 3 departemen produksi: departemen set, departemen cetak,
dan departemen jlid. Retiga departemen produksi tersebut terletak dalam scbuah gedung. Berikut ini
adalah contoh biaya overbead pabrik langsung departemen di departemen cetak, kecuali:

A. Biaya gaji mandor departemen cetak.

B. Biaya bahan penolong yang terjadi di departermen cetak.


C. Biaya depresiasi mesin cetak.

D. Biaya depresiasi gedung pabrik.

5. Suatu perusahaan percetakan memiliki 3 departemen produks: departemen set, i departemen cetak,
dan departemen jilid. Ketiga departemen produksi tersebut terletak dalam sebuah gedung. Berkut ini
adalah contoh biaya owrhead pabrik tetap di departemen cetak, kecuali:

A. Biaya asuransi mesin cetak.

B. Biaya depresiasi mesin cetak.

C. Biaya bahan penolong yang dipakai di departemen cetak.

D. Biaya gaji mandor d departemen cetak.

6. Berikut ini adalah contoh biaya tenaga kerja tidak langsung, kecuali:

A. Upah karyawan yang mengerjakan pesanan tertentu.

B Gajimandor pabrik.

C. Upah karyawan gudang bahan bakau.

D. Upah karyawan bagian bengkel.

7. Berikut ini adalah contoh biaya overrhead pabrik di dalam perusahaan percetakan kecuali:

A. Biaya pelumas mesin dan ekuipmen.

B. Biaya listrik.

C. Biaya asuransi gedung

D. Biaya kertas untuk cetak.

8.Biaya aerhead pabrik yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume produksi adalah biaya
owerhead pabrik:

A. Variabel.

B. Tetap

C. Semivariabel.

D. Tidak langsung departemen.


9. Manakah di antara biaya berikut ini yang merupakan biaya owerbead pabik yangi termasuk dalam
golongan blaya orerhead pabrik yang timbul sebagal akibat dan berlalunya waktu:

A. Biaya minyak pelumas mesin.

B. Biaya suku cadang mesin dan ekuipmen.

C. Biaya gaji mandor.

D. Biaya asuransi mesin dan ekupmen.

10. Manakah di antara biaya berkut ini yang merupakan baya overhead pabrik yang termasuk dalam
golongan baya yang timbul sebagai akabatpenlaian terhadap aktiva tetap:

A. Biaya minyak pelurmas mesin.

B.Biaya suku cadang mesin dan ekuipmen.

C. Biaya depresiasi gedung pabrik.

D. Biaya asuransi rnesin dan ekuipmen

11. Berikut ini adalah tahap yang harus dilalui dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik, kecuali:

A. Menyusun anggaran biaya oserbead pabrik.

B. Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk.

C. Menghitung tarif biaya overhead pabrik.

D. Menghitung selisih antara biaya operhead pabik sesungguhnya dengan biaya oerhead pabrik yang
dibebankan berdasarkan tarif

12. Kapasitas praktis adalah:

A. Kapasitas teoretis pabrik atau departemen untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa
berhent selama jangka waktu tertentu.

B. Kapasitas teoretis dkurangi dengan kerugian-kerugian waktu yang tidak dapat i dihindan karena
hambatan-hambatan intern perusahaan.

C.Kemampuan perusahaan untuk mnemproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang D.
Kapasitas sesunggubnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang

13. Kapasttas notmal adalah:

A. Kapasitas teotetis dikurangi dengan kerugian-kerugan waktuyang tdak dapat dihindan karena
hambatan-hambatan intern perusahaan dan tren penjualan di masa yang akan datang.
B. Kapasitas teoretis pabrik atau departemen untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa
berhent selama jangka waktu tertentu.

C. Kapasitas teoretis dikurangi dengan kerugan-kenugian waktu yang tidak dapat dihindan karena
hambatan-hambatan intem perusahaan

D. Kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang

14. Kapasitas sesungguhnya yang diharpkan adalah:

A. Kapasitas teoretis dikurangi dengan kerugian-kenugian waktuyang tidak dapat dhindar karena
hambatan-hambatan internperusahaa dan tren penjualan di masa yang akan datang

B. Kapasitas teofetis pabrik atau departemen untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa
berhenti selama jangka waktu tertentu.

C. Rapasitas teoretis dikurangi dengan kerugian-kerugian waktu yang tdak dapat dihindar karena
hambacan-hambatan intern penusahaan.

D. Kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang.

15. Jika satuan produk dipakai sebagai dasar pembebanan biaya oerbead pabrik kepada produk, tarif
biaya avrhead pabrik dihitung dengan cara membagi:

A. Taksiran biaa oerhead pabrik menurut anggaran dengan taksiran biayai bahan baku yang dipakai
dalam periode anggaran.

B. Taksiran biaya ouerheadpabik menurut anggaran dengan taksiran jumlah satuan produk yang
dihasilkan dalam periode anggaran.

Taksiran biaya orread pabk menurut anggaran dengan taksiran biaya tenaga i kerja langsung dalam
periode anggaran.

D. Taksinan biaya ovrhead pabnlk menurut anggaran dengan taksiran jam mesin yang akan dikonsumsi
dalam periode anggaran.

16. Jika biaya tenaga kerja langsung dipakat scbagai dasar permbebanan biaya owrhead pabnk kepada
produk, tant baya oenhend pabrik dihitung dengan cara membagi:

A. Taksiran biaya oxerhead pabrlk menurut anggarandengan taksiran biaya tenaga i kerja langsung dalam
periode anggaran.

B. Taksiran biaya overheadpabrik menurut anggaran dengan taksiran biaya bahan baku yang dipakai
dalam periode anggaran.

C. Taksiran biaya owrthead pabrlk menurut anggaran dengan taksiran jumlah satuan i produk yang
dihasilkan dalam periode anggaran.
D. Taksiran biaya oerthadpabrik menurut anggaran dengan taksiran jam mesin yang akan dikonsumsi
dalam periode anggaran.

17. Jika biaya bahan baku dipakai sebagai dasar pembebanan biaya owrhead pabrik kepada produk, tarif
biaya awrhead pabrk dihitung dengan cara membagi:

A. Taksiran biaya orenhead pabrk menurut anggaran dengan taksiran biaya tenaga kerja langsung dalam
periode anggaran.

B. Taksiran biaya ovrbheadpabrk menurut anggaraprdengan taksiran biaya bahan baku yang dipakai
dalam periode anggaran.

C. Taksiran biaya oerhead pabrk menurut anggaran dengan taksiran umah satuan produk yang dihasilkan
dalam perode anggaran.

D. Taksiran biaya overhead pabrik menurut anggaran dengan raksiran jam mesin yang akan dikonsumsi
dalam periode anggaran.

18. Jika jam mesin dipakai sebagai dasar pembebanan biaya owrbead pabrik kepada produk, tarif biaya
oerhead pabrik dihitung dengan cara membagi:

A. Taksiran biaya owrheadpabrik menurut anggaran dengan taksiran biaya tenaga kerja langsung dalam
periode anggaran.

B. Taksiran biaya orhead pabnik menurut anggaran dengan taksiran biaya bahan baku yang dipakai dalam
periode anggaran.

C. Taksiran biaya owrhead pabnk menunut anggaran dengan taksran jumlah satuan produk yang
dhasikan dalam periode anggaran.

D. Taksiran biaya overhead pabrk menurut angearan dengan taksran jam mesin yang akan dkonsumsi
dalam periode anggaran.

19. Tarif biaya orethead pabrik yang berupa persentase adalah tarif yang dasat pembebanannya adalah:

A. Satuan produk.

B Jam mesin.

C. Jam tenaga kerja langsung

D. Biaya bahan baku atau biaya tenaga kerja langsung

20. Jika tarif biaya oerbead pabrik ditentukan sebesar Rp5.000 per jam mesin, dan pesanan no. 800
dikerjakan selama 1,000 jam mesin, maka jurnal untuk mencatat i pembebanan biaya oerhead pabrik
kepada pesanan tersebut adalah:

A. Biaya Owerhad Pabrik Sesungguhnya. Rp5.000.000


Biaya Owrhead Pabrik Yang Dibebankan. Rp5.000.000

B Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan. Rp5.000.000

Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp5.000.000

C. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Rp5.000.000

Biaya Ouerhead Pabrik yang Dibebankan. Rp5.000.000

D. Barang Dalam Proses-Biaya Ov.Pabrik. Rp5.000.000

Biaya Depresiasi Mesin. Rp5.000.000

Data berikut disediakan untuk mengerjakan soal no 21 sampai dengan 30.

Tarif biaya overhead pabrik yang dihitung berdasarkan kapasitas normal 10.000. jam tenaga kerja
langsung adalah Rp7.500 per jam tenaga kerja langsung (yang terdiri dari tarif biaya overhead pabrik
tetap Rp5.000 dan tarif biaya oerbead pabrik variabel Rp2.500 per jam tenaga kerja langsung). Dalam
tahun 20X1 jam tenaga kerja langsung yang sesungguhnya terjadi sebanyak 9.000 dan biaya overhead
pabrik yang sesungguhnya terjadi adalah sebesar Rp62.500.000. Pada akhir tahun 20X1 persedian
produk dalam proses Rp.15.000.000 dan persediaan produk jadi Rp5.000.000. Harga pokok produk yang
dijual dalam tahun 20X1 xdalah Rp105.000.000.

21. Dalam tahun 20X1 tersebut terjadi biaya orerhead pabik:

A. Kurang dibebankan sebesar Rp7.500.000

B. Lebih dibebankan sebesar Rp7,500.000.

C. Kurang dibebankan sebesar Rp5.000.000

D. Lebih dibebankan sebesar Rp5.000.000

22. Selisih kapasitas yang terjadi dalam tahun 20X1 adalah sebesar

A. Rp5.000.000 R

B Rp7.500.000R

C. Rp7.500.000 L

D. Rp5.000.000 L

23. Selisih anggaran yang terijadi dalam tahun 20X1 adalah sebesar
A. Rp10.000.000L

B. Rp10.000.000 R

C. Rp 7.500.000L

D.Rp 7.500.000 R

24. Setelah rekening biaya owrhad pabrik yang dibebankan ditutup ke rekening biaya opehead pabrik
sesungguhnya, rekening yang terakhir ini pada akhir tahun 20X1 bersaldo:

A. Debit sebesar Rp5.000.000.

B Debit sebesar Rp7.500.000

C. Kredit sebesar Rp5.000.000

D. Kredit sebesar Rp5.000.000

25. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk beriumlah:

A. Rp.25.000.000

B Rp.67.500.000.

C. Rp.85.000.000

D. Rp.22.500.000.

26. Jika selisih biaya overhead pabrik dibagikan ke persedian dan harga pokok penjualan saldo tekcning
persediaan produk jadi pada akhur tahun 20X1 setelah mendapat alokasi selisih biaya overhead pabrik
adalah:

A. Rp5.200.000

B. Rp4.800.000

C. Rp 200.000.

D. Rp 600.000.

27. ika selsih baya ovrtkead pabrk dibagikan ke persediaan din harga pokok penjualan, saldo rekening
harga pokok penualan pada akhir tahun 20X1 setelah mendapat alokasi selisih biaya orerbhead pabrik
adalah:

A Rp 4.200.000.

B Rp109.200.000.
C. Rp100.800.000.

D. Rp105.000.000.

28. lika selisih biaya overhead pabrik dibagikan ke persediaan dan harga pokok penjualan, saldo rekening
persediaan produk dalam proses pada akhir tahun 20X1 setclah mendapat alokasi selisih biaya owrhead
pabrik adalah:

A. Rp 600.000

B. Rp15.000.000

C. Rp15.600.000.

D. Rp14.400.000.

29. Jika selisih biaya owrhead pabrik diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening harga
pokok penjualan, maka harga pokok penjualan yang dicantumkan dalam laporan laba rugi akan:

A. Berkurang Rp.600.000.

B Bertambah Rp600.000.

C. Berkurang Rp5.000.000.

D. Bertambah Rp5.000.000.

30. Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dalamtahun 20X1
adalah:

A. Barang Dalam Proses-Biaya Ox Pabrik. Rp. 85.000.000.

Biaya Owerbead Pabrik Sesungguhnya. Rp. 85.000.000.

B Barang Dalam Proses-Biaya Ox. Pabrik. Rp. 67.500.000

Biaya Owerhead Pabrik yang Dibebankan . Rp. 67.500.000

C. Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan . Rp90.000.000

Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp. 90.000.000.

D. Barang Dalam Proses-Biaya Ov. Pabrik. Rp100.000.000

Biaya Orerhead Pabrik yang Dibebankan Rp100.000.000