Anda di halaman 1dari 28

PENGENALAN ALAT DAN PENIMBANGAN

I. Tujuan Praktikum
1. Mengetahui beberapa alat yang digunakan dalam farmasi beserta
fungsi dan cara kerjanya.
2. Praktikan mampu menimbang bahan obat.
II. Tinjauan Pustaka
A. Alat-alat yang digunakan untuk membuat sediaan padat
No. Nama Alat Gambar Fungsi
1. Desiktator Terbuat dari kaca
 plastik atau logam
menyimpan bahan
kimia agar tetap
kering.
(Csuros, 2000)
2. Mortar dan Stamper Menghaluskan
 bahan kimia padat
menjadi serbuk dan
menghomogekan
 bahan-bahan kimia
terbuat dari bahan
keramik, kaca, atau
 beberapa logam
seperti stainless
steel.
(Thompson, 2008)

1
3. Cawan Porselen Digunakan untuk
mengevaporasikan
cairan pada suhu
ruang, desikator,
oven, dan untuk
menimbang bahan
 berbentuk cair yang
mudah bereaksi.
(Thompson, 2008)
4. Oven Sterilisasi,
mengeringkan, dan
memanaskan bahan
obat.
(Basu, 2014)

5. Waterbath Menginkubasikan
 bahan-bahan obat
 pada suhu tertentu.
(Basu, 2014)

6. Spatula Terdapat dua


macam spatula,
yaitu spatula
dengan ujung
tunggal dan ujung
ganda. Pada spatula
dengan ujung
tunggal hanya
terdapat satu ujung
yang dapat
digunakan untuk
mengambil bahan

2
dengan jumlah
sedikit. Pada
spatula ujung
ganda terdapat
 bentukan sendok
 pada salah satu
ujungnya.
(Ahluwalia, et al,
2005)
7. Cetakan Supositoria Mencetak sediaan
supositoria.
(Parikh, 2010)

8. Sudip Mengambil bahan


obat yang padat.
(Csuros, 2000)

B. Alat-alat yang digunakan untuk membuat sediaan cair


No. Nama Alat Gambar Fungsi
1. Gelas beker Menampung larutan
dalam jumlah banyak
(150 ml, 250 mL, 500
mL).
(Thompson, 2008)

3
2. Tabung Reaksi Mereaksikan larutan.
Tabung reaksi dari
 bahan pyrex khusus
digunakan pada reaksi
dengan pemanasan.
(Thompson, 2008)
3. Gelas ukur Wadah larutan dan
mengukur volume
larutan.
(Thompson, 2008)

4. Botol semprot Digunakan dengan


cara ditekan. Biasanya
 berisi akuades,
akuades buffer,
larutan fisiologis, dsb.
Untuk mengalirkan
larutan atau mencuci
 peralatan
laboratorium.
(Thompson, 2008)
5. Labu erlenmeyer Mereaksikan larutan
dengan volume yang
lebih besar dari tabung
reaksi.
(Thompson, 2008)

4
6. Pipet tetes Memindahkan larutan
dalam jumlah kecil.
(Thompson, 2008)

7. Labu didih Merekasikan larutan


dengan proses
 pemanasan.
(Thompson, 2008)

8. Labu ukur Adalah sebuah


 perangkat yang
memiliki kapasitas
antara 5 mL sampai 5
L, untuk
mengencerkan zat
tertentu hingga batas
leher labu ukur.
(Thompson, 2008)

C. Alat-alat yang digunakan untuk membuat tablet skala industri


No. Nama Alat Gambar Fungsi
1.  Rotary granulator Mesin untuk membuat
granul dari campuran
 bahan-bahan obat.
(Troy, 2006)

5
2.  Drying oven Mengeringkan produk
 pada suhu rendah
secara konstan,
disertai dengan
 penyedotan uap air
dari produk yang
dipanaskan.
(Basu, 2014)
3. Tablet coating Mesin yang berguna
machine untuk memudahkan
dalam mencetak tablet
dan herbal. Mampu
memproduksi tablet
dengan hasil yang
sempurna.
(Parikh, 2010)
4. Comminuting mill Mesin untuk
menghaluskan ukuran
granul.
(Troy, 2006)

5.  Fluid bed dryer Alat pengering kristal


granul dengan
menggunakan prinsip
fluidisasi.
(Troy, 2006)

6
6.  Mixer   Mencampurkan
campuran dan larutan
 pengikat, sehingga
dihasilkan granul
 basah.
(Parikh, 2010)
7.  Roll compactor  Mesin pemadat serbuk
obat-obatan.
(Parikh, 2010)

8.  Rapid mixer Mencampur bahan-


 granulator  bahan obat menjadi
granul, sebelum
dilakukan kompresi.
(Troy, 2006)

D. Jenis-jenis timbangan/neraca
Timbangan adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk
mengetahui berat suatu benda. Dalam pemanfaatannya juga
timbangan digunakan diberbagai bidang, dari bidang perdagangan,
kesehatan, industri sampai dengan perusahaan jasa.
.(Manege, 2017)
Ada beberapa jenis timbangan yang sering digunakan
dalam mengukur massa obat diantaranya adalah:
1. Timbangan gram kasar: memiliki daya beban 250  –  1000 gram
dengan kepekaan 200 mg.
2. Timbangan gram halus: memiliki daya beban 100-200 gram
dengan kepekaan 50 mg.

7
3. Timbangan miligram: memiliki daya beban 10  –   50 gram
dengan kepekaan 5 mg.
 Daya beban  adalah jumlah bobot maksimum yang boleh
ditimbang.
 Kepekaan adalah tambahan bobot maksimum yang diperlukan
 pada salah satu piring timbangan. Setelah keduanya diisi
muatan maksimum maka akan menyebabkan ayunan jarum
timbangan tidak kurang dari 2 mm tiap dm panjang jarum.
(Syamsuni, 2005)
4. Timbangan digital, dalam hal ini timbangan digital memiliki
 banyak keunggulan antara lain: massa timbangannya sendiri
lebih ringan dibandingkan dengan timbangan lain, hasil
 pengukuran beban yang diukur lebih akurat, cocok untuk
mengukur benda kecil seperti bumbu masak, emas, dan lain-
lain, dari segi desain timbangan digital lebih terkesan modern
dan dalam hal perawatan yang diperlukan sangat mudah
dilakukan. (Manege, 2017)
E. Bagian-bagian timbangan gram
Timbangan gram memiliki beberapa bagian-bagian elemen
 penyusun diantaranya terdiri dari;
1. Papan landasan timbangan,
2. Tombol pengatur tegak berdirinya timbangan,
3. Anting penunjuk tegaknya timbangan,
4. Jarum timbangan,
5. Skala,
6. Tuas penyangga timbangan,
7. Pisau tengah/pisau padat
8. Pisau tangan,
9. Tangan timbangan,
10. Tombol/mur pengatur keseimbangan,
11. Piring timbangan.

8
(Anonim, 2016)
III. Hasil dan Pembahasan
A. Hasil Praktikum
No Gambar Keterangan
1 Timbangan miligram:
menimbang bahan obat.
Daya beban : 25 mg-50 g
Kepekaan : 5 mg

2 Timbangan gram:
Menimbang bahan obat.
Daya beban : 250 g- 1000 g
Kepekaan : 200 mg

9
3 Anak timbangan:
 berfungsi untuk menimbang
 berat sejumlah bahan yang
dibutuhkan.

4 Laktosa:
Digunakan sebagai bahan obat
yang ditimbang.

5 Kertas perkamen:
Berfungsi sebagai alas pada
anak timbangan dan sebagai
 pembungkus obat.

6 Penimbangan laktosa pada


timbangan gram.

10
7 Laktosa yang sudah ditimbang
dan dibungkus dengan kertas
 perkamen.

B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini dipelajari bermacam-macam alat
yang digunakan dalam farmasi beserta fungsinya dan dilakukan
 penimbangan bahan obat (laktosa) menggunakan timbangan
miligram dan timbangan gram. Beberapa alat untuk membuat
sediaan padat yaitu: desikator, mortar dan alu, cawan porselin,
spatula, oven, waterbath, dan timbangan. Alat-alat untuk membuat
sediaan cair antara lain: gelas beker, gelas ukur, tabung reaksi dan
rak, penjepit tabung rekasi, corong dan kertas saring. Pipet tetes,
 pipet ukur dan filler, pipet volumetrik, magnetic stirer, labu
erlenmeyer, botol semprot, dan kawat kasa. Selain alat-alat dalam
laboratorium, diperkenalkan pula alat-alat pembuatan tablet skala
industri, antara lain: tablet coating machine, fully automatic tablet
counting and filling machine, semi automatic tablet counting
machine, roll compactor, comminuting mill, fluid bed dryer, rapid
mixer granulator, single rotatory tabletting machine,  dan dust
extractor .
Selain itu dilakukan juga Penimbangan laktosa dengan
menggunakan timbangan gram dan timbangan miligram. Cara
menimbang menggunakan timbangan gram dan miligram yaitu
 posisi timbangan harus dalam keadaan horizontal. Saat
menyetarakan timbangan, kunci diputar ke kanan hingga jarum
 penunjuk berada di tengah indikator timbangan. Kemuadian, kunci
diputar ke kiri agar timbangan terkunci dan bagian pinggan dialasi

11
kertas perkamen. Timbangan disetarakan kembali. Selanjutnya,
dilakukan penimbangan dengan meletakkan anak timbangan satu
gram pada piring kiri dan serbuk laktosa pada piring kanan
menggunakan sudip hingga posisi piring kanan-kiri seimbang.
Proses peletakan anak timbangan dan bahan yang akan ditimbang
menggunakan tangan kiri. Apabila bobot laktosa sudah mencapai
satu gram, anak timbangan dikembalikan pada kotaknya semula.
Terakhir, serbuk laktosa dibungkus menggunakan kertas perkamen
sesuai urutan yang benar.

IV. Kesimpulan
1. Alat-alat farmasi untuk membuat sediaan padat yaitu: desikator,
mortar dan alu, cawan porselin, spatula, oven, waterbath, dan
timbangan.
2. Alat-alat untuk membuat sediaan cair antara lain: gelas beker, gelas
ukur, tabung reaksi dan rak, penjepit tabung rekasi, corong dan
kertas saring. Pipet tetes, pipet ukur dan filler, pipet volumetrik,
magnetic stirer, labu erlenmeyer, botol semprot, dan kawat kasa
3. Alat-alat pembuatan tablet skala industri, antara lain: tablet coating
machine, fully automatic tablet counting and filling machine, semi
automatic tablet counting machine, roll compactor, comminuting
mill, fluid bed dryer, rapid mixer granulator, single rotatory
tabletting machine, dan dust extractor .
4. Jenis timbangan/ neraca yang sering digunakan dalam farmasi
adalah timbangan gram, timbangan miligram, dan timbangan
elektrik.

12
V. Daftar Pustaka
Ahluwalia, V.K., Bhagat, P., dan Aggarwal, R., 2005.  Laboratory
Techniques in Organic Chemistry. New Delhi: I.K.
International
Anonim. 2016. Alat Peracikan Obat Farmasi dan Keterangannya.
http://obatgeneric.blogspot.co.id/2016/10/alat-peracikan-obat-
farmasi.html. Diakses tanggal 05 Oktober 2017.
Basu, P. 2014.  Biochemistry Laboratory Manual . Kolkata: Academic
Publisher
Csuros, M. 2000.  Environmetal Sampling and Analysis. New York:
Lewis Publisher.
Manege, P.M.N., Allo, E.K., dan Bahrun. 2017. Rancang Bangun
Timbangan Digital dengan Kapasitas 20 kg Berbasis
 Microcontroller ATMega8535. “E -Journal Teknik Elektro dan
 Komputer Vol. 6. No. 1. (2017), ISSN : 2301 - 8402 ”
Parikh, D.M. 2010.  Handbook of Pharmaeutical Granulation
Technology. Philadhelpia: CRC Press
Syamsuni, H. 2005.  Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Thompson, R.B. 2008.  Illustrated Guide to Home Chemistry
 Experiments First Edition. Cambridge: O’Reilly
Troy, D.B. 2006.  Remington The Science and Practice of Pharmacy.
Philadelphia: Lippincott William & Wilkins
VI. Lampiran
1. Borang (terlampir)
2. Copy jurnal (terlampir)

13
VII. Perbaikan (tambahan)
D. Gambar jenis-jenis timbangan/neraca
1. Timbangan Gram

2. Timbangan Miligram

3. Timbangan digital

14