Anda di halaman 1dari 25

SPESIALITE OBAT SALURAN PERNAFASAN

Disusun oleh:
VANIA CLARISSHA SITUMORANG
1910212008
PRODI FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UPN VETERAN JAKARTA
2019
I. JUDUL
Spesialite Obat Gangguan Pernafasan
II. WAKTU DAN TEMPAT
Selasa, 15 Oktober 2019 di Lab Farmasi Lt. 4 Gedung Wahidin
III. TUJUAN
Untuk mengetahui dan memahami klasifikasi obat gangguan pernafasan
dan mampu menjelaskan atau menginformasikannya kepada stakeholder.
IV. LANDASAN TEORI
Sistem pernafasan terdiri dari trakhea, bronkus, brokiolus, alveolus,
dan paru-paru. Sistem pernapasan berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan
karbondioksida. Gangguan Sistem Pernafasan dapat menyebabkan pasokan
oksigen menjadi berkurang yang mengakibatkan sesak nafas dan gangguan
lainnya.
Inflamasi pada lapisan dalam hidung yang ditunjukkan dengan
adanya gejala nasal berupa rinone anterior atau posterior, bersin-bersin,
hidung tersumbat, dan/atau hidung gatal. Rinitis umumnya disebabkan oleh
alergen, penyebab lainnya adalah virus atau bakteri. Penyakit ini dalam
masyarakat lebih dikenal dengan sebutan Flu atau Influenza.
Asma merupakan keadaan dimana terjadinya inflamasi, peningkatan
reaktivitas terhadap berbagai stimulus, dan penyumbatan saluran napas
yang bisa kembali spontan atau dengan pengobatan yang sesuai. Inflamasi
dapat terjadi pada berbagai derajat asma, baik asma intermiten maupun
asma persisten. Faktor risiko berkembangnya asma merupakan interaksi
antara faktor penjamu dan faktor lingkungan, diantaranya jenis kelamin, ras,
alergi, hiperaktifitas bronkus.
Mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernafasan dan gejala suatu
penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi tenggorokan dikenal dengan
batuk. Reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan biasanya disebabkan
karena adanya lendir, makanan berdebu, asap, dan sebagainya. Ketiadaan
batuk dapat menjadi suatu yang fatal karena batuk merupakan penyakit awal
dari gangguan pernapasan sehingga mempermudah dokter untuk
mendiagnosis suatu penyakit. Antitusif adalah obat yang menghambat
reflek batuk di SSP, obat yang digunakan, yaitu kodein (golongan narkotik),
dekstrometorfan (dalam bentuk kombinasi), dan noskapin
Obat gangguan sistem pernafasan dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu:
1) Mukolitik dan Ekspektoran
Mukolitik merupakan obat yang bekerja dengan cara mengencerkan
sekret saluran pernapasan dengan jalan memecah benang-benang
mukoprotein dan mukopolisakarida dari sputum (Estuningtyas, 2008).
expektoran adalah obat yang dapat merangsang pengeluaran dahak dari
saluran pernafasan (ekspektorasi)
Mukolitik
 Ambroxol: amborxol
 Bromheksin: bisolvon kids
 Acetylsistein: cecyl
 Erdostein: ethiros
 Karbostein: broncholit
Expektoran
 Amonium klorida: OBH ITRA
 Kombinasi obat glycyrhizae succus + amonium klorida: OBH
MOLEX
 Guafenesin
2) Golongan obat asma
 Agonis B2
a) Salbutamol: salbutamol
b) Terbutalin: tabas
c) Fenoteral: berodual
 Antagonis kolinergik
Ipatropium: atrovent, combivent
 Xantin: teofilin --> Bufabron
 Golongan lain-lain: Zafirlukas --> Accolate
 Kortikosteroid
a. Prednisolon: Prednison
b. Deksametason: Deksamil
c. Triamsolon: Kenalog
d. Budenosid: Pulmicort
3) Kombinasi obat batuk dan pilek serta dekongestan
a) Kombinasi obat batuk dan obat pilek
 Parasetamol, phenylephrine HCl, dekstrometorphan HBr:
Bodrex flu & batuk
 Decolgen: asetaminofen, fenilpropanolamin HCl
 Calortusin: fenilpropanolamin HCl, dekstrometorphan HBr,
Klorfeniramin
b) Dekongestan
 Efedrin HCl, asetaminofen: Hufagrip Forte
 Phenylephrine HCl, Chloramphenilamine maleat: Bodrexin
 Parasetamol, pseudonefrin HCl: Anakodin OBH
 Oksimetazoline HCl: Afrin
V. PEMBAHASAN

No Nama zat Merk BSO Indikasi Dosis Kontra Produsen Golongan


aktif (nama Indikasi
dagang)
01 Bronchiti Sirup Meredakan Anak 6 – Penderit Exeltis Expectorant
Paraceta n gejala 12 th: 5 ml a yang
mol 120 demam, tiap 6-8 terlalu
mg, hidung jam sensitive
phenyleph tersumbat, terhadap
rine 2.5 dan batuk kompone
mg, berdahak n obat,
guaifenisi ganggua
n 100 mg n fungsi
hati
02 Salbutam Teosal Tablet Bronkodilato Dewasa: 3 Penderit Dexa Obat asma
ol sulfate r pada x sehari 1 a tukak Medica
1.2 mg, penderita tablet lambung
theophylli asma
ne 130 mg bronkial
03 Diphenhy Coredryl Sirop- Meringanka Dewasa: 3 Ibu PT. Ekspektoran
dramine kaplet n gejala x sehari 2 menyusu GLOBAL
HCl 15 mg batuk kaplet i MULTI
dan berdahak 3 x sehari PHARMA
Glyceryl karena alergi 1 sendok LAB
guaiacolat takar (
e 75 mg sirop)
04 Dextrome Hufagrip Syrup Batuk tidak Dws – Ganggua PT. Dekongesta
thorphan p BP berdahak anak 12 th: n jantung GRATIA n
HBr 7.5 dan pilek 3 x sehari dan HUSADA
mg, 2 sendok diabetes FARMA
Pseudoep takar mellitus
hedrin HCl
15 mg,
chloramp
henamine
Maleate
0.5 mg
05 Diphenhy Benacol Sirup Batuk Dws: 3 x Bayi baru Kalbe Kombinasi
dramine berdahak sehari 2 lahir Farma obat batuk (
HCl 12. 5 disertai sendok 5 ekspektroan,
mg, alergi ml antitusif,
ammoniu dan
m klorida antihistamin
100 mg, )
sulfoguaia
col K 30
mg,
alcohol 4
%
06 Diphenhy Ikadryl Sirup Meredakan Dws: 1 -2 Hipersen PT. Ekspektoran
dramine batuk sendok sitif IKAPHAR
HCl 12.5 karena alergi takar, 3 -4 MINDO
mg, x sehari PUTRAM
ammoniu AS
m klorida
125 mg
07 Salbutam Ventolin Salbuta Meredakan Ta/ sir dws Hipersen Glaxo Antiasma (
ol sulfate mol bronkospas 4 mg ( 2 sitif Smith agonis β2)
sulfate me pada tab 2 mg Kline
Sirup 2 bronkial atau 10 ml
mg/5 asma sir)
ml dan
2
mg/tab
08 Dextrome anakonid Sirup Meringanka 3 x sehari Hipersen Konimex Kombinasi
thorphan in n batuk dan 1 sendok sitif obat batuk
HBr 5 mg, pilek takar ( 5 dan pilek
Pseudoep ml)  (antitusif,
hedrin HCl anak 2 -5 ekspektoran,
7.5 mg, thn antihistamin
chloramp , dan
henamine dekongestan
Maleate hidung)
0.5 mg,
guaifenesi
n25 mg
09 Bromheksi Rexcof Sirup Meredakan 3 x sehari Hipersen Pharos Dekongesta
n HCl 4 batuk 10 ml sitif n
mg berdahak
10 Dextrome Lapisiv Sirup Meredakan 6-12 th: 1 Hipersen PT. LAPI Kombinasi
thorphan batuk pilek sendok teh sitif LABORAT obat batuk
HBr 7.5 3 -4 x ORIES dan pilek
mg sehari (dekongesta
(antitusif), n, antitusif,
sodium dan
sitrat 50 dekongestan
mg, hidung)
guaifenesi
n 75 mg(
ekspektor
an),
ammoniu
m klorida
100 mg (
ekspektor
an),
Phenylpro
panolamin
e HCl 6
mg
(dekonges
tan)
11 Oxymetaz Afrin Obat Meringanka Dws: 2 Hipersen PT. Dekongesta
oline HCl sempro n atau 3 sitif BAYER n
0.5 mg t simtomatik sempot 2 x
hidung dan kongesti sehari
hidung
12 Bromheksi Bisolvon Tablet Meredakan Dws: 3 x 1 Hipersen Boehring Mukolitik
n HCl 8 batuk tablet per sitif er
mg berdahak hari ingelhei
m
13 Paraceta Demacoli sirup Meringanka 6-12 th: 2 Hipersen PT. Kombinasi (
mol 120 n n gejala flu sendok sitif CORONE analgesic
mg(analge takar (5 T antipiretik,
sic ml), 3 x CROWN antihistamin
antipiretik sehari , dan
), dekongestan
pseudoep )
hederine
HCl 7.5
mg
(dekonges
tan),
Chlorphen
iramine
maleatea
1 mg
(antihista
min)
14 Diphenhy Sanadryl Sirup Batuk 10 ml 3 – 4 Hipersen Sanbe Ekspektoran
dramine berdahak x sehari sitif farma
HCl 12.5
mg,
ammoniu
m Cl 100
mg, K-
guaiacolsu
lfonate 30
mg
15 Dekstrom Halmezin Sirup Pengobatan Dws: 2 Hipersen PT. Kombinasi
etorphan gejala gejala sendok sitif CORONE (antitusif,
HBr 7.5 batuk takar 3 -4 x T ekspektoran,
mg dan sehari CROWN dan
ammoniu antialergi)
m Cl 44
mg
16 Triprolidin Alerfed Sirup Meringanka 3 x sehari Hipersen Guardian dekongestan
e HCl 1.25 n bersin- 2 sendok sitif pharmat
mg bersin takar ama
17 Paraceta Alpara Kaplet Meringanka Dws 1 Hipersnsi Molex Kombinasi
mol 500 n gejala flu kaplet, 3 x tif Ayus obat batuk
mg, sehari dan pilek
Dekstrom
etorphan
HBr 15 mg
18 Difenhidra Allerin Sirup Batuk Dws 10 ml Hipersen Darya Dekongesta
min HCL expector berdahak 2 sendok sitif Varia n dan
12.5 mg, ant dan pilek takar ekspektoran
guaifenesi
n 50 mg
19 Paraceta OBH Sirup Meredakan Anak- anak Hipersen PT. Obat
mol 120 TROPICA batuk 2 -6 th: 3 x sitif Tropica Kombinasi
mg, PLUS sehari 1 (analgesic
ammoniu sendok antipiretik,
m Cl 50 takar antihistamin
mg ,
ekspektorsn,
dan
dekongestan
hidung
)
20 Etanol, Actifed Sirup Pilek dan Dws dan Hipersen PT. Expectorant
guaiphene plus batuk anak2: 1 sitif GLAXO
sin 100 expector berdahak sendok WELLCO
mg ant takar 3 x ME
sehari INDONES
IA
21 Hydrogen Profilas Tablet Pencegahan 1 mg 2 x Hipersen PT. Profilaktis
fumarat jangka lama sehari sitif DANKOS serangan
ekivalen asma FARMA asma
dengan bronkial dan
ketotifen mengobati
1 mg gejala alergi
seperti
rhinitis dan
konjunctiviti
s

1. Bronchitin

2. Teosal
3. Coredryl

4. Hufagripp BP

5. Benacol
6. Ikadryl

7. Ventolin
8. anakonidin

9. Rexcof
10. Lapisiv

11. Afrin
12. Bisolvon

13. Demacolin
14. Sanadryl

15. Halmezin
16. Alerfed
17. Alpara

18. Allerin expectorant


19. OBH TROPICA PLUS

20. Actifed plus expectorant


21. Profilas
Tabel 3.1: Pengamatan Obat Antiasma

Zat aktif BSO*) dan Nama produk Produsen


Kekuatan (merk)
Budesonid Budenosid 0.25 Pulmicort Astra Zeneca
mg/tab; 0.5 mg/ Respules
ml
Fenoteral Fenoterol HBr Berotec Boehringer
0100 mcg ( Ingelheim
metered aerosol).
Fenoterol 1 mg
(solution)
Ipatropium Ipatropium Br Atrovent Boehringer
0.02 mg tiap Ingelheim
semprot (
metered aerosol),
ipatropium Br
0.25 mg tiap 1 ml
solution
Ketotifen Ketotifen sebagai Profilas Dankos
hydrogen
fumarat 1
mg/tab; o.2
mg/ml sirup
Salbutamol Salbutamol 4 Astharol Sanbe Farma
mg/tab, 2
mg/5mL sirup
Teofilin Teofilin 300 Retaphyl SR Kimia Farma
(aminofilin) mg/kapl lepas
lambat
Terbutalin Terbutalin-sulfat Astherin Pyridam Farma
2.5 mg/kapl atau
5 ml sirup

Table 3.2 Pengamatan Obat Batuk

Zat aktif BSO*) dan Nama produk Produsen


Kekuatan (merk)
Mukolitik/Ekspektoran
Ambroksol Ambroxol Ambroxol Sejahtera
hidroklorida 30 Lestari Farma
mg/tab
Amonium klorida Promethazine HCl Bufagan BufaAneka
(kombinasi) 2.5 mg, efedrin Expectorant
HCl 2.5 mg,
Amonium Klorida
100 mg/ 5 ml
Bromheksin N- N-asetilsistein 200 Cecyl Nulab
asetilsistein mg/kapsul Pharmaceutical
Indonesia
Erdostein Erdostein 300 Edopec Erlimpex
mg/kaps
Guaiafenisin Guaifenisin 100 Bromifar Plus Ifars
(gliserilguaiakolat/GG) mg, Bromhexine
HCl 8 mg/tab
Karbosistein Karbosistein 250 Brocholit Nicholas Lab
mg/ 5 ml sirup Indonesia
Kombinasi Bromheksin 4mg Contrexyn Supra Ferbindo
ekspektoran dan GG 50mg/ Batuk Farma
5mL sirup Berdahak
Obat batuk kombinasi Difenhidramin HCl Coredryl Global Mult
flu pilek 15 mg, Gliseril Pharmalab
Guaiakolat 75 mg,
mentol 2.5 mg/ 5
ml sirup
Obat batuk kombinasi Difenhidramin HCl Ikadryl Ikapharindo
alergi 12.5 mg,
ammonium
Klorida 125 mg,
Na sitrat 50 mg,
metol 1 mg/5 ml
sirup
Obat batuk kombinasi Paracetamol 120 Termorex Plus Konimex
analgetika mg,
pseudoefedrin
HCl 7.5 mg, gliseril
guaikolat 25 mg,
klorfenilamin
maleat 0.5 mg / 5
ml sirup
Obat batuk kombinasi N-Asetil-p- New Coldin Medikon Prima
lainnya aminofenol 400
mg,
fenilpropanolamin
HCl 15 mg,
Klorfeniramin
maleat 2 mg,
kofein 25 mg
Antitusiv
Kodein Kodein fosfat 10 Codein Generik
mg, 15 mg, 20
mg/tab
Dextrometorfan Dextrometorphan Scanidin Tempo Scan
(kombinasi) HBr 10 mg dan Pacific
difenhidramin HCl
12.5 mg,
amonium Klorida
100 mg, Na-sitrat
50 mg, metol 1
mg/5 ml sirup

Table 3.3 Pengamatan Obat dekongestan Hidung

Zat aktif BSO*) dan Kekuatan Nama produk Produsen


(merk)
Efedrin (kombinasi) Paracetamol 380 mg, Aflucaps Erela
CTM 2 mg, efedrin
HCl 7 mg
Fenilefrin Paracetamol 125 mg, Alpara Molex Ayu
Dekstrometorphan
HBr 3.75 mg,
klorfenilamin maleat
0.5,
fenilpropanolamin
hidroklorida 3.125
mg/ 5 ml sirup
Fenilpropanolamin Phenypropanolamine Decotan Ifars
(kombinasi) HCl 15 mg,
Chlorpheniramine
maleat 2 mg/ kapl
Oksimetazolin Oximetazoline HCl Afrin Bayer
0.05 % obat semprot Indonesia
hidung; 0.05 % obat
tetes mata
Pseudoefedrin Pseudoefedrin HCl Alerfed Guardian
(kombinasi) 60 mg ( 30 mg),
triprolidin HCl 2.5 mg
( 1.25 mg/tab ( 5 ml
sirup)
Triprolidin Triplolidin HCl 1.25 Actifed Glaxo
mg ( 2.5 mg), Wellcome
pseudoefedrin HCl
30 mg ( 60 mg)/ 5 ml
( tab)

Latihan
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah
latihan berikut!
1) Jelaskan perbedaan mekanisme kerja dan kegunaan obat batuk kering
dan batuk berdahak?
Batuk berdahak

2) Jelaskan penggolongan obat antiasma dan berikan contohnya!


Jawab:
 Agonis B2
a. Salbutamol: salbutamol
b. Terbutalin: tabas
c. Fenoteral: berodual
 Antagonis kolinergik
Ipatropium: atrovent, combivent
 Xantin: teofilin  Bufabron
 Golongan lain-lain: Zafirlukas  Accolate
 Kortikosteroid
a. Prednisolon: Prednison
b. Deksametason: Deksamil
c. Triamsolon: Kenalog
d. Budenosid: Pulmicort

Tes Spesialite Gangguan Pernafasan


Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Obat agonis β2 yang digunakan untuk terapi asma adalah ....
A. Teofilin
B. Prednison
C. Salbutamol
D. Ipatropium
E. Adrenalin

2) Obat batuk kering (antitusif) yang termasuk golongan narkotika adalah ....
A. Kodein
B. Dekstrometorfan
C. Noskafin
D. Morfin
E. Petidin

3) Guafenisin adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit:


A. Asma
B. Batuk kering
C. Batuk berdahak
D. Influensa
E. Semua benar

4) Untuk mencegah terjadinya inflamasi pada penyakit asma maka sebaiknya


diberikan obat antiinflamasi yaitu:
A. Deksametason
B. Asam mefenamat
C. Diklofenak
D. Piroksikam
E. Klorfeniramin malear (CTM)
5) Obat untuk terapi asma yang termasuk golongan xantin adalah ....
A. Kafein
B. Teofilin
C. Teobromin
D. Salbutamol
E. Bromheksin
VI. KESIMPULAN
4.1 Gangguan sistem pernafasan dapat menyebabkan pasokan oksigen
menjadi berkurang yang mengakibatkan sesak nafas dan gangguan
lainnya
4.2 Penyakit sistem pernafasan yang paling banyak adalah rhinitis, asma,
dan batuk
4.3 Golongan obat asma Antara lain: Agonis β2 ( salbutamol, terbutalin,
fenoteral), antagonis kolinergik ( ipatropium), xantin ( teofilin),
kortikosteroid ( prednisolon, deksametason, triasolon, dan
bunenosid), dan golongan lain-lain ( zafirlukas)
4.4 Obat antimukolitik merupakan obat yang bekerja dengan mengubah
struktur mucus sehingga kekentalan atau viskositasnya berkurang.
Obat yang digunakan Antara lain (zat aktif): Ambroxol, Bromheksin,
Acetylsistein, Erdostein, dan Karbosistein
4.5 Obat ekspektoran merupakan obat yang digunakan untuk
merangsang pengeluaran dahak dari sistem pernafasan. Contohnya
Amonium Klorida, kombinasi Amonium Klorida dan Glycyrhizae
Succus, Guaifenisin
4.6 Antitusif adalah obat yang menghambat reflek batuk di SSP, obat yang
digunakan, yaitu kodein (golongan narkotik), dekstrometorfan (dalam
bentuk kombinasi).
4.7 Dekongestan merupakan obat pelega pernafasan. Contohnya adalah
Efedrin, Pseudoefedrin, Fenilpropanolamin, oksimetazoline
VII. DAFTAR PUSTAKA
____. 2019. ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia. Jakarta: PT ISFI
Penerbit
kemkes. 2017. praktikum spesialis dan terminologi kesehatan[PDF FILE].
http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-
content/uploads/2017/08/Praktikum-spesialis-dan-terminologi-
Kesehatan-komprehensif.pdf diakses pada 14 Oktober 2019 pukul
12.56
Kemkes. 2014. Pharmaceutical Care untk Penyakit Asma[PDF FILE].
http://binfar.kemkes.go.id/v2/wp-
content/uploads/2014/02/PC_ASMA.pdf diakses pada 14 Oktober
2019 pukul 12.57
____. 2016. Uji Aktivitas Antitusif Produk Sirup OB Poliherbal terhadap
Hewan Uji Marmut (Cavia porvellus) Terinduksi Asam Sitrat[PDF
FILE].
http://etd.repository.ugm.ac.id/downloadfile/94326/potongan/S
1-2016-315964-introduction.pdf diakses pada 14 Oktober 2019
pukul 13.10