Anda di halaman 1dari 5

PAPER KEWARGANEGARAAN

DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY

Disusun Oleh :

Sifera Sheryna Chriesty Ellent/ 412018025


Abigayle Jenne Octaviana Salaa/ 412018034

FAKULTAS BIOLOGI
ROGRAM STUDI BIOLOGI
SALATIGA
2019
A. Konsep Demokrasi
Demokrasi adalah sebuah bentuk pemerintahan. Dalam pemerintahan tersebut rakyat
memiliki kedudukan utama karena rakyatlah pemilik kekuasaan tertinggi di suatu negara. Dalam
hal ini definisi klasik dari Abraham Lincoln yang menyatakan bahwa demokrasi adalh
pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat sangat relevan. Rakyat merupakan pihak yan memiliki
kehendak untuk mengorganisasikan diri dalam sebuah negara guna mewujudkan cita-cita
pribadi maupun cita-cita bersama dan merupakan sumber kehendak dalam pembentukan
negara. Sehingga demokrasi juga disebut dengan pemerintahan dari rakyat. Ketika suatu negara
sudah berdiri, maka rakyat akan menjalankan proses kehidupan bernegara yang mencakup
pembentukan, pelaksanaan, maupun dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan pemerintahan.
Sehingga demokrasi juga disebut dengan pemerintahan oleh rakyat. Ketika kebijakan-kebijakan
pemerintahan membuahkan hasil maka rakyat yang akan menikmati hasil pelaksanaan dan
pengawasan pelaksanaan kebijakan pemerintahan tersebut. Sehingga demokrasi juga disebut
dengan pemerintahan untuk rakyat.
Wakil rakyat adalah sekelompok kecil orang yang atas persetujuan rakyat dibenarkan atas
nama seluruh rakyat. Wakil rakyat ada karena bila pemerintahan langsung oleh rakyat tidak
mungkin dilakukan. Sehingga posisi wakil rakyat dan juga lembaga perwakilan rakyat sangatlah
penting. Lembaga perwakilan rakyat memiliki peran yaitu melaksanakan kedaulatan rakyat,
dimana lembaga ini membentuk kebijakan pemerintah melalui peraturan perundang-undangan
yang saling terikat baik dari rakyat dan lembaga negara. Dengan demikian wakil rakyat wajib
mempertanggungjawabkan segala perilaku kekuasaan mereka kepada rakyat. Wakil rakyat
sendiri dipilih oleh rakyat dengan sarana pemilihan umum (pemilu) yang memiliki nilai strategis
bagi rakyat negara yang menganut faham kedaulatan rakyat.
1. Prinsip Demokrasi
a. Prinsip Kedaulatan Rakyat
Rakyat merupakan sumber kekuasaan tertinggi yang dilaksanakan oleh
pemerintahan, sehingga hak untuk memerintah yang dimiliki oleh pemerintahan
berasal dari rakyat. Meskipun rakyat mendelegasikan kekuasaannya kepada
pemerintahan namun rakyat tetap berdaulat. Karena rakyat tetap memiliki
kekuasaan untuk menentukan persoalan apa saja dalam pengambilan keputusannya
akan didelegasika, kepada siapa delegasi akan diberikan, ketentuan dan mekanisme
pertanggungjawaban seperti apa yang harus dilakukan oleh wakil rakyat.
b. Persamaan Politik
Persamaan politik memiliki arti oersamaan ksempatan berpartisipasi, hukan
persamaan partisipasi nyata warga masyarakat. Tidak ada kesamaan tingkat
partisipasi warga negara dalam kehidupan demokrasi dikarenakan kemampuan dan
kemauan warga negara dalam memanfaatkan kesempatan berpartisipasi politik
berbeda-beda. Setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk
berpartisipasi sesuai dengan kehendak dan kemampuannya maka prinsip
persamaan politik terpenuhi.
c. Konsultasi kepada Rakyat
Jika wakil rakyat hanya mengikuti kehendaknya sendiri atau kehendak rakyat, atau
jika wakil rakyat melakukan hal semacam itu tanpa ada rasa takut kehilangan
jabatannya, maka yang sesungguhnya yang berdaulat adalah para wakil rakyat atau
pejabat bukan rakyat. Oleh karena itu supaya prinsip ini dapat berjalan perlu adanya
mekanisme kelembagaan agar para wakil rakyat atau pejabat pemerintahan dapat
mengetahui kebijakan- kebijakan apa saja yang diharapkan oleh rakyat.
d. Majority Rule dan Majority Right
Prinsip majority rule memiliki arti bahwa keputusan pemeribtah tidak boleh
bertentangan dengan kehendak sebagian besar rakyat. Jika rakyat memiliki
perbedaan pendapat mengenai suatu masalah, maka pemerintah harus bertindak
sesuai dengan kehendak terbesar, buka yang terkecil dari rakyat.
e. Demokrasi tidak harus diambil dari keputusan mayoritas. Keputusan mayoritas
hanya diambil setelah kaum minoritas didengan dan dipertimbangkan aspirasinya
atau pendapatnya. Oleh karena itu keputusan tidak boleh hanya mementingkan
kaum mayoritas saja, tetapi juga mementingkan kaum minoritas juga. Hal ini yang
dimaksud dengan prinsip minority right. Kaum mayoritas tidak boleh memaksakan
pendapatnya untuk menghancurkan kaum minoritas, karena kaum minoritas juga
merupakan bagian dari rakyat yang haris dipertimbangkan hak dan aspirasinya.
f. Pemerintahan yang Terbatas
Di dalam negara yang demokrasi kekuasaan pemerintahan harus memiliki batasan
yang dibatasi oelh hukum dan konstitusi yang tertulis maupun yang tidak tertulis
yang wajib untuk dipatuhi. Suatu pemerintahan harus dijalankan sesuai dengan
prinsip rule of law. Sehingga paham konstitusionalisme harus dijunjung tinggi.
g. Pemisahan dan Pembagian Kekuasaan
Setiap lembaga pemerintahan memiliki tanggung jawab utama atas fungsi tertentu
seperti legislatif, eksekutif dan yudikatif.
h. Check and Balances/ Saling Kontrol dan Saling Mengimbangi
Diciptakannya sistem yang memungkinkan masing-masing lembaga atau cabang
pemerintahan mempunyai kekuasaan untuk mengontrol kekuasaan lembaga lain,
hal ini bertujuan untuk agar tidak terjadi dominasi satu cabang kekuasaan atas
cabang kekuasaan yang lain.
i. Perlindungan Hak Asasi Manusia
Perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia merupakan tujuan dari pemerintahan
demokrasi yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat.
Karena dalam negara demokrasi mancakup hak hak asasi manusia yang meliputi hak
hidup, hak kebebasan, hak milik seseorang dan sejenisnya yang harus dijamin dan
dilindungi oleh hukum.
j. Pergantian Pemimpin
Salah satu nilai yang dijunjung tinggi dalam demokrasi adalah anti kekerasan.
Sehingga dalam demokrasi harus diupayakan agar pergantian pemimpin
berlangsung secara damai dan teratur.
B. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia
1. Demokrasi di Awal Kemerdekaan RI
Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan demokrasi yaitu sebagai berikut.
a. Pemberian wewenang ke KNIP untuk dapat menjalankan fungsi legislatif DPR.
Pemberian wewenang ini melalui Maklumat Wakil Presiden No. X, tanggal 16 Oktober
1945. Hal ini bertujuan untuk menghapuskan kesan bahwa pemerintahan Indonesia
bersifat diktator.
b. Pemberian kesempatan kepada rakyat untuk mendirikan partai politik melalui Maklumat
Pemerintah tanggal 3 November 1945. Hal ini sangat penting karena sesuai dengan
tuntutan yang berlaku dalam negara demokrasi dimana rakyat harus mengorganisasikan
dirinya didalam partai-partai politik.
c. Mengubah sistem pemerintahan prsidensiil menjadi parlementer melalui Maklumat
Pemerintah tanggal 14 November 1945.
2. Demokrasi Parlementer di masa RIS dan masa berlakunya UUD S 1950
Pada tanggal 17 Agustus 1950 bangsa Indonesia kembali kebentuk negara kesatuan.
Dimana pada masa berlakunya Konstitusi RIS dan UUD S 1950 Indonesia menjalankan sistem
demokrasi parlementer.
3. Demokrasi Terpimpin: 5 Juli 1959 – 1966
Dalam pelaksanaan demokrasi terpimpin terdapat penyimpangan-penyimpangan dari
prinsip negara hukum dan negara demokrasi yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,
antara lain:
a. Pelanggaran prinsip “kebebasan kekuasaan kehakiman”
b. Pengekangan hak-hak asasi warga negara di bidang politik
c. Pelampauan batas wewenang
d. Pembentukan lembaga negara ekstra konstitusional
e. Pengutamaan fungsi pimpinan (Presiden)
4. Demokrasi masa Orde Baru (11 Maret 1966-25 Mei 1998)
Demokrasi pada masa Orde Baru terjadi pada masa pemerintahan Soeharto.Namun,
pada masa tersebut terdapat penyimpangan yang sama, bahkan lebih buruk dari masa
Demokrasi Terpimpin, seperti:
a. Pembatasan hak- hak politik rakyat
b. Pemusatan kekuasaan di tangan Presiden
c. Pemilu yang tidak demokratis
d. Pembentukan lembaga ekstra Konstitusional
e. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Meskipun terjadi hal- hal demikian, menurut Schward (1994) ada dampak positif dari
kehidupan di Masa Orde Baru tersebut, yaitu pertumbuhan ekonimi Indonesia yang
semakin membaik, sehingga pemerintah mampu mendanai subsidi dalam bidang pertanian.
5. Demokrasi masa Transisi (22 Mei 1998- sekarang)
Demokrasi ini dimulai pada masa pemerintahan BJ. Habibie, pada masa ini berbagai langkah
demokratisasi terus dilakukan memalui serangkaian amandemen pada UUD 1945 sehingga
lebih teratur, yang diikuti dengan perubahan peraturan di bidang Politik. Seperti:
a. Pengembangan sistem multi partai (Undang-Undang no. 31 tahun 2002 tentang Partai
Politik)
b. Kebebasan Pers (UU no. 21 tahun 1982 dengan UU no. 40 tahun 1999 tentang
Kebebasan Pers)
c. Pemilihan Umum yang dilaksanakan dengan LUBER dan JURDIL (Undang- Undang No. 12
tahun 2003 tentang Pemilihan Umum)

C. Masyarakat Madani (Civil Society)


Civil Society merupakan kehidupan sosial yang terdiri atas:
a. Perkumpulan dan jaringan pedagang yang produktif
b. Perkumpulan agama, kesukuan, dan kebudayaan
c. Organisasi- organsasi yang bergerak dalam bidang produksi
d. Gerakan perlindungan konsumen, hak- hak perempuan, etnis minoritas, kaum cacat, dan
sebagainya
Terlepas dari hal- hal tersebut, civil society memiliki ciri- ciri seperti berikut:
a. Lahir secara mandiri, bukan dibentuk oleh penguasa negara melainkan masyarakat
b. Bersifat sukarela ( atas kesadaran masing- masing anggota)
c. Mencukupi kebutuhannya sendiri, sehingga tidak menggantungkan diri pada bantuan
pemerintah/ negara
d. Bebas atau mandiri dari kekuasaan negara
e. Tunduk kepada aturan hukum yang berlaku dimana telah disepakati bersama
Dengan demikian, civic society memang berbeda dari pemeritahan negara, namun bukan berarti
harus bertentangan dengan negara. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan kebaikan bersama. Jadi
apa yang dikerjakan oleh civic society bisa saja selaras dengan tujuan yang ingin dicapai oleh
negara. Karena negara bukanlah satu- satunya sumber pemerintahan dalam masyarakat.