Anda di halaman 1dari 9

Makalah

Pengantar Organisasi dan Bisnis

“Mahmudi Seorang Mahasiswa yang Cerdik”

Nama Kelompok:

Andyka Pratama Putra


Anggono Tri Wibowo
Dimas Nuri Bayu Putra
Muhammad Fajar Syadi Muflih
Sahlan Zainul Haque
BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Menciptakan peluang usaha menjadi suatu dambaan semua orang yang


menginginkan kesuksesan. Mengingat saat ini telah banyak masyarakat yang
merambah pada membuka usaha atau bisnis di berbagai bidang. Sehingga hal itu
mendorong adanya persaingan yang ketat karena banyak inovasi atau ide yang
muncul diberbagai jenis usaha. Sebagai calon pelaku bisnis suatu inovasi yang
dapat menciptakan peluang usaha ini penting untuk dilakukan dan terus
dikembangkan. Dimana peluang usaha ini dapat berasal dari mana saja entah itu
dari meniru ide bisnis lain dengan menambahkan kreasi yang berbeda atau dapat
muncul secara tiba-tiba dengan berbagai faktor pendukung lainnya.

Pada dasarnya menciptakan peluang usaha dapat dikatakan suatu hal yang
tidak mudah, anda membutuhkan suatu pertimbangan yang matang untuk
mengetahui apakah peluang tersebut dapat dijalankan dengan baik dan optimal.

Sebagai mahasiswa, Anda harus dituntut untuk kreatif supaya bisa mandiri dan
tidak hanya mengandalkan kiriman dari orang tua. Para mahasiswa pasti ada yang
memikirkan bagaimana caranya berbisnis sambil tetap kuliah. Berbekal
kreativitas, jeli melihat peluang, dan berani mengambil risiko, sebenarnya banyak
peluang bisnis yang tepat untuk mahasiswa dengan modal yang kecil. Karena itu,
masa-masa berkuliah adalah menjadi saat yang tepat bagi mahasiswa untuk
memulai bisnis. Sebab mahasiswa suatu saat akan menghadapi tantangan dunia
kerja sehingga akan lebih baik mempersiapkan diri sedari awal.

Bisnis bagi mahasiswa bukan hanya menambah uang saku, tetapi sebagai
modal dan pengalaman yang dapat dijadikan pilihan setelah lulus kuliah. Dengan
berbisnis, mahasiswa tak lagi dipusingkan dengan urusan keuangan sebelum lulus
dan tidak akan pusing mencari-cari pekerjaan setelah lulus. Ada beberapa bisnis
yang bisa dijalankan mahasiswa yang sesuai dengan minat, bakat, dan
keterampilan. Inilah 20 bisnis menjanjikan bagi mahasiswa.
BAB II
PEMBAHASAN

I. Pengertian Bisnis
Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok
organisasi yang melakukan aktivitas penjualan, produksi, distribusi, pembelian, atau
pertukaran barang maupun jasa. Dan kegiatan bisnis ini juga memiliki tujuan untuk
memperoleh keuntungan atau laba.

Selain penjelasan diatas mengenai pengertian bisnis secara umum, ada juga beberapa
ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian bisnis. Untuk lebih memahami
apa itu bisnis, maka berikut ini ada beberapa pendapat ahli yang dapat Anda simak, antara
lain :

1. Brown dan Pretello

Menurut para ahli yang bernama Brown dan Pretello, mengatakan bahwa pengertian
bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan atau menciptakan suatu barang ataupun jasa
yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat dan semua hal yang mengenai berbagai
usaha yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta baik mereka mengejar keuntungan
ataupun tidak.

2. Griffin dan Ebert (1996)

Menurut Griffin dan Ebert pengertian bisnis merupakan sebuah aktifitas yang
menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para konsumen atau
masyarakat.

Kegiatan bisnis dapat dilakukan oleh sebuah organisasi perusahaan yang memilki
badan hukum, atau badan usaha, ataupun perorangan yang tidak memilki badan hukum atau
badan usaha. Misalnya seperti, pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin
Tempat Usaha (SITU) ataupun usaha informal lainnya.

II. Tujuan Bisnis


Di dalam dunia bisnis pasti memiliki sebuah tujuan, untuk apa bisnis tersebut dibangun dan
dikembangkan. Tujuan utama dari sebuah bisnis adalah pastinya untuk memperoleh dan
mendapatkan laba atau keuntungan dari barang atau jasa yang diproduksi yang dibutuhkan
oleh masyarakat.
Namun, sebenarnya tidak hanya profit atau keuntungan saja yang dikejar oleh suatu
perusahaan. Berikut ini beberapa tujuan bisnis, yaitu :

 Untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan bisnis tersebut.


 Untuk mendapatkan kesejahteraan bagi pemilik faktor produksi dan juga bagi
masyarakat.
 Untuk pengadaan barang atau jasa yang diperlukan oleh masyarakat.
 Untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
 Untuk meningkatkan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.
 Untuk menunjukkan atau menampilkan eksistensi atau keberadaan suatu perusahaan
dalam jangka waktu panjang.
 Untuk menunjukkan atau menampilkan prestise dan prestasi.

III. Jenis – jenis bisnis


1. Jenis Bisnis berdasarkan kegiatannya

Bisnis berdasarkan jenis kegiatannya, dibagi menjadi 4 macam, yaitu :

a. Bisnis Agraris

Bisnis agraris adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan di bidang
pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan lain sebagainya. Misalnya seperti, ikan,
sapi, kambing, dan lain sebagainya.

b. Bisnis Ekstraktif

Bisnis ekstraktif adalah kegiatan bisnis yang dilakukan di bidang pertambangan, yaitu
dengan cara menggali atau mengeruk bahan-bahan tambang yang dimiliki oleh perut bumi.
Contoh bahan tambangnya adalah: batu bara, besi, emas, intan, tembaga, minyak, gas bumi,
dan lain sebagainya.

c. Bisnis Jasa

Bisnis jasa adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan di bidang jasa yang
menghasilkan atau menciptakan suatu produk yang tidak tampak atau tidak berbentuk.
Misalnya seperti, pariwisata, jasa asuransi, pendidikan, kesehatan, kecantikan, dan lain
sebagainya.

d. Bisnis Industri

Bisnis industri adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan di bidang industri
manufacturing. Misalnya seperti, industri tekstil, pesawat terbang, rokok, kertas, garmen, dan
lain – lain.
2. Bisnis berdasarkan jenis kegunaannya

Berdasarkan jenis kegunaannya, bisnis dibagi menjadi 4 macam, yaitu :

a. Form Utility (Kegunaan bentuk)

Form utility adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang melakukan perubahan dan mengolah
suatu benda menjadi bentuk yang berbeda dari bentuk sebelumnya sehingga dapat memiliki
manfaat yang lebih untuk masyarakat. Misalnya seperti, bisnis meubel, roti, pakaian, dan lain
sebagainya.

b. Place Utility (Kegunaan tempat)

Place utility adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang melakukan pemindahan sesuatu benda
dari satu tempat ke tempat lainnya yang dapat memiliki manfaat lebih dan bergerak di dalam
bidang transportasi. Misalnya seperti, angkutan barang, angkutan manusia, laut, darat, udara,
dan lain sebagainya.

c. Time Utility (Kegunaan waktu)

Time utility adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang melakukan usahanya dengan
menyimpan barang dengan tujuan jika barang yang dikeluarakan kurang memiliki manfaat
untuk konsumen maka barang tersebut akan disimpan, dan akan dikeluarkan kembali jika
barang tersebut sudah memiliki manfaat untuk para konsumennya. Misalnya seperti,
pergudangan di pelabuhan, bulog, dan lain sebagainya.

d. Possession Utility (Kegunaan pemilikan)

Possession utility adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang melakukan usaha bisnisnya untuk
menciptakan atau menghasilkan dan memenuhi kegunaan terhadap barang atau jasa yang
dimilikinya. Misalnya seperti, perdagangan, pertokoan dan lain sebagainya.

IV. Pengertian Cerdik


Cerdik itu mampu menggunakan kecerdasan yang dimiliki secara tepat waktu dan cara
sehingga efektif dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Orang cerdik pun belum tentu
adalah orang pintar yang mampu bersaing dalam dunia kerja , maka dengan cerdiknya
mereka menciptakan lapangan kerja dan memasukan orang pintar untuk bekerja
bersamanya.

3 ciri orang cerdik dalam berwirausaha yang memang harus dimiliki :

1. Mampu memanfaatkan kelemahan dan kelebihan seseorang

Contoh : Dengan banyaknya orang pintar berlomba-lomba untuk merebutkan kursi tertinggi
dalam perusahaan membuat orang cerdik berlomba-lomba memanfaatkan peluang
memegahkan bisnisnya
2. Mampu mengamati dan memanfaatkan pembaharuan yang terjadi

Contoh : Fashion adalah gaya tertentu yang sedang di sukai pada saat-saat tertentu. Bahkan
tak sedikit masyarakat indonesia selalu mengikuti fashion yang di pakai oleh artis idolanya.
Hingga membuat pembisnis berlomba-lomba memanfaatkannya

3. Mampu memanfaatkan sifat konsumen

Contoh : mayoritas penduduk indonesia tertarik dengan papan bertulis diskon yang di pajang
di sebuah toko , terutama wanita. Dengan memanfaatkan ketertarikan mayoritas konsumen,
pembisnis yang cerdik pun mulai memainkan harga dengan diskon yang sudah di hitung
keuntungan yang di peroleh.
V. Peluang Berbisnis
1. Menciptakan peluang usaha berdasarkan kebutuhan

Cara menciptakan pelaung usaha yang pertama adalah dengan berdasarkan kebutuhan
anda. Ketika anda merasa kebutuhan anda belum dapat terpenuhi dengan produk atau jasa
yang telah ditawarkan oleh pelaku bisnis. Maka tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk
menciptakan produk atau jasa yang berkaitan dengan kebutuhan anda tersebut. Hal tersebut
dapat menciptakan peluang yang besar mengingat adanya kemungkinan seseorang yang
merasa bahwa kebutuhannya belum terpenuhi dengan adanya produk atau jasa yang sudah
ada. Sehingga permintaan pasar pun akan lebih tinggi dan meminimalisir terjadinya
persaingan usaha yang serupa.

2. Menciptakan peluang usaha berdasarkan kemampuan

Cara selanjutnya dalam menciptakan peluang usaha adalah dengan berdasarkan


kemampuan. Misalnya jika anda memiliki kemampuan untuk membuat kue basah maka tidak
salahnya anda membuka usaha kue basah dengan memberikan kreasi-kreasi yang unik dari
kue-kue lainnya. Dengan demikian anda dapat lambat laun merintis usaha ini dengan baik
jika anda sendiri mampu untuk melakukannya. Selain itu, jika anda yang menginginkan
adanya karyawan maka sebaiknya anda berbagi kemampuan anda agar lebih optimal dalam
menjalankan bisnis tetapi tetap pada pengawasan anda.

3. Menciptakan peluang usaha berdasarkan hobi

Peluang usaha dari hobi dapat menjadi peluang yang bagus untuk dijalankan, apalagi
seperti yang kita ketahui bahwa memiliki hobi itu dapat dikatakan menjadi keunikan
tersendiri. Dari keunikan tersebut dapat menjadi nilai jual yang berpotensi menimbulkan
peluang usaha. Terlebih saat ini banyak banyak para pelaku bisnis yang memulai
menjalankan bisnis yang mendapat ide dari hobinya yang mampu mendatangkan keuntungan
dan kesuksesan. Mengingat hal tersebut dikarenakan ketika seseorang mengerjakan apa yang
disukai yang telah menjadi hobi atau kebiasaannya maka ia akan dengan senang hati
mengerjakannya. Sehingga tidak salah jika mendapatkan peluang bisnis dari hobi dapat
membawa kesuksesan karena pelaku bisnisnya pun senang dan nyaman saat mengerjakannya
tanpa adanya rasa berat. Sebagai contoh, ketika anda memiliki hobi berwisata kuliner dan
memasak maka tidak salahnya jika membuka usaha kuliner dengan masakan atau menu yang
anda sukai.

4. Menciptakan peluang usaha berdasarkan usaha yang ada

Menciptakan peluang usaha berdasarkan usaha yang ada ini maksudnya adalah
menciptakan jenis usaha yang serupa dengan usaha yang telah ada tetapi memberikan kesan
berbeda. Hal ini berkaitan dengan melakukan sebuah inovasi dan kreasi seperti yang telah
disinggung sebelumnya. Sebagai contoh, ketika anda melihat ada pelaku bisnis yang
membuka usaha cake dengan varian rasa pandan dan coklat maka anda dapat juga membuka
usaha cake dengan berbagai macam rasa dan sentuhan topping yang menarik di atas cake
tersebut. Sehingga usaha anda pun dapat lebih menarik perhatian konsumen dan mampu
mendorong terjadinya persaingan yang berdampak pada hal positif.
5. Menciptakan peluang usaha berdasarkan lokasi

Menciptakan peluang usaha berdasarkan lokasi ini pun dapat memberikan dampak
pada peluang bisnis yang bagus. Jika anda memiliki lokasi yang strategis maka akan menjadi
poin yang bagus untuk mendukung usaha yang anda lakukan. Mengingat lokasi dapat
berpengaruh terhadap pendapatan. Sebagai contoh ketika anda memiliki lokasi yang dekat
dengan sekolah maka dapat anda manfaatkan dengan membuka usaha fotocopy dan peralatan
alat tulis. Sehingga dengan begitu usaha fotocopy dan peralatan alat tulis itu akan
mendatangkan konsumen yang banyak karena lokasi anda berada didekat target pasar anda
yaitu siswa dan tenaga pengajar di sekolah tersebut.
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Peluang dan Perencanaan bisnis adalah dua hal yang saling berkaitan dan mendasar
dalam dunia bisnis sehinggan seorang wirausaha harus dapat mengamati peluang pintu
peluang,Apa saja sumber-sumber potensial peluang,cara mengamati pintu peluang dan apa
saja kenda-kendalanya.Setelah mendapatkan peluang yang baik seorang wirausaha membuat
perencaan bisnis karena perencanaan bisnis bukan hanya sebagai pedoman atau buku
pegangan dalam berbisnis, tetapi untuk acuan dan sebagai peta perjalanan bisnis yang akan
dan di jalankan. Tetapi harus tetap berada dijalur yang benar dan sesuai dengan yang
direncanakan.

2. Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan
lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber
yang lebih banyak yang tentu dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk bagian
terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain akan saya jelaskan tentang
daftar pustaka makalah.