Anda di halaman 1dari 51

TUGAS MATA KULIAH

PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK

Oleh:
Agus Hananto
NIM: 23119012

Program Studi Teknik Mesin


Fakultas Teknologi Mesin dan Dirgantara
Institut Teknologi Bandung
2019
SMART GLASSES

PRODUCT SPESIFICATION

A. Performance
1. Dapat menerima panggilan telpon berupa suara dan gambar secara bersamaan yang
terhubung melalui bluethooth smartphone dengan aplikasi social media seperti
Whatsupp, Line, Skype, dan lainnya.
2. Dapat dihubungkan dengan google maps location pada smartphone, sehingga dapat
memudahkan mecari titik lokasi atau memandu perjalanan menggunakan peta.
3. Dapat memperjelas pandangan pada kondisi gelap, lux=0 dengan dilengkapi mini camera
infrared night vision
4. Konektifitas menggunakan bluethooth auto synchronous
5. Batterai tahan selama 2 hari / 48 jam pemakaian
6. Frame yang terbuat dari material yang ringan, desain sporty dan elegance.
7. Lensa yang terintergrasi dengan material LED film untuk menampilkan gambar baik pada
saat menerima telp gambar maupun untuk memperjelas pandangan pada keadaan gelap.

B. Feature
1. Smart glasses ini memiliki beberapa fitur utama yaitu: 1) dapat menerima panggilan
suara atau video yang dihubungkan dengan perangkat smartphone, 2) dapat digunakan
sebagai perangkat tambahan dalam memandu perjalanan yang dapat dihubungkan
dengan smartphone melalui aplikasi Google Maps, 3) dapat memperjelas pandangan
dalam keadaan gelap (kurang cahaya, lux=0) menggunakan minicamera infrared night
vision.
Berikut penjelasan fitur yang ada di smart glasses ini:
- Fitur smart voice dan video call
Dengan fitur ini komunikasi melalui voice dan video dapat dengan mudah dilakukan
dimana saja dan dalam keadaan apa saja. Smart glasses dapat secara otomatis
melakukan pairing dengan smart phone ketika ada panggilan masuk.
- Smart Driver
Dalam perjalanan smart glasses ini dapat membantu menampilkan rute perjalanan
yang akan dilalui sesuai dengan tampilan yang ada di smartphone melalui aplikasi
google maps. Kelebihannya alat ini secara otomatis melakukan pairing dengan
smartphone begitu aplikasi google maps pada smartphone dioperasikan.
- Smart vision
Fitur yang dapat digunakan untuk memperjelas penglihatan dalam kondisi kurang
pencahayaan / gelap.
2. Konektivitas menggunakan bluethooth versi 4.0, dengan jangkauan 10 meter.
3. Baterai lithium ion 10.000 mAH / 3,7 volt, fast charging, lama pengisian sampai penuh
memerlukan waktu 60 menit.
4. Frame terbuat dari material plastic Nylon yang memiliki fitur; flexible, hypo allergenic,
ringan, kuat, dengan desain ergonomis all size cocok untuk semua kalangan.
5. Waterprof technology.
C. Realibility
Smart glasses ini memiliki keunggulan:
- Mudah dalam perawatan
- Fitur-fiturnya memiliki reliability yang baik; kualitas gambar dan suara tetap sama
meskipun sudah dipakai berkali-kali.
- Lensa kaca tetap jernih tahan goresan meskipun sudah dipakai berkali-kali ± 1 tahun
- Baterai tetap awet ± 90% meskipun sudah dipakai dan iisi berulang kali, lebih dari
365 kali.
D. Durability
Semua komponen dalam pemakaian normal akan tahan lebih dari 2 tahun.

E. Service Ability
1. Speaker handfree yang memungkinkan untuk diganti apabila terjadi kerusakan.
2. Lensa yang terintegrasi dengan LED film yang dapat diganti jika terjadi kerusakan seperti
pecah atau retak.
3. Baterai yang mudah ditemukan dipasaran serta memungkinkan untuk diganti jika terjadi
penurunan kualitas penyimpanan dan pengisian atau kerusakan.

F. Esthetic
Desain ergonomis untuk smart glasses masa kini.
G. Packaging
- Kotak penyimpanan yang kecil dan kompak
- Desain box penyimpanan yang ringan < 0.5 gram
- Pelabelan yang menarik
- Box berisi :
o Smart glasses
o Kain halus
o Baterai cadangan
o Manual box
o Kartu garansi

H. Cost
Perkiraan biaya produksi < Rp. 1.500.000,-
Biaya service dan garansi Rp. 200.000,-

PRODUCT PLAN

A. Customer Need
1. Dalam satu produk memiliki beberapa fungsi
2. Compatible dengan smartphone system android 4.1 ke atas, iphone dan windows mobil
3. Portable, ringan serta tampilan menarik
4. Baterai tahan lama, minimum tahan lebih dari 24 jam
5. Harga kurang dari Rp. 1000.000,-

B. Key Product Atribut


1. Memiliki berat keseluruhan tidak lebih dari 250 gram
2. Memiliki fitur canggih dalam satu produk
3. Lebar lensa kacamata yang ideal berbentuk segi empat atau oval
4. Kualitas gambar yang HD serta suara yang low noice
5. Fitur adjustable spring pada frame serta flexible menyesuaikan kepala pemakai
6. Sinkronisasi otomatis dengan bluethooth v4.0
7. Kualitas kamera infrared night vision serta autofocus

C. Product Financial
Development cost Rp. 25.000.000,-
Tooling and capital Rp. 30.000.000,-
Manufacturing cost Rp. 1.000.000,-
Distribution and administration cost 15%
Margin for profit 20%

D. Market and competition


1. Gain > 25% of market share
2. Penetrating all leading retail chaint

E. Development Schedule
No Phase Competition
1 Customer needs October
2 Product concept Januari
3 Product design Maret
4 Prototype development Mei
5 Manufacturing Agustus
6 Product release September

F. Resource Requirement
No Phase Competition
1 Marketing and product management 4
2 Design engineering (DED) 16
3 Computer aided design (CAD) 12
4 Manufacturing engineering (ME) 10
5 Quality and test engineering (QC) 10
G. Key Interface
1. Marketing
2. Research and development
2.3 KEY FACTOR TO DEVELOPING SUCCESSFUL NEW PRODUCT

2.3.1. Uniqueness
Produk smart glasses memiliki fitur canggih yang tidak dimiliki oleh competitor produk
yang sama dipasaran. Fitur canggih ini adalah dalam satu produk memiliki beragam fitur
yaitu dapat melakukan sinkoronisasi dengan smartphone untuk melakukan aktivitas
komunikasi panggilan gambar (video call) maupun panggilan suara (voice call), dapat
digunakan untuk membantu melihat rute perjalanan (maps) yang terkoneksi dengan
aplikasi google maps pada smartphone serta kacamata yang dapat membantu
memperjelas pandangan pada saat melihat objek dalam keadaan gelap. Inilah yang
menjadi keunggulan sekaligus keunikan dari produk smart glasses ini.

2.3.2. Customer Focus and market orientation


Dengan keunggulan dan keunikan produk smartglasses ini, focus konsumen / customer
yang dituju adalah para professional muda, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai
kantoran (guru, dosen,PNS), wirausahawan muda maupun traveler/turis mancanegara
dan semua orang yang menginginkan kemudahan baik dalam berkomunikasi melalui
audio dan visual secara realtime tampa mengoperasikan smartphone secara langsung,
sehingga tidak mengganggu dalam beraktifitas, juga keunikan fitur yang dapat membantu
memperjelas objek pandangan dalam keadaan kurang cahaya pada produk smart glasses
ini.

2.3.3. Doing the Homework


Untuk merealisasikan produk smart glasses ini, ada beberapa proses yang harus dilakukan
diantaranya studi pasar, analisa kebutuhan konsumen terhadap produk ini, Analisa harga
pasar, nilai jual pasar terhadap produk smart glasses yang dapat diterima oleh konsumen.
Dalam studi tersebut didapatkan bahwa pasar tertarik dengan produk smart glasses ini,
tuntutan pasar adalah produk yang memudahkan dalam beraktifitas social media melalui
smartphone baik untuk berkomunikasi dengan orang lain ataupun sebagai pelengkap fitur
yang lain. Pasar saat ini juga menginginkan produk yang mempunyai beragam fitur
didalamnya, dan produk smartglasses ini menjawab tuntutan tersebut.
2.3.4. Sharp and early product definition
Konsep utama dan keungulan produk smart glasses ini adalah sebuah produk yang
memiliki beragam fitur, fitur yang saat ini dinanti oleh para professional muda dengan
kecanggihan dalam berkomunikasi secara visual, realtime tidak terbatas ruang dan waktu
yang ditempatkan pada lensa kacamata smart glasses ini tanpa menggunakan
smartphone. Ditambah dengan fitur infrared camera night vision untuk memperjelas
pandangan objek dalam keadaan gelap, sehingga orang tidak lagi kesulitan melihat objek
dalam ruangan yang terbatas penerangannya. Jika dibandingkan dengan produk
competitor lainnya, produk ini memiliki beragam kelebihan yang tidak dimiliki oleh
produk lain.

2.3.5. Execution of activities


Setelah melakukan studi dan Analisa pasar pada point 2.3.3 “doing the homework” dan
meyakinkan tuntutan pasar dapat terpenuhi oleh produk yang akan dibuat, selanjutnya
dibuat pengembangan konsep dari smart glasses in agar selalu mengikuti perkembangan
jaman sampai memikirkan strategi pemasaran, keuntungan dari produk smart glasses ini
agar diterima dipasar dan laku terjual secara efektif, efisien dan tepat sasaran sesuai
dengan focus konsumen yang dituju.

2.3.6. Organization structure and climate


Dalam pengembangan dan pembuatan produk smart glasses ini diperlukan struktur
organisasi dalam suatu perusahaan sebagai berikut:
a. Resource & Development yang berfungsi untuk melakukan pengembangan produk
agar selalu berinovasi (continuous improvement)
b. Desain engineering mempunyai tupoksi mewujudkan hasil pengembangan produk
dalam bentuk visualisasi dan gambar produk yang sesuai dengan tuntutan
perkembangan pasar.
c. Produksi atau manufaktur, mempunyai tugas mengeksekusi desain produk yang
dibuat oleh desain engineering untuk selanjutnya di wujudkan dalam bentuk produk
nyata.
d. Quality control, bertugas memastikan bahwa produk hasil proses produksi oleh
bagian produksi sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh desain engineering
e. Sales dan marketing, bertugas mengenalkan dan memasarkan produk smart glasses
kepada pasar /calon kunsumen sesuai dengan informasi produk yang telah dibuat
oleh bagian resource dan development.

selain itu manajemen perusahaan juga mendukung adanya inovasi pengembangan


produk, dengan memberikan reword serta menyediakan layanan konsumen agar
pelanggan puas dengan produk smart glasses ini, serta memberikan feed back positif.

2.3.7. Project selection decision


Keputusan menentukan produk smart glasses ini didasarkan atas beberapa factor yang
telah dibahas dalam perkembangan misalnya, kebutuhan konsumen. Kebutuhan
konsumen untuk melakukan aktivitas komunikasi near cable dan handsfree secara
langsung melalui komunikasi visual dan audio kemudian oleh pasar dituntut untuk
menambahkan fitur lainnya sehingga diambil keputusan untuk menggabungkan fitur lain
yang telah direncanakan dalam satu produk. Daya tarik pasar oleh produk yang memiliki
kecanggihan dalam hal komunikasi digital yang tinggi pada saat ini, sehingga focus
konsumen lebih luas dan pengembangan produk dipastikan akan mudah.

2.3.8. Telling the world you have a good product


Produk smart glasses ini perlu dikenalkan dan dipromosikan ke pasar, hal ini bertujuan
untuk meningkatkan daya beli konsumen terhadap produk smart glasses ini. Upaya yang
telah dilakukan untuk mengenalkan produk ini kepada konsumen secara luas adalah
melalui media social. Instagram dan facebook adalah salah satu media social yang sangat
efektif untuk mengenalkan produk baru kepada konsumen. melalui aplikasi media siosial
ini penyebaran informasi akan sangat efektif dari satu orang ke orang lain. Cara yang
efektif lainnya juga mempromosikan lewat media social, kerjasama dengan even
organizer sangat berperan aktif untuk menyebarkan informasi produk baru pada pasar
sekarang ini misalnya menjadi sponsor dalam acara-acara Pendidikan, perkantoran,
maupun even nasional secara luas yang dihadiri oleh seluruh kalangan terdiri dari pelajar,
guru, dosen, karyawan, pegawai dan professional muda.

2.3.9. Rule of top management


Organisasi perusahaan produk ini telah memiliki beberapa bagian yang membidangi
pengembang produk, desain produk, produksi, quality control, dan pemasaran/
marketing. Juga selain itu didukung dengan system management mutu yang baik (ISO
9001). Management mampu menganalisa realisasi waktu, proses produksi, marketing,
keungungan dan sumber daya manusia serta memikirkan strategi bisnis untuk produk
smart glasses bahwa produk ini termasuk jenis alat komunikasi canggih yang umum
digunakan untuk semua kalangan tidak terbatas gender dan memiliki prosentasi
kebutuhan pasar yang tinggi serta keuntungan penjualan yang baik. Teknologi yang
difokuskan adalah produk dengan beragam fitur yang dipasaran masih jarang ditemukan.

2.3.10. Speed without compromising quality


Produk smart glasses dalam pembuatan dan pengembangannya telah memperhitungakn
waktu dan kualitas secara efektif dan efisien dengan melakukan penjadwalan proses
mulai dari bagian planning control produk sampai bagian delivery.
Bagian planning control membuat jadwal keseluruhan proses produksi kemudian
didistribusikan kebagian desain engineer, produksi manufaktur, quality control dan
bagian delivery. Tiap bagian akan membuat jadwal turunan yang lebih teknis pada
masing-masing bagian dengan menyesuaikan proses-proses yang ada pada bagian
tersebut.
Pembuatan jadwal ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya kendala-kendala yang
terjadi pada saat proses pembuatan produk berlangsung, sehingga pada akhirnya akan
memiliki alternative penyelesaian jika terjadi perubahan desain produk atau penambahan
fitur baru. Namun yang paling penting dari ini semua adalah kepastian produk sampai ke
konsumen tepat waktu.

2.3.11. Available of a systematic new product process


Proses pembuatan produk smart glasses ini telah direncanakan dengan membuat jadwal
umum (general schedule) oleh bagian planning control, kemudian jadwal didistribusikan
ke bagian desain, produksi, quality, marketing, kemudian tiap bagian membuat jadwal
kerja dengan konsep yang sistematis dengan diakhiri dengan quality cek pada masing-
masing proses. Produk diperiksa melalui beberapa cek point untuk memastikan produk
sesuai atau tidak, hasil dari cek point ini menentukan perlakuan proses selanjutnya pada
bagian yang lain.
Keuntungan sistematis ini adalah dapat mendeteksi secara awal adanya resiko kegagalan
produk dan untuk meyakinkan bahwa produk yang dihasilkan akan tepat waktu sampai
ke konsumen.

2.3.12. Market attractiveness


Produk smart glasses ini memiliki daya Tarik yang besar dipasar. Konsumen menginginkan
adanya teknologi yang memiliki beragam fitur dalam satu produk. Produk yang diinginkan
adalah produk yang dapat membantu memudahkan beragam aktifitas, baik dalam hal
berkomunikasi dan teknologi alat bantu yang canggih. Smart glasses ini menjawab
keinginan pasar tersebut, smart glasses ini dapat memudahkan dalam berkomunikasi dua
arah melalui video call dan voice call kapanpun dan dimanapun tanpa terbatas padatnya
aktifitas sehari-hari. Dengan kemampuan menampilkan gambar pada lensa kaca mata
dengan kualitas HD sehingga akan nyaman ketika dipakai.
Juga kemampuan untuk menampilkan rute perjalanan dalam berkendara yang
dihubungkan dengan google maps pada smartphone, serta fitur infrared night vision
kamera pada kacamata agar dapat memperjelas pandangan pada keadaan gelap. Dari
kesemua fitur tersebut juga diperhitungkan harga yang dapat diterima dipasar dan
bertahan dalam kondisi ideal Bersama competitor yang lain.

2.3.13. Experiences and core competence


Kompetensi utama produk smart glasses ini adalah bidang teknologi informasi dan
komunikasi. Perusahaan pengembang produk ini telah melakukan riset dan pembuatan
produk yang berpengalaman pada bidang ini, bisnis dibangun dengan tenaga ahli yang
berpengalaman serta kemampuan perusahaan dalam mengelola system management
perusahaan. Pemasaran, penjualan dan layanan pelanggan telah dilakukan sesuai
sitematis agar produk sukses dipasaran.

2.3.14. Miscellaneous factors


Produk smart glasses ini merupakan produk baru yang belum banyak ditemukan
dipasaran. Smart glasses ini memiliki beragam fitur yang tidak dimiliki oleh glasses biasa,
dengan fitur screen mirroring video call dan maps google serta camera night vision yang
ada di smart glasses ini memudahkan dalam melakukan komunikasi antar muka tanpa
mengganggu aktifitas sehari-hari, juga kemudahan dalam melakukan perjalanan tanpa
perlu membuka smartphone untuk melihat peta perjalan, cukup ditampikan pada lensa
kacamata. Serta kemampuan menampilkan gambar objek pada keadaan gelap tanpa
cahaya, hal ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki oleh glasses yang lain. Walaupun
beragam fitur pada produk smart glasses ini, tidak membuat harga produk ini selangit.
Harga produk smart glasses ini terjangkau dan telah melewati riset pasar, serta tidak
mengindahkan kualitas produk, reliability dan durability dari produk ini, serta sudah
diperhitungkan untuk menjaga existensi produk jangka Panjang.
SKETCH PRODUK

Desain 1

Desain 2

Desain 3
Pemilihan Alternative desain
Ide awal dalam pembuatan sketsa kemudian dirangkum menjadi 3 desain yaitu:

Desain 1
Kelebihan:
- Modul smart glasses hanya ada di satu sisi saja (sisi
kanan) dengan pertimbangan untuk pemakai aktif
kacamata agar tidak mengganggu pandangan lensa
yang satunya dan juga modul smart ini dapat dilepas
dari framenya sehingga dapat dipasang pada frame
existing.
- Perhitungan beban maksimum agar kondisi stabil
(balance tidak berat sebelah) sudah diperhitungkan
pada modul ini sehingga nyaman dipakai, juga
dilengkapi dengan center piece untuk memposisikan
frame tepat ditengah.
- desain 1 ini sudah termasuk frame, untuk
mengakomodir pemakai kacamata pasif (tidak
berkacamata) sehingga dapat menggunakan frame
yang telah disediakan.
Kekurangan:
- ada potensi berat sebelah (unbalance)
Desain 2
Kelebihan:
- Modul dibuat sepasang kanan kiri dengan maksud
agar beban lebih stabil (balance) ketika dipakai.
- Hasil tampilan gambar lebih seimbang.
Kekurangan:
- bagi pemakai kacamata aktif (plus atau minus) akan
sedikit mengganggu pandangan.
- Perlu melepas modul secara bersamaan pada frame
ketika akan menggunakan frame existing sebagai
pemegangnya.
- berat total frame dan modulnya akan lebih besar
dibanding desain 1.
Desain 3.
Kelebihan:
- produk hanya menyediakan modul smart glasses
saja, sehingga perlu menambahkan frame sendiri.
- Bagi pemakai kacamata aktif, modul ini bisa
langsung dipasang pada frame existing.
- Harganya lebih murah
Kekurangan:
- Bagi pemakai kacamata pasif, akan kesulitan
memakai modul smartglasses ini karena perlu
menambah frame.
Dari ketiga alternatif maka dipilih desain 1 yang memungkinkan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Konsep dari desain smart glasses ini telah mempertimbangkan hal-hal sbb:

1. Frame dibuat dari bahan composite nilon yang mempunyai berat jenis kecil serta memiliki
ketahanan terhadap beban lentur (flexibilitas tinggi) namun tetap kuat. Hal ini memudahkan
dalam pemakaian.
2. Modul set smart glasses (modul dan Lensa) dibuat hanya sisi kanan dengan maksud agar smart
glasses ini dapat digunakan oleh semua orang baik yang berkaca mata ataupun tidak. Jika
konsumen smart glasses ini adalah pemakai aktif kacamata (mata minus / plus), modul ini dapat
dilepas dari frame aslinya dan dapat dipasangkan pada frame kacamata existing bagi konsumen
yang memang telah menggunakan kacamata sebelumnya, dan jika konsumen bukan pemakai aktif
kacamata maka dapat langsung menggunakan produk smart glasses ini satu set dengan framenya.
Produk ini juga telah mempertimbangkan aspek ergonomis kenyamanan dan telah
memperhitungkan segi balance atau keseimbangan lensa pada saat digunakan.
3. System penjepit pada bagian modul set dengan frame dibuat dengan metode plug and play,
clamp dibuat dengan material yang mempunyai flexibilitas tinggi sehingga mampu melakukan
penjepitan berulang kali tanpa crack atau patah.
PRODUCT STRUCTURE

Frame utama
Frame
Center piece

bagian
penjepit
modul box
Casing
modul

Speaker

Smart microphone
Glasses
Modul Set Komponen Infrared
elektronik camera

PCB modul

Bluethooth
modul

Lensa LED

Software/per aplikasi
angkat lunak Android 6.0

Identifikasi komponen

No Komponen Keterangan Alasan


1 Frame set Buat sendiri / Subcon Custom
2 Modul Box Buat sendiri / Subcon Custom
3 Speaker Beli Tersedia dipasaran
4 Microphone Beli Tersedia dipasaran
5 Infrared camera Beli Tersedia dipasaran
6 Bluetooth modul Beli Tersedia dipasaran
7 Modul PCB Buat sendiri Custom
8 Lensa LED set. Buat sendiri Custom
Produk yang akan dijadikan objek penelitian adalah “ MODUL BOX dan KOMPONEN PENJEPIT
(CLAMPING UNIT)”

Spesifikasi:

Assy modul box dan clamping unit ini merupakan salah satu komponen yang dianggap kritis dan sangat
penting pada produk smart glasses ini.

Modul box sebagai tempat untuk menyimpan seluruh komponen elektronik smart glasses, sedang
clamping unit sebagai alat mekanis penghubung modul dengan frame existing atau frame optional yang
ada di pasaran, agar smart glasses ini dapat digunakan secara utuh.

Bagian penting dari dua komponen ini adalah:

A. Design requirement and object (DRO) modul box dan clamping unit.
B. Pembuatan desain modul box dan clamping unit.
C. Analisa desain dan drawing produk.
D. Pemilihan Proses manufactur (DFM)
E. Pemilihan proses Asembly (DFA)
A. Design requirement and object (DRO) modul box dan clamping unit.
1) DRO Modul Box

Design Requirement and Object (DRO) for Modul Box

Requirement Object Cara Mencapainya


Biaya yang dibutuhkan.
 Biaya pembelian ± Rp. 1.000.000,-  Produk dibuat oleh industry local
 Biaya perbaikan ± Rp. 300.000,- agar biaya produksi rendah
 Disediakan service center pada tiap
kota.
Geometry
 mudah dibawa, dimasukkan kedalam saku  Dimensi box dibuat pas di tangan
 ukuran maksimum tidak melebihi Panjang sesuai dengan komponen yang ada
frame secara umum. didalamnya.
 Permukaan body yang terdapat lengkungan  Dimensi total Panjang x lebar x
agar lebih nyaman handlingnya. tinggi = 75 x 13x 18 mm.
 Design dies dibuat melengkung.
Physical characteristics
 Berat total kurang dari 50 gram  Material terbuat dari plastic ABS
 Material terbuat dari plastic yang flexible yang mempunyai spesifikasi massa
 Tahan terhadap panas minimum 80°C jenis rendah, titik leleh 180-240°C,
 Tahan terhadap cairan keringat dan minyak.  Dapat dilakukan surface finish
 Finish permukaan box kuat terhadap pada permukaan body.
goresan.  area yang bertemu dengan
 Tidak mudah slip pada saat dipasangkan komponen penjepit diberikan
pada frame existing. lapisan anti goresan dan pelapis
anti slip.

Environmental requirements
 Temperatur operasi standar.  Dengan dimensi produk 75 x 12x
 Dimensi yang pas pada saat penyimpanan. 21 mm.memudahkan dalam
 Tahan terhadap air handling dan penyimpanan.
 Anti korosi  Menggunakan material ABS yang
 dapat dipasangkan dengan frame kacamata tahan terhadap korosi
yang ada di pasaran.

How does it hold up?


 Reliability khusunya pada bagian penjepit  Material box terbuat dari plastik
frame. ABS yang mempunyai sifat kuat,
 Tahan lama tahan terhadapat benturan,
 Material yang dapat didaur ulang permukaan yang dapat di finish,
dan dapat didaur ulang.
Aesthetics
 Style
Design sporty, modern, new style
Design Requirement and Object (DRO) for Modul Box

Requirement Object Cara Mencapainya


 Desain box dibuat elegance,
dengan dimensi menyesuaikan
Color dengan frame yang ada dipasaran.
 Base color to mate other frame

 Warna dibuat agar dapat


menyesuaikan dengan warna
produk kaca mata yang sudah ada.
Manufacturing considerations
 Menggunakan proses plastic injection  Menggunakan proses plastic
 Finishing produk dengan proses painting injection moulding
dan surface plating.  Dalam satu proses menghasikan
 Bagian penjepit harus presisi produk 5 – 10, agar cost produksi
 Permukaan penjepit tahan terhadap tekanan tercapai.
dan gesekan.  Bagian penjepit yang
menghubungkan dengan frame
dibuat dengan proses machining
sehingga lebih presisi.
 Permukaan penjepit dilapis
fluorocarbon sehingga tahan
terhadap tekanan dan gesekan

Mekanisme modul box:

 Modul terbuat dari material plastik ABS dengan kelebihan titik lelehnya tinggi, tahan terhadap
cairan asam/basa, kuat, flexible, permukaan material bisa di lapis, mempunyai permukaan yang
halus.
 Modul sebagai tempat komponen elektronik seperti; PCB modul, camera, speaker, microphone,
lensa, baterai dan penjepit frame.
 Modul box dapat dibuka untuk penggantian baterai ataupun penggantian suku cadang
komponen jika ada kerusakan.
 Pada area yang akan menjepit dengan bagian frame dilapisi perekat anti slip agar jepitan lebih
kuat (pada area dibawah lubang penjepit)
 Bagian penjepit dapat di assembly dengan modul box dengan system clamp manual yang sudah
diatur suaiannya.
2) DRO Clamping Unit

Design Requirement and Object (DRO) for Clamping unit

Requirement Object Cara Mencapainya


Biaya yang dibutuhkan.
 Termasuk pembuatan modul box  Satu industri dengan pembuatan
modul box.
Geometry
 Body yang halus dan flexible  Dibuat dengan material ABS
 Surface finish  Permukaan clamping dilapis anti
gores.
Physical characteristics
 Berat total kurang dari 10 gram  Material terbuat dari plastic ABS
 Material terbuat dari plastic yang flexible yang mempunyai spesifikasi massa
 Tahan terhadap panas minimum 80°C jenis rendah, titik leleh 180-240°C,
 Tahan terhadap cairan keringat dan minyak.  Dapat dilakukan surface finish
 Finish permukaan box kuat terhadap pada permukaan body.
goresan.  area yang bertemu dengan
 Tidak mudah slip pada saat dipasangkan komponen penjepit diberikan
pada frame existing. lapisan anti goresan dan pelapis
 Mudah dipasang dan dilepas anti slip.
 System knock down pada penjepit
memudahkan untuk menyatukan
body dengan frame.
Environmental requirements
 Temperatur operasi standar.  Dengan dimensi produk 12 x 6.5x
 Dimensi yang pas pada saat penyimpanan. 10 mm.memudahkan dalam
 Tahan terhadap air handling dan penyimpanan.
 Anti korosi  Menggunakan material ABS yang
 dapat dipasangkan dengan frame kacamata tahan terhadap korosi
yang ada di pasaran.

How does it hold up?


 Reliability khusunya pada bagian penjepit  Material penjepit terbuat dari
frame. plastik ABS yang mempunyai sifat
 Material yang dapat didaur ulang kuat, tahan terhadapat benturan,
permukaan yang dapat di finish,
dan dapat didaur ulang.
Color
 Warna menarik
Design Requirement and Object (DRO) for Clamping unit

Requirement Object Cara Mencapainya


 Warna menyesuakan dengan warna
modul box
Manufacturing considerations
 Dapat diproduksi skala banyak  Menggunakan proses plastic
 Finishing produk dengan proses painting injection moulding
dan surface plating.  Dalam satu proses menghasikan
 Bagian penjepit harus presisi produk 5 – 10, agar cost produksi
 Permukaan penjepit tahan terhadap tekanan tercapai.
dan gesekan.  Bagian penjepit yang
menghubungkan dengan frame
dibuat dengan proses machining
sehingga lebih presisi.
 Permukaan penjepit dilapis
fluorocarbon sehingga tahan
terhadap tekanan dan gesekan

Mekanisme Clamping Unit.

 Terbuat dari material yang flexible, tidak mudah patah dan tidak kaku.
 Pada permukaan yang akan berhubungan dengan frame dilapis anti selip dan anti gores.
 Pada bagian yang berpasangan dengan lubang komponen modul box dibuat suaian sesak agar
tidak mudah lepas saat dipakai.
 Dimensi sebelum lentur dan maksimal defleksi pada bagian penjepit didesain sesuai dengan
ketebalan frame yang ada dipasaran, yaitu maksimum tebal frame 3,5 mm.
 Memiliki grade / tingkat ketebalan penjepitan pada bagian penjepit untuk mengantisipasi jenis
frame yang tidak ada dipasaran.
 Komponen penjepit dipasang pada modul box plug and play.
B. Pembuatan desain modul box dan clamping unit.

1) Drawing Modul Box


2) Drawing Clamping unit
C. Analisa desain dan drawing produk.
 Analisis Clamping Unit
D. Pemilihan Proses manufactur (DFM)

 Produk A. Modul Box


Desain :
 Material Plastic ABS
 Dimensi yang dibutuhkan agar fungsi terpenuhi adalah 18 x 10 x 80 mm
 Volume : 1,44x10-5 m3 (dengan ρplastic ABS = 1060 kg/m3 )
 Massa material plastic ABS : 0,015 kg.
 Dapat dikategorikan sebagai bentuk kompleks meskipun mempunyai bentuk
simetri → bentuk 3D
 Permukaan produk unfinished dan kekasaranya Ra. 0,2
 Jumlah produk produksi = 500 pcs

 Produk B. Clamping Unit


Desain :
 Material Plastic ABS
 Dimensi yang dibutuhkan agar fungsi terpenuhi adalah 10 x 10 x 6,5 mm
 Volume : 6,5x10-7 m3 (dengan ρplastic ABS = 1060 kg/m3 )
 Massa material plastic ABS : 0,0007 kg.
 Dapat dikategorikan sebagai bentuk kompleks meskipun mempunyai bentuk
simetri → bentuk 3D
 Permukaan produk unfinished dan kekasaranya Ra. 0,2
 Jumlah produk produksi = 500 pcs
Process - material compatibility matrix

Produk A & B

Produk A & B
Process - shape compatibility matrix

Produk A & B
Process – Mass range chart

Produk B

Produk A
Process – Section Thickness chart

Produk A & B
Process - Tolerance Chart

Produk A & B
Process – Surface Roughness Chart

Produk A & B
Process – Economic Batch Size Chart

Produk A & B

E. Pemilihan proses Asembly (DFA)