Anda di halaman 1dari 8

SETTING BIMBINGAN KLASIKAL

PACARAN SEHAT

OLEH:
PUTU DEWI KARIASIH
NIM. 1311011035

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2016

1
LEMBAR PENGESAHAN
RENCANA PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING
(RPBK)

A. IDENTITAS
Nama Calon Guru BK/Praktikan : Putu Dewi Kariasih
NIM/NIP : 1311011035
Semester/Kelas : VII / B
Jurusan : Bimbingan Konseling
Fakultas : Ilmu Pendidikan
No. HP : 085792322966
Email : dewiikariasih@gmail.com
Setting : Bimbingan Klasikal
Jenis Layanan : Informasi
Bidang Layanan : Sosial
Kelas : X MIPA 1
Sekolah : SMA Negeri 2 Singaraja
Jam Pertemuan : 1x45 menit

Singaraja, 4 Nopember 2016


Guru Pamong. Mahasiswa Praktik

Ni Luh Sukertiningsih, S.Pd Putu Dewi Kariasih


NIP. 19641003 198703 2 011 NIM.1311011035

Menyetujui,
Kepala Sekolah Dosen pembimbing

Drs. Made Sumatra Dewi Arum W. M. P. S.Psi., M.A.


NIP. 19611222 198903 1 009 NIP. 19800801 200604 2 001

2
(RPBK)
RENCANA PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING

Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Singaraja


Kelas/ Semester : X MIPA 1
Alokasi Waktu : 1x45 menit
Bidang layanan : Sosial
Jenis layanan : Informasi
Standar Kompetensi : Memahami Pacaran Sehat
Kompetensi Dasar : Siswa mampu mengenal pacaran sehat dan akibatnya serta
mampu membedakan pacaran sehat dan pacaran tidak sehat

Indikator :
a. Siswa dapat mendeskripsikan pengertian pacaran sehat.
b. Siswa dapat menjelaskan akibat pacaran sehat.
c. Siswa dapat menyebutkan cara pacaran sehat
A. Tujuan :
Adapun tujuan layanan ini adalah:
a. Siswa dapat mendeskripsikan pengertian pacaran sehat.
b. Siswa dapat menjelaskan akibat pacaran sehat.
c. Siswa dapat menyebutkan cara pacaran sehat
B. Materi:
1. Pengertian dan Kriteria Pacaran Sehat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002:807), pacar
adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan
berdasarkan cinta-kasih.
Pacaran yang ”sehat” adalah pacaran yang memenuhi kriteria ”sehat”, baik
sehat fisik, sehat psikis, sehat sosial, maupun sehat seksual. Adapun kriteria yang
dimaksud diantaranya:
a. Sehat fisik. Pacaran dikatakan sehat secara fisik jika berpacaran tersebut tidak
ditemui adanya kekerasan secara fisik. Nah, itu berarti bahwa walaupun remaja
putra secara fisik memang lebih kuat dari remaja putri, bukan berarti remaja

3
putra dapat seenaknya menindas ataupun memanipulasi remaja putri secara
fisik.
b. Sehat psikis. Pacaran dikatakan sehat secara psikis, jika sepasang individu
yang menjalaninya mampu saling berempati serta mengungkapkan dan
mengendalikan emosinya dengan baik, saling percaya, saling menghargai, dan
saling menghormati. Dengan demikian, hubungan di antara keduanya menjadi
lebih nyaman, saling pengertian, dan juga ada keterbukaan.
c. Sehat sosial. Pacaran dikatakan sehat secara sosial jika berpacaran
tersebut tidak bersifat saling mengikat atau mengisolasi pasangan. Artinya,
walaupun remaja putra dan putri terikat dalam komitmen pacaran, namun
hubungan sosial masing-masing mereka dengan individu lain tetap harus dijaga
dan sebaiknya remaja putra atau putri tidak hanya terfokus pada pacar atau
pasangannya saja.
d. Sehat seksual. Kemudian, pacaran juga harus sehat secara seksual. Secara
biologis, kaum remaja mengalami perkembangan dan kematangan seks. Tanpa
disadari, pacaran juga mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan
secara fisik dapat mendorong keinginan untuk melakukan kontak fisik yang
lebih jauh. Jika hal itu diteruskan dan tidak terkontrol, maka dapat
menimbulkan hal-hal yang sangat berisiko. Karena adanya resiko yang harus
ditanggung akibat tindak seksual yang mereka lakukan, maka aktivitas
percaran yang mereka lakukan tidak lagi disebut sebagai pacaran yang ”sehat”.
2. Akibat Pacaran Tidak Sehat
Adapun akibat yang ditimbulkan apabila pacaran remaja tidak sehat antara lain:
a) Tidak ada kesempatan untuk mengembangkan diri
Masa remaja merupakan masa pembentukan identitas. Di masa ini, harus
menemukan minat pribadi, mengenal potensi serta dapat meraih prestasi.
Namun apabila gaya pacaran remaja tidak sehat, masih adakah waktu dan
ruangan tersisa untuk diri? Kesempatan yang seharusnya dapat dipakai untuk
mengenali diri, malah tersita untuk memikirkan pacar, memenuhi
keinginannya, menemani dia, mencoba mengenal dan memahaminya.

4
b) Pergaulan sosial jadi terbatas
Seringkali pertemanan bisa renggang karena kamu terlalu sayang dan peduli
pada kekasih. Kerap absen setiap teman mengajak kumpul, sering
membatalkan janji karena tiba-tiba kekasih mengajak pergi atau kencan.
Akibatnya, temanpun segan untuk mengajak kamu bertemu atau berkumpul di
lain hari. Jika tidak ingin hal itu terjadi, sebaiknya jalinan cinta juga
diseimbangkan dengan jalinan pertemanan. Ingat, dunia bukan hanya milik
kamu dan pasangan. Sebesar apapun rasa sayang kamu terhadap kekasih,
hubungan dengan teman juga harus tetap terjaga.
c) Berisiko tertular PMS.
Jika gaya pacaran remaja tidak sehat seperti hanya memandang pacaran hanya
sebagai tempat penyaluran seks saja. Apabila remaja lebih mengutamakan
nafsunya untuk dalam hal seksual maka dapat beresiko tertular PMS itu
singkatan dari Penyakit Menular Seksual seperti Kencing Nanah (GO),
Siphilis, bahkan HIV/AIDS.
d) Pernikahan Dini akibat Kehamilan Yang Tidak di Inginkan.
Kehamilan yang terjadi saat usia dibawah 20 tahun secara fisik dan psikis
biasanya lebih besar beresiko negative misalkan keguguran terlebih kehamilan
yang tidak dibawah pengawasan dokter dan orang terdekat (orang tua)
3. Cara Pacaran Sehat
Ada beberapa cara pacaran yang sehat yang bisa dilakukan yaitu:
a) Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agama adalah panutan kita dalam hidup. Tanpa agama hidup menjadi tidak
terarah. Nah, biar pas pacaran kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh.
Ingatlah norma-norma agama kamu. Biar pacaran yang kamu lakukan masih
dalam batas wajar.
b) Mengenalkan pacar ke orangtua.
Kenalin pacar ke orang tua tidak berarti kamu berhubungan serius banget dan
bakal langsung menikah. Ini biar buat kamu jaga-jaga dalam bertindak. Dengan
kamu tahu orang tua si dia, kamu bakal mikirin perasaan mereka kalau kamu
macam-macam dalam pacaran.

5
c) Beraktivitas yang positif.
Seru juga lho seandainya pacaran dengan melakukan kegiatan positif yang bisa
menunjang prestasi. Misalnya: belajar bareng, melakukan kegiatan
ektrakrikuler, kursus ketrampilan bareng ataupun melakukan aksi sosial
bersama pasangan dan bergabung dengan teman-teman.
d) Sebagai penyemangat dan motivasi diri.
Anda dan pacar sama-sama pelajar, otomatis kalian punya sasaran yang harus
dicapai. Coba deh kalian main tinggi-tinggian pencapaian sasaran atau target
sehingga dapat memotivasi pasangan untuk lebih giat lagi belajar.
e) Pacaran lihat situasi dan kondisi.
Dengan alasan apapun pacaran di sekolah pada saat jam pelajaran sangat
dilarang. Kita mempunyai jam istirahat yang cukup untuk sekedar bertemu
pacar atau makan dikantin daripada harus mengorbankan jam pelajaran yang
justru merugikan kita. Biar bagaimanapun kita butuh waktu khusus untuk
berkonsentrasi pada pelajaran. Akan lebih baik membiarkan otak menyerap
materi pelajaran daripada hanya diisi oleh cara-cara berpacaran. Selain itu,
hindari tempat sepi karena dapat memicu perilaku yang tidak sepantasnya
dilakukan sehingga menimbulkan dampak yang negative bagi diri sendiri
maupun orang lain.
f) Say No to Free Sex!
Bukan cuma drugs yang harus di-SAY NO, free sex juga. Kalau pacar kita
melakukan sesuatu yang tidak kita suka, apalagi menjurus ke aktivitas seksual,
maka kita harus berani bilang tidak. Jangan takut kalau diancam putus, kan kita
jadi tahu bahwa dia bukan pacar yang baik. Kalau kita mengalami paksaan atau
bahkan kekerasan, jangan ragu untuk cerita sama orang yang bisa kita percaya
untuk minta bantuannya.
C. Langkah dan Prosedur Pelaksanaan Bimbingan Klasikal
Langkah-langkah Pelayanan pembelajaran/pengembangan:
a. Persiapan
1) Membina hubungan baik dengan peserta didik dengan cara salam, absen dan
menanyakan keadaan siswa.
2) Menyampaikan tujuan layanan.

6
3) Menyampaikan pokok materi layanan.
4) Mengajak peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan layanan
b. Kegiatan Inti
1) Mengamati
a) Mengajak siswa untuk mengamati fenomena tentang pacaran sehat
dengan cara memberikan contoh mengenai pacaran sehat
b) Mengajak siswa untuk mengamati layanan melalui indra, mendengarkan
dan melihat dengan bantuan tayangan video.
2) Merumuskan pertanyaan
Menanyakan kepada siswa, pacaran seperti apakah yang bisa dikatakan
pacaran sehat?
3) Mengumpulkan informasi/data
Siswa diberikan informasi tentang materi pacaran sehat.
4) Mengolah Informasi/Data
Mengajak siswa untuk mencoba mengulang kembali materi yang telah
disampaikan dengan memberikan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari.
5) Kesimpulan
Mengajak siswa untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
6) Mengubah Perilaku
Menanyakan kepada siswa perubahan perilaku apa yang akan dilakukan setelah
memperoleh informasi tentang materi pacaran sehat.
c. Penutup
1) Merefleksi proses dan hasil layanan
(apakah anda sudah paham/mengerti dengan materi yang sudah disampaikan).
2) Mengevaluasi proses dan hasil dengan cara memberikan form penilaian hasil
bimbingan konseling.
3) Menguatkan komitmen peserta didik terhadap hasil layanan
(apakah anda siap melaksanakan materi yang telah disampaikan terkait dengan
pacaran sehat).
4) Merencanakan tindak lanjut dengan pemantauan, pembinaan/bimbingan sesuai
dengan permasalahan siswa.

7
D. Pendekatan/Metode/Teknik
Ceramah, Curah pendapat dan Tanya jawab
E. Evaluasi
1) Penilaian Proses
a) Bagaimana layanan pada hari ini mengenai materi yang sudah disampaikan,
menarik atau tidak bagi siswa.
b) Bagaimana perasaan siswa setelah mengikuti layanan informasi yang sudah
disampaikan, menyenangkan atau tidak.
c) Apakah layanan mengenai materi pacaran sehat, bermanfaat atau tidak bagi
siswa.
2) Penilaian Hasil
Pengalaman belajar baru apa yang anda peroleh selama mengikuti layanan
informasi tentang pacaran sehat.
F. Media dan Alat
1) Media : Powerpoint
2) Alat : Laptop, LCD, Buku
G. Sumber
http://annesdecha.blogspot.co.id/2010/11/kriteria-pacaran-sehat.html (diunduh tanggal 1
Nopember 2016)
http://pmrspensaga.blogspot.co.id/2014/10/apa-sih-pacaran-sehat-itu.html (diunduh
tanggal 1 Nopember 2016)
https://rechargeyourself.wordpress.com/remaja/pacaran-sehat-gimana-tuh/ (diunduh
tanggal 1 Nopember 2016)