Anda di halaman 1dari 14

HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI KANAN DENGAN

KECEPATAN TENDANGAN LURUS KANAN PADA PESILAT DI


PADEPOKAN PENCAK SILAT UNTUNG SUROPATI KARTASURA

Artikel Publikasi Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Mendapatkan


Gelar Sarjana Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun oleh:

Satroda Muryanto
J120 130 023

PROGRAM STUDI S1 FISIOTERAPI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI KANAN DENGAN
KECEPATAN TENDANGAN LURUS KANAN PADA PESILAT DI
PADEPOKAN PENCAK SILAT UNTUNG SUROPATI KARTASURA

ABSTRAK

Latar Belakang: Pencak silat adalah salah satu jenis olahraga yang ikut andil
dalam mengharumkan nama Indonesia dengan prestasinya. Meskipun pesilat
sudah mengikuti program latihan yang intensif, faktanya Setiap tahunnya prestasi
pencak silat Indonesia di event pertandingan tingkat Internasional mengalami
pasang surut. Hal tersebut mungkin dikarenakan faktor fisik yang kurang
diperhatikan, salah satu faktor fisik yang penting yaitu panjang tungkai, ada
kemungkinan panjang tungkai mempengaruhi kecepatan tendangan dalam
menunjang prestasi pesilat.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai kanan
dengan kecepatan tendangan lurus kanan pada pesilat di Padepokan Pencak Silat
Untung Suropati Kartasura.
Manfaat Penelitian: Dapat mengetahui hubungan antara panjang tungkai kanan
dengan kecepatan tendangan lurus kanan pada pesilat di Padepokan Pencak Silat
Untung Suropati Kartasura.
Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel
secara Purposive Sampling dengan jumlah sample 82 orang. Pengukuran Panjang
Tungkai menggunakan meteran dari trochantor sampai ke lantai sedangkan
pengukuran kecepatan tendangan dengan melakukan tendangan sebanyak-
banyaknya dalam waktu 10 detik. Uji Korelasi menggunakan Uji Pearson dengan
degree of confident sebesar 95%.
Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji Pearson diketahui bahwa nilai p-value
0,000 < 0,005 maka H0 ditolak dan Hα diterima. Sehingga dapat diinterpretasikan
bahwa ada hubungan antara hubungan antara panjang tungkai kanan dengan
kecepatan tendangan lurus kanan pada pesilat di Padepokan Pencak Silat Untung
Suropati Kartasura.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara panjang tungkai kanan dengan kecepatan
tendangan lurus kanan pada pesilat di Padepokan Pencak Silat Untung Suropati
Kartasura.

Kata Kunci: Panjang Tungkai, Kecepatan Tendangan, Pencak Silat.

ABSTRACT

Background: Martial Arts is one the sports that contributed in the name of
Indonesia with its achievements. Although the fighters have followed an intensive
training program. The fact proves that every years, the achievement of pencak
silat in Indonesia on the international match is fluctuative. It may cause careless

1
physical factor. One of important physical factor is length limb, there is possibility
that length leg influences speed kick on the achievement of fighters.
Objective of the Research: To determine the relationship between the length of
the right limb with a straight speed kick of right limb of fighters in Padepokan
Martial Arts Untung Suropati Kartasura.
Benefit of the Research: it can determine the relationship between the length of
the right limb with a straight speed kick of right limb of fighters in Padepokan
Martial Arts Untung Suropati Kartasura.
Research Method: kind of this research that is used for this research is
observational with cross sectional approach. The technique of collectin sample is
purposive sampling with number of sample is 82 people. Measurement of length
limb is using the meter of trochantor till in the floor while the measurement of
speed kick is with a kick as much as possible within 10 seconds. Correlation
testing is using pearson testing with a degree of confident by 95%.
Result of the Research: Based on the test results of Pearson is known that p-
value 0.000 <0.005 Hα is rejected and H0 is accepted. So that it can be interpreted
that there is a relationship between the relationship between the length of the right
limb with a straight kick right of fighters in Padepokan Martial Arts Untung
Suropati Kartasura.
Conclusion: There is a relationship between the length of the right limb with a
straight kick right of fighters in Padepokan Martial Arts Untung Suropati
Kartasura.

Keywords: Length limb, kick speed, Martial Arts.

1. PENDAHULUAN
Menjadi sehat, kuat, dan berprestasi adalah salah satu tujuan olahraga.
Nabi Muhammad bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih
dicintai Allâh dari pada mukmin yang lemah dan pada keduanya ada kebaikan,
sebagai seorang muslim wajib untuk mengimani dan mengaplikasikannya yaitu
dengan rajin berolahraga. Pencak silat adalah salah satu jenis olahraga yang
ikut andil dalam mengharumkan nama Indonesia.
Menurut Kosasih (2015), Indonesia mempertahankan gelar juara
pencak silat tingkat dunia dengan memperoleh 9 medali emas, 7 perak, dan 3
perunggu di Phuket, Thailand. Namun pada SEA GAMES 2013 dan 2015,
mengalami penurunan prestasi.
Menurut Kriswanto (2015), pencak silat adalah olahraga yang
memiliki mekanisme sistem pertahanan bela diri dari warisan nenek moyang.
Olahraga ini perlu dibina, dikembangkan dan dilestarikan sebagai salah satu

2
budaya di Indonesia yang memiliki teknik-teknik yang bervariasi. Indonesia
merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang menjadi
pusatperkembangan beladiri tradisional pencak silat.
Meskipun bersifat tradisional, pencak silat telah dikenal oleh dunia
karena telah di pertandingkan dalam event PON, SEA GAMES, ASIAN GAMES,
dan Olimpiade. Setiap tahunnya prestasi pencak silat di event pertandingan
tingkat Internasional mengalami pasang surut. Menurut Tribunnews (2013), di
ajang SEA GAMES 2013 di Myanmar memperoleh 4 medali emas, sedangkan
pada tahun 2015 di Singapura hanya 3 medali emas (Metrotvnews, 2015).
Berdasarkan data tersebut, Indonesia sedikit mengalami penurunan prestasi
karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain: teknologi, sosial,
kondisi fisik, dan pembinaan (Santoso et al., 2011).
Menurut Dewi (2014) ada banyak aspek yang perlu dibina oleh setiap
atlet pencak silat yang dapat membantu atlet dalam mencapai prestasi yang
maksimal yaitu mental, fisik, teknik, dan taktik. Selain memiliki teknik dan
taktik yang bagus, pesilat juga harus ditunjang dari segi kebugaran jasmani
yang optimal. Tanpa didukung fisik dan mental yang baik, mustahil dalam dua
sampai tiga menit pesilat mampu mengelola teknik-teknik dan kemampuan
yang dimilikinya untuk memperoleh banyak poin.
Sebagian besar atlet memperoleh banyak poin melalui tendangan
dibandingkan dengan pukulan. Selain memiliki kekuatan tendangan, atlet perlu
memiliki koordinasi tangkisan, elakan, ditambah dengan jangkauan yang
panjang. Hal tersebut akan membantu meningkatkan kecepatan tendangan atlet
dalam mencapai sasaran. Tungkai yang panjang akan lebih menguntungkan
dibandingkan dengan atlet yang memiliki tungkai pendek walaupun dengan
latihan terprogram yang sama dan intensif (Hardi, 2013). Kecepatan harus
dirangsang gerak secepat mungkin. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan
secara terpogram dan intensif untuk mencapai prestasi dalam bidang pencak
silat. Pencapaian kecepatan tendangan lurus diperlukan peran panjang tungkai
atlet (Sudarminto, 1992) dalam (Amin, 2012).

3
Uraian diatas menjelaskan, serangan yang menyumbangkan poin
banyak adalah tendangan, Tendangan pencak silat merupakan serangan dengan
menggunakan kaki yang bertujuan untuk mengenai atau menjatuhkan lawan
untuk memperoleh poin dalam suatu pertandingan pencak silat (Azizi, 2013).
Tendangan yang tidak sulit untuk dilakukan dalam pertandingan pencak silat
adalah tendangan lurus, sehingga sangat mudah untuk dilakukan dengan tujuan
memeperbanyak poin saat bertanding. Menurut Rizki (2016), teknik
gerakannya antara lain posisi kaki kuda-kuda depan (salah satu kaki berada ada
posisi kiri di depan/kanan di depan). Kemudian luruskan yang ditekuk dengan
kecepatan penuh dibantu gerakan dorongan pinggul. Saat mengenai sasaran,
pangkal ujung kaki ditekuk dan dikontraksikan. Setelah mengenai sasaran,
secepat mungkin ditarik kembali ke posisi kaki kuda-kuda depan.
Menurut Mylsidayu dan Kurniawan (2015), pesilat harus
mengombinasikan kemampuan dasar tubuh tubuh yang meliputi strength,
speed, agility, power, muscular edurance, coordination, flexibility, dan balance
dengan aspek postur dan struktur tubuh yang meliputi ukuran tinggi dan
panjang tubuh, ukuran besar, lebar, dan berat tubuh, dalam hal ini lebih dibahas
pada faktor panjang tungkai dan kecepatan tendangan.
Kecepatan tendangan adalah kecepatan gerak dari segmen-segmen atau
bagian tubuh berupa gabungan antara tungkai atas dan tungkai bawah.
Tendangan termasuk dari katagori gerakan asiklis yang dipengaruhi tenaga
statis dan kecepatan kontraksi. Jika dipisahkan arti kecepatan sendiri
merupakan jarak yang ditempuh dengan satuan waktu, maka untuk
menghasilkan tendangan yang cepat, pesilat harus menyelelesaikan jarak kaki
dengan sasaran dalam waktu yang sesingkat-singkatnya (Mahardhika, 2013).
Secara biomekanika tendangan lurus gerakannya dimulai dari
mengangkat paha hingga posisi paha datar, kemudian di lanjutkan dengan kaki
melecut ke arah depan sesuai dengan lintasannya (Azizi, 2013). Tendangan
pencak silat melibatkan otot-otot hip dan Knee sebagai penggerak utama yaitu
berupa: rectus femoris, gluteus, hamstring, illiopsoas, tensor fasciae latae,
illiopsoas, bisepfemoris, semimembranosus, dan quadrisep femoris.

4
Panjang tungkai merupakan jarak antara ujung tumit bagian bawah
sampai dengan tulang pinggang (Dougall, 1992) dalam (Pradana, 2013).
Panjang tungkai terbagi menjadi dua yaitu tungkai atas dan bawah. Tungkai
atas adalah jarak dari spina illiaca dan bagian atas dan batas tengah dari
condylus tibialis. Tungkai bawah adalah jarakantara titik tibial dan titik
malleolus atau alas kaki (Tim Anatomi, 2003) dalam (Rafsanjani, 2012).
Kerangka tubuh manusia tersusun atas sistem pengungkit. Suatu objek
yang bergerak dalam ujung radius yang panjang memiliki kecepatan linier lebih
besar dari pada obyek yang bergerak pada ujung radius yang pendek. Menurut
Sudarminto (1992) dalam (Amin, 2010), bahwa makin panjang jarak radius
makin besar kecepatan liniernya, jadi sangat menguntungkan bila digunakan
pengungkit sepanjang-panjangnya untuk memberikan kecepatan linier. Panjang
tungkai juga merupakan penunjang kekuatan, karena dengan tungkai yang
panjang tidak menutup kemungkinan semakin panjang otot yang dimiliki.
Hal ini dikarenakan besar kecilnya otot sangat berpengaruh terhadap
kekuatan otot tersebut. Semakin panjang otot semakin kuat pula untuk bergerak
dengan cepat (Sudarminto,1992) dalam (Amin, 2012). Selain memiliki tungkai
yang panjang untuk meraih target tendangan, panjangnya grup otot tungkai
yang menyumbangkan kekuatan untuk melakukan tendangan lurus secara cepat
yang menghasilkan hentakan untuk mencapai sasaran (Fahrizal, 2010).
Berdasarkan observasi pendahuluan di Padepokan Pencak Silat Untung
Suropati Kartasura, diperoleh hasil setiap pesilat memiliki panjang tungkai
yang berbeda-beda. Selain itu, beberapa orang diantaranya dilakukan test
kecepatan tendangan. Melihat latar belakang tersebut, peneliti merasa perlu
untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan antara Panjang Tungkai
Kanan dengan Kecepatan Tendangan Lurus Kanan pada Pesilat di Padepokan
Pencak Silat Untung Suropati Kartasura ’’

2. METODE
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah observasional dengan
metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini

5
memilih sampel dengan dengan menggunakan purposive sampling sebanyak
82 responden di Padepokan Untung Suropati Kartasura. Varibel bebas
(Independent variable), adalah Panjang Tungkai sedangkan variabel terikat
(Dependent variable), yaitu Kecepatan Tendangan.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Uji Normalitas
Uji ini merupakan uji prasyarat analisa yang bertujuan untuk
mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Hasil normalitas
variable panjang tungkai (X) dan kecepatan tendangan lurus (Y), ujinya
dengan menggunakan uji Kolmogorof-Semirnov Z, dengan mengubah
variable X dan Y menjadi Variabel Unstadardized Predicted Value (XY),
Dari statistik uji normalitas dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi
normal dikarenakan nilai α (0,05) lebih kecil daripada nilai Sig (0,877).
3.2 Uji Linearitas
Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen
panjang tungkai (X) dan variabel dependen kecepatan tendangan lurus (Y)
searah berhubungan atau tidak. Hasil ketentuan linear atau tidaknya dapat
dilihat pada data F hitung dan F tabel atau pada nilai α dan Sig pada
deviaiton from linearity. Dari statistik uji linearitas dapat disimpulkan
bahwa data X dan Y mempunyai hubungan yang linear atau searah
dikarenakan nilai α (0,05) lebih kecil daripada nilai Sig (0,199) dan nilai F
hitung (1,32) lebih kecil daripada nilai F tabel (1,74).
3.3 Uji Hubungan
Uji ini bertujuan untuk mengetahui tentang derajad tingginya
hubungan antara variabel independen panjang tungkai (X) dengan variabel
dependen kecepatan tendangan (Y) ujinya dengan menggunakan pearson, 
Dari hasil statistik dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara panjang
tungkai kanan dengan kecepatan tendangan lurus kanan.

6
3.4 Pembahasan
Berdasarkan uji satistik menggunakan Uji Pearson diatas
menunjukkan nilai α (0,05)>p-value (0,00), dan dapat disimpulkan H0
ditolak yang artinya ada hubungan antara panjang tungkai dengan
kecepatan tendangan lurus. Nilai r (koofisien korelasi) = 0,677
menunjukkan korelasi yang kuat antara panjang tungkai dengan kecepatan
tendangan lurus. Dari koofisien korelasi diperoleh nilai koofisien
determinasi sebesar 0,458 yang memiliki arti variasi panjang tungkai
memiliki hubungan dengan variasi kecepatan tendangan lurus, dengang
perhitungan regresi sumbangan hubungan panjang tungkai terhadap
kecepatan tendangan lurus sebesar 50 %.
Pada penelitian ini didapatkan hasil ada hubungan antara panjang
tungkai kanan dengan kecepatan lurus kanan pada pesilat di Padepokan
Untung Suropati Kartasura. Hal ini sesuai teori yang menyatakan bahwa
Kerangka tubuh manusia tersusun atas sistem pengungkit. Suatu objek
yang bergerak dalam ujung radius yang panjang memiliki kecepatan linier
lebih besar dari pada obyek yang bergerak pada ujung radius yang pendek.
Menurut Sudarminto (1992) bahwa makin panjang jarak pengungkit makin
besar kecepatan liniernya, jadi sangat menguntungkan bila digunakan
pengungkit sepanjang-panjangnya untuk memberikan kecepatan linier.
Panjang tungkai juga merupakan penunjang kekuatan, karena dengan
tungkai yang panjang tidak menutup kemungkinan semakin panjang otot
yang dimiliki.
Hal ini dikarenakan besar kecilnya atau panjang pendeknya otot
sangat berpengaruh terhadap kekuatan otot tersebut. Semakin panjang otot
semakin kuat pula untuk bergerak dengan cepat (Sudarminto,1992) dalam
(Amin, 2012). Selain memiliki tungkai yang panjang untuk meraih target
tendangan, panjangnya grup otot tungkai yang menyumbangkan kekuatan
untuk melakukan tendangan lurus secara cepat yang menghasilkan
hentakan untuk mencapai sasaran (Fahrizal, 2010)

7
3.5 Keterbatasan Penelitian
Dari hasil penelitian masih jauh dari kata kesempurnaan, terdapat
banyak keterbatasan baik dalam metode maupun pembahasan, sehingga
menyebabkan banyak kekurangan dari hasil penelitian. Keterbatasan
penelitian ini adalah kurangnya sarana prasarana yang lebih canggih, misal
handbox yang masih di pegangi secara manual, dan ada kemungkinan
ketika di tendang, sehingga target akan bergeser ketika ditendang dan
masih mengukur kecepatan tendangan secara manual.

4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang
signifikan antara Panjang Tungkai Kanan dengan Kecepatan Tendangan
Lurus Kanan pada Pesilat di Padepokan Pencak Silat Untung Suropati
Kartasura.
4.2 Saran
4.2.1 Sarana prasana diharapkan lebih modern, misalnya target
tendangan adalah target statis, dan alat pengukur kecepatan
tendangannya dengan menggunakan software Dartfish Prosuite. 
4.2.2 Berdasarkan adanya hasil penelitian dan keterbatasan penelitian
diharapkan peneliti yang selanjutnya menambah jumlah sampel
lebih dari 82 .

DAFTAR PUSTAKA

Amin, N., Subiyono H.S., dan Sumartiningsih, S. 2012. Sumbangan Otot Power
Tungkai Panjang Tungkai Kekuatan Otot Perut terhadap Grab Start. Journal
Of Sport Sciences and Fitness. Volume 01. Nomor: 02. 2012: 8-13.

Azizi, M.A. 2013. Pengaruh Latihan Split Jump terhadap Peningkatan Kecepatan
Tendangan Depan Pada Pencak Silat. Jurnal Kesehatan Olahraga. Volume
01. Nomor: 01. 2013: 1-13.

8
Dewi, K.A. 2014. Kontribusi Kelincahan dan Kecepatan terhadap Tendangan
Sabit pada Atlet Pencak Silat Putra Usia 12-14 Tahun. Jurnal Mahasiswa
Teknologi Pendidikan. Volume 02. Nomor: 02. 2014: 158-163.

Fahrizal. 2010. Kontribusi Kekuatan Tungkai, Kseimbangan dan Kecepatan


Reaksi Terhadap Kecepatan Tendangan Lurus ke Depan Olahraga Pencak
Silat. Jurnal Ilara. Volume 01. Nomor: 02. 2010: 70-80.

Fahrizal. 2010. Kontribusi Kekuatan Tungkai, Kseimbangan dan Kecepatan


Reaksi Terhadap Kecepatan Tendangan Lurus ke Depan Olahraga Pencak
Silat. Jurnal Ilara. Volume 01. Nomor: 02. 2010: 70-80.

Firdaus, A.C. 2015. Daftar Lengkap Peraih Medali Untuk Indonesia di SEA
Games 2015. Diakses: 17 Oktober 2016. http://m.metronews.com/read/2015
/06/17/137424/daftar-lengkap-peraih-medali-untuk-indonesia-di-sea-games-
2015

Hardi, I.S. 2012. Analisa korelasi Panjang Tungkai dan Kekuata Otot Tungkai
dengan Kemampuan Keincahan tendangan Sabit dalam Olahraga Pencak
Silat.Diakses:17Oktober2016.http://imamsuyudihardi76.blogspot.co.id/2012
/08/kemampuan-kelincahan-tendangan-sabit.html.

Jawas, Q.A. 2014. Mukmin yang Kuat Lebih Baik dan Lebih Dicintai Oleh Allah
Subhanahu Wa Ta’ala. Diakses: 17 Oktober 2016 . https :// almanhaj
.or.id/3841- mukmin- yang- kuat- lebih- baik-dan-lebih-dicintai-oleh- allah-
subhanahu - wa-taala.html

Kosasih, R. 2015. Prestasi Mendunia, Fasilitas Pelatnas Pencak Silat Nihil.


Diakses: 7 November 2017. http://m.liputan6.com/bola/read/2209354/
prestasi- mendunia- fasilitas- pelatnas- pencak-silat-nihil

Kriswanto, E.S. 2015. Sejarah dan Perkembangan Pencak Silat Teknik-Teknik


dalam Pencak Silat Pengetahuan Dasar Pertandingan Pencak Silat.
Yogyakarta : Pustakabarupress

Lubis, J dan Wardoyo, H. 2016. Pencak Silat. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Mylsidayu A dan Kurniawan F. 2015. Ilmu Kepelatihan Dasar. Bandung :


Alfabeta.

Pradana, A.A., dan Wahyudi, H. 2013. Kontribusi Tinggi Badan, Berat Badan,
dan Panjang Tungkai terhadap Kecepatan Lari Cepat (Sprint) 100 Meter
Putra. Jurnal Kesehatan Olahraga. Volume 01. Nomor: 01. 2013: 1-5.

Rafsanjani, J. 2012. Hubungan antara Kekuatan Otot Tungkai Keseimbangan dan


Panjang Tungkai dengan Ketepatan Operan Tendangan Jarak Jauh pada

9
Siswa Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola di SMP Negeri 1 Pleret
Kabupaten Bantul. Skripsi. Yogyakarta. Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Yogyakarta.

Rizki, A . 2016. Pengaruh Gaya Mengajar dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil
Belajar Teknik Tendangan Depan Cabang Pencak Silat Pada Siswa SMPN 5
Karawang. JUDIKA. Volume 04. Nomor: 01. 2016

Santoso, T.B., Miharjianto, H., dan Wahyuni. 2011. Penerapan Neuromuscular


Electrical Stimulation Pada Peningkatan Kinerja Atlet Pplp, Pplm Dan
Pelatda Pencak Silat Jawa Tengah. Surakarta.

Zulfikar, M. 2013. Prabowo Apresiasi Atlet Pencak Silat yang Raih Emas di SEA
Games. Diakses: 17 Oktober 2016. http://m.tribunnews.com/nasional/2013
/12/16/pabowo-apresiasi-atlet-pencak-silat-yang-raih-emasdi-sea-games

10