Anda di halaman 1dari 22

STUDI KELAYAKAN BISNIS

“KING TATO’S”

ASPEK LINGKUNGAN

Dosen Pengampu :

M. Ghofirin,S.Pd.,M.Pd.

PRODI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA

TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN

STUDI KELAYAKAN BISNIS

“KING TATO’S”

ASPEK LINGKUNGAN

Disusun Oleh :

1. Ifa Fatimah Cahyani (5230016018) ……………………

2. Azzukhruf Hidayatika (5230016026) …………………….

3. Elsi Hani (5230016028) …………………….

4. Asnanur Faizah (5230016009) …………………….

5. Windi Syahadatina (5230016011 ) ……………………

Di Setujui Oleh

M. Ghofirin, S.Pd., M.Pd.

NIP. 15041002
RINGKASAN

Lingkungan tempat bisnis akan dijalankan harus dianalisis dengan cermat. Hal ini di
sebabkan lingkungan di satu sisi dapat menjadi peluang dari bisnis yang akan dijalankan,
namun di sisi lain lingkungan juga dapat menjadi ancaman bagi perkembangan bisnis.
Keberadaan bisnis dapat berpengaruh terhadap lingkungan, baik lingkungan masyarakat
maupun lingkungan ekologi tempat bisnis akan dijalankan. Suatu bisnis dapat menimbulkan
berbagai aktifitas sehingga menimbulkan dampak bagi lingkungan di sekitar lokasi bisnis.
Perubahan kehidupan masyarakat sebagai akibat dari adanya aktivitas bisnis dapat berupa
semakin ramainya lokasi di sekitar lokasi bisnis, timbulnya kerawanan sosial, timbulnya
penyakit masyarakat, juga perubahan gaya hidup sebagai akibat masuknya tenaga kerja dari
luar daerah. Sedangkan dampak terhadap kehidupan ekononmi dapat berupa penyerapan
tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, atau bahkan tergusurnya bisnis yang
selama ini telah berjalan di masyarakat. Sementara itu, dampak bagi lingkungan ekologi
dapat berupa polusi, baik polusi udara, tanah, air, maupun suara.

Analisis aspek lingkungan dilakukan untuk menjawab pertanyaan “Apakah


lingkungan setempat sesuai dengan ide bisnis yang akan dijalankan dan apakah manfaat
bisnis bagi lingkungan lebih besar dibandingkan dampak negatifnya? ” Suatu ide bisnis
dinyatakan layak berdasarkan aspek lingkungan jika kondisi lingkungan sesuai dengan
kebutuhan ide bisnis dan ide bisnis tersebut mampu memberikan manfaat yang lebih besar
dibandingkan dampak negatifnya di wilayah tersebut. Secara spesifik analisis aspek
lingkungan dalam studi kelayakan bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan
operasional, menganalisis kondisi lingkungan industry, menganalisis kondisi lingkungan
jauh, menganalisis dampak positif maupun dampak negatif bisnis terhadap lingkungan, dan
menganalisis usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif bisnis
terhadap lingkung an.

Sumber data untuk melakukan analisis pada aspek lingkungan dalam studi kelayakan
bisnis produk kami “King Tato’s” yaitu berasal dari data primer dan data sekunder. Untuk
pengumpulan data, sasaran responden/narasumber kita yaitu masyarakat sekitar lokasi, tokoh
masyarakat, pelaku ekonomi sejenis, pelaku ekonomi yang memiliki kaitan dengan usaha
yang dijalankan, calon pemasok, ahli sanitasi lingkungan, ahli teknomogi, dan ahli ekonomi.
Alat analisis data yang kami gunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.
Adapun instumen yang kami gunakan yaitu pedoman studi dokumentasi, pedoman
wawancara/kuisioner dan pedoman observasi.

Kesimpulan aspek lingkungan dilakukan dengan mangenalisis tingkat kesesuaian


lingkungan dengan ide bisnis serta menganalisis perbandingan dampak positif dan dampak
negatif bisnis bagi lingkungan. Sebuah ide bisnis akan dinyatakan layak berdasarkan aspek
lingkungan jika lingkungan ide bisnis minimal sesuai dengan kondisi lingkungan dan
memiliki dampak positif yang lebih besar terhadap lingkungan dibandingkan dengan dampak
negatifnya. Berdasarkan hasil studi dokumentasi, wawancara dan observasi menghasilkan
rata-rata evaluasi untuk penilaian aspek lingkungan sebesar 4,076. Hasil tersebut 4,076 > 3
yang demikian dinyatakan layak. Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil analisis pada masing-
masing aspek penilaian seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Ide bisnis usaha kami
dinyatakan layak karena nilai rata-rata evaluasi penilaian aspek lingkungan diatas nilai tiga,
dengan tidak ada aspek penilaian yang berada di bawah nilai tiga. Kondisi lingkungan
disekitar usaha yang kami dirikan juga sudah sesuai dengan kebutuhan ide bisnis.
INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA

Tabel 3.1 Hasil studi dokumentasi lingkungan operasional dan lingkungan industri

No Data Sumber Hasi Studi Dokumentasi

1 Calon pesaing dan persaingan  Asosisasi bisnis sejenis 3.1. 1


antar perusahaan  Dinas perindustrian dan
perdagangan
 Badan Pusat Statistik (BPS)

2 Calon pelanggan dan kekuatan  Asosiasi bisnis pemasok 3.1. 2


pemasok  Dinas perindustrian dan
perdagangan
 Badan pusat statistik (BPS)
3 Calon pelanggan dan kekuatan  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.1. 3
pembeli  Asosiasi bisnis pelanggan
(terutama jika barang industri)
4 Barang subtitusi  Asosiasi bisnis (pada produk 3.1. 4
subtitusi )
 Dinas perindustrian dan
perdagangan
 Badan Pusat Statistik (BPS)
5 Calon kreditor  Bank Indonesia (BI) 3.1. 5
6 Calon pegawai  Departemne Tenaga Kerja 3.1. 6
 Badan Pusat Statistik (BPS)
 Kantor pemerintah setempat
(kelurahan, kecamatan,
kabupaten, dan lainnya

Tabel 3.2 Hasil studi dokumentasi lingkungan jauh-ekonomi

No Data Sumber Hasil Studi Dokumentasi


1 Jumlah penduduk berdasarkan  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.2 . 1
mata pencaharian
2 Perkembangan tingkat suku bunga  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.2. 2
 Bank Indonesia (BI)
 Perbankan
3 Perkembangan inflasi  Badan pusat Statistik (BPS) 3.2. 3
 Bank Indonesia (BI)
4 Tingkat pengguruan  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.2. 4
 Departemen Tenaga Kerja
5 Tingkat Produktivitas kerja  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.2.5
 Departemen Tenaga Kerja
6 Pendapatan per kapita penduduk  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.2. 6
setempat
7 Data produk Domestik Regionl  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.2. 7
Bru to (PDRB) setempat
8 Jumlah tenaga kerja yang terserap  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.2. 8
oleh jenis usaha yang memiliki  Departemen Tenaga Kerja
kaitan dengan rencana bisnis

Tabel 3.3 Hasil studi dokumentasi lingkungan jauh- sosial dan budaya

No Data Sumber Hasil Studi Dokumentasi

1 Jumlah penduduk berdasarkan agama  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.3. 1


2 Jum  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.3. 2
lah penduduk berdasarkan keturunan
3 Jumlah penduduk berdasarkan tingkat  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.3. 3
pendidikan
4 Jumlah penduduk berdasarkan  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.3. 4
kelompok umur
5 Jumlah infra struktur dan kondisi di  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.3. 5
wilayah setempat (sekolah, rumah
sakit, tempat ibadah, jalan, dan
sebagainya)
6 Jumlah dan jenis kriminalitas yang  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.3. 6
terjadi di daerah tersebut  Kantor Kepolisian

Tabel 3.4 Hasil studi dokumentasi lingkungan jauh-politik

No Data Sumber Hasil Studi Dokumentasi

1 Proporsi kekuatan politik diwilayah  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.4. 1


tersebut
2 Arah politik di wilayah tersebut  Badan Pusat Statistik (BPS) 3.4.2
3 Tokoh-tokoh politik yang berpengaruh  Kantor pemerintah Setempat Bpk. Nurul Huda
di daerah tersebut

Tabel 3.5 Hasil studi dokumentasi lingkungan jauh-teknologi

No Data Sumber Hasil Studi Dokumentasi

1 Data tentang teknologi mutakhir yang berkaitan  Internet 3.5. 1


dengan bisnis yang akan dijalankan  Majalah
2 Data tentang arah perubahan teknologi  Internet
berkaitan dengan bisnis yang akan dijalankan  Majalah
Tabel 3.6 Hasil studi dokumentasi lingkugan jauh-ekologi

No. Data Sumber Hasil Studi Dokumentasi


1. Kondisi iklim, air, dan lingkungan fisik  Badan Pusat Statistik 3.6. 1
lainnya (BPS)
 Badan Klimatologi dan
Geofisikia
2. Literature dampak bisnis yang akan  Internet 3.6. 2
dijalankan terhadap lingkungan  Majalah

3. Literature usaha-usaha yang dapat  Internet 3.6. 3


digunakan untuk meminimalkan  Majalah
dampak bisnis terhadap lingkungan

Tabel 3.7 Hasil Studi dokumentasi lingkungan jsuh-global

No Data Sumber Hasil Studi


Dokumentasi
1 Kondisi ekonomi luar negri  Internet 3.7. 1

2 Nilai tukar dolar di pasar dunia  Bank Indonesia (BI) 3.7. 2


 Internet
3 Perkembangan ekspor impor  departemen perdagangan 3.7. 3
 badan Pusat Statistik
(BPS)
4 Perbedaan pendapatan antar negara.  Internet 3.7. 4
 Surat kabar
 Majalah
5 Kebijakan organisasi-organisasi dunia  Internet
MEE, G20, OPEC, WTO, APEC dan  Surat kabar
lainnya  Majalah

Tabel 3.8 Hasil wawancara aspek lingkungan operasional dan lingkungan industri

No Pertanyaan Responden Hasil Wawancara/Jawaban


Responden
1 Siapakah calon pesaing dari bisnis  Pelaku bisnis yang Semua pelaku bisnis kuliner
yang akan dijalankan? sudah ada khususnya yang berbahan dasar
 Asosiasi bisnis umbi-umbian.
industri sejenis
2 Apa kelebihan dan kekurangan  Pelaku bisnis yang Kelebihan yang dimiliki oleh
pesaing? sudah ada pesaing yakni mereka sudah
 Asosiasi bisnis merintis usaha lebih dahulu
industri sejenis sehingga memiliki brand yang
sudah dikenal oleh pelanggan.
Kekurangan yang dimiliki oleh
pesaing yakni tidak adanya variasi
produk yang berbahan dasar
umbi-umbian.
3 Berapa kapasitas produksi  Pelaku bisnis yang Kurang lebih 500 bijiperhari.
pesaing? sudah ada
 Asosiasi bisnis
industri sejenis
4 Siapakah calon pemasok dari  Pelaku bisnis yang Penjual umbi-umbian di sekitar
bisnis yang akan dijalankan? sudah ada tempat
 Asosiasi bisnis
industri pemasok
5 Apa kelebihan dan kekuragan  Pelaku bisnis yang Kelebihan dari pemasok ini yakni
masing-masing pemasok? sudah ada dekat dengan lokasi usaha.
 Asosiasi bisnis Kekurangan dari pemasok yakni
industri pemasok stock umbi-umbian terbatas dan
 Calon pemasok tidak menentu.
6 Berapa kapasitas produksi masing-  Pelaku bisnis yang 1 kali order 1 kw untuk
masing pemasok? sudah ada persediaan selama 1 bulan.
 Asosiasi bisnis
industri pemasok
 Calon pemasok
7 Apa saja kekuatan daya tawar-  Pelaku bisnis yang Apabila membeli lebih dari 1
menawar pemasok? sudah ada Kwintal dikenakan biaya yang
 Asosiasi bisnis lebih murah.
industri pemasok
 Calon pemasok
8 Siapakah calon pembeli dari bisnis  Pelaku bisnis yang Semua kalangan.
yang akan dijalankan ? sudah ada
 Asosiasi bisnis
industri sejenis
9 Berapa estimasi kebutuhan  Calon konsumen 1-10 pcs
pembeli masing-masing pembeli?
10 Apa saja kekuatan daya tawar-  Calon konsumen Apabila order diatas 100 pcs akan
menawar pembeli?  Asosiasi bisnis mendapatkan potongan harga per
calon kunsumen pcs nya
11 Apa saja barang subtitusi dari  Calon konsumen Tepung Tapioka
bisnis yang akan dijalankan?  Pelaku usaha
sejenis

12 Apa kelebihan dan kekurangan  Calon konsumen Kelebihan yang dimiliki yaitu
masing-masing barang subtitusi?  Pelaku usaha bahan yang dapat diolah, untuk
produk subtitusi kekurangannya yaitu harganya
lebih mahal
13 Berapa kapasitas produksi dari  Pelaku usaha 400 pcs
masing-masing barang subtitusi? produk Subtitusi
14 Apa saja hambatan masuk dari  Produk usaha Pesaing dengan produk yang
bisnis yang akan dijalankan ? produk sejenis serupa
 Asosiasi pelaku
bisnis sejenis
Tabel 3.9 Hasil wawancara aspek lingkungan jauh-ekonomi

No Pertanyaan Responden Hasil


Wawancara/Jawaban
Responden
1 Apa mata pencaharian rata-rata  Tokoh masyarakat setempat Petani dan pedagang
penduduk setempat?  Perangkat wilayah
(desa/kecamatan) tergantung
cakupan kagiatan
2 Berapa rata-rata tingkat pendapatan  Tokoh masyarakat setempat Kurang lebih
penduduk sekitar?  Perangkat wilayah Rp100.000/hari
(desa/kecamatan) tergantung
cakupan kegiatan
3 Apakah dampak positif bisnis terhadap  Tokoh masyarakat setempat Saling
mata pencaharian penduduk setempat?  Perangkat wilayah menguntungkan
(desa/kecamatan) tergantung antara pemasok dan
cakupan kegiatan pelaku bisnis
4 Apakah dampak negatif bisnis terhadap  Tokoh masyarakat setempat Apabila ubi gagal
mata pencaharian penduduk setempat?  Pelaku bisnis sejenis panen maka
masyarakat tidak
mendapatkan
pemasukan.
5 Usaha-usaha apa yang dapat dilakukan  Tokoh masyarakat setempat Masyarakat setempat
untuk mengurangi dampak negatif  Pelaku usaha sejenis dapat memanfaatkan
bisnis terhadap perekonomian/mata waralaba ubi-ubian
pencaharian penduduk setempat? untuk menjualnya

Tabel 3.10 Hasil wawancara aspek lingkungan jauh-sosial dan budaya

No Pertanyaan Responden Hasil Wawancara/Jawaban


Responden

1 Apakah kebiasaan-kebiasaan (adat istiadat)  Tokoh masyarakat Masih berlaku


masyarakat setempat yang masih berlaku? setempat
2 Apakah pantangan-pantangan yang ada di  Tokoh masyarakat Masih berlaku
wilayah setempat yang masih berlaku? setempat
3 Bagaimana karakter secara umum  Tokoh masyarakat Ramah, saling menghargai
masyarakat setempat ? setempat
4 Bagaimana sikap masyarakat secara umum  Tokoh masyarakat Menerima dan
terhadap masuknya budaya dar luar? setempat menghormati budaya luar.
5 Siapa tokoh-tokoh budayawan di daerah ini  Tokoh masyarakat Mbah Bronto Hadi
setempat Kusumo
6 Usaha-usaha apa yang dapat dilakukan  Tokoh masyarakat Tetap menjalankan adat
untuk mengurangi dampak negatif setempat istiadat budaya di wilayah
terhadap budaya masyarakat setempat? sekitar.
7 Bagaimana tingkat ketaatan masyarakat  Tokoh masyarakat Tingkat ketaatan sangat
terhadap norma agama dan adat istiadat? setempat dihargai oleh masyarakat
 Pelaku bisnis sejenis setempat
8 Apakah tingkat kegotingroyongan  Tokoh masyarakat Iya. Kerja bakti dalam
masyarakat setempat masih tinggi? setempat membersihkan lingkungan.
Contoh?
9 Apakah rata-rata tingkat pendidikan  Tokoh masyarakat SMA
masyarakat ? setempat
 Perangkat
pemerintahan
setempat
10 Apakah sering teradi perselisihan antar  Tokoh masyarakat Tidak
kelompok masyarakat? Contoh? setempat
11 Bagaimana hubungan antar anggota  Tokoh masyarakat baik. Saling tolong
masyarakat? Contoh? setempat menolong dan saling
membantu satu sama lain.
12 Bagaimana karakter masyarakat dalam  Tokoh masyarakat Menyikapi dengan baik.
menghadapi sebuah perbedaan setempat Contoh dengan
pendapat?Contoh?  musyawarah.
13 Bagaimana tingkat keamanan sosial dan  Tokoh masyarakat Tingkat keamanan di
kriminalitas di wilayah ini? Bukti? setempat wilayah tsb sangat baik
karena dengan adanya
ronda bergilir kriminalitas
di wilayah tersebut bisa
berkurang
14 Siapa anggota masyarakat yang dipandang  Tokoh masyarakat Sesepuh di wilayah tsb dan
memiliki pengaruh kuat di wilayah setempat Ketua RT/RW
tersebut? Mengapa?/
15 Seberapa besar pengaruh masyarakat  Tokoh masyarakat Sesepuh di wilayah tsb dan
kehidupan sosail ? Contoh? setempat golongan kerja
16 Apa usaha-usaha yang dapat dilakukan  Tokoh masyarakat Saling menjaga sikap
untuk meminimalkan dampak negatif setempat
bisnis terhadap kehidupan sosial? Contoh?  Pelaku usaha sejenis

Tabel 3.11 Hasil wawancara aspek lingkungan jauh-politik

No Pertanyaan Responden Hasil Wawancara/Jawaban


Responden

1 Apakah ada dampak positif ide bisnis  Ahli senitasi Dampak positif ekologi bisa
bagi lingkungan ekologi? lingkungan digunakan pakan ternak
 Pelaku usaha
sejenis
2 Apa saja dampak bisnis terhadap  Ahli sanitasi  Dampak polusi udara yang
lingkungan ekologi? lingkungan ditimbulkan seperti asap
 Polusi udara?  Pelaku usaha penggorengan
 Polusi air? sejenis  Tidak adanya dampak polusi air
 Polusi suara? dan polusi suara yang ditimbulkan
 Limbah padat?  Limbah padat yang ditimbulkan
seperti kulit dari umbi-umbian
tersebut
3 Apa saja usaha yang dapat dilakukan  Ahli sanitasi  untuk polusi udara, cara
untuk meminimalkan dampak bisnis lingkungan meminimalkannya dengan
terhadap lingkungan ekologi  Pelaku usaha memasak di tempat yang sedikit
 Polusi udara? sejenis tertutup dan menggunakan alat
 Polusi air? penyedot asap
 Polusi udara?  untuk limbah padat, kulit umbi-
 Limbah padat? umbian kita bakar

Tabel 3.12 Hasil wawancara aspek lingkungan jauh-ekologi

No Pertanyaan Responden Hasil Wawancara/Jawaban


Responden

1 Apakah ada dampak positif ide bisnis  Ahli senitasi Ada


bagi lingkungan ekologi? lingkungan
 Pelaku usaha
sejenis
2 Apa saja dampak bisnis terhadap  Ahli sanitasi Limbah yang habis dipakai
lingkungan ekologi? lingkungan untuk memproduksi bisa
 Polusi udara?  Pelaku usaha menyebabkan limbah pada
 Polusi air? sejenis lingkungan namun bukan
 Polusi udara? termasuk limbah padat.
 Limbah padat?
3 Apa saja usaha yang dapat dilakukan  Ahli sanitasi Polusi Air:Kami akan melakukan
untuk meminimalkan dampak bisnis lingkungan tempat air khusus, sehingga tidak
terhadap lingkungan ekologi?  Pelaku usaha mengotori air di sekitar
 Polusi udara? sejenis masyarakat setempat.
 Polusi air? Limbah: membuang limbah
 Polusi udara? ketempat pembuangan khusus
 Limbah padat? sehingga tidak mengganggu
kehidupan masyarakat.

Tabel 3.13 Hasil observasi aspek lingkungan operasional dab lingkungan industri

No Objek observasi Hasil observasi


1 Aktivitas ekonomi utama masyarakat petani ubi, sayur, buah dan hasil bumi lainnya dan
berdagang ubi dan waralaba lainnya.
2 Kegiatan ekonomi yang mungkin mendapatkan Berdagang
dampak positif dari bisnis yang akan dijalankan
3 kegiatan ekonomi yang mungkin mendapatkan Tidak ada
dampak negatif dari bisnis yang akan dijalankan
4 Aktivitas calon pemasok Petani ubi
5 Aktivitas calon pembeli Semua kalangan mulai dari anak sekolah,
mahasiswa, pekerja dan lain sebagainya.
6 Aktivitas calon pesaing Mereka yang menggeluti sebagai wirausaha
waralaba khususnya yang menjual berbahan dasar
ubi.
Tabel 3.14 Hasil observasi aspek lingkungan jauh-sosial budaya

No Objek observasi Hasil observasi


1 Kebiasaan masyarakat Ronda malam, kerja bakti, Ibu PKK
2 Adat istiadat Tahlilan
3 Bahasa yang paling banyak digunakan sehari-hari Jawa dan bahasa Indonesia
4 Aturan dan tata cara berpakaian masyarakat Rapi, sopan, dan tertutup
5 Ritual budaya yang bisa dilakukan masyarakat Tedak siten
6 Pantangan yang berlaku di masyarakat Tidak ada
7 Jenis-jenis kesenian yang ada di masyarakat Ludruk
8 Tokoh-tokoh budaya di masyarakat setempat Tidak ada
9 Tingkat kegotongroyongan Tinggi
10 Kerukunan antar anggota masyarakat Tinggi
11 Hubungan antar anggota masyarakat Baik
12 Keamanan sosial dan kriminalitas Terjaga
13 Masalah sosial masyarakat yang ada (kenakalan remaja) Sedang
14 Pengaruh tokoh-tokoh masyakarat terhadap kehidupan Sedang
sosial

Tabel 3.15 Hasil observasi lingkungan jauh-ekonomi

No Objek observasi Hasil observasi


1 Aktivitas ekonomi masyarakat Tinggi
2 Potensi ekonomi lain selain bisnis yang akan Pengembangan usaha pertanian,
dikembangkan pengembangan usaha sektor
industri
3 Stabilitas perekonomian di wilayah tersebut Sebagai petani

Tabel 3.16 Hasil observasi lingkungan jauh politik

No Objek observasi Hasil observasi


1 Entensitas persaingan antar tokoh politik yang Sedikit kuat
berpengaruh
2 Entensitas dekomentrasi yang menentang dan Tidak ada
mendukung pemerintah
3 Tingkat legitimasi pemerintah Rendah
4 Komposisi di parlemen Tidak ada

Tabel 3.17 Hasil obervasi aspek lingkungan sub aspek lingkungan ekologi

No Objek observasi Hasitl observasi


1 Kondisi air Bersih dan layak minum
2 Kondisi udara Tergolong baik untuk kesehatan
3 Kondisi suara (kebisingan) Normal
4 Kondisi kebersihan lingkungan Sangan baik
5 Kemungkinan bagi pembuangan limbah Sedikit
Tabel 3.18 Perbandingan matriks profil persaingan antara BOBIQU, King Tato’s,dan Q

Faktor stategi BOBIQU King Tato’s UBIKU


Bobot Rating Bobot skor Rating Bobot skor Rating Bobot skor
Promosi 0,20 3 0,60 4 0,80 3 0,60
Kualitas produk 0,30 4 1,20 4 1,20 3 0,90
Daya saing harga 0,10 3 0,30 3 0,30 4 0,40
Kemudahan didapat 0,10 4 0,40 3 0,30 3 0,30
Posisi keuangan 0,15 4 0,60 2 0,30 3 0,45
Brand image 0,15 4 0,60 4 0,60 2 0,30
Total 1,00 3,70 3,50 2,95

Tabel 3.19 Pebandingan matriks profil persaingan antar Pemasok A, Pemasok B, Pemasok C

Faktor Pertimbangan Pemasok A Pemasok B Pemasok C


Bobot Rating Bobot skor Rating Bobot skor Rating Bobot skor
Ketersediaan bahan 0,30 3 0,90 4 1,20 3 0,90
Daya saing harga 0,25 4 1,00 4 1,00 3 0,75
Ketepatan pengirim 0,25 3 0,75 3 0,75 4 1,00
Kualitas pelayanan 0,20 4 0,80 3 0,60 3 0,60
Total 1,00 3,45 3,55 3,25

Tabel 3.20 Perbandingan matriks porfil persaingan antara kreditor A, Kreditor B, Kreditor C

Faktor Kreditor A Kreditor B kreditor C


Bobot Rating Bobot skor Rating Bobot skor Rating Bobot skor
Tingkat bunga 0,50 3 1,5 4 2,0 3 1,5
Persyaratan dan 0,20 4 0,8 4 0,8 3 0,6
Prosedur
Kecepatan 0,20 3 0,6 3 0,6 4 0,8
Kualitas pelayanan 0,10 4 0,4 2 0,2 3 0,3
Total 1,00 3,3 3,6 3,2

Tabel3.21 Matriks kemungkinan strategis

Strategi SO Strategi ST
Strategi ini dibuat berdasarkan pemikiran Strategi ini dibuat berdasarkan pemikiran
perusahaan, yaitu dengan menggunakan perusahaan, yaitu dengan menggunakan
seluruh kekuatan untuk memanfaatkan seluruh kekuatan untuk menghindari ancaman
peluang
Strategi WO Strategi WT
Strategi ini dibuat berdasarkan pemikiran Strategi ini merupakan strategi defensif yang
perusahaan, yaitu memanfaatkan peluang dibuat berdasarkan pemikiran perusahaan,
untuk mengatasi kelemahan yaitu meminimalkan kelemahan dan
menghindari ancaman
Tabel 3.22 Faktor internal dan eksternal CV. Healthy Food

Internal Factory Analisis Kekuatan Kelemahan

IFAS  Direktur memiliki  Sistem informasi


pengalaman yang andal berteknologitinggi masih
 Karyawan berkualitas dan kurang
memilikdedikasi Sera  Promosi yang dilakukan oleh"
komitmen untuk memajukan King Tatos's" masih kurang jika
perusahaan dibandingkan dengan
 Penguasaan kondisi wilayah pesaingnya
yang baik/mampu  Performance (penampilan
menjangkau daerahpelosok gedung) dan kendaraan yang
 Tingkat kesehatan bank induk dimiliki masih kurang
berada pada kondisi yang  Penggunaan teknologi modern
sehat dan bank memiliki masih sangat terbatas
tingkat likuiditas yang naik  Sistem dan prosedur pelayanan
 Memiliki kemampuan masih menggunakan sistem
meningkatkan modal konvensional
 Memiliki jaringan pemasaran
yang luas

Peluang SO Strategy WO Strategy

 Kondisi  Mengefektifkan fungsi pos  Meningkatkan hubungan baik


perekonomian pelayanan dan kualitas SDM dengan dinas/instasi terkait
masyarakat yang yang dimiliki untuk dengan meningkatkan
mulai membaik memperluas pasar penampilan fisik gedung
 Hubungan baik  Mulai mengembangkan dan  Mpeningkatkan penggunaan
dengan dinas di memperkenalkan produk- teknologi modern
lingkungan PEMDA produk unggulan pada  Memanfaatkan kebijakan
 Banyaknya industri lingkungan dinas/Instasi pemegang saham untuk
kecil/RT di wilayah pemerintah yang selama ini menambah permodalanhingga
kabupaten Sidoarjo menjalanin hubungan kerja mencapai syarat untuk
sama ditentukan
 Memanfaatkan kebijakan fa
xxsilitas kredit PKM dan
dukungan dari pemerintah
daerah untuk meningkatkan
modal yang dimiliki
Ancaman ST Strategy WT Strategy

 Perubahan regulasi  Tingkatkan kualitas  Melakukan konsolidasi ke


perbankan yang pelayanan dari para karyawan dalam dengan tetap melakukan
dibuat oleh melalui pengembangan upaya pencegahan larinya
pemerintah pusat kepribadian untuk menjaga konsumen ke pesaing dan terus
dan Bank Indonesia hubungan baik dengan para memotivasi karyawan
(API) konsumen  Memperbaiki sistem dari
 Munculnya  Optimalkan fungsi pos prosedue pelayanan konsumen
teknologi baru pelayanan untuk menghadapi sehingga pelayanan cepat,
dalam sistem agresivitas pesaing mudah, dan efisien
pelayanan  Tingkatkan kemampuan  Tingkatkan budaya orientasi
komsumen karyawan melalui kursus, pasar dalam organisasi, dengan
 Munculnya pesaing pelatihan, terutama dalam meningkatkan orientasi pesaing,
baru penguasaan teknologi orientasi konsumen, dan
 Kondisi keamanan koordinasi antarfungsi
dan politik yang
belum stabil
 Adanya bantuan
kredit lunak dari
pemerintah
Tabel 3.23 Analisis kesesuaian aspek lingkungan industri operasional

No Subaspek Kondisi Lingkungan Alasan Penilaian


1 2 3 4 5 6 7
1 Kondisi persaiang antar √ Jumlah perusahaan yang memproduksi Ubi Tidak
perusahaan sejenis terlalu banyak dibandingkan dengan
permintaannya sehingga persaingan antar kuliner
tidak terlalu ketat
2 Kondisi Calon Pemasok √ Pemasok Bahan baku sangat banyak tersedia
disekitar lokasi perusahaan. Kekuatan tawar
menawar pemasok tidak begitu kuat karena
penawaran masih lebih besar dibanding
permintaan.
3 Kondisi Calon Pembeli √ Hasil produksi termasuk makanan khas Indonesia
sehingga memiliki segmen pasar tersendiri.
4 Kondisi Calon Kreditur √ Tersedia berbagai sumber pendanaan.
5 Kondisi kepegawaian √ Kuliner King Tato'smembutuhkan pegawai yang
rajin dan ulet sehingga memiliki cita rasa yang
tinggi. Namun, karena di wilayah tersebut
banyak tersedia tenaga yang rajin jadi tidak
begitu menjadi masalah.
6 Kondisi Barang Subsitusi √ Masuknya kuliner dari Negara luar dengan harga
yang murah menjadi ancaman sebagai jajanan
khas indonesia.
7 Kondisi Hambatan Masuk √ Kuliner King Tato'smembutuhkan jiwa yang ulet,
rajin, dan kreatif sehingga selalu memberikan
varian yang baru.

Tabel 3.24 Analisis kesesuaian aspek lingkungan– jauh

N Subaspek Kondisi Lingkungan Alasan Penilaian


o 1 2 3 4 5 6 7
1 Kesesuaian Ekonomi dengan ide √
bisnis Kondisi pertumbuhan ekonomi yang sedang
membaik dan kondisi masyarakat yang sedang
membutuhkan lapangan kerja serta minimnya
dampak negative rencana bisnis dengan mata
pencaharian penduduk sekarang.
2 Kesesuaian Lingkungan social dan √
budaya dengan ide bisnis Adat istiadat dan kebiasaan masyarakat tidak
ada yang bertentangan dengan kegiatan ide
bisnis. Hubungan antar anggota masyarakat
dan tingkat kerawanansosial yang kecil sesuai
dengan kegiatan ide bisnis.
3 Kesesuaian lingkungan politik √
dengan ide bisnis Kondisi politik nasional yang stabil sangat
mendukung kelancaran usaha. Kebijakan
pemerintah yang mendorong mengkonsumsi
makanan Indonesia sangat membantu
pemasaran.
4 Kesesuaian teknologi dengan Ide √ Tersediannya berbagai teknologi dalam
Bisnis pembuatan Ubi sehingga meningkatkan
kemampuan dalam memenuhi permintaan
pasar
5 Kesesuaian Lingkungan ekologi √ Kondisi Air, udara, dan rencana pembuangan
dengan ide Bisnis limbah tidak ada masalah dengan kegiatan ide
bisnis.
6 Kesesuaian lingkungan global √ Kondisi lingkungan yang menyenangkan
dengan ide bisnis makanan Indonesia yang sehat dan bergizi
Tabel 3.25 Analisis perbandingan dampak positif aspek lingkungan

No Dampak Positif Bobot Skor Bobot Skor


1 Meningkatkan derajat pendidikan masyarakat 9 8 72
2 Menimbulkan atmosfer akademik di lingkungan 7 8 42
kampus
3 Masuknya budaya asing yang positif 5 8 40
4 Pengenalan budaya luar daerah yang dibawa 5 7 35
mahasiswa
5 Hubungan kemasyarakatan yang semakin luas 5 7 35
6 Mengurangi kenakalan remaja 7 5 35
7 Peluang usaha rumah kos 8 72

9
8 Peluang usaha warung makan 8 9 72
9 Peluang usaha aneka jasa (laundry, warnet, fotokopi) 8 9 72
10 penyerapan tenaga kerja langsung dosen dan tenaga 9 5 45
administrasi
11 Perbaikan infrastruktur 8 5 40
Jumlah 560

Tabel 3.26 Analisis perbandingan dampak negatif aspek lingkungan

No Dampak Negatif Bobot Skor Bobot


skor
1 Budaya mandiri mahasiswa sering menimbulkan individualistis 5 5 25
2 Cara berpakaian mahasiswa yang tidak sesuai dengan budaya 8 5 40
masyarakat
3 Sering ada kumpul kebo di tempat kos 8 4 32
4 Lalu lintas yang semakin ramai 4 9 36
5 Budaya kegotongroyongan antaranggota masyarakat dapat 7 6 42
menurun karena banyaknya pendatang
6 Penduduk local sering kalah bersaing dengan pengusaha dari 7 7 49
daerah lain
7 Polusi udara karena kendaraan yang semakin banyak 6 9 54
8 Polusi air karena penduduknya yang semakin padat 8 6 48
9 Polusi limbah sampah dari warung-warung dan rumah kos 7 7 49
Jumlah 375

Tabel 3.27 Analisis biaya dan manfaat pembangunan sarana pembelanjaan

No Rencana Proyek Peningkatan Biaya Tambahan Tambahan Biaya


Kesejahteraan/Tahun Total/Tahun Manfaat
1. Tanpa pembangunan 0 0 0 0
2. Toko biasa 4 8 4 8
3. Minimarket 10 18 6 10
4. Supermarket 22 28 12 10
5. Hypermart 36 45 14 17