Anda di halaman 1dari 15

PARASITOLOGI

“CILIATA”

OLEH:

Ni Luh Ayu Mega Ratnasari (1909482010092)


I Putu Windra Gunawan (1909482010096)
I Made Yoga Winatra (1909482010104)
I Gede Bayu Somantara (1909482010110)

PROGRAM STUDI SI FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat dan karunianya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik.
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Parasitologi
dengan bahan kajian “Ciliata”.
Tidak lupa kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam
pembuatan makalah ini, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. kami
mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membimbing kami
untuk menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk
itu kami sangat menerima kritik dan saran dari pembaca.

Denpasar, November 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar ........................................................................................ i
Daftar Isi.................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 3
1.3 Tujuan ........................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................ 4
2.1 Ciliata .......................................................................................... 4
2.2 Klasifikasi ..................................................................................... 8
2.3 peranan ciliita dalam kehidupan .................................................. 13
BAB III KESIMPULAN ......................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 15
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan
salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan
oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain
membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.
Protozoa memiliki 4 kelas yang dibedakan berdasarkan alat geraknya yaitu
rhizopoda, flagellata (mastigophora), fitoflagellata, ciliata (ciliophora) dan
apicomplexa (sporozoa).
Ciliata adalah salah satu jenis rhizopoda yang dibedakan berdasarkan alat
gerak berupa rambut getar (silia). Ada beberapa jenis lagi yang teradapat pada
ciliata, salah satunya adalah Paramaecium. Ciliata bereproduksi baik sevara
seksual maupun aseksual. Kelompok protozoa ini juga memilik peranan yang
penting dalam kehidupan manusia.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah yang terdapat dalam
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan ciliata?
2. Apa saja klasifikasi dari ciliata?
3. Apa peranan ciliata dalam kehidupan?
1.3 TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui:
1. Pengertian ciliata mulai dari struktur tubuh, ciri-ciri dan cara reproduksi.
2. Klasifikasi dari ciliata.
3. Peranan ciliata dalam kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Ciliata
Ciliata adalah protozoa yang bergerak dengan menggunakan silia (rambut
getar). Ciliata memiliki bentuk tubuh yang tetap karena memiliki pelikel. Pelikel
merupakan selaput protein atau glikoprotein yang keras untuk menyokong
membran sel. Bentuk tubuh Ciliata bervariasi, ada yang menyerupai sandal,
lonceng, terompet, atau oval (Irnaningtyas, 2014). Ciliata melakukan ekskresi dan
respirasi dengan permukaan tubuh. Pencernaah makanan secara internal pada
vakuola makanan.
Ciliata memiliki ciri yang unik, yaitu mempunyai dua jenis nukleus. Nukleus
pada Ciliata terdiri atas satu inti berukuran besar yang disebut makronukleus dan
beberapa jenis inti yang berukuran keci yang disebut mikronukleus.
Makronukleus berfungsi untuk menyintesis RNA, mengatur aktivitas dan
pertumbuhan sel, dan alat reproduksi aseksual (pembelahan biner), sementara itu
mikronukleus berfungsi sebagai alat reproduksi seksual (konjugasi). Sebagian
besar Ciliata hidup sebagai sel soliter di air tawar maupun air laut. Ciliata banyak
ditemukan di air sawah, air sungai, air kolam, dan air selokan, terutama yang
banyak mengandung sisa-sisa tumbuhan dan hewan, atau sampah organik. Ciliata
yang hidup bebas dilingkungan berair, contohnya Paramecium caudatum,
Vorticella, Stentor, Didinium, dan Stylonychia. (Irnaningtyas, 2014).

2.2. Morfologi Ciliata


Ukuran dan bentuk morfologi ciliata sangat beragam, berbentuk lonjong atau
seperti bola, memanjang dan ada pula yang polimorfik. Diameter ciliata mencapai
ukuran 2.000 µm atau 2 mm. Sel ciliata terbungkus oleh membran sitoplasma,
banyak yang dilengkapi dengan lapisan luar sitoplasma yaitu ektoplasma dan
lapisan sitoplasma bagian dalam yang disebut endoplasma. Kebanyakan struktur
seluler terdapat dalam endoplasma (Waluyo, 2004).
Setiap sel ciliata memiliki satu inti, tetapi banyak ciliata mempunyai inti
rangkap di sebagian besar siklus hidupnya. Pada ciliata terdapat satu
makronukleus yang fungsinya untuk mengawasi kegiatan metabolisme dan proses
pertumbuhan serta proses regenerasi dan terdapat mikronukleus yang fungsinya
untuk mengendalikan reproduksi. Pelikel (lapisan membran sitoplasma sel) ciliata
tebal dan seringkali mempunyai struktur yang beragam. Banyak ciliata
membentuk struktur kerangka yang memberi kekakuan. Lapisan penutup yang
longgar ini berada di luar dari pelikel, dinamakan cangkang yang terdiri dari
bahan organik yang diperkuat bahan-bahan anorganik seperti kalsium karbonat
atau silikat. Ciliata dapat membentuk kista, dengan cara ini bentuk-bentuk
vegetatif atau tropozoit melindungi dirinya terhadap alam sekitarnya, misalnya
kekeringan, kehabisan makanan atau keasaman perut inangnya (Waluyo, 2004).
Komponen dasar dari tubuh ciliata adalah nukleus (inti) dan sitoplasma.
Tampubolon (2004) dalam Ismail (2006), mengatakan bahwa inti ciliata
mempunyai berbagai bentuk, ukuran dan struktur karena bentuk tubuh yang
sangat bervariasi. Komponen penting inti ciliata adalah membran inti, kromatin,
plastin dan nukleoplasma atau cairan inti. Secara struktural dibagi menjadi dua
tipe yaitu vesikuler dan kompak. Inti vesikuler terdiri dari membran inti yang
kadang-kadang sangat lembut tetapi jelas nukleoplasma, akromatin dan
kromatinnya. Disamping itu badan intranuklear biasanya agak bulat, tersusun dari
kromatin, nukleolus atau plasmasoma. Inti kompak mengandung banyak substansi
kromatin dan sedikit nukleoplasma, sehingga sifatnya padat.
Sitoplasma ciliata tidak berbeda fungsinya dari hewan multiseluler.
Sitoplasma ciliata berisi bermacam-macam organel. Pada mitokondrianya, krista
berbentuk tubuler lebih banyak daripada yang berbentuk piringan seperti terdapat
pada organisme tingkat tinggi. Organel lain seperti aparatus golgi, vakuola
kontraktil, vakuola makanan dan Cilia atau flagel (Ismail, 2006).

2.3. Sistem Reproduksi dan Siklus Hidup Ciliata


Reproduksi pada protozoa dapat terjadi secara aseksual atau seksual.
Reproduksi aseksual ada tiga tipe yaitu pembelahan ganda (biner), pembelahan
multiple (skizogoni) dan tunas (budding). Pembelahan ganda biasanya terdapat
pada flagelata, amoeba dan ciliata. Pada pembelahan multiple atau skizogoni, inti
membelah berulang-ulang, sitoplasma bergabung mengelilingi setiap inti,
kemudian sitoplasma membelah. Endodiogoni merupakan tipe istimewa dari
pembelahan biner dimana sel anak terbentuk di dalam sel induknya. Endopoligeni
merupakan tipe yang sama dengan skizogoni. Pertunasan adalah sel anak yang
kecil secara individu memisahkan dari sisi induk dan kemudian tumbuh menjadi
ukuran penuh. Pembelahan inti vesikuler atau inti mikro biasanya melalui mitosis,
sedangkan inti makro secara amitosis (Levine, 1990 dalam Ismail, 2006).
Reproduksi seksual ada dua tipe yaitu singami dan konjugasi. Singami adalah
persatuan dari dua gamet, sedangkan konjugasi adalah penggabungan secara
temporer dua individu yang berasal dari satu spesies dengan maksud pertukaran
materi inti. Pada singami terbentuk dua gamet haploid yang bergabung
membentuk suatu zigot. Gamet-gamet itu mirip satu sama lain disebut isogami
dan jika berbeda disebut anisogami. Pada anisogami, gamet yang lebih kecil
adalah mikrogamet dan yang lebih besar adalah makrogamet. Gamet-gamet
diproduksi oleh sel khusus (gamon), mikrogamet diproduksi oleh mikrogamon
atau mikrogametosit dan makrogamet diproduksi oleh makrogamon atau
mikrogametosit. Proses pembentukan gamet itu disebut gametogoni. Pada
konjugasi, dua individu dari spesies yang sama mendekat satu sama lain untuk
tujuan pertukaran bahan inti. Inti makro berdegenerasi dan inti mikro membelah
beberapa kali. Salah satu bakal haploid hasil pembelahan ini beralih dari satu
konjugan lain. Kemudian konjugan-konjugan tersebut memisah, bakal inti
bergabung dan terjadi regenerasi inti (Levine, 1990 dalam Ismail, 2006).

2.4. Aktivitas Ciliata dan Dekomposisi Bahan Organik


Ciliata merupakan pemangsa bakteri dan jamur (Elsas et. al., 1997 dalam
Arifah, 2002). Menurut Stout (1974) dalam Khusnuryani (2002), ciliata lebih
memilih organisme berukuran kecil, tidak membentuk filamen dan tidak
berkapsul sebagai sumber makanannya. Oleh karena itu ciliata lebih memilih
bakteri dari pada jamur dari pada bakteri dari pada jamur sebagai sumber
makanannya (Khusnuryani, 2002).
Aktivitas pemangsaan ciliata dapat mengontrol populasi bakteri dalam tanah.
Meskipun demikian, tidak semua bakteri sesuai sebagai sumber makanan bagi
ciliata. Pembentukan toksin bakteri dapat mencegah serangan oleh ciliata
(Weekers et. al., 1993). Ciliata adalah protozoa pemangsa bakteri yang penting
dalam ekosistem akuatik. Aktivitas pemangsaan bakteri oleh ciliata tersebut akan
memperkaya nutrien esensial dalam medium di sekelilingnya, yang secara positif
mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Aktivitas ciliari ciliata
menyebabkan sirkulasi gas dan nutrien terlarut lebih baik dalam mikrohabitat cair.
Ciliata yang lebih besar terlibat dalam penghancuran materi tanaman dan hewan
(Hausmann dan Haulsmann, 1996).
Aktivitas pemangsaan ciliata juga meningkatkan aktivitas dan meningkatkan
pertukaran nutrien, khususnya nitrogen yang terimobilisasi dalam biomasa
bakterial. Dengan demikian, ciliata berperan aktif dalam mengontrol kesuburan
tanah dan siklus nutrien tanah (Weekers et. al., 1993). Pemangsaan mikrobia oleh
ciliata akan merugikan mikrobia secara individual karena individu anggota
populasi dimangsa oleh ciliata, tetapi menguntungkan secara kolektif karena
mengurangi kompetisi antar mikrobia. Dengan demikian ciliata dapat membantu
pertumbuhan mikrobia sehingga populasi mikrobia selalu muda dan aktif,
selanjutnya dekomposisi bahan organik juga akan meningkat (Coyne, 1999 dalam
Khusnuryani, 2002).

2.5. Klasifikasi Ciliata


Menurut Hungate (1966) ciliata dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu
Holotricha (cilia ada di sekitar tubuhnya) dan Oligotricha (cilia hanya ada di
sekitar mulut). Kelompok Holotricha memiliki morfologi yang sederhana
meliputi spesies Isotricha dan Daystricha sebaliknya kelompok Oligotricha
memiliki bentuk yang kompleks meliputi spesies Entodinium, Epidinium,
Diplodinium, dan Ophryoscolex.
Protozoa yang terdapat dalam rumen berasal dari dua famili dan termasuk
ciliata. Famili yang pertama adalah Isotrichidae termasuk dalam golongan
Holotricha, dari golongan ini dikenal dua genus, yaitu Isotricha dan Dasytricha.
Famili yang ke dua adalah Ophryoscolecidae dan termasuk dalam Oligotrichs.
Ophryoscolecidae terdiri dari genus Entodinium, Eudiplodinium (Gambar 2),
Diplodinium, Epidinium dan Ophryoscolex. Golongan Oligotrichs dapat memecah
partikel makanan dan dapat memanfaatkan karbohidrat sederhana maupun yang
komplek termasuk selulosa, sedangkan golongan Holotrichs tidak dapat mencerna
partikel makanan maupun selulosa (Soepraniondo, 1994).
Jumlah dan posisi cilia, bentuk makronukleus, jumlah dan letak vakuola
kontraktil, jumlah dan letak keping kerangka menjadi karakter tetap yang
digunakan sebagai kriteria untuk identifikasi genus dan spesies dalam famili
Ophryoscolecidae (Gambar 1). Ukuran dan bentuk tubuh, bentuk dan panjang
makronukleus serta jumlah flagel juga digunakan sebagai kriteria identifikasi
(Imai, 1998 dalam Jusmaldi, 2002).
Beberapa spesies ciliata tersebar pada banyak spesies ruminansia, tetapi
sebagian spesies ciliata tersebut ada yang hanya terbatas pada satu atau beberapa
spesies ruminansia. Genus Entodinium, Diplodinium, Ostracodinium, dan
Epidinium memiliki persebaran yang luas pada spesies ruminansia tetapi genus
Caloscolex dan Opisthotricum hanya terdapat pada onta dan antilop Afrika (Imai,
1988).
Komposisi ciliata dipengaruhi oleh faktor-faktor filogenetik dan wilayah
persebaran inang. Selain itu komposisi ciliata juga dipengaruhi oleh jenis pakan
dan kondisi fisiologi inang (Ogimoto dan Imai, 1981).
Beberapa bentuk dan klasifikasi cilliata.

1. Paramaecium
Ujung depan tubuh tumpul, sedangkan belakang meruncing hingga
bentuknya seperti sandal atau sepatu.
2. Vorticella
Bentuk seperti lonceng, bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau
spiral yang dilengkapi silia sekitar mulutnya. Hidup di air tawar, menempel
dengan tangkai batang yang bersifat kontraktil pada substrak. Makananya berupa
bakteri atau sisa-sisa bahan organik yang masuk bersama aliran air melalui celah
mulutnya.
3. Didinium
Didinium merupakan predator pada ekosistem perairan yaitu pemangsa
Paramaecium.
4. Stentor
Bentuk seperti terompet dan menetap di air tawar yang tergenang atau
mengalir. Makanan hewan ini adalah Ciliata yang ukurannya lebih kecil.

5. Balantidium coli
Balantidium coli merupakan protozoa usus manusia yang terbesar dan satu-
satunya golongan ciliata manusia yang patogen, menimbulkan balantidiasis atau
ciliate dysentri. Organisme ini dijumpai pada daerah tropis dan juga daerah sub-
tropis. Pada dasarnya protozoa ini berparasit pada babi, sedangkan strain yang
ada, beradaptasi terhadap hospes definitif lainnya termasuk orang.
2.6 Peranan ciliata dalam kehidupan
Peranan ciliata dalam kehidupan dapat dibagi menjadi dua yaitu:
1. Peranan menguntungkan
Didinium, mirip ceret bertangkai. Didinium juga sebagai predator di air tawar.
2. Peranan merugikan
Balantidium coli, hidup parasit di dalam usus manusia dan dapat menyebabkan
gangguan pada perutselain itu juga dapat menyebabkan diare berdarah.
BAB III
KESIMPULAN

Ciliata merupakan salah satu anggota dari protozoa. Ciliata bergerak


dengan menggunakan siliat atau rambut getar. Ciliata bereproduksi dengan
seksual maupun aseksual. Salah satu filum ciliata yang paling populer adala
Paramaecium. Komponen dasar dari tubuh ciliata adalah nukleus (inti) dan
sitoplasma. Inti ciliata mempunyai berbagai bentuk, ukuran dan struktur karena
bentuk tubuh yang sangat bervariasi. Aktivitas pemangsaan ciliata juga
meningkatkan aktivitas dan meningkatkan pertukaran nutrien, khususnya nitrogen
yang terimobilisasi dalam biomasa bakterial. Dengan demikian, ciliata berperan
aktif dalam mengontrol kesuburan tanah dan siklus nutrien tanah.
DAFTAR PUSTAKA

Hausmann, K. & Haulsmann, N. 1996. Protozoology. Thiene Medical Publishers


Inc. New York.

Hungate, R.E. 1966. The Rumen And Its Microbes. Akademic Press New York.
London.

Imai, S. 1988. Ciliated Protozoa In The Rumen Of Kenyan Zebu Cattle, Bos
Taurus indicus, With The Description Of Four New Spesies. Journal
Protozoologi. Vol. 35 : 2.

Ismail. 2006. Identifikasi Protozoa Parasitik Pada Tinja Banteng Jawa (Bos
javanicus) Di Semenanjung Ujung Kulon. Tesis. Fakultas Kedokteran
Hewan IPB Bogor. Bogor.

Jusmaldi. 2002. Keragaman Protozoa Simbion Dalam Rumen Sapi dan Kerbau
Lumpur Di Sumatera Barat. Tesis. Program Pasca Sarjana IPB Bogor.
Bogor.

Khusnuryani, A. 2002. Pengaruh Penambahan Protozoa terhadap Perubahan


Jumlah Mikroba Selulitik dan Hemiselulitik dalam Proses Dekomposisi
Jerami. Thesis. UGM. Yogyakarta.

Ogimoto, K. dan Imai, S. 1981. Atlas Of Rumen Microbiology. Japan Scientific


Societies Press. Tokyo.

Soepraniondro, K. 1994. Status Ciliata dan Performen Domba Yang Diberi Silase
Litter Ayam. Tesis. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga.
Surabaya.

Waluyo, L. 2004. Mikrobiologi Umum. UMM Press. Malang.