Anda di halaman 1dari 5

BAB III

METODOLOGI

3.1. Latar Belakang

Pemilihan ukuran dan mutu tiang didasarkan pada kegunaan dalam

perencanaan, tetapi setidaknya tiang dipancang hingga mencapai tanah keras. Jika

tanah cukup keras dan tiang tersebut cukup panjang, tiang tersebut harus di pancang

dengan hammer yang cukup keras sehingga dapat mengakibatkan kerusakan akibat

gaya tumbukan hammer tersebut.

Pada umumnya desain tiang pancang ditinjau dari kekuatan material tiang

pancang. Dimana desain kemampuan memikul oleh tanah harus dilakukan

tersendiri. Kemampuan perlawanan friksi dan daya dukung ujung tiang biasanua

lebih menentukan daripada kemampuan pikul tiang pancang. Kemudian untuk

keruntukan pada tiang pancang dianggap terjadi oleh keruntuhan material (material

failure) dan bukan disebabkan oleh ketidak stabilan.

3.2. Data teknis Tiang pancang Prestressed

Dalam penulisan tesis ini, dibutuhkan data mengenai spesifikasi material

yang dibutuhkan sesuai standart industri. Dalam pabrikasi tiang pancang

prestressed mengacu pada dapat mengacu pada SNI, ASTM maupun JIS. Dalam

tabel 3.1. menunjukkan spesifikasi dalam pembuatan tiang pancang prestressed.

KAJIAN PENINGKATAN KAPASITAS TEKAN FONDASI TIANG PANCANG


DENGAN PERKUATAN FIBER REINFORCED POLYMER (FRP)
Tabel 3.1. Spesifikasi material beton prestress.
Item Referensi Keterangan Spesifikasi
Aggregat ASTM C 33/C 33M -11 a Standard Spesification for
concrete Aggregates
Semen SNI 15 – 2049 - 2004 Portland cement Standard Product type I :
Type II or V
Admixture ASTM C 494/C 494 M – Spesifikasi Standart untuk Bahan Type F : High range water
99a admixture untuk beton reducing admixture
Beton SNI 03 – 2834 – 1993 Concrete Mix design
SNI 03 – 2493 - 1991 Membuat dan perawatan sampel
PC Strand ASTM A 416/A 416M -99 Spesifikasi standart untuk baja Grade 270 (Low
strand, uncoated seven-wire for Relaxation Type)
prestressed Concrete
PC-Wire JIS G 3536 - 1999 Uncoated Stresss-relieved steel SWPD1 (deformed Wire
wires and strands for prestressed Type)
concrete
PC Bar JIS G 3137 – 1994 Small Size-deformed steel bars Grade D – Class 1 – SBPD
for Prestressed concrete 1275/1420
Rebar SNI 07 – 2052 - 2002 Reinforcement Steel for concrete Steel Class : BjTS 40
(deformed)
Stell class : BjTP 24
(Round)
Spiral wire JIS G 3532 - 2000 Low Carbon Steel Wires SWM-P (Round Type)
Cold-reduced stell wire for
the reinforcement of
concrete and the
manufactured of welded
fabric
Joint Plate JIS G 3101 - 2004 Rolled Steels for general SS40 (tensile strength 400
Structure N/mm2) aplicable steel
product for steel plates and
sheets, steel strip in coil,
sections, flats and bars.
Welding ANSI/AWS D1.1 - 900 Structural Welding Code Steel AWS A5.1/E6013
Nikko Steel RB 26/RD
260, Lion 26, or eqivalent

KAJIAN PENINGKATAN KAPASITAS TEKAN FONDASI TIANG PANCANG


DENGAN PERKUATAN FIBER REINFORCED POLYMER (fRP)
Tabel 3.2. Jenis tulangan Prestressed
Nominal Gaya Putus Tegangan tarik
Luas
diameter Minimum minimum, fpu
Jenis Material
mm mm2 kN mPa

5 19.6 30.4 1550

Kawat (wire) 5 19.6 33.3 1700

7 38.5 65.5 1700

9.3 54.7 102 1860


7-wire Stand
12.7 100 184 1840
Super grade
15.2 143 250 1750
7-wire Stand
12.7 94.3 165 1750
Regular grade
23 415 450 1080

26 530 570 1080

Bar 29 660 710 1080

32 804 870 1080

38 1140 1230 1080

KAJIAN PENINGKATAN KAPASITAS TEKAN FONDASI TIANG PANCANG


DENGAN PERKUATAN FIBER REINFORCED POLYMER (fRP)
3.3. Bagan Alir / Flow cart

Dalam menulis tesis ini, beberapa tahapan dilaksanakan sehingga tercapai

maksud dan tujuan dari penilitian. Sesuai dalam Bab I, tujuan penelitian adalah :

melakukan kajian peningkatan kapasitas tekan fondasi tiang pancang dengan

menggunakan perkuatan Fiber Reinforced Polymer (FRP)

a. Tahap Pertama

Pada tahap ini dimulai dengan pengumpulan literatur dan pengumpulan data

teknis fondasi tiang pancang maupun hammer yang digunakan dalam

penelitian. Kemudian melakukan pengujian pada bahan yang digunakan

yakni pada fondasi tiang presstress : Uji tarik tulangan dan Uji tekan beton,

dan uji tarik jenis FRP yang digunakan.

b. Tahap kedua

Melakukan analisa kapasitas fondasi tiang pancang dengan tanpa perkuatan

dan simulasi perkuatan dengan menggunakan software ansys.

c. Tahap ketiga

Pada tahap ini dilakukan eksperiment pada proses pemancangan fondasi tiang

dengan metode tanpa perkuatan Sikawrap dan menggunakan Sikawrap.

d. Tahap keempat

Melakukan evaluasi terhadap desain tiang pancang akibat pengaruh pukulan

hammer dan melakukan desain tiang pancang berdasarkan efek pukulan

hammer pada saat pemancangan.

KAJIAN PENINGKATAN KAPASITAS TEKAN FONDASI TIANG PANCANG


DENGAN PERKUATAN FIBER REINFORCED POLYMER (fRP)
Material

Uji Tarik Uji Tekan Beton

Pembuatan Spesimen

Analisis Kapasitas Tiang Kapasitas Tiang Presstress


tanpa perkuatan, dengan dengan eksperimen di
pemodelan GRL WEAP lapangan

Kajian Kapasitas Tiang


Pancang

Pengolahan data Hasil Pengujian

Analisis Hasil Eksperimen dan


Pembahasan

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1. Diagram alir metode penelitian

KAJIAN PENINGKATAN KAPASITAS TEKAN FONDASI TIANG PANCANG


DENGAN PERKUATAN FIBER REINFORCED POLYMER (fRP)