Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

i
KATA PENGANTAR

Kami panjatkan puja dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah melimpahkan rahmat, dan berkatnya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Bakteri dengan tepat waktu.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Mikroorganisme
Porkariot dan Eukariot ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap
pembaca.

Palembang, November 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

MAKALAH .......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
BAB I ..................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
A. LATAR BELAKANG ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ........................................................................................ 2
BAB II ................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ................................................................................................... 3
A. Bakteri ........................................................................................................ 3
B. Habitat Bakteri ........................................................................................... 4
C. Siklus hidup Bakteri ................................................................................... 9
D. Peranan Bakteri .......................................................................................... 10
BAB III.................................................................................................................. 15
PENUTUP............................................................................................................. 15
A. Kesimpulan ................................................................................................ 15
B. Saran .......................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 17

iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Bakteri merupakan organisme mikroskopik. Hal ini menyebabkan
organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya
mikroskop. Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme,
terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang. Seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil
ditelusuri. Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan
berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antony van Leeuwenhoek,
Ferdinand Cohn, dan Robert Koch. Istilah bacterium diperkenalkan di
kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani
βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Pengetahuan
tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan
oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Bakteriologi
adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.
Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan
berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia
pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan
menggunakan mikroskop sederhana. Akan tetapi, Robert Hooke masih belum
dapat menumukan struktur bakteri. Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil
penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Walau demikian, buku inilah
yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.
Bakteri merupakan kelompok mahluk hidup bersel tunggal yang
dimasukkan dalam golongan jasad renik atau mikrobia. Mengingat tubuhnya
yang mikrokopis itu, sehingga studi tentang bakteri mulai. Tubuh bakteri
yang terdiri atas sebuah sel saja ini, mempunyai bentuk yang beraneka ragam.
Ada yang berbentuk peluru atau bola, seperti bintang, bengkok seperti koma,
atau sekrup serta ada yang seperti spiral. Bentuk tubuhnya merupakan salah
satu sifat yang dijadikan dasar dalam pengklasifikasian bakteri. Dalam
kondisi tertentu, yang mekanismenya belum dipahami benar, sel bakteri

1
dengan salah satu bentuk seperti disebut sebelumnya, dapat mengalami suatu
perubahan bentuk. Bentuk baru seperti variasi bentuknya yang normal,
disebut bentuk involusi. Ukuran tubuhnya hanya mencapai beberapa mikron,
paling besar sekitar 100 mikron, sehingga hampir terlihat dengan mata bugil.
Berhubungan dengan tubuhnya yang amat kecil itu, maka dapat dipahami
mengapa struktur bakteri tidak mudah untuk ditentukan. Tubuh bakteri yang
berupa sel tunggal itu mempunyai dinding sel yang jelas. Dinding sel tidak
mengandung selulosa, tetapi tersusun atas hemi selulosa dan senyawa
semacam pektin yang mengandung N dan lebih mendekati dinding sel hewan
dari pada dinding sel tumbuhan umumnya.
Bakteri umumnya bergerak secara pasif. Namun ada beberapa bakteri
yang dalam keadaan tertentu dapat membentuk rambut-rambut plasma yang
memungkinkan dapat bergerak aktif dalam medium cair. Rmbut-rambut itu
lazimnya dinamakan bulu cambuk atau flag.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang kami temui yaitu:
1. Apa yang dimaksud Prokariot dan Eukariot?
2. Organisme apa sajakah yang termasuk dalam eukariot?
3. Organisme apa sajakah yang termasuk dalam prokariot?

C. Tujuan Penulisan
Dalam makalah ini, adapun tujuan penulisan kami yaitu :
1. Mengetahui pengertian dari prokariot dan eukariot
2. Mengetahui organisme yang termasuk dalam prokariot dan eukariot

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Bakteri
Menyusun suatu sistem yang sistematik di dalam dunia mikroorganisme itu
bukan pekerjaan yang mudah. Kesulitan pertama yang kita hadapi adalah
menentukan apakah bakteri itu termasuk golongan hewan ataukah termasuk
golongan tumbuhan. Lama benar setelah Leeuwenhoek menyelami dunia
mikroorganisme, sarjana-sarjana zoology seperti Muller (Deenemarken, 1973)
dan Ehrenberg (jerman, 1938) menggolongkan bakteri kepada protozoa. Baru di
dalam tahun 1872 timbul pendapat lain. Cohn, seorang sarjana botani bangsa
Jerman condong untuk menggolongkan bakteri kepada tumbuhan. Klasifikasi
mengenai bakteri disusun olehnya sacara agak lengkap di dalam tahun 1875, dan
sejak itu diadakan penyempurnaan, secara berangsur-angsur. Secara praktis istilah
klasifikasi sama dengan sistematik, taksonomi.
Orang dalam mengadakan klasifikasi dengan menggunakan perbedaan-
perbedaan atau criteria berdasarkan morfologi dan atau berdasarkan fisiologi.
Pada tanaman tinggi dan pada hewan-hewan bertingkat tinggi, pengggolongan itu
terutama didasarkan atas sifat-sifat morfologi. Hal itu sukar dilaksanakan terhadap
bakteri, sehingga klasifikasi di dalam dunia bakteri itu didasarkan sebagian atas
sifat-sifat morfologi dan sebagian atas sifat-sifat fisiologi, termasuk juga sifat-sifat
imunologi.
Banyak bakteri yang di bawah mikroskop menunjukkan bentuk morfologi
yang sama, akan tetapi sifat-sifat fisiologi mereka dapat berlainan sama sekali.
Ada beberapa golongan bakteri yang sama bentuknya, akan tetapi golongan yang
satu dapat mencernakan suatu asam amino tertentu, sedang yang lain tidak. Ada
pula suatu golongan yang dapat menyebabkan suatu penyakit, sedang golongan
yang lain tidak. Maka jelaslah kesukaran kita untuk menetapkan spesies
berdasarkan sifat-sifat morfologi saja.
Berdasarkan bentuknnya yang tetap, dindingnya yang kuat, dan adanya
kemampuan untuk hidup autotrof (termasuk mengadakan fotosintesis pada
beberapa golongan bakteri), maka kita mufakat memasukkan bakteri di dalam

3
golongan tumbuhan. Selanjutnya kongres-kongres internasional antara sarjana-
sarjana mikrobiologi membuat ketentuan bersama mengenai taksonomi bakteri
dan tata namanya (nomenklatur).
Baik di Eropa maupun di benua lainnya, dan terlebih di Amerika Serikat,
sekarang ini banyak digunakan sistematik yang disusun oleh Bergey.
Klasifikasinya sebagai berikut.
Dunia tumbuhan dibagi atas 5 divisi (filum) yaitu sebagai berikut :
1. Filum Protophyta
2. Filum Thallophyta
3. Filum Bryophyta
4. Filum Pteridophyta
5. Filum Spermatophyta
Filum Protophyta dibagi atas 3 kelas, yaitu
 Schizopycea (Ganggang biru)
 Schizomycotes (Bakteri)
 Microtatobiotes (rickettsia dan virus)

B. Habitat Bakteri
Habitat bakteri merupakan daerah tempat tinggal dan hidup bakteri. Bakteri
merupakan mikroorganisme ubikuotus, yang berarti melimpah dan banyak
ditemukan di hampir semua tempat. Habitatnya sangat beragam; lingkungan
perairan, tanah, udara, permukaan daun, dan bahkan dapat ditemukan di dalam
organisme hidup. Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami
muka bumi ini adalah 5x1030
Dalam tubuh manusia
Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia, terutama di dalam
saluran pencernaan. Jumlah total sel bakteri yang barada di dalam tubuh manusia
bahkan lebih dari jumlah total sel tubuh manusia itu sendiri, yaitu lebih banyak
sekitar 10 kali lipat. Oleh karena itu, kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi
kondisi tubuh manusia.
Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran
pencernaan manusia, terutama pada usus besar. Kelompok bakteri yang

4
mendominasi usus besar manusia pada umumnya adalah bakteri asam laktat yang
merupakan bakteri gram positif dan kelompok enterobacter yang merupakan
bakteri gram negatif. Mikroorganisme ini hidup secara anaerobik dan mampu
melekat pada permukaan saluran pencernaan manusia. Contoh bakteri yang biasa
ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. Beberapa jenis bakteri yang hidup di
dalam saluran pencernaan ini tidak hanya menyerap nutrisi, tetapi juga berperan
dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan imunitas tubuh.
Terdapat sekelompok bakteri menguntungkan yang mampu menunjang kesehatan
dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. Kelompok bakteri
ini termasuk dalam kelompok bakteri probiotik.
Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di
permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia. Pada permukaan kulit saja,
diperkirakan terdapat 500 jenis bakteri yang hidup disana. Di dalam mulut dan
kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.
Kelompok bakteri ini mampu menggunakan senyawa berkarbon tunggal, seperti
metanol dan metilamin, untuk menyokong pertumbuhannya. Di dalam rongga
mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam
menyebabkan bau pada mulut manusia. Contoh bakteri yang termasuk dalam
golongan ini adalah Methylobacterium extorquens.
1. Lingkungan ekstrim
Bakteri merupakan kelompok organisme yang sangat beragam, baik dari segi
metabolisme maupun morfologi tubuh. Beberapa kelompok mikroorganisme
ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain
untuk hidup. Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi,
mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik. Selain bakteri,
mikroorganisme yang termasuk dalam domain archaea juga cenderung
memiliki ketahanan sel terhadap lingkungan ekstrim. Kemampuan
mikroorganisme untuk hidup pada kondisi ekstrim dapat membawa nilai dan
aplikasi di berbagai bidang industri, seperti pangan, agrikultur, farmasi dan
pengobatan, serta bioteknologi.
Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam
bioteknologi.

5
Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri
yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. Organisme
yang mampu hidup di lingkungan dengan suhu tinggi ini termasuk dalam
golongan termofilik. Kemampuan bakteri ini untuk bertahan pada suhu tinggi
disebabkan oleh stabilitas enzim, membran sel, dan makromolekul sel yang
telah teradaptasi. Enzim yang dimiliki oleh bakteri kelompok termofilik
memiliki komposisi asam amino yang berbeda dengan bakteri pada umumnya.
Di samping itu, protein yang terdapat sel memiliki ikatan hidrofobik dan
ikatan ionik yang sangat kuat. Komposisi membran selnya didominasi oleh
asam lemak jenuh sehingga bersifat lebih stabil dan fungsional pada suhu
tinggi. Hal ini disebabkan oleh kuatnya ikatan hidrofobik pada rantai asam
lemak jenuh bila dibandingan dengan asam lemak tak jenuh. Terdapat
beberapa jenis enzim yang banyak digunakan di industri yang diperoleh dari
kelompok organisme termofilik, seperti amilase, pullulanase, selulase,
xilanase, kitinase, proteinase, esterase, dan alkohol dehidrogenase.
Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan
pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. Pseudomonas
extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0oC. Bakteri
ini bersifat motil dan hidup membentuk struktur biofilm yang membantunya
dalam menghadapi kondisi ekstrim. Contoh bakteri lainnya yang dapat hidup
di suhu rendah adalah Carnobacterium. Kelompok bakteri yang mampu hidup
di lingkungan bertemperatur rendah termasuk dalam golongan psikrofilik.
Kemampuan bakteri ini untuk bertahan pada kondisi temperatur rendah cukup
bertolak belakang dengan kelompok bakteri termofilik. Enzim yang disintesis
memiliki struktur α-heliks yang lebih banyak bila dibandingkan dengan
struktur β-sheet. Struktur α-heliks yang lebih fleksibel menyebabkan enzim
tetap dapat bekerja walaupun pada suhu yang rendah. Di samping itu, enzim
bakteri psikrofilik harus lebih bersifat polar dan hanya mengandung sedikit
asam amino yang bersifat hidrofobik. Selain enzim dan protein yang
teradaptasi, membran sitoplasma kelompok bakteri ini juga telah mengalami
penyesuaian dengan mengandung lebih banyak asam amino tidak jenuh.

6
2. Reproduksi bakteri
Reproduksi bakteri dilakukan melalui dua cara yaitu aseksual dan
seksual.Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembelahan biner atau
membelah diri. Adapun reproduksi seksual dengan paraseksual atau
rekombinasi genetik.
a. Reproduksi Aseksual
Sebagian besar bakteri melakukan reproduksi aseksual melalui proses
pembelahan sederhana yang disebut pembelahan biner Proses ini mampu
mereproduksi salinan genetik dari sel induk secara tepat.

Proses pembelahan biner pada bakteri


Pada kondisi yang ideal, bakteri dapat membelah satu kali setiap 20
menit atau sekitar 1 × 1021 anakan baru setiap harinya. Reproduksi yang
cepat ini memungkinkan bakteri dapat berkembang biak menjadi sangat
banyak dalam lingkungan yang menguntungkan.

7
Replikasi DNA menjadi dua salinan DNA

Pembagian Sitoplasma

Terbentuk Dinding

Pemisah diantara kedua sel anak

Terbentuk dua sel bakteri

b. Reproduksi Seksual
Reproduksi seksual bakteri tidak melibatkan gamet dan peleburan sel,
tetapi berupa pertukaran materi genetik (DNA). Proses perpindahan materi
genetik semacam ini disebut juga paraseksual atau
rekombinasi genetik. Rekombinasi genetik menghasilkan dua sel bakteri yang
mempunyai materi genetik kombinasi dari keduanya. Proses rekombinasi
genetik dapat terjadi melalui tiga metode berikut.
 Transformasi adalah proses perpindahan materi genetik berupa DNA ke
dalam sel bakteri.
 Transduksi adalah perpindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri
lain melalui perantara bakteriofage (virus bakteri).
 Konjugasi adalah perpindahan DNA secara kontak langsung antara sel
bakteri yang berdekatan.

8
C. Siklus hidup Bakteri
Siklus hidup bakteri terdiri dari 4 fase, yaitu fase lag, fase eksponensial atau
log, fase stasioner dan fase kematian.
1. Fase Lag (Lag Phase)
Pada fase ini, bakteri tidak mengalami pertumbuhan. Namun, mereka
melakukan adaptasi dengan lingkungan baru mereka dan bermetabolisme,
dengan cara, menghasilkan vitamin dan asam amino yang dibutuhkan untuk
pembelahan. Selanjutnya, bakteri ,e,ulai proses penyalinan DNA mereka, dan
jika lingkungan baru mereka memiliki pasokan nutrisi yang sesuai dan
banyak, fase lag dapat terjadi dengan singkat. Kemudian bakteri akan
melanjutkan ke fase berikutnya dalam siklus hidup mereka.

Eksponensial
Lag Stasioner kematian
(log)

2. Fase Eksponensial atau log (Logr or Exponential Phase)


Selama fase log atau eksponensial, bakteri berkembang biak dengan sangat
cepat, bahkan secara eksponensial. Waktu yang dibutuhkan kultur untuk
menggandakan diri disebut “Generation Time”, dan apabila berada pada
kondisi terbaik, bakteri dapat menggandakan dirinya dalam waktu sekitar 15
menit. Ada juga bakteri lain yang membutuhkan waktu berhari-hari.
Dalam bakteri, salinan DNA melayang ke sisi berlawanan dari membran.
Ujung dari bakteri kemudian tertarik untuk berpisah, yang menciptakan dua
“sel anak”, yang identik dan siap memulai kehidupan baru. Proses ini disebut
pembelahan biner (binarry Fusion)
3. Fase Stasioner (Stationary Phase)
Selama fase stasioner, pertumbuhan bakteri sedikit datar. Karena
banyaknya zat sisa dan semakin menyempitnya ruang hidup. Bakteri tidak
dapat mempertahankan wilayah yang terbentuk pada fase sebelumnya. Jika

9
bakteri mampu bergerak menuju kultur yang lain, maka pertumbuhannya
dapat dilanjutkan.
4. Fase Kematian (Death Phase)
Pada fase ini, bakteri akan kehilangan semua kemampuan untuk
mereproduksi, yang seolah-olah menjadi “lonceng kematian” mereka. Seperti
pada fase log atau eksponensial, kematian bakteri dapat terjadi secepat
pertumbuhan mereka.

D. Peranan Bakteri
Dalam kehidupan manusia maupun makluk hidup lain dibumi ini, tidak lepas
dari peran negatif maupun positif dari bakteri, dalam hidupnya bakteri bisa sangat
menguntungkan makhluk hidup lainnya bahkan juga bisa merugikan inangnya.
Bakteri dan manusia memiliki banyak hubungan yang penting. Bakteri membuat
hidup kita lebih mudah dalam beberapa cara. Pada kenyataannya, kita tidak bisa
bertahan hidup tanpa mereka. Di sisi lain, bakteri juga bisa membuat kita sakit.
Bakteri menyediakan layanan ekosistem yang penting. Mereka adalah
pengurai penting. Mereka juga diperlukan untuk siklus karbon dan nitrogen. Ada
miliaran bakteri di dalam usus manusia. Mereka membantu mencerna makanan,
membuat vitamin, dan memainkan peran penting lainnya. Manusia juga
menggunakan bakteri dalam banyak cara lainnya, termasuk :
 Fermentasi makanan
 Menciptakan produk, seperti etanol dan enzim.
 Membuat obat, seperti antibiotik dan vaksin.
 Membuat biogas, seperti metana.
 Membersihkan tumpahan minyak dan limbah beracun.
 Membunuh hama tanaman.
 Mentransfer gen normal sel-sel manusia dalam terapi gen.

10
Berikut ini tabel bakteri yang berperan dalam berbagai bidang
Tabel 1. Bakteri dalam bidang Fermentasi

Nama Produk atau


No Bahan Baku Bakteri yang berperan
makanan
1 Mentega Susu Streptococcus lactis
Lactobacillus burgaricus dan
2 Yoghurt Susu
streptococcus thermophillus
3 Terasi Ikan Lactobacillus sp.
Asinan buah –
4 Buah-buahan Lactobacillus sp.
buahan
5 Sosis Daging Pediococcus cerevisiae
Lactobacillus burgaricus dan
6 Kefir Susu
streptococcus lactis
7 Yakult Susu Lactobacillus casei
8 Nata de coco Sari air kelapa Acetobacter xylinum
9 Asam cuka Alkohol Acetobacter
10 Asam butirat - Clostridium bitricum
11 Asam propinat - Propioni bactericum
12 Sauerkraut Irisan kubis Lactobacillus plantarum
13 Acar Ketimun Leuconostoc mesenteroides
Daging sapi dan
14 Buah zaitun hijau Leuconostoc mesenteroides
babi

11
Tabel 2. Peranan bakteri pada bidang pertanian
No Nama bakteri Peran
1 Bakteri Pasteuria Penetrans Pengembalian nematoda padan
ladang
2 Bakteri Rhizobium Leguminosarum Mencukupi kebutuhan nitrogen
3 Bacillus thurigiensis Menyerang hama
4 Bauveria bassiana Membunuh hama
5 Trichoderma sp. Mengendalikan penyakit tanaman
6 Metharizum anisopliae Menyerang hama
7 Azospirillum sp. Dan azotobacter sp. Penambat N simbiotik
8 Endomikoriza Melarutkan fosfat

Tabel 3. Peranan bakteri sebagai pengurai


No Bakteri Peran
1 Escherichia coli Membantu pembusukan makanan
2 Methanobacterium omelianski Menguraikan asam cuka menjadi
metana
3 Clostridium sporangeus Menguraikan asam amino menjadi
amonia
4 Desulfovibrio desulfuricans Menguraikan bangkai
5 Thiobacillus denitrificans Menguraikan nitrit dan
menghasilkan N denitrifikasi
6 Nitrosomonas dan nitrosococcus Amonia menjadi nitrit
7 Nitrobacter Nitrit menjadi nitrat

12
Tabel 4. Peranan bakteri pada bidang industri
No Bakteri Produk Kegunaan
1 Clostridium Aseton – Butanol Pelarut : pembuatan bahan
asetobutylicum kimia
2 Bacillus polymyxa Buthanedhiol Pelembab intermediet
enterobacter kimia
aerogenes
3 Gluconobacter Dihidroksiaseton Bahan kimia halus
suboxydans
4 Pseudomonas sp. Asam -2 Intermediet untuk asam D-
ketoglukunat araboaskorbat
5 Gluconobacter Asam 5- Intermediet asam tartat
suboxydans ketoglukonat
6 Lactobacillus Asam laktat Produk pangan tekstil, dan
delbrueckii pembuatan bahan kimia,
menghilangkan kapur dari
kulit binatang
7 Bacillus subtillis Amilase bakteri Memodifikasi pati,
merekatkan kertas,
melepaskan perekat pada
tekstil
9 Leuconostoc Dekstran Stabilisator dalam produk
mesenteroides pangan, pengganti plasma
darah
10 Gluconobacter Sarbose Pembuatan asam askorbat
suboxydans
11 Streptomycesalivaceus Kobalamin Pengobatan anemia
Propionibacterium pernisiosa, pelengkap
freudenreichii makanan, dan makanan
ternak

13
Tabel 5. Peranan bakteri dibidang kesehatan
No Nama bakteri Hasil antibiotik
1 Streptomyces griseus Streptomicin
2 Streptomyces rimosus Teramisin
3 Streptomyces venezuelae chloracimphenicol/kloromisitin
4 Streptomyces aureofaciens Aureomisin
5 Bacillus subtilis Polimiksin
6 Bacillus subtilis Basitrasin
7 Bacillus brevis terotrisin Terotrisin
8 Penicillium Penisilin
9 Bacillus Polymyxa Antibiotik Polymixin
10 Acetobacter Aceti Asam cuka

14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bakteri merupakan kelompok mahluk hidup bersel tunggal yang
dimasukkan dalam golongan jasad renik atau mikrobia. Mengingat tubuhnya yang
mikrokopis itu, sehingga studi tentang bakteri mulai. Tubuh bakteri yang terdiri
atas sebuah sel saja ini, mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Ada yang
berbentuk peluru atau bola, seperti bintang, bengkok seperti koma, atau sekrup
serta ada yang seperti spiral. Bentuk tubuhnya merupakan salah satu sifat yang
dijadikan dasar dalam pengklasifikasian bakteri.
Dalam kondisi tertentu, yang mekanismenya belum dipahami benar, sel
bakteri dengan salah satu bentuk seperti disebut sebelumnya, dapat mengalami
suatu perubahan bentuk. Bentuk baru seperti variasi bentuknya yang normal,
disebut bentuk involusi. Ukuran tubuhnya hanya mencapai beberapa mikron,
paling besar sekitar 100 mikron, sehingga hampir terlihat dengan mata bugil.
Berhubungan dengan tubuhnya yang amat kecil itu, maka dapat dipahami
mengapa struktur bakteri tidak mudah untuk ditentukan. Tubuh bakteri yang
berupa sel tunggal itu mempunyai dinding sel yang jelas. Dinding sel tidak
mengandung selulosa, tetapi tersusun atas hemi selulosa dan senyawa semacam
pektin yang mengandung N dan lebih mendekati dinding sel hewan dari pada
dinding sel tumbuhan umumnya.
Schyzomicotes dibagi atas 10 ordo, yaitu :
 Ordo I – Pseudomonadales
 Ordo II – Chlamydobacteriales
 Ordo III – Hypomicrobiales
 Ordo IV – Eubacteriales
 Ordo V – Actinomycetales
 Ordo VI – Caryophanales
 Ordo VII – Beggiatoales
 Ordo VIII – Myxobacteriales
 Ordo IX – Spirochaetales

15
 Ordo X – Mycoplasmatales
Bakteri dalam hidupnya mampu tinggal di dalam tubuh manusia maupun
hewan dan juga mempunyai habitat di lingkungan, baik itu lingkungan ekstrim
sekalipun ada bakteri yang mampu hidup.
B. Saran
Dalam sistem klasifikasi pada bakteri masih cenderung rumit, karena
didasarkan pada berbagai macam hal, dan juga dalam mengklasifikasikan kadang
masih menemui kesulitan membandingkan bakteri yang termasuk pada tumbuhan
atau hewan. Maka perlu diadakan penelitian yang lebih mendalam lagi pada
sistem klasifikasinya

16
DAFTAR PUSTAKA

Sridianti. 2016. Jenis Reproduksi Bakteri. www.sridianti.com/jenis-reproduksi-


bakteri.html. Diakses 13 agustus 2016
Anonymous.2016. habitat bakteri. https://id.wikipedia.org/wiki/Habitat_bakteri
diakses 13 agustus 2016
Nastiti dan Sembiring Langkah. 1995. Mikrobiologi. Fakultas Biologi. Universitas
Gadjah Mada. Yogyakarta
Nuri Intan Syintia. 2012. Peranan Bakteri di berbagai bidang.
http://shintianuri18.blogspot.co.id/ diakses 13 agustus 2016
Anonymous. 2016. Pseudomonas. https://id.wikipedia.org/wiki/pseudomonas
diakses 13 Agustus 16
Yulisman Hendra.2011. Siklus hidup bakteri (bacterie life cycle).
www.jakbelajar.com diakses 13 Agustus 2016

17