Anda di halaman 1dari 5

TUGAS KMB I

“ FLATULENCE ”

Oleh :
NABILAH FITRI
183110262
1C

Dosen Pembimbing :

D-III KEPERAWATAN PADANG


POLITEKNIK KESEHATAN PADANG
TAHUN 2019/2020
1. PENGERTIAN

Flatulence adalah ’keluarnya gas dari bagian bawah saluran pencernaan baik dengan berbunyi
maupun tanpa bunyi, baik berbau maupun tanpa bau’ dan dalam bahasa eufemisme disebut
dengan ’buang angin’. Produk yang dihasilkan dinamakan flatus.

Flatulence adalah kondisi yang normal pada setiap manusia. Rata-rata setiap hari kita ’buang
angin’ sebanyak 14 kali dengan kisaran 3 sampai 40 kali tergantung dari jenis makanan yang
dikonsumsi. Karbohidrat lebih sering menyebabkan flatus dibandingkan dengan lemak dan
protein, namun makanan yang menyebabkan flatus pada seseorang bisa saja tidak
menghasilkan flatus pada orang lain. Sebagian besar flatus tidak berbau dan apabila
’menghasilkan’ bau, ini diakibatkan dari gas hydrogen sulfide yang dihasilkan oleh ratusan
bakteri yang normal terdapat di usus besar ( colon ).

Gas yang terjadi pada saluran cerna kita bersumber dari dua unsur. Unsur yang pertama adalah
gas yang tertelan pada waktu kita makan dan minum. Jumlah gas yang tertelan bisa meningkat
jumlahnya bila kita makan dan minum terburu-buru, mengulum permen karet ( chewing gum ),
merokok dan menggunakan gigi palsu ( denture ) yang longgar. Bersendawa
( belching dan burping ) adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan gas. Gas yang masih
terperangkap akan melanjutkan perjalanan ke usus kecil selanjutnya terkumpul di usus besar.

Unsur kedua timbulnya gas adalah dari makanan yang tidak dapat dicernakan oleh enzym yang
ada dalam saluran pencernaan kita. Makanan yang tidak berhasil dicernakan ini sesampainya di
usus besar akan mengalami proses penguraian oleh bakteri yang secara normal ada di usus besar
dan menghasilkan gas hidrogen sulfida, karbon dioksida dan methane (CH4). Menurut penelitian
hanya sepertiga dari manusia menghasilkan gas methane ini dan ’ciri’ khas dari tinja ( stool ) nya
akan mengambang di air karena gas methane yang terjebak dalam tinja membuatnya lebih ringan
dari air.
Flatulence tidak dapat dihilangkan sama sekali namun dapat kita kurangi dengan menghindari
jenis-jenis makanan yang menyebabkan terbentuknya gas di dalam saluran cerna kita. Jenis-jenis
makanan itu antara lain :

 broccoli, brussels sprouts (sejenis kol mini)


 asparagus, cauliflower (kembang kol), radish (lobak), eggplant (terong)
 pisang, apricot, raisins (kismis), turnip ( sejenis lobak), timun ( cucumber )
 bawang putih ( garlic ), bawang perai ( leek )
 segala jenis kacang-kacangan ( legumes ) terutama kacang yang dikeringkan atau ‘digoreng’
karena kandungan karbohidratnya jauh lebih banyak daripada jenis makanan yang lain sehingga
dia masuk golongan penghasil gas ‘kelas wahid’ ( very gassy ).
 gula rafinasi, karena manusia tidak memiliki enzym alpha galactosidase untuk mengurai gula ini
sehingga dia terkumpul di usus besar dan menghasilkan gas.
 Gula fruktosa, yang banyak terdapat pada bawang bombai (onion ), artichoke , buah pir (pear)
dan gandum ( wheat ).
 Gula laktosa yang banyak terdapat pada susu, keju, ice cream , roti, cereal dan salad dan hampir
semuanya termasuk ‘kelas berat’ ( very gassy ).
 Gula sorbitol (yang juga tidak mampu dicerna), terdapat secara alami pada buah-buahan seperti
apel, pir ( pear ), peach, prune dan lainnya serta dipakai juga sebagai pemanis buatan pada
makanan nirgula ( sugar-free ) dan kembang gula.
 Semua jenis ‘terigu’ termasuk kentang, gandum, mie ( noodle ) dan segala kue berbahan terigu
seperti pastry, bagel, pretzel.

2. TANDA DAN GEJALA


Flatulensi biasanya menyebabkan nyeri perut, kembung, sendawa dan banyak kentut. Tetapi
hubungan antara flatulensi dan beberapa gejala ini tidak diketahui.
Peningkatan tekanan gas dalam rektum dapat menyebabkan tanda-tanda patologis, seperti sakit
kepala, pusing, penurunan daya konsentrasi, atau sedikit perubahan mental dan Edema.
Flatulensi juga dapat berakibat pada timbulnya dipepsi dan konstipasi usus serta diare.
Beberapa orang tampaknya peka terhadap pengaruh gas dalam saluran pencernaan,
sedangkan yang lainnya bisa mentolerir sejumlah besar gas tanpa menimbulkan gajala-gejala.
Flatulen bisa menyebabkan sendawa yang berulang-ulang. Dalam keadaan normal, pengeluaran
gas melalui anus terjadi lebih dari 10 kali dalam sehari, pada flatulensi, pengeluaran gas lebih
sering terjadi. Bayi dengan kram perut kadang-kadang mengeluarkan gas dalam jumlah yang
berlebihan.

3. PENYEBAB
Udara adalah gas yang dapat tertelan bersama makanan. Menelan sedikit udara adalah
normal; tetapi secara tidak sadar, beberapa orang menelan udara dalam jumlah banyak, terutama
bila terjadi kecemasan. Sebagian besar udara yang masuk kemudian dikeluarkan lagi melalui
sendawa. Sehingga hanya sebagian kecil saja yang melewati lambung menuju ke saluran
pencernaan berikutnya.
Masuknya sejumlah besar udara menyebabkan seseorang merasa penuh dan orang
tersebut akan bersendawa atau mengeluarkannya melalui anus (kentut/flatus). Flatus adalah gas
atau udara dalam saluran cerna yang dikeluarkan lewat anus. Gas dapat ditemukan di lambung,
usus kecil, maupun usus besar. Kebanyakan gas di lambung akan dikeluarkan lewat sendawa.
Jumlah gas yang masuk atau dibentuk di usus besar setiap harinya rata-rata 7 sampai 10 liter.
Sedangkan jumlah rata-rata gas yang dikeluarkan biasanya hanya sekitar 0,6 liter. Sisanya
diabsorbsi melalui mukosa usus. Bau busuk kentut disebabkan oleh bakteri usus, yang
menghasilkan gas berisi belerang. Berapa jumlah udara di dalam usus yang membuat kembung
berbeda-beda pada setiap orang.

Komponen utama dari flatus, yang tidak berbau, dengan persentase


adalah:
· Nitrogen: 20-90%
· Hidrogen: 0-50%
· Karbon dioksida: 10-30%
· Oksigen: 0-10%
· Metana: 0-10%
Gas-gas yang lain juga dihasilkan di dalam saluran pencernaan:
· Hidrogen, metan dan karbon dioksida berasal dari metabolisme makanan oleh
bakteri dalam usus, terutama setelah makan makanan tertentu seperti kacang dan kol.
· Kekurangan enzim pemecah gula tertentu, juga cenderung menghasilkan gas jika
penderita memakan makanan yang mengandung gula tersebut.
· Kekurangan laktase, sariawan tropikal dan insufisiensi pankreas juga dapat
menyebabkan produksi gas yang berlebihan.

Tubuh akan mengeluarkan gas tersebut melalui :


· sendawa
· penyerapan gas melalui dinding saluran pencernaan ke dalam darah dan
mengeluarkannya melalui paru-paru
· anus (kentut).
Bakteri-bakteri pada saluran pencernaan juga ikut memetabolisme beberapa gas.
Selain udara,kembung dapat terjadi akibat kita terlalu banyak mengonsumsi kacang-
kacangan yang mengandung oligosakarida. Konsumsi oligosakarida yang berlebih dapat
menyebabkan timbulnya gejala flatulensi, yaitu suatu keadaan menumpuknya gas dalam
lambung.

4. WOC