Anda di halaman 1dari 23

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA SOEPRAPTO

PROVINSI BENGKULU
NOMOR : / / 1.1

TENTANG

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS


DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU

Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan penyelenggaraan Unit SIMRS di Rumah


Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu didukung dengan
kebijakan pengorganisasian Unit SIMRS
b. bahwa untuk penerapan kebijakan pelayanan Unit SIMRS Rumah Sakit
Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkuludipandang perlu untuk
menetapkan pedoman pengorganisasian Unit SIMRS
c. bahwa untuk melaksanakan maksud huruf a dan b perlu ditetapkan
dengan keputusan Direktur Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi
Bengkulu.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan (Lembaran


Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 5063);
2. Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 5072);
3. Undang-undang Nomor 18 tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014Nomor 185,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5571);
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013
Tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016
tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1333/Menkes/SK/Per/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit
7. Peraturan Daerah Provinsi Bengkului Nomor 10 Tahun 2013 tentang
Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 8
Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Inspektorat, Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Dan Lembaga Teknis Daerah;
8. Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 03 Tahun 2014 tentang Perubahan
Ketiga Atas Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 10 Tahun 2010
Riincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah;
9. Keputusan Gubernur Provinsi Bengkulu Nomor T.II.XXXIX Tahun 2014
Tentang Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah (PPK-BLUD) Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi
Bengkulu;
10. Keputusan Gubernur Provinsi Bengkulu Nomor SK.821.3.W.167 Tanggal
26 Februari 2015 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Pejabat
Structural Eselon III Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu;

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA
SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU TENTANG PEDOMAN
PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS
KEDUA : Pedoman pengorganisasian Unit SIMRS Rumah Sakit Khusus Jiwa
Soeprapto Provinsi Bengkuludimaksud dalam dictum KESATU sebagaimana
tercantum dalam lampiran keputusan ini.
KETIGA : Pedoman sebagaimana dimaksud dalam diktum KEDUA agar digunakan
sebagai acuan bagi petugas dalam penyelengaraan Unit SIMRS
KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan,
apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di Bengkulu
Pada tanggal November 2017
LAMPIRAN : KEPUTUSAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT
KHUSUS JIWA SOEPRAPTO
PROVINSI BENGKULU
NOMOR :
TENTANG PEDOMAN
PENGORGANISASIAN UNIT
SIMRS

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam perkembangannya, rumah sakit masa kini bukan lagi berfungsi sebagai
lembaga sosial semata, tetapi merupakan lembaga bisnis yang patut diperhitungkan
keberadaanya. Perubahan fungsi ini terjadi dengan banyak ditemukannya penyakit-penyakit
baru maupun teknologi pengobatan yang makin maju. Sehingga rumah sakit dituntut untuk
meningkatkan kinerja dan daya saing sebagai badan usaha dengan tidak mengurangi misi
sosial yang dibawanya. Rumah sakit harus merumuskan kebijakan-kebijakan strategis antara
lain efisiensi dari dalam (organisasi, manajemen, serta SDM) serta harus mampu secara cepat
dan tepat mengambil keputusan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat agar dapat
menjadi organisasi yang responsif, inovatif, efektif, efisien dan menguntungkan.

Dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Departemen


Kesehatan RI telah mengeluarkan kebijakan yang menjadi pedoman bagi penyelenggaraan
pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta. Teknologi
informasi telah mempengaruhi pula pelayanan rumah sakit, antara lain dibutuhkan dalam
rangka memenuhi tuntutan masyarakat akan ketepatan dan kecepatan pelayanannya.

Teknologi yang dirancang khusus untuk membantu proses pengolahan data di rumah
sakit adalah teknologi informasi berupa Sistem Informasi Manajemen (SIM) rumah sakit.
Informasi merupakan aktivita (asset) penting suatu rumah sakit dalam meningkatkan
efesiensi dan efektifitas pekerjaan. Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis komputer
merupakan sarana pendukung yang sangat penting – bahkan bisa dikatakan mutlak – untuk
operasional rumah sakit. Sistem informasi rumah sakit merupakan salah satu komponen yang
penting dalam mewujudkan upaya peningkatan mutu tersebut. Sistem informasi rumah sakit

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 1


secara umum bertujuan untuk mengintegrasikan sistem informasi dari berbagai subsistem dan
mengolah informasi yang diperlukan sebagai pengambilan keputusan. Selain itu, Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sistem komputerisasi yang memproses
dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan dalam bentuk jaringan
koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk mendukung kinerja dan memperoleh
informasi secara cepat, tepat dan akurat.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 2


BAB II

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

A. Sejarah

RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu berlokasi di Jalan Bhakti Husada Kelurahan


Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka. Pembangunan Rumah Sakit Khusus Jiwa
Soeprapto Bengkulu dilaksanakan pada tahun 1981 di atas lahan seluas 110.676 m²dan
diresmikan pada tanggal 10 juli 1989 oleh Menteri Kesehatan RI Dr. Adhyatma, MPH,
dengan klasifikasi “B” non pendidikan, dan merupakan unit pelaksana teknis Departemen
Kesehatan RI di provinsi Bengkulu. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22
tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, maka Rumah Sakit Jiwa Pusat Bengkulu menjadi
Rumah Sakit Jiwa Daerah Bengkulu dan menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) dinas
kesehatan propinsi Bengkulu, sesuai dengan surat keputusan Gubernur Bengkulu Nomor
167 tahun 2001 tanggal 4 Juni 2001.

Pada awal terbentuknya pada tahun 1986, pelayanan Rumah Sakit Jiwa Bengkulu
meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan penunjang medis sederhana. Pelayanan
rawat jalan terdiri dari dua poliklinik (poloklinik jiwa dan poliklinik umum), 4 (empat)
unit pelayanan fungsional (UPF) yaitu ; UPF rawat inap, UPF rawat jalan, UPF
Rehabilitasi dan UPF Kesehatan Jiwa Masyarakat (keswamas) serta memiliki 4 (empat)
instalasi yaitu ; instalasi laboratorium, instalasi farmasi, instalsi, gizi dan instalasi
pemeliharaan sarana rumah sakit (IPSRS). Tahun 1999 dibentuk UPF Unit Gawat Darurat
(UGD), dan pada tahun yang sama Rumah Sakit Jiwa daerah Bengkulu terakreditasi 5
pelayanan dengan klasifikasi A (penuh).

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan


kesehatan jiwa, maka pada tahun 2003 di buka pelayanan rawat inap dan rawat jalan
narkoba, serta pada tahun 2004 poliklinik di tambah menjadi 9 (Sembilan) poliklinik, 10
unit Pelaksana Fungsional (UPF) dan 5 (lima) Instalasi. Kelas perawatan juga
dikembangkan yaitu dengan melakukan penambahan kapasitas tempat tidur untuk pasien
kelas III dan membangun kelas perawatan VIP. Pada tahun 2005 diberlakukan unit
pelayanan fungsional (UPF) narkoba, dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan rehabilitasi
narkoba, Rumah Sakit Jiwa Daerah Bengkulu berkerjasama dengan Badan Narkotika
Nasional Propinsi Bengkulu, untuk menyelenggarakan pelayanan rehabilitasi medik bagi

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 3


residen narkoba. Pada tahun yang sama diberlakukan pelayanan Intensif Psikiatrik Care
(IPC) dengan kapasitas 10 (sepuluh) tempat tidur.

Pada tahun 2006 Rumah Sakit Khusus Jiwa Provinsi Bengkulu berkembang
menjadi Lembaga Teknis Daerah (LTD) propinsi Bengkulu, sesuai dengan Peraturan
Daerah propinsi Bengkulu nomor 4 tahun 2006 dan berganti nama menjadi Rumah Sakit
Jiwa Ketergantungan Obat Soeprapto (RSJKO) Daerah Bengkulu, sehingga fungsi
pelayanan lainnya bertambah disamping melayani pelayanan kesehatan jiwa dan umum
juga memberikan pelayanan yang berkaitan dengan therapy dan rehabilitasi narkoba. Pada
tahun 2008 struktur organisasi Rumah Sakit Jiwa Soperapto Daerah Bengkulu mengalami
perubahan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang Struktur
Organisasi Rumah Sakit Jiwa Ketergantungan Obat Soeprapto Daerah Bengkulu. Pada
tahun 2010 nama Rumah Sakit Jiwa Ketergantungan Obat Soeprapto Daerah Bengkulu
kembali berubah sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Bengkulu nomor :
445.2/2008/RSJ tanggal 18 Agustus 2010 tentang izin operasional sementara rumah sakit,
nomenklatur RSJKO Soeprapto Daerah Bengkulu menjadi Rumah Sakit Jiwa (RSJ)
Soeprapto Daerah Bengkulu.

Pada tahun 2013 dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013
tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 8 Tahun 2008
tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Bengkulu, RSJ Soeprapto Daerah Bengkulu yang
merupakan Lembaga yang berbentuk Badan di Bawah Pemerintah Provinsi Bengkulu
mengalami perubahan nama menjadi Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) dan mengalami
perubahan struktur. Pada tahun 2014 berdasarkan Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor
T.11.XXX/X.Tahun 2014 Tentang Penetapan Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto
Provinsi Bengkulu, RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu menerapkan Pola Pengelolaan
Keuangan dengan status BLUD penuh dengan mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah.

Pada tanggal 27 November 2017 RSKJ dinyatakan lulus akreditasi paripurna


Versi 2012, dengan nomor sertifikat ; KARS-SERT/988/I/2018 tertanggal 8 Januari 2018.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 4


B. Tugas Pokok

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 10 Tahun 2013 RSKJ


Soeprapto Provinsi Bengkulu memiliki tugas Menyelenggarakan pembinaan, bibimbingan
teknis, pengawasan, dan evaluasi, mengkoordinasikan perencanaan penyusunan prosedur
tetap dan pelaporan kegiatan ketatausahaan, pelayanan medic dan keperawatan, diklat dan
pengembangan SDM dan penunjang medic dan non medic secara paripurna, terpadu dan
berkesinambungan sesuai dengan aturan yang berlaku dan upaya promotif, preventif dan
rehabilitative terhadap kesehatan jiwa korban penyalahgunaan narkoba, dalam
pelaksanaanya bertugas membantu dan bertanggung jawab dengan Gubernur.

C. Fungsi

Dalam menyelenggarakan tugas tersebut, RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu


mempunyai fungsi :

1. Pelaksanaan tugas ketatausahaan


2. Pelayanan medis dan keperawatan
3. Pelayanan diklat dan pengembangan SDM
4. Pelayanan penunjang medis dan non medis
5. Pembina, pembimbing, pengawas, perencanaan, perumus, pengkordinasi dan
penaggungjawab dalam penyelengaraan Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto
Provinsi Bengkulu.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 5


BAB III

VISI, MISI, MOTO DAN TUJUAN

RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU

A. Visi RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu

“Menjadi Rumah Sakit Khusus Jiwa Unggulan Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Pelayanan
Terpadu, Terapi dan Rehabilitasi Narkoba di Wilayah Sumatera”

B. Misi RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu


1. Meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa subspesialistik dan terafi rehabilitasi narkoba
melalaui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara professional,
bermutu, dan terjangkau (PRIMA) untuk mencapai kepuasan pelanggan.
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan
penelitian;
3. Meningkatkan pengelolaan rumah sakit jiwa dengan manajemen professional yang
inovatif, proaktif dan efektif.
4. Meningkatkan cakupan pelayanan dan pemasaran kesehatan jiwa dan terafi rehabilitasi
narkoba melalui integrasi dan kerjasama lintas sektoral.
5. Menjadikan RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu sebagai pusat pendidikan dan
penelitian kesehatan jiwa dan terafi rehabilitasi narkoba di wilayah Sumatera .
6. Meningkatkan mutu dan ketersediaan sarana dan prasarana
C. Motto RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu

Motto RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu adalah :

“ MEMBANGUN KESEHATAN JIWA MEMPERKAT KEBAHAGIAN


KELUARGA “

D. Tujuan Motto RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu

RSKJ Soeprapto memiliki tujuan antara lain:

1. Mewujudkan capaian indikator pelayanan kesehatan jiwa subspesialistik dan terafi


rehabilitasi narkoba secara proporsional.
2. Mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa dan narkoba yang berkualiatas.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 6


3. Meningkatkan pengelolaan RSKJ dengan manajemen yang
professional,inovatif,proaktif dan efektif.
4. Mewujudkan pelayanan dan pemasaran kesehatan jiwa,teraphy dan rehabilitasi narkoba
yang terpercaya.
5. Mewujudkan RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu sebagai pusat pendidikan dan
penelitian (Knowladge center) kesehatan jiwa dan narkoba.
6. Mewujudkan ketersedian sarana dan prasarana yang bermutu dan berkualitas dalam
proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
7. Menumbuhkan rasa bangga dan rasa memiliki bagi setiap profesi/karyawan yang
bekerja di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 7


BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU

DIREKTUR

SATUAN PENGAWAS
INTERNAL (SPI)

KELOMPOK JABATAN
SUB BAGIAN TATA USAHA
FUNGSIONAL

SEKSI PELAYANAN MEDIK SEKSI


SEKSI DIKLAT & PENUNJANG
DAN KEPERAWATAN PENGEMBANGAN MEDIK DAN NON
SDM MEDIK

KOMITE MEDIK

1.KOMITE MEDIK
2.KOMITE KEPERAWATAN INSTALASI
3.KOMITE ETIK HUKUM
4.KOMITE PPI
5.KOMITE REKAM MEDIK 1. INSTALASI RAWAT JALAN
6.KOMITE MUTU& 2. INSTALASI RAWAT INAP
KESELAMATAN PASEIN 3. INSTALASI GAWAT
7.KOMITE K3 DARURAT
4. INSTALASI REHABILITASI
5. INSTALASI KESLING
6. INSTALASI GIZI
7. INSTALASI IPSRS
8. INSTALASI RADIOLOGI
9. INSTALASI LABORATORIUM
10. INSTALASI FARMASI
11. INSTALASI REKAM MEDIK

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 8


BAB V
STRUKTUR ORGANISASI UNIT SIMRS
RSKJ SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU

DIREKTUR

KASI TU

PENANGGUNG
JAWAB UNIT SIMRS

Penanggung Penanggung Penanggung Penanggung


Jawab Analis Jawab Jawab Jawab Staf Admin
System Programer Hardware Maintenance

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 9


BAB VI
URAIAN JABATAN

A. Penanggung Jawab Simrs

1. Nama Jabatan : Penaggung Jawab Unit SIMRS


2. Unit Kerja : Unit SIMRS
3. Syarat Jabatan :

JENIS
No PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
Pengalaman kerja di
1 S1 Pelatihan tata kelola SIMRS
Rumah sakit min 5 tahun
4. Uraian Tugas

a. Memantau dan mengkoordinir pelaksanaan SIMRS;

b. Membuat program pengembangan dan maintenance SIMRS;

c. Mengupayakan program diklat peningkatan kemampuan staf SIMRS;

d. Melakukan kerja sama dalam hal pemutakhiran informasi dan teknologi;

e. Membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan secara berkala kepada


Direktur;

f. Melaksanakan tugas koordinasi dengan manajemen, seluruh Instalasi dan unit di


lingkungan Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Bengkulu;

g. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.

B. Penanggung Jawab Analis System

1. Nama Jabatan : Penaggung Jawab Abalis System


2. Unit Kerja : Unit SIMRS
3. Syarat Jabatan :

JENIS
No PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
Pengalaman kerja Dirumah
1 S 1 Kesehatan Pelatihan SIMRS
Sakit min 3 tahun
4. Uraian Tugas

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 10


a. Bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian dan
merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai
dengan kebutuhan RSKJ Soeprapto Bengkulu;

b. Bertanggung jawab terhadap pengimplementasian sistem baru dan atau uji coba
terhadap sistem baru;

c. Bertanggung jawab atas alur sistem berdasarkan kasus per kasus;

d. Bekerja sama dengan programer untuk menyelesaikan permasalahan yang ada;

e. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.

C. Penanggung Jawab Programer

1. Nama Jabatan : Penaggung Jawab Programer


2. Unit Kerja : Unit SIMRS
3. Syarat Jabatan :

JENIS
No PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
Pengalaman kerja sebagai
1 S 1 Komunikasi Pelatihan SIMRS
Programer min 2 tahun
4. Uraian Tugas

a. Bertanggung jawab terhadap penyusunan program aplikasi dan dokumen teknisi;

b. Menyelesaikan program yang direkomendasikan oleh bagian analis sistem;

c. Melaksanakan pemantauan server database dan selalu mengupdate informasi;

d. Bertanggung jawab terhadap perwujudan sistem IT sehingga siap dipakai bagi


operator;

e. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasannya.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 11


D. Penanggung Jawab Hardware

1. Nama Jabatan : Penaggung Jawab Hardware


2. Unit Kerja : Unit SIMRS
3. Syarat Jabatan :

JENIS
No PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1 S 1 Komunikasi Pelatihan SIMRS Pengalaman kerja min 1 tahun
4. Uraian Tugas

a. Bertanggung jawab atas pelaksanaan persiapan, pengadaan perangkat dan


pemeliharaan peralatan Informasi dan Teknologi serta pengawasan aplikasi dalam
perangkat billing system;

b. Merencanakan kebutuhan perlengkapan dan peralatan hardware yang dibutuhkan


SIMRS berdasarkan kebutuhan manajemen, Instalasi dan unit terkait.

c. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasannya.

E. Penanggung Jawab Maintenance


1. Nama Jabatan : Penaggung Jawab Maintenance
2. Unit Kerja : Unit SIMRS
3. Syarat Jabatan :

JENIS
No PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1 S 1 Komunikasi Pelatihan SIMRS Pengalaman kerja min 2 tahun
4. Uraian Tugas

a. Melaksanakan tugas pemeliharaan peralatan dan jaringan SIMRS yang ada di RSKJ
Soeprapto Bengkulu.

b. Menyiapkan sistem maintenance dan penyesuaian anggaran sesuai dengan kondisi


budget RSKJ Soeprapto Bengkulu.

c. Bertanggung jawab terhadap penjadwalan waktu dan urutan rute yang optimal dalam
pengerjaan pemeliharaan dan perbaikan jaringan SIMRS;

d. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasannya.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 12


F. Staf Admin
1. Nama Jabatan : Admin
2. Unit Kerja : Unit SIMRS
3. Syarat Jabatan :

JENIS
No PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
Pengalaman kerja sebagai
1 D3 Kesehatan Pelatihan SIMRS
Adminision min 1 tahun
4. Uraian Tugas

a. Melaksanakan tugas administrasi yang ada pada SIMRS;

b. Melaksanakan tugas pelayanan informasi dan teknologi kepada yang membutuhkan


pada RSKJ Soeprapto Bengkulu;

c. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasannya.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 13


BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA
A. Skema Hubungan Kerja

IRJ IRNA Keuangan Manajemen

INTERN

UNIT SIMRS

EKSTERN

ASURANSI VENDOR LAIN-LAIN

B. Hubungan tata kerja unit SIMRS bersifat garis komunikasi, koordinasi dan informasi
dalam pelaksanaan kegiatan. Dilakukan melalui pertemuan dan atau surat dinas.
1. Hubungan Intern :

Unit SIMRS menyediakan data-data sebagai bahan komunikasi, koordinasi dan


informasi yang dibutuhkan IRJ, IRNA, Keuangan dan Manajemen dalam mengambil
keputusan.

2. Hubungan Ekstern:

Unit SIMRS melakukan koordinasi dan integrasi kepada pihak ketiga yaitu Asuransi,
Vendor dan pihak lain.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 14


BAB VIII

POLA KETENAGAAAN DAN KUALIFIKASI

Dalam upaya mempersiapkan tenaga rekam medis yang handal, perlu kiranya
melakukan kegiatan menyediakan, mempertahankan sumber daya manusia yang tepat bagi
organisasi.

Atas dasar tersebut perlu adanya perencanaan SDM, yaitu proses mengantisipasi dan
menyiapkan perputaran orang ke dalam, di dalam dan ke luar organisasi. Tujuannya adalah
mendayagunakan sumber-sumber tersebut seefektif mungkin sehingga pada waktu yang tepat
dapat disediakan sejumlah orang yang sesuai dengan persyaratan jabatan.

Perencanaan bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan


oganisasi dalam mencapai sasarannya melalui strategi pengembangan kontribusi.

Adapun pola ketenagaan dan kualifikasi sumber daya manusia di Unit SIMRS RSKJ
Soeprapto Bengkulu adalah sebagai berikut :

Tabel 9.1
POLA KETENAGAAN
Unit SIMRS RSKJ Soeprapto Bengkulu

KUALIFIKASI TENAGA TENAGA


NAMA JABATAN YANG YANG
FORMAL ADA DIBUTUHKAN
Penanggung Jawab
S2 Manajemen Rumah Sakit 1 1
Simrs
Penanggung Jawab
S1 Kesehatan 1 1
Analis System
Penanggung Jawab
S1 Komunikasi 1 2
Programer
Penanggung Jawab
S1 Komunikasi 0 1
Hardware
Penanggung Jawab
S1 Komunikasi 1 2
Maintenance
Staf Admin D3 Kesehatan 1 3
Jumlah 5 10

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 15


Kualifikasi Penarikan Calon (Recruitment) dan Seleksi Karyawan

1. Penarikan Calon (Recruitment) Karyawan

Penarikan calon adalah aktivitas atau usaha yang dilakukan untuk mengundang
para pelamar sebanyak mungkin sehingga Unit SIMRS memiliki kesempatan yang luas
untuk menemukan calon yang paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang diinginkan.

Penarikan calon dilakukan karena berdasarkan analisa kebutuhan tenaga,


ditemukan kegiatan tidak seimbang dengan jumlah tenaga yang ada.

Dilihat dari sumbernya penarikan calon dapat dibagi dua yaitu:

a. Dari dalam RSKJ Soeprapto Bengkulu sendiri (internal resources)

Menarik calon dari dalam RSKJ Soeprapto Bengkulu sendiri (Internal resources)
memiliki keuntungan lebih yaitu calon sudah dikenal dan proses dapat dilakukan
dengan lebih cepat dibanding menarik calon dari luar RSKJ Soeprapto Bengkulu.
Calon nantinya masuk ke Unit SIMRS akibat mutasi atau promosi.

Untuk mendapatkan calon pelamar dapat melalui :

 Berkas-berkas pelamar yang datang sendiri.

 Pengiriman surat pemberitahuan ke seluruh unit kerja akan adanya kebutuhan


tenaga di Unit SIMRS.

b. Dari luar RS. Tiara Sella (external resources)

Proses penarikan calon dari luar RSKJ Soeprapto Bengkulu ini dapat dilakukan
dengan cara :

 Pengadaan CPNS

 Iklan media cetak.

 Lembaga-lembaga pendidikan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 16


2. Penyaringan / Seleksi Calon (selection) Karyawan

Seleksi adalah proses menyeleksi pelamar, sehingga Unit SIMRS dapat


memperoleh karyawan yang paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang diinginkan.

Tahapan seleksi terdiri dari :

a. Umum.

Para pelamar harus melalui proses seleksi umum yang diselenggarakan oleh pihak
rumah sakit.

b. Khusus

Setelah para pelamar lulus proses seleksi secara umum maka para pelamar diseleksi
secara khusus oleh Unit SIMRS. Proses seleksi yang dilakukan oleh Unit SIMRS ini
menyangkut pengetahuan dan kemampuan dalam menjalankan fungsi SIMRS.
Kompetensi yang harus dimiliki staf Unit SIMRS adalah :

1) Pengetahuan tentang manajemen umum dan kepemimpinan meliputi :

- Peranan sebagai anggota organisasi dalam Institusi Pelayanan Kesehatan.

- Proses Problem solving

- Proses Pengambilan Keputusan

2) Statistik Kesehatan

- Dasar-dasar statistik kesehatan.

- Menyajikan data dan informasi untuk berbagai keperluan laporan.

3) Pengetahuan tentang Klasifikasi penyakit.

4) Sistem informasi kesehatan

- Penggunaan komputer untuk analisis data menjadi bahan informasi dan


pelaporamn

- Menggunakan program-program statistik untuk mempersiapkan display informasi


(tabel-tabel, diagram-diagram)

- Menjalankan jaringan informasi dan aksesnya.

- Menjaga keamanan data dan informasi

- Melaksanakan pengaturan indeks pasien dan informasi untuk pengunjung

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 17


- Memasukkan ringkasan pasca pulang, komunikasi home care.

- Menyiapkan sertifikat penting seperti sertifikat pelatihan

5) Sumber daya pelayanan kesehatan

- Berkomunikasi dengan tenaga kesehatan dari berbagai profesi

- Mengetahui kriteria dan jenis tenaga kesehatan serta pengembangan karirnya

- Mengetahui penggunaan informasi kesehatan untuk rencana anggaran.

6) Teknologi informasi

- Kemampuan menjalankan komputer

- Perawatan dan perbaikan perangkat elektronik

- Internet dan berbagai akses LAN

- menggunakan multi media

Bentuk tes yang dilakukan terdiri atas :

a. Tes Tertulis

Tes tertulis diberikan dalam bentuk pilihan ganda terdiri dari 100 soal, dengan materi
soal sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki teknisi rekam medis seperti yang
sudah disebutkan sebelumnya. Batas kelulusan adalah 75 % benar.

b. Tes Keterampilan

Tes ketrampilan yang diujikan meliputi :

- Kemampuan penggunaan computer


- Kemampuan coding
- Kemampuan perawatan dan perbaikan perangkat elektronis

c. Tes Kesehatan

Standar yang harus dimiliki oleh teknisi Unit SIMRS :

- Sehat, tidak buta warna.

- Berpenampilan rapi dan menarik (khususnya untuk admision).

d. Tes Wawancara

Tes ini dilakukan untuk mengetahui peminatan terhadap penyelenggaraan SIMRS.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 18


BAB XI
PROGRAM ORIENTASI
Program orientasi dilakukan pada seluruh pegawai yang masuk ke Unit SIMRS,
sebelum orientasi diadakan pre test dan post tes, berupa soal pilihan ganda 100 soal dengan
materi yang meliputi :

1. Pemograman
2. Perawatan dan perbaikan hardware
3. Perawatan dan perbaikan jaringan

Jadwal orientasi umum di Unit SIMRS sesuai table dibawah ini :

Tabel 11.1
Tabel orientasi umum di Unit SIMRS
HARI MATERI WAKTU PENGARAH
Semua SDM Unit SIMRS PJ. Unit
Pengenalan personil 60
Orientasi ruangan dan produk RSKJ
60
Soeprapto Bengkulu
Sosialisasi Misi, Visi dan struktur
60
organisasi RSKJ Soeprapto Bengkulu
I Sosialisasi Misi, Visi dan struktur
60
organisasi Unit SIMRS
Sosialisasi Peraturan dan Kebijakan RSKJ
60
Soeprapto Bengkulu
Sosialisasi Peraturan dan Kebijakan Unit
60
SIMRS
Sosialisasi uraian jabatan dan tata hubungan
60
kerja
Sosialisasi pedoman kerja 60
II
Sosialisasi keselamatan kerja 60
Sosialisasi indikator kinerja 60
Sosialisasi perencanaan dan evaluasi kerja 60
Sosialisasi teknis kegiatan rekam medis
III 60
sesuai dengan nama dan jabatan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 19


BAB XII
RAPAT

A. Rapat Rutin
Rapat Rutin diselenggarakan pada :
Waktu : Setiap Senen setiap bulan
Jam : 08.00 s.d selesai
Tempat : Ruang Unit SIMRS
Peserta : Penanggung Jawab Unit SIMRS, Seluruh Staf Unit SIMRS
Materi :
1. Evaluasi kinerja Unit SIMRS.
2. Evaluasi SDM Unit SIMRS.
3. Evaluasi terhadap materi dan pelaksanaan Unit SIMRS.
4. Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM di Unit
SIMRS..
5. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja Unit SIMRS
Kelengkapan Rapat : Undangan, daftar hadir, notulen rapat, laporan/rekomendasi/usulan
kepada pimpinan

B. Rapat Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan pada :
Waktu : Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang perlu dibahas
dan diselesaikan segera.
Jam : Sesuai undangan
Tempat : Sesuai undangan
Peserta : Penanggung Jawab Unit SIMRS, Seluruh Staf Unit SIMRS
Materi : Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas.
Kelengkapan rapat : Undangan, daftar hadir, notulen rapat, laporan/rekomendasi /usulan
kepada pimpinan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 20


BAB XIII
PELAPORAN

A. Laporan Harian

Laporan harian Unit SIMRS meliputi :

1. Laporan hasil evaluasi penginputan data SIMRS

2. Laporan hasil monitoring penginputan data SIMRS

B. Laporan Bulanan

Laporan bulanan Unit SIMRS meliputi :

1. Laporan Kinerja Unit SIMRS

2. Laporan informasi data Unit SIMRS

C. Laporan Tahunan

Unit SIMRS membuat laporan tahunan terdiri dari :

1. Laporan Informasi data Unit SIMRS

2. Laporan evaluasi penyelenggaraan SIMRS

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT SIMRS Page 21