Anda di halaman 1dari 52

GKM S I L E T

LANGKAH I
MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL
Periode : 16 – 19 Desember 2016

Latar Belakang Penentuan Tema


Sumber data : Laporan Harian Thickener
Periode : 1 Oktober – 15 Desember 2016
Pengambil Data : A. Kabir Rifai
Tujuan : Mengetahui Frekuensi Gangguan Kegiatan Filling
Actual Gangguan Filling
No Bulan Goal
Frekuensi (kali) Waktu (jam) Biaya (Rp)
1 Oktober 0 5 15 1.054.134
2 November 0 11 36 3.345.394
3 Desember 0 7 19 1.370.661
Total 0 23 70 5.770.189
Average 0 7,7 23,3 1.923.396
Gangguan Terbesar 11 36 2.371.550

5.770. 1.923 Gangguan Terbesar


Total 189 Average .396 (November 2016) 2.371
.550

23 70 7,7 23,3 11 36

Frek (kali) Waktu Biaya (Rp) Frek (kali) Waktu Biaya (Rp) Frek (kali) Waktu Biaya (Rp)
(jam) (jam) (jam)

Kesimpulan:
Berdasarkan lembar data dan diagram garis di atas, diketahui bahwa :
- Total gangguan kegiatan filling dari bulan Oktober sampai dengan bulan
Desember 2016 sebanyak 23 kali, dari segi waktu 70 jam dan dari segi biaya
Rp. 5.770.189,-
- Rata – rata gangguan kegiatan filling dari bulan Oktober sampai dengan bulan
Desember 2016 sebanyak 7,7 kali, dari segi waktu 23,3 jam dan dari segi biaya
Rp. 1.923.396,-

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

- Gangguan terbesar terjadi pada bulan November 2016 yaitu sebanyak 11 kali, dari
segi waktu 36 jam dan dari segi biaya Rp. 3.345.394,-

1.1. MENENTUKAN TEMA


1.1.1. Lembar Data Pareto Waktu Gangguan Kegiatan Filling di Mine Backfill
Sumber Data : Laporan Harian Thickener
Periode : 01 – 30 November 2016
Pengambil Data : A. Kabir Rifai
Tujuan : Mengetahui Frekuensi Gangguan Kegiatan filling di Mine Backfill
Fre kue nsi
No Masalah Gangguan Kum % % Kum
(kali)
1 Pipa Filling Arah Permukaan 7 7 64 64
2 Pompa Filling Semen Silo 2 9 18 82
3 Pompa Underflow Thickener 1 10 9 91
4 Gland Water Semen Silo 1 11 9 100
Jumlah 11 100

Diagram Pareto Frekuensi Gangguan Kegiatan Filling di Mine Backfill

13

11 100 %
91 %
9 82 %
7
7 64 %
5

3 2
1 1
1
Pipa Filling Arah Pompa Filling Semen Pompa Underflow Gland Water Semen
Permukaan Silo Thickener Silo

1.1.2. Lembar Data Pareto Waktu Gangguan Kegiatan Filling Mine Backfill
Sumber Data : Laporan Harian Thickener
Periode : 01 – 30 November 2016
Pengambil Data : A. Kabir Rifai
Tujuan : Mengetahui Waktu Gangguan Kegiatan Filling di Mine Backfill
2

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

Waktu
No Masalah Gangguan Kum % % Kum
(jam)
1 Pipa Filling Arah Permukaan 24 24 67 67
2 Pompa Filling Semen Silo 6 30 17 84
3 Pompa Underflow Thickener 4 34 11 95
4 Gland Water Semen Silo 2 36 5 100
Jumlah 36 100

Diagram Pareto Waktu Gangguan Kegiatan Filling di Mine Backfill

40
35 100 %
95 %
30 84 %
24
25
20 67 %

15
10 6
4
5 2
0
Pipa Filling Arah Pompa Filling Semen Pompa Underflow Gland Water Semen
Permukaan Silo Thickener Silo

1.1.3. Lembar Data Biaya Gangguan Kegiatan Filling di Mine Backfill


Sumber Data : Laporan Harian Thickener
Periode : 01 – 30 November 2016
Pengambil Data : A. Kabir Rifai
Tujuan : Mengetahui biaya gangguan kegiatan filling di Mine Backfill

Biaya
No Masalah Gangguan Kum % % Kum
(Rp)
1 Pipa Filling Arah Permukaan 1.227.362 1.227.362 37 37
2 Pompa Filling Semen Silo 1.059.016 2.286.378 32 69
3 Pompa Underflow Thickener 973.844 3.260.222 29 98
4 Gland Water Semen Silo 85.172 3.345.394 2 100
Jumlah 3.345.394 100

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

Diagram Pareto Biaya Gangguan Kegiatan Filling di Mine Backfill

1,400,000
1,200,000 100
1,027,005 %
1,000,000 98 %
800,000 96 %

600,000 84 %
400,000
148,125
200,000
26,116 26,116
-
Rise Climber (RC) Rise Climber (RC) Arah Butak Arah Longsoran
IX XII

Analisa Pareto :
Berdasarkan analisa data terhadap gangguan kegiatan filling di mine backfill bulan
November 2016 dapat diketahui bahwa :
 Pipa filling arah permukaan merupakan gangguan yang lebih tinggi dilihat dari
frekuensi gangguan yaitu sebanyak 7 kali
 Pipa filling arah permukaan merupakan gangguan tertinggi dilihat dari segi waktu
gangguan yaitu 24 jam
 Pipa filling arah permukaan merupakan gangguan tertingi dari segi biaya yaitu Rp.
1.227.362,-

Kesimpulan:
Berdasarkan table data dan diagram batang tersebut di atas “Kebocoran Pipa
Filling” merupakan masalah yang telah menimbulkan kerugian yaitu 7 kali atau 24 jam
atau Rp. 1.227.362,- maka GKM SILET sepakat menetapkan “Kebocoran Pipa Filling”
sebagai persoalan yang harus segera diperbaiki dan selanjutnya TEMA perbaikan yang
diteteapkan adalah :

“MENGURANGI FREKUENSI KEBOCORAN PIPA FILLING ARAH


PERMUKAAN DI MINE BACKFILL”

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

Sasaran tema dilihat dari aspek QCDSM dan Environment

Quality : Output slurry yang dikirim lancar sesuai dengan rencana


Cost : Biaya penanganan kebocoran pipa filling lebih kecil
Delivery : Berkurangnya waktu penanganan kebocoran pipa filling
Safety : Karyawan lebih aman karena berkurangnya frekuensi kebocoran pipa filling
Moral : Filling dari thickener berjalan lancar
Environment : Menghilangkan ceceran lumpur akibat kebocoran pipa filling

1.2. MENENTUKAN JUDUL


1.2.1. Lembar Data Pareto Frekuensi Kebocoran Pipa Filling di Mine Backfill
Sumber Data : Monitor 99 dan Laporan Harian Thickener
Periode : 01 – 30 November 2016
Pengambil Data : Komarudin
Tujuan : Mengetahui frekuensi kebocoran pipa filling di mine backfll

Fre kue ns i
No Mas alah Ke bocoran Kum % % Kum
(kali)
I Rise Climber (RC) IX 4 4 58 58
II Rise Climber (RC) XII 1 5 14 72
III Arah Butak 1 6 14 86
IV Arah Longsoran 1 7 14 100
TOTAL 7 100

Diagram Pareto Frekuensi Kebocoran Pipa Filling di Mine Backfill


8
7 100 %
6 86 %
5 4 72 %
4 58 %
3
2 1 1 1
1
0
Rise Climber (RC) Rise Climber (RC) Arah Butak Arah longsoran
IX XII

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

1.2.2. Lembar Data Pareto Waktu Kebocoran Pipa Filling Di Mine Backfill
Sumber Data : Laporan Harian Thickener
Periode : 01 – 30 November 2016
Pengambil Data : Komarudin
Tujuan : Mengetahui Waktu Kebocoran Pipa Filling di Mine Backfll
Waktu
No Mas alah Ke bocoran Kum %
(jam)
I Rise Climber (RC) IX 15 15 64
II Rise Climber (RC) XII 3 18 12
III Arah Butak 3 21 12
IV Arah Longsoran 3 24 12
TOTAL 24 100

Diagram Pareto Waktu Kebocoran Pipa Filling


28
24 100 %
20
15 90 %
16
78 %
12
8 66 %
4
3 3 3
0
Rise Climber (RC) IX Rise Climber (RC) Arah Butak Arah Longsoran
XII

1.2.3. Lembar Data Pareto Biaya Kebocoran Pipa Filling di Mine Backfill
Sumber Data : Monitor 99 Dan Laporan Harian Thickener
Periode : 01 – 30 November 2016
Pengambil Data : Komarudin
Tujuan : Mengetahui biaya kebocoran pipa filling di Mine Backfill
B iaya
No Mas alah Ke bocoran Kum % % Kum
(Rp)
I Rise Climber (RC) IX 1.027.005 1.027.005 84 84
II Rise Climber (RC) XII 148.125 1.175.130 12 96
III Arah Butak 26.116 1.201.246 2 98
IV Arah Longsoran 26.116 1.227.362 2 100
TOTAL 1.227.362 100

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

Diagram Pareto Biaya Kebocoran Pipa Filling Di Mine Backfill


1,400,000
1,200,000 100 %
1,027,005
98 %
1,000,000 96 %
800,000
84 %
600,000
400,000
148,125
200,000
26,116 26,116
-
Rise Climber (RC) IX Rise Climber (RC) XII Arah Butak Arah Longsoran

Analisa Pareto
Berdasarkan analisa data terhadap kebocoran pipa filling bulan Desember 2016
dapat diketahui bahwa :
- Kebocoran Rise Climber (RC) IX merupakan gangguan tertinggi dilihat dari segi
frekuensi gangguan yaitu sebanyak 4 kali.
- Kebocoran Rise Climber (RC) IX merupakan gangguan tertinggi dilihat dari segi waktu
gangguan yaitu sebesar 15 jam.
- Kebocoran Rise Climber (RC) IX merupakan gangguan tertinggi dilihat dari segi biaya
yaitu Rp.1.027.005,-

Kesimpulan :
Berdasarkan tabel data dan diagram pareto di atas, kerugian terbesar ada pada
kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) IX yaitu 4 kali atau 15 jam, atau
Rp. 1.027.005,-. Dengan demikian GKM SILET menetapkan kebocoran pipa filling arah
Rise Climber IX sebagai persoalan yang harus segera diperbaiki dan selanjutnya judul
perbaikan yang di tetapkan adalah :

"MENGHILANGKAN FREKUENSI KEBOCORAN PIPA FILLING


ARAH RISE CLIMBER (RC) IX SEBESAR 200 %
DALAM WAKTU 3,5 ( TIGA SETENGAH ) BULAN”

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

1.3. MENENTUKAN INITIAL GOAL

Berikut tabel dan run chart data kebocoran pipa filling arah Rice Climber (RC) IX
periode Oktober – Desember 2016 sebagai dasar penetapan initial goal :

B ulan Fre kue ns i Gangguan (kali)


Oktober 2
November 4
Desember 2

Run chart data gangguan pipa filling bocor arah Rise Climber (RC )IX

5 FREKUENSI GANGGUAN (KALI)


4 4
3
2 2 2
1
0
September Oktober November

No Keterangan Frekuensi Gangguan (kali)


1 Gangguan 4
2 Data Terbaik 2
3 Initial Goal 1

Diagram Batang Initial Goal

4
100 %
3 150 %
4
2
2
1
1
0
Gangguan Data Terbaik Initial Goal

Data Terbaik : (4 - 2) kali : (4 - 2) kali x 100% = (2 : 2) kali x 100% = 100%


Initial goal : (4 - 1) kali : (4 - 2) kali x 100% = (3 : 2) kali x 100% = 150%

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

Keterangan :
1. Sebelum perbaikan, frekuensi kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) IX
sebanyak 4 kali dalam 1 (satu) bulan
2. Data terbaik yang pernah diraih sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Oktober 2016 dan
bulan Desember 2016
3. Initial goal sebanyak 1 kali

Kesimpulan :
Berdasarkan data gangguan kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) IX
sebelum perbaikan sebanyak 4 kali, data terbaik 2 kali, target initial goal 1 kali
(150%)

Alasan Penentuan Initial Goal :


1. Berdasarkan data terbaik yang pernah diraih pada bulan Oktober 2016 dan bulan
Desember 2016 terdapat 2 kali kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) IX
2. Adanya dukungan dari atasan.
3. Kemauan yang tinggi dan kesanggupan dari anggota gugus untuk menyelesaikan
masalah

Komentar Atasan/ AM. Mine Backfill

Pongkor, 20 Desember 2016

Mengetahui, Menyetujui,
Manager AM. Mine Backfill Fasilitator Ketua

Ery Budiman, ST Prita Erwan Ardi, ST H. Agus Djatnika Komarudin


NPP : 7129 NPP : 7277 NPP : 6328 NPP : 6598

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

Keunggulan Yang Ingin Dicapai:


1. Meningkatkan pencapaian target filling
2. Menghilangkan upaya para penambang tanpa ijin (PETI) masuk ke area perusahaan agar
tidak menggangu program pencapaian target bijih emas dan perak
3. Mendukung program lingkungan untuk mencegah adanya pencemaran
4. Mendukung program safety untuk menghindari terjadinya kecelakaan
5. Mendukung program CRP

Tabel Kinerja QCC

Nilai Anggota
No Uraian A Kabir Bujang Jml Rata2
Komarudin
Rifai Suryana
1 Konsep dasar mutu dan peningkatan mutu 4 3 2 9 2,25
2 Akifitas QCC dan peranan anggota 4 4 3 11 2,75
3 Penerapan PDCA dan QC tools 4 4 3 11 2,75
4 Pengembangan keterampilan dan talenta 4 3 3 10 2,5
5 Motivasi pengembangan diri 4 3 3 10 2,5
Paraf
Jumlah 12,75
Rata-rata 2,55

Radar Chart Kinerja QCC

Konsep dasar mutu dan


peningkatan mutu
3
2.25
2
Motivasi pengembangan Akifitas QCC dan peranan
2.5 1 2.75
diri anggota
0

Pengembangan 2.5 2.75 Penerapan PDCA dan QC


keterampilan dan talenta tools

10

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

Tabel Mutu Lokasi Kerja

Nilai anggota
No Uraian Komaru A Kabir Bujang Jml Rata2
din R S
Motivasi peningkatan pengetahuan dan
1 4 3 3 10 2,5
keterampilan
2 Hubungan kerja dan team work 4 3 3 10 2,5
3 Frekuensi dan mutu pertemuan 4 3 3 10 2,5
4 Kerjasama atasan dengan bawahan 4 3 3 10 2,5
Konsistensi pelaksanaan SDCA dan
5 4 3 3 10 2,5
program 5S
Paraf
Jumlah 12,5
Rata-rata 2,5
Keterangan nilai :
1. sangat kurang 2. kurang 3. cukup 4. baik/ gold 5. sangat baik/istimewa/excelent

Radar Chart Mutu Lokasi Kerja

Motivasi peningkatan
pengetahuan dan keterampilan
3 2.5

2
Konsistensi pelaksanaan SDCA
1 2.75 Hubungan kerja dan team work
dan program 5S 2.5
0

2.25
2.5
Kerjasama atasan dengan Frekuensi dan mutu
bawahan pertemuan

Rinda Window Kinerja QCC dan Mutu Lokasi Kerja Sebelum Melakukan Perbaikan:

Good

5 Zone D-1 Zone C-1 Zone B Zona A

4
Mutu Lokasi Kerja

Zone C
3
Zone D Zone C-2

2
Zone D-2

1
1 2 3 4 5
Level High
Kinerja QCC

11

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

Kesimpulan :
 Berdasarkan Nilai Rata anggota gugus pada kinerja QCC (X) rata – rata : 2,55
 Berdasarkan Nilai Rata anggota gugus pada Mutu Lokasi Kerja (Y) rata – rata : 2,5
 Sehingga rinda window pada kinerja QCC dan pada Mutu Lokasi Kerjaberada pada
posisi zona C, hal ini menunjukan bahwa mutu kerja dan kegiatan PDCA berada pada
tahap rata-rata/ cukup.

12

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

LANGKAH II
MENGANALISA PENYEBAB
Periode : 20 - 25 Desember 2016

2.1. Sumbang Saran Hasil Brain storming Anggota Penyebab Frekuensi Kebocoran
Pipa Filling Arah Permukaan
No Penyebab Kebocoran Usulan Saran
1 Jalur Terlalu Naik Bujang Suryana
2 SAMBUNGAN POLY PIPE SERING LEPAS Komarudin
3 Laporan Overshift Tidak Jelas A. Ahmad Kabir Rifai
4 Personil Tidak Tahu Arah Lokasi Filling Bujang Suryana
5 PERSONIL SALAH MENGARAHKAN JALUR FILLING Komarudin
6 Kualitas Packing Kurang Bagus Ahmad Kabir Rifai
7 PACKING PLANGS SOBEK Komarudin
8 Tidak Ada Pengaturan Flowrate Pompa Bujang Suryana
9 FLOWRATE TERLALU BESAR Komarudin
10 Tidak Dilakukan Flushing Ketika Selesai Penyambungan Pipa Ahmad Kabir R ifai
KETIKA FILLING TERJADI SUMBATAN PADA PIPA A. Ahmad Kabir Rifai
11
FILLING
12 Penyambungan Coupling Equal Tidak Rapat Bujang Suryana
13 SAMBUNGAN POLY PIPE TIDAK RAPAT Komarudin

2.2. Stratifikasi Penyebab Frekuensi Kebocoran Pipa Filling Arah Permukaan


NO FAKTOR DUGAAN PENYEBAB
1.1 Packing Planges Sobek
1 Material
1.1.1 Kualitas Packing Kurang Bagus
2.1 Personil Salah Mengarahkan Jalur Filling
2 Manusia 2.1.1 Personil Tidak Tahu Arah Lokasi Filling
2.1.2 Laporan Over Shift Tidak Jelas
3.2 Sambungan Poly Pipe Lepas
3 Lingkungan
3.2.1 Jalur Terlalu Naik
4.1 Tidak Ada Pengaturan Flowrate Pompa
4.1.1 Flowrate Terlalu Besar
4 Metoda 4.2 Ketika Filling, Terjadi Sumbatan Pada Pipa Filling
4.2.1 Tidak Dilakukan Flushing Ketika Selesai Penyambungan
Pipa
5.1 Sambungan Poly Pipe Tidak Rapat
5 Alat
5.1.1 Penyambungan Coupling Equal Tidak Rapat

13

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM S I L E T

2.3. ISHIKAWA DIAGRAM

Kesimpulan : Keenam faktor yang diduga dominan tersebut akan diuji di langkah III

14

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

2.4. Nominal Group Tehnique (NGT)

Usulan (jumlah)
No Masalah Total Rangking
Bj Km Ak
1 Jalur Terlalu Naik 6 5 6 17 1
Tidak Dilakukan Flushing Ketika Selesai
2
Penyambungan Pipa 5 6 3 14 2
3 Tidak Ada Pengaturan Flowrate Pompa 4 4 5 13 3
Penyambungan Coupling Equal Tidak
4
Rapat 3 2 4 9 4
5 Laporan Overshift Tidak Jelas 2 1 1 4 6
6 Kualitas Packing Kurang Bagus 1 3 2 6 5
Tanda Tangan Anggota Gugus

N = Jumlah faktor dominan Faktor dominan = ½ N+1


= (½ x 6) + 1 = 4
Kesimpulan :
Berdasarkan angket NGT dari semua anggota gugus dapat dihitung bahwa indeks NGT 4,
maka diambil kesimpulan bahwa faktor yang diduga berpengaruh terhadap kebocoran pipa filling
ke arah rise climber IX, yaitu ;

1. Jalur Terlalu Naik Dengan Nilai NGT 17


2. Tidak Dilakukan Flushing Ketika Dengan Nilai NGT 14
Selesai Penyambungan Pipa
3. Tidak Ada Pengaturan Flowrate Pompa Dengan Nilai NGT 13
4. Penyambungan Coupling Equal Tidak Rapat Dengan Nilai NGT 9

Keempat faktor yang diduga dominan tersebut akan diuji coba di langkah III

15

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

LANGKAH III
MENGUJI DAN MENENTUKAN PENYEBAB DOMINAN
Periode : 26 Desember 2016 – 07 Januari 2017

3.1. Uji Hipotesa


3.1.1. Penyebab Jalur Terlalu Naik
Tujuan pengujian : Untuk mengetahui hubungan antara jalur terlalu naik terhadap
sambungan poly pipe sering lepas
Indikator X : Jalur terlalu naik (derajat kemiringan )
Indikator Y : Sambungan poly pipe sering lepas ( frek sambungan pipa lepas )
MetodePengujian : Pengamatan langsung di lapangan
Dera j a t Kemi ri nga n
No X.Y X2 Y2
X Y
1 300 3 900 90.000 9
2 270 2 540 72.900 4
3 250 2 500 62.500 4
4 240 1 240 57.600 1
5 210 1 210 44.100 1
6 200 1 200 40.000 1
7 190 0 0 36.100 0
8 180 0 0 32.400 0
Total : 2.590 20

Ketera nga n :
Korel a s i ( r ) = 0,951
R2 = 90,43%

Scatter Diagram
Jalur Terlalu Naik

3.5
Y : Frekuensi Sambungan Pipa

3 r = 0,951
2.5 R² = 90,43 % %
2
Lepas

1.5
1
0.5
0
0 50 100 150 200 250 300 350
X : Drajat Kemiringan

16

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Kesimpulan :

Jalur terlalu naik merupakan penyebab dominan terhadap terjadinya frekuensi


kebocoran pipa filling dengan korelasi positif kuat sebesar r = 0,951 atau R² = 90,43 %.
Artinya semakin banyak jalur yang terlalu naik, maka semakin banyak pula sambungan
pipa sering lepas, sehingga terjadi kebocoran pada pipa filling, penyebab tersebut akan
diperbaiki di langkah IV.

3.1.2. Penyebab Tidak Dilakukan Flushing Ketika Selesai Penyambungan Pipa


Tujuan pengujian : Untuk mengetahui hubungan antara tidak dilakukan flushing
ketika selesai penyambungan pipa dengan terjadinya sumbatan
pada pipa
Indikator x : Tidak dilakukan flushing ketika selesai penyambungan pipa
(jarak pipa yang disambung/ meter)
Indikator y : Ketika filling, terjadi sumbatan pada pipa ( berapa kali pipa
mengalami sumbatan/ Frek )
Metoda pengujian : Pengamatan langsung di lapangan
Pipa yang Frekuensi
No. X.Y X2 Y2
tersambung X Y
1 18 meter 0 2 0 0 4
2 18 meter 0 1 0 0 1
3 30 meter 2 0 0 4 0
4 30 meter 2 0 0 4 0
5 18 meter 0 2 0 0 4
6 18 meter 2 0 0 4 0
7 12 meter 0 2 0 0 4
8 30 meter 2 0 0 4 0
Total : 0 0 13
Keterangan :
Korelasi ( r ) = -0,944
2
R = 89,09%

17

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Scatter Diagram
Tidak Dilakukan Flushing Ketika Selesai Penyambungan Pipa

2.5

r = -0,944
Y : Frekuensi Pipa Tersumbat

2 R² = 89,09 %

1.5

0.5

0
0 0.5 1 1.5 2 2.5
X : Frekuensi Pengecekan

Catatan : Pengecekan pipa/ flushing dilakukan : ‘- Poly pipe panjang 1 rol/ 50 m


‘- HDPE 5 Batang/ 30 m

Kesimpulan :

Tidak dilakukannya flushing ketika selesai penyambungan pipa merupakan


penyebab dominan terhadap terjadinya sumbatan pada pipa dengan korelasi negatif kuat
sebesar r = -0,944 atau R² = 89,09 %. Artinya semakin sering tidak dilakukan flushing
ketiaka selesai penyambungan pipa, maka akan semakin banyak pipa yang tersumbat ,
penyebab tersebut akan diperbaiki di langkah IV.

3.1.3. Penyebab Tidak Ada Pengaturan Flow Rate Pompa


Tujuan pengujian : Untuk mengetahui hubungan antara tidak ada pengaturan flow rate
pompa dengan flow rate pompa terlalu besar
Indikator x : Tidak ada pengaturan flow rate pompa ( slurry di thickener/m³ )
Indikator y : Flow rate pompa terlalu besar ( tekanan slurry/ m³ )
Metoda pengujian : Pengamatan langsung di lapangan

18

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Frekuensi
No. Waktu Filling X.Y X2 Y2
X Y
1 30 2 60 120 4 3.600
2 30 2 60 120 4 3.600
3 30 1,7 57 97 3 3.249
4 30 1,7 56 95 3 3.136
5 30 2 60 120 4 3.600
6 30 2 60 120 4 3.600
7 30 2 60 120 4 3.600
8 30 1,9 57 108 4 3.249
Total : 900 27.634
Keterangan :
Korelasi ( r ) = 0,917
2
R = 84,01%

Scatter Diagram
Tidak ada pengaturan flow rate pompa
60.5
Y : Slurry dari thickener/ m³

60
r = 0,917
59.5
R² = 84,01 %
59
58.5
58
57.5
57
56.5
56
55.5
1.65 1.7 1.75 1.8 1.85 1.9 1.95 2 2.05
Y : Flowrate Pompa

Kesimpulan :
Tidak ada pengaturan flow rate pompa merupakan penyebab dominan terhadap
terjadinya flow rate pompa terlalu besar dengan korelasi positif kuat sebesar r = 0,917
atau R² = 84,01 %. Artinya semakin tidak ada pengaturan flow rate pompa, maka
tekanan slurry menjadi besar (flow rate terlalu besar), sehingga menyebabkan kebocoran
pada pipa filling, penyebab tersebut akan diperbaiki di langkah IV.

19

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

3.1.4. Penyebab Penyambungan Coupling Equal Tidak Rapat


Tujuan pengujian : Untuk mengetahui hubungan antara penyambungan coupling
equal tidak rapat dengan sambungan poly pipe lepas
Indikator x : Penyambungan coupling equal tidak rapat (drat)
Indikator y : Sambungan poly pipe lepas (frek/kali)
Metoda pengujian : Pengamatan langsung di lapangan

Tidak Rapat
No. X.Y X2 Y2
X Y
1 2 2 4 4 4
2 2 2 4 4 4
3 1 0 0 1 0
4 2 1 2 4 1
5 2 1 2 4 1
6 2 1 2 4 1
7 2 1 2 4 1
8 1 0 0 1 0
Total : 16 12
Keterangan :
Korelasi ( r ) = 0,816
2
R = 66,67%

Scatter Diagram
Penyambungan Coupling Equal Tidak Rapat
2.5
Y : penyambungan coupling equal

r = 0,816
2 R² = 66,67 %
tidak rapat/ drat

1.5

0.5

0
0 0.5 1 1.5 2 2.5
X : Sambungan poly pipe lepas (frek/kali)

20

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Kesimpulan :
penyambungan coupling equal tidak rapat merupakan penyebab dominan
terhadap terjadinya poly pipe lepas dengan korelasi positif kuat sebesar r = 0,816 atau
R² = 66,67 %. Artinya semakin banyak coupling equal yang tidak rapat, maka semakin
banyak pula sambungan pipa yang lepas, sehingga menyebabkan kebocoran pada pipa
filling, penyebab tersebut akan diperbaiki di langkah IV.

3.2. Penetapan Penyebab Dominan


Tabel Penyebab Dominan

No. Penyebab Dominan r R2 % Derajat


1 Jalur Terlalu Naik 0,951 90,43 27,39 98,59
Tidak Dilakukan Flushing Ketika Selesai
2 -0,944 89,09 26,98 97,13
Penyambungan Pipa
3 Tidak Ada Pengaturan Flow Rate Pompa 0,917 84,01 25,44 91,59
4 Penyambungan Coupling Equal Tidak Rapat 0,816 66,67 20,19 72,69
Jumlah 330,20 100,00 360,00

3.2.1. Diagram Pie Penyebab Dominan (derajat)

Jalur Terlalu Naik

72.69 98.59

Tidak Dilakukan Flushing Ketika Selesai


Penyambungan Pipa
91.59

97.13 Tidak Ada Pengaturan Flow Rate


Pompa

Penyambungan Coupling Equal Tidak


Rapat

Keempat faktor penyebab dominan terhadap terjadinya frekuensi kebocoran pipa filling
arah Rise Climber (RC) IX tersebut akan diperbaiki di langkah IV.

21

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

LANGKAH IV
MEMBUAT RENCANA PERBAIKAN
Periode : 08 – 23 Januari 2017

4.1. Membuat Rencana Perbaikan

AKAR GAMBAR HOW


No WHAT WHY HOW WHERE WHEN WHO
PENYEBAB RENCANA MUCH
1 Jalur terlalu Agar jalur Memindah Menyusun rencana sebagai
naik kan jalur ke
tidak terlalu berikut :
area yg
naik tidak naik 1. Cek lokasi pipa yang
terlalu naik

08 – 12 Januari 2017

Ahmad Kabir Rifai


2. Cek kondisi area

Area Thickener
Tidak ada
yang akan dilalui
jalur pipa
3. Pindahkan jalur ke
area yang tidak naik
4. Lakukan uji coba
5. Tulis laporan hasil
kerja

22

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

2 Tidak Membuat Agar Menyusun rencana sebagai


dilakukan standar dilakukan berikut :
flushing flushing flushing 1. Cek sambungan pipa
ketika selesai ketika ketika filling

13 - 17 Januari 2017
penyambung selesai selesai 2. Pastikan

Area Thickener
an pipa penyambu penyambu penyambungan telah

Komarudin
Tidak ada
ngan pipa ngan pipa selesai dilakukan
3. Pastikan air flushing
lancar sampai di ujung
pipa
4. Lakukan uji coba
5. Tulis laporan hasil
kerja

23

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

3 Tidak ada Membuat Agar ada Menyusun rencana sebagai


pengaturan standar flow pengaturan berikut :
flow rate rate pompa flow rate 1. Memastikan display
pompa pompa flow rate berfungsi

18 – 19 Januari 2017
dengan benar

Bujang Suryana
Area Thickener
2. Memastikan angka

Tidak ada
Flow rate berada di
angka 1,1 - 1,2
m3/menit
3. Lakukan pemantauan
secala berkala
4. Lakukan uji coba
5. Buat laporan hasil kerja

24

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

4 Penyambung Membuat Agar Menyusun rencana sebagai


an Coupling standar Penyambu berikut :
Equal Tidak pemasangan ngan 1. Siapkan
Rapat dan penyam Coupling coupling/sambungan

20 – 23 Januari 2017
bungan pipa Equal pipa dan kunci

Area Permukaan
Rapat coupling sesuai ukuran

Komarudin
Tidak ada
nya
2. Memasang coupling
/sambungan pipa ke
pipa filling
3. Lakukan uji coba
4. Buat laporan hasil kerja

25

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

4.2. Menentukan Intermediate Target

No Keterangan Frekuensi/kali
1 Data Gangguan 4
2 Data Terbaik 2
3 Initial Goal 1
4 Intermediate Target 1

100 %
3
150 % 150 %

2 4

1 2
1 1
0
Data Gangguan Data Terbaik Initial Goal Intermediate Target

Initial goal : (4 - 1) kali : (4 - 2) kali x 100% = (3 : 2) kali x 100% = 150%


Intermediate target : (4 - 1) kali : (4 - 2) kali x 100% = (4 : 2) kali x 100% = 150%

Keterangan :
1. Sebelum perbaikan, frekuensi kebocoran pipa filling arah Rise Climber IX sebanyak 4
kali dalam 1 (satu) bulan
2. Data terbaik yang pernah diraih sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Oktober 2016 dan bulan
November 2016
3. Initial goal sebanyak 1 kali
4. Intermediate target sama dengan initial goal yaitu sebanyak 1 kali

Kesimpulan :
Berdasarkan data gangguan kebocoran pipa filling arah Rise Climber IX sebelum
perbaikan sebanyak 4 kali, data terbaik 2 kali, target initial goal 1 kali (150 %) dan
intermediate target sebanyak 1 kali (150 %)
26

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Komentar Atasan

Pongkor, 23 Januari 2017


Mengetahui, Menyetujui,
Manager AM. Mine Backfill Fasilitator Ketua

Ery Budiman, ST Prita Erwan Ardi, ST H. Aagus Djatnika Komarudin


NPP : 7129 NPP : 7277 NPP : 6328 NPP : 6598

27

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

LANGKAH V
MELAKSANAKAN PERBAIKAN
Periode : 24 Januari – 28 Februari 2017

5.1. Melaksanakan Perbaikan


5.1.1. Penyebab Dominan “Jalur Terlalu Naik”
Kondis sebelum perbaikan : Jalur terlalu naik
Perbaikan yang dilakukan : Memindahkan jalur ke area yang tidak naik.
Pelaksanaan perbaikan :
Memindahkan jalur ke area yang tidak naik

Melakukan uji coba : (Tanggal 24 Januari - 09


Februari 2017)
1. Pastikan alat keselamatan kerja, peralatan,
bahan, dan tenaga kerja sudah siap.
2. Cek lokasi yang akan dipasang pipa backfill,
identifikasi potensi bahaya yang ada di lokasi
tersebut dan lakukan tindakan pengamanan.
3. Bersihkan lokasi yang akan dipasang pipa.
4. Tentukan dan pilih lokasi pemasangan pipa,
pastikan lokasi pemasangan pipa tidak naik
5. Lakukan Monitoring dan uji coba
6. Buat laporan hasil kerja

28

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Monitoring tanggal 24 Januari – 09 Februari 2017 Run chart “Jalur terlalu naik”
350
Derajat Kemiringan
No 300 300
X/ L – 3 X/ L – 4 270
1 300 190 250 250 240
200 210
2 270 180 190 180 190 180 185 200
180190
180
3 250 190 150
4 240 180 100
5 210 185 50
6 200 180 0
7 190 180 1 2 3 4 5 6 7 8
8 180 190 X/ L-3
Total 1.840 1.475 X/ L-4
Keputusan GKM :
Setelah dilakukan perbaikan dengan memindahkan jalur yang terlalu naik maka posisi
jalur pipa filling tidak lagi naik, dan sudut kemiringan 180 - 190º dijadikan standar,
dengan demikian perbaikan ini dinyatakan BERHASIL.

5.1.2. Penyebab Dominan “Tidak Dilakukan Flushing Ketika Selesai


Penyambungan Pipa”
Kondisi sebelum perbaikan : Tidak dilakukan flushing ketika selesai
penyambungan pipa
Perbaikan yang dilakukan : Melakukan flushing ketika selesai
penyambungan
Pelaksanaan perbaikan :
Membuat standar flushing ketika selesai
penyambungan pipa

29

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Melakukan uji coba : Tanggal 10 - 17 Februari


2017
1. Pastikan alat keselamatan kerja digunakan.
2. Koordinasikan dengan petugas yang
menunggu di lokasi dekat pipa yang akan di
flushing bahwa akan segera dilakukan
flushing.
3. Apabila telah siap buka valve dan hidupkan
gland water.
4. Lakukan flushing sampai ada informasi dari
petugas yang ada di dekat pipa yang sedang
di flushing bahwa flushing sudah sampai
dengan bagus
5. Matikan pompa gland water dan tutup valve
6. Lakukan Monitoring
7. Buat laporan hasil kerja
Monitoring Tanggal 10 - 17 Februari 2017 Run Chart “Tidak dilakukan
flushing ketika selesai
Waktu Pemakaian pipa/mtr
No penyambungan pipa”
Flushing X/ L - 3 X/ L – 4
1 30 42 30
2 35 42 30
3 40 42 30
4 30 42 30
5 35 48 30
6 35 30 30
7 30 48 30
8 35 36 30
Total 41.25 30
Keputusan GKM :
Setelah dilakukan perbaikan dengan melakukan flushing setelah selesai penyambungan
pipa, maka tidak terjadi lagi sumbatan pada pipa saat filling dan flushing dilakukan
setelah pipa tersambung 5 batang/ 30 meter ditetapkan sebagai Standar. Dengan
demikian perbaikan ini dinyatakan BERHASIL

30

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

5.1.3. Penyebab Dominan “Tidak Ada Pengaturan Flow Rate Pompa”


Kondisi sebelum perbaikan : Tidak ada pengaturan flow rate pompa
Perbaikan yang dilakukan : Membuat standar flow rate pompa arah Rise
Climber IX
Pelaksanaan perbaikan :
Membuat standar flow rate pompa untuk filling ke
arah Rise Climber IX

Melakukan uji coba : (Tanggal 18 - 22 Februari


2017)

1. Pengawas / operator mengecek dan


memastikan, alat komunikasi baik telepon,
HT, pompa slurry, gland water, flow meter
dan valve dalam keadaan baik dan siap
dioperasikan
2. Lakukan flushing dari thickener ke lokasi
dengan flow rate 1,1 – 1,2 m³/ menit.
3. Lakukan uji coba
4. Buat laporan hasil kerja

31

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Monitoring hasil uji coba : (Tanggal 18 – 22 Run Chart “Tidak ada pengaturan
Februari 2017) flow rate pompa”
4.5
4 1.88
Waktu Flow rate 1.9 1.5
No 3.5 1.5 1.5
Filling/Mnt X/ L-3 X/ L-4 1.1 1.5
3
1 30 2 1.5 2.5
2 30 2 1.1 2 2 2 2 2 1.9
1.5 1.7 1.7
3 30 1.7 1.5
4 30 1.7 1.6 1
5 30 2 1.5 0.5
0
6 30 2 1.8
1 2 3 4 5 6 7
7 30 2 1.5
X/ L-4 X/ L-3
8 30 1.9 1.5
Total 15.6 12.38
Keputusan GKM :
Setelah dilakukan perbaikan dengan membuat standar flow rate pompa maka tekanan
slurry/ air terlalu besar atau kecil tidak terjadi lagi, dan flow rate pompa 1.1 – 1.2 m³/
menit dijadikan standar. Dengan demikian perbaikan ini dinyatakan BERHASIL

5.1.4. Penyebab Dominan “Penyambungan Coupling Equal Tidak Rapat”


Kondisi sebelum perbaikan : Penyambungan coupling equal tidak rapat
Perbaikan yang dilakukan : Membuat standar pemasangan dan
penyambungan pipa
Pelaksanaan perbaikan :
Membuat standar penyambungan coupling poly
pipe

Melakukan ujicoba : (Tanggal 23 - 28 Februari


2017)
1. Posisi pekerja aman untuk membuka coupling
pipa atau memotong pipa filling yang akan
diganti.
2. Amankan pipa filling yang rusak, ganti dengan
pipa filling yang baru .
3. Luruskan pipa poly pipe yang akan disambung.

32

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

4. Pasang coupling poly pipe pada sambungan


pipa filling dan kencangkan dengan kunci
coupling, pastikan coupling terpasang dengan
sempurna dengan memastikan drat coupling
masuk semua.
5. perkuat sambungan poly pipe dengan safety
chain. Lakukan uji coba
1. Tulis laporan hasil kerja
Monitoring tanggal 23 - 28 Februari 2017 Run chart “Penyambungan
coupling equal tidak rapat”
Waktu Drat copling equal
2,5
No Filling/Mn
X/ L - 3 X/ L - 4
t
2 2 2 2 2 2 2
1 60 2 0
2 60 2 0 1,5
3 60 1 0
X/ L - 3
4 60 2 0 1 1 1 X/ L - 4
5 60 2 0
6 60 2 0 0,5

7 60 2 0
8 60 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 2 3 4 5 6 7 8
Total 14 0
Keputusan GKM :
Setelah dilakukan perbaikan dengan memasang coupling poly pipe sesuai standar maka
sambungan pipa sering lepas tidak terjadi lagi dan saat penyambungan coupling harus
masuk semua/ 100 % ditetapkan menjadi standar. Dengan demikian perbaikan ini
dinyatakan BERHASIL

5.2. Kondisi Penyebab Dominan Sebelum dan Sesudah Perbaikan


Tujuan pengujian : Untuk mengetahui hubungan antara penyebab dominan sebelum
dan sesudah perbaikan
Periode data : 24 Januari - 28 Februari 2017
Metoda pengujian : Pengamatan langsung di lapangan

33

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Penyebab
Sebelum perbaikan Sesudah Perbaikan Keterangan
Dominan
1. Jalur terlalu Jalur terlalu naik, Setelah jalur yang Standar sudut
naik maka tekanan slurry terlalu naik kemiringan pipa
yang dikirim ke Rice dipindahkan ke area yg 180 - 190º
Climber (RC) IX tidak naik, maka
akan berat tekanan slurry yang
dikirim ke Rice Climber
(RC) IX menjadi stabil

2. Tidak Sering terjadi Setelah dilakukan Standar flushing


dilakukan material masuk ke flushing setelah setelah
flushing dalam pipa penyambungan pipa penyambungan
ketika selesai yang jaraknya 30 meter/ pipa yang
penyambung 6 batang maka tidak jaraknya 30
an pipa terjadi lagi material meter/ 6 batang
masuk ke dalam pipa 60
50 48 48
40 42 42 42 42
36
30 30 30 30 30 30 30 30

20
10
0
1 2 3 4 5 6 7 8

Sebelum Perbaikan
Setelah Perbaikan

34

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

3. Tidak ada Tidak ada Setelah di buat standar Standar flow rate
pengaturan pengaturan flow rate ketetapan flow rate di Thickener arah
flow rate pompa arah Rise pompa, maka tekanan permukaan 1.1 –
pompa Climber (RC) IX air/slurry yang dikirim 1.2 m³/ menit
menga kibatkan ke rise climber (RC)
tekanan air/ slurry IX bisa di atur dengan
terlalu besar/ terlalu flow rate 1.1 – 1.2 m³/
kecil menit

4. Penyambung Penyambungan pipa/ Setelah dibuat standar 2,5

an coupling poly pipe tidak penyambungan drat 2 2 2 2 2 2 2

equal tidak sempurna (drat coupling poly pipe


1,5
rapat coupling tidak masuk semua/100 % Sebelum Perbaikan
Setelah Perbaikan
1 1 1
masuk semua)
0,5

0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 2 3 4 5 6 7 8

35

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

LANGKAH VI
MENELITI HASIL PERBAIKAN
Periode : 01 – 31 Maret 2017

6.1. Analisa Hasil Perbaikan Terhadap Faktor Penyebab Dominan


Sumber data : Laporan Harian Thickener
Periode data sebelum perbaikan : 26 Desember 2016 – 15 Januari 2017
Periode data setelah perbaikan : 01 – 31 Maret 2017
Pengambil data : Komarudin
Tujuan analisa : Untuk mengetahui perbandingan hasil perbaikan
terhadap faktor penyebab dominan sebelum dan
sesudah perbaikan
6.1.1. Perbandingan Terhadap Penyebab Dominan “Jalur Terlalu Naik” Sebelum dan
Sesudah Perbaikan.

Frekuensi (kali) Frekuensi (kali)


Frekuensi (kali)
No Jalur Terlalu Jalur Terlalu 250
Jalur Terlalu
Naik (sebelum) Naik (sesudah) 200 Naik

1 300 190 150 230


2 270 180
100 184
3 250 190
4 240 180 50
5 210 185 -
6 200 180 Frekuensi Frekuensi
7 190 180 (kali) Jalur (kali) Jalur
Terlalu Terlalu
8 180 190 Naik Naik
Jumlah 1.840 1.475 (sebelum) (sesudah)
Rata-rata 230 184

36

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

6.1.2. Perbandingan Terhadap Penyebab Dominan “Tidak Dilakukan Flushing Ketika


Selesai Penyambungan Pipa” Sebelum dan Sesudah Perbaikan

Frekuensi (kali) Frekuensi (kali)


tidak dilakukan tidak dilakukan Frekuensi (kali) tidak dilakukan
flushing ketika flushing ketika flushing ketika selesai
No
selesai selesai
penyambungan penyambungan penyambungan pipa
pipa (sebelum) pipa (sesudah)
1 42 30 41.25
2 42 30 30
3 42 30 50
4 42 30
5 48 30
6 30 30
7 48 30
0
8 36 30 Sebelum Sesudah
Total 330 240 Perbaikan Perbaikan
Rata-rata 41,25 30

6.1.3. Perbandingan Terhadap Penyebab Dominan “Tidak Ada Pengaturan Flow Rate
Pompa“ Sebelum dan Sesudah Perbaikan
Frekuensi (kali) tidak ada pengaturan
Frekuensi (kali) Frekuensi (kali)
tidak ada tidak ada flow rate pompa
No
pengaturan flow pengaturan flow
rate pompa rate pompa
(sebelum) (sesudah) 1.95
2 1.5475
1 2 1,5
2 2 1,1 1.5
3 1,9 1,5
4 1,8 1,9 1
5 2 1,5
0.5
6 2 1,88
7 2 1,5 0
8 1,9 1,5 Sebelum Sesudah
Total 15,6 12,38 Perbaikan Perbaikan
Rata-rata 1,95 1,5475

6.1.4. Perbandingan Terhadap Penyebab Dominan “Penyambungan Coupling Equal


Tidak Rapat” Sebelum dan Sesudah Perbaikan
Frekuensi (kali) Frekuensi (kali)
Penyambungan Penyambungan Frekuensi (kali) Penyambungan Coupling
No
equal tidak rapat equal tidak rapat Equal Tidak Rapat
(sebelum) (sesudah)
1 2 0 1.75
2 2 0 2
3 1 0
4 2 0
5 2 0 1
6 2 0
0
7 2 0
8 1 0 0
Total 14 0
Sebelum Perbaikan
Sesudah Perbaikan
Rata-rata 1,75 0

37

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

6.2. Perbandingan Terhadap Initial Goal dan Intermediate Target

3.5

100 %

150 %

150 %
3

200 %
2.5 4

1.5 2
1

0.5 1 1
0
0
Data Gangguan Data Terbaik Initial Goal Intermediate Target Hasil Perbaikan

Initial goal : (4 - 1) kali : (4 - 2) kali x 100% = (3 : 2) kali x 100% = 150%


Intermediate target : (4 - 1) kali : (4 - 2) kali x 100% = (3 : 2) kali x 100% = 150%
Hasil Perbaikan : (4 - 0) kali : (4 - 2) kali x 100% = (4 : 2) kali x 100% = 200%

Keterangan :
1. Sebelum perbaikan, frekuensi kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) IX
sebanyak 4 kali dalam 1 (satu) bulan
2. Data terbaik yang pernah diraih sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Oktober 2016 dan
bulan Desember 2016
3. Initial goal sebanyak 1 kali
4. Intermediate target sama dengan initial goal yaitu sebanyak 1 kali
5. Hasil Perbaikan sebanyak 0 kali

Kesimpulan :
Berdasarkan data gangguan kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) IX
sebelum perbaikan sebanyak 4 kali, target initial goal 1 kali (150 %) dan intermediate
target sebanyak 1 kali (150 %), dan sesudah perbaikan terdapat penurunan gangguan
sebanyak 0 kali atau 200 %.

38

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

6.3. Perbandingan Terhadap Masalah Utama (Judul Perbaikan)


Sumber data : Laporan Thickener
Sebelum Perbaikan Periode : 01 - 30 November 2016
Setelah Perbaikan Periode : 01 – 31 Maret 2017
Pengambil Data : Ahmad Kabir Rifa’i
Tujuan : Untuk evaluasi hasil perbaikan frekuensi gangguan
kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) IX
Sebelum perbaikan Sesudah perbaikan
(01 - 31 November 2016) ( 01 - 31 Maret 2017 )
Frekuensi (kali) 4 0
Waktu (jam) 15 0
Biaya (Rp.) 1.027.005 0

Diagram batang gangguan kebocoran pipa filling arah Rise Climber IX sebelum dan
sesudah perbaikan

Frekuensi (kali) Waktu (jam) Biaya (Rp)


1,027
5 4 20 1,200,000 ,005
4 15
1,000,000
15
3 800,000
10 600,000
2 400,000
1 5 200,000 -
0 0
0 0 0
1 2 1 2 1 2
Sebelum Setelah Sebelum Setelah Sebelum Setelah
Perbaikan Perbaikan Perbaikan Perbaikan perbaika perbaika
n n

Kesimpulan :
Berdasarkan data gangguan kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) IX
sebelum perbaikan dan sesudah perbaikan terdapat penurunan gangguan dari segi
frekuensi dari 4 kali menjadi 0 kali, segi waktu dari 15 jam menjadi 0 jam dan biaya dari
Rp. 1.027.005,- menjadi Rp. 0,-.

39

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

6.4. Perbandingan Terhadap Tema


Sumber data : Laporan Harian Thickener
Sebelum Perbaikan Periode : 01 - 30 November 2016
Setelah Perbaikan Periode : 01 – 31 April 2017
Pengambil Data : Ahmad Kabir Rifa’i
Tujuan : Untuk evaluasi hasil perbaikan frekuensi gangguan filling
arah Rise Climber (RC) IX

Sebelum Perbaikan Sesudah Perbaikan


(01 – 30 November 2016) (01 – 31 April 2017)
Frekuensi (kali) 7 4
Waktu (jam) 24 12
Biaya (Rp) 1.227.362 1.149.014

Diagram batang gangguan pipa filling bocor arah permukaan

Frekuensi (kali) Waktu (jam)


1,227,3
Biaya (Rp)
8 7 30 1,240,000 62
7 24
25 1,220,000
6 1,200,000
5 4 20
1,180,000 1,149,0
4 15 12 14
3 1,160,000
2 10 1,140,000
1 5 1,120,000
0 0 1,100,000
1 2 1 2 1 2
Sebelum Setelah Sebelum Setelah Sebelum Setelah
Perbaikan Perbaikan Perbaikan Perbaikan Perbaikan Perbaikan

Kesimpulan :
Berdasarkan data gangguan pipa filling bocor arah permukaan sebelum perbaikan
dan sesudah perbaikan terdapat penurunan gangguan dari segi frekuensi dari 7 kali
menjadi 2 kali dan dari segi waktu dari 24 jam menjadi 7 jam serta dari segi kerugian
biaya dari Rp. 1.227.362,- menjadi Rp. 1.149.014,- atau berkurang sebesar Rp. 78.348,-.

40

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

6.5. Analisa Dampak Perbaikan


6.5.1. Dampak positif dari aspek QCDSM dan Environment

Quality : Adanya standar output persen solid slurry ke Rise Climber (RC)
IX 35 – 50 % dan adanya standar flow rate pompa thickener ke
Rise Climber (RC) IX 1,1 – 1,2 m3/mnt
Cost : Dengan adanya penanganan pipa filling arah Rise Climber (RC)
IX, maka dapat menghilangkan biaya penggantian :
1. Rubber Packing (2 pcs) Rp. 52.232
2. Poly Pipe Pecah (1 rol) Rp. 826.648,-
3. Coupling Equal (1 Pcs) Rp. 148.125,-
4. Biaya Listrik Rp. 90.000/ jam
5. Naker (3 orang) Rp. 45.000/ jam
Jumlah Rp. 1.162.005,-

Delivery : Proses filling ke Rise Climber (RC) IX lebih lancar karena sudah
ada ketetapan persen solid dan flow rate arah Rise Climber (RC)
IX
Safety : Kebocoran akibat filling ke Rise Climber (RC) IX tidak ada lagi
Moral : Karyawan merasa nyaman karena tidak ada lagi penanganan pipa
filling arah Rise Climber (RC) IX
Environment : Tidak ada slurry terbuang akibat pipa filling bocor ke Rise
Climber (RC) IX

6.6. Manfaat GKM


 Bagi perusahaan, produksi berjalan lancar karena tidak terganggu oleh aktivitas
penambang Tanpa ijin (PETI)
 Mendukung program ISO 9001; ISO 14001 dan OHSAS 18001 serta cost
reduction programe.
 Bagi Satuan Kerja, adanya standar baru untuk kegiatan filling ke Rise Climber IX
 Bagi karyawan, merasa puas karena improvementnya berhasil dan manfaatnya
bisa dirasakan oleh yang lain.

41

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

6.7. Tabel dan Radar Chart Kinerja QCC


6.7.1. Tabel Data Kinerja QCC
Nilai Anggota
No Uraian Komar A. Jml Rata2
Bujang S
udin Kabir R
1 Konsep dasar mutu dan peningkatan mutu 5 5 5 15 5
2 Akifitas QCC dan peranan anggota 5 5 5 15 5
3 Penerapan PDCA dan QC tools 5 5 5 15 5
4 Pengembangan keterampilan dan talenta 5 5 5 15 5
5 Motivasi pengembangan diri 5 5 5 15 5
Paraf
Jumlah 25
Rata-rata 5

6.7.2. Radar Chart Kinerja QCC

Konsep dasar mutu


dan peningkatan mutu
5
4 5
3
Motivasi 2 Akifitas QCC dan
5 5 peranan anggota
pengembangan diri 1
0

Pengembangan
5 5 Penerapan PDCA dan
keterampilan dan
QC tools
talenta

6.8. Tabel dan Radar Chart Mutu Lokasi Kerja


6.8.1. Tabel Data Mutu Lokasi Kerja

Nilai anggota
No Uraian Komar A. Bujang Jml Rata2
udin Kabir R S
Motivasi peningkatan pengetahuan dan
1 5 5 5 15 5
keterampilan
2 Hubungan kerja dan team work 5 5 5 15 5
3 Frekuensi dan mutu pertemuan 5 5 5 15 5
4 Kerjasama atasan dengan bawahan 5 5 5 15 5
Konsistensi pelaksanaan SDCA dan
5 5 5 5 15 5
program 5S
Paraf
Jumlah 25
Rata-rata 5
Keterangan nilai :
1. sangat kurang 2. kurang 3. cukup 4. baik/ gold 5. sangat baik/istimewa/excelent

42

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

6.8.2. Radar Chart Mutu Lokasi Kerja

Motivasi peningkatan
pengetahuan dan…
5 5
4
3
Konsistensi 2 Hubungan kerja dan
pelaksanaan SDCA… 5 1 5 team work
0

Kerjasama atasan 5 5 Frekuensi dan mutu


dengan bawahan pertemuan

6.9. Rinda Window Kinerja QCC dan Mutu Lokasi Kerja Setelah Melakukan Perbaikan
Good

5 Zone D-1 Zone C-1 Zone B Zona A

4
Mutu Lokasi Kerja

Zone C
3
Zone D Zone C-2

2
Zone D-2

1
1 2 3 4 5
Level High
Kinerja QCC

Kesimpulan :
 Berdasarkan Nilai Rata anggota gugus pada kinerja QCC (X) rata – rata: 5
 Berdasarkan Nilai Rata anggota guguspada Mutu Lokasi Kerja (Y) rata – rata: 5
 Sehingga rinda window pada kinerja QCC dan pada Mutu Lokasi Kerja berada
pada posisi zona A, hal ini menunjukan bahwa mutu kerja dan kegiatan PDCA
berada pada tahap sangat baik/ excelent.

43

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

6.10. Rinda Window Perbandingan Kinerja QCC Sebelum dan Sesudah Perbaikan :

Kesimpulan :
 Kinerja QCC sebelum perbaikan sebesar 2,55/ cukup dan setelah perbaikan
meningkat menjadi 5/ sangat baik.
 Mutu Lokasi Kerja sebelum perbaikan sebesar 2,5/ cukup dan setelah perbaikan
meningkat menjadi 5/ sangat baik.

44

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

LANGKAH VII
STANDARISASI
Periode : 01 – 15 April 2017

6.1 Standar Prosedur

No Prosedur Hasil Perbaikan Gambar Hasil


Perbaikan
1 Prosedur “Jalur Terlalu Naik”.
Revisi WI Nomor WI-110.03.39.R.1.
Judul : Pemeliharaan, Pemasangan, dan Penyulaman Pipa
Backfill.

 Pastikan alat keselamatan kerja, peralatan, bahan, dan


tenaga kerja sudah siap.
 Cek lokasi / stope yang akan dipasang pipa backfill,
identifikasi potensi bahaya yang ada di lokasi tersebut
dan lakukan tindakan pengamanan.
 Bersihkan lokasi yang akan dipasang pipa.
 Tentukan dan pilih lokasi pemasangan pipa, pastikan
lokasi pemasangan pipa tidak terlalu naik, dengan sudut
kemiringan 180˚ - 190˚ .
2 Prosedur “Tidak Dilakukan Flushing Ketika Selesai
Penyambungan Pipa”
Revisi WI Nomor WI-110.03.39.R.1.
Judul : Pemeliharaan, Pemasangan, dan Penyulaman Pipa
Backfill.

 Prosedur pemasangan dan penyulaman pipa HDPE 6”.


- Posisi pekerja aman untuk membuka mur baut pipa
atau memotong pipa filling yang akan diganti.
- Amankan pipa filling yang rusak, ganti dengan pipa
filling yang baru .
- Pasang rubber sheet/ packing pada sambungan pipa
filling dan kencangkan dengan mur baud ¾ x 5
sebanyak 8 pcs.
- Lakukan flushing setelah pipa tersambung 6 batang/
30 meter sebelum penyambungan pipa berikutnya.
 Lakukan flushing, bila ada permintaan dari penjaga
filling di stope yang menyatakan stope penuh, bocor atau
ada kendala lain.
 Semprot sump mixing, pastikan sudah bersih.
 Jika sudah ada informasi dari penjaga filling di Stope
yang menyatakan jalur sudah bersih, matikan pompa
slurry Thickener .
 Tutup valve inlet dan outlet pompa.
45

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

3 Prosedur “ Tidak Ada Pengaturan Flow Rate Pompa”


Revisi WI Nomor WI-110.03.25.R.2.
Judul : Pengoperasian Pompa Slurry.
 Pengawas / operator mengecek dan memastikan, alat
komunikasi baik telepon, HT, pompa slurry, gland water,
VSD, flow meter dan valve dalam keadaan baik dan siap
dioperasikan.
 Lakukan flushing dari Thickener ke lokasi dengan flow
rate sebagai berikut:
- Untuk flushing awal/ akhir ke dalam stope/ tambang,
dengan vsd: 1, 2 – 12 rpm. untuk menghasilkan flow
rate antara: 1, 1 – 2 m³/ menit.
- Untuk flushing awal/ akhir permukaan kearah Cepu
dan gunung Butak, dengan VSD: 7, 2 – 10 Rpm. untuk
menghasilkan flow rate antara: 1, 1 – 2 m³/ menit.
- Untuk flushing awal/ akhir ke permukaan arah RC 12,
dengan VSD: 15 Rpm. untuk menghasilkan flow rate
antara: 1, 3 – 2 m³/ menit.
- Untuk flushing awal/ akhir ke permukaan arah RC IX,
dengan flow rate antara: 1, 1 – 1,2 m³/ menit.
- Untuk flushing awal/ akhir ke permukaan arah L 700
dan sekitarnya, dengan VSD: 0, 5 - 1 Rpm. untuk
menghasilkan flow rate antara: 1,1 – 2 m³/ menit.
 Lakukan pengiriman slurry dari Thickener ke lokasi
dengan flow rate sebagai berikut:
- Untuk pengiriman slurry ke dalam stope/ tambang,
dengan VSD ; 0.8 – 7, 5 Rpm. untuk menghasilkan
Flow Rate Antara : 1.1- 1.9 m³/ menit.
- Untuk pengiriman slurry ke permukaan arah CEPU
dan gunung Butak, dengan VSD: 7, 5 – 12 Rpm. untuk
menghasilkan flow rate antara: 1, 2 – 1, 9 m³/ menit.
- Untuk pengiriman slurry ke permukaan arah RC IX,
dengan Flow Rate Antara: 1, 1 – 1, 2 m³/ menit.
- Untuk pengiriman slurry ke permukaan arah RC 12,
dengan VSD: 15 Rpm. untuk menghasilkan Flow Rate
Antara: 1, 3 – 1, 9 m³/ menit.
- Untuk pengiriman slurry ke permukaan arah L 700
dan sekitarnya, dengan VSD: 0, 5 - 1 Rpm. untuk
menghasilkan flow rate antara: 1 – 1, 9 m³/ menit.

46

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

4 Prosedur “ Penyambungan Pipa Tidak Sempurna ”.


Revisi WINomor WI-110.03.39.R.1.
Judul: Pemeliharaan, Pemasangan, dan Penyulaman Pipa
Backfill.
 Posisi pekarja aman untuk membuka Coupling pipa atau
memotong pipa filling yang akan diganti.
 Amankan pipa filling yang rusak, ganti dengan pipa
filling yang baru.
 Luruskan pipa poly pipe yang akan disambung.
 Pasang Coupling PolyPipe pada sambungan pipa filling
dan kencangkan dengan kunci Coupling, Pastikan
coupling terpasang dengan sempurna dengan memastikan
drat coupling masuk semua.
 Perkuat sambungan Poly Pipe dengan Safety chain.

6.2 Standar Hasil


Dengan melaksanakan prosedur di atas, maka frekuensi kebocoran pipa filling arah
Rise Climber (RC) IX maksimum nol perbulan.

Komentar Mangement/ AM Mine Backfill :

Pongkor, 15 April 2017


Mengetahui, Menyetujui,
Manager AM. Mine Backfill Fasilitator Ketua

Ery Budiman, ST Prita Erwan Ardi, ST H. Aagus Djatnika Komarudin


NPP : 7129 NPP : 7277 NPP : 6328 NPP : 6598

47

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

LANGKAH VIII
MENGUMPULKAN DATA BARU DAN MEMBUAT RENCANA BARU
Periode : 16 – 22 April 2017

8.1. Strategi Penetapan Standar Baru


Rencana Realisasi
Kegiatan PIC Keterangan
Tanggal Tanggal
Penyusunan Redaksi 16-17 April-17 16-17 April-17 Bujang Suryana
Pengesahan 18 April -17 18 April -17 Komarudin
Sosialisasi 19 - 22 April-17 19 - 22 April- A. Kabir Rifa’i
17

Untuk mendukung hal tersebut gugus membuat WI baru dan mengusulkan revisi WI yaitu :
- Revisi WI No : WI-110.03.25.R.2 (Judul : Pengoperasian Pompa Slurry Thickener)
- Revisi WI No : WI-110.03.39.R.1. ( Judul : Pemeliharaan, Pemasangan dan Penyulaman
Pipa Backfill)

Sosialisasi mengenai revisi WI dilakukan melalui safety talk kepada semua crew
Thickener di semua shift.

Sosialisasi Revisi WI Crew Mine Backfill

48

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

8.2. Monitoring Masalah Utama (Judul Perbaikan)


8.2.1. Data Monitoring Hasil Perbaikan
Sumber data : Laporan Harian Thickener
Setelah Perbaikan Periode : April 2017
Pengambil Data : Ahmad Kabir Rifa’i
Tujuan : Untuk monitoring hasil perbaikan frekuensi
gangguan kebocoran pipa filling arah Rise Climber
(RC) IX

Ke giatan Has il pe rbaikan ( April 2017 )


Frekuensi ( kali ) 0
Waktu ( jam ) 0
Biaya ( Rp ) 0

Hasil perbaikan ( April 2017 )


100%

50%

0 0 0
0%
Frekuensi ( kali ) Waktu ( jam ) Biaya ( Rp )

8.2.2. Data Monitoring Sampai saat ini


Sumber data : Laporan Harian Thickener
Monitoring Setelah Perbaikan Periode : April 2017
Pengambil Data : Ahmad Kabir
Tujuan : Untuk monitoring hasil perbaikan frekuensi
gangguan kebocoran pipa filling arah Rise
Climber (RC) IX

49

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

8.3. Mengumpulkan Data Baru


Sumber data : Laporan Harian Thickener
Periode : 01 – 30 April 2017
Pengambil Data : Ahmad Kabir Rifa’i
Tujuan : Untuk evaluasi prioritas masalah dalam penentuan tema
berikutnya

GANGGUAN
NO MASALAH FREKUENSI WAKTU
BIAYA (Rp)
(kali) (jam)
1 Rise Climber (RC) XII 2 7 974.773
2 Arah Butak 1 3 148.125
3 Arah Longsoran 1 2 26.116
TOTAL 4 12 1.149.014

50

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

Diagram Batang Gangguan Pipa Filling Bocor Arah Permukaan

2.5 8 1,200,000
7 Waktu (jam) 974,77
2 Frekuensi 7 3
1,000,000
2 (kali)
6
800,000
1.5 5
1 1 4 600,000
1 3
3 400,000
2 148,12
0.5 2 5
200,000
1 26,116
0 0
Rise Arah Butak Arah 0 Rise Arah Butak Arah
Climber Longsoran Rise Climber Arah Butak Arah Climber Longsoran
(RC) XII (RC) XII Longsoran (RC) XII

Analisa Pareto :
Berdasarkan analisa data terhadap gangguan pipa filling arah permukaan bocor
periode 01 – 30 April 2017, diketahui bahwa :
- Gangguan kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) XII merupakan gangguan lebih
tinggi dilihat dari frekuensi gangguan yaitu sebanyak 2 kali
- Gangguan kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) XII merupakan gangguan lebih
tinggi dilihat dari waktu gangguan yaitu sebanyak 7 jam
- Gangguan kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC) XII merupakan gangguan lebih
tinggi dilihat dari biaya gangguan yaitu sebesar Rp. 974.773,-

Kesimpulan :
- Berdasarkan tabel data dan analisa tersebut di atas, gangguan kebocoran pipa filling arah
Rise Climber (RC) XII masih merupakan masalah yang telah menimbulkan kerugian
frekuensi 2 kali, waktu 7 jam dan biaya sebesar Rp. 974.773, dengan demikian GKM
SILET sepakat menetapkan kebocoran pipa filling arah Rise Climber (RC)XII sebagai
persoalan yang harus segera diperbaiki, dan selanjutnya tema perbaikan yang ditetapkan
adalah :

“MENGURANGI WAKTU GANGGUAN PIPA FILLING BOCOR


ARAH PERMUKAAN”

51

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor
GKM SILET

8.4. Membuat Rencana Berikutnya


Jadwal Rencana Kegiatan :

JADWAL
AGUS
Lang MEI JUNI JULI RENCANA
Tahapan TUS
kah PERTEMUAN
1234123412341234 Tanggal Jumlah
I Menentukan tema dan judul x

P II Menganalisa penyebab x
Menguji dan menentukan
III xx
penyebab dominan

IV Membuat rencana perbaikan xx


D
V Melaksanakan perbaikan xxx

C VI Meneliti hasil perbaikan xx

VII Standarisasi x
A Megumpulkan data baru dan
VIII x
membuat rencana berikutnya
KETERANGAN : X = RENCANA TOTAL PERTEMUAN

Pongkor, 15 April 2017

Mengetahui, Menyetujui, Ketua,


AM. Mine Backfill Fasilitator GKM SILET

Prit a Erwan Ardi, ST H. Agus Djatnika Komarudin


NPP : 7277 NPP : 6328 NPP : 6598

52

PT. ANTAM (PERSERO) Tbk


UBPE Pongkor