Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MAKALAH

TENTANG BIAYA OVERHEAD PABRIK


DI
S
U
S
U
N
OLEH :
Kelompok 5
1. Crisdayanti Hutabarat (18110371)
2. Indah permata sari (18110065)
3. Klara Tamba (18110446)
4. Lia Fazira (18110224)
5. Muharji (18110019)
6. Siti Qomariah (18110177)

Dosen Pengampuh :
FITRIANINGSIH, SE, MM

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BINA KARYA

TEBING TINGGI

T.A 2019/2020
LEMBAR PENGESAHAN

(Crisdayanti H) (Lia Fazira)

(Klara Tamba) (Indah Permata Sari)

(Muharji) (Siti Qomariah)

Dosen Pengampuh
(FITRIANINGSIH, SE, MM)

Halaman | i
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami ucapkan atas kehadirat ALLAH SWT karena
berkat rahmat dan karunia nya kami akhirnya sampai pada tahap penyelesaian
Makalah“AKUNTASI BIAYA”.Sekaligus menyampaikan rasa terima kasih
Kami kepada Ibu FITRIANINGSIH, SE, MM selaku dosen mata kuliah
Akuntansi Biaya yang telah mempercayai kami untuk menyelesaikan makalah
ini. Kami berharap makalah ini dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus
Wawasan para pembaca mengenai pelajaran Akuntansi Biaya.Kami juga sadar
bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna.Dengan demikian kami pun
mengharapkan kritik dan sarannya agar makalah ini lebih baik lagi dan kami
meminta maaf apabila ada kata-kata dalam makalah kami yang kurang berkenan
di hati.

Tebing Tinggi, 7 oktober 2019

Halaman | ii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................................ ii
DAFTAR ISI........................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................... 1
1.3 Tujuan .................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................ 2

A. Pengertian Biaya Overhead Pabrik (BOP)& jenisnya ....... 2


B. Penggolongan Biaya Overhead Pabrik ............................... 3
C. Penentuan Tarif Biaya Overhead Pabrik ............................ 4
D. Pengumpulan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya ........ 4
E. Contoh Soal ........................................................................ 7

BAB III PENUTUP ................................................................................ 11

A. Kesimpulan ......................................................................... 11
B. Saran ................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 12

REVIEW JURNAL 1 .............................................................................. 13

REVIEW JURNAL 2 .............................................................................. 17

Halaman | iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Dalam sebuah perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi


oleh kegiatan untuk memproduksi suatu produk berupa barang, tentunya dalam
melakukan kegiatan produksi yang didalamnya melibatkan unsur input-proses-
output.Sangat sering terjadi peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan
perusahaan.Baik dalam hubungan kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun
dalam melakukan distribusi barang kepada pelanggan.Dalam dunia acounting
sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan yang
dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam kasus BOP
(biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP ada beberapa
langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan, langkah-langkah tersebut
akan dipaparkan dalam makalah ini

1.2 RUMUS MASALAH


1) Pengertian BOP
2) Penggolongan BOP
3) Penentuan Tarif Overhead Pabrik
4) Pengumpulan Biaya Oveerhead Pabrik Seseungguhnya
1.3 TUJUAN
1. Mengetahui pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2. Mengetahui anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3. Sebagai referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.

Halaman | 1
BAB II
PEMBAHASAN
BIAYA OVERHEAD PABRIK

A. Pengertian biaya overhead pabrik (BOP) DAN Jenis – jenis BOP


 Pengertian biaya overhead pabrik

Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya produksi selain bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik didefinisikan sebagai bahan tidak langsung,
buruh tidak langsung, dan biaya-biaya lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan
atau dibebankan langsung pada suatu pekerjaan, hasil produksi, atau tujuan akhir biaya
tertentu seperti kontrak-kontrak pemerintah.

 Jenis – Jenis BOP

Yang termasuk biaya overhead pabrik adalah


a) Biaya Bahan Penolong, yaitu biaya bahan yang digunakan untuk membantu
penyelesaian suatu produk yang jumlahnya relative kecil. Misalnya lem dalam
perusahaan percetakan, pernis dan paku dalam perusahaan meubel.
b) Biaya Tenanga Kerja Tak Langsung, yaitu upah yang dibayarkan kepada
karyawan pabrik, antara lain upah pisik tidak berhubungan dengan pembuatan produk.
Termasuk dalam kelompok ini adalah upah mandor, gaji manajer produksi, gaji
pegawai administrasi pabrik.
c) Biaya Penyusutan atas Aktiva Tetap yang dipergunakan dipabrik untuk
penyeesaian produk baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya biaya
penyusutan gedung pabrik, mesin-mesin, kendaraan pabrik.
d) Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap Pabrik, yaitu biaya yang
dikeluarkan untuk perbaikan dan perawatan mesin, gedung pabrik dan peralatan
pabrik lainnya.
e) Biaya Asuransi, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membagi resiko yang terjadi
dalam proses produksi, biaya asuransi gedung pabrik, biaya asuransi karayawan
pabrik.

Halaman | 2
f) Biaya-Biaya yang Timbul karena Pemakaian Jasa Pihak Lain, yaitu biaya-biaya
yang timbu karena penggunaan jasa pihak lain guna penyelesaian dan kelancaran
proses produksi, misalnya biaya air dan listrik untuk keperluan pabrik
g) Biaya-Biaya yang Terjadi di Departemen Pembantu, dalam perusahaan yang
memiliki departemen pembantu, misalnya departeman bengke atau pembangkit
tenaga listrik, maka semua biaya yang terjadi di departemen pembantu tersebut
diperlakukan sebagai biaya overhead pabrik.

B. Penggolongan biaya overhead pabrik

Penggolongan biaya overhead pabrik dapat digolongkan dengan tiga cara, yaitu
(Mulyadi, 2000 : 207):

1) Penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya Biaya-biaya produksi yang


termasuk dalam biaya overhead pabrik dikelompokkan menjadi beberapa golongan
berikut ini:
a. Biaya Bahan Penolong.
b. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan.
c. Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung.
d. Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva
e. Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu.
f. Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang
tunai.
2) Penggolongan biaya overhead pabrik menurut perilakunya dalam hubungan dengan
perubahan volume produksi
a. Biaya Overhead Pabrik Tetap Jurnal Akuntansi (JAk) Page 26
b. Biaya Overhead Pabrik Variabel
c. Biaya Overhead Pabrik Semivariabel d) Untuk keperluan penentuan tarif biaya
overhead pabrik dan untuk pengendalian biaya.
3) Penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan departemen
a. Biaya overhead pabrik langsung departemen (direct departemental overhead
expenses)
b. Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen (indirect departemental
overhead expenses)

Halaman | 3
C. PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK

Penentuan tarif biaya overhead pabrik dilaksanakan melalui tiga tahap berikut ini:
1) Menyusun anggaran biaya overhead pabrik.
Dalam menyusun anggaran biaya overhead pabrik harus diperhatikan tingkat
kegiatan atau kapasitas yang akan dipakai sebagai dasar penaksiran biaya
overhead pabrik.
2) Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk.
Setelah anggaran biaya overhead pabrik disusun, langkah selanjutnya adalah
memilih dasar yang akan dipakai untuk membebankan secara adil biaya
overhead pabrik kepada produk. Dalam departemen produksi terdapat beberapa
jenis elemen biaya overhead pabrik.Dasar Yang Dipakai Untuk Membebankan
Biaya Overhead Pabrik Kepada Produk antara lain.
a. Satuan produk
b. Biaya bahan baku
c. Biaya tenaga kerja langsung
d. Jam tenaga kerja langsung
e. Jam mesin
3) Menghitung tarif biaya overhead pabrik.
Setelah tingkat kapasitas yang akan dicapai dalam periode anggaran
ditentukan, dan anggaran biaya overhead pabrik telah disusun, serta dasar
pembebanannya telah dipilih dan diperkirakan, maka langkah terakhir adalah
menghitung tarif biaya Overhead pabrik.

D. Pengumpulan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya.


Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dikumpulkan untuk
dibandingkan dengan biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk atas
dasar tarif yang ditentukan di muka.Selisih yang terjadi antara biaya overhead pabrik
yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka dengan biaya
overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi merupakan biaya overhead pabrik yang
lebih atau kurang dibebankan (over or under applied factory overhead cost).

Halaman | 4
Contoh soal :

Sebagai ilustrasi suatu perusahaan manufaktur membebankan BOP berdasarkan tarif


Rp.1000 tiap jam kerja langsung. Data produksi dan BOP yang sesungguhnya terjadi dalam
bulan juli 2005 sebagai berikut:

Produk yang diproses dalam bulan juli 2005 :

Pesanan no.015 menggunakan jam kerja langsung……… 3.600 jam

Pesanan no.016 menggunakan jam kerja langsung……… 3.400 jam

Pesanan no.017 menggunakan jam kerja langsung…….. 2.700 jam

Pesanan no.018 menggunakan jam kerja langsung…….. 2.200 jam

Pesanan no.019 menggunakan jam kerja langsung……… 1.800 jam

Jumlah jam kerja langsung yang digunakan dlm bulan juli 2005… = 13.700 jam

BOP yang sesungguhnya terjadi dalam bulan juli 2005:

Biaya tenaga kerja tidak langsung……………. Rp. 5.200.000

Biaya penyusutan gedung pabrik bulan juli 2005 Rp. 1.000.000

Biaya penyusutan mesin-mesin bulan juli 2005 Rp. 2.000.000

Biaya listrik bagian produksi bulan juli 2005 Rp. 2.200.000

Biaya bahan penolong Rp. 3.400.000

Biaya produksi tidak langsung lain-lain Rp. 750.000

Total biaya overhead pabrik yang sesungguhnya = Rp. 14.550.000

Berdasarkan data diatas BOP yang dibebankan kepada produk yang diproses dalam bulan
juli 2005 adalah sebesar 13.700 x 1.000 = Rp. 13.700.000. sementara BOP yang
sesungguhnya terjadi dalam bulan juli 2005 berjumlah Rp. 14.550.000.

1. Mencatat BOP yang sesungguhnya


Bop yang sesungguhnya 14.550.000
Gaji dan upah 5.200.000

Halaman | 5
Biaya penyusutan gedung pabrik 1.000.000
Biaya penyusutan mesin 2.000.000
Biaya listrik 2.200.000
Sediaan bahan penolong 2.200.000
Biaya produksi tidak langsung 3.400.000
Lain-lain 750.000
2. Mencatat BOP yang dibebankan
BDP-Biaya Overhead Pabrik 13.700.000
BOP dibebankan 13.700.000
3. Mencatat selisih BOP
Harga pokok penjualan 850.000
BOP sesungguhnya 850.000

Halaman | 6
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pada dasarnya BOP adalah semua biaya produksi yang termasuk kedalam biaya bahan
tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung dan biaya-biaya produksi lainnya yang tidak
secara mudah diidentifikasikan atau dibedakan langsung pada suatu proses
produksi.Anggaran biaya overhead pabrik disediakan untuk berbagai macam tingkat
produksi. Jumlah biayanya dipecah menjadi kompenen-kompenen tetap (dinyatakan
tarif dan didasarkan atas jam kerja langsung). Hubungan yang erat antara biaya standar
dan metode pengendalian anggaran (budgetary control methode) bersifat penting,
khususnya untuk analisis overhead pabrik. Overhead pebrik aktual tidak hanya
dibandingkan terhadap overhead yang diterapkan (applied overhead cost), tetapi juga
terhadap anggaran yang didasarkan pada kegiatan aktual dan standar yang diizinkan untuk
produksi aktual.

B. SARAN

Semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan kita
khususnya tentang materi biaya overhead pabrik, penulis berharap dengan makalah ini kita
sebagai orang yang terpelajar sekaligus mahasiswa jurusan manajemen ekonomi, tidak
hanya lihai dalam berinteraksi dan mencari relasi tetapi juga mampu menguasai konsep
sedetail mungkin untuk menunjang perjalanan karir kita kedepannya dalam suasana yang
tentunya semakin hari semakin berkembang

Halaman | 7
DAFTAR PUSTAKA

https://hamparanoretan.blogspot.com/2015/11/makalah-akuntansi-biaya-bop.html

K.Carter William.2005.akuntansi-biaya edisi 14.Jakarta.Salemba empat.

Sujarweni V.Wiratna.2015.akuntansi-biaya.Yogyakarta.Pustaka baru perss

Halaman | 12
Review jurnal 1

Nama& Npm 1. Crisdayanti hutabarat (18110371)


2. Klara Tamba ( 18110446)
3. Lia fazira (18110224)
4. Indah permata sari (18110065)
5. Muharji (18110019)
6. Siti Qomariah (18110177)
Tanggal 14-Oktober-2019

Topik Analisis Alokasi Biaya Bersama Dalam Penentuan Harga Pokok


Produksi Pada Ud. Totabuan Kacang Goyang Burung Maleo

Penulis Siti Rahma Nikita Mokoginta1


Ventje Ilat2
Victorina Tirayoh3

Tahun 2017

Judul 1,2,3Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi


Universitas Sam Ratulangi Manado

Jurnal Jurnal EMBA

Vol & Hal Vol.5 & Hal. 1512 –1519

Landasan Teori Dalam proses produksinya dilakukan secara bersama atau digabung
dan simultan, makadiperlukan adanya alokasi biaya bersama ke
masing-masing produk yang dihasilkan untuk mengetahui besarnya
harga pokok produksi masing-masing produk. Masalah inilah yang
seringkali timbul pada perusahaan yangmemproduksi secara
bersama produknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alokasi
biaya bersama dalampenentuan harga pokok produksi pada UD.
Totabuan Kacang Goyang Totabuan Burung Maleo. Objek
dalampenelitian ini adalah UD. Totabuan Kacang Goyang Totabuan
Burung Maleo. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah
metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan
perhitungan biaya bersamadilakukan untuk mengetahui biaya-biaya
yang digunakan pada setiap jenis produknya, untuk mengalokasikan
biaya bersama.

Halaman | 13
Metode Subyek Metode Pengumpulan Data
Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam laporan ini adalah:

1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif yang digunakan dalam penulisan laporan ini
berupa data-data perusahaan yang diukurdalam satuan
volume dan satuan uang, antara lain anggaran bahan baku,
anggaran biaya overhead pabrik,biaya produksi, laporan laba
rugi, neraca, dan lain-lain.
2. Data Kualitatif
Data kualitatif yang digunakan dalam penulisan laporan ini
berupa keterangan dan penjelasan dari pihakperusahaan yang
berkaitan dengan metode pengumpulan data penetapan harga
pokok persediaan,perhitungan laba, dan lain-lain.
Manipulasi / Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai alokasi biaya
Rekayasa
bersama dalam menentukan hargapokok produk, dapat disimpukan
bahwa metode nilai jual relatif merupakan metode yang sangat
cocok dantepat, hal ini disebabkan karena metode ini memiliki
keunggulan seperti menggunakan dasar bahwa nilaijual
mencerminkan besarnya biaya yang diserap oleh tiap jenis produk.
Instrumen Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data untuk penelitian
ini adalah dengan menggunakan cara sebagaberikut :
1. Penelitian kepustakaan (Library research)
Untuk melengkapi data, penulis melakukan penelitian
kepustakaan yakni melalui buku-buku dan tulisanilmiah yang
menyangkut masalah yang berhubungan dengan penelitian
ini.
2. Penelitian lapangan (Field research)
Merupakan penelitian langsung yang dilakukan di UD.
Totabuan Kacang Goyang Burung Maleo melalui:
a) Observasi
Penulis mengadakan observasi langsung pada tempat

Halaman | 14
penelitian untuk lebih mengarahkan padamasalah
penelitian yang dimaksud, dan mencatat hal-hal yang
berhubungan dengan masalah yangditeliti secara
objektif.
b) Wawancara.
Melakukan wawancara langsung dengan pimpinan
dan karyawan UD. Totabuan Kacang GoyangBurung
Maleo untuk memperoleh data yang dibutuhkan.

Halaman | 15
Hasil Hasil Penelitian
Seperti yang kita ketahui bahwa UD. Totabuan Kacang Goyang
Burung Maleo merupakan homeindustry yang memproduksi kacang
goyang. Adapun jenis-jenis kacang goyang putih,Kacang goyang
coklatdan kacang goyang merah muda. Ketiga jenis tersebut melalui
proses produksi secara bersamaan.

Adapun proses produksi kacang goyang melewati beberapa tahapan,


diantaranya:
1) Kacang dipilih terlebih dahulu, dipisahkan dengan yang
busuk atau yang sudah menghitam.
2) Setelah kacang dipilih, selanjutnya dikeringkan
menggunakan wajan yang dipanasi untuk mengeluarkankulit
ari kacang dengan menggunakan kompor. Tujuan songrai
yaitu untuk membuat kacang gurih.
3) Langkah selanjutnya penggoyangan. Pada tahap ini dibagi
beberapa kelompok orang untuk masing-masingwarna.
Diusahakan tidak berhenti untuk menghindari kacang
hangus. Penggoyangan membutuhkan waktuselama delapan
jam.
4) Setelah kacang terbungkus gula, angkat dan dinginkan

Kelebihan  Kelebihan : mengetahui alokasi biaya bersama dalam


penentuan harga pokok produksi pada UD. Totabuan
Kacang Goyang Burung Maleo.
 peneliti menggunakan metode nilai jual relatif atau disebut juga
metode harga pasar, metode ini merupakan metode yang sangat
cocok dan tepat, karena metode ini memiliki keunggulan seperti
menggunakan dasar bahwa nilai jual mencerminkan besarnya
biaya yang diserap oleh tiap jenis produk

Kelemahan  Kekurangan : UD. Totabuan Kacang Goyang Burung Maleo


merupakan home industry yang memproduksi kacang

Halaman | 15
goyan.g Memproduksi lebih sedikit Kacang goyang coklat
dan kacang goyang merah muda daripada kacang goyang
putih,

Halaman | 16
Review Jurnal 2

Nama& Npm 1) Crisdayanti hutabarat (18110371)


2) Klara Tamba ( 18110446)
3) Lia fazira (18110224)
4) Indah permata sari (18110065)
5) Muharji (18110019)
6) Siti Qomariah (18110177)
Tanggal 14-Oktober-2019

Topik Menghitung Biaya Overhead Pabrik Pada Usaha Tempahan Sepatu


Barus

Penulis Muhammad Bukhori Dalimunthe 1),


Ari Ananda Barus 1)*,
Lery Elvanov Karo-Karo 1)

Tahun 2018

Judul Menghitung Biaya Overhead Pabrik


Fakultas Ekonomi, Perguruan Tinggi Universitas Negeri Medan

Jurnal Jurnal Akuntansi Manajemen.

Vol & Hal Vol.7&Hal. 185 –191

Landasan Teori Dalam penulisan ini kami akan sedikit menguraikan tentang
kebutuhan ekonomi yang bersifat primer (kebutuhan pokok), dalam
bahasan ini kami membahas tentang kebutuhan akan sandal atau
sepatu untuk kehidupan sehari-hari, dan disini kami juga
menghitung biaya overhead pabrik. Tujuan dari penulisan penelitian
adalah untuk memberi pengetahuan,yang di harapkan dapat
memberi ilmu dan tips juga bagi semua akan tentang sandal yang di
pakai untuk sehari-hari, yang tidak usah mahal, ber merk tetapi yang
penting barang tersebut memberikan manfaat buat kita lebih.

Halaman | 17
Metode Subyek Teknik analisis data kualitatif dilakukan sesuai dengan pendekatan
studi kasus, sehingga analisis data yang digunakan dengan cara
menelaah jawaban-jawaban yangdi peroleh dari hasil observasi dan
wawancara langsung dari subjek Kami menanyakan beberapa
pertanyaan dan meminta responden untuk menjawab pertanyaan
kemudian hasil jawaban disimpulkan dan didokumentasikan. Teknik
analisis data kuantitatif diolah sesuai pencatatan akuntansi biaya
(untuk perusahaan manufaktur).
Manipulasi / Dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, biaya
Rekayasa
overhead pabrik dibebankan kepada produk atas tarif yang
ditentukan dimuka. Alasan penggunaan tarif yang ditentukan
dimuka untuk memperhitungkan biaya overhead pabrik ke dalam
harga pokok produksi adalah kebutuhan manajemen akan informasi
harga pokok produksi. Dengan demikian penggunaan tarif biaya
overhead pabrik yang ditentukan dimuka untuk membebankan jenis
biaya tersebut kepada produk merupakan suatu keharusan.
Instrumen Wawancara langsung dengan datang kelokasi dan mewawancarai
owner dan pekerja tempahan sepatu barus dan mencatat data-data
yang dibutuhkan.
Hasil Hasil penelitian sebelumnya yang dianggap relevan dengan penulis
adalah:
 Yuri Rahayu “Analisis Pembebanan Biaya Overhead Pabrik
Terhadap Harga Jual Produk Pada Ukm Di Wilayah
Sukabumi” Jurnal Ecodemica Vol. III no. 2 September 2015
hal 551-560. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini
menunjukan bahwa perlu adanya Langkah-langkah dalam
Penentuan pembebanan Biaya Overhead Pabrik mulai dari
memahami katagori yang termasuk ke dalam Biaya
Overhead Pabrik, Menyusun Anggaran , Memilih dasar
pembebanan, sehingga perusahaan mengetahui berapa Biaya
Overhead Pabrik yang sudah di serap oleh satuan produk
yang di hasilkan sehingga berefek kepada penentuan Harga
Jual Produk yang Tepat sehingga kelangsungan hidup
perusahaan bisa dipertahankan.
 Radinas Putri Ayuning Firdaus dkk “ Penentuan Tarif Biaya
Overhead Pabrik (BOP) Standar Dalam Perhitungan Harga

Halaman| 18
Pokok Produksi Kesimpulan : Penelitian ini dilakukan atas
dasar banyaknya perusahaan yang belum menggunakan tarif
biaya overhead pabrik standar dalam perhitungan harga
pokok produksi. Penggunaan tarif standar biaya overhead
pabrik memungkinkan alokasi yang konsisten dan wajar ke
setiap unit output untuk seluruh periode produksi. Tarif
standar biaya overhead pabrik perlu ditentukan untuk
menghindari pembebanan yang tidak merata pada setiap unit
output di seluruh periode produksi.

Kelebihan
 sedikit menguraikan tentang kebutuhan ekonomi yang bersifat
primer (kebutuhan pokok), dalam bahasan ini membahas
tentang kebutuhan akan sandal atau sepatu untuk kehidupan
sehari-hari, dan menghitung biaya overhead pabrik.

 untuk memberi pengetahuan,yang di harapkan dapat memberi


ilmu dan tips juga bagi semua akan tentang sandal yang di
pakai untuk sehari-hari, yang tidak usah mahal
Kekurangan  Usaha ini belum bisa melengkapi dalam struktur organisasi dan
data keuangan yang keluar masuk usaha tempahan sepatu barus
usaha ini karena saat ini belum ada dan mempunya tenaga ahli
dalam bidang-bidang seperti pemasaran

Halaman| 19